E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
Not a member yet
    200 research outputs found

    ANALISIS KADAR ANTOSIANIN TOTAL PADA SEDIAAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) DENGAN METODE pH DIFERENSIAL MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI VISIBLE

    Full text link
    Antosianin merupakan pigmen alami yang termasuk golongan flavonoid. Bunga telang mempunyai kandungan antosianin yang cukup tinggi, sehingga di masyarakat terdapat berbagai sediaan yang dibuat dari bunga telang. Antosianin dapat diekstraksi dengan melakukan penyeduhan dengan menggunakan air menyesuaikan perlakuan dari masyarakat dalam mengonsumsi sediaan bunga telang itu sendiri. penelitian ini bertujuan untuk menentukan kondisi optimum penyeduhan bunga telang segar maupun sediaannya. Kemudian, dilakukan penetapan kadar antosianin dengan menggunakan metode pH diferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kadar antosianin ekstrak bunga telang segar lebih besar daripada sediaannya, kecuali pada sediaan yang dibuat serbuk (tea bag). Bentuk serbuk menyebabkan luas permukaan bidang sentuh lebih besar, sehingga kandungan antosianin total yang terekstraksi juga lebih besar. Kadar antosianin total yang dapat terekstraksi juga dipengaruhi oleh suhu, semakin besar suhu air yang digunakan untuk mengekstraksi, maka semakin besar kadar antosianin yang terekstraksi. Namun air yang mendidih (perebusan) menyebabkan degradasi antosianin. Kata Kunci: Antosianin, Bunga telang, Clitoria ternatea, Kadar Antosianin Tota

    ANALISIS KANDUNGAN TIMBAL DAN KADMIUM PADA KERANG HIJAU (Perna viridis L.) DI PERAIRAN KABUPATEN TANGERANG MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

    Full text link
    ABSTRAK Kerang hijau sangat digemari oleh masyarakat karena harga yang lebih murah dari ikan. Kualitas kerang hijau dapat menurun jika ada pencemaran logam berat seperti timbal dan kadmium dalam perairan yang mempunyai dampak buruk bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar timbal dan kadmium pada kerang hijau (Perna viridis L.) di perairan kabupaten Tangerang menggunakan metode spektrofotometri serapan atom. Sampel yang dianalisis sebanyak 6 sampel kerang hijau sebelum dan sesudah perebusan. Hasil analisis kandungan timbal dan kadmium pada kerang hijau di perairan kabupaten Tangerang yaitu tidak terdeteksi adanya kandungan timbal dan kadmium didalamnya, tetapi untuk mengetahui perairan yang menghasilkan hasil analisis terbesar maka harus dihitung hasil konsenterasi sebenarnya yang dihasilkan dan hasil rata-rata konsenterasi yaitu analisis timbal pada kerang hijau di perairan Kronjo 0,1695, Tanjung Kait -0,1288 dan Cituis -0,08065 mg/kg. Sedangkan untuk nilai rata-rata konsenterasi Kadmium pada perairan Kronjo -0,6699 mg/kg, Tanjung Kait -0,5052 dan Cituis -0,4280 mg/kg. Sedangkan hasil sesudah perebusan pada kerang hijau yaitu hasil rata-rata analisis timbal pada perairan Kronjo 0,15558 mg/kg, Tanjung Kait 0,1998 dan Cituis -0,09997 mg/kg, sedangkan dalam analisis Kadmium yaitu perairan Kronjo -0,5868, Tanjung kait -0,5943 dan Cituis -0,658 mg/kg. Kata Kunci : Kerang hijau (Perna viridis L.), Pencemaran, Spektofotometri Serapan Atom (SSA

    STUDI MOLECULAR DOCKING SENYAWA FLAVONOID HERBA KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus B.) PADA RESEPTOR α-GLUKOSIDASE SEBAGAI ANTIDIABETES TIPE 2

    Full text link
    Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit dimana kadar gula (glukosa) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara efektif. Kumis kucing (Orthosiphon stamineus B.) mempunyai khasiat sebagai antidiabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah senyawa turunan flavonoid pada herba kumis kucing berpotensi sebagai obat antidiabetes-tipe 2 melalui mekanisme penghambatan α-glucosidase. Jenis penelitian ini adalah in silico menggunakan metode molecular docking. Proses docking dilakukan menggunakan Autodock Vina. Simulasi molecular docking dilakukan untuk menguji potensi senyawa flavonoid yang terkandung dalam kumis kucing sebagai kandidat obat antidiabetes sebagai inhibitor alami enzim α-glukosidase melalui parameter nilai energi bebas Gibbs, konstanta inhibisi, ikatan hidrogen dan residu asam amino. Hasil simulasi menunjukan senyawa flavonoid yang memiliki nilai energi bebas Gibbs terbaik yaitu 5,6,7,3’-tetrametoksi-4’hidroksi-8-C-prenylflavon sebesar -8.2 Kkal/mol sedangkan nilai energi bebas Gibbs acarbose adalah -8.7 Kkal/mol. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa senyawa flavonoid pada kumis kucing belum berpotensi untuk dijadikan sebagai kandidat obat antidiabetes-tipe 2 dalam menggantikan akarbose melalui mekanisme penghambatan α-glucosidase

    UJI AKTIVITAS TONIKUM INFUSA BUAH KAPOLAGA (Amomum cardamomum) PADA MENCIT (Mus musculus)

    Full text link
    Kebutuhan suplemen penambah stamina atau tonikum bisa didapatkan dari mengkonsumsi tanaman herbal. Pemanfaatan tanaman herbal untuk tonikum mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan senyawa sintetik. Buah kapolaga (Amomum cardamomum) adalah tanaman perdu banyak terdapat di wilayah Indonesia, masyarakat biasanya menggunakan kapolaga untuk bumbu masakan. Buah kapolaga memiliki potensi besar dalam bidang farmasi, yaitu adanya senyawa flavonoid yang bermanfaat sebagai tonikum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengetahui efek tonikum pada mencit dan menentukan pada konsentrasi berapa dapat memberikan efek tonikum yang optimum. Uji efek tonikum dilakukan menggunakan uji renang kemudian dilihat waktu pada petahanan berenang mencit. Metode uji renang yang digunakan adalah natatory exhaustion. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infusa buah kapolaga pada dosis 2,5 g/kgBB, 5,0 g/kgBB dan 10 g/kgBB pada metode ketahanan berenang menunjukkan efek tonikum pada mencit (Mus musculus). Infusa buah kapolaga pada konsentrasi 10 g/kgBB menunjukkan efek tonikum yang paling baik pada mencit, tetapi efeknya masih lebih kecil daripada pemberian kafein sebagai pembanding. Kata Kunci: Buah Kapolaga, Infusa, Mencit, Toniku

    Analisis Efektivitas Pemberian Konseling Dan Leaflet Terhadap Tingkat Kepatuhan Minum Obat Dalam Mengontrol Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di RSUD Dr. Adjidarmo Kabupaten Lebak

    Full text link
    Ketidak patuhan terapi hipertensi dapat menimbulkan komplikasi kronis. Konseling dan leaflet adalah bentuk edukasi yang dapat diberikan pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian konseling dan leaflet terhadap tingkat kepatuhan melalui penurunan nilai tekanan darah sistole dan diastole dan penurunan skor kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) pada pasien hipertensi. Penelitian merupakan pre-experimental yang dilaksanakan secara prospektif mulai dari bulan April sampai Juni 2014 dan dilaksanakan di RSUD dr. Adjidarmo. Sampel penelitian adalah pasien hipertensi berjumlah 30 orang yang masuk kriteria inklusi dan eksklusi dan diberikan intervensi konseling dan leaflet. Kepatuhan diukur terhadap skor MMAS-8 dan nilai tekanan darah sistole dan diastolesebelum dan sesudah 30 hari pemberian intervensi. Hasil pengukuran dianalisis dengan menggunakan uji Wilcoxon untuk MMAS-8 dan Nilai tekanan darah sistole dan diastole. Hasil analisis menunjukkan ada perbedaan yang signifikan (

    REVIEW ARTIKEL: PRONIOSOM SISTEM PENGHANTARAN OBAT TRANSDERMAL

    Full text link
    Sistem penghantaran obat transdermal proniosom dapat menjadi sistem penghantaran yang potensial yang dapat digunakan secara luas oleh beberapa zat aktif. Proniosom merupakan suatu vesikel yang dibuat dari surfaktan dalam bentuk serbuk kering ataupun liquid kristalin padat yang dapat menjerat senyawa obat yang polar maupun non polar. Keunggulan proniosom yaitu dapat mencegah ketidakstabilan fisik seperti sedimentasi, agitasi, fusi dan kebocoran, menghindari degradasi (hidrolisis dan oxidase) dan dapat meningkatkan kecepatan menembus barrier kulit. Metode pembuatan Pronisom bentuk liquid kristalindilakukan dengan metode co-aservatif dengan mencampurkan surfaktan, alkohol dan fase air. Review artikel ini menyajikan teknik preparasi proniosom beserta formula terbaik dari beberapa zat aktif diantaranya Ondansetron Hidroklorida, Simvastatin, Nisoldipine, Nipedipine, Levonorgestrel, Estradiol, Captoprildan Tenoxicam. Sistem pengantaran transdermal proniosom perlu terus di kembangkan sesuai dengan zat aktifnya. Sistem ini menjadi sebuah gerbang untuk penelitian di masa depan untuk pengobatan khususnya di Indonesia. Kata Kunci :Proniosom, Sistem Penghantaran Transderma

    Sistematik Review: Efektivitas Kombinasi Atau Tunggal Acetaminophen Versus Ibuprofen Sebagai Antipiretik Pada Demam Anak

    Full text link
    Profesional kesehatan sering merekomendasikan rejimen pengobatan demam untuk anak-anak yang menggabungkan parasetamol dan ibuprofen atau maupun pemberian tunggal. Namun, ada ketidakpastian tentang apakah rejimen ini lebih baik daripada penggunaan agen tunggal, dan juga tentang profil efek samping dari rejimen kombinasi. Untuk mengetahui effektivitas dari kombinasi parasetamol dan ibuprofen dibandingkan dengan monoterapi untuk mengobati demam pada anak. Pada bulan februari 2018, melakukan pencarian penelitian dengan kata kunci [acetaminophen] versus [ibuprofen] versus [paracetamol and ibuprofen] [pediatrics] [febril] pada tahun 2005-2016 dengan menggunakan PUBMED.gov. penelitian dengan menggunakan metode RCT (randomization controller trial) dengan tema perbandingan effektifitas penggunaan paracetamol dan ibuprofen secara tunggal maupun secara kombinasi pada pasien demam anak. Dari hasil analisis menggunakan forest plot didapatkan perbedaan signifikan dalam menurunkan resiko peningkatan suhu antara terapi kombinasi paracetamol dengan ibuprofen dibandingkan dengan paracetamol tunggal pada jam ke empat dan keenam (RR 0,79, 95%CI , 0,64 sampai 0,97), kombinasi paracetamol dengan ibuprofen dibandingkan dengan ibuprofen tunggal didapatkan RR 0,88, 95% CI, 0,69 sampai 1,12. Sedangkan paracetamol tunggal dibandingkan dengan ibuprofen tunggal didapatkan hasil RR 1,32, 95% CI 1,09 sampai 1,60. Terapi Paracetamol kombinasi dengan ibuprofen lebih effektif dibandingkan dengan paracetamol tunggal maupun ibuprofen tunggal dalam menurunkan demam pada anak. Kata Kunci: Demam, antipiretik, Acetaminophen, Ibuprofe

    ANALISA KESESUAIAN PERESEPAN OBAT PASIEN BPJS KESEHATAN DENGAN FORMULARIUM NASIONAL DI PUSKESMAS KABUPATEN TANGERANG TAHUN 2016

    Full text link
    lJaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah. Salah satu tempat pelayanan kesehatan tingkat pertama melalui sistem jaminan kesehatan adalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS). Pemenuhan kebutuhan pasien berupa jenis obat yang harus tersedia pada peresepan dan pemesanan perlu disusun suatu daftar (formularium) dari semua obat yang ada di stok atau sudah tersedia. Dalam penggunaan obat di Puskesmas untuk pasien BPJS Kesehatan berpedoman pada standar terapi yang dikeluarkan oleh kementrian kesehatan yaitu formularium nasional (fornas) agar penggunaan obat pada pasien lebih rasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian peresepan obat pasien BPJS Kesehatan dengan Formularium Nasional berdasarkan kelas terapi dan kesesuaian ketersediaan item obat formularium nasional dengan daftar item obat formularium nasional di Puskesmas Kabupaten Tangerang Tahun 2016. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif non eksperimental yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian Kesesuaian peresepan Obat dengan Formularium Nasional Berdasarkan Kelas Terapi dari 10 besar tertinggi sudah mencapai 100%, pada kesesuaian total peresepean yang di resepkan di puskesmas kabupaten Tangerang baru mencapai > 80%. Sedangkan rata-rata proprosi item obat formularium nasional dengan daftar item obat formularium nasional maish sangat rendah >50%. Kesimpulan penelitian ini adalah peresepan obat pasien BPJS Kesehatan dengan Formularium Nasional berdasarkan kelas terapi di puskesmas kabupaten Tangerang tahun 2016 sudah sesuai sedangkan ketersediaan item obat formularium nasional dengan daftar item obat formularium nasional masih belum sesuai. Kata kunci : BPJS Kesehatan, Peresepan, Formularium nasiona

    FORMULASI SEDIAAN GEL ANTISEPTIK EKSTRAK ETANOL 96% RIMPANG KUNYIT PUTIH (Curcuma zedoaria)

    Full text link
    Kunyit putih (Curcuma zedoaria) merupakan salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan pembuatan sediaan gel serta mengandung berbagai senyawa metabolit yang memiliki efektivitas sebagai antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas antibakteri dari sediaan gel antiseptik ekstrak etanol 96% rimpang kunyit putih stabilitas yang paling baik. Sampel yang digunakan adalah serbuk rimpang kunyit putih yang diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi dan dilakukan pemekatan rotary evaporator, selanjutnya digunakan dalam pembuatan sediaan gel dan uji efektivitas antibakteri. Uji efektivitas dilakukan dengan metode disc diffusion Kirby-Bauer terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kelompok uji efektivitas gel terdiri dari dettol antiseptik sebagai kontrol positif, F10%, F28%, F310%, F412%. Uji stabilitas dilakukan pengamatan organoleptis, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil uji stabilitas menunjukkan sediaan gel F2 8% mengalami perubahan yang kecil, sehingga stabilitas sediaan gel F2 8% lebih baik dibandingkan sediaan lainnya. Hasil uji efektivitas menunjukkan gel antiseptik tidak terdapat zona bening disekitar kertas cakram, sedangkan pada dettol terdapat zona bening disekitar kertas cakram. Dari data tersebut dapat isimpulkan bahwa sediaan gel antiseptik ekstrak rimpang kunyit putih tidak memiliki efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus

    Penetapan Kadar Oktil Metoksisinamat Dan Avobenson Pada Sediaan Gel Tabir Surya Dengan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi

    Full text link
    Radiasi ultraviolet (UV) masih merupakan penyebab utama terjadinya kanker kulit, sehingga dipasaran banyak beredar sediaan krim atau gel yang berisi UV-filter. Oktil-metoksisinamat dan avobenzon adalah contoh zat aktif UV-filter. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Kosmetik konsentrasi maksimum oktil metoksisinamat yang diizinkan sebagai sediaan kosmetik tabir surya adalah 10% dan untuk avobenzon sebesar 3%. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar oktil metoksisinamat dan avobenzon dalam sedian gel tabir surya yang beredar di Kota Bandung dan menilai apakah sediaan tersebut memenuhi persyaratan tersebut diatas atau tidak. Penetapan kadar ini dilakukan dengan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Hasil penelitian menunjukan persamaan regresi linier oktil metoksisinamat y = 1634,7x + 8500,8 dengan R² = 0,9962; dengan nilai BD dan BK, 0,694 bpj dan 2,314 bpj. Persamaan linier untuk avobenzon yaitu y = 4329,9x +9268,5 dengan R2 = 0,9912, dengan nilai BD dan BK, 1,058 bpj dan 3,527 bpj. Validasi metode analisis dengan sampel simulasi meliputi akurasi menunjukkan persen perolehan kembali untuk konsentrasi sampel simulasi 80%; 100% dan 120% masing-masing adalah 102,011%; 112,368%; 108,490% untuk oktil metoksisinamat dan 81,722%; 98,01%; 117,8% untuk avobenzon. Presisi menunjukan keterulangan hasil pengukuran, untuk oktil metoksisinamat dan avobenson diperoleh nilai %RSD sebesar 1,641% dan 1,946%. Berdasarkan data penetapan kadar, maka ketiga sampel gel yang diteliti mengandung oktil metoksisinamat dan avobenzon dalam batas aman. Kata Kunci: Oktil metoksisinamat, avobenzon, tabir surya, UV-filte

    163

    full texts

    200

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Journal STF Muhammadiyah Tangerang
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇