Jurnal Sosiohumaniora Kodepena (JSK)
Not a member yet
116 research outputs found
Sort by
Analisis Pembelajaran Generatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Larutan Penyangga
Penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran Generatif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IA2 SMA Negeri 9 Banda Aceh pada Materi Larutan Penyangga” ini mengangkat masalah apakah penerapan model pembelajaran generatif dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas siswa, dan bagaimanakah respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran generatif pada materi larutan penyangga. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Setting penelitian terdiri dari tempat, waktu penelitian dan siklus PTK, yang menjadi subjek penelitian ialah siswa kelas XI IA2 yang berjumlah 30 siswa. Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran generatif tersebut dilakukan observasi terhadap keaktifan siswa dan respon siswa dari angket. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa mencapai katagori baik berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Dari tes evaluasi awal diperoleh nilai rata-rata kelas yaitu 40,03 dan ketuntasan kelas 0 %, pada hasil ulangan harian siklus pertama nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan yaitu 76,53 dan ketuntasan kelas 56,66 %, pada siklus kedua nilai rata-rata kelas 84,93 dan ketuntasan kelas 100 %. Dari hasil angket tanggapan siswa diperoleh 91,91,11 % siswa yang memberikan tanggapan positif terhadap penerapan model pembelajaran generatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran generatif dapat meningkatkan hasil belajar, aktivitas belajar siswa dan respon siswa sangat bai
ANALISIS UNSUR INTRINSIK: PENDEKATAN DEKONSTRUKSI DALAM NOVEL LARUNG KARYA AYU UTAMI
Penelitian ini berjudul “Analisis Unsur Intrinsik: Pendekatan Dekonstruksi Dalam Novel Larung Karya Ayu Utami”. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah cara menemukan makna yang berbeda dan hal apa sajakah yang harus dilakukan dalam mendekonstruksi novel Larung karya Ayu Utami?”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang makna sebuah pendekatan dekonstruksi yang terdapat dalam novel Larung karya Ayu Utami. Manfaatyangdapatdirasakandalampenelitianinibagipeneliti sendiri yaitu untuk dapat menambah ilmu pengetahuan di bidang sastra khususnya novel dan bagi pembaca dengan membaca penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana cara mendekonstruksi sebuah novel. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik analisis teks. Data dapat diolah secara kualitatif. Sumber datapenelitianiniadalah novel Larung karya Ayu Utami yang terdiriatas 263 halaman. Teknik pengolahan data yaitu dengan menentukan tema, amanat, alur, penokohan, latar dan sudutpandang dari segi dekonstruksi dalam novel Larungkarya Ayu Utami. Hasil analisismenunjukkanbahwatema novel tersebutadalahkebahagiaanabadi sang nenek dan pahlawan yang tidakbertanggungjawab. Amanat, kekuasaan dan kekerasan harus ditegakkan agar lingkungan dapat terjaga. Alur yang ditampilkan menggunakan alur maju terdiri dari tahap pengenalan, tahap pemunculan konflik, tahap puncak atau klimaks, tahap peleraian dan penyelesaian. Tokoh, Larung yang berusaha memberi hadiah terindah untuk neneneknya, Cok yang mempumyai akal picik, dan Koba yang berusaha mengagalkan misi yang sedang dikerjakan oleh Larung. Latarmeliputilatartempat, latarwaktu dan latarsosial. Sementara sudut pandang yang digunakanadalahsudutpandang orang pertama “Aku” dan sudutpandang orang ketiga “Dia”
Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Dan Pendidikan Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Di Kabupaten Pakpak Bharat: indonesia
This study aims to analyze economic growth and education on the level of labor force participation in Pakpak Bharat Regency. The data analysis method used in this research is quantitative method or time series data. The analytical tool used is Multiple Linear Regression analysis using data from the Central Bureau of Statistics of Pakpak Bharat Regency for 14 years (2008-2021.Based on the results of the study, the equation TPAK = 70.59686 +1.742869 Economic Growth + 3.009641 Education, the equation results show that economic growth and education has a positive effect on the Labor Force Participation Rate in Pakpak Bharat Regency. The results of the t-test on the Economic Growth variable were obtained at 0.2214 > = 0.05 and had no effect on the labor force participation rate and was rejected. In the education variable obtained by 0.8385 > = 0.05 and has an effect on the level of labor force participation and is accepted. The result of the F test is 0.316326 < = 0.05. So it can be stated simultaneously that economic growth and education have no significant effect on the level of labor force participation in Pakpak Bharat Regency, accepted. The results of the coefficient of determination (R2) in this study were obtained at 0.4133 or 41.33%, meaning that the variables of economic growth and education affect the labor force participation rate in Pakpak Bharat Regency by 41.33%, while the remaining 58.67% is influenced by the variable others that were not investigated in this study
Memahami Pertumbuhan & Perkembangan Siswa Sekolah Dasar
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan linguistik, emosional dan sosial anak sekolah dasar. Sebuah studi kepustakaan dengan pendekatan penelitian kualitatif digunakan sebagai makalah penelitian. Teknik pengumpulan data adalah studi dokumen, yang dilakukan dengan menganalisis dokumen yang berkaitan dengan masalah yang ada. Sumber informasi untuk penelitian ini adalah buku-buku dan majalah-majalah yang berhubungan dengan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pesatnya perkembangan anak sekolah dasar dilatarbelakangi oleh perkembangan motorik, bahasa, emosi dan sosial. Perkembangan ini tidak sama dari anak ke anak. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan ini antara lain faktor lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Dengan mempelajari perkembangan tersebut dapat dijadikan sebagai acuan bagi guru dalam melakukan pembelajaran di sekolah dan melihat permasalahan yang muncul di sekolah. Sehingga dapat menjadi solusi bagi guru untuk mengatasi masalah belajar dan tumbuh kembang anak
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Pembelajaran Kontekstual pada Materi Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat ketuntasan, kreatifitas dan prestasi belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual pada materi keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia di kelas IV SD Negeri 2 Pagar Air. Subjek penelitian ini siswa kelas IV sebanyak 20 orang siswa. Dari hasil penelitian menunjukkan penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa, terbukti dari persentase ketuntasan belajar siklus I sebesar 60,00% dengan rata-rata hasil belajar 65,00, siklus II ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 80,00% dengan rata-rata hasil belajar 76,00, dan siklus III ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 95,00% dengan rata-rata hasil belajar 85,50. Dengan demikian, hasil belajar siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia di kelas IV SD Negeri 2 Pagar Air mengalami peningkatan setiap siklusnya. Penerapan pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan siklus I yaitu 3,00 dengan kategori cukup, siklus II sebesar 3,71 dengan kategori baik, dan siklus III sebesar 4,07 dengan kategori baik. Dengan demikian, aktivitas siswa selama penerapan pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan keragaman suku bangsa dan budaya di Indonesia di kelas IV SD Negeri 2 Pagar Air mengalami peningkatan setiap siklusnya.
 
MANFAAT KEARIFAN LOKAL DARI PRAKTEK ADAT MAWAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN EKONOMI MASYARAKAT DI KECAMATAN KUTA BARO KABUPATEN ACEH BESAR
Adapun Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui manfaat kearifan lokal dari praktek adat mawah terhadap peningkatan pendapatan ekonomi masyarakat di Kecamatan Kuta BaroKabupaten Aceh Besar.Penelitian ini menggunakan data primer. Memperoleh data primer melalui wawancaradan observasi. Wawancara dilakukan padaPemilik sawah, penggarap sawah dan Kantor Camat Kuta BaroKabupaten Aceh Besar. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi dan berbagai literatur terkait. Untuk data hasil wawancara dan observasi diolah dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Reduksi data dilakukan sebagai usaha sejak awal penelitian dimulai secara terus menerus, hal ini ditempuh untuk menghindari penumpukan data dalam waktu yang lama, sehingga memungkinkan peneliti dan mengumpulkan data secara terus menerus untuk memperdalam setiap temuan sebelumnya dan untuk mempertajam data yang sudah ada.
Dari hasilpenelitiandapatdiketahuibahwadenganadanyakonsepkearifanlokalmawah di kecamatan Kuta Baro, makadapatmemberikanmanfaat yang sangat besarbagimasyarakat, yaitu: mampumemberiaksesbagimasyarakat yang tidakmemiliki modal untukmengelolalahan, dan dapatmeningkatkanperekonomianmasyarakat. Denganadanyamawah, tingkatproduktivitas yang dihasilkandarilahanmemberidampakpositifkepadapemilik modal. Adanyakeadilan dan rasionalisasidalamkearifanlokalinimembuatmasyarakatpuas
Pengaruh Pendidikan Dan Tingkat Pengangguran Terhadap Kemiskinan Provinsi Aceh
The purpose of this study was to determine the effect of education, and the unemployment rate on the number of poor people in Aceh Province simultaneously and partially. This study uses secondary data from 2011-2020 using the Eviews program. The analysis technique used is multiple linear regression. Based on the results of the analysis, it was found that education and the unemployment rate simultaneously had a significant effect on the number of poor people. Education partially has a negative and significant effect on the number of poor people, while the unemployment rate partially has a negative and insignificant effect on the number of poor people
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PESANTREN : KAJIAN ISAK 35 (Studi Kasus Pada Pesantren Imam Syafi’i Sibreh Aceh Besar)
Pondok pesantren (Dayah) memiliki peran yang penting dalam perkembangan pendidikan dan keberagamaan di Indonesia. Keberadaan pondok pesantren dan peran aktifnya telah ada sejak dulu. Pondok pesantren telah banyak melahirkan para ilmuwan, pejuang, pemimpin, birokrat dan lainnya yang berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Pesantren yang maju dan modern mempunyai potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi syariah dalam bentuk peningkatan produksi barang dan jasa serta mencetak sumber daya insani dan dapat juga dikatakan merupakan wujud proses perkembangan sistem pendidikan Islam (Nurmalasari, 2016).
Perkembangan pondok pesantren itu sendiri, masih sebatas kepengurusan, bukan pada pengelolaan keuangan pondok pesantren. Dalam suatu lembaga termasuk pesantren, pengelolaan keuangan sering menimbulkan permasalahan yang serius ”bila pengelolaannya” kurang baik. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 16 Tahun 2001 menyebutkan bahwa “Pengelolaan keuangan yang mengatur tentang yayasan dimaksudkan agar Yayasan berdiri di Indonesia memiliki acuan yang jelas tentang cara pengelolaan keuangan”. Sehubungan dengan permasalahan mendasar yang dihadapi oleh pondok pesantren, maka diperlukan adanya sebuah standar akuntansi yang mengatur pengelolaan keuangan di pondok pesantren. Saat ini dengan mempertiimbangkan kondisi yang dialami oleh pesantren, Bank Indonesia (BI) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menginisiasi penyusunan panduan akuntansi pondok pesantren supaya pondok pesantren mampu meyusun laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku umum dengan mempertimbangkan sifat dan karakteristik dari pondok pesantren. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dan stakeholder yang ada dalam rangka untuk pemberdayaan ekonomi pesantren sehingga pondok pesantren mampu mengelola keuangannya dengan baik sesuai dengan standar akuntansi umum yang berlaku di Indonesia.
Pengguna laporan keuangan pesantren sangat memerlukan transparansi dan akuntabilitas, ini bertujuan agar pengguna laporan keuangan pondok pesantren dapat mengerti dan memastikan bahwa sumber dana yang telah diberikan digunakan sebagaimana mestinya. Penyajian informasi laporan keuangan yang transparan dan akuntabel dapat memberikan penilaian kelayakan praktik akuntansi serta dapat membuat pelaporan keuangan yang memiliki daya banding tinggi saat dipublikasikan ke publik (Gultom, 2016).
Fenomena yang terjadi adalah banyak pondok pesantren yang masih belum menggunakan pedoman dalam pembuatan laporan keuangan. Laporan keuangan yang dipakai pun masih sangat sederhana, dimana pondok pesantren tersebut tidak membuat laporan keuangan lengkap yang seharusnya digunakan pada pondok pesantren umumnya sesuai dengan Akuntansi Pesantren. Hal ini disebabkan oleh minimnya pengetahuan pengelola atau santri dalam membuat laporan pertanggungjawaban yang bersifat keuangan (Syamsudin, 2017), umumnya fokus pada pelaksanaan program utama dan seringkali tidak mementingkan kegiatan administrasi. Usman (2013) juga mengakui beberapa masalah yang dihadapi pesantren disebabkan keterbatasan kemampuan pengelolanya, antara lain seperti sarana dan prasarana penunjang yang terlihat masih kurang memadahi serta keterbatasan sumber daya manusia dalam bidangmanajemen kelembagaan dan dalam bidang pengelolaan keuangan
Memetik Hikmah dan Menangkap Peluang Ekonomi dan Keuangan Syariah dari Dampak Krisis Pandemi Covid
Penelitian ini bertujuan untuk dan menganalisis sejauh mana peluang dari dampak pandemi covid-19 terhadap pelaku ekonomi dan keuangan syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan menggunakan sumber data sekunder dari hasil penelitian, referensi dan berita online yang terkait langsung dengan penelitian ini. Penelitian ini dilakukan selama pandemi Covid-19 dalam rentang waktu bulan Maret sampai Desember 2020. Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini sangat berdampak secara global. Dalam bidang perekonomian pandemic ini menyebabkan turunnya daya beli konsumen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlu adanya langkah cepat, tepat dan nyata dari pemerintah maupun pelaku usaha untuk menanggulangi kerugian yang telah terjadi akibat pandemi serta melakukan pembaharuan dan evaluasi mengenai siklus usaha mengikuti keadaan yang tengah terjadi agar usaha dapat terus bertahan dan berkembang
Analisis Kesiapan Guru Kelas Dalam Merencanakan Pembelajaran Matematika Pada Era Pandemi Covid-19
Pembelajaran matematika di kelas tinggi biasanya berlangsung secara tatap muka, namun berubah semenjak adanya pandemi covid-19 saat ini. Pandemi ini berdampak sangat besar pada berbagai sektor dikehidupan masyarakat tak terkecuali dengan sekolah. Pada saat pandemi covid-19 seperti saat ini, guru harus benar-benar mampu menyajikan pembelajaran dengan menggunakan teknologi atau disebut dengan pembelajaran daring. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SD Negeri 52 Banda Aceh diketahui bahwa selama masa covid, guru melakukan proses pembelajaran matematika dengan menggunakan sistem daring. Tentunya guru menghadapi banyak kendala dalam menyiapkan perencanaan pembelajaran matematika dikarenakan sistem ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 3 orang wali kelas 4 hingga kelas 6 di SD Negeri 52 Banda Aceh. Teknik Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah siap dalam merencanakan pembelajaran matematika pada era pandemi covid-19 hal ini dapat terlihat dari guru yang telah menyiapkan nomor telepon orang tua/wali peserta didik sebelum proses pembelajaran matematika secara daring dimulai, guru juga membuat grup Whatsapp sebagai media interaksi dan komunikasi kepada orang tua/wali peserta didik, tersedianya handphone, laptop dan akses internet yang memadai, guru juga membuat RPP pembelajaran daring sebelum proses belajar mengajar dilakukan serta tidak adanya kendala dalam pembuatan RPP matematika secara daring dan guru juga dapat memastikan bahwa orang tua/wali peserta didik mendukung proses pembelajaran matematika secara daring