Jurnal Sosiohumaniora Kodepena (JSK)
Not a member yet
    116 research outputs found

    Pengaruh Insentif terhadap Kepuasan Pekerja Perusahaan

    Get PDF
    The study, entitled Worker Satisfication With Insentive did in PT Sewu Segar Primatama (Re.Juve). The aims is to determine the level of worker satisfication with incentive at the company. This research is theoretically expected to increase knowledge in the field of academic management in general. This research is a descriptive study with a quantitative approach. The sampling technique is done by simple random sampling. The sample size is 80 people. The results of this study states that incentives affect job satisfaction and it can be seen that the test show that there is an influence given with a regression model of 71.7% and the most influential indicator is a bonus if the work reaches the target. The results showed that the effect of incentives on workers is most sinifican. Suggestions for further research add other variables that affect worker satisfaction by combining the factors of other variables so that they can find out which variables are most influential on worker satisfaction.The result shows that it is true that incentive really affect worker’s satisfaction because the ability of incentive to explain satisfaction is 71,7% and the indicator that affect satisfaction the most is bonuses from compan

    Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi di Daerah dalam Menjaga Peralihan Kewenangan Pemungutan Pajak kepada Pemerintah Daerah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memberantas dan mencegah tindakan dan praktek praktek korupsi bukan hanya di pusat Ibukota tetapi juga di daerah daerah baik itu pemerintah daerah kota maupun kabupaten . Penelitian ini menggunakan jenis penelitan normatif yaitu penelitian hukum yang digunakan sumber data sekunder atau data yang diperoleh melalui bahan-bahan pustaka dengan meneliti penelitian terhadap asas-asas hukum, sumber-sumber hukum, teori hukum, buku-buku dan peraturan perundang-undangan. Penelitian menyatakan bahwa Otonomi daerah dan desentralisasi merupakan sebuah kebijakan yang tidak dapat diabatas batasi tetapi kewenangan yang diberikan karena adanya otonomi dan desentralisasi itu harus diawasi dengan hati hati. Pembentukan Komisi Pemberatasan Korupsi di daerah merupakan suatu kebijakan yang dapat memberantas ataupun mencegah tindakan tindakan korupsi dan pembentukan Komusi Pemberantasan Korupsi didaerah berguna membantu pekerjaan dan beban Komisi Pemberantasan Korupsi yang ada pada saat ini

    Pemanfaatan Balanced Score Card untuk mengukur keuntungan keuangan dan non-keuangan Perghuruan Tinggi

    Get PDF
    oai:ojs2.jsk.kodepena.org:article/2Abstrak Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penerapan balanced score card di perguruan tinggi Desain/Metodologi/pendekatan: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan tekhnik pengumpulan data studi pustaka dari berbagai literatur Temuan: Balanced Scorecard tidak hanya menyediakan kerangka kerja untuk pengukuran kinerja, namun juga membantu perencana mengidentifikasi apa yang harus dilakukan dan diukur. Dengan demikian, pimpinan satuan pendidikan dapat dengan pasti menjalankan strategi mereka. Dalam konsep balanced scorecard, empat prespektif yang dapat diadopsi oleh Perguruan Tinggi yaitu(1) Prespektif finansial: kinerja keuangan akan berbasis pada upaya memberikan dampak laba maksimal bagi shareholders. Ini akan terkait dengan ukuran profitabilitas semisal laba operasi, return on capaital employed (ROCE), atau economic value added (EVA) (2) Prespektif bisnis internal: untuk mencapai kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi laba pada shareholders, proses bisnis harus benar-benar dilakukan dengan efisien dan efektif, misalnya berbasis analisis rantai nilai, tingkat inovasi produk, proses operasi, ataupun delivery-nya. (3) Pembelajaran dan pertumbuhan: mengidentifikasi infrastruktur yang harus dibangun untuk menciptakan pertumbuhan dan peningkatan kinerja jangka panjang. Sumber utama pembelajaran dan pertumbuhan adalah manusia, sistem, dan prosedur institusi. (4) Prespektif pelanggan: indentifikasi pelanggan dan segmen pasar tempat suatu bisnis itu bersaing. Ukurannya biasanya terdiri dari: kepuasan pelanggan, retensi pelanggan, akuisisi pelanggan, profitabilitas penggan, dan pangsa pasar segmen sasaran. Orisinalitas/nilai/batasan penelitian: Penelitian ini hanya memfokuskan pada konsep BSC, implemetasi BSC, kendala dan solusi implementasi BSC di Perguruan Tinggi Kata Kunci: konsep BSC; implementasi BSC; perguruan tinggi &nbsp

    Pendidikan Karakter dalam Proses Pembelajaran Matematika

    Get PDF
    Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan dan menanamkan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif, dan kreatif. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pendidikan karakter yang terintegrasi dengan pembelajaran Matematika kelas XI MAN Model Banda Aceh. Responden meliputi guru mata pelajaran Matematika, dan siswa-siswi kelas XI. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data penelitian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui Pendidikan Karakter Pada Proses Pembelajaran Matematika Kelas XI MAN Model Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pendidikan karakter dilakukan dalam bentuk kegiatan proses pembelajaran. Model yang digunakan adalah model Cooperatif Learning karena dalam memperlihatkan nilai-nilai karakter seperti kerjasama, tanggungjawab, pantang menyerah, bekerja keras. Integrasi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran Matematika di MAN Model Banda Aceh dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dimana nilai-nilai karakter yang ditanamkan dan dikembangkan oleh guru matematika adalah religius, disiplin, kejujuran, pantang menyerah, rasa ingin tahu yang tinggi dan tanggung jawab

    Model Fikir–Cakap–Tulis dalam Pembelajaran Menulis Cerita Pendek

    Get PDF
    Abstract This study aims to determine differences in short short writing skills that are significant between students who take part in learning using the Thinking - Proficient - Write model and students who take part in learning without using the Thinking-Write-Writing model, as well as testing the effectiveness of the written-thinking models in learning to write Short stories of class X students of SMA Negeri 4 Baubau City. This research is an experimental research with protest-posttest group design. The variables in this study are independent variables, namely Think-Talk-Write, and the dependent variable is short story writing skills. The population in this study were all grade X students of SMA Negeri 4 Baubau. The sample used in this study amounted to two classes, with the division of one class as a control class and one class as an experimental group. Samples were determined using cluster random sampling techniques. From the determination using cluster random sampling technique, it was obtained X-6 class as an experimental group, and X-9 class as a control class. Date collection techniques using the test, in the form of a short story writing test. Date analysis techniques were performed using pretest and posttest with t-test. The results of this study indicate that there are significant differences in short story writing skills between students who take part in learning by using written-thinking models and students who take lessons without using written-thinking models. This is evident from the t-test on the pretest and posttest scores of the experimental group resulting in a tcount of 13,356 with a df (degree of freedom) of 31 and a value of P = 0,000. In addition, the results of the t test showed that the effective writing-literacy model was used in learning to write short stories, because P ˂ 0.05 = significant. Keywords: Proficient-Write, short story writing skills

    Penerapan Analisa SWOT Pada Atraksi Wisata Live Cooking Mie Teppanyaki pada Hotel Surabaya

    Get PDF
    Fokus dari penelitian ini adalah melakukan analisa Strength, Weakness, Opportunities dan Threat (SWOT) dari sebuah atraksi wisata, yakni atraksi live cooking dari mie Teppanyaki. Analisis SWOT merupakan upaya yang penting dilakukan dalam rangka penyusunan strategi bisnis ke depan, misalnya tentang strategi penjualan produk ataupun ide bisnis baru. Oleh karenanya metode analisa SWOT sangat penting dilakukan pada atraksi live cooking mie Tepanyaki agar dapatnya perusahaan mendapat gambaran bagaimana keunggulan dan kelemahan atraksi live cooking tersebut hingga bagaimana penjualannya ke depan.  Banyaknya hotel yang berdiri menuntut kekuatan atau keunggulan yang berbeda dengan hotel lain. Hotel Novotel Samator Surabaya Timur membuat suatu konsep restoran yang berbeda, yakni dengan konsep all you can eat dengan live cooking menu mie teppanyaki. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan tehnik pengumpulan data berupa interview, penggunaan bahan dokumen dan observasi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa live cooking merupakan atraksi unggulan yang memiliki keunggulan. Penyajian mie Teppanyaki secara live mempunyai kekuatan menarik konsumen.  Hanya terdapat threat dan weaknesses yang masih perlu untuk diperbaiki, di antaranya tidak adanya atraksi dari juru memasak mie Teppanyak

    70

    full texts

    116

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosiohumaniora Kodepena (JSK)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇