27651 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN METODE TUTOR SEBAYA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA (TARI LOPI PENGE ) PADA KELAS VIII DI SMP TELKOM MAKASSAR
Pembelajaran tari tradisional merupakan salah satu cara yang dilakukan sebagai
pemberdayaan budaya dalam bentuk tarian. Salah satunya adalah tari Lopi Penge,
dengan salah satu cara yaitu memberikan pembelajaran di sekolah bisa menjadi
pilihan yang dilakukan sebagai tindak pemberdayaanya. metode belajar yang
dilakukan cukup bervariatif namun dalam kegiatan praktek metode tutor sebaya
sering dijadikan pilihan utama dalam belajar menari. Adapun yang menjadi tujuan
dalam penelitian ini yaitu, (1)Menganalisis Proses Belajar Siswa dengan
menggunakan Metode Tutor Sebaya dalam pembelajaran tari tradisional Lopi
Penge pada kelas VIII di SMP Telkom Makassar. (2)Mendeskripsikan Prestasi
Belajar Siswa dengan menggunakan Metode Tutor Sebaya dalam pembelajaran
tari tradisional Lopi Penge pada kelas VIII di SMP Telkom Makassar. Pendekatan
yang dilakukan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian
yaitu siswa dan siswi kelass VIII B serta guru mata pelajaran seni budaya.
Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu
dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1)Proses
belajar yang efisien terhadap penggunaan metode tutor sebaya dalam pelajaran
tari lopi penge yang dilakukan oleh siswa dan siswi kelas VIII B di SMP Telkom
Makassar. Hal ini ditunjukan dengan proses belajar yang memberikan dampak
selain dalam bidang akademi juga berupa interaksi sosial, kolaborasi belajar dan
juga pengembangan karakter serta kemampuan siswa dan siswi. (2)Prestasi belajar
yang meningkat atas penggunaan metode tutor sebaya dalam pelajaran tari lopi
penge yang dilakukan siswa dan siswi kelas VIII B di SMP Telkom Makassar.
Hal ini ditunjukan berdasar hasil pengukuran yang dilakukan peneliti pada setiap
akhir pertemuan atau disebuat evaluasi akhir, siswa dan siswi mampu
mendapatkan nilai yang sangat baik dalam taraf A, sehingga prestasi atau hasil
belajar dikatakan berhasil.
Kata Kunci: Efektivitas, Metode Tutor Sebaya, Tari Lopi Penge
PENGARUH PERMAINAN ROOL DICE CHALLENGE TERHADAP LITERASI AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI KECAMATAN POLOMBANGKENG UTARA
Sulfiani Salma, 2024. Pengaruh Permainan Roll Dice Challenge Terhadap
Literasi Awal Anak Usia 5-6 Tahun di Kecamatan Polombangkeng Utara. Jurusan
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Syamsuardi, Herlina).
Penelitian ini didasari oleh rendahnya literasi awal anak yang disebabkan
kurangnya media pembelajaran yang menarik dan mendorong minat belajar anak
serta penggunaan metode belajar yang kurang tepat dalam mengajarkan literasi
kepada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan roll
dice challenge terhadap literasi awal anak usia 5-6 tahun di Kecamatan
Polombangkeng Utara. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperimental Design. Populasi dalam
penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di lembaga pendidikan anak usia dini di
Kecamatan Polombangkeng Utara. Pengambilan sampel menggunakan teknik
Purposive Sampling. Sampel penelitian ini terdiri dari 34 anak, 17 anak sebagai
kelompok eksperimen dan 17 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini terdiri dari tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis
data dalam penelitian ini meliputi uji prasyarat dan uji independen sampel t-test.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa permainan roll dice challenge
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap literasi awal anak usia 5-6 tahun di
Kecamatan Polombangkeng Utara.
Kata Kunci: Permainan roll dice challenge, literasi awal,media dad
PENGARUH METODE BERCERITA MELALUI MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL ANAK DI TK MENTARI BONTOA
Nurhalizah Dwi Putri. 2021, Pengaruh Metode Bercerita Melalui Media Gambar
Terhadap Kemampuan Keaksaraan Awal Anak Di TK Mentari Bontoa. Skripsi
dibimbing oleh Rusmayadi dan Muhammad Yusri Bachtiar, Program Studi
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Makassar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada Pengaruh metode
bercerita melalui media gambar terhadap kemampuan keaksaraan anak di TK
Mentari Bontoa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperiment One Group Pretest-Posttest.
Populasi dalam penelitian ini adalah kelompok B di Taman Kanak-Kanak Mentari
Bontoa. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Sampling Jenuh. Sampel
dalam penelitian ini adalah 15 orang anak. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis statistik non-parametrik. Berdasarkan hasil penelitian ini
disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan keaksaraan anak sebelum di berikan
pembelajaran dengan metode bercerita melalui media gambar, dan setelah di
berikan pembelajaran dengan metode bercerita melalui media gambar mengalami
peningkatan yang signifikan, hal tersebut dibuktikan dari hasil uji sampel tes
(Pretest dan Posttest) yaitu diperoleh nilai T hitung > T table dan nilai Z hitung >
Z tabel = H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa pembelajaran dengan
media kantong bilangan menggunakan bahan bekas berpengaruh terhadap
kemampuan berhitung anak.
Kata kunci : Metode bercerita, media gambar, kemampuan keaksaraan
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS IV SD INPRES KASSI-KASSI 1 KOTA MAKASSAR
Merci Erdiani, 2024. Penerapan Model Problem Based Learning Untuk
Meningkatlkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan Di Kelas IV SD Inpres Kassi-Kassi 1 Kota Makassar. Skripsi.
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas
Negeri Makassar. (Dibimbing oleh Nurfaizah dan Latri ).
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berpikir kritis
pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas IVB SD Inpres Kassi-Kassi 1
Kota Makassar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan
model problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis
siswa pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan kelas IVB SD Inpres
Kassi-Kassi I Kota Makassar. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas tindakan kelas
(PTK) dengan dua siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan
refleksi. Focus penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis siswa kelas IVB
dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan model pembelajaran
problem based learning. Subjek penelitian ini siswa kelas IVB SD Inpres KassiKassi I kota Makassar pada semester genap tahun pelajaran 2023/2024 sebanyak
20 siswa. Teknik pengumpulan data observasi dan soal tes. Teknik analisis data
dalam penelitian ini adalah analisis data statistic deskriptif. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa tejadi peningkatan yang signifikan di setiap siklusnya. Hasil
tes kemampuan berpikir kritis siswa siklus I dengan kategori rendah mengalami
peningkatan di siklus II dengan kategori tinggi. Begitupun dengan hasil observasi
keterlaksanaan pembelajaran guru di siklus I pertemuan I dan II dengan kategori
cukup mengalamai peningkatan pada siklus II pertemuan I dan II dengan kategori
baik. Jadi, berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa penerapan model
problem based learning dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa
pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di kelas IVB SD Inpres KassiKassi I Kota Makassar.
Kata kunci: Model Pembelajaran Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir
Kritis, Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
LAYANAN PERPUSTAKAAN DI SMA NEGERI 1 SOPPENG
Try Julian Ditya, 2024. Layanan Perpustakaan di SMA Negeri 1 Soppeng. Skripsi
Dibimbing oleh Ibu Dr. Wahira, M.Pd dan Bapak Dr. Hasan, S.Pd.I.,M.Pd. Jurusan
Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana layanan perpustakaan serta apa
yang menjadi faktor pendukung dan penghambat layanan perpustakaan di SMA
Negeri 1 Soppeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam
penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, staf perpustakaan, guru dan
siswa di SMA Negeri 1 Soppeng. Analisis data dari penelitian ini adalah reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
layanan perpustakaan di SMA Negeri 1 Soppeng terdiri dari layanan teknis dan
layanan pengguna/pemustaka. Layanan teknis yang dilaksanakan di SMA Negeri 1
Soppeng mencakup pengadaan, inventarisasi, klasifikasi serta katalogisasi yang
merupakan layanan yang diberikan perpustakaan untuk memudahkan pengguna
dalam mengakses koleksi. Layanan pengguna/pemustaka di SMA Negeri 1 Soppeng
terdiri dari layanan sirkulasi dan layanan referensi yang merupakan layanan untuk
membantu pengguna dan memberikan informasi kepada pengguna. Faktor
pendukung layanan perpustakaan di SMA Negeri 1 Soppeng adalah pelayanan
petugas perpustakaan, ketersediaan teknologi, fasilitas, sistem peminjaman dan
pengembalian yang mudah. Adapun faktor penghambat layanan perpustakaan SMA
Negeri 1 Soppeng adalah kondisi fisik bangunan yang kurang luas, ketersediaan buku
yang perlu ditambah seperti buku non fiksi dan buku paket pelajaran serta fasilitas
seperti komputer yang kadang tidak bisa digunakan.
Kata Kunci : Layanan, Perpustakaa
PENERAPAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 SOPPENG
Fathimah Assahra, 2024. Penerapan Teknik Self Management Untuk
Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 1 Soppeng. Skripsi.
Dibimbing oleh Dr. Sahril Buchori, S.Pd., M.Pd dan Akhmad Harum, S.Pd.,
M.Pd. Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Gambaran motivasi belajar peserta
didik di SMA Negeri 1 Soppeng (2) Penerapan teknik self management dapat
meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik di SMA Negeri 1 Soppeng (3)
Penerapan teknik self management dapat meningkatkan motivasi belajar peserta
didik di SMA Negeri 1 Soppeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan model quasi experimental design. Desain eksperimen
menggunakan pretest-posttest control group design. Variabel bebas penelitian ini
adalah teknik self management dan variabel terikat adalah motivasi belajar.
Populasi dalam penelitian ini sebanyak 50 peserta didik, yang teridentifikasi
mengalami motivasi belajar rendah. Adapun sampel sebanyak 20 peserta didik dan
sampel dalam penelitian ini adalah 10 kelompok eksperimen dan 10 kelompok
kontrol, yang dimana penarikan sampel dengan teknik proportional random
sampling. Pengumpulan data menggunakan skala instrumen motivasi belajar dan
pedoman observasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif
dan analisis inferensial dengan pengujian hipotesis dengan jenis independent
sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Motivasi belajar peserta
didik saat berada pada kategori sedang. Pada saat posttest berada pada kategori
tinggi (2) Penerapan teknik self management dalam motivasi belajar yaitu observasi
diri, evaluasi diri, pemberian pengukuhan, penghapusan dan hukuman (3) Hasil uji
nilai hipotesis dihitung sig (2-tailed) = 0,000 <α=0,05 maka H0 ditolak dan H1
diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik self management
dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik di SMA Negeri 1 Soppeng.
Kata Kunci : Motivasi Belajar, Teknik Self Management
TUGAS POKOK DAN FUNGSI OPERATOR SEKOLAH DALAM PENGELOLAAN SISTEM DAPODIK DI SD NEGERI RAJAWALI KOTA MAKASSAR
Nurul Hasanah, 2024. Tugas Pokok dan Fungsi Operator Sekolah dalam
Pengelolaan Sistem Dapodik di SD Negeri Rajawali Kota Makassar. Skripsi
dibimbing oleh Dr. Muhammad Ardiansyah, S.IP., M.Pd. dan Sumarlin Mus, S.Pd.,
M.Pd. Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas
Negeri Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang Tugas Pokok dan Fungsi Operator Sekolah dalam
Pengelolaan Sistem Dapodik di SD Negeri Rajawali Kota Makassar. Fokus
penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan tugas pokok dan fungsi operator
sekolah dalam pengelolaan sistem Dapodik di SD Negeri Rajawali Kota Makassar,
2) Apa faktor pendukung dan penghambat dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi
operator sekolah dalam pengelolaan sistem Dapodik di SD Negeri Rajawali Kota
Makassar. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pelaksanaan tugas
pokok dan fungsi operator sekolah dalam pengelolaan sistem Dapodik di SD Negeri
Rajawali Kota Makassar, 2) Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat
dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi operator sekolah dalam pengelolaan
sistem Dapodik di SD Negeri Rajawali Kota Makassar. Pendekatan penelitian ini
adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis
data menggunakan model Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data
menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1)
Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi operator sekolah dalam pengelolaan sistem
Dapodik di SD Negeri Rajawali Kota Makassar adalah program pelayanan telah
terlaksana, seperti mengisi buku kegiatan harian, melakukan entri data siswa,
melakukan pencermatan untuk input data yang berhubungan dengan tunjangan
sertifikasi, melakukan cek data GTK verifikasi data di laman (website), melakukan
entri data GTK, melakukan entri data yang bersumber dari F-SEK.F.PD dan FGTK, melakukan input data sesuai dengan formulir yang diisi, membuat program
kerja, membuat formulir isian untuk siswa, dan membuat laporan. Sedangkan
program pelayanan yang belum optimal, seperti mengisi buku kegiatan harian,
melakukan entri data siswa, dan melakukan entri data GTK, 2) Faktor pendukung
dan penghambat dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsi operator sekolah dalam
pengelolaan sistem Dapodik di SD Negeri Rajawali Kota Makassar adalah faktor
pendukung yaitu fasilitas yang memadai dan kemampuan yang dimiliki oleh
operator sekolah serta dukungan dari pihak-pihak sekolah. Sedangkan faktor
penghambat yaitu lambatnya respons dari orang tua siswa atau guru dan kurangnya
jumlah tenaga operator sekolah yang mendukung kelancaran tugas pengolahan data
Dapodik.
Kata kunci: tupoksi, operator, dapodi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS CANVA PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS) UNTUK SISWA KELAS IV UPT SPF SDI BANGKALA I
Nurjani Sari Ismail, 2024. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Canva
Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial (IPAS) Pada Siswa Kelas
IVUPT SPF SD Inpres Bangkala I. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh
Ahmad Syawaluddin dan Hotimah).
Media merupakan alat yang membantu dalam memperjelas konsep dan
pemahaman konsep IPAS yang sedang dipelajari oleh siswa SD. Penggunaan
media pembelajaran dapat memberikan kemudahan dalam keefektifan belajar
sehingga berdampak positif pada pencapaian tujuan pembelajaran IPAS.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis Canva
pada mata pelajaran IPAS di kelas IV UPT SPF SD Inpres Bangkala 1, untuk
mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis Canva mata pelajaran IPAS
dengan menggunakan jenis penelitian R&D (Research dan Development) dengan
model pengebangan ADDIE (Analysis, Desain, Development , Implementation,
Evaluation). Instrumen penelitian ini menggunakan angket validasi oleh ahli
serta angket siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran
menggunakan media pembelajaran berlangsung dan sangat layak untuk di
implementasikan, ahli media meberikan penilaian sebesar 93,7% dan ahli materi
memberikan penilaian sebesar 82,5%, hasil responden siswa kelompok kecil
menunjukkan 87,1% dan hasil responden siswa kelompok besar menunjukkan
nilai sebesar 86,4%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa
media pembelajaran berbasis Canva layak digunakan di Sekolah Dasar
Kata Kunci: Media Pembelajaran, Canva, IPA
PENGEMBANGAN MEDIA BIG-BOOK PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS 1 DI SDN 245 LEPPANG II KABUPATEN SINJAI
Nur Inas Taqiyyah, 2024. Pengembangan Media Big Book pada Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia Kelas 1 di SDN 245 Leppang II Kabupaten Sinjai. Skripsi.
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas
Negeri Makassar. (dibimbing oleh pembimbing 1 Bhakti Prima Findiga H dan
pembimbing II Afdhal Fatawuri Syamsuddin).
Media pembelajaran memiliki beragam jenis. Maka dari itu perlu diadakan
pemilihan media pembelajaran yang tepat yang bertujuan agar dapat menarik
perhatian peserta didik serta memberikan kejelasan objek yang akan diamatinya
dalam pembelajaran nanti. Dengan demikian rasa bosan yang biasa dirasakan siswa
ketika belajar dengan teknik ceramah secara konvensional pun tidak terjadi,
dikarenakan pembelajaran terasa lebih efektif dengan adanya media
pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
big book yang layak digunakan pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas 1
Sekolah Dasar. Penelitian dan pengembanga ini menggunakan jenis penelitian
research and development (R&D). Prosedur penelitian dan pengembangan ini
menggunakan model 4D memiliki 4 tahapan. Adapun empat tahapan tersebut
adalah tahap pendefinisian (define), perancangan (design), pengembangan
(development), tahap penyebaran (dissemination). Produk yang dihasilkan
penelitian dan pengembangan ini melalui dua tahapan uji coba yaitu uji alpa dan
uji beta. Uji alpa dilakukan oleh 1 orang ahli materi dan 1 orang ahli media. Hasil
analisis validasi ahli materi diperoleh kategori kelayakan produk “sangat layak”
dan hasil analisis validasi ahli media diperoleh kategori kelayakan produk “layak”.
Adapun uji beta dilakukan oleh pengguna atau responden yaitu 25 orang siswa dan
1 orang guru. Hasil analisis angket respon diperoleh presentase nilai masingmasing kelompok kecil, kelompok besar dengan kategori kelayakan produk
“sangat layak”. Berdasarkan hasil analisis data uji alpa dan uji beta media
pembelajaran big book sangat layak digunakan. Sehingga penelitian dan
pengembangan ini dapat menjadi inovasi dalam mengembangkan media
pembelajaran khususnya big book dan menjadi referensi tambahan bagi peneliti
selanjutnya.
Kata Kunci: Media Big Book, Bahasa Indonesi
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KELAS IV UPT SPF SD INPRES GUNUNG SARI BARU
Bau Isra. 2024. Penerapan Model Problem Based Learning dalam meningkatkan
kemampuan Bernalar Kritis siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas
IV UPT SPF SD Inpres Gunung Sari Baru. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas
Negeri Makassar. (Dibimbing oleh Nurhaedah dan Sayidiman).
Studi ini mengkaji Model Problem Based Learning dalam meningkatkan
kemampuan Bernalar Kritis siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV
UPT SPF SD Inpres Gunung Sari baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mendeskripsikan Penerapan Model Problem Based Learning dalam meningkatkan
kemampuan bernalar kritis Siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas IV
UPT SPF SD Inpres Gunung Sari Baru. Penelitian Tindakan Kelas ini
menggunakan model Kemmis & Mc. Taggart. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Kondensasi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini terdiri dua
Siklus dengan proses meliputi tahap Perencanaan meggunakan model PBL, tahap
Observasi dilakukan pada saat proses tindakan berlangsung, selanjutnya tahap
refleksi, dengan melihat apakah terdapat hal yang perlu diperbaiki untuk
menentukan tindakan selanjutnya. Adapun hasil penelitian yang diperoleh dari
Siklus I menunjukkan bahwa: Hasil Observasi Guru Siklus I masuk dalam kategori
kurang begitu juga dengan Hasil Observasi Siswa Siklus I masih kurang atau belum
mencapai standar keberhasilan, sementara itu hasil tes bernalar kritis siswa pada
siklus I masuk dalam kriteria rendah. Maka dari itu peneliti melanjutkan
penelelitian siklus II dengan hasil yang diperoleh menunjukkan: Hasil Observasi
Guru Siklus II dalam kategori baik begitu juga dengan Hasil Observasi Siswa Siklus
II dalam ketegori baik atau dengan hasil ini sudah mencapai standar keberhasilan
yang diinginkan peneliti. Dengan demikian hasil tes bernalar kritis siswa pada
siklus II menunjukkan, peneliti berhasil meningkatkan kemampuan bernalar kritis
siswa dengan kriteria sangat tinggi.
Kata Kunci : Problem Based Learning, Bernalar Kriti