27651 research outputs found
Sort by
The Effect of Role Conflict, Role Ambiguity and Ethical Sensitivity on Auditor Performance with Intellectual Intelligence as a Moderating Variable
This study aims to analyze the effect of role conflict, role ambiguity, and ethical sensitivity on auditor performance and intellectual intelligence as a moderating variable on the relationship between these factors and auditor performance. Data were collected from 200 respondents who were auditors at the Makassar City BPKP Office using a questionnaire. The data analysis technique used is multiple regression with a moderated regression analysis (MRA) approach. The results showed that role conflict and role ambiguity have a significant negative effect on auditor performance, while ethical sensitivity has a significant positive effect on their performance. In addition, intellectual intelligence moderates the relationship between role conflict and auditor performance so that the higher the intellectual intelligence of an auditor, the negative impact of role conflict on his performance will be reduced. However, intellectual intelligence does not moderate the relationship between role ambiguity and performance
IMPLEMENTATION OF ISLAMIC BOARDING SCHOOLS CURRICULUM IN COUNTERING RELIGIOUS RADICALISM IN SOUTH SULAWESI
This study aimed to evaluate the curriculum applied in Islamic boarding schools in Sulawesi, Indonesia. Specifically, it focused on intra-curriculum, extra-curriculum, and co-curriculum materials that were implemented through the Ministry of Religion and the Ministry of Education to map out the curriculum model being taught. A survey was conducted on the curriculum model taught in Islamic boarding schools, and subsequently followed by identifying and elaborating on the problems found to address the variables studied. Data were obtained from students and teachers and the study instruments were developed accordingly. Both primary and secondary data related to the notion of radicalism were obtained and used as references in data processing and analysis to draw conclusions. The results showed that Islamic boarding schools in South Sulawesi are not affiliated with radicalism, as they implement an integrated curriculum model for students, covering intra-curricular, co-curricular, and extra-curricular activities, all under the supervision of the government. Students consistently followed the agreed curriculum when receiving materials to minimize the chance of adopting extremism from external sources. In addition, teachers were consistent in delivering materials related to character development and fostering brotherhood and nationalism among students
THE IMPORTANCE OF GOVERNMENT COLLABORATION STRATEGIES FOR DEVELOPING TOURISM VILLAGES IN INDONESIA
ABSTRACTPurpose: The purpose of this research is to find out the existence of tourist villages that have not experienced development like other tourist village destinations that have experienced a lot of progress.Theoretical reference: Development of integrated tourist village destinations needs to be carried out through collaboration, with strong regional policies through cooperative strategies with various parties. Then the importance of collaboration is applied because according to Thomson from Wood and Gray (1991, 218): Collaboration means autonomous parties interacting through negotiations both formally and informally.Method: The type of research used in this research is a research method with a qualitative approach involving philosophical assumptions, applying a qualitative approach by collecting and analyzing various types of data, also involving collective functions so that the power of studying collectively is greater. and deeper (Creswell, 2013 :5)Results and Conclusions: The government needs to provide facilities and infrastructure that can support the achievement of safe, comfortable and healthy tourist village destinations. The development of eight tourism elements in tourist villages is quite varied and has not been packaged well. Kahayya Village has not developed like other tourist villages, because so far only the government has contributed to its development, access to land transportation is also limited, namely winding roads up hills that are not suitable for two-wheeled and four-wheeled vehicles. Collaboration with various parties is needed so that the potential of this tourist village can be recognized, developed and attracted by visitors. The requirements to become a tourist village worth visiting are like three villages that have eight tourism elements that could be a model. To develop a tourist village into a leading destination requires a fairly large budget.Research implications: The government needs to continue to provide professional guidance and management to increase the number of visits to tourist villages, by improving eight elements starting from: attractions, accessibility, amenities, accommodation, additional services (supporting facilities), supporting policies, and the government facilitating implementation regional regulations in strategic planning priorities and multi-party collaboration.Originality/Value: The tourist village destinations, namely Kahayya, Darubiah, Bontobahari, and Tanatoa all have potential with various types of interesting tourism ranging from the natural beauty of mountains, beaches, waterfall bathing, Pinishi Boat making rituals, and preserving traditional Ammatoa culture. Villages that have not yet experienced development require strong collaboration between various parties ranging from government officials, business actors, academics, society, media, to tourists so that they can work together to support the implementation of tourist villages that are worth visiting and meet the safety and comfort criteria of tourists
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK TERHADAP KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK KEMALA BHAYANGKARI 07 GOWA
Nur Fasira, 2024. Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap
Kecerdasan Interpersonal Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Kemala Bhayangkari 07
Gowa. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu
Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Rusmayadi dan Sri
Rika Amriani)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis
proyek terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun Di TK Kemala
Bhayangkari 07 Gowa sebelum dan setelah diberi perlakuan dan untuk
mengetahui ada atau tidak ada pengaruh model pembelajaran berbasis proyek
terhardap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun di TK Kemala
Bhayangkari 07 Gowa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan
kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Eksperiment. Varibel bebas dalam
penelitian ini adalah model pemebelajaran berbasis proyek serta varibel terikat
dalam penelitian ini adalah kecerdasan interpersonal. Populasi dalam penelitian
ini sebanyak 82 orang anak yaitu seluruh anak didik di kelompok B. Pengambilan
sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Sampel dalam
penelitian ini sebanyak 60 orang anak, 30 orang anak kelompok kontrol dan 30
orang anak kelompok eksperimen. Teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis statistik deskriptif dan analisis statistik parametrik. Hasil analisis data
yang diperoleh nilai signifikan 0,000< 0,05yang berarti H0 dan H1 diterima artinya
kecerdasan interpersonal anak pada kelompok eksperimen lebih baik dari pada
kelas kontrol, ini membuktikan model pembelajran berbasis proyek memberikan
pengaruh yang signifikan terhadap kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun
di TK Kemala Bhayangkari 07 Gowa.
Kata Kunci : Model Pembelajaran Berbasis Proyek, Kecerdasan Interpersona
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SDN 68 KASSIJALA KECAMATAN BONTOA KABUPATEN MAROS
RISMA, 2023. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V
SDN 68 Kassijala Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Skripsi. Jurusan Guru
Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (di bimbing
Syamsiah dan Suarlin).
Permasalahan penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesia siswa
kelas V SDN 68 Kassijala Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros. Tujuan penelitian
ini untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe scramble
untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Siswa
Kelas V SDN 68 Kassijala Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros, pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian
adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siklus yaitu meliputi perencanaan,
pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Fokus penelitian ini adalah penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe Scramble dan hasil belajar siswa. Adapun yang
menjadi subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V SDN 68 Kassijala
Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang
dengan materi Ide pokok dalam paragraf. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan
adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
peningkatan dalam pembelajaran, baik pada aktivitas guru dan siswa maupun hasil
belajar siswa yakni pada pencapaian siklus I, aktivitas guru berada pada kategori
baik sedangkan aktivitas siswa berada pada kategori baik dan pada siklus II,
aktivitas guru berada pada kategori baik sedangkan aktivitas siswa berada kategori
baik. Hasil belajar siklus I berada pada kategori cukup sedangkan pada siklus II
berada pada kategori baik. Peningkatan itu dapat dilihat dari setiap siklus.
Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe Scramble
dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V SDN 68 Kassijala
Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros.
Kunci : Hasil Belajar, kooperatif tipe scrambl
PENINGKATAN KOMUNIKASI VERBAL MELALUI STRATEGI VISUAL PADA MURID AUTIS KELAS IV DI SLB NEGERI 1 MAKASSAR
Umi Qonitatun Fajri, 2023. Peningkatan Komunikasi Verbal Melalui Strategi
Visual Pada Murid Autis Kelas IV Di SLB Negeri 1 Makassar. Skripsi dibimbing
oleh Usman dan Bastiana. Jurusan Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan komunikasi verbal murid autis melalui
strategi visual pada murid autis kelas IV di SLB Negeri 1 Makassar. Rumusan
masalah penelitian ini adalah “Bagaimanakah peningkatan komunikasi verbal
melalui strategi visual pada murid autis?” Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi verbal pada murid autis kelas IV.
Teknik pengumpulan data adalah tes lisan dan dokumentasi. Subjek penelitian ini
adalah seorang murid autis kelas IV berinisial MZ. Penelitian ini menggunakan
metode eksperimen dengan subjek tunggal (Single Subject Research/SSR) dengan
desain penelitian A-B-A. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pada kondisi
baseline 1 (A1) Kemampuam komunikasi verbal murid autis sebelum
menggunakan strategi visual berada pada kategori sangat rendah (Sangat Tidak
Mampu) dengan skor rata-rata 20, 2) pada kondisi intervensi (B) Kemampuan
komunikasi verbal murid autis pada saat menggunakan strategi visual meningkat ke
kategori cukup dengan skor rata-rata 63,33, 3) pada kondisi baseline 2 (A2)
Mengalami peningkatan kemampuan komunikasi verbal murid autis setelah
penerapan strategi visual dengan skor rata-rata 73,33 atau berada pata kategori
mampu (Tinggi). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan strategi
visual dapat meningkatkan kemampuan komunikasi verbal murid autis kelas IV.
Kata kunci : Komunikasi Verbal, Strategi Visual, Auti
PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KERAJINAN TANGAN MEMBUAT BROS PADA MURID CEREBRAL PALSY KELAS III DI SLB YPAC MAKASSAR
SUPIANTI, 2024, Peningkatan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kerajinan
tangan membuat bros pada murid cerebral palsy kelas III di SLB YPAC Makassar.
Skripsi. Dibimbing oleh Dr. Usman, M. Si. dan Dra. Dwiyatmi Sulasminah, M. Pd.
Jurusan Pendidikan Khusus , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang rendahnya kemampuan motorik halus murid cerebral
palsy pada program khusus pengembangan gerak. Tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui adanya peningkatan kemampuan motorik halus melalui kerajinan tangan
membuat bros cerebral palsy di kelas III. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan
kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah murid cerebral
palsy kelas III yang berinisial ADA. Teknik pengumpulan adalah tes perbuatan. Analisis
data yaitu deskriptif kuantitatif membandingkan nilai dari tes awal dengan tes akhir,
mendeskripsikan hasil tes sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulan dari peneelitian
ini adalah: 1) Kemampuan motorik halus pada seorang murid cerebral palsydi kelas III
sebelum pelaksanaan kegiatan kerajinan tangan membuat bros berada pada kategori
sangat rendah, 2)Kemampuan motorik halus pada seorang murid cerebral palsy kelas III
setelah pelaksanaan kegiatan kerajinan tangan membuat bros berada pada kategori tinggi,
3) Terdapat peningkatan kemampuan motorik halus melalui kerajinan tangan membuat
bros pada murid cerebral palsy kelas III di SLB YPAC Makassar dari kategori sangat
rendah meningkat. Dengan demikian, kemampuan murid setelah diberikan perlakuan
meningkat dan lebih baik dibandingkan sebelum diberikan perlakuan.
Kata kunci: Motorik halus, Bros, Cerebral pals
PERANCANGAN VIDEO PROMOSI APLIKASI TEMAN BUS TRANS MAMMINASATA KOTA MAKASSAR
Mobilitas modern saat ini telah mengubah cara orang menggunakan layanan
transportasi umum, dan salah satu adaptasinya adalah penerapan aplikasi Teman
Bus yang berfungsi sebagai platform informasi khusus tentang layanan
transportasi Teman Bus. Walaupun telah ada upaya sebelumnya dalam promosi
menggunakan video motion graphic, namun hasilnya belum sesuai dengan
harapan yang diinginkan. Perancangan ini bertujuan untuk menciptakan Video
Promosi Aplikasi Teman Bus yang dapat menarik minat masyarakat agar
menggunakan Aplikasi Teman Bus sebagai sarana yang mempermudah akses
dalam menggunakan layanan transportasi umum Teman Bus Trans Mamminasata.
Perancangan ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan
memanfaatkan model pengembangan 4D, terutama pada tahap Define dan Design.
Pengumpulan data dilakukan melalui kajian pustaka, observasi, wawancara,
survei, dan dokumentasi yang diolah menggunakan metode analisis 5W+1H.
Konsep video berupa storytelling dan dikemas dalam bentuk video sinematik.
Hasil dari perancangan ini adalah sebuah video promosi berjudul "Kauji Memang
Temanku" dalam format video Mp4 dengan durasi 2 menit 52 detik dan rasio 16:9
(landscape) sebagai media utama, serta dilengkapi dengan materi promosi
tambahan berupa postingan Instagram dan x-banner.
Kata Kunci : Video Promosi, Transportasi Umum, Aplikasi, Teman Bu
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V UPT SPF SDN 49 BORONG RAPPOA KABUPATEN BULUKUMBA
ITA MAHBUBAH, 2024, Pengaruh Penerapan Model pembelajaran discovery
learning terhadap Hasil belajar IPA Siswa Kelas V UPT SPF SDN 49 Borong
Rappoa Kabupaten Bulukumba. Skripsi. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh
Sayidiman dan Hardianto Rahman).
Penelitian ini dilakukan atas dasar permasalahan yang ditemukan di UPT SPF SDN
49 Borong Rappoa Kabupaten Bulukumba yaitu rendahnya hasil belajar IPA siswa.
Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui gambaran penerapan model
pembelajaran discovery learning kelas V UPT SPF SDN 49 Borong Rappoa
Kabupaten Bulukumba, (2) untuk mengetahui gambaran hasil belajar IPA siswa
UPT SPF SDN 49 Borong Rappoa Kabupaten Bulukumba, (3) untuk mengetahui
pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar
IPA siswa kelas V UPT SPF SDN 49 Borong Rappoa Kabupaten Bulukumba.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk quasi
eksperimental design. Desain penelitian yang digunakan adalah nonequivalent
control group design. Varibael bebas penelitian ini yaitu model pembelajaran
discovery learning dan variabel terikatnya yaitu hasil belajar. Penelitian ini
menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen (VA) dan kelas kontrol (VB), teknik
pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive
sampling. Teknik pengumpulan data antara lain lembar observasi, tes, dan
dokumentasi. Prosedur pengumpulan data yaitu pre-test, pemberian perlakuan, dan
post-test kemudian dianalisis secara statistic deskriptif dan statistik inferensial
dengan bantuan program IMB SPSS statistics version 22. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa: (1) kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran discovery learning dengan sintaks simulation (pemberian
rangsangan), problem statement (identifikasi masalah), data collection
(pengumpulan data), data processing (pengolaan data), verification (pembuktian)
dan generalization (menarik kesimpulan) berjalan dengan baik. (2) hasil belajar IPA
siswa pada pembelajaran setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model
pembelajaran discovery learning menunjukkan adanya perbedaan. Hal ini
dibuktikan dengan hasil pretest dan posttest hasil belajar IPA siswa dari kategori
kurang menjadi sangat baik. (3) terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran
discovery learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V UPT SPF SDN 49
Borong Rappoa Kabupaten Bulukumba.
Kata kunci: Model pembelajaran discovery learning, hasil belajar IPA