State University of Makassar

Repository Universitas Negeri Makassar
Not a member yet
    27651 research outputs found

    KOMPETENSI SOSIAL TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH SMK NEGERI 3 TAKALAR

    Full text link
    Nur Hijrah Sari, 2023. Kompetensi Sosial Tenaga Administrasi Sekolah SMK Negeri 3 Takalar. Skripsi dibimbing oleh Syamsurijal Basri S.Pd.,M.Pd. dan Irmawati S.Pd., M.Pd. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini mengkaji tentang kompetensi sosial tenaga administrasi sekolah SMK Negeri 3 Takalar. Fokus penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kompetensi sosial tenaga administrasi sekolah SMK Negeri 3 Takalar. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kompetensi sosial tenaga administrasi sekolah SMK Negeri 3 Takalar. Pendekatan yang digunakan dalam Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Takalar. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala tenaga administrasi sekolah, staf administrasi sekolah dan guru. Adapun Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Tahap analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian data, penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial tenaga administrasi sekolah menunjukkan bahwa 1) Tenaga administrasi sekolah mampu bekerja sama sebagai satu tim dan bersedia membantu semua anggota sekolah, 2) Tenaga administrasi sekolah selalu memberikan pelayanan yang baik terhadap semua warga sekolah, 3) Tenaga administrasi sekolah memiliki kesadaran berorganisasi dengan menghargai dan menerima perbedaan antara staf tenaga administrasi dan memiliki tanggungjawab dan wewenang masing-masing dalam upaya mencapai visi, misi dan tujuan dari sekolah, 4) Tenaga administrasi mampu berkomunikasi efektif seperti saling bertegur sapa, saling mengahrgai juga memiliki rasa simpati yang cukup baik dan 5) Tenaga administrasi sekolah mampu membangun hubungan kerja yang baik, seperti menjadi pendengar yang biak, saling menghargai dan memposisikan dirinya sesuai dengan peranannya serta memelihara hubungan internal dan eksternal. Kata kunci : Kompetensi sosial tenaga administrasi sekolah

    PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS VIII SMP NEGERI 4 PITU RIAWA KAB.SIDENRENG RAPPANG

    No full text
    Karmila. 2023. Pengembangan Video Pembelajaran pada Mata Pelajaran IPS kelas VIII SMP Negeri 4 Pitu Riawa Kab. Sidenreng Rappang. Skripsi. Dibimbing oleh : Dr. Pattaufi, S.Pd, M.Si dan Andromeda Valentino Sinaga, S.S, M.Pd Program Studi Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Perkembangan teknologi digital saat ini memiliki dampak yang signifikan terhadap dunia pendidikan. Penggunaan teknologi memudahkan proses pembelajaran dan menciptakan suasana pembelajaran yang tidak membosankan dan monoton. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan R&D (Research and Development). Penelitian ini bertujuan untuk 1)mengetahui tingkat kebutuhan media video pembelajaran, 2) mendesain media video pembelajaran, 3) mengetahui kevalidan /kelayakan media video pembelajaran, 4) mengetahui tingkat kepraktisan media video pembelajaran. Penelitian ini dikembangkan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Pitu Riawa Kab.Sidenreng Rappang. Subjek dari penelitian ini adalah 20 orang siswa kelas VIII, 1 orang guru, dan 2 orang validator yang terdiri dari validator materi/isi dan validator media. Pengumpulan data menggunakan angket identifikasi kebutuhan, angket validasi materi/isi, angket validasi media, angket uji coba perorangan, angket uji coba kelompok besar/lapangan dan angket tanggapan guru pengampu mata pelajaran. Hasil dari penelitian ini yaitu : 1) Hasil yang diperoleh dari identifikasi tingkat kebutuhan siswa berada pada kategori dibutuhkan, 2) Desain media video pembelajaran menggunakan aplikasi Doratoon, produk yang dihasilkan berupa video animasi yang berisi pembuka, isi materi serta latihan soal, 3) Hasil yang diperoleh dari validasi materi/isi dan validasi media berada pada kategori sangat valid, 4) untuk menguji tingkat kepraktisan produk dilakukan uji coba perorangan, uji coba kelompok besar/lapangan dan tanggapan guru. Dari uji coba perorangan dan tanggapan guru berada pada kategori sangat baik sedangkan pada uji coba kelompok besar/lapangan berada pada kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa produk yang telah dikembangkan oleh peneliti valid/layak dan praktis digunakan dalam proses pembelajaran. Kata Kunci : Pengembangan, Doratoon, Media Video Pembelajaran, IPS Kelas VII

    PENGARUH PENGGUNAAN E-MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS METODE SCIENCE TECHNOLOGY SOCIETY TERHADAP MINAT BELAJAR KELAS IV UPT SPF SDN PAGANDONGAN KECAMATAN TAMALANREA KOTA MAKASSAR

    Full text link
    Annisa Rifah Rahman, 2024. Pengaruh Penggunaan E-Modul Pembelajaran Berbasis Metode Science technology society Terhadap Minat Belajar Kelas IV UPT SPF SDN Pagandongan Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Pembimbing Dr. Muhammad Irfan, S.Pd., M.Pd. selaku pembimbing utama dan Dr. Hardianto Rahman, S.Pd., M.Pd. selaku pembimbing pendamping. Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Untuk mendeskripsikan penggunaan E-Modul pembelajaran berbasis metode science technology society pada siswa kelas IV di SDN Pagandongan Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, (2) Untuk mendeskripsikan minat belajar siswa kelas IV di SDN Pagandongan Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, (3) Untuk mengetahui pengaruh penggunaan e-modul pembelajaran berbasis metode science technology society terhadap minat belajar kelas IV SDN Pagandongan Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas IV SDN Pagandongan dengan menggunakan nonprobability sampling dengan teknik convenience sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 siswa. Hambatan yang ditemukan peneliti yakni ketika memberikan e-modul pada siswa, peneliti mengalami keterbatasan fasilitas yaitu gadget untuk mengakses e-modul yang menyebabkan penelitian membutuhkan waktu yang cukup lama saat mengaplikasikan e-modul pada siswa. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa angket minat belajar dan lembar observasi. Hasil analisis Penelitian menunjukkan bahwa (1) Deskripsi penggunaan e-modul pembelajaran berbasis metode pada kelas IV SDN Pagandongan berlangsung secara efektif. Hal ini dikarenakan keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran yang ditandai dengan fokus siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung, (2) Deskripsi minat belajar siswa setelah menggunakan e-modul pembelajaran berbasis metode science technology society yaitu kategori baik dibandingkan dengan minat belajar siswa sebelum menggunakan e-modul pembelajaran berbasis metode science technology society yaitu kategori kurang.(3) Penggunaan e-modul pembelajaran berbasis metode science technology society berpengaruh terhadap minat siswa kelas IV SDN Pagandongan . Hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Mc nemar diperoleh hasil x^2 tabel distribusi Chi-Square menggunakan df (derajat kebebasan) 1 dan taraf a 0,5 adalah 3,841. Sedangkan hasil dari x^2 aspek perubahan minat belajar adalah 12,5. Dalam rumus, jika x^2 hitung > x^2 tabel maka Ho ditolak. Data menunjukkan bahwa 12,5 > 3,841 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga berdasarkan penggunaan e-modul berbasis science technology society memberikan pengaruh yang baik terhadap minat belajar siswa. Kata Kunci: minat belajar, e-modul pembelajaran , metode science technology socie

    PERANCANGAN DESAIN IDENTITAS VISUAL KEMASAN UNTUK PRODUK BAWANG GORENG IKM MARASA

    Full text link
    Perancangan identitas visual kemasan ini bertujuan untuk memenuhi standar pelabelan, sehingga dapat bersaing pada pasar yang lebih luas untuk memaksimalkan penjualan. Perancangan ini menggunakan 5 tahapan design thinking yakni emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Riset dilakukan dengan mengumpulkan data terkait informasi produk dan pelabelan melalui kajian literatur, observasi lapangan dan wawancara yang kemudian dianalisis. Sehingga diperoleh acuan dalam menyelesaikan perancangan. Hasil dari perancangan ini berupa identitas visual kemasan dengan konsep minimalis dan modern dengan nuansa tradisional yang menggunakan tema warna terang dengan menggunakan perpaduan warna ungu bawang merah dan kuning kecokelatan. Pada bagian depan kemasan menampilkan logo merek dagang, nama produk, tagline produk, foto produk, ilustrasi pendukung, dan informasi berupa nomor izin edar, logo halal, nomor sertifikasi halal, nama produsen, alamat produsen, berat produk, kode produksi serta kadaluwarsanya. Pada bagian belakang produk menampilkan nama produk, ikon ‘buang sampah pada tempatnya’, ikon gerakan nasional bangga buatan Indonesia, barcode harga, qr code nomor izin edar, tempat untuk mencantumkan kode produksi dan tanggal kadaluwarsa, dan informasi berupa kandungan nilai gizi, komposisi, deskripsi produk, klaim produk, dan himbauan. Yang kemudian diaplikasikan pada kemasan standing pouch berukuran 13x20 cm dengan material utama alluminium foil. Kata kunci : Identitas Visual, Kemasan, Bawang Goreng, IKM, Standing Pouc

    Ecoliteracy digital short stories among students in Indonesia

    Full text link
    Abstract Issues about climate change and its mitigation are crucial around the world. Universities play a vital role in addressing climate change by educating students on protecting and preserving the environment. Literary works and stories about the environment are texts to educate students in environmental care. This study explored students’ attitudes toward caring for the environment through digital short stories. A mixed method with an explanatory sequential design was used in the study. Questionnaires were used as data collection instruments. The sample of this research is students at the Indonesian language and literature study program Universitas Negeri Makassar, Indonesia (N=60). The research results show that students acquire constructive mindsets toward environmental care from the digital short stories presented to them, particularly concerning the negative impacts of deforestation, as indicated by their support for tree planting and replanting. The findings of this study implied that using digital environmental short stories inspires the establishment of attitudes that aid in mitigating climate change

    Multilingualism and Cultural Awareness: A Correlational Analysis in Language Education in Indonesian Higher Education

    Full text link
    Abstract Balancing teaching national, regional, and foreign languages presents a challenge for higher education, illustrated by the use of hypertext for multilingual communication. This study investigates the correlation between proficiency in multilingualism and cultural awareness among higher education students. Embedded mixed methods design explores the relationship between multilingualism and cultural awareness quantitatively and qualitatively in higher education in Indonesia. Participants are from various universities in Indonesia, including the State University of Makassar, the State University of Jakarta, the State University of Surabaya, Palangka Raya State Islamic Institute, Timor University, and the University of Northern Sumatra, and they have diverse ethnic and linguistic backgrounds. The questionnaire distributed via Google Form passed validity and reliability tests. The quantitative research used Pearson's r analysis of the relationship between multilingualism learning and cultural awareness. In the qualitative strand, thematic analysis investigates cultural awareness-based multilingualism learning strategies. The research findings reinforce the positive and significant relationship between multilingual learning and cultural awareness, suggesting multilingual competence not only enhances cultural knowledge and participation in cultural practices but deepens understanding of the socio-cultural context and strengthens capacity and positive attitudes towards cultural learning. The study aids practitioners in developing inclusive learning strategies and provides policymakers with empirical evidence for crafting policies to empower multicultural communitie

    PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN TEMATIK KELAS VI SDN 012 KARAMA KECAMATAN TINAMBUNG KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    Full text link
    Ahmad Marwansyah, 2023. Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Pelajaran Tematik Kelas VI SDN 012 Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. (dibimbing oleh Nurhaedah dan Suarlin). Penelitian ini memiliki dua tujuan, tujuan pertama untuk menggambarkan penggunaan media animasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas VI SDN 012 Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar, tujuan kedua untuk mengetahui pengaruh penggunaan media animasi terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik kelas VI SDN 012 Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Subjek dari penelitian adalah seluruh siswa kelas VI yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian yaitu tes, observasi dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari pemberian pretest dan posttest kemudian dianalisis secara statistik deskriptif dan statistik inferensial menggunakan uji Independent sample T- Test. Hasil penelitian diproleh bahwa penggunaan media animasi pada proses pembelajaran berada pada kategori sangat baik yang diketahui dari persentase lembar observasi pada siswa dan guru di dalam kelas sebesar 94%. Terdapat peningkatan hasil belajar siswa dari kategori kurang menjadi kategori baik. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai probabilitas pada posttest kedua kelompok yaitu P= 0,002 lebih kecil dari α= 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa melalui analisis deskriptif dan inferensial pada kelas kontrol dan eksperimen terdapat pengaruh peningkatan lebih tinggi pada kelas yang menggunaan media animasi terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran Tematik kelas VI SDN 012 Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar. Kata Kunci : Media Pembelajaran animasi, hasil belajar sisw

    HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU DI SD NEGERI SEKECAMATAN BONE KABUPATEN MUNA

    Full text link
    Harfina, 2024, Hubungan Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Di SD Negeri Sekecamatan Bone, Kabupaten Muna. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. (dibimbing oleh Andi Dewi Riang Tati dan Faidah Yusuf) Penelitian ini menganalisis tentang hubungan gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan memahami hubungan yang mungkin ada antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru di SD Negeri Sekecamatan Bone, Kabupaten Muna. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan Kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian Korelasional. Sumber data pada penelitian ini yaitu guru di SD Negeri Sekecamatan Bone. Teknik pengumpulan data berupa angket atau kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Gambaran gaya kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri Sekecamtan Bone, Kabupaten Muna berada pada kategori baik, 2) Gambaran kinerja guru di SD Negeri Sekecamatan Bone, Kabupaten Muna berada pada kategori baik, 3) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan dengan derajat hubungan yang berkorelasi sedang antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SD Negeri Sekecamatan Bone, Kabupaten Muna. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kinerja Gur

    ANALISIS DIMENSI GOTONG ROYONG DALAM PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) DALAM MENINGKATKAN KARAKTER KERJA SAMA SISWA KELAS V B SDN 007 SIDODADI KABUPATEN POLEWALI MANDAR

    Full text link
    Natasya Anugrah, 2024. Analisis Dimensi Gotong Royong Dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Meningkatkan Karakter Kerja Sama Siswa Kelas V B Sdn 007 Sidodadi Kabupaten Polewali Mandar. Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar (dibimbing oleh Khaerunnisa,S.Pd.I.,MA dan Dr.Faidah Yusuf, S.S.,M.Pd). Gotong royong merupakan salah satu kebiasaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan strategi pembelajaran yang efektif dalam peningkatan karakter siswa. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana penerapan dimensi gotong royong dalam program P5 dalam meningkatkan karakter kerja sama siswa. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualitatif, dengan jenis penelitian ex post facto. Sumber data dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru kelas V B, dan guru penggerak. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan penerapan dimensi gotong-royong dalam meningkatkan karakter kerja sama berjalan dengan baik, aktivitas yang dilakukan yaitu berkebun, membuat karya, dan juga pemilahan sampah. Terdapat beberapa faktor pendukung serta penghambat selama jalannya kegiatan. Disamping hal tersebut guru berupaya agar pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila berjalan dengan lancar. Berdasarkan hasil analisis proses pelaksanaan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan penerapan dimensi gotong royong dalam peningkatan karakter kerja sama siswa berjalan dengan baik, siswa menunjukkan sikap kerja sama antar sesama sesuai dengan yang semestinya. Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan karakter kerja sama siswa pada Penerapan dimensi gotong royong dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Kata Kunci: Gotong Royong, Karakter Kerja Sam

    PERSEPSI MASYARAKAT PESISIR TENTANG PENTINGNYA KEBERLANJUTAN PENDIDIKAN ANAK DI DESA PA’JUKUKANG KECAMATAN PA’JUKUKANG KABUPATEN BANTAENG

    Full text link
    INDAH MULIANI, 2023. Persepsi Masyarakat Pesisir Tentang Pentingnya Pendidikan Anak di Desa Pa’jukukang Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. ( dibimbing oleh M. Ali Latif Amri dan Fatmawati Gaffar). Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan studi kasus yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat pesisir tentang pentingnya pendidikan anak di Desa Pa’jukukang Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu persepsi masyarakat pesisir. Populasi dalam penelitian ini adalah 32 orangtua yang memiliki anak putus sekolah berusia 13-15 tahun. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa angket atau kuesioner serta wawancara. Teknik analisis data yang di gunakan yaitu teknik deskriptif(kuantitatif) dan (studi kasus) yang menjelaskan bahwa hasil dari penelitian ini mengidentifikasi bahwa : (1) Persepsi masyarakat pesisir tentang pentingnya pendidikan, dapat di simpulkan bahwa persepsiorang tua terhadap pendidikan itu penting, apalagi bagi masa depan anak mereka (2) faktor-faktor pendukung persepsi masyarakat,yaitu tingkat pendidikan orangtua , tersedianya sarana dan prasarana bagi pendidikan anak, dan pemahaman akan manfaat pendidikan untuk masa depan anak, dimana orang tua masih sadar dan mendukung anak-anak mereka untuk mengenyam pendidikan. (3) Faktor penghambat pendidikan anak di Desa Pa’jukukang,yaitu faktor ekonomi yang rendah, budaya turun temurun sebagai nelayan, atau ketidaksetaraan gender serta lingkungan yang turut mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap pendidikan. Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat Pesisir,Pendidikan Ana

    26,417

    full texts

    27,651

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Makassar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇