State University of Makassar

Repository Universitas Negeri Makassar
Not a member yet
    27651 research outputs found

    Perbandingan Tingkat Kesegaran Jasmani Remaja di Daerah Perkotaan dengan di Daerah Pedesaan di Kabupaten Majene

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesegaran jasmani remaja yang tinggal di daerah perkotaan dan tingkat kesegaran jasmani remaja yang tinggal di daerah pedesaan serta perbedaan tingkat kesegaran jasmani remaja yang tinggal di daerah perkotaan dengan di daerah pedesaan di Kabupaten Majene. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan data menggunakan tes dan pengukuran. Populasi penelitian ini adalah seluruh remaja di Desa Binanga dan Kelurahan Labuang Utara yang berjumlah 1227 yang termasuk dalam kategori remaja, terdiri dari 174 remaja dari pedesaan yaitu Desa Binanga dan 1053 remaja dari perkotaan yaitu Kelurahan Labuang Utara. Sampel yang digunakan adalah remaja dari daerah pedesaan dan perkotaan dengan masing-masing daerah berjumlah 30 orang melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dengan instrumen Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) usia 13-15 tahun dari Depdiknas. Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh rata-rata nilai kesegaran jasmani remaja perkotaan labuang utara sebesar 12,73 dan remaja pedesaan di desa binanga sebesar 14,03, hasil analisis data menunjukkan terdapat perbedaan tingkat kesegaran jasmani remaja perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Majene. Tingkat kesegaran jasmani remaja di pedesaan lebih baik daripada remaja di perkotaan. Sebagian besar remaja di daerah pedesaan mempunyai tingkat kesegaran jasmani dalam kategori sedang, sedangkan remaja di perkotaan mempunyai tingkat kesegaran jasmani dalam kategori kurang. Kata Kunci : Perbedaan, Kesegaran Jasmani, Pedesaan, Perkotaa

    PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI VERBAL MELALUI TERAPI MUSIK BAGI ANAK AUTIS DI TK BALLOON MAKASSAR

    Full text link
    NURFAH, 2023. Peningkatan Kemampuan Komunikasi Verbal Melaui Terapi Musik Bagi Anak Autis di TK Balloon Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Dr.Mustafa, M.Si selaku pembimbing 1 dan Dra.Tatiana Meidina, M.Si selaku pembimbing 2; Jurusan Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini mengkaji tentang peningkatan kemampuan komunikasi verbal melalui terapi musik bagi anak autis di TK Balloon Makassar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan subjek tunggal (Single subject research/SSR) dengan desain A-B-A. Hasil penelitian yaitu : 1) kemampuan komunikasi verbal subjek AA sebelum diberikan perlakuan sangat rendah berdasarkan pada kondisi baseline 1 (A1), 2) kemampuan komunikasi verbal subjek AA selama diberikan perlakuan meningkat dilihat dari analisis dalam kondisi Intervensi (B), 3) kemampuan komunikasi verbal subjek AA setelah diberikan perlakuan lebih meningkat dapat dilihat dari kondisi baseline 2 (A2), 4) peningkatan kemampuan komunikasi verbal subjek AA berdasarkan hasil analisis antar kondisi yaitu pada kondisi sebelum diberikan perlakuan kemampuan siswa sangat rendah, kemudian meningkat selama diberikan perlakuan, dan tetap meningkat setelah diberikan perlakuan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi verbal anak setelah diberikan intervensi tetap meningkat karena adanya pengaruh dari pemberian terapi musik. Kata kunci: Komunikasi Verbal, Terapi Musik, Auti

    PROBLEMATIKA KEPERCAYAAN DIRI RENDAH SISWA DAN PENANGANANNYA (STUDI KASUS PADA SISWA DI SMA NEGERI 1 PANGKEP)

    Full text link
    Eka Srijayarni. 2023. Problematika Kepercayaan Diri Rendah Siswa dan Penanganannya (Studi kasus Pada Siswa SMA Negeri 1 pangkep). Skripsi. Dibimbing oleh Prof. Dr. Abdullah Pandang., M.Pd, dan Dr. Suciani Latif, M.Pd. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar Penelitian ini membahas tentang problematika kepercayaan diri rendah siswa di SMA Negeri 1 Pangkep. Kajian utama dari penelitian ini adalah: (1) Gambaran kepercayaan diri pada siswa berinisial AZ di SMA Negeri 1 Pangkep. (2) Faktor penyebab munculnya kepercayaan diri rendah di SMA Negeri 1 Pangkep. (3) Upaya penanganan kepercayaan diri rendah pada siswa berinisial AZ di SMA Negeri 1 Pangkep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus klinis. Pengumpulan data instrument melalui wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: (1) Gambaran masalah kepercayaan diri siswa yang dialami oleh siswa kasus AZ seperti, menarik diri dari teman-teman disekitarnya, takut menjawab pertanyaan dari gurunya saat kegiatan belajar mengajar dan gugup saat melakukan presentasi didepan kelas. (2) Faktor�faktor yang mempengaruhi masalah kepercayaan diri siswa di SMA Negeri 1 Pangkep yaitu faktor internal meliputi perasaan tidak dibutuhkan oleh teman�temannya, merasa bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain, pengalaman masa lalu yang diperlakukan tidak baik, merasa takut menjawab pertanyaan dari guru karena merasa akan diejek oleh temannya ketika jawabannya salah. Sedangkan faktor eksternal yaitu faktor teman sebaya ketika berada di bangku sekolah dasar yang diperlakukan tidak adil oleh teman sekelasnya sehingga sampai saat ini menarik diri dari orang disekitarnya. (3) Intervensi yang di gunakan untuk mengatasi kepercayaan diri rendah adalah dengan pemberian konseling Cognitive Behavior Therapy dengan teknik restrukturisasi kognitif. Setelah pemberian teknik restruktuirisasi kognitif kepada siswa AZ di SMA Negeri 1 Pangkep masalah kepercayaan dirinya mulai berkurang. Hal ini menunjukkan teknik restrukrurisasi kognitif efektif untuk mengurangi masalah kepercayaan diri rendah. Kata Kunci: kepercayaan rendah diri, Restrukturisasi kogniti

    Environmental Friendship Levels of Bajo Fishers to Build a Blue Economy in Achieving the 2030 SDGs

    Full text link
    Marine ecosystems, essential for human survival, are under threat from overfishing and environmental degradation. Indonesia’s fishing industry is a significant contributor to the national economy. To address these challenges, the Coral Triangle region, including Indonesia, is striving for marine conservation through Marine Protected Areas. Striking a balance between environmental sustainability and economic growth is vital, and this is being achieved through Blue Economy policies and the adoption of eco-friendly fishing technology. The Bajo tribe, renowned for their maritime culture, plays a crucial role in managing marine resources. This study focuses on evaluating the effectiveness of fishing gear used by the Bajo community in Wakatobi, Indonesia, with a specific emphasis on achieving Sustainable Development Goals. The research employed quantitative and qualitative methods, gathering primary data through interviews, observations, and focus groups, as well as secondary data from government sources. A SWOT analysis was utilized to assess the strengths, weaknesses, opportunities, and threats within the Blue Economy sector. The results revealed that the Bajo community’s involvement in resource management is demonstrated by their careful use of eco-friendly fishing gear, which effectively protects the sea and enhances the welfare of Bajo fishermen. Additionally, their partnership with the Forestry Police aids in marine monitoring and fishing operations, contributing to the sustainability of Wakatobi National Park. The Bajo Mola community, deeply reliant on the sea, holds a unique position among sea nomadic tribes, and their maritime culture is intertwined with marine resources. The development of a Blue Economy policy is crucial for both environmental preservation and economic sustainability, with a focus on maximizing strengths and opportunities identified through the SWOT analysis. This approach aligns with the United Nations’ Sustainable Development Goal 14, which emphasizes the conservation and sustainable use of marine resources

    The Effect of Guided Inquiry Learning Model on Students’ Learning Outcomes in Science VIII Class Junior High School

    Full text link
    This study aims to determine (1) the science learning outcomes of students who taught with Mind Mapping Based Guided Inquiry Learning and direct instructions based on mind mapping (2) the influence of mind mapping based giuded inquiry learning model on learning outcomes. This research is a quasi experimental with posttest only control group design. The research population was all students of class VIII SMP Negeri 1 Makassar. The sample was selected by purposive sampling and obtained class VIII.1 as the control class and class VIII.1 as the experimetal class. The instruments was cognitive learning outcomes test in the form of 25 numbers multiple choice test. Data analysis technique are descriptive and inferential statistics. The results of the study were found: (1) the science learning outcomes of students who taught using the Mind Mapping Based Guided Inquiry Learning are in the high category with an average score of 19 and students who taught using the direct instructions based on mind mapping are in the high category with an average score of 15,8 (2) There is an effect of mind mapping based guided inquiry learning on student’s science learning outcomes students of class VIII SMP Negeri 1 Makassar. Keyword: Guided Inquiry, Mind Mapping, Learning Outcome

    Penerapan Pendekatan Teaching at the Right Level dalam Peningkatan Pemahaman Konsep IPA Peserta Didik Kelas IX.8 SMPN 3 Makassar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada peserta didik kelas IX.8 SMPN 3 Makassar melalui pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Pada siklus 1, data menunjukkan rendahnya pemahaman konsep peserta didik dengan sebagian kecil yang mencapai ketuntasan. Implementasi siklus 2 memperlihatkan peningkatan ketuntasan peserta didik pada kelompok "Mahir" dan "Sangat Mahir," namun kelompok "Berkembang" masih menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Pada siklus 3, hasil belajar peserta didik meningkat signifikan, dengan 31 dari 37 peserta didik mencapai ketuntasan. Data kualitatif juga menunjukkan peningkatan rata-rata skor dalam aspek keaktifan, kemandirian, kolaborasi, pemahaman konsep, inovasi dalam eksplorasi, serta refleksi dan evaluasi diri. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa pendekatan yang berfokus pada tingkat pemahaman peserta didik efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep IPA dan hasil belajar peserta didik. Pendekatan yang menyesuaikan dengan kebutuhan individual dan relevansi budaya peserta didik terbukti menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan efektif.peserta didik terbukti menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan efektif. Kata Kunci: Pemahaman Konsep IPA, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Teaching at the Right Level (TaRL)

    Pengaruh Media KOKAMI (Kotak Kartu Misteri) dalam Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI IPA SMAN 1 SIOTAPINA (Studi pada Materi Pokok Sistem Koloid)

    Full text link
    Penelitian eksperimen semu ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Media KOKAMI dalam Model Pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI IPA SMAN 1 Siotapina pada materi pokok sistem koloid. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas XI IPA dengan jumlah 3 (tiga) kelas yang terdiri dari 67 orang. Penentuan kelas kontrol dan kelas eksperimen dilakukan dengan teknik random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah Kelas XI IPA 1 sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 24 orang dan XI IPA 2 sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 22 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar sebanyak 25 item yang telah di validasi ahli dan validasi item untuk memperoleh data hasil belajar. Analisis data statistik inferensial dilakukan dengan uji Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Zhitung > Ztabel (6,60 > 1,64). Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Media KOKAMI dalam Model Discovery Learning terhadap hasil belajar peserta didik Kelas XI IPA SMAN 1 Siotapina pada materi pokok sistem koloid

    PENGARUH LAYANAN INFORMASI KARIER MENGGUNAKAN MEDIA PORTOFOLIO TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN STUDI LANJUT SISWA DI SMAN 1 BANTAENG

    Full text link
    Ibnu Hajar Manippi, 2023. Pengaruh Layanan Informasi Karier Menggunakan Media Portofolio Terhadap Pengambilan Keputusan Studi Lanjut Siswa di SMAN 1 Bantaeng dibimbing oleh Prof. Dr. Abdullah Pandang, M.Pd dan Dr. Sahril Buchori, M.Pd Kurangnya informasi tentang studi lanjut untuk siswa SMA setelah lulus adalah masalah yang signifikan dalam pemilihan studi mereka. Hal ini dapat menghambat kemampuan siswa untuk membuat pilihan pendidikan yang terinformasi dan sesuai dengan minat dan tujuan mereka. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh layanan informasi menggunakan media portofolio terhadap pengambilan keputusan studi lanjut siswa SMAN 1 Bantaeng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan layanan informasi karier menggunakan media portofolio terhadap pengambilan keputusan studi lanjut siswa di SMAN 1 Bantaeng. Penelitian ini berjenis kuasi eksperimen dengan menggunakan pretest-posttest, non-equivalent control group design. Partisipan penelitian merupakan siswa kelas XII MIPA 4 di SMAN 1 Bantaeng. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 20 orang dan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (N=10) dan kelompok kontrol (N=10). Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket pemilihan studi lanjut siswa. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan informasi menggunakan media portofolio dapat meningkatkan skor pengambilan keputusan studi lanjut siswa di SMAN 1 Bantaeng. Hasil uji independent sample t-test yaitu p=0.000 < 0.05, maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh layanan informasi karier menggunakan media portofolio terhadap pengambilan keputusan studi lanjut siswa di SMAN 1 Bantaeng. Implikasi penelitian ini adalah portofolio dapat digunakan sebagai salah satu media untuk meningkatkan pengambilan keputusan studi lanjut siswa SMA. Kata kunci: Layanan informasi karier, Media portofolio, Pengambilan keputusan studi lanjut, Siswa SM

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN SENTRA BERMAIN PERAN PADA KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK IT AL-BIRUNI MANDIRI JIPANG MAKASSAR

    Full text link
    Nurpadila, 2024. Implementasi Model Pembelajaran Sentra Bermain Peran Pada Kemampuan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun Di TK IT AL Biruni Mandiri JIpang Makassar. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. (Dibimbing oleh Muhammad Akil Musi dan Fitriani Dzulfadhilah). Fokus penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran sentra bermain peran pada kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK IT AL Biruni Mandiri Jipang Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena implementasi model pembelajaran sentra bermain peran untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun di TK IT Al Biruni Mandiri Jipang Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengeumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru dan anak didik usia 5-6 tahun. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi Teknik, dan Sumber. Teknik analisis data penelitian ini yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pelakasanan pembelajaran di sentra bermain peran dilakukan guru dengan terlebih dahulu mempersiapkan RPPH dan alat main serta alat peraga untuk bermain peran disentra. Kemudian pada saat pemberian pijakan main (Scafollding) berupa pijakan lingkungan main guru menata dan menyusun alat main peran disentra, pada pijakan sebelum main guru menyampaikan kegiatan main dan memberikan peran yang akan dimainkan oleh anak, melalui pemberian pijakan sebelum main anak terlihat mampu mengutarakan keinginan, argumen dan perasaannya dengan menggunakan kalimat sederhana. kemudian pada saat pijakan selama main anak akan memainkan perannya disentra bemain peran, melalui pijakan selama main anak terlihat mampu mengutarakan ide dan dialognya saat bermain peran dengan baik disentra bermain peran. Lalu pada saat pemberiaan pijakan setelah main guru melakukan Recalling dan menanyakan kembali peran yang sudah dimainkan oleh anak. melalui pijakan setelah main anak terlihat mampu meceritakan kembali isi cerita dan peran yang sudah dimainkan dengan kalimat yang mudah dipahami. Kata Kunci : Kemampuan Berbicara, sentra bermain peran, implementas

    PENGARUH KEGIATAN KOLASE MENGGUNAKAN MEDIA LOOSE PARTS TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK PGRI PASA’BU

    Full text link
    Fitrawati Hasri, 2024. Pengaruh Kegiatan Kolase Menggunakan Media Loose Parts Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK PGRI Pasa’bu. Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. (dibimbing oleh Parwoto dan Sri Rika Amriani) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kegiatan Kolase Menggunakan Media Loose Parts Terhadap Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Tahun di TK PGRI Pasa’bu. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Experiment. Penelitian ini menggunakan variabel bebas yaitu kegiatan kolase menggunakan media Loose Parts dan variabel terikat yaitu kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun. Desain penelitian yang dilakukan yaitu Post-Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah 29 anak. Pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 anak dengan 8 anak sebagai kelompok eksperimen dan 8 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes perlakuan, dan dokumentasi. Prosedur pengumpulan data yaitu perencanaan, pemberian post-test, dan analisis hasil. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan analisis statistik non parametrik dengan menggunakan uji Mann-Whitney U Test. Dalam penelitian ini diperoleh hasil Uhitung yaitu 1 dan Utabel yaitu 13, maka diperoleh Uhitung 1 ˂ Utabel 13 = H₀ ditolak dan H₁ diterima artinya kelompok eksperimen berbeda dengan kelompok kontrol. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kegiatan kolase menggunakan media loose parts terhadap kemampuan motorik halus anak. Kata Kunci: Kolase, Loose Parts, Motorik Halus, Anak Usia Din

    26,417

    full texts

    27,651

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository Universitas Negeri Makassar
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇