27651 research outputs found
Sort by
Penerapan Role Playing untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas V UPTD SDN 176 Barru Kecamatan Balusu Kabupaten Barru
Hasdawati Haris, 2023. Penerapan Role Playing untuk Meningkatkan
Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia Siswa Kelas V UPTD SDN 176 Barru
Kecamatan Balusu Kabupaten Barru. Skripsi. Program Studi Pendidikan Guru
Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar.
(dibimbing oleh Nur Abidah Idrus dan Lutfi B.)
Penelitian ini dilakukan berdasarkan permasalahan rendahnya rasa percaya diri
siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran koopertif
tipe Role Playing untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada siswa kelas V
UPTD SDN 176 Barru. Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas
dengan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Sumber data dalam
penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V UPTD SDN 176 Barru dan guru wali
kelas V UPTD SDN 176 Barru. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
dikumpulkan dengan observasi, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Role Playing
dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa kelas V UPTD SDN 176 Barru.
Hal ini dibuktikan dengan terjadinya peningkatan pada ketuntasan belajar
keterampilan berbicara pada siswa kelas V UPTD SDN 176 Barru
Penerapan Teknik Cognitive Defusion Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa MAS Guppi Samata
Aswar Munandar, 2023. Penerapan Teknik Cognitive Defusion Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa MAS Guppi Samata. Skripsi Jurusan Psikologi Pendidikan Dan Bimbingan, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Drs. H. Muhammad Anas, M.Si dan Akhmad Harum S.Pd, M.Pd.
Penelitian ini menelaah penerapan teknik cognitive defusion untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui gambaran kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata, (2) untuk mengetahui gambaran pelaksanaan teknik cognitive defusion untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata, (3) untuk mengetahui penerapan teknik cognitive defusion dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan model quasi experimental design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI yang teridentifikasi kepercayaan dirinya sebanyak 24 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini sebanyak 12 siswa menggunakan tekniksimple random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket dan observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis data inferensial menggunakan program SPSS v.25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) gambaran tingkat kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata setelah menerima layanan teknik cognitive defusion berada pada kategori tinggi, (2) gambaran pelaksanaan teknik cognitive defusion untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata dilakukan dengan 5 tahapan yaitu rasional perlakuan, pelatihan defusion, identifikasi pikiran negatif, defusion pikiran negatif dan evaluasi tindak lanjut, (3) penerapan teknik cognitive defusion secara signifikan dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS v.25 melalui iji independent sample t test diperoleh nilai. (2-tailed) = 0,000. Berarti nilai signifikansi hitung 0,000 < α 0,05. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, maka kesimpulannya adalah penerapan teknik cognitive defusion dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa MAS Guppi Samata
MENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL HURUF HIJAIYAH BRAILLE MELALUI PENERAPAN METODE IQRO’ BRAILLE PADA ANAK TUNANETRA DI SLB NEGERI PAMBOANG
MUH.AL-QADRI, 2022. Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Hijaiyah Braille Melalui Penerapan Metode Iqro’ Braille pada Murid Tunanetra Di SLB NEGERI PAMBOANG. Skripsi ini dibimbing oleh Prof.Dr.H.Abdul Hadis,M.Pd dan Dr.H.Syamsuddin,M.Si Program studi Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini berangkat dari masalah rendahnya kemampuan mengenal huruf hijaiyah braille pada murid tunanetra di SLB NEGERI PAMBOANG.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan metode Iqro’ Braille dapat meningkatkan kemampuan mengenal huruf Hijaiyah Braille pada anak tunanetra.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Iqro’ Braille dalam meningkatkan kemampuan mengenal huruf Hijaiyah Braille pada murid tunanetra. (2) Untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengenali huruf Hijaiyah Braille melalui penerapan metode Iqro’ Braille. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang disajikan dalam bentuk diagram batang. Adapun subjek penelitian ini adalah murid tunanetra kelas dasar V di SLB NEGERI PAMBOANG yang berjumlah 1 orang murid.Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes tertulis.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mengenal huruf hijaiyah braille pada murid tunanetra di SLB NEGERI PAMBOANG setelah penerapan metode Iqro’ braille.Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan nilai yang diperoleh murid telah mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan sekolah yakni 70.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf hijaiyah braille pada murid tunanetra di SLB NEGERI PAMBOANG sebelum penerapan metode Iqro’ braille berada dalam kategori sangat kurang (30). Sedangkan kemampuan mengenal huruf hijaiyah braille pada murid tunanetra di SLB NEGERI PAMBOANG setelah penerapan metode Iqro’ braille berada dalam kateri baik sekali (90). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu (1) Kemampuan mengenal huruf hijaiyah braille pada murid tunanetra di SLB NEGERI PAMBOANG sebelum diberikan perlakuan dengan penerapan metode Iqro’ braille berada dalam kategori Sangat Kurang. (2) Kemampuan mengenal huruf hijaiyah braille pada murid tunanetra di SLB NEGERI PAMBOANG setelah diberi perlakuan dengan penerapan metode Iqro’ braille berada dalam kategori Baik Sekali. (3) Terdapat peningkatan kemampuan mengenal huruf hijaiyah braille melalui penerapan metode Iqro’ braille pada murid tunanetra di SLB NEGERI PAMBOANG.
Kata kunci: Huruf Hijaiyah Braille, Metode Iqro’ Braille, Tunanetr
ANALISIS PENYEBAB PENYANDANG DISABILITAS DI KOTA MAKASSAR TIDAK MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG PERGURUAN TINGGI
Resky Yusmar Pasorong, 2023. Analisis Penyebab Penyandang Disabilitas di Kota
Makassar Tidak Melanjutkan Pendidikan ke Jenjang Perguruan Tinggi. Jurusan
Pendidikan Khusus, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
(dibimbing oleh Dr. Mustafa, M.Si. dan Prof. Dr. H. Abdul Hadis, M.Pd)
Penelitian ini berangkat dari masalah minimnya penyandang disabilitas yang
melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah : (1) Apa saja yang menjadi alasan dari penyandang disabilitas
tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi?, (2) Apakah ada pengaruh
dari lingkungan terhadap keputusan penyandang disabilitas tidak melanjutkan
pendidikan ke jenjang perguruan tinggi?, (3) Bagaimana minat penyandang
disabilitas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pergururan tinggi?. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi faktor penyebab
penyandang disabilitas tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif. Adapun subjek penelitian ini adalah penyandang disabilitas yang telah
menyelesaikan masa studinya di tingkat SMA (Sekolah Menengah Atas) namun tidak
melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Hasil penelitian
menunjukkan adanya adanya berabagai faktor yang menyebabkan penyendang
disabilitas tidak melanjutkan pendidikan, faktor tersebut terbagi menjadi faktor
internal dan faktor eksternal. Adapun faktor yang berasal dari dalam adalah
dikarenakan sudah tidak lagi memiliki minat untuk berkuliah dan lebih memilih untuk
bekerja. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan ialah, adanya
ketidakmampuan secara finansial, adanya diskrimanasi dari lingkungan sekitar,
minmnya ketersediaan sarana dan prasana yang memadai bagi penyandang disabilitas
di lingkup perguruan tinggi.
Kata kunci : Penyandang Disabilitas, Perguruan Tinggi, Faktor Eksternal, Faktor
Interna
ANALISIS TUGAS POKOK TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI BIDANG ADMINISTRASI KESISWAAN DI MAN GOWA
ELISKA SULISTIANI A, 2023. Tugas Pokok Tenaga Administrasi Sekolah di
Bidang Kesiswaan di MAN Gowa. Yang dibimbing oleh Sumarlin Mus, S.Pd, M.Pd.
dan Irmawati, S.Pd, M. Pd. Jurusan Administrasi Pendidikan, Fakultas Ilmu
Pendidikan, Universitas Negeri Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang administrasi kesiswaan dalam menjalankan tugas
pokok yang dilaksanakan. Fokus Penelitiannya adalah bagaimana pelaksaan tugas
pokok tenaga administrasi sekolah dalam bidang administrasi kesiswaan di MAN
Gowa dan apa saja faktor pendukung dan penghambat dari tenaga administrasi
sekolah di bidang kesiswaan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif. Jenis Penelitiannya adalah jenis penelitian deskriptif. Sumber data yang
digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyediaan data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Program Pelayanan
Semesteran di MAN Gowa dapat dilihat bahwa tenaga administrasi kesiswaan telah
melaksanakan program/pelayanan semester dengan baik sesuai dengan standar
operasional, mulai dari mengumpulkan leger nilai dan mengumpulkan buku raport.
Dalam menjalankan tugasnya tenaga administrasi kesiswaan menggunakan aplikasi
yang bisa mempermudah tenaga administrasi untuk menjalankan tugasnya. (2)
Program Pelayanan Tahunan di MAN Gowa dapat diketahui bahwa tenaga
administrasi kesiswaan telah menjalankan tugas yang berkaitan dengan pengumpulan
data siswa dengan bekerja sama dengan wali kelas sehingga dapat diselesaikan
dengan baik. Dari program pelayanan semesteran hinggan tahunan pihak tenaga
administrasi kesiswaan memanfaatkan teknologi yang dimiliki sekolah dan beberapa
dikerjakan secara manual. (3) Dalam menjanakan program/layanan terdapat beberapa
faktor pendukung yang berpengaruh didukung oleh siswa, guru yang turut terlibat
aktif dalam pengumpulan nilai siswa, dan tenaga administrasi yang mahir dalam
menggunakan microsoft word dan excel untuk mengelolah data-data siswa. Adapun
faktor penghambat program/layanan penghambat dalam pelaksanaan tugas
administrasi kesiswaan diantaranya yaitu jaringan yang masih kurang stabil, dan
letak geografis sekolah yang lumayan jauh dari pemukiman siswa.
Kata Kunci: Tugas Pokok, Tenaga Administrasi, Administrasi Kesiswaa
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO PEMBELAJARAN INTERAKTIF TEMA 2 PERSATUAN DALAM PERBEDAAN SUBTEMA 2 BEKERJA SAMA MENCAPAI TUJUAN PEMBELAJARAN 1 UNTUK SISWA KELAS VI SD
St. Nurjihan, 2021. Pengembangan Media Video Pembelajaran Interaktif Tema 2 Persatuan
dalam Perbedaan Subtema 2 Bekerja Sama Mencapai Tujuan Pembelajaran 1 untuk Siswa
Kelas VI SD. Naskah skripsi ini dibimbing oleh Pembimbing I Ahmad Syawaluddin dan
Hotimah selaku Pembimbing II pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas
Ilmu Penddidikan Universitas Negeri Makassar.
Salah satu perangkat pembelajaran yang menjadi tidak terpisahkan yang harus mampu dipilih
dan digunakan serta dimanfaatkan oleh guru adalah media pembelajaran. Salah satu media
yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran yaitu media video pembelajaran interaktif.
Penggunaan video ini dalam pembelajaran dapat melatif konsentrasi dan fokus siswa pada
materi yang sedang diajarkan. Penayangan video, selain menarik perhatian siswa, fokus
perhayiah siswa akan terpusat karena detik demi detik tidak akan dilewatkan siswa.
Penayangan video pembelajaran mampu menghadirkan pengalaman nyata karena media
tersebut dapat menampilkan realitas dan materi sehingga siswa terdorong untuk melakukan
aktivitasnya sendiri. Sesuai dengan perkembangan teknologi, media pembelajaran yang
sekarang banyak dikembangkan adalah media video pembelajaran interaktif. Penelitian ini
bertujuan untuk menghasilkan media video pembelajaran interaktif pada Tema 2 Persatuan
dalam Perbedaan Subtema 2 Bekerja Sama Mencapai Tujuan Pembelajaran 1 untuk Siswa
Kelas VI SD. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Pengembangan ini
melalui lima tahap yaitu analisis (analysis), desain (design), pengembangan (development),
penerapan (implementation), evaluasi (evaluation). Produk yang dikembangkan telah melalui
tahap validasi dan uji kelayakan melalui tanggapan guru dan siswa. Validasi dilakukan
sebanyak dua kali oleh tim ahli yang terdiri dari ahli materi dan ahli media hingga produk
dinyatakan layak untuk digunakan. Penilaian pada proses validasi yang dilakukan oleh ahli
materi dengan melihat tiga indikator yaitu relevansi materi dengan Standar Kompetensi (SK)
dan Kompetensi Dasar (KD), kualitas materi, bahan dan tipografi. Sedangkan pada proses
validasi ahli media dengan melihat enam indikator yaitu fungsi dan manfaat, visual, audio,
tipografi, Bahasa, dan pemograman. Untuk mengetahui respon siswa dan guru mengenai
kelayakan produk maka peneliti membagikan angket kepada guru dan siswa.media
dinyatakan layak oleh guru karena memenuhi empat kriteria, yaitu kesesuaian materi, kualitas,
efektifitas, dan penyajian. Sedangkan media dinyatakan layak digunakan oleh siswa karena
telah memenuhi kriteria krontruksi dan Bahasa.
Kata Kunci: media pembelajara, interaktif, pembelajaran terpad
LAYANAN TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH DI SMA NEGERI 2 BULUKUMBA
DWI SULSILAWATI, 2023. Layanan Tenaga Administrasi Sekolah di SMA Negeri 2
Bulukumba. Dibimbing oleh Syamsurijal Basri, S.Pd., M.Pd dan Hasan, S.Pd.I, M.Pd;
Jurusan Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri
Makassar.
Penelitian ini mengkaji tentang layanan tenaga administrasi sekolah di SMA Negeri 2
Bulukumba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui layanan tenaga
administrasi sekolah serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat layanan
tenaga administrasi sekolah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dan jenis
penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bulukumba.
Sumber data penelitian ini kepala tata usaha, tenaga administrasi sarana dan
prasarana, tenaga administrasi persuratan dan kearsipan, tenaga administrasi
keuangan dan tenaga administrasi humas. Teknik pengumpulan data berupa
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data
menggunakan teknik triangulasi, kecukupan referensial dan penegecekan
keanggotaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam layanan tenaga
administrasi sekolah SMA Negeri 2 Bulukumba telah menjalankan Tupoksinya,
dengan berpedoman pada standar layanan administrasi dalam Peraturan Menteri
Pendidikan Nomor 24 Tahun 2008. Rincian tugas tenaga administrasi yang telah
dilaksanakan diantaranya : Layanan tenaga administrasi bagian sarana dan
prasarana yaitu perencanaan sarana dan prasarana, pengadaan sarana dan prasarana,
pemakaian dan pemeliharaan sarana dan prasarana, penginvetarisasian sarana dan
prasarana sampai penghapusan sarana dan prasarana., Layanan tenaga
administrasi bagian persuratan dan kearsipan yaitu pembuatan surat pindah
masuk dan surat pindah keluar, mengisi kartu disposisi surat masuk, mengarsipkan
sesuai kelompok surat, serta melayani pengesahan ijazah, dan Layanan tenaga
administrasi bagian humas yaitu melaksanakan tugas-tugas adminstrasi humas,
menyusun program kegiatan bidang humas, membuat laporan mingguan, bulanan
dan semester serta membuat dan mengedarkan surat kerja sama bidang humas.
Adapun yang belum dilaksanakan dari salah satu rincian tugas tenaga administrasi
yaitu layanan tenaga administrasi keuangan karena pelaksanaannya belum optimal
sebab sekolah yang kekurangan dalam penyediaan tenaga PNS yang ahli dalam
masalah keuangan sekolah yang mengakibatkan guru harus ikut serta dalam
menyelesaikan tugas-tugas administrasi keuangan sekolah. Faktor pendukung dan
penghambat layanan tenaga administrasi sekolah adalah faktor pendukung yang
meliputi tersedia fasilitas sekolah seperti sarana dan prasarana yang cukup
lengkap serta akses internet yang juga disediakan sekolah dalam mendukung
proses pemberian layanan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kompetensi
pegawai yang tidak sesuai dengan bidangnya dan kurangnya kedisiplinan
pegawai .
Kata Kunci : Layanan, Tugas pokok dan fungsi tenaga administras
PENERAPAN PERILAKU PROSOSIAL TERHADAP ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD DOA IBU
Miftahul Jannah Ar, 2024. Penerapan Perilaku Prososial Terhadap Anak Usia 5-6
Tahun di PAUD Doa Ibu. Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar yang (dibimbing oleh bapak
Rusmayadi dan ibu A. Sri Wahyuni Asti).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami terkait “Penerapan Perilaku
Prososial Terhadap Anak Usia 5-6 Tahun di PAUD Doa Ibu”. Jenis pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Adapun yang menjadi sumber informan dalam penelitian ini ialah guru kelas beserta
kepala sekolah. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan
sumber. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian di PAUD Doa Ibu bahwa
penerapan perilaku prososial ini telah diterapkan oleh guru dengan berbagai strategi
yang diberikan kepada anak.
Kata Kunci : Prososial, Anak Usia Din
The Reinforcement Of Local Wisdom Values Among Millennial Families In Makassar City
Background: The local wisdom values, especially in the millennial families, started to fade away and were replaced by materialism, hedonism, individualism, and so on. The local wisdom values like sipakainga, sipakalebbi, and sipakatau are almost no longer implemented to guide and control lives. The condition potentially leads to a problem as the local wisdom is a nation's identity, and when it is lost, the nation will also lose its power. This qualitative study aims to describe the local wisdom implemented by the millennial families and factors fading away the roles of the local wisdom and how they are replaced by materialism and hedonism values.
Materials and Methods: The study was conducted in Makassar City, investigating millennial families, which is 60% of the city's population of 1,571,814. Because it is a qualitative study, the number of informants was relatively
small: only five families. A few informants allow the researcher to get deeper data and information. Data were
collected through interviews, observation, and documentation.
Results: The findings show that (1) the millennial families’ understanding of local wisdom values is no more comprehensive, especially regarding sipakatau, sipakalebbi, and sipakainga. However, they still believe that local
wisdom has to be preserved and developed to be the shield of penetration of external values like materialism and hedonism. (2) Factors weakening the role of the local wisdom are the ease of accessing information, high intensity
of social interaction, high dependency, and confidence.
Conclusion: Millennial families do not understand local wisdom values, especially about sipakatau, sipakalebbi,
and sipakainga. However, they believed that local wisdom has to be preserved and developed as the shield against
the penetration of the foreign values like materialism and hedonism.
Keywords: Local Wisdom, Millennial Families, Reinforcemen