jurnal.primagraha.ac.id
Not a member yet
    267 research outputs found

    PERAN LITERASI TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH PADA MAHASISWA PGSD

    No full text
    Pembelajaran jarak jauh (PJJ) dimasa pandemi covid menjadi salah satu cara pembelajaran yang sedang digandrungi oleh sejumlah pelaku kegiatan tidak terkecuali salah satunya ialah di perguruan tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran literasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran jarak jauh pada mahasiswa PGSD di Universitas Primagraha. Melalui penelitian ini, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan memanfaatkan penggunaan teknologi dengan tepat guna secara baik agar tujuan di dalam pembelajaran dapat tercapain secara maksimal. Adapun penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengambilan data diperoleh secara langsung dari hasil pengamatan, wawancara, dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknologi informasi dan teknologi berupa aplikasi  microsoft teams layak dijadikan sebagai salah satu alternatif yang tepat dalam menunjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada mahasiswa PGSD di Universitas Primagraha

    EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN PENJAS DI MASA PANDEMI COVID-19 SISWA KELAS XI SMA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran e-learning masa pandemi Covid-19 pada mata pelajaran PENJAS. Penelitian dilaksanakan di kelas XI semester ganjil tahun pelajaran 2021/2022 yang bertempat di SMA Negeri 1 Baros Kecamatan Baros Kabupaten Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan beberapa cara, seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi data. Aspek yang dinilai dalam penelitian ini yakni penggunaan media online pada perubahan waktu pembelajaran, dan penggunaan media pembelajaran serta proses belajar menjadi jarak jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas rata-rata siswa kelas XI dalam pembelajaran e-learning pada mata pelajaran PENJAS selama pandemi Covid-19 dikategorikan tetap efektif meskipun terjadi perubahan waktu pembelajaran dan penggunaan media pembelajaran serta proses belajar menjadi jarak jauh

    ANALISIS KETERAMPILAN MEMANAH BAGI ATLET PEMULA USIA SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN SERANG

    Full text link
    Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan  kekuatan,  kecepatan,  ketepatan,  daya tahan, dan koordinasi serta keseimbangan sangat menentukan dalam menghasilkan teknik dasar memanah yang baik dan benar, sehingga menghasilkan ketepatan memanah yang baik. Sejalan dengan itu, kami berpikir bahwa untuk mendapatkan otomatisasi dan efektivitas kekuatan otot lengan, kecepatan anak panah demi mencapai target dalam memanah, maka dalam hal ini perlu latihan  fisik secara rutin dan terarah, hal ini dirasa lebih efektif dilakukan melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan atlet pemula tersebut. Namun dalam aplikasinya dilapangan justru berbeda, latihan isotonik yaitu suatu bentuk latihan dengan konstraksi otot memendek dan memanjang dalam hal ini bentuk latihan yang dipilih adalah latihan menarik busur, sedangkan latihan isometrik merupakan suatu bentuk latihan yang berkontraksi dengan tidak terjadi pemendekan atau pemanjangan, dalam hal ini bentuk latihan yang dipergunakan adalah menahan tekanan busur (keseimbangan). Sistem pelaksanaan kedua bentuk latihan disesuaikan dengan program latihan yang telah direncanakan dan ditetapkan untuk pencapaian prestasi puncak Atlet Pemula.  Tujuannya  adalah untuk meningkatkan keterampilan, ketepatan, tepat sasaran saat memanah, maka dalam hal ini solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan berpedoman pada program latihan harian, mingguan dan bulanan

    ANALISIS PEMBINAAN ATLET PENCAK SILAT REMAJA DI IPSI KOTA SERANG

    Full text link
                                                                                      ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembinaan atlet pencak silat remaja di Kota Serang dan memberi rekomendasi dari sistem pembinaan atlet pencak silat remaja di Kota Serang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif kualitatif. Key informan pada penelitian ini adalah pengkot IPSI Kota Serang yang masih aktif, pelatih, atlet pencak silat remaja. Data yang diperoleh melalui observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara. Teknik menentukkan subjek penelitian menggunakan purposive sampling. Untuk menguji keabsahan dan penafsiran data penelitian, digunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan teknik analisis data dilapangan model Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil: (1) pembinaan prestasi atlet pencak silat remaja di Kota Serang terbagi dalam beberapa aspek, yaitu pada bidang keorganisasian, pada kegiatan latihan lainnya (2) faktor yang mempengaruhi pembinaan prestasi atlet pencak silat remaja di Kota Serang adalah faktor Pelatih, faktor atlet pencak silat remaja, faktor sarana dan prasarana dan faktor program latihan

    MENINGKATKAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN MELALUI MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PT ALBA BAJA

    No full text
    Not achieving work targets and work results according to the Key Performance Indicator (KPI) indicates a problem with employee effectiveness. A comfortable work environment and maximum work supervision are needed to be able to increase employee work effectiveness which is strengthened by work motivation. This study aims to determine the effect of work environment and work supervision on employee effectiveness through work motivation as an intervening variable. The study consisted of four variables, namely work environment and supervision as independent variables, work effectiveness as the dependent variable and work motivation as intervening variables. The object of research is the employees of PT Alba Baja. This study used a quantitative approach with data collection techniques in the form of filling out questionnaires as measured by an interval rating scale of 1-10. Samples were taken as many as 95 respondents with stratified random sampling technique. Research data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) which was processed with SmartPLS version 2.3.m3. Based on the results of hypothesis testing, it can be concluded (1) the work environment has a positive and significant effect on work effectiveness, where the more conducive the work environment, the higher the employee work effectiveness; (2) Supervision has a positive and significant effect on work effectiveness, where the higher the supervision carried out, the higher the employee work effectiveness; (3) The work environment has no effect on work motivation, meaning that high employee motivation is not influenced by a conducive work environment; (4) Supervision does not affect work motivation, where high supervision from management does not affect employee motivation; and (5) work motivation does not affect work effectiveness, meaning that high employee work motivation does not affect employee work effectiveness.Tidak tercapainya target kerja dan hasil kerja sesuai Key Performance Indicator (KPI) menunjukan adanya permasalahan pada efektivitas kerja karyawan. Lingkungan kerja yang nyaman dan pengawasan kerja yang maksimal dibutuhkan untuk dapat meningkatkan efektivitas kerja karyawan yang diperkuat dengan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan pengawasan kerja terhadap efektivitas kerja karyawan melalui motivasi kerja sebagai variabel intervening. Penelitian terdiri dari empat variabel yaitu lingkungan kerja dan pengawasan sebagai variabel independen, efektivitas kerja sebagai variabel dependen dan motivasi kerja sebagai variabel intervening. Objek penelitian adalah karyawan PT Alba Baja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pengisian kuesioner yang diukur dengan skala penilaian interval 1-10. Sampel diambil sebanyak 95 responden dengan teknik stratified random sampling. Data penelitian dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) yang diolah dengan SmartPLS versi 2.3.m3. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan (1) Lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja, dimana semakin kondusif lingkungan kerja maka semakin tinggi efektivitas kerja karyawan; (2) Pengawasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas kerja, dimana semakin tinggi pengawasan yang dilakukan maka semakin tinggi efektivitas kerja karyawan; (3) Lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap motivasi kerja, artinya tingginya motivasi kerja karyawan tidak dipengaruhi oleh kondusifnya lingkungan kerja; (4) Pengawasan tidak berpengaruh terhadap motivasi kerja, dimana pengawasan yang tinggi dari pihak manajemen tidak mempengaruhi motivasi kerja karyawan; dan (5) Motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap efektivitas kerja, artinya motivasi kerja karyawan yang tinggi tidak mempengaruhi efektivitas kerja karyawan

    UPAYA PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN DENGAN MATERI PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT KELAS IV SDN BANJARNEGARA 1 SEMESTER 2 KECAMATAN PULOSARI TAHUN 2021

    Full text link
    Salah satu bidang garapan mata pelajaran PKn yang bertujuan untuk membekali peserta didik dengan melatih sikap kritis dan kreatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yang difokuskan kepada situasi kelas, yang lebih dikenal dengan penelitian tindakan kelas (classroom action research), dengan tujuan untuk memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model siklus belajar dapat membantu siswa dalam memahami dan menguasai suatu konsep (Herron dalam Dahar,1996), b) pada siklus II, ternyata ada peningkatan perolehan nilai dari siklus I. Hal ini terlihat dari naiknya nilai rata-rata dari 64,29 pada siklus1, menjadi 88,57 pada siklus 2. Karena itu peneliti mengambil kesimpulan bahwa semua tahapan dalam model siklus belajar telah tercapai dengan baik Selain aspek kognitif, pembelajaran model ini juga meningkatkan aspek afektif dan psikomotor. Aspek afektif dapat terlihat dari kemampuan kerja sama yang meningkat ketika diadakan diskusi kelompok. Selain itu, siswa dapat menghargai pendapat orang lain ketika orang lain mengutarakan pendapat. Sedangkan dalam aspek psikomotor, khususnya dalam pembelajaran pecahan, siswa dapat melipat kertas dengan berbagai model sesuai dengan nilai pecahan yang dimaksud. Juga dapat menggambarkan ilustrasi pecahan dalam sebuah gambar. &nbsp

    MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN PECAHAN BENTUK ALJABAR MELALUI METODE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT)

    Full text link
    Penelitian  Tindakan Kelas (PTK) yang berjudul Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa Pada Pokok Bahasan Pecahan Bentuk Aljabar Melalui Metode Number Heads Together (NHT) di MTs.Negeri 1 Kota Serang merupakan salah satu upaya guru dalam meningkatkan minat dan hasil belajar siswa dengan pembelajaran kelompok (cooperative learning) Number Heads Together (NHT).Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2015-2016, bertempat di kelas VIII B Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kota Serang dengan siswa berjumlah 34 orang. Tahapan-tahapan  dalam kegiatan penelitian yang melalui 2 siklus (4 kali pertemuan) adalah sebagai berikut : 1) Perencanaan, 2)Tindakan , 3)Observasi/pengamatan, dan 4)Refleksi.Hasilnya sebagai berikut : minat siswa tampak pada aktivitas saat berdiskusi meningkat dari kegiatan pembelajaran ke 1 ada 2 orang (yang bertanya dan menanggapi), berikutnya  3 orang, 4 orang dan 9 orang. Nilai hasil evaluasi belajar rata-rata dari 4 kali pertemuan,  nilai rata-rata  pada materi penjumlahan adalah 81, pada pengurangan adalah 83,09, pada perkalian78,38 dan pembagian pecahan bentuk aljabar 93. Dengan demikian maka pembelajaran dengan metode Number Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa

    PENERAPAN MODEL CORE DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model CORE dengan pendekatan keterampilan metakognitif pada pembelajaran matematika terhadap kemampuan berpikir kritis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design, kemudian dipilih dua kelas yang setara ditinjau dari kemampuan akademiknya. Kedua kelompok kelas tersebut diberikan tes awal (pretes) dan tes akhir (postes). Untuk kelas pertama diberi perlakuan khusus dengan menggunakan model CORE dengan pendekatan keterampilan metakognitif (kelas eksperimen) dan kelas kedua tidak diberi perlakuan atau diberi perlakuan dengan pembelajaran biasa (kelas kontrol). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes kemampuan berpikir kritis. Tes yang di gunakan adalah tes tipe uraian yang terdiri dari 5 soal. Pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji-t (Independent  Sample  t-Test). Berdasarkan hasil analisis data didapatkan kesimpulan bahwa model CORE dengan pendekatan keterampilan metakognitif pada pembelajaran matematika berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kriti

    PERAN AGAMA DALAM MEWUJUDKAN TOLERANSI DI KOTA SERANG

    No full text
    Setiap agama pasti mengajarkan kebaikan kepada setiap pengikut yang mengimaninya, oleh karena itu agama mempunyai aturan dan norma yang harus di taati oleh setiap pemeluknya. Masyarakat yang menganut agama harus mampu mencerminkan etika baik dalam kehidupan sehari-sehari, sebagai bentuk dari pengimplementasian dari aturan dan norma yang ada dalam agama itu sendiri. Toleransi merupakan upaya yang bisa dilakukan masyarakat Kota Serang dalam mewujudkan kerukunan kehidupan umat beragama, sehingga peran agama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis serta rukun ialah sebagai pedoman setiap umat manusia untuk pengendalian diri ditengah masyarakat dan hidup dalam jalan yang baik, teratur dan tentunya sesuai dengan syariat yang telah di tetapkan oleh setiap agama. Maka dari itu peran agama dalam konteks sosial masyarakat, sebagai transformasi sosial dari yang adanya konflik menjadi sesuatu yang lebih baik dan damai, sehingga agama mampu menjadi sarana dialog untuk kehidupan sosial manusia dalam menciptakan kerukunan dan ketentraman sosial. Agama mengedepankan tindakan preventif, persuasif, dan edukatif kepada umatnya, maka peran agama dalam penyelesaian konflik masyarakat dapat berupa pengingat bagi umatnya untuk hidup dalam kerukunan, ketentraman dan cinta kasih seperti yang diajarkan oleh semua agama seperti Kristen, Islam, Khatolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Masyarakat kota serang yang berkehidupan majemuk tentu memerlukan kerja sama dalam hal lintas agama guna mewujudukan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

    STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN MATERI GEOMETRI RUANG

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mencari strategi pembelajaran yang efektif dan efisien dalam mengajarkan materi geometri ruang bagi siswa kelas XII MIPA di SMA Negeri 1 Pabuaran dengan cara mengaktifkan siswa saat pembelajaran. Strategi dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan melalui 2 siklus dan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Untuk mengaktifkan siswa, peneliti menggunakan lembar kerja yang diberikan kepada siswa dalam kelompok besar dan kelompok kecil. Yang menjadi subjek pada penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas kelas XII MIPA 1 SMA Negeri 1 Pabuaran, sedang objeknya adalah pembelajaran materi geometri ruang pada mata pelajaran matematika yang diajarkan dengan cara mengaktifkan siswa dalam kelompok kecil dan kelompok besar. Dari penelitian yang diadakan dengan meneliti kondisi awal siswa yang diukur dengan alat tes tertulis dan hasil penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus terlihat adanya peningkatan hasil dalam menguasai materi geometri ruang. Peningkatan penguasaan materi ini dari siklus I siswa dapat meningkat sebesar 13 % dari kondisi awal sedang dari kondisi di siklus I setelah dilakukan tindakan pada siklus II meningkat sebear 26 %. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini maka peneliti merekomendasikan pada pemangku jabatan ataupun pelaksana pembelajaran dalam hal ini yaitu pengajar untuk mengajarkan materi pembelajaran dalam kelompok kecil dan dengan teknik mengaktifkan siswa

    142

    full texts

    267

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    jurnal.primagraha.ac.id
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇