jurnal.primagraha.ac.id
Not a member yet
267 research outputs found
Sort by
Effects the Style Of Teaching and Emotional Intelligence On Learning Outcomes Dribbling In Basketball Games
This study aims to determine the effects the style of teaching and emotional intelligence the results of dribbling in the game of basketball In addition, research also aims to determine the effect of motivation on both the teaching style. Teaching style in this study is the inclusion of teaching styles and self check style, and emotional intelligence to learn the emotional intelligence to learn high and low emotional intelligence. Research conducted at the MAN1 Medan academic year 2014/2015. The research method is an experiment with a 2x2 ftreatment by level design with sample size of 52 people. The results of this study are as follows:(1) overall there is a difference between teaching styles Inclusion and teaching styles Self Chek of dribbling in basketball games learning outcomes, (2) for students who have high emotional intellegence to learn, giving Inclusion teaching style to give a better effect than Self Check teaching style on learning outcomes dribbling in basketball games, (3) for students who have low emotional intellegence ,the provision of Self Check teaching style to give a better effect than the Inclusion of teaching styles to learning the dribbling in basketball games, and (4) there is interaction between the teaching style with emotional intelligence towards learning outcomes dribbling in basketball games
Development of Three Tier Test Instrument to Identify Students Misconceptions in Science Subject in Grade V
This study was designed to develop a three-level test instrument so that it can be used to evaluate student learning outcomes and assess students' understanding of concepts, not understand concepts or improve misconceptions in natural science subjects in the human circulatory system. This research was conducted until February 2020. The validation of the instrument was carried out on three validators, material experts, linguists, and calculation experts with an average level of eligibility obtained at 80.16% in the feasible category. Retrieval of research data was carried out at the Tangerang district genIUS School and obtained several students about misconceptions with the highest level of misconception occurring in the concept of the heart and lungs
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA KELAS IV DI SDN UNYUR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas IV dengan menggunakan media audiovisual pada mata pelajaran IPA di SDN Unyur. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), menggunakan dua siklus, terdiri dari beberapa tahap yaitu: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IVB SDN Unyur. Aktivitas siswa pada pra siklus 41% dengan kriteria kurang kemudian mengalami peningkatan sebesar 9% pada siklus I dengan persentase hasil belajar yaitu 50% dengan kriteria baik kemudian mengalami peningkatan lagi sebesar 31% pada siklus II dengan persentase hasil belajar yaitu 81% dengan kriteria sangat baik. Nilai rata-rata pada prasiklus 57,7 siklus I 70 dan meningkat pada siklus II 79,5. Ini membuktikan bahwa media audiovisual dalam pembelajaran IPA dengan materi alat indera manusia dapat meningkatkan hasil belajar siswa
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR MELALUI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF MAKE A MATCH: -
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dilakukan secara kolaboratif antara peneliti, observer, dan subjek yang diteliti. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada siswa kelas V melalui model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Nyapah 1 sebanyak 21 siswa. Penelitian ini dilakukan pada semester I tahun pelajaran 2018. Proses penelitian ini dilakukan dua siklus. Siklus pertama dua kali pertemuan, dan siklus kedua satu kali pertemuan. Setiap pertemuan terdiri dari empat tindakan utama yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.. Setiap akhir siklus diadakan tes menggunakan instrument soal. Hasil penelitian menunjukkan ketuntasan belajar pada siklus I sebesar 52,40% dengan nilai rata-rata 54,76. Pada siklus II dengan ketuntasan belajar mencapai 100% dan nilai rata-rata mencapai 75,24. Keaktifan siswa pada Siklus I sebesar 66,19. meningkat pada pada siklus II mencapai 90. Meningkatnya pelaksanaan pembelajaran, pada Siklus I skor pelaksanaan pembelajaran mencapai 72,8. pada siklus II dengan nilai rata-rata pembelajaran mencapai 90. Penelitian berkesimpulan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Matematika kelas V SDN Nyapah 1 Kecamatan Walantaka Kota Serang. Pembelajaran Make A Match telah mampu meningkatkan daya tarik interpersonal diantara siswa yang semula memiliki prasangka kurang baik, dengan pengalaman tersebut telah meningkatkan interaksi kelompok baik dalam pengajaran di kelas maupun dalam hubungan sosial diluar kelas
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOSIODRAMA SISWA KELAS V SD ISLAM AL AZHAR 10 SERANG: -
Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas V SDI Al Azhar 10 Serang. Jumlah siswa kelas V sebanyak 38 siswa yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan. Langkah awal yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian tindakan kelas yaitu mengamati pembelajaran kemampuan berbicara Bahasa Indonesia siswa kelas V SDI Al Azhar 10 Serang. Dalam penelitian awal ini, guru bekerjasama dengan guru untuk mengetahui hasil awal kemampuan berbicara siswa. Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam pembelajaran tersebut adalah dengan memberikan tugas kepada siswa untuk menulis deskripsi tentang kegemarannya. Kemudian siswa diminta untuk membacanya dalam hati. Setelah itu, satu per satu dari siswa maju ke depan mendeskripsikan diri siswa secara lisan tanpa membawa teks yang telah siswa buat sebelumnya. Berdasarkan pengamatan tersebut, ditemukan permasalahan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya dalam hal berbicara. Banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengungkapkan pendapat ke dalam kalimat yang benar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti di pada siswa kelas V SDI Al Azhar 10 Serang, yaitu ketika peneliti mengajarkan pelajaran Bahasa Indonesia dengan materi menyampaikan gagasan dari sebuah karangan yang ditulisnya, siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan gagasan dari karangannya. Rendahnya kemampuan berbicara siswa sangat terlihat dalam proses pembelajaran. Peneliti melihat dari 38 siswa yang di beri intruksi untuk menyampaikan gagasan dari sebuah karangan, hanya ada 9 siswa (23,68%) yang berani dan mampu menyampaikannnya dengan tepat dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dengan menerapkan metode sosiodrama melalui pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V SD Islam Al Azhar 10 Serang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi kemampuan awal peneliti bersama guru kelas 38 orang dari 26 orang siswa terdapat 5 siswa yang mampu berbicara dengan persentase (13,1%) dan 33 siswa yang belum mampu berbicara dengan persentase (86,9%), dengan nilai rata-rata kelas 23,68
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS: -
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: hubungan antara efikasi diri dan motivasi belajar dengan hasil belajar IPS baik secara terpisah dan simultan. Penelitian dilakukan pada siswa SDN Kananga 2 Kabupaten Pandeglang pada tahun 2016 dengan 30 sampel diambil dengan menggunakan sampling jenuh. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah teknik statistik regresi dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara: (1) efikasi diri dengan hasil belajar IPS, (2) efikasi diri dengan hasil belajar IPS, (3) efikasi diri, motivasi belajar dengan Hasil Belajar IPS. Implikasinya hasil belajar IPS dapat ditingkatkan dengan memperbaiki efikasi diri, hasil belajar IPS dapat ditingkatkan dengan memperbaiki motivasi belajar dan hasil belajar IPS dapat ditingkatkan dengan memperbaiki efikasi diri dan motivasi belajar. Dalam kegiatan pembelajaran IPS guru hendaknya berusaha untuk membangkitkan motivasi belajar dan efikasi diri anak didiknya agar hasil belajar IPS meningkat. Untuk membangkitkan motivasi belajar dan efikasi diri, maka guru harus mempunyai berbagai model, metode, atau teknik pembelajaran yang luas, sehingga dalam pembelajaran IPS tidak monoton dan menyenangkan bagi anak didik
KONSEP PEMBANGUNAN SMART APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) MENUJU WORLD CLASS BUREAUCRACY TAHUN 2045
Konsep Pembangunan Smart Aparatur Sipil Negara (ASN) Menuju World Class BureaucracyTahun 2045. Persaingan global saat ini masuk dalam ranah digital, termasuk pada sistem pemerintahan.Indonesia, tak terkecuali, juga ikut dalam arus revolusi industri 4.0 tersebut. Setiap ASN dalam hal inidipaksa untuk adaptif terhadap teknologi agar kinerja pelayanan lebih cepat, akurat, dan efisien.Sementara, Indonesia saat ini berada di peringkat ke-77 dari 119 negara dalam Global TalentCompetitiveness Index, dengan nilai 38,04. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengembangansumber daya aparatur melalui orientasi, pemberdayaan, pendidikan dan pelatihan serta mengembangkanfaktorfaktor yang memengaruhi untuk membangun smart aparatur sipil negara menuju birokrasiberkelas dunia. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif, yaitu penelitianyang memaparkan dan bertujuan untuk memberikan gambaran serta penjelasan variabel yang diteliti.Teknik analisis data menggunakan teknik Maththew B. Miles dan Michael Huberman, (2007: 16), yangterdiri dari 4 komponen: pengumpulan data: reduksi data, penyajian dan pengambilan simpulan.Hasilnya menunjukkan bahwa: (1) Aparatur Sipil Negara harus menguasai teknologi, bahkanberkemampuan merekayasa berbagai aplikasi untuk informasi pelayanan kepada masyarakat; (2)memiliki rasa nasionalisme kebangsaan dan mampu mengimplementasikan asas-asas umumpemerintahan yang baik; (3) memiliki rasa empati dan tanggung jawab; (4) perlu faktor pendukungdalam pengembangan sumber daya aparatur secara berkelanjutan dan komprehensif; (5) mampumerumuskan visi dan nilai-nilai yang dapat mendesain ulang pekerjaan untuk seleksi dan penilaiandalam melakukan penempatan sesuai dengan penerapan sistem manajemen kinerja
PENINGKATAN ECOLITERACY SISWA DALAM PEMANFAATAN SAMPAH DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ecoliteracy siswa dalam pemanfaatan sampah dengan menggunakan model pembelajaran project based learning (PJBL) pada pembelajaran IPS. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (a). Adapun desain yang digunakan yaitu model Kemmis dan Mc.Taggart dengan langkah-langkah yaitu : (1). Perencanaan (Planning). (2). Aksi atau tindakan (Acting). (3). Observasi (observing). (4). Refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan di kelas (V) Sekolah dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu instrument lembear kerja observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunujukan bahwa terjadi peningkatan ecoliteracy siswa pada siklus I dan II. Pada siklus I, sekitar 63% tergolong siswa memiliki kemampuan ecoliteracy yang tinggi, 9% tergolong memiliki kemampuan ecoliteracy sedang dan 28 % tergolong memuliki kemampuan yang rendah. Pada siklus I, mengalami peningkatan yang signifikan, sekitar 90% siswa tergolong memiliki kemampuan ecoliteracy tinggi, 6% tergolong memiliki kemampuan ecoliteracy sedang dan 4% memiliki kemampuan ecoliteracy yang rendah. Rata-rata nilai kemampuan ecoliteracy pada siklus I sebesar 87,6 dan siklus II meningkat menjadi sebesar 78,2. Adapun nilai kreativitas siswa pada siklus I sebesar 73,2 dan siklus II meningkat menjadi 89%.
 
ANALISIS KEMAMPUAN SOSIOLINGUISTIK DAN STRATEGI SISWA PADA MATERI PECAHAN
Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan sosiolinguistik dan strategi siswa pada materi pecahan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas IV di SDN Sukaratu 1, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang Tahun Ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif berjenis studi kasus. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan sosiolinguistik dan strategi siswa pada materi pecahan berbeda-beda. Beberapa siswa mampu untuk menjelaskan dan menuliskan kemampuan sosiolinguistik dan strategi yang dimilikinya dan beberapa siswa pun tidak mampu untuk menjelaskan dan menuliskan kemampuan sosiolinguistik dan strategi yang dimilikinya.
 
PENINGKATAN KREATIFITAS DAN INISIATIF GURU MELALUI MODEL E-LEARNING DENGAN MEDIA VIDEO DI SEKOLAH DASAR NEGERI KUBANG KEMIRI KOTA SERANG TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Model e-learning merupakan pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui penggunaan model e- learning dengan media video dapat meningkatkan kreatifitas dan inisiatif guru di SDN Kubang Kemiri Kota Serang tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas atau PTK yang berasal dari bahasa inggris yaitu Classroom Research Action. Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi dan refleksi, dan dilakukan minimal dalam dua siklus. Pada siklus I, kreatifitas dalam penyusunan RPP mencapai rerata 69% dari indikator keberhasilan yaitu 85%, inisiatif pengelolaan pembelajaran daring mencapai rerata 76% dari indikator keberhasilan yaitu 85%, keaktifan siswa mencapai rerata 71% dari indikator keberhasilan yaitu 85%, dan nilai siswa mencapai rerata 70,4% dari indikator keberhasilan yaitu 75%. Pada siklus II, kreatifitas dalam penyusunan RPP mencapai rerata 87% dari indikator keberhasilan yaitu 85% dan dikatakan tuntas, inisiatif pengelolaan pembelajaran daring mencapai rerata 88% dari indikator keberhasilan yaitu 85% dan dikatakan tuntas, keaktifan siswa mencapai rerata 88% dari indikator keberhasilan yaitu 85% dan dikatakan tuntas, dan nilai siswa mencapai rerata 80% dari indikator keberhasilan 75% dan dikatakan tuntas