Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung
Not a member yet
    1631 research outputs found

    HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGGUNAAN VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN HASIL BELAJAR KOGNITIF SISWA KELAS XI TSM SMKN 2 TULUNGAGUNG

    Full text link
    Abstrak Kualitas hasil belajar kognitif siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, di antaranya lingkungan keluarga dan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lingkungan keluarga dan penggunaan video pembelajaran terhadap hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran Pemeliharaan Sasis Sepeda Motor kelas XI TSM di SMKN 2 Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel sebanyak 83 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi nilai raport, serta dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan program SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara lingkungan keluarga dengan hasil belajar kognitif siswa (r = 0,292; p = 0,007), serta antara penggunaan video pembelajaran dengan hasil belajar kognitif siswa (r = 0,254; p = 0,021). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai Sig. F Change sebesar 0,004 dan nilai R sebesar 0,304. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dan pemanfaatan media video pembelajaran secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa. Oleh karena itu, perlu peran aktif keluarga serta optimalisasi media pembelajaran berbasis video untuk mendukung keberhasilan akademik siswa SMK. Kata kunci: hasil belajar, lingkungan keluarga, SMK, TSM, video pembelajaran

    ANALISIS FLEKSIBILITAS REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HIMPUNAN DITINJAU DARI GAYA BELAJAR KOLB

    Full text link
    The ability to flexibly use mathematical representations is a crucial aspect of mathematics learning, particularly in solving problems through intra- and inter-representational transformations. However, the influence of learning styles on representational flexibility remains underexplored. This study aims to analyze students' mathematical representational flexibility in solving set problems based on Kolb's learning styles (Accommodator, Assimilator, Diverger, and Converger). A descriptive qualitative approach was employed, involving 12 eighth-grade students selected through a Kolb learning style questionnaire. Data were collected using a mathematical representation flexibility test, semi-structured interviews, and documentation. The research instruments included test sheets and interview guidelines, analyzed using the Miles and Huberman model. The findings revealed that Accommodator students excel in recognition and treatment but are limited in conversion, while Assimilator students demonstrate high flexibility in conversion. Diverger students are strong in recognition, whereas Converger students show excellent initial visualization but need reinforcement in treatment. Teachers are encouraged to implement learning strategies tailored to student's learning styles to enhance their representational flexibility. Future research should explore other mathematical topics or different educational levels

    UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI PENDEKATAN TaRL PADA PELAJARAN IPA KELAS VII SMPN 1 JOMBANG

    Full text link
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPA materi ekologi dan keanekaragaman hayati melalui pendekatan TaRL. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan 31 peserta didik sebagai subjek penilitian. Deskriptif kuantitatif dengan indikator keberhasilan 75% peserta didik yang tuntas secara klasikal merupakan teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran IPA materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati dengan menggunakan pendekatan TaRL dalam proses pembelajarannya. Peningkatan antara pra-siklus dan siklus I sebesar 29,1%, sedangkan peningkatan antara siklus I dan siklus II  sebesar 25,8%. Peningkatan hasil belajar antara pra-siklus ke siklus II sebesar 54,9%, dengan presentase ketuntasan klasikal peserta didik pada siklus II sebesar 77,4% yang dapat dikategorikan tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan TaRL pada pelajaran IPA materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik

    ANALISIS KESALAHAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL GERAK PARABOLA MENGGUNAKAN LANGKAH-LANGKAH I SEE

    Full text link
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi profil kesalahan dan penyebab kesalahan dalam menyelesaikan soal gerak parabola. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode survei. Instrumen penelitian menggunakan tes uraian dan pedoman wawancara. Sampel tes uraian yaitu kelas XI B dengan jumlah 26 peserta didik, sedangkan informan wawancara berjumlah 6 peserta didik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil analisis data menunjukkan bahwa profil kesalahan peserta didik yaitu identifikasi konsep sebesar 64,23%, menyusun solusi sebesar 73,59%, melaksanakan solusi sebesar 79,42%, dan mengevaluasi jawaban sebesar 87,18%. Adapun penyebab kesalahan peserta didik yaitu peserta didik belum memahami dan bingung dengan konsep, tidak tahu cara menuliskan konsep, tidak terbiasa menuliskan konsep, kurang teliti melihat soal, tidak terbiasa dan lupa menuliskan variabel target, terburu-buru sehingga cuma bisa gambar seadanya, tidak tahu cara membuat diagram bebas, tidak sempat membuat diagram bebas karena kehabisan waktu, salah menangkap maksud soal, lupa mengubah satuan ke satuan SI, lupa menuliskan simbol fisika, tidak tahu simbol fisika, tidak tahu persamaan fisika, tidak bisa membedakan simbol fisika, lupa persamaan fisika, tidak dapat membedakan persamaan fisika, tidak tahu sudut istimewa, kurang teliti dalam operasi perhitungan dan menulis satuan, terburu-buru ketika mengoreksi, merasa yakin dengan jawaban, dan tidak terbiasa mengoreksi

    PENGEMBANGAN E-LKPD BERBASIS INQUIRY LEARNING PADA MATERI PENCEMARAN AIR DALAM MENUMBUHKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI SAINS SISWA SMP KELAS VII

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat validasi dan kepraktisan E-LKPD berbasis Inquiry Learning Pada Materi Pencemaran Air dalam Menumbuhkan Keterampilan Komunikasi Sains Siswa SMP kelas VII. Hal tersebut berdasarkan hasil wawancara pada salah satu sekolah di Kota Serang yaitu SMPN 14 Kota Serang, terdapat masalah yang menjadi dasar dalam penelitian dan pengembangan ini yaitu keterampilan komunikasi sains yang dimiliki siswa masih tergolong rendah. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research and Development (RD) menurut Thiagarajan (1974) yang dibatasi hanya sampai pada tahapan develop sesuai dengan kebutuhan peneliti dan menguji coba terbatas kepada siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar angket validasi ahli materi, ahli bahan ajar dan praktisi serta lembar angket respon siswa yang digunakan untuk menilai tingkat kepraktisan bahan ajar E-LKPD yang dikembangkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ahli materi mendapatkan persentase sebesar 78,35% dengan kategori valid, validator ahli bahan ajar mendapatkan nilai persentase sebesar 85% dengan kategori sangat valid, dan praktisi mendapatkan persentase sebesar 90,9% dengan kategori sangat valid. Serta untuk hasil dari respon siswa mendapatkan nilai persentase sebesar 72,3% dengan kategori baik, sehingga penggunaan bahan ajar E-LKPD berbasis inquiry learning pada materi pencemaran air dinilai valid dan praktis untuk digunakan oleh siswa dalam proses pembelajaran

    PENGEMBANGAN MEDIA POP-UP BOOK BERBANTUAN MAGIC CARD DENGAN MATERI TATA SURYA SEBAGAI UPAYA MELATIH KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA

    Full text link
    Beberapa sekolah yang ada di Kota Serang masih memiliki hasil belajar siswa dalam ranah kognitif yang tergolong rendah, karena banyak siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM. Di dalam proses pembelajaran IPA, siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi tata surya, salah satu penyebab dari permasalahan tersebut adalah tidak adanya media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat validitas media pop-up book berbantuan magic card dengan materi tata surya, dan untuk mengetahui respon siswa terhadap media pop-up book berbantuan magic card dengan materi tata surya untuk melatih kemampuan kognitif siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau disebut dengan model Research Defelopment (RD). Penelitian yang akan dilakukan merupakan penelitian dengan jenis pengembangan, dengan menggunakan model 4D (Four D), instrument yang digunakan berupa instrument wawancara, instrument angket validasi dan instrument angket respon siswa. Subjek penelitian ini terdiri dari ahli media, materi dan praktisi. Sedangkan sampelnya menggunakan 54 siswa. Tingkat validitas dari media pop-up book berbantuan magic card mencapai nilai presentase sebesar 92,62% dalam kategori “Sangat Valid”, sedangkan hasil dari respon siswa menunjukkan nilai persentase sebesar 89,05% yang termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.  Media pop-up book yang dikembangkan secara teoritis mampu membantu peningkatan kemampuan kognitif siswa, dan layak untuk diterapkaan

    PENGEMBANGAN E-BOOK BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENUMBUHKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TEMA BAHAYA MEROKOK

    Full text link
    Penelitian ini didasari oleh minimnya pengembangan bahan ajar berbasis pendekatan saintifik. Penelitian ini untuk mengetahui tingkat kevalidan e-book berbasis pedekatan saintifik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis. Memakai metode RnD model 4D yang dialterasi oleh Thiagaradjan. Penelitian dilaksanakan dengan bagian define, design dan develop. Instrumen yang dipakai yaitu lembar validasi oleh dosen asli materi, dosen ahli media dan guru IPA SMP di tiga sekolah berbeda yaitu SMPN 5 Rangkasbitung, SMPN 10 Kota Serang dan SMPN 6 Pasarkemis. Hasil memperlihatkan bahwa proses pengembangan e-book dikerjakan menggunakan tiga tahapan seperti identifikasi masalah (define), menghasilkan produk (design) dan mendapatkan kelayakan produk (develop). Tingkat kelayakan e-book berbasis pendekatan saintifik untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis tema bahaya merokok memperoleh tolak ukur sangat valid dari ahli materi (85,19%), ahli media (91,66%) dan guru IPA SMP (83,48%). Sehingga nilai keseluruhan mendapatkan 86,78% yang termasuk kategori sangat valid, sehingga produk e-book dinyatakan sangat valid untuk proses pembelajaran

    THE EFFECT OF CASE-BASED LEARNING WITH AUGMENTED REALITY ON BIOLOGY LEARNING OUTCOMES AND CRITICAL THINKING AT SMAN 14 SAMARINDA

    Full text link
    This study aims to determine the effect of case-based learning model with augmented reality media on cognitive learning outcomes and critical thinking skills in biology learning material on environmental change and preservation of class X students of SMAN 14 Samarinda. The research method used was quasi experimental design in the form of non-equivalent control group with a total sample of 54 students from 2 different classes. Data analysis techniques using N-Gain test and independent sample t-test. The results of data analysis showed that on learning outcomes with the N-Gain test the control class had an average of 0.45 with a moderate category and the experimental class with an average of 0.61 with a moderate category. The results of the independent sample t-test test showed a sig value. (2-tailed) 0.001 for critical thinking skills, the value is smaller than 0.05 so it can be concluded that there is an effect of the case-based learning model with augmented reality media on learning outcomes and critical thinking skills in biology learning material on environmental change and preservation of class X students of SMAN 14 Samarinda

    PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL (EQ) DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN SISTEM SUSPENSI SISWA SMKN 1 NGULING

    No full text
    Pengaruh antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran sistem suspensi siswa kelas X1 TKR SMKN 1 Nguling, menguji ada tidaknya pengaruh signifikan antara kecerdasan emosional dan motivasi belajar terhadap hasil belajar uji asumsi klasik dan hipotesis Penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti minat, motivasi belajar, intensitas belajar, kreativitas, disiplin belajar, dan pemilihan program kompetensi dapat berkontribusi pada hasil belajar siswa dalam mata pelajaran sistem suspensi. Memahami hubungan antara motivasi dan kinerja akademis sangat penting bagi para pendidik untuk mengembangkan strategi pengajaran yang efektif yang meningkatkan prestasi siswa.Berdasarkan hasil uji analisis sederhana menggunakan uji y terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional dan hasil belajar terhadap Hasil Belajar siswa di SMKN 1 Nguling dengan nilai 4,554. Mengindikasikan bahwa variabel Kecerdaasan Emosional dan Motivasi Belajar memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Hasil Belajar siswa kelas XI Jurusan Teknik Kendaraan di SMK Negeri 1 Ngulin

    STUDI KASUS KEBERMINATAN SISWA SMK UNTUK MELANJUTKAN STUDI KE UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI PROGRAM STUDI PVTO

    Full text link
    This research aims to find out (1) why students' interest in continuing to college is lacking, (2) the factors behind the lack of interest of vocational students to continue to college, (3) find ways to make vocational students want to continue to college. This research is a descriptive qualitative research with a case study approach. There were 59 informants in this study. The data collection technique used purposive sampling and snowball sampling. The data collection process used in-depth interviews, observation, and documentation. The data analysis technique uses Milles and Huberman's interactive analysis model with data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The validity of the data used is trustworthiness, transferability, dependability, and certainty. The results showed that (1) there are still vocational students who are interested in continuing to college so that their interest is there, not less. (2) the factors behind the lack of interest of vocational students to continue to college include (a) internal factors in the form of willingness and academic success. (b) external factors such as cost, family environment, and school environment. (3) The ways to make high school students interested in continuing to college are (a) Conducting separate socialization of automotive technology vocational education study programs. (b) Cooperate with the school. (c) Creating a mentored class. (d) Creating interesting activities. (e) Provide scholarships. (f) Doing social media branding.Keywords: Interest,Vocational Students, Continuing Their Studie

    1,568

    full texts

    1,631

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online STKIP PGRI Tulungagung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇