JURNAL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Not a member yet
3382 research outputs found
Sort by
SISTEM KEAMANAN KEBOCORAN GAS BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN FITUR PEMADAMAN KOMPOR OTOMATIS
LPG (Liquefied Petroleum Gas) leakage is a major problem that has the potential to trigger fires and explosions. An Internet of Things (IoT)-based security system offers an innovative solution to detect and prevent gas leaks by sending automatic notifications and providing responses. In this study, MQ-6 gas sensors along with fan actuators and circuit breaker relays are used in the gas leak detection system. The level of leakage and ambient temperature are used in the fuzzy logic decision-making process. Fan activation, and WhatsApp notifications are the results. The system was tested to ensure that the leak detection and automatic response were successful. The test results showed that the system has the ability to handle leaks quickly and accurately.Kebocoran gas LPG merupakan masalah yang cukup serius karena dapat menyebabkan kebakaran bahkan ledakan jika tidak segera ditangani. Untuk mencegah hal tersebut, sistem keamanan berbasis Internet of Things (IoT) dapat menjadi solusi yang efektif. Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kebocoran gas secara otomatis dan memberikan respons cepat melalui notifikasi dan aksi langsung. Dalam penelitian ini, digunakan sensor gas MQ-6 untuk mendeteksi kadar gas LPG di udara, serta motor servo sebagai aktuator yang akan bergerak untuk melepaskan regulator gas jika kondisi dinyatakan berbahaya. Sistem juga mempertimbangkan suhu lingkungan sebagai salah satu parameter dalam proses pengambilan keputusan menggunakan logika fuzzy. Ketika tingkat kebocoran mencapai ambang batas bahaya, sistem akan memproses data menggunakan metode fuzzy logic dan menghasilkan tindakan berupa pergerakan motor servo serta pengiriman notifikasi ke WhatsApp pengguna
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN SAK EMKM PADA CV KARUNIA DI KABUPATEN BANYUASIN
Laporan keuangan adalah komponen krusial dalam mengevaluasi performa dan keadaan finansial suatu perusahaan, termasuk UMKM. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk menyusun laporan keuangan untuk CV Karunia yang berada di Kabupaten Banyuasin. Metode yang diterapkan adalah dokumentasi dan wawancara untuk mengumpulkan data transaksi keuangan dalam satu periode. Penyusunan laporan keuangan dilakukan melalui beberapa langkah, mulai dari pencatatan transaksi, pengelompokan akun, penyusunan catatan transaksi khusus, rekap akun, daftar saldo akun hingga penyusunan dokumen keuangan akhir periode. Hasil dari penelitian ini mencakup laporan pendapatan, neraca, laporan kas masuk dan keluar serta catatan tambahan. Proses pembuatan laporan keuangan ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi finansial pada CV Karunia serta menjadi landasan yang kokoh bagi pengambilan keputusan dan permohonan akses modal
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BERBASIS VBA (VISUAL BASIC FOR APPLICATIONS) PADA APOTIK HIKMAH JAYA
Perkembangan teknologi informasi telah mendorong pelaku usaha, termasuk sektor usaha kecil dan menengah (UKM), untuk mengadopsi sistem informasi yang terintegrasi guna mendukung efisiensi operasional. Apotik Hikmah Jaya masih menggunakan pencatatan manual dalam proses pembelian tunai, yang menimbulkan berbagai permasalahan seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan laporan, dan kesulitan dalam memantau arus pembelian serta stok barang. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perancangan sistem informasi akuntansi pembelian tunai berbasis Visual Basic for Applications (VBA) yang terintegrasi dengan Microsoft Excel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem yang mampu mencatat transaksi pembelian, mengelola data supplier dan barang, serta menghasilkan laporan pembelian secara otomatis dan terstruktur. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall, yang mencakup tahapan analisis, perancangan, pengkodean, pengujian,implementasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di lokasi penelitian. Hasil dari perancangan sistem ini menghasilkan fitur-fitur utama seperti form login, input pembelian, pengelolaan data supplier, pencatatan stok barang, serta rekap laporan pembelian. Sistem ini mampu meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi pembelian, mengurangi kesalahan input, dan mempercepat proses pelaporan. Implementasi sistemini diharapkan dapat mendukung pengelolaan administrasi pembelian di Apotik Hikmah Jaya secara lebih efektif, akurat, dan profesional
Pengaruh Suhu Pada Proses Sintesis Etanol dan Furfural Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) Menggunakan Deep Eutectic Solvents (DES)
AbstrakTandan kosong kelapa sawit (TKKS) adalah limbah dengan kandungan lignuselulosa yang tinggi, hal tersebut menghambat kemampuannya untuk diproduksi menjadi bioethanol. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kandungan lignin pada TKKS melalui proses pretreatment menggunakan Deep Eutectic Solvent (DES). DES disintesis dari campuran Kolin Klorida, Asam Oksalat, dan Etilen Glikol (CH:OA:EG) sebagai donor dan akseptor ikatan hidrogen. Pretreatment dilakukan selama 180 menit dengan variasi suhu 80, 100, 120, dan 140ยฐC. Analisis lignin menggunakan metode National Renewable Energy Laboratory (NREL), furfural ditentukan dengan spektrofotometri UV-Vis, sedangkan bioetanol menggunakan HPLC. Hasil menunjukkan bahwa kondisi optimum dicapai pada suhu 140ยฐC dengan kandungan lignin tersisa 17,79%, glukosa 3,05%, bioetanol 21.896 ppm (2,19%), dan furfural 0,34%. Penurunan lignin ini menunjukkan efektivitas DES dalam memecah struktur lignoselulosa TKKS sehingga meningkatkan ketersediaan gula sederhana untuk produksi bioetanol. Dengan demikian, metode ini berpotensi mendukung pemanfaatan limbah perkebunan sawit menjadi produk bernilai tambah sekaligus mendukung pengembangan energi terbarukan.
Kata kunci:TKKS, Bioetanol, Furfural, DES, Pretreatmen
PENGARUH VARIASI SELIMUT BETON TERHADAP KUAT LENTUR BALOK BERTULANG BAJA RINGAN PROFIL C
Concrete is one of the most widely used construction materials due to its ease of production and relatively low cost. However, it has several drawbacks, such as brittleness and low tensile strength. This study aims to investigate the effect of concrete cover thickness on the flexural strength of reinforced concrete beams using cold-formed steel C-profile reinforcement. The specimens were concrete beams measuring 150 ร 150 ร 700 mm with six variations: a control beam (B0) and beams with cover thicknesses of 8.6 mm (B1), 30 mm (B2), 45 mm (B3), 60 mm (B4), and 75 mm (B5). After 28 days of curing, the specimens were tested for compressive strength and flexural strength. The results indicate that increasing the cover thickness leads to a reduction in flexural strength. The highest average flexural strength was obtained at 8.6 mm cover thickness (13.1 MPa), while the lowest was observed at 75 mm cover thickness (5.9 MPa). Therefore, the use of cold-formed steel C-profile reinforcement can improve beam performance, but the cover thickness must be carefully considered to achieve optimal flexural strengthBeton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena kemudahan produksi dan biaya yang relatif rendah, namum memiliki kelemahan berupa sifat getas dan kuat tarik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi tebal selimut beton terhadap kuat lentur balok beton dengan penambahan tulangan baja ringan profil C. Benda uji berupa balok beton berukuran 150x150x700 mm dengan enam variasi, yaitu balok beton normal (B0) dan balok dengan tebal selimut beton 8,6 mm (B1), 30 mm (B2), 45 mm (B3), 60 mm (B4), serta 75 mm (B5). Pengujian dilakukan setelah beton berumur 28 hari meliputi uji kuat tekan dan uji lentur. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tebal selimut beton, kuat lentur yang dihasilkan semakin menurun. Nilai kuat lentur rata-rata tertinggi diperoleh pada selimut beton 8,6 mm sebesar 13,1 Mpa, sedangkan nilai terendah pada selimut 75 mm sebesar 5,9 Mpa. Dengan demikian, penggunaan baja ringan profil C sebagai tulangan dapat meningkatkan kinerja balok, namun tebal selimut beton perlu diperhatikan agar tetap mendukung kekuatan lentur yang optimal
Apakah Likuiditas, Leverage, dan Ukuran Perusahaan Mempengaruhi Nilai Perusahaan? Bukti Empiris pada Sektor Perbankan di BEI: Do Liquidity, Leverage, and Firm Size Affect Firm Value? Empirical Evidence from the Banking Sector on the IDX
This study aims to examine the effect of liquidity, leverage, and firm size on firm value in the banking sector listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020โ2024 period. Firm value is considered one of the key indicators for investors in assessing a companyโs performance and prospects. The research population consists of 47 banks, of which 35 were selected as samples using a purposive sampling method based on specific criteria. Data were obtained from annual financial statements and analyzed using multiple linear regression. The results show that liquidity, leverage, and firm size simultaneously have a significant effect on firm value. Partially, leverage and firm size have a significant effect, while liquidity does not significantly affect firm value. These findings highlight that maintaining a sound capital structure and ensuring sustainable asset growth are key factors in enhancing firm value in the banking sector. From a theoretical perspective, this study contributes to the literature on the determinants of firm value, particularly in the Indonesian banking industry, by emphasizing the critical role of leverage and firm size as major determinants. From a practical standpoint, the findings provide useful insights for bank management in designing optimal capital structure strategies, strengthening quality asset growth, and maintaining liquidity efficiency to attract investors. For investors, these results serve as a guideline to pay closer attention to leverage ratios and firm size before making investment decisions, as both are proven to contribute to fluctuations in market value
The RANCANG BANGUN SASIS JENIS TANGGA PADA KENDARAAN LISTRIK RODA 3
Several factors that need to be considered in the manufacture of 3-wheeled electric vehicles include vehicle weight, motor selection and control system. These three aspects affect the energy consumption of electric cars. The heavier the vehicle, the greater the energy needed to move it, so that in making a car, the vehicle weight is expected to be not too heavy but also strong and sturdy. This study focuses on discussing the design and construction of the frame on a 3-wheeled electric car. The type of chassis used in 3-wheeled electric vehicles is a ladder chassis type. The research method used is simulation and experimentation of the design and tools that have been made. The material used is 25x25 mm hollow aluminum 6061 with a more efficient design that has a ground clearance of 128 mm. The final result of this study is the total weight of the chassis reaches 20 kg, while the chassis resistance is able to withstand a maximum load of 70 kg.Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dama pembuatan kendaraan listrik roda 3 antara lain berat kendaraan, pemilihan motor, dan sistem kendali. Ketiga aspek tersebut mempengaruhi konsumsi energi mobil listrik. Semakin berat kendaraan maka semakin besar pula energi yang dibutuhkan untuk menggerakkannya, sehingga dalam pembuatan mobil diharapkan bobot kendaraan tersebut seringan mungkin namun juga kuat dan kokoh. Penelitian ini akan fokus membahas mengenai perancangan dan konstruksi kerangka pada mobil listrik roda 3 menggunakan jenis tangga. Material yang digunakan yaitu aluminium 6061 hollow ukuran 25x25 mm dengan desain yang lebih efisien yang memiliki ground clearance 128 mm. Hasil akhir pada penelitian ini adalah berat total sasis mencapai 20 kg, sedangkan untuk ketahanan sasis yaitu mampu menahan beban maksimal sebesar 70 kg
KAJIAN TERMODINAMIKA ETANOL SEBAGAI REFRIGERAN PADA SIKLUS KOMPRESI UAP
Pencarian refrigeran alternatif yang ramah lingkungan terus menjadi prioritas utama dalam industri pendingin dan tata udara, didorong oleh kebutuhan untuk menggantikan refrigeran konvensional yang memiliki Potensi Pemanasan Global (GWP) tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap karakteristik kinerja termodinamika etanol sebagai refrigeran alternatif dibandingkan dengan refrigeran konvensional, yaitu R22, R134a, R32, dan R290. Analisis dilakukan berdasarkan data kinerja yang diperoleh dari sistem refrigerasi kompresi uap standar. Parameter utama yang dievaluasi adalah Koefisien Performansi (COP) sebagai fungsi dari temperatur evaporator dan efisiensi isentropik kompresor sebagai fungsi dari COP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai COP untuk semua fluida kerja meningkat secara linear dengan kenaikan temperatur evaporator. Menariknya, pada temperatur evaporator yang sama, etanol menunjukkan nilai COP sistem yang sangat sebanding dengan keempat refrigeran konvensional lainnya. Namun, analisis lebih lanjut pada kinerja kompresor mengungkapkan perbedaan yang signifikan. Untuk setiap nilai COP yang dicapai, efisiensi isentropik kompresor saat menggunakan etanol secara konsisten jauh lebih rendah, dengan penurunan efisiensi tercatat sekitar 15-20% dibandingkan dengan refrigeran lainnya. Penurunan efisiensi kompresor ini mengindikasikan bahwa untuk menghasilkan efek pendinginan yang sama, kompresor memerlukan input kerja aktual yang lebih besar saat menggunakan etanol. Hal ini berpotensi menyebabkan konsumsi energi keseluruhan yang lebih tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun etanol menunjukkan COP sistem yang sebanding, kinerjanya secara signifikan terdegradasi oleh inefisiensi pada tahap kompresi, menjadikannya alternatif yang kurang efisien dibandingkan R22, R134a, R32, dan R290 dalam kondisi operasi yang diuji.Pencarian refrigeran alternatif yang ramah lingkungan terus menjadi prioritas utama dalam industri pendingin dan tata udara, didorong oleh kebutuhan untuk menggantikan refrigeran konvensional yang memiliki Potensi Pemanasan Global (GWP) tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif terhadap karakteristik kinerja termodinamika etanol sebagai refrigeran alternatif dibandingkan dengan refrigeran konvensional, yaitu R22, R134a, R32, dan R290. Analisis dilakukan berdasarkan data kinerja yang diperoleh dari sistem refrigerasi kompresi uap standar. Parameter utama yang dievaluasi adalah Koefisien Performansi (COP) sebagai fungsi dari temperatur evaporator dan efisiensi isentropik kompresor sebagai fungsi dari COP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai COP untuk semua fluida kerja meningkat secara linear dengan kenaikan temperatur evaporator. Menariknya, pada temperatur evaporator yang sama, etanol menunjukkan nilai COP sistem yang sangat sebanding dengan keempat refrigeran konvensional lainnya. Namun, analisis lebih lanjut pada kinerja kompresor mengungkapkan perbedaan yang signifikan. Untuk setiap nilai COP yang dicapai, efisiensi isentropik kompresor saat menggunakan etanol secara konsisten jauh lebih rendah, dengan penurunan efisiensi tercatat sekitar 15-20% dibandingkan dengan refrigeran lainnya. Penurunan efisiensi kompresor ini mengindikasikan bahwa untuk menghasilkan efek pendinginan yang sama, kompresor memerlukan input kerja aktual yang lebih besar saat menggunakan etanol. Hal ini berpotensi menyebabkan konsumsi energi keseluruhan yang lebih tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun etanol menunjukkan COP sistem yang sebanding, kinerjanya secara signifikan terdegradasi oleh inefisiensi pada tahap kompresi, menjadikannya alternatif yang kurang efisien dibandingkan R22, R134a, R32, dan R290 dalam kondisi operasi yang diuji
Investigasi Kerusakaan Screw pada Mesin Expeller di Pabrik Kelapa Sawit PT. Hindoli Mill Sungai Lilin
Penelitian ini diambil dikarenakan terjadi kerusakaan pada mesin expeller yang terdapat di komponen screw expeller yang sering haus, penelitian bertujuan menganalisa faktor penyebab terjadinya keausan dan patah pada screw expeller di mesin press, mengetahaui material yang lebih tepat pada screw expeller, mengetahui keausan hasil pengujian dari hasil pengujian screw, dan memperoleh angka kekerasan dan tekanan terhadap material dari screw. Metode yang dilakukan adalah observasi dan pengujian secara langsung, salah satu caranya menginvestigasi kerusakannya dengan cara melakukan beberapa pengujian yaitu pengujian keausan dan pengujian kekerasan. Dari pengujian tersebut didapatkan beberapa hasil yaitu bahan dari screw expeller adalah baja paduan rendah dengan material ASTM A485-1, hasil terbaik dari uji keausan tersebut adalah 0,000063225 mm3/kg.m, dan uji kekerasan menggunakan metode vickers dan hasil terbaik dari uji kekerasan tersebut adalah 175,1633102
Penerapan Data Mining Algoritma FP-Growth dalam Penjualan Ikan Laut
Perdagangan ikan laut memainkan peran penting dalam mendukung kebutuhan pangan dan ekonomi di banyak Negara, termasuk Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan dan kompleksitas perdagangan ikan laut, telah terjadi peningkatan volume data penjualan yang luar biasa. Pengolahan dan analisis data penjualan ikan laut yang semakin besar dan kompleks menjadi tantangan bagi pelaku industri, karena informasi yang relevan dan akurat penting dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat. Algoritma FP-Growth adalah algoritma alternatif dapat digunakan untuk menentukan kumpulan data yang paling sering muncul dalam kumpulan data. Algoritma FP-Growth menggunakan konsep tree building, yang biasanya disebut FP-Tree, dalam mencari set item yang sering alih-alih menggunakan pembuatan kandidat seperti yang dilakukan pada algoritma Apriori. Dengan menerapkan data mining dengan algoritma FP Growth dalam penjualan ikan laut, penelitian ini akan mengeksplorasi potensi besar yang terkandung dalam data penjualan ikan laut yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku industri perikanan dan masyarakat luas. Berdasarkan hasil penelitian mengenai analisis pola penjualan produk ikan laut di PT Subur Mekar Abadi dengan menggunakan algoritma FP-Growth menunjukkan bahwa dapat digunakan untuk mengoptimalkan manajemen stok produk, meningkatkan strategi pemasaran, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Wawasan yang diperoleh untuk mengantisipasi kebutuhan konsumen dan menjaga ketersediaan produk yang diminati