JURNAL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
Not a member yet
3382 research outputs found
Sort by
PACKING STRATEGY: MODERNISASI UMKM JAMUR SANTRI
The community service program was implemented to address the challenges faced by Pondok Jamur Santri, an MSME that had not yet applied an adequate packaging strategy, resulting in products with limited appeal and market value. This activity aimed to enhance the partner’s understanding and skills in applying an effective packing strategy, particularly through the use of environmentally friendly packaging, the development of a logo, and the preparation of product information in a more structured manner. The methods employed included field observation, needs analysis, participatory training, and assistance in creating packaging prototypes and visual identity designs. The results indicate an improvement in the partner’s ability to understand modern packaging concepts, as shown by the development of two packaging prototypes, several logo designs, and digital promotional materials. These outputs successfully addressed the partner’s needs and have the potential to strengthen the competitiveness of hydroponic products in the local market. Overall, this program demonstrates that implementing an appropriate packaging strategy can enhance business image and support the sustainability of MSMEs engaged in modern agricultural practices.
Keywords: hydroponics, packaging strategy, MSME, product brandin
Dasar Interaksi Komputer Dengan Lingkungan Internal di SMA Pembina Palembang
Perkembangan teknologi informasi dan komputer menuntut setiap individu, khususnya peserta didik, untuk memiliki pemahaman dasar mengenai cara berinteraksi dengan perangkat komputer sebagai bagian dari literasi digital. Namun kenyataannya masih banyak siswa di sekolah yang belum memahami konsep dasar interaksi antara komponen komputer dan lingkungan internalnya, termasuk peran masing-masing komponen serta cara komponen tersebut saling berkomunikasi dalam menjalankan perintah pengguna. Meskipun siswa telah menerima materi pembelajaran komputer, minimnya pemahaman dan penggunaan komputer menyebabkan tingkat pemahaman siswa cenderung menurun. Oleh karena itu, pemahaman terhadap arsitektur komputer menjadi penting karena menjelaskan mengenai software, hardware, brainware, serta hubungan sinergis antara unit pemrosesan pusat (CPU), memori, dan perangkat input/output (I/O) dalam suatu sistem komputer yang saling terhubung melalui sistem bus untuk melakukan fungsi pengolahan data, penyimpanan, dan pertukaran informasi. Kegiatan pengabdian ini diusulkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMA Pembina Palembang mengenai dasar-dasar interaksi komputer dengan lingkungan internal melalui sosialisasi berupa presentasi materi, demonstrasi sederhana perangkat komputer, serta sesi tanya jawab. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan, keterlibatan aktif siswa, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PROYEK MENGGUNAKAN VISUAL BASIC PADA CV ADEEVA KARYA
CV Adeeva Karya merupakan Perusahaan di bidang konstruksi bangunan berlokasi di Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Perusahaan ini masih menggunakan metode manual untuk pencatatan kas. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, sebuah sistem informasi akuntansi pencatatan kas masuk dan keluar berbasis Visual Basic .NET dirancang. Penulis melakukan wawancara untuk mengumpulkan informasi dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi perusahaan. Hasil dari kegiatan merupakan sebuah sistem informasi akuntansi pencatatan kas masuk dan kas keluar berbasis komputer yang dapat membantu departemen keuangan dalam menyusun laporan kas, sebuah komponen penting dari laporan keuangan
Efisiensi Performa Mesin Refrigrasi Chiller R134a dengan Kapasitas 1000 TR
AbstrakChiller adalah salah satu alat pendukung proses produksi dan merupakan alat yang juga mengonsumsi energi. Chiller berfungsi untuk mengeluarkan panas dari suatu beban proses ke lingkungan sekitarnya dan mendinginkan suatu cairan yang kemudian cairan tersebut digunakan untuk mendinginkan media atau peralatan tertentu seperti AHU (Air Handling Unit). Coefficient of Performance (COP) by electrical chiller adalah ukuran efisiensi sebuah chiller dalam kondisi operasional sebenarnya. COP by electrical menunjukkan yang dihasilkan oleh chiller terhadap energi total atau daya total dari kerja proses kompresi. Metode yang dilakukan menggunakan perangkat lunak CoolPack untuk penentuan COP aktual dan EER. Perhitungan dilakukan dengan rumus COP, EER, MTBF dan MTTR. Hasil perhitungan didapatkan COP aktual sebesar 6,02 dimana standar minimum menurut SNI 6390:2020 sebesar 5,77 dengan tipe mesin refrigrasi Water Cooled Chiller centrifugal ≥528 kW (150 TR). Sementara itu, nilai EER yang diperoleh sebesar 18,89 Btu/h, menunjukkan hasil efisiensi energi yang dihasilkan tinggi. Selain itu, hasil analisis menunjukkan nilai MTBF dan MTTR yang dihasilkan sebesar 35 hari dan 26 hari menunjukkan nilai MTBF lebih besar dari MTTR, menunjukkan bahwa mesin Chiller dilakukan maintenance atau perbaikan secara berkala, sehingga sistem operasi pendinginan masih bekerja dengan optimal.
Kata kunci:Chiller, Refrigrasi, COP, EER, MTBF dan MTT
Etika Digital dan Teknologi Kunci Kewirausahaan dalam Industri 4.0
The Fourth Industrial Revolution has transformed the labor market structure through digitalization, automation, and the integration of technologies such as AI, IoT, and big data. One of the most evident impacts is the emergence of the gig economy—a platform-based work model that offers high flexibility but is often accompanied by income uncertainty, limited job security, and minimal legal protection. These conditions give rise to serious ethical dilemmas, particularly regarding the power imbalance between workers and platform companies. This study aims to analyze the application of digital ethics principles in entrepreneurial practices within the gig economy and to identify the emerging ethical challenges. The method used is a literature review focusing on digital entrepreneurship, gig economy characteristics, and the principles of business ethics and algorithmic ethics. The results indicate that fairness, honesty, responsibility, and transparency are fundamental to ethical entrepreneurship in the digital context. Algorithmic transparency, fair compensation, human-centered management approaches, and strong regulatory interventions are essential to ensure worker well-being and protection. These findings highlight the crucial role of digital ethics as a balancing force in building an inclusive and sustainable platform-based work ecosystem.
Keywords— Digital Ethics, Industry 4.0, Gig Economy, Enterpreneurial Ethic
EcoDroneVerse: Pemantauan Sampah Sungai Berbasis AI-Drone dan Virtual Twin
River waste accumulation is one of the main causes of flooding in Indonesia. This study proposes the EcoDroneVerse concept, a river monitoring system using drones and artificial intelligence (AI) to create a virtual twin representing the real condition of rivers. The research employs a conceptual method including problem identification, literature review, concept formulation, and systematic analysis of potential technology application. The findings indicate that the system can detect waste both on the surface and below the water in real-time, map critical waste accumulation points, and simulate flood risk predictions. The integration of AI, drones, and virtual twin enables local governments to plan data-driven river cleaning actions and improve decision-making effectiveness in flood mitigation. Since the system is conceptual, prototype development and field testing are necessary for further validation. The proposed approach offers an innovative alternative for sustainable river management and flood control.
Keywords—drone, artificial intelligence, virtual twin, river monitoring, flood mitigation
 
Kuat Tekan Beton Geopolimer Menggunakan Fly Ash Sebagai Pengganti Semen dengan Bahan Tambah NaOH dan Na2SiO3
Geopolymer concrete is an environmentally friendly alternative because it does not use cement, thus reducing carbon emissions and utilizing industrial waste. In this study, three variations of geopolymer concrete mixtures were prepared with activator solution to fly ash ratios: BG 3:1, BG 4:1, and BG 5:1, as well as one variation of normal concrete as a comparison. Compressive strength tests were conducted at 7, 14, and 28 days, using a curing method using a plastic cover to maintain moisture during the hardening process. The test results showed that the higher the activator solution ratio, the higher the resulting compressive strength. The 5:1 BG variation yielded the best results, reaching a compressive strength of 414.8 kg/cm² at 28 days, exceeding that of conventional concrete, which only reached 255.6 kg/cm². Meanwhile, the 3:1 BG variation yielded the lowest results and did not meet the K-225 concrete quality target. This study concludes that geopolymer concrete has the potential to be used as an alternative to conventional concrete, provided the material composition and activator solution ratio are properly adjusted. The use of fly ash also offers a solution for recycling industrial waste.
Beton geopolimer merupakan salah satu alternatif ramah lingkungan karena tidak menggunakan semen, sehingga dapat mengurangi emisi karbon dan memanfaatkan limbah industri. Dalam penelitian ini, dibuat tiga variasi campuran beton geopolimer dengan rasio larutan aktivator terhadap fly ash yaitu BG 3:1, BG 4:1, dan BG 5:1, serta satu variasi beton normal sebagai pembanding. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari, dengan metode curing menggunakan penutupan plastik untuk menjaga kelembaban selama proses pengerasan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar rasio larutan aktivator, semakin tinggi kuat tekan yang dihasilkan. Variasi BG 5:1 memberikan hasil terbaik dengan kuat tekan mencapai 414,8 kg/cm² pada umur 28 hari, melebihi beton normal yang hanya mencapai 255,6 kg/cm². Sementara itu, variasi BG 3:1 menunjukkan hasil terendah dan belum memenuhi target mutu beton K-225. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa beton geopolimer berpotensi digunakan sebagai alternatif pengganti beton normal, asalkan komposisi bahan dan rasio larutan aktivator diatur dengan tepat. Penggunaan fly ash juga menjadi solusi untuk mendaur ulang limbah industri
Penerapan Metode Logika Fuzzy Untuk Sistem Otomatis Perawatan Succulent Dengan Menggunakan Matlab
Tanaman succulent sangat sensitif terhadap kesalahan dalam perawatan terutama dalam proses penyiraman dan pencahayaan. Penelitian ini merancang sistem otomasis sederhana untuk perawatan tanaman succulent agar dapat memberikan kondisi yang ideal dengan menerapkan metode logika fuzzy. Sistem ini memanfaatkan empat jenis sensor kelembapan tanah, intensitas cahaya, suhu, dan kelembapan udara yang dihubungkan ke mikrokontroler ESP32. Data yang diperoleh diklasifikasikan dalam tiga level (rendah, sedang, tinggi) dan dianalisis menggunakan seperangkat aturan logika fuzzy untuk menentukan waktu aktivasi tiga pompa air dan satu lampu. Keputusan kendali diproses menggunakan MATLAB Fuzzy Logic Toolbox, sementara sinyal kendali dikirim ke aktuator melalui sinyal PWM dari ESP32. Hasil simulasi dan pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat menjaga lingkungan tumbuh ideal bagi tanaman succulent, yaitu menjaga kelembapan tanah pada kisaran 40–60%, pencahayaan antara 200–300 lux, suhu 20–25 °C, dan kelembapan udara 50–70%. Sistem memberikan respons dalam waktu kurang dari 30 detik, dengan lonjakan (overshoot) kurang dari 5% dan kesalahan rata-rata (RMSE) di bawah 3%. Jika dibandingkan dengan sistem manual, solusi ini mampu menghemat penggunaan air hingga 25% dan konsumsi energi sebesar 20%. Data lingkungan terekam secara otomatis pada penyimpanan data dan dapat diakses secara jarak jauh melalui notifikasi berbasis IoT. Penelitian ini menegaskan bahwa logika fuzzy efektif untuk pengendalian otomatis multi aktuator dalam pemeliharaan tanaman succulent. Sistem ini juga memiliki peluang untuk dikembangkan lebih lanjut, termasuk integrasi dengan teknologi IoT untuk budidaya tanaman succulent. Sistem ini merupakan solusi efisien dan praktis untuk otomasi perawatan tanaman succulent
Analisis Karakteristik Pasta Bio-Baterai Berbahan Baku Musa Paradisiaca dan Citrus Sinensis
Limbah kulit pisang dan jeruk mengandung bahan organik seperti kalium, magnesium, dan asam sitrat, yang dapat berfungsi sebagai sumber bio-baterai ramah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana perbedaan dalam komposisi kulit pisang tanduk (Musa paradisiaca) dan kulit jeruk peras (Citrus sinensis) memengaruhi karakteristik listrik bio-baterai seperti tegangan, arus, dan daya tahan. Sebanyak 11 sampel dengan komposisi berbeda (0–100%) dibuat dalam bentuk pasta, diisi ke wadah baterai bekas AA, lalu diuji menggunakan multimeter dan pH meter selama 6 jam. Hasil menunjukkan bahwa kulit pisang kaya kalium (77,33%) dan magnesium (7,59%), sedangkan kulit jeruk mengandung kalsium (39,22%) dan magnesium (19,8%). pH cenderung lebih asam seiring meningkatnya proporsi kulit jeruk. Sampel B1 yang mengandung kadar jeruk tinggi menghasilkan tegangan dan arus awal tertinggi, namun cepat menurun, sedangkan sampel dengan kandungan pisang tinggi (B11) memiliki daya tahan lebih lama (hingga 18 jam 2 menit). Bio-baterai mencapai hingga 53,65% tegangan dan 44,40% arus baterai AA konvensional. Kesimpulannya, campuran kulit jeruk meningkatkan daya listrik sementara kulit pisang memperpanjang durasi kerja. Bio-baterai ini menunjukkan potensi sebagai solusi energi alternatif berbasis limbah organik meskipun masih memerlukan pengembangan lebih lanjut
Aplikasi Pengawasan Pekerjaan Cleaning Service Berbasis Appsheet di PT PLN (Persero) UID Lampung
Kebersihan dan kenyamanan lingkungan kerja merupakan faktor penting yang memengaruhi produktivitas dan keselamatan karyawan. PT PLN (Persero) UID Lampung memerlukan sistem pengawasan pekerjaan Cleaning Service yang lebih efisien dan terdigitalisasi. Dalam kerja praktik ini, dikembangkan Aplikasi Pengawasan Pekerjaan Cleaning Service Berbasis AppSheet sebagai implementasi teknologi no-code yang memanfaatkan Google Spreadsheet sebagai basis data. Tujuan utama kegiatan ini adalah menerapkan digitalisasi proses pencatatan dan pelaporan pekerjaan Cleaning Service secara real-time untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Aplikasi ini memudahkan koordinator dalam memantau aktivitas harian, mengevaluasi hasil pekerjaan, serta mendokumentasikan bukti kerja secara digital. Pengujian dilakukan menggunakan metode black box testing dan evaluasi pengguna secara kualitatif. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi mampu mengurangi keterlambatan pelaporan dan meningkatkan akurasi pencatatan aktivitas kebersihan. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah penerapan sistem pengawasan berbasis AppSheet pada lingkungan kerja nyata sebagai solusi efisien tanpa perlu pengembangan kode kompleks