POLSRI REPOSITORY
Not a member yet
17637 research outputs found
Sort by
PENGARUH ISOLATOR GLASSWOOL DAN STYROFOAM PADA ALAT UJI KALORIMETER
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh isolator termal glasswool dan styrofoam terhadap kinerja alat uji kalorimeter. Kalorimeter tanpa isolator cenderung kehilangan panas akibat pengaruh suhu lingkungan, sehingga perlu ditambahkan isolator untuk mengurangi perpindahan panas secara konduksi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga pengujian: kalor konduksi, perubahan suhu selama 30 menit, dan suhu kesetimbangan antara air panas dan oli bekas. Hasil menunjukkan bahwa penambahan isolator secara signifikan menurunkan kalor konduksi; dari 172.080 W tanpa isolator menjadi 13,34 W dengan glasswool dan 11,81 W dengan styrofoam. Pengujian perubahan suhu menunjukkan penurunan terbesar tanpa isolator (hingga 8,7°C), sedangkan styrofoam hanya mengalami penurunan sekitar 4°C. Uji kesetimbangan suhu menunjukkan styrofoam mampu mempertahankan suhu hingga 77,9°C dibandingkan 75,2°C tanpa isolator. Semua data telah dianalisis menggunakan uji ANOVA dan menunjukkan pengaruh jenis isolator yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulannya, isolator, terutama styrofoam, terbukti efektif meningkatkan efisiensi termal dan kestabilan suhu pada sistem kalorimeter.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh isolator termal glasswool dan styrofoam terhadap kinerja alat uji kalorimeter. Kalorimeter tanpa isolator cenderung kehilangan panas akibat pengaruh suhu lingkungan, sehingga perlu ditambahkan isolator untuk mengurangi perpindahan panas secara konduksi. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga pengujian: kalor konduksi, perubahan suhu selama 30 menit, dan suhu kesetimbangan antara air panas dan oli bekas. Hasil menunjukkan bahwa penambahan isolator secara signifikan menurunkan kalor konduksi; dari 172.080 W tanpa isolator menjadi 13,34 W dengan glasswool dan 11,81 W dengan styrofoam. Pengujian perubahan suhu menunjukkan penurunan terbesar tanpa isolator (hingga 8,7°C), sedangkan styrofoam hanya mengalami penurunan sekitar 4°C. Uji kesetimbangan suhu menunjukkan styrofoam mampu mempertahankan suhu hingga 77,9°C dibandingkan 75,2°C tanpa isolator. Semua data telah dianalisis menggunakan uji ANOVA dan menunjukkan pengaruh jenis isolator yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulannya, isolator, terutama styrofoam, terbukti efektif meningkatkan efisiensi termal dan kestabilan suhu pada sistem kalorimeter.
Kata kunci: kalor konduksi, isolator termal, glasswool, styrofoam, perpindahan panas
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN TUNAI PADA UMKM WIWIN MEBEL BERBASIS MICROSOFT ACCES
Penulisan laporan akhir ini bertujuan untuk merancang sistem informasi akuntansi penjualan tunai berbasis Microsoft Excel yang dapat diterapkan pada UMKM Wiwin Mebel, yang berlokasi di Jalan Flamboyan No.216, Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa sistem pencatatan penjualan yang digunakan sebelumnya masih bersifat manual, sehingga menimbulkan beberapa kendala seperti keterlambatan pencatatan, kesalahan perhitungan, dan tidak terpantau secara real-time-nya stok barang. Oleh karena itu, penulis merancang aplikasi penjualan berbasis Excel yang mencakup input data barang, transaksi penjualan, laporan stok barang, dan laporan penjualan. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur perhitungan otomatis dan kontrol terhadap sisa stok, yang diharapkan dapat memudahkan pengelolaan transaksi serta mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih tepat dan efisien bagi pemilik usaha
RANCANG BANGUN PARFUM OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR IR DAN AHT20 PADA RUANG KELAS BERBASIS IOT
Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) mendorong terciptanya sistem otomatisasi yang responsif terhadap kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun alat penyemprot parfum otomatis yang dapat menyemprotkan wewangian berdasarkan jumlah pengunjung dan suhu ruangan, khususnya di ruang kelas. Sistem ini menggunakan sensor IR untuk menghitung jumlah pengunjung, sensor AHT20 untuk memantau suhu dan kelembapan, serta mikrokontroler ESP32 sebagai pusat pengendali. Penyemprotan dilakukan secara bertahap: dua kali semprotan untuk 8 pengunjung, tiga kali untuk 16, dan empat kali untuk 24 pengunjung. Jika suhu ruangan tinggi, maka sistem menambahkan satu semprotan ekstra setiap 30 menit. Output informasi ditampilkan melalui LCD dan aplikasi Blynk untuk pemantauan jarak jauh. Hasil perancangan menunjukkan bahwa sistem ini mampu beroperasi secara otomatis dan efisien, serta dapat diterapkan untuk meningkatkan kenyamanan lingkungan ruang kelas. Alat ini juga dapat dijadikan referensi dalam pengembangan teknologi IoT di bidang otomasi lingkungan
PENGARUH CAIRAN PENDINGIN PADA PROSES PEMOTONGAN LOGAM MENGGUNAKAN MESIN GERGAJI KING REX TIPE HS-9018
Proses pemotongan logam merupakan salah satu tahapan penting dalam industri manufaktur, di mana efisiensi dan kualitas hasil potong sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah penggunaan cairan pendingin (coolant). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan berbagai jenis pendingin terhadap performa pemotongan logam menggunakan hacksaw machine King Rex HS-9018, khususnya dalam hal waktu pemotongan, kekasaran permukaan hasil potong, dan suhu permukaan logam setelah pemotongan. Metode yang digunakan adalah eksperimen langsung dengan memotong baja ST37 berdiameter 25,4 mm dalam tiga kondisi: tanpa pendingin, menggunakan soluble oil (bromus oil), dan menggunakan straight oil (oli cutting murni). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cairan pendingin memberikan dampak signifikan terhadap ketiga parameter yang diuji. oli murni menghasilkan waktu pemotongan tercepat, rata-rata 1 menit 59 detik, dibandingkan dengan bromus oil (1 menit 59,4 detik) dan tanpa pendingin (2 menit 17 detik). Dari sisi kekasaran permukaan, oli murni juga menunjukkan hasil terbaik dengan rata-rata kekasaran (Ra) sebesar 10,30 µm, lebih halus dibandingkan bromus oil (10,67 µm). Suhu permukaan logam setelah pemotongan juga paling rendah saat menggunakan bromus oil (rata-rata 37–38 °C), menunjukkan efektivitasnya dalam pendinginan, meskipun tidak sebaik minyak murni dalam aspek kecepatan dan kualitas pemotongan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya pemilihan jenis cairan pendingin yang tepat untuk meningkatkan efisiensi pemotongan logam. Penggunaan coolant tidak hanya mempercepat proses kerja, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil dan memperpanjang umur alat potong. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi industri kecil-menengah dalam mengoptimalkan proses pemesinan berbasis hacksaw machine.
Kata Kunci: Pemotongan Logam, Cairan Pendingin, Gergaji Besi Otomatis
RANCANG BANGUN PENGASUTAN BINTANG – SEGITIGA DAN PENGEREMAN DINAMIK PADA MOTOR INDUKSI 3 FASA MENGGUNAKAN PLC
Laporan akhir ini membahas rancang bangun sistem pengasutan bintang–segitiga dan pengereman dinamik pada motor induksi 3 fasa yang dikendalikan menggunakan Programmable Logic Controller (PLC). Sistem ini dirancang untuk mengurangi lonjakan arus saat starting dan menghentikan motor dengan lebih cepat dan aman. Pengasutan dilakukan secara manual dari terminal motor, dimulai dengan konfigurasi bintang untuk menekan arus awal, kemudian dialihkan ke konfigurasi segitiga untuk mencapai torsi dan daya penuh. Pengereman dinamik bekerja dengan menginjeksi arus DC ke stator motor setelah suplai AC diputus, menciptakan medan magnet statis yang memperlambat rotor. PLC Mitsubishi FX3U digunakan untuk mengendalikan proses secara otomatis berdasarkan urutan kerja yang diprogram melalui software GX Works2 dengan metode ladder diagram. Pengujian dilakukan dengan variasi frekuensi input untuk mengamati perubahan arus, tegangan, dan waktu pengereman. Hasil menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan sesuai perancangan, serta efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada mata kuliah instalasi motor listrik
RANCANG BANGUN ALAT PEMBERSIH PRE – FILTER PADA SISTEM HVAC (AC CENTRAL) (PROSES PENGUJIAN)
Sistem HVAC (Pemanasan, Ventilasi, dan Penyejuk Udara) memainkan peran penting dalam menjaga kualitas udara dalam ruangan dan kenyamanan termal. HVAC (Pemanasan, Ventilasi, dan Penyejuk Udara) sebagai sebuah sistem krusial yang berperan penting dalam mengendalikan suhu dan kelembaban udara di dalam sebuah ruangan. Tujuan utamanya adalah untuk menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman bagi penghuninya. Salah satu jenis sistem ini, yaitu AC central, dirancang untuk mendistribusikan udara dingin atau sejuk secara merata ke seluruh bangunan. Sistem ini mengandalkan satu unit pusat yang terhubung ke berbagai ruangan melalui jaringan saluran udara. Adapun salah satu komponen utamanya yaitu pre-filter. Pre-filter berfungsi untuk menangkap partikel besar seperti debu dan kotoran sebelum udara memasuki tahap penyaringan lebih lanjut. Namun, dalam praktik industri, pre-filter sering kali menumpuk kotoran dengan cepat, yang dapat mengurangi efisiensi sistem dan meningkatkan biaya perawatan. Metode pembersihan konvensional yang menggunakan semburan air bertekanan tinggi memakan waktu, hasil yang tidak konsisten, dan menimbulkan risiko keselamatan bagi operator. Tugas akhir ini bertujuan untuk merancang dan membangun mesin pembersih pre-filter untuk sistem HVAC yang meningkatkan efisiensi pembersihan, memastikan keselamatan operator, dan mendukung perawatan yang ergonomis. Mesin yang dirancang menggunakan sistem pompa bertekanan tinggi yang mampu menghasilkan 60 bar dengan debit air 8 liter per menit, yang disalurkan melalui nosel. Strukturnya dibuat dari baja ringan (rangka sudut L), sehingga portabel dan mudah dioperasikan. Mesin ini diuji pada pra-filter yang digunakan di industri, dengan hasil yang menunjukkan waktu pembersihan rata-rata 32,5 detik per filter dan peningkatan visual yang signifikan dalam hal kebersihan. Sistem ini juga menunjukkan dampak positif pada keluaran udara pasca-pembersihan, dengan penurunan suhu yang terukur. Berdasarkan temuan ini, mesin pembersih pra-filter HVAC yang dirancang dianggap efektif, hemat waktu, dan cocok untuk penggunaan industri dan institusi
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PENGEPRESAN GERAM MESIN PERKAKAS (PERAWATAN DAN PERBAIKAN)
Alat pengepresan geram merupakan peralatan mekanis yang dirancang khusus
untuk memberikan tekanan yang terkontrol pada bahan kerja guna mengubah
bentuk atau memperbaiki struktur permukaan secara presisi. Alat ini sangat krusial
dalam berbagai proses industri manufaktur, terutama dalam bidang mesin perkakas
dan pengolahan logam. Penelitian ini mengkaji konsep desain, prinsip kerja, dan
implementasi alat pengepresan geram yang mengutamakan efisiensi, kekuatan, dan
kemudahan operasional. Selain itu, pengujian performa alat menunjukkan
peningkatan signifikan dalam kualitas hasil pengepresan, kecepatan produksi, serta
ketahanan alat terhadap beban kerja berulang. Dengan optimalisasi mekanisme
tekanan dan penggunaan material berkualitas, alat ini diharapkan dapat mendukung
produktivitas industri serta memperpanjang masa pakai perangkat. Studi ini juga
membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan alat dan solusi inovatif
yang diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut. Keseluruhan hasil penelitian
menegaskan bahwa pengembangan alat pengepresan geram yang tepat dapat
memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas produk serta
pengurangan waktu proses produksi di sektor manufaktur. Penelitian ini bertujuan
untuk merancang dan membuat alat pengepresan geram yang mampu mengurangi
volume limbah secara signifikan. Prinsip kerja alat ini memanfaatkan gaya tekan
mekanis yang dihasilkan melalui mekanisme tuas atau dongkrak hidrolik, sehingga
geram dapat dipadatkan dengan tekanan tertentu hingga mencapai bentuk silinder
padat. Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan alat adalah baja konstruksi
untuk rangka, silinder penekan, serta cetakan yang disesuaikan dengan ukuran
produk briket. Metode perancangan dilakukan melalui tahapan studi literatur,
perhitungan teknis, pemilihan material, pembuatan komponen, perakitan, hingga
pengujian alat. Pengujian meliputi kemampuan alat dalam memadatkan geram,
pengurangan volume yang dicapai, serta kekuatan briket yang dihasilkan. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa alat pengepresan ini mampu mengurangi volume
geram hingga lebih
Kata Kunci: Alat Pengepresan, Geram, Mesin Perkakas, Tekanan Mekanis
UNIT PENGOLAHAN AIR MINUM MENGGUNAKAN MEMBRAN DAN POST CARBON DENGAN VARIASI TEKANAN FLUIDA TERHADAP KUALITAS AIR PDAM
Kualitas air minum yang aman sangat penting untuk kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas produk air minum hasil rancangan unit pengolahan air minum oleh penulis dengan berbasis membran reverse osmosis Silvertec ULP-2012-100G dan juga post carbon pada variasi tekanan fluida 4, 5, 6, 7, dan 8 bar. Air baku yang digunakan berasal dari keluaran air PDAM yang sebelumnya diproses melalui beberapa tahapan filtrasi, meliputi sedimen filter, GAC, CTO, membran RO, dan post carbon. Produk air minum ini juga mengacu pada Permenkes RI No. 2 Tahun 2023 sebagai standar air minum berkualitas baik yang memenuhi aspek fisika, kimia, dan mikrobiologi yakni pH, TDS (Total Dissolved Solid), Fe, Mn, Cl, dan NO2. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Energi Politeknik Negeri Sriwijaya, Palembang. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi tekanan operasi yang optimal dan kontribusi terhadap pengembangan sistem pengolahan air minum yang efisien dan aman di lingkungan pendidikan maupun masyarakat
ANALISA JARAK MATA PISAU MESIN PENGHANCUR (CRUSHER) ARANG UNTUK BRIKET MENGGUNAKAN SISTEM PENGGERAK MOTOR LISTRIK
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dampak variasi jarak antar mata pisau serta kecepatan putaran poros terhadap tingkat kehalusan arang kayu gelam yang digunakan sebagai bahan dasar briket. Mesin penghancur arang yang digunakan dalam pengujian dirancang secara khusus dengan penggerak motor listrik. Variasi jarak pisau yang diterapkan yaitu 10 mm, 15 mm, dan 20 mm, adapun kecepatan putar mesin adalah 1800 RPM, 2000 RPM, dan 2200 RPM. Sebanyak 27 kali pengujian dilakukan untuk mengukur lama waktu proses dan persentase hasil serbuk arang yang lolos saringan mesh 30. Dari hasil percobaan, kombinasi jarak mata pisau 10 mm dan kecepatan 2200 RPM menunjukkan kinerja paling optimal, menghasilkan serbuk halus sebesar 81,7% dengan waktu penghancuran tercepat. Analisis statistik ANOVA mengindikasikan bahwa jarak mata pisau memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil penghancuran (p 0,05). Hasil uji lanjut menggunakan metode Tukey HSD menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara jarak 10 mm dan 20 mm, serta 15 mm dan 20 mm. Secara keseluruhan, jarak antar mata pisau menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil penghancuran arang menjadi serbuk halus
RANCANG BANGUN MESIN INJECTION MOLDING MANUAL DENGAN KAPASITAS 230 CM³ (PROSES PENGUJIAN)
Plastik merupakan material yang banyak digunakan dalam industri modern, namun sulit terurai secara alami, sehingga menimbulkan masalah lingkungan yang serius. Salah satu solusi pengolahan ulang plastik adalah melalui teknologi injection molding, yang mampu mencetak ulang plastik menjadi produk siap pakai dengan efisiensi tinggi dan kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun mesin injection molding manual dengan kapasitas 230 cm³, yang hemat biaya dan cocok digunakan dalam lingkungan pendidikan maupun usaha kecil-menengah yang memiliki keterbatasan anggaran. Proses perancangan mesin melibatkan tahap studi literatur terkait prinsip kerja injection molding, observasi lapangan pada mesin-mesin komersial, serta konsultasi teknis dengan ahli manufaktur. Tahap berikutnya adalah pembuatan komponen utama seperti barrel, nozzle, dan sistem pemanas yang menggunakan band heater, di mana suhu dikendalikan secara presisi melalui temperature control dan thermocouple agar proses pelelehan plastik dapat berlangsung optimal. Uji performa mesin dilakukan menggunakan dua jenis plastik umum, yaitu Polypropylene (PP) dan High-Density Polyethylene (HDPE). Hasil pengujian menunjukkan bahwa suhu optimal untuk melelehkan PP adalah 270°C, sementara HDPE memerlukan suhu sekitar 230°C. Pada suhu tersebut, mesin mampu menghasilkan produk cetakan dengan tingkat penyusutan minimal dan kualitas permukaan yang baik. Mesin injection molding manual ini memiliki keunggulan dalam hal efisiensi biaya, kemudahan pengoperasian, serta potensi besar sebagai media pembelajaran praktikum teknik mesin di perguruan tinggi. Meskipun masih bersifat manual, mesin ini menjadi alternatif yang efektif untuk usaha kecil dan menengah yang tidak mampu membeli mesin otomatis industri yang mahal.Ke depan, pengembangan sistem tuas untuk meningkatkan kecepatan injeksi serta perluasan pengujian pada berbagai jenis material plastik diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan fleksibilitas mesin ini, sehingga memberikan manfaat lebih luas dalam bidang manufaktur dan pendidikan