POLSRI REPOSITORY
Not a member yet
17637 research outputs found
Sort by
REKONDISI MESIN SHAPING CMZ L-450 KODE 411-1001 DI BENGKEL TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA (PENGUJIAN)
Mesin shaping merupakan salah satu jenis mesin perkakas yang digunakan untuk membentuk bidang datar, alur, maupun kontur pada benda kerja dengan sistem gerakan bolak-balik. Mesin shaping CMZ L-450 dengan kode inventaris 411-1001 yang berada di Bengkel Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya mengalami kerusakan dan penurunan kinerja sehingga tidak dapat digunakan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran maupun produksi ringan. Oleh karena itu, dilakukan proses rekondisi untuk mengembalikan fungsi dan performa mesin agar dapat beroperasi kembali sesuai dengan standar teknisnya. Proses rekondisi dimulai dengan tahap identifikasi kerusakan, yang meliputi pemeriksaan kondisi fisik dan fungsional komponen-komponen utama mesin seperti mekanisme penggerak, sistem transmisi, poros engkol, dan slide table. Setelah itu dilakukan pembongkaran, pembersihan, perbaikan, hingga penggantian beberapa komponen yang mengalami aus, retak, atau rusak, seperti bearing, sabuk penggerak, serta pelumasan ulang seluruh sistem mekanis. Tahap akhir dari proses ini adalah perakitan ulang serta penyetelan terhadap bagian-bagian penting agar presisi mesin dapat terjaga. Untuk memastikan keberhasilan rekondisi, dilakukan pengujian kinerja mesin. Pengujian dilakukan dengan melakukan proses pemotongan terhadap benda kerja berbahan baja lunak, guna menilai keakuratan dimensi hasil potong, kerataan permukaan, dan kestabilan mesin saat bekerja. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin dapat kembali bekerja dengan baik dan menghasilkan pemotongan yang presisi, serta tidak menunjukkan gejala abnormal seperti getaran berlebih atau keausan cepat.Dengan berhasilnya proses rekondisi ini, mesin shaping CMZ L-450 kembali dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung kegiatan praktik mahasiswa serta menunjang efisiensi pembelajaran di Bengkel Teknik Mesin. Proyek ini juga memberikan kontribusi nyata dalam pemeliharaan dan pemanfaatan aset pendidikan secara berkelanjutan dan juga bermanfaa
PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENERIMAAN DAN PENGELUARAN KAS PADA CHRONICLES PHOTO STUDIO BERBASIS MICROSOFT ACCESS
Laporan akhir ini bertujuan untuk melakukan pengembangan Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Dan Pengeluaran Kas pada Chronicles Photo Studio menggunakan aplikasi Microsoft Access 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pembahasan dalam laporan ini meliputi analisis terhadap sistem yang digunakan sebelumnya, identifikasi kebutuhan pengguna, serta evaluasi kelebihan dan kekurangan sistem yang telah dikembangkan. Sistem yang dirancang menghasilkan laporan penerimaan kas, pengeluaran kas dan laporan arus kas otomatis yang berfungsi sebagai dasar informasi mengenai keadaan keuangan perusahaan. Berdasarkan hasil pembahasan, sistem baru dapat meningkatkan akuturasi pencatatan, memperkuat otorisasi, memberikan kemudahan dalam pengelolaan kas, dan dapat mendukung pengendalian internal perusahaan. Disarankan agar perusahaan sebaiknya mengimplementasikan sistem secara berkelanjutan serta tetap mengevaluasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan perusahaan yang terus berkembang
Studi Performa Char Batubara Kualitas rendah sebagai material Aktif dalam baterai dengan Pengaruh Konsentrasi Aktivator dan Elektrolit
Indonesia memiliki cadangan batubara kualitas rendah yang melimpah namun bernilai ekonomi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai guna batubara tersebut dengan mengonversinya menjadi char melalui proses pirolisis pada suhu 400°C. Char yang dihasilkan kemudian diaktivasi menggunakan larutan H₂SO₄ dengan konsentrasi 6%, 8%, dan 10%. Hasil analisa proksimat menunjukkan peningkatan kadar fixed carbon dari 47,91% menjadi 66,31%, dan penurunan kadar air dari 8,15% menjadi 4,63%. Nilai rendemen char mencapai 61,33%–62,47%. Uji bilangan iodin menunjukkan peningkatan daya serap dari 749,94 mg/g (H₂SO₄ 6%) hingga 1159,59 mg/g (H₂SO₄ 10%). Char digunakan sebagai material aktif dalam baterai sel kering dengan variasi elektrolit NaCl dan NaOH (1 M, 1,5 M, dan 2 M). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa kombinasi terbaik diperoleh pada H₂SO₄ 10% dan NaOH 2 M dengan tegangan 1,353 V, arus 3,98 mA, dan daya 0,00538 W. Penelitian ini menunjukkan bahwa char batubara kualitas rendah berpotensi sebagai material elektroda dalam pengembangan baterai alternatif yang efisien dan berkelanjutan
REKONDISI MESIN BUBUT TYPE 355-C1 BENGKEL PRODUKSI TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA (MAINTENANCE)
Laporan akhir ini menguraikan proses rekondisi mesin bubut Tipe 355 C1 yang berlokasi di bengkel produksi Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Sriwijaya.Proyek ini dilatarbelakangi oleh kondisi mesin yang tidak berfungsi optimal akibat kerusakan pada beberapa komponen vital,sehingga tidak dapat digunakan untuk
menunjang kegiatan praktik mahasiswa. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengembalikan fungsi mesin bubut tersebut ke kondisi semula melalui serangkaian tindakan pemeliharaan dan perbaikan. Pendekatan yang diterapkan
dalam rekondisi ini berfokus pada preventive maintenance, yang mencakup perawatan rutin harian, bulanan, dan enam bulanan dengan interval 1100 jam kerja. Proses rekondisi dimulai dengan identifikasi komprehensif terhadap kerusakan
yang terjadi, yang kemudian dilanjutkan dengan perencanaan perbaikan yang matang. Setelah itu, dilakukan pengadaan dan penggantian komponen-komponen yang rusak, serta perakitan kembali. Komponen yang teridentifikasi mengalami
kerusakan parah antara lain gear transmisi, baut tool post, sistem penerangan, switch saklar, nozzle water coolant, dan V-belt. Selain langkah-langkah praktis
tersebut, laporan ini juga menyajikan analisis perhitungan terkait efisiensi pemeliharaan, seperti Mean Time Between Failures (MTBF), Mean Time To Failure (MTTF), dan Mean Time To Repair (MTTR). Hasil dari seluruh proses rekondisi ini menunjukkan keberhasilan dalam mengembalikan fungsi mesin bubut Tipe 355 C1 agar dapat beroperasi secara normal kembali. Sebagai langkah preventif, laporan ini juga menyusun jadwal perawatan berkala yang diharapkan
dapat menjadi panduan bagi bengkel untuk mencegah kerusakan serupa di masa mendatang. Dengan demikian, mesin ini dapat terus mendukung proses belajar mengajar secara optimal dan berkelanjutan
PENGGUNAAN BESI (Fe) SEBAGAI DONOR HIDROGEN IN-SITU UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI GREEN DIESEL DALAM HYDROTREATING MINYAK JELANTAH
Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang berpotensi besar sebagai bahan baku energi terbarukan. Melalui proses hydrotreating dengan bantuan katalis NiMo/γ-Al₂O₃ dan penggunaan logam besi (Fe) sebagai donor hidrogen in-situ, minyak jelantah dapat dikonversi menjadi green diesel yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur dan konsentrasi Fe terhadap yield serta kualitas bahan bakar cair yang dihasilkan, ditinjau dari parameter densitas, viskositas, titik nyala, dan angka cetana. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kondisi optimum diperoleh pada temperatur 370°C dengan konsentrasi Fe sebesar 10%, menghasilkan yield tertinggi sebesar 36,5%. Produk yang dihasilkan umumnya telah memenuhi standar fisik green diesel Eropa, meskipun nilai cetane number masih berada di bawah standar. Hal ini diduga karena proses hidrodeoksigenasi belum berlangsung sempurna, sehingga masih terdapat senyawa oksigen dalam produk akhir. Penelitian ini menunjukkan bahwa hydrotreating minyak jelantah dengan donor hidrogen in-situ Fe memiliki potensi sebagai alternatif teknologi pengolahan limbah menjadi bahan bakar cair yang berkualitas, namun perlu penyempurnaan pada kondisi operasional untuk menghasilkan produk dengan performa pembakaran yang lebih baik
PEMBUATAN KERTAS TISU DARI BATANG PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN KULIT SINGKONG (Manihot Esculenta) MENGGUNAKAN METODE KRAFT
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kertas tisu berbasis limbah pertanian dengan memanfaatkan batang pisang kepok dan kulit singkong sebagai bahan baku utama melalui metode kraft. Inovasi ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku kayu, meminimalisasi limbah organik, serta menciptakan produk yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Proses pembuatan melibatkan tahap delignifikasi dengan Natrium Hidroksida (NaOH), pemasakan dengan pelarut Natrium Sulfida (Na₂S) variasi konsentrasi 10%,15%,20%,25%,30% dan waktu pemasakan 60 serta 120 menit, bleaching dengan H₂O₂, serta penambahan zat aditif seperti kitosan, virgin coconut oil (VCO), dan tepung tapioka. Karakterisasi dilakukan terhadap produk akhir berdasarkan parameter alpha selulosa, gramatur, daya tarik, dan daya serap air. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi pelarut dan waktu pemasakan berpengaruh signifikan terhadap kualitas kertas tisu yang dihasilkan. Formulasi terbaik diperoleh yaitu pada konsentrasi natrium sulfida 20% dan waktu pemasakan 120 menit. Didapatkan nilai gramatur 16 gr/m2, daya Tarik 133,7 N/m yang sudah memenuhi SNI. Namun, pada daya serap air 1,25% belum seluruhnya memenuhi batas minimal standar SNI. Pada parameter pengujian alpha selulosa tertinggi didapat hasil 88,3% pada konsentrasi 30% dengan waktu pemasakan 120 menit. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah batang pisang dan kulit singkong berpotensi sebagai bahan baku alternatif pembuatan kertas tisu berkualitas
EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 FASA GB801M SEBAGAI PENGHISAP DEBU DI PT. PUSRI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi motor induksi tiga fasa tipe
GB801M yang digunakan sebagai penggerak blower penyerap debu di PT Pusri. Pengujian
dilakukan secara langsung dengan mengukur daya masukan, rugi-rugi daya stator, rotor, inti, dan
mekanik menggunakan Clamp Meter serta Multimeter. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa
daya masukan motor berkisar antara 2.819 W hingga 4.115 W, dengan rugi total harian rata-rata
sebesar 555,7 W. Efisiensi motor tertinggi mencapai 86,4% dan terendah 81,9%, tergantung pada
variasi beban harian yang terjadi selama pengujian. Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar
rugi daya berasal dari rugi tembaga stator dan rotor, sementara rugi inti dan mekanik tetap stabil
pada pengujian tanpa beban. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam
optimalisasi performa motor dan penghematan energi listrik di lingkungan industri
VISITORS' PERCEPTION OF THE IMPLEMENTATION OF SAPTA PESONA AT OPI WATER FUN BANYUASIN
"This research aims to explore visitors’ perceptions of the implementation of Sapta Pesona at OPI Water Fun, Palembang. Sapta Pesona, which comprises seven core elements: Safety, Orderliness, Cleanliness, Cool Atmosphere, Beauty, Friendliness, and Memorable Experience, serves as a guiding principle for enhancing the quality of tourism experiences in Indonesia.The study adopts a qualitative descriptive approach, utilizing data collected through observations, interviews, and documentation. The focus is to assess how well each element of Sapta Pesona is implemented and perceived by visitors during their time at OPI Water Fun.The findings indicate that most visitors have a positive perception of the implementation of Sapta Pesona at the site. Elements such as Beauty, Friendliness, and Cleanliness are perceived as well implemented: however, aspects like Safety and Orderliness still require significant improvement to enhance overall visitor satisfaction.This research is expected to contribute to the development of more effective tourism management strategies and support continuous quality improvement in tourist destinations.
ANALISIS PENERAPAN PEMOTONGAN PPH 23 DI PT ETIKA SUMBER ALAM MENYESUAIKAN KETENTUAN PERPAJAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kewajiban perpajakan
khususnya pemotongan dan penyetoran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 23 serta
pembayaran Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas penggunaan jasa oleh PT Etika
Sumber Alam. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang
Harmonisasi Peraturan Perpajakan, pemotongan PPh Pasal 23 seharusnya
dilakukan pada saat terutangnya penghasilan, yaitu ketika transaksi terjadi. Namun,
hasil analisis menunjukkan bahwa PT Etika Sumber Alam melakukan pemotongan
pada saat pembayaran dilakukan, yang tidak sesuai dengan ketentuan perundangundangan. Selain itu, perusahaan juga mengalami keterlambatan dalam penyetoran
pajak dan ketidaktepatan dalam penerbitan bukti potong. Permasalahan lain yang
ditemukan adalah tidak diterimanya faktur pajak atas PPN dari penyedia jasa,
meskipun PPN telah dibayarkan, sehingga PPN masukan tidak dapat dikreditkan.
Meskipun terdapat beberapa ketidaksesuaian, secara umum PT Etika Sumber Alam
telah memahami prosedur pemotongan dan pelaporan pajak, namun masih
diperlukan perbaikan sistem administrasi dan pemahaman regulasi untuk
meningkatkan kepatuhan perpajakan. Penelitian ini memberikan rekomendasi agar
perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur perpajakan dan
memanfaatkan sistem elektronik perpajakan untuk mendukung efisiensi dan
akuntabilitas
RANCANG BANGUN ALAT BANTU PEMOTONGAN PELAT DENGAN CUTTING TORCH GERAK HORIZONTAL (PROSES PENGUJIAN)
Proses pemotongan pelat pada mata kuliah kerja praktik di Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Sriwijaya, hingga saat ini masih banyak dilakukan dengan teknik cutting torch manual secara konvensional. Metode tersebut sering menghasilkan potongan yang kurang presisi, tidak rata, serta memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar. Kondisi ini menjadi latar belakang dilakukannya perancangan dan pembuatan alat bantu pemotongan pelat dengan cutting torch gerak horizontal. Tujuan dari alat ini adalah meningkatkan ketelitian pemotongan, efisiensi kerja, dan keamanan, sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktis bagi mahasiswa saat melaksanakan praktikum pemotongan pelat di bengkel. Sistem penggerak alat menggunakan motor stepper yang terhubung dengan poros ballscrew, sehingga mampu menghasilkan gerakan linear maju–mundur secara akurat dan terkontrol. Bracket khusus dibuat untuk memegang cutting torch agar posisinya stabil selama proses pemotongan. Proses perancangan meliputi tahap desain, pemilihan material seperti pelat baja, ball screw, dan linear actuator guide, serta perakitan komponen mekanik dan elektrik, termasuk microstep driver, controller, dan power supply. Pengujian dilakukan pada pelat baja tebal 10 mm dengan variasi kecepatan putar motor 5, 6, dan 7 RPM, serta tekanan gas oksigen dan LPG masing-masing 50 psi. Hasil pengujian menunjukkan kecepatan potong sebesar 50, 60, dan 70 mm/menit, dengan hasil potongan lurus, halus, dan terak yang minim. Total biaya pembuatan alat adalah Rp 3.378.447, yang dinilai ekonomis untuk skala pendidikan maupun produksi kecil. Hasil akhir menunjukkan bahwa alat bantu pemotongan pelat ini mampu memenuhi tujuan perancangan, memberikan hasil lebih presisi, mengurangi beban kerja operator, serta mempercepat proses dibanding metode manual