POLSRI REPOSITORY
Not a member yet
17637 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN MESIN INKUBATOR PENETAS TELUR OTOMATIS BERTENAGA PLTS
Penetasan alami kurang efektif dikarenakan satu indukan ayam hanya bisa mengerami sekitar 10 butir telur, sedangkan seperti mesin tetas yang merupakan termasuk penetasan buatan bisa menetaskan telur dalam jumlah ratusan hingga ribuan butir telur, tergantung kapasitas yang dimiliki. Dalam penelitian ini bertujuan merancang (desain) dan membuat, menguji, serta untuk mengetahui persentase keberhasilan dari mesin inkubator penetas telur bertenaga PLTS. Setelah melakukan penelitian diperoleh hasil penelitian yaitu mesin inkubator yang dibuat memiliki kapasitas 50 butir. Mesin inkubator ini bekerja secara otomatis dalam pengaturan suhu dan pembalikan telur. Pada pengujian penetasan dengan menggunakan 50 telur ayam kampung dilakukan selama 21 hari diperoleh data hasil pengukuran yaitu rata-rata temperatur di dalam mesin inkubator adalah 37,7°C dan kelembapan adalah 60%. Pada hari ke-7 dilakukan candling (peneropongan) dari 50 butir telur terdapat 12 butir telur infertil dan 38 butir telur fertil. Pada hari ke-21 total telur yang berhasil menetas adalah 29 butir dari 38 butir telur yang ditetaskan menggunakan mesin inkubator, sehingga tingkat keberhasilan penetasan mencapai 76%
Studi Pemanfaatan Bioarang Hasil Karbonisasi Pelepah Kelapa Sawit Teraktivasi Sebagai Bahan Baku Bio Baterai
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan bioarang yang dihasilkan dari pelepah kelapa sawit melalui proses karbonisasi sebagai bahan baku elektroda dalam bio-baterai. Lingkup penelitian mencakup pengolahan limbah padat pelepah kelapa sawit menjadi bioarang, karakterisasi terhadap produk yang dihasilkan, serta evaluasi kelayakannya sebagai material energi alternatif yang ramah lingkungan. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 400°C, 500°C, dan 600°C untuk mengamati pengaruh suhu terhadap kualitas bioarang. Parameter yang dianalisis dalam penelitian ini meliputi kadar karbon tetap, kadar abu, nilai kalor, serta konduktivitas listrik bioarang. Proses karbonisasi pada suhu tinggi memberikan pengaruh signifikan terhadap komposisi kimia bioarang. Semakin tinggi suhu karbonisasi, kadar abu dan fixed carbon meningkat, sementara kadar zat terbang mengalami penurunan pada suhu 500°C. Sedangkan aktivasi dengan konsentrasi 1,5 M memberikan hasil terbaik dalam menghasilkan bioarang dengan angka iodin tertinggi sebesar 3.998,30 mg/g pada suhu karbonisasi 600°C, menunjukkan kapasitas adsorpsi yang sangat tinggi. Sedangkan untuk tegangan, arus, dan daya listrik bioarang teraktivasi meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi elektrolit KOH. Nilai tegangan tertinggi dicapai pada kombinasi suhu karbonisasi 500°C dan aktivasi 1,5 M yaitu sebesar 1,567 V. Arus tertinggi sebesar 0,00851 A dan daya tertinggi sebesar 0,01334 watt juga diperoleh pada kombinasi perlakuan yang sama, menunjukkan bahwa kondisi ini merupakan yang paling optimal untuk menghasilkan bioarang dengan kinerja elektroda terbaik.
Kata Kunci : Pelepah Sawit; Karbonisasi; Bio Baterai; Elektrolit
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KELAYAKAN PEMBERIAN PINJAMAN PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM KARYA USAHA MENGGUNAKAN METODE MULTI ATTRIBUTE UTILITY THEORY (MAUT)
Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi sangat diperlukan dalam meningkatkan efisiensi dan objektivitas suatu proses pengambilan keputusan, termasuk pada sektor keuangan koperasi. Koperasi Simpan Pinjam Karya Usaha menghadapi tantangan dalam menyeleksi calon penerima pinjaman secara adil dan akurat karena sistem yang masih manual dan subjektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berbasis web untuk menentukan kelayakan pinjaman menggunakan metode Multi Attribute Utility Theory (MAUT). Metode MAUT dipilih karena kemampuannya dalam mengevaluasi banyak kriteria secara terstruktur dan kuantitatif. Kriteria yang digunakan meliputi jumlah pinjaman, jaminan, gaji, status pekerjaan, dan jumlah tanggungan. Sistem dikembangkan menggunakan metode pengembangan Waterfall dan diuji dengan metode blackbox testing. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini mampu memberikan hasil seleksi yang objektif dan akurat, serta memudahkan admin dan pimpinan koperasi dalam mengevaluasi dan memutuskan permohonan pinjaman. Dengan adanya SPK ini, koperasi dapat meminimalkan risiko kredit macet dan meningkatkan transparansi proses seleksi pinjaman.
Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, MAUT, Kelayakan Pinjaman, Koperasi Simpan Pinjam, Waterfall
SISTEM OPTIMALISASI PENYALURAN BANTUAN SOSIAL MENGGUNAKAN K-MEANS CLUSTERING BERDASARKAN SEGMENTASI DATA SOSIAL DAN EKONOMI ( STUDI KASUS DESA TANJUNG SERANG KECAMATAN KAYUAGUNG )
Penyaluran bantuan sosial yang tidak tepat sasaran masih menjadi permasalahan utama di
berbagai wilayah, termasuk di Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung.
Ketidaktepatan ini sering kali disebabkan oleh kurangnya sistem pendukung keputusan
yang mampu menganalisis kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara objektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem optimalisasi penyaluran bantuan
sosial menggunakan metode K-Means Clustering berdasarkan segmentasi data sosial dan
ekonomi. Data yang digunakan meliputi usia, jumlah tanggungan, kondisi rumah, status
kepemilikan, dan penghasilan. Dengan metode K-Means, sistem ini mengelompokkan
penduduk ke dalam beberapa cluster berdasarkan kemiripan data, sehingga dapat
mempermudah pemerintah desa dalam mengidentifikasi kelompok masyarakat yang
paling membutuhkan bantuan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu
mengelompokkan data dengan akurat dan memberikan informasi yang relevan bagi
pengambilan keputusan. Dengan demikian, penerapan sistem ini dapat membantu
terciptanya penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran, adil, dan efisien
Determinan Tingkat Kemandirian Keuangan Pemerintah Pada Kabupaten/Kota Di Sumatera Selatan
Berdasarkan data dari LKPD Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan selama 10 tahun terakhir, rata-rata tingkat kemandirian keuangan pada daerah tersebut sekitar 11%, dengan kesenjangan antar daerah yang signifikan. Kota Palembang memiliki tingkat kemandirian tertinggi sebesar 49%, sedangkan sebagian besar daerah lain di bawah 12%. Hal ini berarti adanya faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian suatu daerah. Populasi pada penelitian ini sebanyak 17 Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan dengan teknik sampel jenuh. Data yang diperoleh ialah data sekuder berupa LKPD Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan Tahun 2014-2023. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan model Fixed effect model melalui EViews 13. Hasilnya menunjukkan bahwa ukuran pemerintah daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian. Sebaliknya, leverage dan Dana Insentif daerah tidak berpengaruh signifikan. Belanja modal berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, keempat variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah dengan kekuatan hubungan sangat kuat. Temuan ini menunjukan bahwa setiap kebijakan pada kegiatan pemerintah sangat berpengaruh terhadap kemandirian keuangan pemerintah
RANCANG BANGUN PENYIRAM TANAMAN BERBASIS INTERNET of THINGS (IoT) UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI PADA TANAMAN SAWI HIJAU
Laporan Akhir ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem penyiram tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi penyiraman pada tanaman sawi hijau (Brassica rapa var. parachinensis). Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 yang terintegrasi dengan sensor kelembapan tanah kapasitif dan sensor suhu udara DHT11. Panel surya monokristalin dimanfaatkan sebagai sumber energi utama yang disimpan dalam aki dan diatur oleh solar charge controller. Data sensor diolah dan dikirim secara real-time melalui aplikasi Blynk IoT, memungkinkan pemantauan dan pengendalian pompa penyiram serta kipas pendingin secara jarak jauh. Pengujian alat menunjukkan bahwa sistem mampu mengaktifkan pompa otomatis saat kelembapan tanah 70%, serta kipas pendingin aktif saat suhu kotak panel >40°C. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu petani sawi hijau dalam menghemat air, waktu, serta meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan melalui penerapan teknologi IoT
APLIKASI PEMINJAMAN RUANGAN DAN BARANG COMMAND CENTER PADA DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI SUMATERA SELATAN
Aplikasi peminjaman ruangan dan barang Command Center pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan. Permasalahan yang diangkat adalah saat ini, proses peminjaman masih dilakukan secara manual pengguna yang ingin melakukan peminjaman ruangan atau barang harus terlebih dahulu menemui admin secara langsung untuk melakukan permintaan dan konfirmasi peminjaman. Selain itu, kurang efisiennya proses pencatatan dan verifikasi peminjaman yang sebelumnya dilakukan melalui Microsoft Excel, sehingga rentan terhadap kesalahan data dan benturan jadwal. Tujuan dari dibangun ini adalah membuat aplikasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi pengelolaan peminjaman fasilitas. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Waterfall, yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan basis data MySQL dan diuji menggunakan metode Black-box. Hasil akhir menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan berhasil memfasilitasi proses pencatatan peminjaman, memberikan ketersediaan ruangan dan barang secara real-time, serta mempermudah admin dan pegawai dalam proses verifikasi dan pelaporan. Aplikasi ini juga meningkatkan transparansi dan responsivitas pelayanan bagi seluruh pengguna di lingkungan Dinas Kominfo Provinsi Sumatera Selatan.
Kata kunci: aplikasi peminjaman, Command Center, Waterfall, Diskominf
PERANCANGAN SISTEM KEARSIPAN ELEKTRONIK BERBASIS MICROSOFT ACCESS 2010 PADA DIVISI HCGS (HUMAN CAPITAL GENERAL SERVICE) DI PT BARA TAMA WIJAYA
Judul Laporan Akhir ini ‘Perancangan Sistem Kearsipan Elektronik Berbasis Microsoft Access 2010 pada Divisi HCGS (Human Capital General Service) di PT Bara Tama Wijaya” laporan ini bertujuan untuk merancang sistem kearsipan elektronik berbasis Microsoft Access 2010 pada Divisi HCGS (Human Capital General Service) PT Bara Tama Wijaya. Latar belakang dari penelitian ini adalah masih digunakannya sistem penyimpanan arsip secara manual yang menyebabkan proses pencarian dan pengelolaan arsip menjadi lambat, tidak efisien, serta memiliki risiko kerusakan dan kehilangan dokumen. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa analisis data kualitatif dan menggunakan metode 4D. Hasil dari perancangan sistem ini adalah aplikasi penyimpanan arsip surat masuk dan surat keluar yang terintegrasi, yang dilengkapi dengan fitur login, form input, dan laporan berbasis Microsoft Access 2010. Perancangan yang dibuat melalui alur yang dibuat dengan flowchart dimulai dengan analisis kebutuhan. Dengan adanya perancangan sistem ini, proses administrasi pada Divisi HCGS (Human Capital General Service) menjadi lebih tertata, cepat, dan mendukung digitalisasi arsip perusahaan
PENENTUAN PENERIMA BANTUAN SOSIAL PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW) DI DINAS SOSIAL KABUPATEN EMPAT LAWANG (STUDI KASUS KECAMATAN TEBING TINGGI) BERBASIS WEBSITE
Pemanfaatan teknologi informasi dalam pengambilan keputusan sangat diperlukan, terutama dalam proses seleksi penerima bantuan sosial agar lebih tepat sasaran, efisien, dan transparan. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan tunai bersyarat dari pemerintah yang diperuntukkan bagi keluarga prasejahtera. Namun, proses penentuan penerima PKH sering kali dilakukan secara manual sehingga menimbulkan potensi kesalahan dan keterlambatan, Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis web menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW) guna membantu Dinas Sosial Kabupaten Empat Lawang dalam menentukan penerima PKH secara objektif. Sistem ini dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL, serta diuji menggunakan metode Black Box. Dalam sistem ini, input yang digunakan meliputi data calon penerima bantuan seperti penghasilan, jumlah tanggungan, kondisi rumah, status pekerjaan, dan jumlah komponen PKH. Proses dalam sistem meliputi pengumpulan data, pemberian bobot kriteria, normalisasi nilai, dan perhitungan menggunakan metode SAW untuk mendapatkan nilai akhir. Dari proses tersebut, sistem menghasilkan output berupa daftar peringkat calon penerima bantuan yang ditampilkan dalam bentuk halaman perangkingan, dashboard admin, serta laporan data penerima bantuan. Dengan adanya sistem ini, diharapkan proses seleksi penerima bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat, objektif, dan sistematis, serta membantu meminimalkan kesalahan dalam pengambilan keputusan oleh pihak Dinas Sosial
PENGOLAHAN SERAT PELEPAH NIPAH (NYPA FRUTICANS) YANG DIPROSES SECARA FISIKA-KIMIA SEBAGAI BAHAN BAKU TEKSTIL
Industri tekstil di Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, namun masih bergantung pada bahan baku sintetis berbasis impor yang berdampak negatif terhadap lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan alternatif bahan baku yang ramah lingkungan dan tersedia secara lokal. Pelepah nipah (Nypa fruticans), yang merupakan limbah pertanian di daerah pesisir Indonesia, mengandung senyawa lignoselulosa seperti selulosa, hemiselulosa, dan lignin, sehingga berpotensi diolah menjadi serat tekstil alami. Proses ekstraksi serat dilakukan menggunakan alat dekortikator, dilanjutkan dengan perendaman dalam larutan NaOH konsentrasi 4%, 5%, dan 6% selama 60 hingga 300 menit, serta tahap bleaching menggunakan NaClO. Analisis komponen kimia meliputi kadar selulosa, hemiselulosa, dan lignin menggunakan metode Chesson-Datta. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan dengan larutan NaOH 6% dengan waktu perendaman 300 menit, yang menghasilkan kandungan selulosa sebesar 49,73%, hemiselulosa 17,84%, dan lignin 8,71%. Nilai kekuatan tarik mencapai 171,03 Mpa. Penurunan signifikan kadar lignin dan hemiselulosa menunjukkan keberhasilan proses delignifikasi, sementara peningkatan kadar selulosa berkontribusi terhadap kekuatan tarik serat. Hasil ini menunjukkan bahwa serat pelepah nipah berpotensi digunakan sebagai bahan baku tekstil ramah lingkungan