POLSRI REPOSITORY
Not a member yet
17637 research outputs found
Sort by
REKONDISI MESIN PEMOTONG PELAT MANUAL TIPE MESIN 197.05 DI BENGKEL PRODUKSI JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA (PERAWATAN)
Laporan akhir ini membahas mengenai perawatan mesin pemotong pelat manual tipe 197.05 yang digunakan untuk memotong lembaran pelat logam dengan ketebalan maksimal 1,5 mm. Mesin ini banyak dimanfaatkan di bengkel kerja dan industri kecil karena pengoperasiannya yang sederhana, tidak membutuhkan tenaga listrik, serta relatif mudah dalam perawatan. Keunggulan mesin ini membuatnya sangat cocok digunakan di lingkungan kerja yang tidak memiliki akses listrik atau memerlukan alat yang praktis dan efisien. Walaupun sistem kerjanya manual, mesin ini tetap membutuhkan perawatan rutin agar dapat bekerja secara optimal dan aman digunakan. Perawatan juga bertujuan untuk memperpanjang umur pakai mesin dan mencegah kerusakan yang dapat mengganggu proses produksi. Perawatan yang dilakukan mencakup beberapa tindakan penting, seperti pembersihan sisa material atau serpihan logam pada bagian mata pisau dan meja potong. Kotoran yang menumpuk dapat menyebabkan hambatan saat proses pemotongan berlangsung. Selain itu, pelumasan secara berkala pada bagian engsel, tuas pemotong, dan komponen bergerak lainnya diperlukan untuk mengurangi gesekan dan mencegah keausan dini. Pengencangan baut dan mur juga harus dilakukan untuk menjaga kestabilan struktur mesin. Komponen penting seperti mata pisau, pegas, dan bearing harus diperiksa secara berkala. Mata pisau yang tumpul harus diasah atau diganti agar hasil potong tetap presisi, sedangkan pegas dan bearing harus berada dalam kondisi baik agar kinerja mesin tetap maksimal. Dengan penerapan perawatan yang tepat dan teratur, mesin pemotong pelat manual tipe 197.05 akan terus berfungsi secara efektif, aman, dan tahan lama
RANCANG BANGUN SISTEM PENYESUAIAN SUHU PENYIMPANAN PIE BUAH DENGAN MONITORING ANDROID BERBASIS INTERNET OF THINGS
Perkembangan Internet of Things (IoT) memungkinkan otomatisasi penyimpanan makanan sensitif seperti pie buah. Pie buah mudah rusak karena kadar air yang tinggi, sehingga memerlukan kontrol suhu yang presisi. Penelitian ini merancang sistem penyimpanan berbasis IoT menggunakan ESP32, sensor DHT22 untuk suhu, MQ135 untuk kualitas udara, dan modul Peltier sebagai pendingin. Pemantauan dilakukan melalui aplikasi Blynk di perangkat Android. Metode prototyping digunakan dalam merancang, membangun, dan menguji sistem. Hasil menunjukkan bahwa alat mampu menurunkan suhu hingga ±10°C dalam waktu 40 menit dan menjaga kestabilannya. Dengan sistem ini, pie buah dapat bertahan hingga ±12 jam, dua kali lebih lama dibanding penyimpanan di suhu ruang. Sistem ini dinilai efektif untuk mendukung pelaku UMKM dalam mempertahankan kualitas produk secara efisien dan real-time
SISTEM PEMANTAUAN DAN PERINGATAN DINI DI AREA PENJEMURAN KELEMPANG PADA TOKO KERUPUK DAN KELEMPANG MANG DIN
Penjemuran kelempang sebagai bagian dari proses produksi makanan tradisional sangat bergantung pada kondisi cuaca. Perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak seperti hujan atau kelembapan udara yang tinggi dapat mengganggu proses pengeringan dan menurunkan kualitas produk. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dirancang sebuah alat pemantauan dan peringatan cuaca menggunakan dua mikrokontroler, yaitu ESP32 DevKitC V4 dan ESP32-C3 Mini. Sistem ini dilengkapi dengan sensor BME280 untuk mendeteksi suhu dan kelembapan, serta sensor FR-04 untuk mendeteksi adanya air hujan. Komunikasi antara kedua mikrokontroler dilakukan melalui modul HC-12 yang memungkinkan transmisi data secara nirkabel tanpa koneksi internet. Ketika sensor mendeteksi kondisi cuaca yang tidak mendukung penjemuran, ESP32-C3 akan mengaktifkan buzzer sebagai sistem peringatan suara. Alat ini dirancang untuk bekerja secara lokal dengan sumber daya dari adaptor tanpa menggunakan baterai atau panel surya, sehingga cocok digunakan di lingkungan produksi yang sederhana dan tanpa akses internet. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi perubahan cuaca dan memberikan peringatan suara secara efektif dan responsif
RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) MINI 12V DC DENGAN TURBIN IMPULS
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) adalah sistem konversi energi termal menjadi listrik melalui proses penguapan air dan pemanfaatan turbin uap. Pada laporan ini dirancang PLTU mini 12V DC dengan turbin impuls sebagai penggerak utama generator. Sistem terdiri dari satu boiler berbahan bakar LPG yang menghasilkan uap bertekanan untuk memutar turbin, sehingga rotor generator menghasilkan listrik. Hasil pengujian menunjukkan tegangan maksimum sebesar 12.2V DC pada putaran 991.5 RPM, dengan daya input dari uap sebesar 6.9 watt. Hubungan antara RPM dan tegangan bersifat linier. Pada pengujian jenis beban, beban penuh memberikan efisiensi tertinggi pada 179,6 RPM dengan arus 0,18 A. Pengujian tekanan menunjukkan peningkatan bertahap hingga 2 bar dalam 21 menit, menandakan kestabilan kerja boiler. Sistem berhasil menyalakan beberapa beban 12V seperti lampu LED, kipas, buzzer, dan USB charger. Rancang bangun ini membuktikan prinsip kerja PLTU skala kecil dan berfungsi sebagai media edukatif
PERANCANGAN RUMAH SUSUN UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI PALEMBANG
Perancangan rumah susun Universitas Indo Global Mandiri (UIGM) Palembang bertujuan untuk menyediakan hunian layak, aman, dan terjangkau bagi mahasiswa, khususnya yang berasal dari luar daerah. Perancangan ini dilakukan untuk memenuhi standar keamanan, efisiensi, dan kenyamanan dalam konstruksi bangunan vertikal. Lingkup perancangan mencakup struktur atas seperti atap, pelat dak, pelat lantai, tangga, balok, dan kolom, serta struktur bawah seperti tie beam dan pondasi. Metode perancangan mengacu pada standar nasional Indonesia (SNI) seperti SNI 1727:2020, SNI 2847:2019, dan SNI lainnya yang relevan. Pembebanan struktur mempertimbangkan beban mati, beban hidup, beban angin, dan beban hujan. Pemodelan struktur dilakukan menggunakan perangkat lunak analisis dan desain untuk memastikan kekuatan dan kestabilan bangunan. Selain itu, aspek manajemen proyek turut dibahas melalui penyusunan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), Rencana Anggaran Biaya (RAB), barchart, dan network planning. Hasil perancangan menunjukkan bahwa dimensi elemen struktur dan penulangannya memenuhi syarat teknis yang berlaku. Dengan demikian, rancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pembangunan rusun UIGM yang efisien dan sesuai standar konstruksi
ANALISIS VARIASI DIAMETER PIPA DAN BUKAAN KATUP TERHADAP JARAK SEMPROT DAN KECEPATAN WP 20 WATER PUMP PADA RANCANG BANGUN DAMKAR VIAR RODA 3
Penanggulangan kebakaran membutuhkan sarana yang cepat, efisien, dan mampu menjangkau area sempit. Motor pemadam kebakaran roda tiga menjadi solusi efektif karena lebih gesit, ekonomis, dan mudah dioperasikan dibandingkan mobil pemadam konvensional. Agar kinerjanya optimal, diperlukan sistem penyemprotan yang tepat melalui pengaturan diameter pipa dan bukaan katup, sehingga dapat mendukung pemadaman kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau secara lebih maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter pipa dan bukaan katup terhadap jarak semprot, debit, kecepatan aliran, serta kehilangan tekanan (headloss) pada sistem aliran air menggunakan pipa PVC. Pengujian dilakukan pada dua ukuran pipa, yaitu 1,5 inch dan 2 inch, dengan faktor gesekan sebesar 0,015 cm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pipa berdiameter 2 inch menghasilkan jarak semprot rata-rata lebih jauh, yaitu 16,04 meter, dibandingkan dengan pipa 1,5 inch yang mencapai 14,41 meter. Debit aliran pada pipa 2 inch juga lebih besar, yaitu 0,0046 m³/detik, dibandingkan dengan 0,00318 m³/detik pada pipa 1,5 inch. Namun, kecepatan aliran pada pipa 1,5 inch lebih tinggi (2,09 m/detik) dibandingkan dengan pipa 2 inch (1,96 m/detik). Perbedaan diameter pipa dan kecepatan aliran ini berpengaruh terhadap besarnya kehilangan energi. Headloss mayor tercatat lebih tinggi pada pipa 1,5 inch (0,12250 m) dibandingkan dengan pipa 2 inch (0,089702 m) pada bukaan katup maksimum. Begitu pula dengan headloss minor, di mana pipa 1,5 inch memiliki nilai 0,29387m dan pipa 2 inch sebesar 23469 m. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pipa berdiameter lebih besar cenderung memberikan performa aliran yang lebih stabil, efisien, dan menghasilkan jarak semprot yang lebih optimal meskipun dengan kecepatan aliran yang lebih rendah
RANCANG BANGUN KERETA MAGNETIC LEVITATION BERBASIS ENERGI SURYA
Kereta Magnetic Levitation (Maglev) adalah teknologi transportasi yang memanfaatkan gaya magnet untuk mengangkat dan menggerakkan kereta tanpa kontak fisik dengan rel. Sistem ini menggunakan magnet permanen untuk menghasilkan medan elektromagnetik, yang memungkinkan levitasi dan propulsi. Dengan pemanfaatan magnet permanen, sistem ini dapat bekerja secara efisien karena magnet permanen dapat menghasilkan medan magnet secara terus-menerus tanpa memerlukan aliran listrik eksternal. Magnet permanen digunakan dalam dua fungsi utama: levitasi dan propulsi. Proses levitasi terjadi ketika magnet pada rel dan magnet di bawah kabin saling tolak-menolak, menghasilkan gaya angkat yang mengangkat kabin dari rel. Untuk sistem gaya dorong, interaksi antara magnet pada sisi samping kabin dan magnet pada shaft lead screw menciptakan gaya tarik- menarik, yang menyebabkan pergerakan linier kereta saat lead screw bergerak. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan magnet permanen menghasilkan levitasi setinggi 0,7 cm pada kereta maglev. Selain itu, sistem propulsi mampu menghasilkan kecepatan antara ~ 0,46 m/s pada kondisi baterai 30% hingga ~ 0,79 m/s dengan kondisi baterai 90%. Kecepatan ini dapat bervariasi tergantung pada daya yang dapat dikeluarkan oleh baterai, yang mempengaruhi performa sistem gaya dorong dan stabilitas pergerakan kereta
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI ENERGI SURYA PADA SISTEM TRANSPORTASI KERETA MAGNETIC LEVITATION
Transportasi berbasis energi terbarukan menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi energi surya pada sistem transportasi kereta magnetic levitation (maglev). Dalam sistem maglev, panel surya 20 Wp digunakan sebagai sumber utama untuk mengisi baterai LiFePO4 12V 6Ah melalui Solar Charge Controller (SCC). Energi yang disimpan dalam baterai digunakan untuk menggerakkan motor DC yang menggerakkan magnet sebagai sistem propulsi pada kereta maglev. Sistem berguna untuk beroperasi secara mandiri, bahkan dalam kondisi cuaca yang bervariasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa panel surya mampu mengisi baterai dari 20% hingga 90% dalam waktu sekitar 5 jam pada kondisi sinar matahari yang optimal. Selain itu, meskipun intensitas cahaya matahari bervariasi, sistem maglev tetap dapat berfungsi dengan baik, mengonfirmasi kemampuan self-sustaining yang tinggi untuk pengoperasian sistem transportasi berbasis energi surya. Modul PZEM-015 digunakan untuk memantau kondisi daya dalam sistem secara real-time, memungkinkan evaluasi performa pengisian dan konsumsi energi yang efisien. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan sistem transportasi ramah lingkungan
Perancangan Alat Sistem Pengering Bulu Hewan Peliharaan berbasis Internet of Things (IoT)
ABSTRAK
PERANCANGAN ALAT SISTEM PENGERING BULU HEWAN PELIHARAAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT)
Oleh :
DAFFA HASRI DIENAUFAL 062030321035
Pengeringan bulu hewan peliharaan setelah mandi atau hujan bisa menjadi tugas yang melelahkan dan memakan waktu. Metode pengeringan tradisional yang melibatkan penggunaan handuk atau pengering rambut seringkali tidak efisien dan memerlukan intervensi manusia secara terus-menerus. Dengan adanya teknologi Internet of Things (IoT), kita dapat merancang alat yang dapat mengotomatiskan proses pengeringan bulu hewan peliharaan dengan menghubungkannya ke jaringan internet. alat pengering ini dilengkapi dengan DHT21 yang merupakan sensor kelembaban dan suhu yang secara akurat akan mengukur tingkat kelembaban pada bulu hewan, dan mengontrol suhu di dalam alat untuk memastikan kenyamanan dan keamanan hewan peliharaan. Integrasi dengan aplikasi pengendali khusus memungkinkan pengguna untuk mengatur pengeringan, suhu, dan waktu melalui perangkat pintar mereka, seperti ponsel.
Berdasarkan pada perencanaan dan juga hasil pengambilan data serta pengujian sensor dan alat secara keseluruhan dari Sistem Alat Pengering Bulu Hewan Peliharaan akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa, hasil dari pengujian pada semua bagian alat adalah: (1) Modul Rancang Bangun Alat Pengering Bulu Hewan Peliharaan Berbasis Internet Of Things ini sesuai dengan yang direncanakan. Fungsi kerja alat secara keseluruhan dari awal hingga akhir bekerja sesuai dengan yang diharapkan, Hal ini membuktikkan bahwa keseluruhan sistem yang dibuat berfungsi dengan baik. (2) Berdasarkan Tabel 4.2 Hasil Pengujian Sensor Suhu DHT21. Tingkat error pengukuran suhu berbeda antara sensor DHT21 dan HTC-2 untuk terkecil 0,28 % dan tertinggi adalah 0.85 %. Sensor Infra Red dalam rangkaian bekerja dengan baik dengan dapat mendeteksi keberadaan hewan peliharaan saat berada dalam Dryer, maupun saat Dryer dalam keadaan kosong. (3) Berdasarkan Tabel 4.3 Hasil Pengujian Kelembapan Sensor DHT21. Tingkat Penyimpangan pengukuran kelembapan berbeda antara sensor DHT21 dan HTC-2 untuk terkecil 1.7 % dan tertinggi adalah 2.26 %.
Kata Kunci : Pengering Bulu Hewan, DHT21, NodeMCU ESP 826
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN PRIORITAS PENYEWAAN MOBIL PADA CV TIARA PERSADA MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)
CV Tiara Persada merupakan perusahaan penyedia jasa penyewaan mobil. Permasalahan utama yang dihadapi perusahaan ini yaitu dalam menentukan prioritas penyewaan, terutama dalam mengelola pelanggan yang tidak bertanggung jawab. Perusahaan biasanya menentukan pelanggan berdasarkan pendapat pribadi. Jika perusahaan kurang selektif dalam menentukan prioritas penyewaan mobil pada pelanggan, tentu saja hal ini bisa menjadi masalah yang menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) penentuan prioritas penyewaan mobil menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Proses pengembangan sistem menggunakan metode Rapid Application Development (RAD), yang meliputi pemodelan bisnis, pemodelan data, pemodelan proses, pembuatan aplikasi, dan pengujian sistem. Metode SAW digunakan dalam proses pengambilan keputusan dengan melakukan penilaian terhadap sembilan kriteria utama, yaitu: tujuan penyewaan, jenis kendaraan, biaya penyewaan, durasi penyewaan, ketepatan pengembalian, kondisi kendaraan saat dikembalikan, catatan pelanggaran, frekuensi penyewaan, dan tunggakan pembayaran. Hasil dari sistem ini berupa peringkat pelanggan, di mana pelanggan dengan skor tertinggi akan berada di urutan atas. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, semua fitur berjalan dengan baik dengan tingkat akurasi sebesar 92% dari 50 pelanggan serta menunjukkan kesesuaian penuh antara sistem dengan perhitungan manual pada 9 sampel pelanggan yang digunakan dalam penelitian ini, sehingga sistem pendukung keputusan menggunakan metode SAW ini dinilai relevan dan terbukti mampu menghasilkan perhitungan yang akurat, mampu mempercepat proses pengambilan keputusan berdasarkan data historis, serta membantu perusahaan dalam mengurangi risiko kerugian dengan memilih penyewa yang lebih tepat