Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan
Not a member yet
    190 research outputs found

    PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF TALCOTT PARSON TERHADAP KOMUNIKASI KELUARGA DAN KONDISI PSIKOSOSIAL ANAK

    Full text link
    Divorce within the family impacts social stability, particularly in the psychosocial development of children. According to Talcott Parsons' structural functionalism theory, the family functions to maintain stability through affection and socialization. However, divorce leads to disorganization within the family structure, disrupting the process of socialization and communication among family members. The decline in the quality of communication in post- divorce families affects the emotional and social development of children. This study employs a literature review approach to analyze existing literature related to divorce, family communication, and the psychosocial condition of children. The findings indicate that divorce results in fragmentation of family communication and imbalance in the socialization process, which increases the risk of psychosocial disturbances, such as anxiety and difficulties in forming healthy social relationshipsPerceraian dalam keluarga berdampak pada stabilitas sosial, terutama terhadap perkembangan psikososial anak. Berdasarkan teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons, keluarga berfungsi untuk menjaga stabilitas melalui afeksi dan sosialisasi. Namun, perceraian menyebabkan disorganisasi dalam struktur keluarga, yang mengganggu proses sosialisasi dan komunikasi antar anggota keluarga. Penurunan kualitas komunikasi dalam keluarga pascaperceraian memengaruhi perkembangan emosional dan sosial anak. Dalam penelitian ini, pendekatan studi pustaka digunakan untuk menganalisis literatur terkait perceraian, komunikasi keluarga, dan kondisi psikososial anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian mengakibatkan fragmentasi komunikasi keluarga dan ketidakseimbangan dalam proses sosialisasi anak, yang berisiko meningkatkan gangguan psikososial, seperti kecemasan dan kesulitan dalam membentuk hubungan sosial yang sehat

    Kaidah ‘Aam, Khas dan Takhshish dalam Hukum Keluarga

    Full text link
    Pronunciation is an expression with which one thing can be understood. However, the meaning of the pronunciation will be greatly influenced by something that goes hand in hand with it. The meaning of lafaz can mean aam (general), special (special), and Takhsis. This paper will explore how lafaz can mean am, distinctive, and takhsis, accompanied by an explanation of the rules/provisions that can influence it. This study uses the library research method, where later the author will explain the discussion by including examples from the Koran and Hadith to find a clearer understanding of a syara' proposition. The results of this study found that there are three family laws that have gone through the stages of the takhshish rule, where the existing 'aam' pronunciation from the syara' proposition is taken so that the meaning becomes narrower or limited.Lafaz merupakan suatu ungkapkan yang dengannya dapat dipahami satu hal. Akan tetapi makna dari lafaz itu akan sangat dipengaruhi dengan sesuatu yang bergandengan dengannya. Makna dari lafaz bisa saja bermakna aam (umum) khas (khusus), dan Takhsis. Tulisan ini akan mengetengahkan bagaimana lafaz dapat bermakna am, khas, dan takhsis dengan diiringi penjelasan kaidah/ketentuan yang dapat mempengaruhinya. Penelitian ini  menggunakan metode library research dengan dimana nanti penulis akan memaparkan pembahasan  dengan menyertakan contoh-contoh dari al-Quran dan Hadis untuk menemukan satu pemahaman yang lebih jelas dari satu dalil syara’. Hasil penelitian ini menemukan terdapat tiga hukum keluarga yang telah melalui tahapan kaidah takhshish, dimana lafaz ‘aam yang ada dari dalil syara’ ditakhshish sehingga maknanya menjadi lebih sempit atau terbatas

    ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN KINERJA GURU

    Full text link
    Increasing the quality of education is determined by the school principal's leadership. The school principal's leadership style greatly influences teachers' performance in carrying out their duties and responsibilities. This research aims to analyze school principals' leadership in improving teacher performance. The method used is qualitative with this type of research using literature reviews from articles, scientific journals, and books. The research results show that: School principal leadership in the era of globalization has experienced developments by utilizing digitalization to improve teacher performance. The leadership style is becoming more open, which impacts teacher performance to become more effective and efficient.Abstrak Meningkatnya kualitas mutu pendidikan ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolah. Gaya kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian menggunakan literatur review yang bersumber dari artikel, jurnal ilmiah, dan buku. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Kepemimpinan kepala sekolah di era globalisasi sudah memgalamani perkembangan dengan memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan kinerja guru. Gaya kepemipinan yang diterapkan semakin terbuka yang berdampak pada kinerja guru semakin efektif dan efisien. Kata Kunci : Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Kinerja Gur

    ANALISIS STRATEGI LEMBAGA PENJAMIAN MUTU MELALUI PROGRAM KHUSUS KONSEP LIMA MENARA ILMU DI UNIVERSITAS ISLAM MADURA: ANALISIS STRATEGI LEMBAGA PENJAMIAN MUTU MELALUI PROGRAM KHUSUS KONSEP LIMA MENARA ILMU DI UNIVERSITAS ISLAM MADURA

    No full text
    A quality assurance institution (LPMU) in a tertiary institution has a very vital role in producing quality education in the management of tertiary institutions. SPM Dikti aims to guarantee the fulfillment of Dikti Standards in a systemic and sustainable manner, so that a culture of quality grows and develops. Thus, SPMI as one of the sub-systems of the Higher Education SPM, aims to improve the quality of higher education in a systemic and sustainable manner through the Higher Education Standards PPEPP, in other words, the results of a quality culture will grow and develop. Of course the goal will be achieved if each tertiary institution has implemented SPMI properly and correctly, while its external accreditation meets external needs.Abstrak Lembaga penjaminan mutu (LPMU) di sebuah perguruan tinggi memiliki peranan yang sangat vital dalam menghasilkan mutu pendidikan dalam pengelolaan perguruan Tinggi. SPM Dikti bertujuan menjamin pemenuhan Standar Dikti secara sistemik dan berkelanjutan, sehingga tumbuh dan berkembang budaya mutu. Dengan demikian, SPMI sebagai salah satu sub sistem dari SPM Dikti, bertujuan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara sistemik dan berkelanjutan melalui PPEPP Standar Dikti, al hasil budaya mutu akan tumbuh berkembang. Tentu tujuan akan tercapai apabila setiap perguruan tinggi telah mengimplementasikan SPMI dengan baik dan benar, Sedangkan akreditasi externalnya memenuhi kebutuhan luarannya

    Konsep Pendidikan Akhlak Dalam Buku Yang “Yang Hilang Dari Kita: Akhlak” Karya M.Quraish Shihab

    Full text link
    Penelitian ini dilatar belakangi karena berkurangnya akhlak yang menjadi tuntutan di dalam hidup bersosial di masyarakat baik sesama makhluk hidup. Ada beberapa akhlak yang berkurang yaitu terjadinya tuntutan oleh anak terhadap orang tuanya, tidak akur sesama tetangga, kasus didalam rumah tangga dan masih banyak lainya. Tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam buku “yang hilang dari kita: akhlak” karya M.Qurasih Shihab dan juga untuk mengetahui akhlak apa saja yang telah hilang menurut M.Quraish Shihab. Penelitian ini bersifat (Library Research) yaitu kajian pustaka yang mengambil data-data tertulis dari berbagai literatur yang tedapat didalam perustakaan maupun media sosial. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Analisis yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sitematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan bersifat populasi tertentu dengan pristiwa-pristiwa yang telah terjadi guna menemukan generalisasi-generalisasi. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwasanya konsep pendidikan akhlak yang ada didalam buku yang hilang dari kita : akhak karya M.Quraish Shihab yaitu mengajarkan kita apa itu akhlak, bagaimana penempatan akhlak yang baik dan benar. Sedangkan akhlak-akhlak yang hilang menurut M.Quraish Shihab yaitu akhlak baik, sopan santun yang dimana menjadi poin penting didalam terjadinya suatu pendidikan akhlak yang baik di lingkungan sekitar maupun antar sesama makhluk.Abstrak: Penelitian ini dilatar belakangi karena berkurangnya akhlak yang menjadi tuntutan di dalam hidup bersosial di masyarakat baik sesama makhluk hidup. Ada beberapa akhlak yang berkurang yaitu terjadinya tuntutan oleh anak terhadap orang tuanya, tidak akur sesama tetangga, kasus didalam rumah tangga dan masih banyak lainya. Tujuan di dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan akhlak dalam buku “yang hilang dari kita: akhlak” karya M.Qurasih Shihab dan juga untuk mengetahui akhlak apa saja yang telah hilang menurut M.Quraish Shihab. Penelitian ini bersifat (Library Research) yaitu kajian pustaka yang mengambil data-data tertulis dari berbagai literatur yang tedapat didalam perustakaan maupun media sosial. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Analisis yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan secara sitematis, faktual, dan akurat mengenai fakta dan bersifat populasi tertentu dengan pristiwa-pristiwa yang telah terjadi guna menemukan generalisasi-generalisasi. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwasanya konsep pendidikan akhlak yang ada didalam buku yang hilang dari kita : akhak karya M.Quraish Shihab yaitu mengajarkan kita apa itu akhlak, bagaimana penempatan akhlak yang baik dan benar. Sedangkan akhlak-akhlak yang hilang menurut M.Quraish Shihab yaitu akhlak baik, sopan santun yang dimana menjadi poin penting didalam terjadinya suatu pendidikan akhlak yang baik di lingkungan sekitar maupun antar sesama makhluk. Kata Kunci : Konsep Pendidikan Akhlak, Yang hilang Dari Kita: Akhlak

    IMPLEMENTASI PENDEKATAN GENRE-BASED APPROACH DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DI MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS III DI MIS NURUL HIKMAH PAMEKASAN MADURA

    Full text link
    Students' writing ability is an important aspect of language skills in Indonesian Language Education. This research aims to describe how to implement the GBA approach in studying short story writing in the Indonesian language field for class 3 MIS Nurul Hikmah Madura. The method used is qualitative with descriptive methods. This research uses primary data and secondary data. Data collection was carried out using three methods, namely observation, interviews and documentation. The results of this research explain that the genre-based approach used in learning to write short stories is that the teacher makes a lesson plan first. In learning activities, the teacher explains the short story genre by providing examples of short stories. The teacher explains the material for writing short stories, which includes the characteristics of each short story genre, writing styles, elements that differentiate each genre, and steps for writing short stories.Abstrak Kemampuan menulis siswa merupakan aspek keterampilan berbahasa yang penting dalam Pendidikan Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendesripsikan bagaimana implementasi pendekatan GBA dalam penelaahan menulis cerpen di Bidang Bahasa Indonesia kelas 3 MIS Nurul Hikmah Madura. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilaksanakan dengan menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menerangkan bahwa pendekatan genre based approach yang di lakukan dalam pembelajaran menulis cerpen yaitu, guru membuat RPP terlebih dahulu, dalam kegiatan pembelajaran, guru menjelaskan genre cerpen dengan memebrikan contoh cerpen. Guru menjelaskan materi menulis cerpen yang di antaranya meliputi ciri khas setiap genre cerpen, gaya penulisan, unsur-unsur yang membedakan setiap genre, langkah-langkah penulisan cerpen

    Urgensi Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia) Lembaga Pendidikan Islam Era Digitalisasi

    Full text link
    The aim of this research is to determine the importance of developing human resources in Islamic educational institutions with the development of digitalization which continues to grow and penetrate the world of education. This research takes a qualitative descriptive approach that emphasizes meaning, understanding, and finding solutions using literature reviews of scientific articles, books, papers, and other findings. Based on research findings, it is found that human resource development is very important in Islamic educational institutions in order to achieve success in the world and the hereafter with knowledge. The urgency for human resource development is to improve the quality of teaching, ease of learning resources, motivating students with innovative learning, ease of administration, sustainability and growth of Islamic educational institutions. With this urgency, Islamic educational institutions must also maintain the characteristics of their abilities, including: 1. Ability to educate, 2. Ability to conduct research, 3. Ability to build cooperation, 4. Ability to adapt, 5. Adhering to values and principles.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pentingnya pengembangan SDM dalam lembaga pendidikan Islam dengan adanya perkembangan digitalisasi yang terus berkembang dan merasuki dunia pendidikan. Penelitian ini mengambil pendekatan deskriptif kualitatif yang menekankan pemaknaan, pemahaman, serta mencari solusi dengan adanya literatur review dari artikel ilmiah, buku, makalah, serta temuan lainnya. Berdasarkan temuan penelitian menemukan bahwa pengembangan SDM sangat penting dilakukan dalam lembaga pendidikan Islam guna menggapai kesuksesan dunia dan akhirat dengan ilmu. Urgensi pengembangan SDM tersebut adalah adanya peningkatan kualitas pengajaran, kemudahan dalam sumber belajar, memotivasi siswa dengan pembelajaran inovatif, kemudahan dalam administrasi, keberlanjutan dan pertumbuhan lembaga pendidikan Islam. Dengan adanya urgensi tersebut lembaga pendidikan Islam juga harus mempertahankan ciri khas kemampuan diantaranya: 1. Kemampuan mendidik, 2. Kemampuan melakukan penelitian, 3. Kemampuan membangun kerjasama, 4. Kemampuan beradaptasi, 5. Berpegang teguh pada nilai dan prinsip

    Pendidikan Keluarga Dalam Budaya Melayu: Telaah Dari Perspektif Al-Qur’an dan Hadits

    Full text link
    The importance of family education is a sentence that always comes to mind every time we see various cases and problems that occur in this era. Starting from cases of divorce, murder, suicide, bullying, to juvenile delinquency. It is not uncommon for various cases of these problems to occur as a result of a lack of family education. Therefore, this research aims to find out how family education is in Malay culture, and whether family education in Malay culture is in accordance with the Koran and hadith which are the basis of Malay cultural customs. This research uses a library research method which uses reading references from both libraries and online media to obtain the required information data. The results of this research include the obligation of husbands to educate their wives and the obligations of parents to educate their children. Through proper understanding and implementation of the values ​​of the Qur'an and hadith, it is hoped that family education in Malay culture can become a strong foundation for building a harmonious family and preventing cases of detrimental problems in society.The importance of family education is a sentence that always comes to mind every time we see various cases and problems that occur in this era. Starting from cases of divorce, murder, suicide, bullying, to juvenile delinquency. It is not uncommon for various cases of these problems to occur as a result of a lack of family education. Therefore, this research aims to find out how family education is in Malay culture, and whether family education in Malay culture is in accordance with the Koran and hadith which are the basis of Malay cultural customs. This research uses a library research method which uses reading references from both libraries and online media to obtain the required information data. The results of this research include the obligation of husbands to educate their wives and the obligations of parents to educate their children. Through proper understanding and implementation of the values ​​of the Qur'an and hadith, it is hoped that family education in Malay culture can become a strong foundation for building a harmonious family and preventing cases of detrimental problems in society

    CHARACTER FORMATION THROUGH AQIDAH AKHLAK MAPEL IN MI AR-RUHAMA, KARDULUK PRAGAAN VILLAGE, SUMENEP

    No full text
    Character building is a process of understanding the relationships experienced by every human being such as relationships with fellow human beings, God, and the environment. Philosopher Aristotle said that the progress of a nation is determined by 2 things, as: thought and character. This research is affirmed by field research study with a qualitative descriptive type. The methods used are observation methods, interview methods, and documentation methods. Data analysis includes data reduction, data presentation, data analysis. The results of this research showed that the teachers of moral faith at the school had implemented learning using a scientific approach.Pembentukan karakter adalah merupakan suatu proses pemahaman dari hubungan yang dialami setiap manusia, yaitu hubungan dengan diri sendiri, dengan lingkungan, dan dengan Allah. Ahli filsuf Aristoteles dan Danang mengatakan bahwa kemajuan bangsa di tentukan oleh dua hal yaitu: 1) Pemikiran dan 2) Karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif  lapangan dengan jenis metode studi kasus. Adapun metode yang digunakan adalah  metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Analisis data yang yng digunakan peneliti adalah reduksi data, penyajian data, menganalisa data. Hasil penelitian adalah . Guru Aqidah Akhlak di sekolah tersebut  pelaksanaan  pembelajaran guru disana sudah memakai pendekatan saintifik  (scientific)

    The Literasi Keagamaan di Era Informasi: Tantangan dan Peran PAI dalam Menyaring Hoaks dan Misinformasi

    No full text
    The digital information era has brought a new dimension to the dissemination of knowledge, including religious information. Social media and online platforms have become the main channels for individuals to access and share religious content, but both also provide opportunities for the spread of fake news and misinformation, which have the potential to cause social unrest and distort understanding of religious teachings. This study aims to analyze the challenges of religious literacy in the context of the rise of digital information, especially related to the spread of fake news and misinformation related to religion among junior high school students in Central Bengkulu. Furthermore, this study examines the strategic role of Islamic Religious Education (PAI) subjects in developing critical and responsible religious literacy skills among students in the information era. Through a literature review and content analysis approach, this study identifies important religious literacy competencies, such as the ability to verify sources of information, a comprehensive understanding of the context of religious teachings, and increased awareness of the potential for information manipulation. In addition, this study explores how the PAI curriculum and learning methods can be adapted to equip students with the skills to filter information, identify fake news and religious misinformation, and promote peaceful and constructive religious narratives in the digital space. The findings of this study indicate that most students are exposed to too much unverified information, are vulnerable to the spread of fake news and misinformation, have limited digital literacy and critical thinking skills, and may be influenced by filter bubbles. On the other hand, although Islamic Religious Education (PAI) has not achieved optimal results, it has been proven to play an important role in developing students' ability to filter fake news and misinformation.Era informasi digital telah membawa dimensi baru dalam penyebaran pengetahuan, termasuk informasi keagamaan. Media sosial dan platform daring telah menjadi saluran utama bagi individu untuk mengakses dan berbagi konten keagamaan, tetapi keduanya juga memberikan peluang bagi penyebaran berita palsu dan misinformasi, yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial dan mendistorsi pemahaman terhadap ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan literasi agama dalam konteks maraknya informasi digital, khususnya terkait dengan maraknya penyebaran berita bohong dan misinformasi terkait agama di kalangan siswa SMP di Bengkulu Tengah. Lebih jauh, penelitian ini mengupas peran strategis mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan keterampilan literasi agama yang kritis dan bertanggung jawab di kalangan peserta didik di era informasi. Melalui pendekatan kajian pustaka dan analisis isi, penelitian ini mengidentifikasi kompetensi literasi agama yang penting, seperti kemampuan memverifikasi sumber informasi, pemahaman komprehensif terhadap konteks ajaran agama, dan peningkatan kewaspadaan terhadap potensi manipulasi informasi. Selain itu, penelitian ini menjajaki bagaimana kurikulum PAI dan metode pembelajaran dapat diadaptasi untuk membekali siswa dengan keterampilan menyaring informasi, mengidentifikasi berita bohong dan misinformasi keagamaan, serta mempromosikan narasi keagamaan yang damai dan konstruktif di ruang digital. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa terpapar terlalu banyak informasi yang belum diverifikasi, rentan terhadap penyebaran berita palsu dan misinformasi, memiliki literasi digital dan keterampilan berpikir kritis yang terbatas, serta mungkin dipengaruhi oleh filter bubble. Di sisi lain, meskipun Pendidikan Agama Islam (PAI) belum mencapai hasil optimal, namun telah terbukti berperan penting dalam menumbuhkan kemampuan peserta didik dalam menyaring berita bohong dan misinformasi

    162

    full texts

    190

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Akademika: Jurnal Keagamaan dan Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇