Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Konsep Al-Fâ’izûn Dalam Al-Qur’an

    No full text
    Latar belakang penelitian ini muncul dari pentingnya nilai kemenangan yang sesungguhnya bagi orang-orang yang beriman. Orang yang menang di pikiran orang banyak adalah ketika berhasil mengalahkan lawan baik itu dalam sebuah pertandingan, perlombaan dan semacamnya atau saat mendapatkan keuntungan yang besar dalam berbisnis, berdagang atau bahkan ketika berhasil memperoleh jabatan atau gelar akademik yang tinggi. Al-Qur’an memandang kemenangan bukan sekadar perolehan itu semata, namun memberikan pandangan yang jauh lebih luas dari pencapaian-pencapaian di atas. Oleh sebab itu, peneliti menggali dan mengkaji lebih dalam bagaimana orang yang menang menurut perspektif Al-Qur’an beserta penafsiran-penafsiran yang mendukung penjelasan al-fâ’izûn. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung lafaz al-fâ’izûn dan menganalisis karakteristik yang terdapat pada al- fâ’izûn maupun derivasinya, sehingga dapat memunculkan pemahaman orang yang menang menurut perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan tafsir tematik. Hal ini digunakan untuk mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan al- fâ’izûn serta menganalisis orang yang menang menurut Al-Qur’an. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, al- fâ’izûn sesuai dengan namanya memiliki arti orang-orang yang menang. Istilah al-fâ’izûn ini merujuk pada beberapa ayat al-Qur’an, yaitu Q.S. At-Taubah ayat 20, Q.S. Al-Mu’minun ayat 111, Q.S. An-Nur ayat 52 dan Q.S. Al-Hasyr ayat 20 yang memerintahkan umat Islam agar memiliki karakteristik al-fâ’izûn yang dalam konteks Al-Qur’an berarti mereka yang beriman, berhijrah menuju tempat yang baik, berjihad di jalan Allah dan sabar menghadapi ujian-Nya. Berdasarkan penjelasan di atas, istilah ini muncul dalam Al-Qur’an sebagai penanda bagi mereka yang mendapatkan kenikmatan dunia dan kebahagian di akhirat. Temuan ini menegaskan bahwa orang yang menang dalam Al-Qur’an tidak hanya berhasil dan sukses di dunia saja namun mendapatkan kenikmatan abadi di akhirat kela

    Pengembangan Video Pembelajaran Matematika untuk Anak Tunagrahita Kelas 12 SLB Negeri Kota Banjarbaru

    No full text
    Rendahnya kemampuan siswa tunagrahita dalam memahami konsep matematika dasar, khususnya operasi penjumlahan, menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Materi penjumlahan yang bersifat abstrak sering menimbulkan kesulitan bagi siswa tunagrahita. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berupa video animasi bergerak dipandang penting untuk membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih konkret, menarik, dan mudah diingat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran matematika dan menguji kelayakannya dari segi kevalidan, kepraktisan, serta keefektifan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model 4D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dilaksanakan di SLB Negeri Kota Banjarbaru dengan subjek uji coba dua siswa kelas XII kelompok tunagrahita. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respons guru dan siswa, serta evaluasi hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi yang dikembangkan dinyatakan sangat valid, penilaian ini diambil berdasarkan ahli materi dan ahli media dengan aspek isi, penyajian, dan tampilan visual. Video animasi ini juga dinilai sangat praktis, ditunjukkan melalui respon positif guru dan siswa yang menilai video animasi mudah digunakan, menarik, dan membantu dalam proses pembelajaran. Selain itu, video animasi ini juga terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi penjumlahan, yang tercermin dari pencapaian hasil belajar siswa yang sangat baik

    Dukungan Sosial terhadap Proses Pemulihan Orang dengan Skizofrenia yang Sedang Rawat Jalan di Desa Aluh-Aluh Kecil Muara Kecamatan Aluh-Aluh Kabupaten Banjar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan sosial serta faktor-faktor yang memengaruhi dukungan tersebut dalam mendukung proses pemulihan orang dengan skizofrenia (ODS) yang sedang menjalani rawat jalan di Desa Aluh-Aluh Kecil Muara, Kecamatan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas lima orang, yaitu dua keluarga ODS, satu tokoh agama, satu tokoh masyarakat, dan satu tenaga kesehatan, serta dua informan pendukung yang merupakan tetangga ODS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ODS menerima empat bentuk dukungan sosial, yaitu emosional, instrumental, informasi, dan penghargaan. Dukungan emosional keluarga tampak melalui perhatian, mendengarkan keluh kesah, dan upaya menciptakan rasa nyaman. Tokoh agama memberikan motivasi melalui nasihat keagamaan, sedangkan tokoh masyarakat membantu menciptakan lingkungan sosial yang lebih terbuka terhadap ODS. Dukungan instrumental terlihat dari bantuan kebutuhan sehari-hari, pengurusan administrasi, pendampingan berobat, hingga dukungan logistik dari tenaga kesehatan melalui pelayanan antar-obat dan kunjungan rumah. Dukungan informasi diperoleh melalui edukasi kesehatan, anjuran berobat, dan arahan tempat pengobatan. Sementara itu, dukungan penghargaan diberikan melalui penguatan semangat, kepercayaan diri, dan pelibatan ODS dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Faktor-faktor yang memengaruhi dukungan sosial meliputi motivasi, ketahanan keluarga, keterbukaan komunikasi, serta kondisi ekonomi dan sosial masyarakat sekitar. Dukungan sosial yang konsisten terbukti berkontribusi positif terhadap stabilitas emosi, kepatuhan berobat, dan kemampuan adaptasi sosial ODS di lingkungan tempat tinggalnya

    Alumni Timur Tengah dan Tradisi Ilmu Ilmu Keislaman pada Pondok Pesantren di Kalimantan Selatan

    No full text
    Dalam konteks pendidikan Islam kontemporer, pesantren menghadapi dilema antara mempertahankan tradisi keilmuan klasik dan tuntutan modernisasi, serta tantangan globalisasi yang membawa beragam metodologi pendidikan Islam dari berbagai belahan dunia. Pesantren juga dituntut untuk mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan kajian kitab kuning dengan ilmu pengetahuan modern, sambil mempertahankan identitas lokal dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis peran dan kontribusi alumni Timur Tengah di pondok pesantren, dan (2) mengkaji implikasi alumni Timur Tengah terhadap tradisi ilmu-ilmu keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi di tiga pondok pesantren. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan validitas data diuji berdasarkan empat kriteria: kredibilitas (perpanjangan pengamatan dan triangulasi), transferabilitas (deskripsi kontekstual mendalam), dependabilitas (audit trail), dan konfirmabilitas (pemeriksaan sejawat). Temuan penelitian menunjukkan bahwa ketiga pesantren mampu mengintegrasikan keilmuan Timur Tengah dengan konteks lokal melalui strategi berbeda. Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah mengembangkan kurikulum ganda yang memadukan standar Al-Azhar (Lajnah Mu’adalah) dan kurikulum nasional, sementara Pondok Pesantren Raudhatut Thalibin mengharmonisasikan tradisi sanad Yaman dengan pendekatan student-centered learning. Pondok Pesantren Bakkah unggul dengan kurikulum terakreditasi standar Madinah dan inovasi pedagogis seperti kebijakan "Wajib Bertanya". Studi ini juga mengungkap transformasi fungsi sanad dari sekadar otentikasi keilmuan menjadi instrumen strategis untuk rekrutmen kader ulama dan penguatan jaringan transnasional pesantren. Temuan ini merekonstruksi peran pesantren sebagai mediator keilmuan Islam global-lokal

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Underpricing pada Saat Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2022

    No full text
    Underpricing merupakan fenomena di mana harga saham yang ditawarkan saat Initial Public Offering (IPO) lebih rendah dibandingkan harga penutupan hari pertama di pasar sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reputasi underwriter, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan terhadap tingkat underpricing saham pada perusahaan sektor financials yang IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2022. Penelitian ini termasuk dalam jenis kuantitatif dengan menggunakan metode kausal-komparatif sebagai pendekatan penelitian. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel dengan kriteria tertentu, sehingga didapat sampel dalam penelitian ini sebanyak 14 perusahaan sektor financials yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, reputasi underwriter, ukuran perusahaan, dan umur perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat underpricing saham. Secara parsial, masing-masing variabel independen juga tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat underpricing. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti kondisi pasar, ROA, ROE, reputasi auditor, serta indikator keuangan lainnya, mungkin memiliki peran lebih dominan dalam menentukan tingkat underpricing saham saat IPO. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain yang dapat memengaruhi fenomena ini

    Exploring The Actions of Pre-Service Teachers Towards Students’ Attitudes in Multi-Cultural Education

    No full text
    The ease of education access today has led to the emergence of diversity that cannot be avoided. These differences exist in terms of diversity of backgrounds, gender, knowledge and abilities, social, cultural, economic contained within students in the classroom, which is then packaged under the name of Multi-Cultural Education. Teachers are expected to be able to guide and educate students properly in order to instill a positive culture and trigger exemplary behavior in students. As pointed out by Parekh, multicultural education aims to cultivating such capacities as mutual respect, intellectual curiosity, dialogue, self-criticism, and critical self knowledge in the students. Linked to the theory of universal pedagogical skills, teachers from various academic backgrounds still have the same essence in dealing with the phenomenon of multicultural education. This essence can then be applied to the process and strategy of teaching English (ELT). Thus, this study aims to explore how pre-service teachers respond to various student behaviors in multicultural education. This research uses a phenomenological research design. This research was done at four schools during PPL 2 with total 10 pre-service teachers as participants. In-depth interviews, qualitative questionnaires, and field observations were conducted to obtain data on the understanding, considerations, actions, and instructional methods used by pre-service teachers. The results showed that pre-service teachers’ knowledge of multicultural education is quite clear, pre service teachers fulfilling three of the five principles in the implementation of multicultural education proposed by James A. Banks. This evident from the use of approaches, such as: adapting teaching materials to the characteristics of each class in terms of learning styles and abilities, reflecting on previous learning, and designing learning activities that are unbiased towards any culture, background, or language. Furthermore, the best responses given by pre-service teachers to students’ deviant behavior were reprimanding, asking the students concerned to do something, motivating students, and creating interesting learning methods. Therefore, it is recommended that future research explore various actions of pre service teachers in multicultural education through lenses other than learning design, instruction, and handling deviant behavio

    The Role of TPACK in Supporting Professional Development of Pre-Service Teachers During Teaching Practicum

    No full text
    This research explores the role of Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) in supporting the professional development of pre-service English teachers during their teaching practicum at some school in Banjarmasin. Using a qualitative narrative inquiry design, the study investigates how pre-service teachers integrate technology, pedagogy, and content knowledge in real classroom contexts, as well as the challenges they face and the strategies they employ to overcome them. Data were collected through in depth interviews and reflective journals from ten pre-service teachers who had completed their teaching practicum. The findings reveal that participants demonstrated the ability to integrate TPACK components effectively by designing interactive, student-centered lessons supported by digital tools such as PowerPoint, Canva, Wordwall, and YouTube. They showed creativity and flexibility in adapting teaching strategies to suit students’ needs and learning contexts. However, they also encountered challenges including limited digital access, unstable internet connections, lack of technological confidence, and classroom management issues in digital settings. To address these difficulties, pre-service teachers developed reflective and adaptive strategies such as preparing offline alternatives, collaborating with peers, exploring new applications before class, and establishing digital behavior rules. These reflective actions helped them enhance their technological proficiency, pedagogical adaptability, and self-efficacy. Overall, the study concludes that TPACK plays a crucial role in shaping pre-service teachers’ professional identity and readiness for 21st-century classrooms by fostering continuous reflection, innovation, and adaptability in teaching practice

    Tingkat Literasi Dan Kesadaran Berzakat Pertanin Masyarakat Desa Sungai Habaya

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi dan kesadaran berzakat pertanian masyarakat Desa Sungai Habaya, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala. Dalam penelitian ini, digunakan lima indikator untuk mengukur literasi zakat pertanian, dan untuk kesadaran berzakat pertanian indikator yang dipakai yaitu: pandagan zakat sebagai investasi akhirat dan keyakinan bahwa harta itu bergulir, tidak ditimbun. Penelitian kuantitatif deskriptif yaitu jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini. Informasi untuk penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer didapat secara langsung dari responden melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat di Desa Sungai Habaya dan data sekunder didapat melalui jurnal dari penelitian sebelumnya, buku, internet, dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis frekuensi dan mean dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk tingkat literasi masyarakat mengenai zakat pertanian berada pada kategori rendah dengan nilai sebesar 59%, dan untuk tingkat kesadaran berzakat pertanian berada pada kategori tinggi dengan nilai sebesar 87,4

    Analisis Tantangan Pustakawan Dalam Menghadapi Perubahan Perilaku Pemustaka Era Digital di Perpustakaan Umum Ruang Terbuka Hijau kamboja Banjarmasin

    No full text
    Kemajuan teknologi informasi di era digital telah mengubah secara besar besaran cara pemustaka mencari, memperoleh, dan menggunakan informasi. Perkembangan ini membuat proses akses informasi menjadi lebih cepat, fleksibel, dan mengikuti kebutuhan pengguna masa kini.Kondisi ini berdampak langsung pada dinamika layanan perpustakaan umum, termasuk Perpustakaan Umum RTH Kamboja Banjarmasin, yang mengalami penurunan kunjungan fisik dan peningkatan kebutuhan terhadap layanan digital. Perubahan perilaku pemustaka ini menuntut pustakawan untuk beradaptasi, memperbarui kompetensi, serta mengembangkan strategi layanan yang sesuai dengan kebutuhan informasi masyarakat modern. Fokus utama penelitian ini meliputi bagaimana pustakawan memahami perubahan pola akses informasi pemustaka, serta strategi adaptasi yang dilakukan untuk menjaga relevansi perpustakaan sebagai pusat informasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pustakawan, serta dokumentasi sebagai data sekunder Proses analisis data dilakukan dengan menerapkan model Miles dan Huberman, yang meliputi tahap penyederhanaan data, penyajian informasi, serta penarikan kesimpulan. Pendekatan ini digunakan untuk menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif terhadap situasi yang ditemukan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pustakawan dalam menghadapi beberapa tantangan utama, yaitu keterbatasan penguasaan teknologi digital, meningkatnya kebutuhan pemustaka terhadap akses informasi cepat dan berbasis internet, serta tuntutan untuk menyediakan layanan yang lebih interaktif dan responsif. Selain itu, pustakawan juga dituntut untuk mampu menyaring informasi digital, meningkatkan literasi informasi pemustaka, dan beradaptasi secara terus-menerus terhadap perkembangan teknolog

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇