Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Implementasi Pendidikan Karakter di TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin

    No full text
    Tingginya kasus penyimpangan moral di kalangan pelajar, seperti kekerasan antarpelajar dan keterlibatan remaja dalam aksi kriminalitas, mencerminkan lemahnya karakter generasi muda dan menjadi sorotan serius dalam dunia pendidikan. Pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah formal, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama, termasuk lembaga pendidikan non-formal seperti lembaga pendidikan al-Qur’an. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengembangan pendidikan karakter yang lebih terarah dan menyeluruh sejak dini agar peserta didik memiliki fondasi moral yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter sopan santun, disiplin, mandiri, dan tanggung jawab di TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur, dan PTQ Al-Anshari Banjarmasin sebagai bentuk kontribusi pendidikan non-formal dalam pembentukan karakter anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif di tiga lembaga pendidikan al-Qur’an, yaitu TPQ Al-Mira, RTQ An-Nur, dan PTQ Al Anshari. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, pengasuh pondok, ustadz/ustadzah dan santri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter sopan santun, disiplin, dan mandiri diimplementasikan melalui tiga aspek utama, yaitu 1) pengetahuan moral, 2) perasaan moral, dan 3) perilaku moral, sedangkan karakter tanggung jawab dikembangkan melalui dua aspek, yaitu 1) pengetahuan moral dan 2) perilaku moral. Seluruh karakter ini ditanamkan melalui tiga pendekatan, yaitu 1) kegiatan pembelajaran di kelas/halaqah, 2) pembentukan budaya lembaga, dan 3) kegiatan kokurikuler. Karakter sopan santun dikembangkan dengan metode 1) ceramah, 2) nasihat, 3) keteladanan, 4) penguatan, 5) perumpamaan, 6) hukuman, 7) tutor sebaya, 8) pembiasaan, dan 9) bermain peran. Kemudian karakter disiplin dikembangkan melalui metode 1) ceramah, 2) nasihat, 3) keteladanan, 4) cerita, 5) pengalaman langsung, 6) hukuman, 7) diskusi, dan 8) pembiasaan. Adapun karakter mandiri dikembangkan melalui metode 1) cerita, 2) pembiasaan, 3) tutor sebaya, 4) penguatan, dan 5) pengalaman langsung. Dan karakter tanggung jawab dikembangkan melalui metode 1) pembiasaan, 2) diskusi, dan 3) pengalaman langsung

    Pelaksanaan Kegiatan Creative Thinking, Critical Thinking, Communication, and Collaboration (4C) Sebagai Implementasi kurikulum merdeka dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Banjarmasin

    No full text
    Pendidikan masa kini perlu membekali siswa dengan keterampilan Creative Thinking, Critical Thinking, Communication, and Collaboration (4C) agar siap menghadapi tantangan zaman yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional dan Kurikulum Merdeka. Meskipun penting, Pendidikan 4C dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis seringkali masih teoritis dan kurang menarik, padahal materi ini sangat membantu kemampuan berpikir mendalam dan penerapan praktis. Berdasarkan observasi awal di MAN 3 Banjarmasin yang melaksanakan aspek 4C namun juga menghadapi problematika yang dirasakan oleh pengajar dan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana Pelaksanaan Kegiatan 4C di MAN 3 Banjarmasin. Selain itu, penelitian ini juga ingin mencari tahu apa saja problematika dan upaya dalam pelaksanaan kegiatan 4C tersebut. Penelitian ini termasuk Penelitian lapangan (field research) dengan jenis pendekatan kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah sembilan orang terdiri dari satu orang staf tata usaha, tiga orang Pengajar mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dan lima orang siswa sebagai tambahan informasi. Sedangkan objek penelitiannya adalah Pelaksanaan Kegiatan 4C di MAN 3 Banjarmasin. Serta problematika dan upaya dalam Pelaksanaan Kegiatan Creative Thinking, Critical Thinking, Communication, and Collaboration (4C) MAN 3 Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan 4C menunjukkan keberagaman dalam pelaksanaannya. Keberagaman ini terjadi karena perbedaan pendekatan mengajar dari masing-masing pengajar, yang secara langsung berdampak pada bagaimana siswa terlibat dalam kegiatan 4C. Problematika yang dihadapi juga beragam, mencakup tantangan dalam merancang pembelajaran yang efektif, mengintegrasikan 4C, keterbatasan waktu, dan perbedaan pemahaman konsep 4C antar pengajar. Upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan pelaksanaan 4C meliputi pelatihan Pengajar, penyediaan sumber belajar yang relevan, dan kolaborasi antar pengajar

    Analisis Komparatif pada Program Kelompok Upaya Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) di Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin

    No full text
    Program UPPKA merupakan salah satu strategi yang dikembangkan oleh BKKBN ialah menumbuhkan jiwa kewirausahaan serta mendorong pemanfaatan potensi ekonomi keluarga, khususnya bagi keluarga akseptor. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi keluarga melalui pembentukan kelompok usaha produktif. Di Kota Banjarmasin, pelaksanaan program berada di bawah naungan DPPKBPM dan telah tersebar di berbagai kecamatan, termasuk Banjarmasin Utara. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas pelaksanaan Program UPPKA antara dua kelompok aktif, yaitu Kelompok Banua dan Kelompok Maju Bersama Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan pendekatan kuantitatif, yang bertujuan membandingkan efektivitas program UPPKA pada dua kelompok di Kecamatan Banjarmasin Utara, yaitu Kelompok Banua dan Kelompok Maju Bersama. Sampel dipilih secara purposive dari anggota kelompok yang aktif, dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan rumus efektivitas, serta dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk memastikan keakuratan instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program UPPKA lebih tinggi pada Kelompok Maju Bersama dengan skor 96,4% (kategori efektif), dibandingkan dengan Kelompok Banua yang memperoleh skor 80,6% (kategori cukup efektif). Perbedaan ini mencerminkan keunggulan Kelompok Maju Bersama dalam manajemen, partisipasi anggota, dan dukungan lingkungan yang lebih kuat, sementara Kelompok Banua masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan informasi dan sistem organisasi yang belum optimal

    Efektivitas Dakwah Langsung dan Dakwah Digital dalam Penerimaan Pesan Dakwah di Era Generasi Z oleh Guru Muhammad Hanafi pada Majelis Ta’lim Nuril Amin Desa Gunung Raja

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan media dakwah yang sesuai dengan karakteristik generasi Z atau gen Z di era digital. Guru Muhammad Hanafi di Majelis Ta’lim Nuril Amin Desa Gunung Raja menyampaikan dakwah melalui dua media, yaitu dakwah langsung (tatap muka) dan dakwah digital (YouTube). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dakwah langsung dan dakwah digital dalam menyampaikan pesan agama serta untuk membandingkan tingkat efektivitas antara keduanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden gen Z yang pernah mengikuti salah satu atau kedua jenis dakwah tersebut. Data dianalisis menggunakan uji deskriptif, uji komparatif dengan independent sample t-test, dan regresi linear berganda dengan bantuan aplikasi SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan baik dakwah langsung maupun dakwah digital tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap penerimaan pesan dakwah oleh gen Z. Meskipun secara deskriptif keduanya menunjukkan efektivitas yang cukup baik, namun secara statistik tidak ada perbedaan signifikan antara keduanya. Temuan ini didukung oleh hasil observasi yang mengungkapkan beberapa faktor penyebab, seperti suasana majelis yang kurang kondusif akibat kebisingan dan gangguan teknis, minimnya interaksi dua arah dalam dakwah langsung, serta sifat komunikasi satu arah pada dakwah digital yang membuat pesan mudah dilupakan dan kurang membekas. Selain itu, sebagian besar responden menunjukkan sikap netral dalam menjawab kuesioner, mengindikasikan bahwa pemahaman terhadap pesan dakwah tidak sepenuhnya mendalam. Faktor lain seperti cepatnya perubahan preferensi komunikasi gen Z, keterbatasan keterlibatan emosional dalam dakwah digital, serta variasi dalam literasi digital turut memengaruhi hasil. Dengan demikian, dapat disimpulkan efektivitas dakwah langsung maupun digital belum sepenuhnya optimal menjangkau gen Z di Majelis Ta’lim Nuril Amin. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pendakwah untuk meningkatkan strategi dakwah yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik gen Z di era digita

    Strategi Direct Marketing Dalam Meningkatkan Jumlah Nasabah di PT. Asuransi Umum Bumida Cabang Banjarmasin

    No full text
    Direct marketing merupakan bentuk pemasaran tanpa perantara yang memungkinkan perusahaan menjalin komunikasi langsung dengan konsumen. Strategi ini dianggap mampu membangun kedekatan serta meningkatkan efektivitas promosi produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi direct marketing yang diterapkan PT. Asuransi Umum Bumida 1967 Cabang Banjarmasin dalam meningkatkan jumlah nasabah, serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan observasi secara langsung ke lokasi, serta mengumpulkan data melalui wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala cabang, agen, dan staf PT. Asuransi Umum Bumida 1967 Cabang Banjarmasin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Pertama: strategi direct marketing dilakukan melalui komunikasi via WhatsApp, email, kunjungan langsung, serta media sosial seperti Instagram dan TikTok. Kedua: tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan tenaga pemasar, respon calon nasabah yang masih rendah, serta kurangnya kemampuan komunikasi dari agen. Dengan penerapan strategi yang tepat dan peningkatan kualitas SDM, direct marketing terbukti mampu meningkatkan jumlah nasaba

    Manajemen Pemberdayaan Kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Martapura

    No full text
    Penulisan ini dilatarbelakangi bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mendidik nilai-nilai agama, tetapi juga membekali santri dengan keterampilan praktis, termasuk kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pemberdayaan kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Martapura, Kalimantan Selatan, sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren dan santrinya. Fokus permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimana manajemen pemberdayaan kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Martapura serta faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan kewirausahaan di Pondok Pesantren Darul Hijrah Cindai Alus Martapura. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan, yang dilakukan oleh peneliti secara langsung di lapangan. Teknik pengumpulan data berupa wawancara secara langsung kepada pimpinan pondok, para ustadz dan para santri pengabdi yang mengurus kewirausahaan pondok, pengumpulan data, pengolahan data, serta pengelompokan data sampai hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pondok Pesantren Darul Hijrah berhasil mengembangkan kewirausahaan melalui penerapan fungsi manajemen yang terstruktur, didukung oleh faktor internal dan eksternal, namun masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, manajemen, dan regulasi yang memerlukan penguatan untuk mencapai kemandirian ekonomi yang optimal

    Persepsi Kepala Kantor Urusan Agama Di Kota Banjarbaru Terhadap Kartu Keluarga Bagi Perkawinan Tidak Tercatat

    No full text
    Pernikahan di bawah tangan menjadi salah satu problem pernikahan karena tidak memiliki kekuatan hukum akibat tidak mempunyai akta otentik sebagai bukti sahnya pernikahan, sehingga berpotensi menimbulkan persoalan di masa depan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerapan kebijakan pemberlakuan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) oleh pasangan nikah siri untuk pengurusan administrasi kependudukan, seperti penerbitan kartu keluarga di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarbaru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Banjarbaru terhadap penerbitan kartu keluarga bagi pasangan dengan status perkawinan tidak tercatat dan juga mengetahui alasan yang mendasari persepsi Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Banjarbaru terkait penerbitan kartu keluarga perkawinan tidak tercatat menggunakan Surat Pernyataan Pertanggungjawaban Mutlak. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi kepada lima Kepala KUA di Kota Banjarbaru. Setelah data nya terkumpul selanjutnya diolah melalui proses editing, coding, constructing, serta dianalisis dengan menggunakan teknik deskriftif. Hasil wawancara penulis dengan informan menunjukkan perbedaan pendapat diantara lima Kepala KUA yang ada di Kota Banjarbaru terhadap Kartu Keluarga bagi perkawinan tidak tercatat. Ada empat yang menyatakan kesetujuannya dan satu yang menyatakan keberatan. Alasan yang mendasari dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan Pasal 2 Ayat (2), PMA Nomor 20 Tahun 2019, serta Pasal 6 KHI. Penulis menyatakan setuju bahwa SPTJM memiliki peran sebagai solusi alternatif sementara yang sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah yaitu mempermudah masyarakat dalam memperoleh hak administrasi kependudukannya dalam menerbitkan kartu keluarga guna mendukung kelancaran berbagai kebutuhan administratif dan akses layanan sosial dengan tetap memperhatikan keabsahan data dan pencatatan perkawinan sesuai ketentuan berlaku

    تحليل جودة محتوى كتاب اللغة العربية الــمدرسي بــمنهج مرديكا لحسن سيف الله للصف السابع في الـمدرسة الـمتوسطة الإسلامية = Analisis Kelayakan Isi Buku Bahasa Arab Kelas 7 MTs Kurikulum Merdeka Karangan Hasan Saefulloh

    No full text
    Pembelajaran bahasa Arab di Indonesia kini mulai menerapkan kurikulum merdeka. Dalam penerapan kurikulum merdeka untuk pembelajaran bahasa Arab tentu memerlukan materi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Buku berjudul "Semangat mendalami bahasa Arab kelas 7 MTs" karangan Hasan Saefullah merupakan salah satu buku ajar terbitan Penerbit Erlangga yang disusun untuk pembelajaran bahasa Arab kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan isi materi maharah isttima’ dan maharah kalam dalam buku tersebut. Standar kelayakan yang digunakan dalam analisis ini adalah standar kelayakan isi buku yang ditetapkan oleh Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP). Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan jenis penelitian studi pustaka (library reserach). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis isi dan teknik keabsahan data dengan meningkatkan ketekunan atau kecermatan. Hasil penelitian ini adalah 1) Materi maharah istima’ dalam buku ini sebagian besar telah memenuhi standar kelayakan isi dan hanya sebagian kecil yang belum memenuhi, 2) Materi Materi maharah kalam juga telah memenuhi sebagian besar standar kelayakan isi dan hanya sebagian kecil yang belum memenuhi, 3) Secara keseluruhan, isi materi istima' dan kalam pada buku ini dinilai baik dan layak digunakan. Namun, pengembangan lebih lanjut diperlukan, terutama dalam hal integrasi teknologi dan penggunaan referensi yang lebih mutakhir

    فعالية استخدام لعبة الكلمات المتقاطعة لتعليم مهارة الكتابة لدى طلبة الصف الثامن في مدرسة الإخوان المتوسطة الإسلامية بنجرماسين = Efektivitas Penggunaan Permainan Teka-Teki Silang pada Pengajaran Keterampilan Menulis pada Kelas 8 di Madrasah Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin

    No full text
    Dalam pembelajaran bahasa Arab, keterampilan menulis adalah keterampilan terakhir yang dipelajari sesudah keterampilan sebelumnya dalam menguasai pembelajaran bahasa Arab, dan permasalah yang didapatkan pada sekolah di atas ialah kurangnya pelaksanaan keterampilan menulis sehingga siswa memiliki kesulitan untuk menyambungkan huruf ke dalam sebuah kata dan membedakan huruf yang serupa. Oleh karena itu, peneliti ingin menawarkan sebuah permainan pembelajaran bahasa arab yaitu permainan teka-teki silang yang dilengkapi dengan menyambungkan huruf dengan benar serta dapat membedakan huruf hijaiyyah yang serupa. Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah apakah penggunaan permainan teka-teki silang untuk pembelajaran keterampilan menulis pada kelas VIII di Madrasah Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin efektif?. Dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas permainan teka-teki silang untuk pembelajaran keterampilan menulis pada kelas VIII di Madrasah Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah lapangan dengan pendekatan penelitian eksperimen menggunakan model eksperimen semu (Quasi Eksperimen), dengan desain penelitian Nonequivalent control group design. Hasil penelitian dalam penggunaan permainan teka-teki silang untuk pembelajaran keterampilan menulis pada kelas VIII di Madrasah Tsanawiyyah Al Ikhwan Banjarmasin dinyatakan efektif. Hal ini berdasarkan dengan peningkatan hasil rata-rata Posttest kelas eksperimen dari kelas kontrol yaitu 72,67 untuk kelas eksperimen dan 63,18 untuk kelas kontrol dan Nilai Sig (2-tailed) dari Uji T diperoleh hasil 0,042 yaitu lebih kecil dari 0,05 maka Ha diterima dan Ho ditolak, penggunaan permainan teka-teki silang untuk pembelajaran keterampilan menulis pada kelas VIII di Madrasah Tsanawiyyah Al-Ikhwan Banjarmasin efektif

    Metode Dakwah Ustadzah Halimah Alaydrus di Media Sosial Instagram @halimahalaydrus

    No full text
    Dalam ranah dakwah dan penyebaran pesan agama, media sosial, termasuk Instagram, telah menjadi alat yang amat efektif bagi para da’i dan pendakwah untuk mencapai audiens yang luas. Begitu pentingnya metode dalam pengembangan dakwah, maka metode yang digunakan sebagai sarana pengantar perlu diperhatikan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode dakwah Ustadzah Halimah Alaydrus di media sosial Instagram @halimahalaydrus dengan rentang waktu dari tanggal 3 juli sampai 12 oktober 2024 dengan total 10 postingan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pustaka (library search). dengan pendekatan kualitatif. Yaitu dilakukan untuk menciptakan gambaran yang komprehensif dan kompleks yang dapat dijelaskan melalui kata-kata tertulis maupun lisan dari orang atau perilaku yang dapat diamati. Hasil dari penelitian ini adalah terdapatnya dua metode dakwah pada postingan yang di unggah akun instagram @halimahalaydrus, yakni metode dakwah bil hikmah dan mau’izatil hasanah. Metode dakwah bil hikmah dengan bil qolam dengan cara mengunggah foto dan video serta memberikan caption sedangkan metode dakwah mau’izatil hasanah dengan cara menggunggah foto atau video berisikan nasehat yang baik. Dan ada 6 postingan yang mengandung metode dakwah bil hikmah dan 4 postingan yang mengandung metode dakwah mau’izatil hasanah dalam akun instagram @halimahalaydrus

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇