Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Program Tapak Suci Untuk Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal Golf Banjarbaru

    No full text
    Tapak Suci merupakan salah satu perguruan pencak silat berbasis nilai-nilai keislaman dan bagian dari organisasi Muhammadiyah. Tapak Suci tidak hanya mengajarkan teknik bela diri, tetapi juga membina akhlak dan disiplin anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi program Tapak Suci terhadap perkembangan fisik motorik anak usia dini di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Golf Banjarbaru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek terdiri dari guru, kepala sekolah, orang tua, dan anak-anak peserta program Tapak Suci, sebanyak 45 anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Tapak Suci sebagai kegiatan ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik kasar anak. Gerakan dasar bela diri seperti kuda-kuda, melompat, menendang, dan tangkisan terbukti mampu meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, serta kekuatan otot anak. Keberhasilan program ini didukung oleh peran aktif sekolah, keterlibatan orang tua, dan kompetensi instruktur. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan konsentrasi anak, perbedaan tingkat perkembangan motorik, serta keterbatasan sarana dan prasarana

    Sinergitas Ustadz dan Ustadzah dengan Orang Tua Santri dalam Membina Akhlak di TPQ Ar-Rahman Desa Danda Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala

    No full text
    Pendidikan akhlak pada anak saat ini sangat diperlukan. Perkembangan teknologi di zaman sekarang ini dapat mempengaruhi perkembangan anak terutama pada sikap dan karakter anak. Hal ini tentu bukan hanya tugas seorang guru atau ustadz dan ustadzah, namun hal ini juga tugas dan tanggung jawab orang tua. Karenanya sangat diperlukan pengawasan dan kerjasama antara guru atau ustadz dan ustadzah dengan orang tua agar terwujudnya harapan agar anak memiliki sikap dan karakter yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinergitas antara ustadz dan ustadzah dengan orang tua dalam membina akhlak santri di TPQ Ar-Rahman Desa Danda Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 6 ustadz dan ustadzah dan 5 orang tua/wali. Sedangkan objek dari penelitian ini yaitu Sinergitas Ustadz dan ustadzah dengan orang tua santri dalam membina akhlak di TPQ Ar-Rahman Desa Danda Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara ustadz dan ustadzah dengan orang tua dalam membina akhlak santri di TPQ Ar-Rahman Desa Danda Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala sudah cukup baik. Namun belum terlaksananya pertemuan secara langsung antara pengurus, ustadz dan ustadzah dan orang tua untuk membahas tentang perkembangan anak saat berada di TPQ Ar-rahman. Sampai saat ini komunikasi yang dilakukan antara ustadz dan ustadzah dengan orang tua hanya dilakukan melalui Whatsapp Grup yang mana hal ini peneliti rasa masih kurang efektif dalam mewujudkan sinergitas pembinaan akhla

    Optimizing Digital Learning in English Class within Independent Curriculum Implementation

    No full text
    Pesatnya perkembangan teknologi digital dan pergeseran kebijakan kurikulum setelah pandemi COVID-19 telah menyebabkan perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran di Indonesia. Dorongan pemerintah Indonesia untuk memodernisasi pendidikan melalui Kurikulum Mandiri, menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan integrasi teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana media pembelajaran digital diimplementasikan di kelas-kelas bahasa Inggris dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam proses tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini dilakukan di MAN Tanah Bumbu dan SMP Negeri 6 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru bahasa Inggris, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai media pembelajaran digital termasuk Wordwall, Quizizz, YouTube, PowerPoint, dan perangkat AI seperti ChatGPT dan Gemini. Alat-alat ini digunakan untuk mendukung pembelajaran interaktif, penilaian, dan keterlibatan siswa. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti akses internet yang terbatas, distribusi perangkat digital yang tidak merata di antara para siswa, pelatihan yang tidak memadai untuk guru, dan fasilitas kelas yang tidak memadai. Kesimpulannya menyoroti bahwa meskipun media pembelajaran digital memiliki potensi untuk meningkatkan pengajaran bahasa Inggris dalam Kurikulum Mandiri, efektivitasnya dibatasi oleh keterbatasan teknis, infrastruktur, dan pedagogis. Penelitian ini memberikan wawasan tentang realitas praktis integrasi pembelajaran digital dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan infrastruktur digital dan kesiapan gur

    Representasi Diskriminasi Perempuan dalam Film I Don't Fire Myself (Analisis Wacana Kritis Sara Mills)

    No full text
    Industri hiburan Korea Selatan telah mendunia, dengan film sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang populer. Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah untuk menyampaikan pesan dan merefleksikan realitas sosial. Film I Don’t Fire Myself mengangkat tema diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja, sebuah isu yang masih relevan di Korea Selatan. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan bernama Park Jeong-eun untuk mempertahankan pekerjaannya sambil menghadapi diskriminasi baik dari atasan maupun rekan kerjanya setelah dipindahkan ke perusahaan subkontrak yang didominasi oleh laki-laki. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself menggunakan analisis wacana kritis model Sara Mills. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Sara Mills. Dimana peneliti menganalisis tentang representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself karya sutradara Lee Tae-gyeom. Metode analisis wacana Sara Mills ini menitikberatkan pada wacana mengenai perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, data online dan studi pustaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan adegan dan dialog terkait representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dalam film I Don’t Fire Myself diposisikan sebagai objek yang menjadi korban diskriminasi, sedangkan laki-laki pada posisi subjek menggunakan posisi dan kekuasaannya untuk mendiskriminasi perempuan. Pada posisi penulis dan pembaca (penonton), penulis menempatkan penonton pada posisi Jeong-eun dengan menggunakan berbagai penyapaan/penyebutan sehingga penonton menempatkan diri pada posisi Jeong-eun sebagai objek diskriminasi dan merasakan empati kepadanya. Representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself termanifestasi melalui stereotip negatif, marginalisasi, ketidakadilan, dan kekerasan. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip Islam, karena Islam menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan antara laki-laki maupun perempuan

    Implementasi Strategi The Power Of Two dalam Pembelajaran Fiqih Materi Jual Beli kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Al-Huda Banjarmasin

    No full text
    Pembelajaran Fiqih di madrasah seringkali menghadapi kendala rendahnya partisipasi aktif siswa, khususnya dalam materi yang bersifat praktis seperti jual beli. Banyak siswa menunjukkan sikap pasif, enggan berdiskusi, dan kurang mampu menghubungkan materi dengan situasi nyata di kehidupan sehari-hari. Hal ini berdampak pada kurang optimalnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai hukum Islam yang aplikatif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan mendorong mereka berpikir kritis serta bekerja sama dalam memahami materi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan keunggulan strategi The Power Of Two dalam pembelajaran Fiqih materi jual beli kelas IX di MTs Al-Huda Banjarmasin. Strategi ini merupakan bentuk pembelajaran aktif yang menekankan kerja sama berpasangan, dengan tujuan membangun interaksi, mendorong siswa bertukar gagasan, serta memperkuat pemahaman melalui diskusi dua arah. Penelitian ini juga bertujuan mengidentifikasi keunggulan strategi ini dalam menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru Fiqih dan siswa kelas IX. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi The Power Of Two terlaksana dengan baik melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi ini mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, saling menghargai pendapat, dan fokus memahami materi. Suasana kelas menjadi lebih dinamis dan kolaboratif. Meski terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan kesiapan siswa, strategi ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Fiqih

    Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina Akhlak Bagi Anak di Panti Asuhan Puteri Mu’awanah Kota Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model bimbingan keagamaan dalam membina akhlak bagi anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lembaga sosial dalam memberikan pendidikan dan pembinaan akhlak kepada anak-anak yang tidak lagi diasuh oleh orang tua, khususnya melalui pendekatan keagamaan yang sistematis dan terarah. Penelitian ini menggunakan jenis lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus panti dan anak-anak asuh. Sedangkan objek penelitian ini adalah Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina Akhlak Anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin dan Faktor Penghambat dan Penunjang pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam proses pembinaan akhlak anak di Panti Asuhan Mu‟awanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan keagamaan yang diterapkan di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah meliputi: Model Internalisasi keagamaan, model keteladanan, model pembiasaan, dan model Nasehat. Didalamnya terdapat beberapa bentuk kegiatan bimbingan keagamaan yang berupa, Bimbingan Membaca & Menghafal al-qur‟an, Bimbingan Kajian Berupa Keagamaan, Pembinaan, Akhlakul Karimah, Bimbingan Shalat lima waktu, Bimbingan Tadarus Al-Qur‟an, Bimbingan Asmaul Husna, Bimbingan Shalat sunnah, Pemberian Nasehat dan Hukuman. Faktor penunjang dalam pembinaan ini antara lain dukungan penuh dari para pengasuh dan pengelola panti, jadwal kegiatan yang terstruktur dan konsisten, kemauan anak untuk mengikuti kegiatan, dan sarana dan prasarana yang memadai seperti aula, musholla, dan alat pembelajaran keagamaan. Adapun faktor penghambat dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan yaitu, kemalasan anak dalam mengikuti kegiatan, anak susah diatur, anak yang kurang disiplin seperti suka menunda-nunda waktu, dan keterbatasan tenaga pengasuh

    Implementasi Budaya Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di MTsN 1 Banjarmasin

    No full text
    Budaya madrasah yang sehat dan positif memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banjarmasin merupakan salah satu madrasah yang telah menerapkan berbagai budaya positif, seperti sholat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan program 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Namun, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan kesadaran warga madrasah akan pentingnya budaya tersebut dalam mendukung mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya madrasah dan implikasinya terhadap peningkatan mutu pendidikan di MTsN 1 Banjarmasin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi budaya madrasah dan implikasinya terhadap peningkatan mutu pendidikan di MTsN 1 Banjarmasin. Penelitian ini difokuskan pada dua aspek utama, yaitu proses implementasi budaya madrasah dan implikasinya terhadap prestasi akademik serta non-akademik siswa, serta kinerja guru. Dengan memahami proses dan implikasi tersebut, diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas budaya madrasah dalam mendukung mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan siswa, serta dokumentasi terkait kegiatan budaya madrasah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan keabsahan data dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya madrasah di MTsN 1 Banjarmasin dilaksanakan secara sistematis melalui pendekatan siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act). Budaya madrasah yang diterapkan, seperti sholat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan program 5S, telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan prestasi akademik dan non-akademik siswa, serta meningkatkan profesionalisme guru. Selain itu, budaya madrasah juga berhasil meningkatkan citra madrasah di masyarakat, yang terlihat dari tingginya minat masyarakat untuk mendaftarkan anak mereka ke madrasah ini. Dengan demikian, implementasi budaya madrasah telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 1 Banjarmasi

    Implementasi Program Adiwiyata Dalam Membangun Karakter Siswa Terhadap Lingkungan MIN 2 Hulu Sungai Utara

    No full text
    Program Adiwiyata merupakan program yang berwawasan lingkungan yang diperuntukan kepada peserta didik agar turut berpartisipasi dan memiliki wawasan terhadap lingkungan. Melihat persoalan yang ada di lingkungan sekarang ini, maka pemerintah berkomitmen dalam menjaga lingkungan dari kerusakan melalui Pendidikan. Sekolah yang berwawasan lingkungan (adiwiyata) bukan hanya sekedar lingkungan yang hijau dan rindang, tetapi sekolah yang memiliki program aktivitas yang mengarah terhadap kesadaran dan kebijaksanaan terhadap lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program Adiwiyata dalam membangun karakter siswa terhadap lingkungan di MIN 2 Hulu Sungai Utara, dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pembentukan karakter siswa, serta karakter yang mendukung siswa dalam penyelenggaraan adiwiyata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field Research) yang berusaha secara maksimal mengungkapkan fakta, lapangan secara kualitatif melalui metode ilmiah dengan teknik pengumpulan data. Sumber data yang diperoleh dengan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan triangulasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Madrasah, bagian kurikulum, bagian humas, staff/karyawan, guru, dan siswa. Berdasarkan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk melestarikan lingkungan hidup agar selalu bersih, sehat, dan nyaman maka diperlukannya pengelolaan lingkungan. Keberhasilan implementasi kebijakan dapat dilihat dari kesesuaian antara pelaksanaan dan penerapan kebijakan dengan desain, tujuan dan sasaran kebijakan itu sendiri, serta memberikan dampak atau hasil yang positif bagi pemecahan masalah yang dihadapi. Komitmen atau tanggung jawab seluruh warga sekolah akan menjadi tolak ukur dalam melakukan kegiatan program ini, sehingga apa yang harus dilakukan oleh warga sekolah dalam berpartisipasi di dalam program Adiwiyata akan menjadi lebih terarah untuk menuju tujuan tersebut. Membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik merupakan bagian dari pendidikan lingkungan hidu

    Aktivitas bimbingan Keagamaan Pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya problem keagamaan yang dialami anak-anak seperti pada akidah yang kurang baik pada ibadah yang belum tepat dan pada akhlak yang masih memerlukan bimbingan, sehingga diperlukannya bimbingan keagamaan, penelitian ini diarahkan pada lembaga yang bersifat formal seperti lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan. Berkaitan dengan latar belakang masalah, fokus masalah pada penelitian ini tentang bagaimana aktivitas bimbingan keagamaan pada lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas bimbingan keagamaan pada lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field Research) dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subjek penelitian yakni ketua, pengasuh dan anak-anak dari lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur. Hasil dari penelitian ini yaitu aktivitas bimbingan keagamaan meliputi tiga aspek yaitu aspek akidah, aspek ibadah dan aspek akhlak. Pada aspek akidah kegiatan bimbingan dilakukan oleh pengasuh panti. Materi tentang ajaran keyakinan atau keimanan kepada Allah. mengunakan metode ceramah dan praktik serta media yang digunakan papan tulis. Pada aspek ibadah kegiatan bimbingan dilakukan oleh pengasuh panti dibantu oleh anak panti. Materi tentang Ibadah yaitu bersuci, sholat dan membaca Al-Qur’an. Metode bimbingan mengunakan metode praktik. Dalam proses bimbingian akhlak dilakukan oleh pengasuh panti. Bimbingan akhlak diberikan kepada anak-anak asuh bersifat langsung. Materi Akhlak, mencakup tentang mengajarkan sopan santun, saling menghormati, menghargai dan sifat akhlakul karimah lainnya. Metode bimbingan akhlak dalam bentuk pembiasaan dan keteladanan. Pelaksanaan aktivitas bimbingan keagamaan menjadi salah satu hal yang sangat penting. Aktivitas bimbingan keagamaan dilakukan secara rutin setiap hari, serta yang tidak mengikuti aktivitas keagamaan akan mendapatkan sanksi

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇