Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kemampuan Investigasi Matematis terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Matematis Siswa pada Materi Matriks di Kelas XI SMA Negeri 4 Banjarbaru Tahun Ajaran 2024/2025
Program Tapak Suci Untuk Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal Golf Banjarbaru
Tapak Suci merupakan salah satu perguruan pencak silat berbasis nilai-nilai keislaman
dan bagian dari organisasi Muhammadiyah. Tapak Suci tidak hanya mengajarkan teknik bela
diri, tetapi juga membina akhlak dan disiplin anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kontribusi program Tapak Suci terhadap perkembangan fisik motorik anak usia
dini di PAUD Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Golf Banjarbaru. Penelitian
menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek terdiri dari guru, kepala sekolah, orang tua,
dan anak-anak peserta program Tapak Suci, sebanyak 45 anak. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi kondensasi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Tapak Suci sebagai kegiatan
ekstrakurikuler memberikan dampak positif terhadap perkembangan motorik kasar anak.
Gerakan dasar bela diri seperti kuda-kuda, melompat, menendang, dan tangkisan terbukti
mampu meningkatkan koordinasi gerak, keseimbangan, kelincahan, serta kekuatan otot anak.
Keberhasilan program ini didukung oleh peran aktif sekolah, keterlibatan orang tua, dan
kompetensi instruktur. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan konsentrasi
anak, perbedaan tingkat perkembangan motorik, serta keterbatasan sarana dan prasarana
Sinergitas Ustadz dan Ustadzah dengan Orang Tua Santri dalam Membina Akhlak di TPQ Ar-Rahman Desa Danda Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala
Pendidikan akhlak pada anak saat ini sangat diperlukan. Perkembangan
teknologi di zaman sekarang ini dapat mempengaruhi perkembangan anak terutama
pada sikap dan karakter anak. Hal ini tentu bukan hanya tugas seorang guru atau
ustadz dan ustadzah, namun hal ini juga tugas dan tanggung jawab orang tua.
Karenanya sangat diperlukan pengawasan dan kerjasama antara guru atau ustadz
dan ustadzah dengan orang tua agar terwujudnya harapan agar anak memiliki sikap
dan karakter yang baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinergitas antara ustadz dan
ustadzah dengan orang tua dalam membina akhlak santri di TPQ Ar-Rahman Desa
Danda Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data melalui
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 6 ustadz
dan ustadzah dan 5 orang tua/wali. Sedangkan objek dari penelitian ini yaitu
Sinergitas Ustadz dan ustadzah dengan orang tua santri dalam membina akhlak di
TPQ Ar-Rahman Desa Danda Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito
Kuala.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara ustadz dan ustadzah
dengan orang tua dalam membina akhlak santri di TPQ Ar-Rahman Desa Danda
Jaya Kecamatan Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala sudah cukup baik. Namun
belum terlaksananya pertemuan secara langsung antara pengurus, ustadz dan
ustadzah dan orang tua untuk membahas tentang perkembangan anak saat berada
di TPQ Ar-rahman. Sampai saat ini komunikasi yang dilakukan antara ustadz dan
ustadzah dengan orang tua hanya dilakukan melalui Whatsapp Grup yang mana hal
ini peneliti rasa masih kurang efektif dalam mewujudkan sinergitas pembinaan
akhla
Optimizing Digital Learning in English Class within Independent Curriculum Implementation
Pesatnya perkembangan teknologi digital dan pergeseran kebijakan
kurikulum setelah pandemi COVID-19 telah menyebabkan perubahan yang
signifikan dalam proses pembelajaran di Indonesia. Dorongan pemerintah
Indonesia untuk memodernisasi pendidikan melalui Kurikulum Mandiri,
menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan integrasi teknologi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana media pembelajaran
digital diimplementasikan di kelas-kelas bahasa Inggris dan mengidentifikasi
tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam proses tersebut. Dengan
menggunakan pendekatan studi kasus, penelitian ini dilakukan di MAN Tanah
Bumbu dan SMP Negeri 6 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi
kelas, wawancara dengan guru bahasa Inggris, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai media pembelajaran digital
termasuk Wordwall, Quizizz, YouTube, PowerPoint, dan perangkat AI seperti
ChatGPT dan Gemini. Alat-alat ini digunakan untuk mendukung pembelajaran
interaktif, penilaian, dan keterlibatan siswa. Namun, penelitian ini juga
menemukan beberapa tantangan, seperti akses internet yang terbatas, distribusi
perangkat digital yang tidak merata di antara para siswa, pelatihan yang tidak
memadai untuk guru, dan fasilitas kelas yang tidak memadai. Kesimpulannya
menyoroti bahwa meskipun media pembelajaran digital memiliki potensi untuk
meningkatkan pengajaran bahasa Inggris dalam Kurikulum Mandiri,
efektivitasnya dibatasi oleh keterbatasan teknis, infrastruktur, dan pedagogis.
Penelitian ini memberikan wawasan tentang realitas praktis integrasi
pembelajaran digital dan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan
infrastruktur digital dan kesiapan gur
Representasi Diskriminasi Perempuan dalam Film I Don't Fire Myself (Analisis Wacana Kritis Sara Mills)
Industri hiburan Korea Selatan telah mendunia, dengan film sebagai salah satu bentuk ekspresi budaya yang populer. Film tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah untuk menyampaikan pesan dan merefleksikan realitas sosial. Film I Don’t Fire Myself mengangkat tema diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja, sebuah isu yang masih relevan di Korea Selatan. Film ini menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan bernama Park Jeong-eun untuk mempertahankan pekerjaannya sambil menghadapi diskriminasi baik dari atasan maupun rekan kerjanya setelah dipindahkan ke perusahaan subkontrak yang didominasi oleh laki-laki. Tujuan dari penelitian ini menggambarkan representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself menggunakan analisis wacana kritis model Sara Mills.
Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode analisis wacana kritis model Sara Mills. Dimana peneliti menganalisis tentang representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself karya sutradara Lee Tae-gyeom. Metode analisis wacana Sara Mills ini menitikberatkan pada wacana mengenai perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, data online dan studi pustaka. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan adegan dan dialog terkait representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan dalam film I Don’t Fire Myself diposisikan sebagai objek yang menjadi korban diskriminasi, sedangkan laki-laki pada posisi subjek menggunakan posisi dan kekuasaannya untuk mendiskriminasi perempuan. Pada posisi penulis dan pembaca (penonton), penulis menempatkan penonton pada posisi Jeong-eun dengan menggunakan berbagai penyapaan/penyebutan sehingga penonton menempatkan diri pada posisi Jeong-eun sebagai objek diskriminasi dan merasakan empati kepadanya. Representasi diskriminasi perempuan dalam film I Don’t Fire Myself termanifestasi melalui stereotip negatif, marginalisasi, ketidakadilan, dan kekerasan. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip Islam, karena Islam menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan antara laki-laki maupun perempuan
Implementasi Strategi The Power Of Two dalam Pembelajaran Fiqih Materi Jual Beli kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Al-Huda Banjarmasin
Pembelajaran Fiqih di madrasah seringkali menghadapi kendala rendahnya
partisipasi aktif siswa, khususnya dalam materi yang bersifat praktis seperti jual
beli. Banyak siswa menunjukkan sikap pasif, enggan berdiskusi, dan kurang
mampu menghubungkan materi dengan situasi nyata di kehidupan sehari-hari. Hal
ini berdampak pada kurang optimalnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai
hukum Islam yang aplikatif. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan
strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dan
mendorong mereka berpikir kritis serta bekerja sama dalam memahami materi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi dan
keunggulan strategi The Power Of Two dalam pembelajaran Fiqih materi jual beli
kelas IX di MTs Al-Huda Banjarmasin. Strategi ini merupakan bentuk
pembelajaran aktif yang menekankan kerja sama berpasangan, dengan tujuan
membangun interaksi, mendorong siswa bertukar gagasan, serta memperkuat
pemahaman melalui diskusi dua arah. Penelitian ini juga bertujuan
mengidentifikasi keunggulan strategi ini dalam menciptakan suasana belajar yang
lebih interaktif dan mendalam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah guru Fiqih dan siswa kelas
IX. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi The Power Of Two
terlaksana dengan baik melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Strategi
ini mendorong siswa lebih aktif berdiskusi, saling menghargai pendapat, dan
fokus memahami materi. Suasana kelas menjadi lebih dinamis dan kolaboratif.
Meski terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu dan kesiapan siswa, strategi
ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran
Fiqih
Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina Akhlak Bagi Anak di Panti Asuhan Puteri Mu’awanah Kota Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model bimbingan keagamaan dalam
membina akhlak bagi anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin,
serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penunjang dan penghambat dalam
pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran lembaga sosial
dalam memberikan pendidikan dan pembinaan akhlak kepada anak-anak yang tidak
lagi diasuh oleh orang tua, khususnya melalui pendekatan keagamaan yang sistematis
dan terarah.
Penelitian ini menggunakan jenis lapangan (field research) dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus panti dan anak-anak asuh.
Sedangkan objek penelitian ini adalah Model Bimbingan Keagamaan dalam Membina
Akhlak Anak di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah Kota Banjarmasin dan Faktor
Penghambat dan Penunjang pelaksanaan bimbingan keagamaan dalam proses
pembinaan akhlak anak di Panti Asuhan Mu‟awanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model bimbingan keagamaan yang
diterapkan di Panti Asuhan Puteri Mu‟awanah meliputi: Model Internalisasi
keagamaan, model keteladanan, model pembiasaan, dan model Nasehat. Didalamnya
terdapat beberapa bentuk kegiatan bimbingan keagamaan yang berupa, Bimbingan
Membaca & Menghafal al-qur‟an, Bimbingan Kajian Berupa Keagamaan, Pembinaan,
Akhlakul Karimah, Bimbingan Shalat lima waktu, Bimbingan Tadarus Al-Qur‟an,
Bimbingan Asmaul Husna, Bimbingan Shalat sunnah, Pemberian Nasehat dan
Hukuman. Faktor penunjang dalam pembinaan ini antara lain dukungan penuh dari
para pengasuh dan pengelola panti, jadwal kegiatan yang terstruktur dan konsisten,
kemauan anak untuk mengikuti kegiatan, dan sarana dan prasarana yang memadai
seperti aula, musholla, dan alat pembelajaran keagamaan. Adapun faktor penghambat
dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan yaitu, kemalasan anak dalam mengikuti
kegiatan, anak susah diatur, anak yang kurang disiplin seperti suka menunda-nunda
waktu, dan keterbatasan tenaga pengasuh
Implementasi Budaya Madrasah dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di MTsN 1 Banjarmasin
Budaya madrasah yang sehat dan positif memiliki peran penting dalam
meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga pendidikan Islam. Madrasah
Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banjarmasin merupakan salah satu madrasah yang
telah menerapkan berbagai budaya positif, seperti sholat dhuha berjamaah, tadarus
Al-Qur'an, dan program 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Namun, masih
terdapat tantangan dalam meningkatkan kesadaran warga madrasah akan
pentingnya budaya tersebut dalam mendukung mutu pendidikan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis implementasi budaya madrasah dan implikasinya
terhadap peningkatan mutu pendidikan di MTsN 1 Banjarmasin.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses implementasi budaya
madrasah dan implikasinya terhadap peningkatan mutu pendidikan di MTsN 1
Banjarmasin. Penelitian ini difokuskan pada dua aspek utama, yaitu proses
implementasi budaya madrasah dan implikasinya terhadap prestasi akademik serta
non-akademik siswa, serta kinerja guru. Dengan memahami proses dan implikasi
tersebut, diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan
efektivitas budaya madrasah dalam mendukung mutu pendidikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara
mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan siswa, serta dokumentasi terkait
kegiatan budaya madrasah. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model
analisis Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan keabsahan
data dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi budaya madrasah di
MTsN 1 Banjarmasin dilaksanakan secara sistematis melalui pendekatan siklus
PDCA (Plan, Do, Check, Act). Budaya madrasah yang diterapkan, seperti sholat
dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, dan program 5S, telah memberikan dampak
positif terhadap peningkatan prestasi akademik dan non-akademik siswa, serta
meningkatkan profesionalisme guru. Selain itu, budaya madrasah juga berhasil
meningkatkan citra madrasah di masyarakat, yang terlihat dari tingginya minat
masyarakat untuk mendaftarkan anak mereka ke madrasah ini. Dengan demikian,
implementasi budaya madrasah telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan
mutu pendidikan di MTsN 1 Banjarmasi
Implementasi Program Adiwiyata Dalam Membangun Karakter Siswa Terhadap Lingkungan MIN 2 Hulu Sungai Utara
Program Adiwiyata merupakan program yang berwawasan lingkungan
yang diperuntukan kepada peserta didik agar turut berpartisipasi dan memiliki
wawasan terhadap lingkungan. Melihat persoalan yang ada di lingkungan sekarang
ini, maka pemerintah berkomitmen dalam menjaga lingkungan dari kerusakan
melalui Pendidikan. Sekolah yang berwawasan lingkungan (adiwiyata) bukan
hanya sekedar lingkungan yang hijau dan rindang, tetapi sekolah yang memiliki
program aktivitas yang mengarah terhadap kesadaran dan kebijaksanaan
terhadap lingkungan hidup.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi
program Adiwiyata dalam membangun karakter siswa terhadap lingkungan di MIN
2 Hulu Sungai Utara, dan mengetahui faktor apa saja yang menjadi penghambat
dalam pembentukan karakter siswa, serta karakter yang mendukung siswa dalam
penyelenggaraan adiwiyata.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field
Research) yang berusaha secara maksimal mengungkapkan fakta, lapangan secara
kualitatif melalui metode ilmiah dengan teknik pengumpulan data. Sumber data
yang diperoleh dengan melalui teknik wawancara, observasi, dokumentasi, dan
triangulasi. Subjek penelitian ini adalah Kepala Madrasah, bagian kurikulum,
bagian humas, staff/karyawan, guru, dan siswa.
Berdasarkan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya untuk
melestarikan lingkungan hidup agar selalu bersih, sehat, dan nyaman maka
diperlukannya pengelolaan lingkungan. Keberhasilan implementasi kebijakan
dapat dilihat dari kesesuaian antara pelaksanaan dan penerapan kebijakan dengan
desain, tujuan dan sasaran kebijakan itu sendiri, serta memberikan dampak atau
hasil yang positif bagi pemecahan masalah yang dihadapi. Komitmen atau
tanggung jawab seluruh warga sekolah akan menjadi tolak ukur dalam melakukan
kegiatan program ini, sehingga apa yang harus dilakukan oleh warga sekolah dalam
berpartisipasi di dalam program Adiwiyata akan menjadi lebih terarah untuk
menuju tujuan tersebut. Membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik
merupakan bagian dari pendidikan lingkungan hidu
Aktivitas bimbingan Keagamaan Pada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Panti Asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya problem keagamaan yang
dialami anak-anak seperti pada akidah yang kurang baik pada ibadah yang belum
tepat dan pada akhlak yang masih memerlukan bimbingan, sehingga diperlukannya
bimbingan keagamaan, penelitian ini diarahkan pada lembaga yang bersifat formal
seperti lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan. Berkaitan dengan latar
belakang masalah, fokus masalah pada penelitian ini tentang bagaimana aktivitas
bimbingan keagamaan pada lembaga kesejahteraan sosial anak panti asuhan
Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui
aktivitas bimbingan keagamaan pada lembaga kesejahteraan sosial anak panti
asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field
Research) dengan jenis pendekatan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif.
Subjek penelitian yakni ketua, pengasuh dan anak-anak dari lembaga kesejahteraan
sosial anak panti asuhan Muhammadiyah Nuruddin Kelayan Timur.
Hasil dari penelitian ini yaitu aktivitas bimbingan keagamaan meliputi tiga
aspek yaitu aspek akidah, aspek ibadah dan aspek akhlak. Pada aspek akidah
kegiatan bimbingan dilakukan oleh pengasuh panti. Materi tentang ajaran
keyakinan atau keimanan kepada Allah. mengunakan metode ceramah dan praktik
serta media yang digunakan papan tulis. Pada aspek ibadah kegiatan bimbingan
dilakukan oleh pengasuh panti dibantu oleh anak panti. Materi tentang Ibadah yaitu
bersuci, sholat dan membaca Al-Qur’an. Metode bimbingan mengunakan metode
praktik. Dalam proses bimbingian akhlak dilakukan oleh pengasuh panti.
Bimbingan akhlak diberikan kepada anak-anak asuh bersifat langsung. Materi
Akhlak, mencakup tentang mengajarkan sopan santun, saling menghormati,
menghargai dan sifat akhlakul karimah lainnya. Metode bimbingan akhlak dalam
bentuk pembiasaan dan keteladanan. Pelaksanaan aktivitas bimbingan keagamaan
menjadi salah satu hal yang sangat penting. Aktivitas bimbingan keagamaan
dilakukan secara rutin setiap hari, serta yang tidak mengikuti aktivitas keagamaan
akan mendapatkan sanksi