Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Pengaruh Sukuk Negara Terhadap Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Periode 2019-2023
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sukuk negara terhadap
kinerja keuangan perbankan syariah, khususnya pada Bank Muamalat Indonesia
selama periode 2019–2023. Sukuk negara merupakan salah satu instrumen
pembiayaan syariah yang diterbitkan oleh pemerintah, dan dalam konteks ini,
berperan sebagai alternatif investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Adapun
kinerja keuangan perbankan syariah diukur menggunakan dua indikator utama,
yaitu Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan
metode analisis regresi linier sederhana. Data yang digunakan merupakan data
sekunder berupa nilai penjualan sukuk ritel dan sukuk tabungan, serta laporan
keuangan tahunan Bank Muamalat Indonesia untuk memperoleh data ROA dan
ROE selama periode 2019–2023.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerbitan sukuk negara tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap ROA maupun ROE Bank Muamalat. Hal
ini dibuktikan dengan nilai signifikansi uji t yang melebihi 0,05 serta nilai R Square
yang sangat kecil, yakni 0,000 untuk ROA dan 0,027 untuk ROE. Dengan
demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah penjualan sukuk negara
tidak secara langsung mempengaruhi kinerja keuangan perbankan syariah dalam
periode penelitian
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Anak Pada Keluarga Nelayan Suku Mandar di Desa Tanjung Seloka Kecamatan Pulau Laut Selatan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua terhadap
anak pada kelurga nelayan suku mandar di Desa Tanjung Seloka Kecamatan
Pulau Laut Selatan. Pola asuh terbagi menjadi tiga diantaranya yaitu pola asuh
demokratis, pola asuh otoriter dan pola asuh permisif.
Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian
kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah
delapan orang tua nelayan yang terdiri dari keluarga nelayan juragan dan keluarga
nelayan pekerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari delapan
keluarga yang diteliti, tiga keluarga juragan cenderung menerapkan pola asuh
demokratis dengan batasan dan pengawasan yang jelas. Empat keluarga nelayan
pekerja dan satu dari keluarga nelayan juragan menerapkan pola asuh demokratis
namun dengan pemberian kebebasan lebih besar kepada anak serta terdapat pula
indikasi elemen pola asuh otoriter dalam beberapa aspek pengasuhan, khususnya
dalam hal kedisiplinan dan pengambilan keputusan. Pola asuh demokratis yang
diterapkan umumnya ditandai dengan komunikasi terbuka, musyawarah, dan
perhatian terhadap kebutuhan anak, sehingga mendukung terbentuknya
kepribadian anak yang sopan, percaya diri, dan mudah bergau
Penerapan Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan iKaltim pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur telah
menerapkan sistem informasi manajemen perpustakaan “iKaltim”. “iKaltim” ini
memungkinkan pengguna untuk mengakses koleksi buku digital, berbagi
rekomendasi, dan berinteraksi dengan komunitas pembaca. iKaltim memiliki fitur
e-Pustaka yang memungkinkan pengguna untuk menjadi anggota perpustakaan
digital dan mengakses koleksi buku yang beragam. Adapun penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui bagaimana penerapan dan pengelolaan dari “iKaltim” ini.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan untuk
mengetahui bagaimana penerapan sistem informasi manajemen perpustakaan
iKaltim pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Timur.
Metode yang digunakan kualitatif deskriptif dan menggunakan data dari : catatan
hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun wawancara yang dilakukan
adalah dengan salah satu pustakawan pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Provinsi Kalimanatan Timur.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan penerapan
sistem informasi manajemen perpustakaan ikaltim pada Dinas Perpustakaan dan
Kearsipan Daerah Provinsi Kalimanatan Timur telah terencana dengan sangat baik,
(2) Proses pengelolaan sistem informasi manajemen perpustakaan ikaltim pada
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur berjalan
sangat baik, dalam pengelolaan ini pemustaka dapat menjadi anggota perpustakaan
secara online baik dalam peminjaman buku, pengembalian buku dilakukan secara
otomatis, mudah, cepat dan gratis.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah terjadi peningkatan jumlah
pengunjung, pemustaka/pengguna dapat mengakses berbagai informasi dengan
mudah, cepat, dan gratis sehingga menumbuhkan minat baca, literasi terhadap
pelajar atau mahasiswa di Kalimantan Timur
Efektivitas Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 89 Tahun 2022 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintahan Kota Banjarmasin Terkait Layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Kantor Kecamatan Kota Banjarmasin)
Seiring dengan perkembangan zaman yang kian menjadi modern maka semua
sendi kehidupan mendapati beberapa sentuhan modernisasi seperti hadirnya
teknologi yang memudahkan pekerjaan seperti hadirnya perangkat seluler yang
membantu komunikasi manusia yang man dulu manusia harus menulis surat dan
menunggu beberapa hari harus sampai pada si penerima maka dengan hadirnya
peragkar elektronik mengirim pesan bukan lah menjadi hal yang susah karena
sekarang dalam hitungan persekian detik surat ataupun pesan sudah dapat
terkirim, begitu juga dengan sistem pemerintahan yang dulunya masih manusia
sekarang sudah mendapatkan sentuhan modernisasi dengan hadirnya perangkat
elektronik sehingga lahirnya sistem pemerintahan berbasis elektronik yang
dimana harapannya dengan munculnya sistem ini maka dapat membantu
mempermudah dan memberikan ke-efektivan dalam jalannya proses
pemerintahan.
Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Efektivitas Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota Banjarmasin yang dimana
hal ini diatur dalam Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 89 Tahun 2022
Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota
Banjarmasin serta untuk mengetahui faktor-faktor penghamnat efektivitas dari
peraturan tersebut, dengan fokus penelitian Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik yang diterapkan pada knator Kecamatan di Kota Banjarmasin.Metode
penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah menggunakan Metode
Penelitian Hukum Empiris, dengan melakukan pendekatan Kualitatif. Dimana
penelitian dilakukan secara langsung turun kelapangan dengan teknik
pengumpulan data dilakukan secara oberservasi dan wawancara langsung
dilapangan.
Hasil dari penelitian ini adalah dapat disimpulkan bahwa Peraturan Walikota
Nomor 89 Tahun 2022 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di
Pemerintah Kota Banjarmasin masih bisa dibilang belum efektif karena masih ada
beberapa kantor kecamatan yang belum menerapkan pelayan secara elektronik
dan juga sebagian masyarakat Kota Banjarmasin masih ada yang belum
memhamai tentang perangkat elektronik dan belum semua masyarakat mampu
memiliki perangkat yang mendukung untuk ikut menerapkan SPBE terlebih lagi
masyarakat yang berusia lanjut
Peran Perempuan dalam Meningkatkan Perekonomian Keluarga Perspektif Ekonomi Syariah (Studi Kasus Perempuan Pedagang Kue di Pasar Induk Amuntai)
Penelitian ini dilatarbelakangi pada realita sosial ekonomi di mana banyak
perempuan yang turut mengambil peran dalam menambah pendapatan keluarga
akibat pendapatan suami yang tidak mencukupi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peran perempuan dalam meningkatkan perekonomian keluarga melalui
aktivitas berdagang kue di Pasar Induk Amuntai dan faktor penyebab keikutsertaan
perempuan dalam perekonomian keluarga serta meninjau perempuan bekerja
tersebut dari perspektif ekonomi Islam.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh
melalui observasi dan wawancara terhadap tujuh informan perempuan yang
berprofesi sebagai pedagang kue di Pasar Induk Amuntai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan pedagang kue memiliki
peran penting mereka tidak hanya berkontribusi dalam pendapatan rumah tangga,
tetapi juga tetap menjalankan perannya sebagi pengelola rumah tangga. Pendapatan
yang diperoleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, biaya pendidikan
anak, kesehatan, hingga tabungan keluarga. Faktor-faktor yang menyebabkan
keikutsertaan perempuan bekerja yaitu faktor ekonomi, faktor sosial, serta faktor
keterampilan, psikologis dan motivasi diri. Dalam perspektif ekonomi Islam,
bekerja diperbolehkan bagi perempuan selama sesuai syariat Islam, pekerjaannya
tidak dilarang oleh agama, menjaga kehormatan diri, dan tidak mengabaikan
kewajiban utamanya
Penyuluhan Tentang Pemahaman Dampak Pernikahan di Bawah Umur di Dusun Emil Desa Paramasan Bawah Kabupaten Banjar
Pernikahan di bawah umur merupakan fenomena sosial yang masih sering
terjadi di berbagai daerah, salah satunya di Dusun Emil, Desa Paramasan Bawah
Kabupaten Banjar. Beberapa faktor yang menyebabkan pernikahan di bawah umur di
antaranya faktor budaya, ekonomi, pendidikan, dan kurangnya pemahaman terhadap
risiko yang ditimbulkan.
Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), atau yang sering
dikenal sebagai kegiatan tindakan partisipatif, adalah suatu pendekatan kegiatan yang
dirancang untuk menangani berbagai tantangan atau permasalahan yang muncul di
masyarakat. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, remaja, dan pelaku pernikahan di
bawah umurtersebut. dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat
memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak negatif
pernikahan di bawah umur serta dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk
mengurangi angka terjadinya pernikahan di bawah umur di Dusun Emil Desa
Paramasan Bawah Kabupaten Banjar.
Hasil dari penyuluhan ini membuat masyarakat lebih memahami mengenai
dampak negatif dari pernikahan di bawah umur dengan mempertimbangkan menikah
di usia muda, menurut ukum Islam tidak menetapkan usia secara pasti, namun melalui
maqasid al-shari‘ah dan maslahah mursalah, batas usia dapat ditetapkan demi
kemaslahatan sedangkan menurut hukum positif Indonesia menetapkan usia minimal
19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Ketentuan ini tidak bertentangan dengan Islam
karena sama-sama bertujuan melindungi individu dan mencegah mudarat. Menjadikan
masyarakat sadar akan dampak yang ditimbulkan seperti kesehatan, kondisi ekonomi,
dan kehidupan sosial pasangan muda serta keluarga mereka. Selain itu, perubahan pola
pikir akan pentingnya pendidikan dam kesiapan sebelum menikah, khususnya bagi
remaja. Bagi remaja menambah wawasan lebih mendalam tentang pentingnya
kematangan fisik, mental, dan emosional sebelum memutuskan untuk menikah di usia
muda. Kesadaran akan orang tua terhadap pentingnya mendukung anak-anak mereka
melanjutkan pendidikan dan menunda pernikahan hingga anak-anak mereka benar
benar siap
Asumsi dan Motivasi Jemaah Mengikuti Pengajian di Majelis Taklim Muslimah Almira Banjarmasin
Perkembangan zaman yang semakin pesat menuntut penguatan pemahaman
agama sebagai upaya membentuk karakter dan perilaku masyarakat. Salah satu cara
untuk mencapainya adalah melalui majelis taklim.
Di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Majelis Taklim Muslimah
Almira menjadi salah satu majelis khusus muslimah yang aktif dalam kegiatan
pengajian rutin setiap hari Jum’at dan acara tahunan, seperti Maulid Nabi, Isra
Mi’raj, serta Manaqib Saidah Khadijah setiap tanggal 11 Hijriah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengajian, asumsi
jemaah, dan motivasi jemaah dalam mengikuti pengajian di Majelis Taklim
Muslimah Almira. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajian diawali dengan pembacaan
Surah Yasin, Surah al-Kahfi, Aqidatul Awam, Dalail al-Khairat, Qasidah Burdah,
Hadrah Sayyidah Khadijah, Maulid adh-Dhiya’ al-Lami, Maulid Simtuddoror, atau
Manaqib dan Hadrah Basaudan secara bergilir. Setelah itu, dilanjutkan dengan
kajian kitab Fiqih dan Tasawuf Wanita Muslimah. kemudian ditutup dengan
salawat dan doa. Jemaah hadir di majelis ini dengan asumsi sangat positif, baik dari
segi materi, waktu, lokasi tempat, sarana dan prasarana maupun ustazah yang
dinilai mumpuni. Hanya saja, keterbatasan ruang menjadi kendala saat jemaah
membludak. Adapun motivasi Jemaah hadir ke pengajian di majelis ini untuk
menuntut ilmu, memperbaiki diri, bersilaturahmi, mencari keberkahan dan lain
sebagainya
Analisis Pembelajaran Matematika Berdiferensiasi Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Satui
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan pengajaran yang
disusun guna menjawab keragaman kebutuhan belajar tiap individu perserta
didik. Penilitian ini bertujuan (1) untuk mendeskripsikan perencanaan
pembelajaran matematika beriferensiasi pada siswa kelas X SMK Negeri 1
Satui, (2) untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran mateamtika
beriferensiasi pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Satui, (3) untuk
mendeskripsikan penilaian pembelajaran mateamtika beriferensiasi pada
siswa kelas X SMK Negeri 1 Satui.
Penenlitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis
penelitian yang bersifat penelitian lapangan. Subyek dalam penelitian ini
adalah kepala sekolah, waka kurikulum, guru matematika kelas X
berjumalah dua orang dan perwakilan siswa kelas X TKJ 1 dan TKJ 2 SMK
Negeri 1 Satui. Pengumpulan data dilaksanakan dengan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan 4 tahapan
menurut Miles dan Huberman yaitu, pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan yang dilakukan
oleh guru telah menerapkan prinsip diferensiasi dengan mempertimbangkan
kesiapan belajar siswa melalui menyusunan CP dan ATP yang relevan,
sementara itu, guru lainnya masih menggunakan pendekatan umum yang
belum mengakomodasi keberagaman siswa secara optimal, (2) pelaksanaan
pembelajaran oleh guru diawali dengan pretes, pembentukan kelompok
berdasarkan kesiapan, serta penggunaan LKPD, sementara itu, pelaksanaan
guru lainnya tampak serupa, tapi pendekatan yang dilakukan belum
sepenuhnya mencerminkan prinsip berdiferensiasi (3) penilaian oleh guru
memberikan lima soal dan siswa mengerjakan tiga pilihan soal seusai
kemampuan siswanya ini mencerminkan penilaian berdiferensiasi,
sementara itu, guru lainnya juga memberikan lima soal yang harus
dikerjakan seluruhnya oleh peserta didik tanpa pilihan, sehingga
penialaiannya bersifat seraga
Pengaruh Pendayagunaan Transaksi Uang Elektronik dan Nilai Transaksi E-commerce dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Tahun 2019-2023
Seiring dengan berkembangnya era digital, ekonomi digital memiliki peran
strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi dampak dari penggunaan uang elektronik serta
volume transaksi e-commerce terhadap pertumbuhan ekonomi nasional selama
periode 2019 hingga 2023. Perkembangan sistem pembayaran digital dan
perdagangan berbasis elektronik semakin pesat, sejalan dengan peningkatan
penggunaan teknologi keuangan dan perubahan kebiasaan konsumsi masyarakat.
Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk menilai sejauh mana transaksi digital
berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis
regresi linier berganda berbasis data runtut waktu (time series). Data sekunder yang
digunakan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI)
dalam periode 2019–2023. Pengolahan data dilakukan dengan software EViews 12
untuk memastikan akurasi hasil statistik. Uji asumsi klasik diterapkan untuk
memastikan validitas model regresi yang digunakan.
Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa transaksi uang
elektronik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dengan
meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas akses keuangan. Namun, nilai
transaksi e-commerce tidak memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi. Hal ini diduga disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur digital,
rendahnya tingkat literasi digital, serta dominasi produk impor yang lebih
mendorong konsumsi daripada investasi. Secara simultan, kedua variabel tersebut
memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Temuan
ini menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi
digital, serta kebijakan yang mendukung pelaku usaha lokal agar dapat
berkontribusi lebih besar dalam ekosistem ekonomi digital
Tinjauan Hukum HAM dan Hukum Islam Terhadap Ateisme di Indonesia
Ateisme merupakan fenomena yang menimbulkan perdebatan dalam ranah
hukum di Indonesia. Hal ini terjadi disebabkan belum ada regulasi yang jelas
mengatur tentang status dan keberadaan ateisme. Akibatnya ateisme sering kali
dihadapkan pada interpretasi hukum yang beragam, terutama terkait hak atas
kebebasan beragama dan berkeyakinan. Skripsi ini mengkaji bagaimana hukum
HAM dan hukum Islam di Indonesia mengatur dan menyikapi ateisme, serta
bagaimana kedua sistem hukum ini dibandingkan dalam konteks kebebasan
berkeyakinan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library
research) dengan pendekatan bersifat normatif komparatif. Sumber data utama
berasal dari peraturan perundang-undangan Indonesia terkait HAM, hukum Islam,
serta literatur akademik dan kitab-kitab ulama. Analisis dilakukan dengan
membandingkan ketentuan hukum HAM dan hukum Islam terkait ateisme serta
menelaah implikasinya dalam sistem hukum Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun hukum HAM maupun
hukum Islam berbeda dalam landasan epistemologi, namun keduanya sama-sama
mengakui dan menjamin hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan. Akan
tetapi, keduanya berbeda dalam pengimplementasiannya, di mana dalam hukum
HAM ateisme dianggap sebagai bagian dari kebebasan berkeyakinan, sementara
dalam hukum Islam ateisme dikategorikan sebagai bentuk kekufuran dan
bertentangan dengan prinsip maqashid syari’ah. Perbedaan juga terlihat pada
ketentuan hukumnya, di mana dalam hukum HAM ateisme boleh diyakini, selama
diyakini secara privat. Sementara hukum Islam mengharamkan ateisme, dengan
penekanan pada perlindungan akidah umat Isla