Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Kinerja Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Competitive Advantage Pada Lembaga Pendidikan Islam (Studi Multi Kasus Pada Madrasah Aliyah Negeri Tanah Bumbu Dan Madrasah Aliyah Az-Zikra Batulicin)

    No full text
    Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam yang semakin pesat menyebabkan tingkat persaingan semakin tinggi. Agar madrasah tetap diminati oleh siswa maka kepala madrasah harus meningkatkan keunggulan bersaing (competitive advantage) dengan cara mengembangkan program yang berbeda dengan Lembaga Pendidikan lain. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan je nis field research dan rancangan penelitian studi Multi Kasus, berlokasi di MAN Tanah Bumbu dan Madrasah Aliyah Az Zikra Batulicin, sumber data informan dan dokumen, menggunakan data primer dan sekunder, teknik pengumpulan data dengan observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis Multi Kasus, sedangkan teknik pengecekan keabsahan datanya menggunakan kepercayaan(credibility), keteralihan kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability). (transferability), Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persamaan setiap perencanaan selalu melibatkan stakeholder, seperti guru, orang tua, dan siswa dalam proses perumusan Visi dan Misi Madrasah baik jangka Panjang maupun jangka pendek. Dalam penilaian memilki aspek pertama prestasi akademik, kedua keterlibatan siswa, ketiga kualitas pengajar keempat Tingkat Kepuasan Orang T ua siswa dan Implementasi Kurikulum dan Inovasi. Sedangkan Perbedaannya, MAN Tanah Bumbu lebih fokus pada kurikulum formal, dan belum memiliki kerjasama dalam bidang Pendidikan lanjutan yaitu kuliah sedangkan Madrasah Aliyah Az Zikra Batulicin mengabungkan antara kurikulum formal dengan kurikulum pesantren serta memiliki kerjasama dengan perguruan tinggi di Sulawesi. Kepala Madrasah mengintruksikan untuk membangun visi dan misi yang jelas dan terarah, membangun kolaborasi yang solid antara seluruh stakeholder, menciptakan suasana kerja yang kondusif dan saling mendukung, baik antara guru, siswa, maupun orang tua. Melalui pertemuan rutin, diskusi, dan inovatif, Kepala Madrasah senantiasa mengontrol jalannya program dengan persaingan yang semakin ketat dengan lembaga pendidikan lain, termasuk sekolah-sekolah swasta yang menawarkan fasilitas dan program unggulan, bekerja lebih keras untuk menunjukkan keunggulan kami, terutama dalam nilai-nilai islami dan karakter Pendidikan. MAN Tanah Bumbu memiliki dukungan lebih dari pemerintah karena termasuk sekolah negeri sedangkan MA Az Zikra sekolah swasta yang bertempat disuasana pesantre

    Pola Setoran Hafalan Al-Qur’an dalam Program Tahfiz Al-Qur’an di Ma’had Tahfiz Tun Abdul Rahman Ya’kub, Petra Jaya, Kuching, Sarawak

    No full text
    Pola setoran hafalan Al-Qur’an adalah sebuah sistem yang teratur rapi dalam menjadi seorang hâfîzh hasil dari bertahun lamanya pondok tahfiz yang sudah wujud di Malaysia. Sistem lama dari pondok tahfiz diperbaharui sistemnya menjadi sebuah sistem yang lebih efisen dan efektif kepada pelajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola setoran hafalan baru dan pola setoran mûrâjâ’âh dalam program tahfiz Al-Qur’an di Ma’had Tahfiz Tun Abdul Rahman Ya’kub, Petra Jaya, Kuching, Sarawak. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research), dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Kemudian penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan fungsi sebagai penggambaran yang nyata di lapangan. Sedangkan Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Alasan saya memilih ma’had ini adalah karena ia merupakan satu-satunya sekolah tahfiz modern yang menggabungkan pelajara tahfiz dengan pendidikan akademik secara seimbang. Keistimewaan ini memberikan peluang kepada para pelajar untuk menguasai ilmu agama melalui penghafalan Al-Qur’an da sekaligus memperoleh pendidikan akademik yang berkualitas. Pendekatan holistik ini memastikan para pelajar tidak hanya berhasil dalam bidang agama, tetapi juga mempunyai pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia modern. Dengan adanya kombinasi kedua aspek ini, Ma’had ini memberi asas yang kokoh untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Hasil penelitian, Pola setoran hafalan baru ditentukan berdasarkan waktu dimana jadwal harian disusun oleh setiap guru tahfiz untuk memastikan kelancaran proses menghafal. Metode setoran ini meliputi setoran individu langsung kepada guru, setoran kelompok, serta pendekatan bertahap dengan mengulang hafalan sebelumnya sebelum menambah ayat baru. Target setoran hafalan baru bervariasi, dimulai dari 5 baris hingga mencapai 13 baris sehingga satu halaman dalam setiap sesi setoran, sesuai kemampuan dan kemajuan masing-masing pelajar. Sementara itu, pola setoran mûrâjâ’âh dijadwalkan setiap hari, baik sebelum maupun setelah setoran hafalan baru, untuk menjaga agar hafalan tetap kuat. Metode setoran mûrâjâ’âh dilakukan secara individu, berpasangan, dalam kelompok kecil, hingga mûrâjâ’âh bersama di hadapan guru untuk memastikan akurasi hafalan. Target mûrâjâ’âh disesuaikan dengan tingkat hafalan pelajar, mulai 3 hingga 5 surah, kemudian juz 1 dan 2, serta peningkatan ayat dari hari ke hari sehingga mencapai satu juz penuh secara bertahap sesuai perkembangan pelaja

    Efektivitas Penggunaan Media Peta Puzzle Pada Pembelajaran IPAS Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Di MI TPI Keramat Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang terjadi dalam pembe;ajaran IPAS, yaitu hasil belajar siswa rendah, siswa kesulitan memahami materi. Metode pembelajaran yang konvensional, kurangnya variasi media pembelajaran, dan keterbatasan sumber belajar seringkali membuat siswa merasa bosan dan kurang termotivasi dalam belajar IPAS. Maka dari itu, perlu adanya Media Peta Puzzle yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar sebelum,sesudah dan efektivitas penggunaan media Peta Puzzle Pada Pembelajaran IPAS Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Di MI TPI Keramat Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu eksperimen, menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan yaitu quasi experimental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 50 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest), wawancara, dan dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dan uji N-Gain dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sebelum menggunakan media peta Puzzle berada pada kategori “Kurang” dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 52,60. Hasil belajar siswa sesudah menggunakan media peta Puzzle yaitu sebesar 84,00 dengan kategori “Amat Baik” nilai tersebut menunjukkan peningkatan. Hasil uji T memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan media Peta Puzzle. Adapun hasil uji N-Gain tingkat efektivitasnya berada pada kategori “Sedang” dengan perolehan nilai 0,68. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media peta Puzzle efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa di kelas IV diMI TPI Keramat Banjarmasi

    KESADARAN MEREK, KEPERCAYAAN, DAN NIAT MENDAFTAR: Menakar Efek Strategi Promosi Perguruan Tinggi

    No full text
    Buku ini menghadirkan sebuah kajian empiris yang melibatkan berbagai aspek yang relevan dalam persaingan antara perguruan tinggi umum (PTU) dan PTKI. Dengan fokus pada peran promosi, kesadaran merek, kepercayaan, serta latar belakang sosio- ekonomi, kami berupaya untuk menggambarkan dinamika yang terjadi dalam proses perekrutan mahasiswa baru di lingkungan PTKI. Melalui analisis yang mendalam, kami berharap buku ini mampu memberikan wawasan yang berharga bagi para pembaca, terutama mereka yang terlibat dalam pengelolaan dan pengembangan PTKI

    Implementasi Pembelajaran Profil Pelajar Pancasila pada Kelas IV di SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini mengkaji pembelajaran profil pelajar pancasila yang perlu dimiliki oleh peserta didik untuk memperkuat nilai-nilai luhur pancasila melalui enam karakteristik utama, yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, memiliki kebhinekaan global, gotong royong, kemandirian, kemampuan bernalar kritis, dan kreativitas. Fokus penelitian ini adalah menanamkan karakter serta keterampilan peserta didik sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan pembelajaran Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV di SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang dilakukan bersifat kualitatif, yaitu data berupa informasi atau keterangan yang tidak dinyatakan dalam bentuk angka, meliputi tahapan seleksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informan dalam penelitian ini adalah wali kelas IV dan kepala sekolah SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin, yang berperan sebagai partisipan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa implementasi profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan Pancasila sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan karakteristik profil pelajar Pancasila. Faktor pendukung dalam proses pelaksanaan profil pelajar Pancasila dalam pembelajaran pendidikan Pancasila yaitu sarana dan prasarana yang memadai, dukungan orang tua wali murid, budaya sekolah yang positif, materi pembelajaran yang relevan, kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pancasila serta dukungan dari rekan sejawat dan pihak sekolah melalui kebijakan serta fasilitas yang menunjang. Sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu kurangnya pelatihan untuk guru mengenai bagaimana proses pelaksanaan kurikulum merdeka belajar dan daya serap anak yang berbeda bed

    Penerapan Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini membahas penerapan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran pendidikan pancasila kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin. peneliti tertarik karena guru berhasil menerapkan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) meskipun siswa memiliki keterbatasan pengetahuan tentang kebudayaan suku banjar Kalimantan Selatan, akibat keberagaman suku (Banjar, Dayak dan Jawa) di kelas IV SDN Sungai Lulut1 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian lapangan (flied research). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Informan yang berperan sebagai partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan seluruh siswa kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin Penelitian ini menemukan bahwa penerapan pendekatan culturally responsive teaching (CRT) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas IV SDN Sungai Lulut 1 Banjarmasin sesuai dengan teori. Guru menggunakan pendekatan (CRT) ini untuk memahami 7 aspek yaitu sistem relegi suku Banjar, sistem kemasyarakatan suku Banjar, bahasa suku Banjar, sistem pengetahuan suku Banjar, sistem kesenian suku Banjar, mata pencaharian suku Banjar dan sistem peralatan suku Banjar. Faktor pendukung meliputi, peran guru, minat siswa, teman sebaya, serta fasilitas dan media yang memadai, sedangkan faktor penghambat adalah kurang perhatian siswa dan minimnya pengetahuan tentang kebudayaan suku banjar Kalimantan Selatan

    Problematika Pembelajaran PAI di SMA Darul Hijrah Puteri Martapura : (Studi Kasus pada Pembelajaran Materi Fiqh Ibadah)

    No full text
    Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pemahaman keagamaan peserta didik. Namun, di SMA Darul Hijrah Puteri Martapura, pembelajaran PAI, khususnya pada materi Fiqh Ibadah, menghadapi berbagai problematika. Kendala utama yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi, metode pengajaran yang masih didominasi oleh ceramah dan hafalan, hal ini dikarenakan Fiqh Ibadah itu dalam proses mengamalkan dan memahami. Jadi, sebagai bentuk dari pembelajaran Fiqh Ibadah yang motivasinya pada siswa masih rendah. Selain itu, di pondok pesantren jadwal mengenai pembelajaran PAI ini tidak dikhususkan karena sudah masuk pada materi pelajaran yang lain, contoh pelajaran tentang tauhid, akidah, fiqh ibadah, dan sejarah. Maka secara garis besar, PAI yang dimaksud ini berbagai kumpulan tujuan untuk memberikan pembelajaran agama Islam, karena SMA Darul Hijrah berkiblat pada pendidikan nasional. SMA Darul Hijrah tidak tertuju pada satu fiqh ibadah saja karena pembelajaran PAI masih dikatakan secara umum jika berkiblat pada pendidikan nasional sementara dalam ruang lingkup PAI di Madrasah sangat beda per mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan guru PAI, kepala sekolah, serta siswa sebagai subjek penelitian. Teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai permasalahan yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika utama dalam pembelajaran Fiqh Ibadah meliputi kurangnya metode pembelajaran inovatif, keterbatasan media pembelajaran, serta asesmen yang belum sepenuhnya mengakomodasi aspek afektif, kognitif dan psikomotorik siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan penerapan metode pembelajaran berbasis proyek dan diskusi kelompok, pemanfaatan media digital secara terbatas dan terkontrol, serta peningkatan kompetensi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih interaktif

    Strategi Bersaing Toko Sepatwo Lawas Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi bersaing yang diterapkan oleh toko sepatu lawas di Banjarmasin dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar sepatu. Persaingan yang semakin meningkat, baik dari toko sepatu baru maupun toko daring, mengharuskan toko sepatu lawas untuk memiliki strategi yang tepat agar tetap dapat bertahan dan berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada beberapa toko sepatu lawas di Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik dan manajer toko, serta observasi langsung di lapangan. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui metode wawancara. Penelitian ini dilakukan di Sepatwo Lawas , yang berlokasi di .Jl. Belitung Darat No.16, Belitung Sel., Kec. Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70116. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sepatwo Lawass menerapkan lima aspek strategi bersaing dari Michael Porter dengan menjaga persaingan secara sehat, meyakini bahwa setiap usaha memiliki rezekinya sendiri, dan terus berupaya menjadi pilihan utama bagi pelanggan sepatu lokal, serta berhasil bertahan selama lima tahun meskipun terdampak pandemi, dengan menyesuaikan diri dengan perubahan tren dan tetap menjaga daya saing meski ada banyak pesaing baru

    Problematika Pemanggilan Dalam Persidangan Secara Elektronik Di Pengadilan Agama Palangkaraya

    No full text
    Penelitian ini di latar belakangi dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang mendorong sistem peradilan di Indonesia terkait masalah administrasi dan persidangan secara elektronik, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi proses hukum. Namun, implementasi sistem yang terjadi Pengadilan Agama Palangkaraya masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal pemanggilan para pihak yang terlibat dalam perkara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatitif. Fokus penelitian ini adalah terkait kendala pemanggilan seecara elektronik melaui e-mail dan kantor pos serta upaya dan langkah yang dilakukan oleh Pengadilan Agama Palangkaraya terhadap permasalahan pemanggilan secara elektronik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan 2 orang hakim, dan 2 orang jurusita di Pengadilan Agama Palangkaraya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kendala pemanggilan melalui e-mail adalah e-mail yang dilkirimkan tidak terbaca oleh penerima di karenakan kekurang pahamannya pihak penerima e-mail terebut terhadap penggunaan dari e-mail, alamat e-mail yang di tuju tersebut tidak akurat atau tidak valid, kemudian kendala pemanggilan melaui kantor pos adalah alamat pihak tergugat tidak di temukan oleh pihak kantor pos, perbedaan prosedur pos dengan jurusita, serta rendahnya anggaran untuk pengiriman surat, kemudian upaya yang dilakukann oleh Pengadilan Agama Palangkaraya adalah dengan mengadakan pertemuan dengan pihak kantor pos, pengiriman surat ganda ke kelurahan, rencana pemanggilan kembali secara manual melalui jurusit

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇