Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Penerapan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas (Studi Kasus di SMPN 27 dan SMPN 35 Kota Banjarmasin)

    No full text
    Penelitian ini membahas bagaimana penerapan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 3 Tahun 2022 tentang perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya terkait aksesibilitas, di Sekolah Menengah Pertama (SMP) ramah difabel di Kota Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah fasilitas di sekolah, seperti jalur kursi roda, toilet khusus, dan sarana penunjang lain, sudah sesuai dengan ketentuan dalam Perda serta kebutuhan peserta didik difabel. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara kepada pihak sekolah dan instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Perda belum maksimal karena masih ada fasilitas yang belum memenuhi standar aksesibilitas, sehingga diperlukan peningkatan sarana prasarana, pengawasan, dan dukungan anggaran agar hak peserta didik difabel dapat terpenuhi secara optimal. Metode sosiologi hukum adalah pendekatan yang mengeksplorasi bagaimana reaksi dan interaksi berlangsung ketika sistem norma berfungsi dalam masyarakat. Metode sosiologi hukum dalam studi ini juga bertujuan untuk mendapatkan pemahaman hukum secara empiris melalui penelitian langsung terhadap penerapan suatu regulasi yang akan diteliti. Penelitian menunjukkan bahwa penerapan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 3 Tahun 2022 di SMP ramah difabel di Kota Banjarmasin masih belum maksimal. Sebagian sekolah sudah memiliki fasilitas aksesibilitas, namun banyak yang belum memenuhi standar dan belum merata di seluruh area sekolah. Dukungan pemerintah daerah dan dinas pendidikan ada, tetapi belum disertai anggaran, panduan teknis, dan pengawasan yang memadai. Secara umum, pelaksanaan Perda tentang aksesibilitas bagi peserta didik difabel di SMP ramah difabel belum sesuai dengan harapan. Diperlukan peningkatan fasilitas, pemahaman teknis di tingkat sekolah, serta penguatan peran pemerintah daerah melalui anggaran, sosialisasi, dan monitoring agar hak-hak penyandang disabilitas di lingkungan sekolah dapat terpenuhi dengan lebih baik

    Ekuitas Merek BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam Menarik Minat Masyarakat untuk Berzakat

    No full text
    Pengelolaan zakat dengan perantara lembaga resmi masih menghadapi tantangan rendahnya partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat secara terorganisir. Fenomena ini juga dialami oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan, meskipun memiliki legitimasi hukum sebagai lembaga negara dan beroperasi di wilayah dengan karakter masyarakat religius. Salah satu faktor penting yang memengaruhi minat masyarakat berzakat adalah persepsi, kepercayaan, dan citra lembaga, yang dibentuk dengan perantara proses ekuitas merek. Penelitian yang dikaji ditujukan untuk untuk menganalisis ekuitas merek BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dalam menarik minat masyarakat untuk berzakat serta mengidentifikasi penerimaan dan respon publik terhadap strategi branding yang dijalankan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data dihimpun dengan perantara wawancara mendalam dengan pimpinan dan staf BAZNAS, muzakki, dan tokoh agama, observasi lapangan, serta dokumentasi berupa laporan tahunan dan aktivitas media sosial. Analisis data dilakukan dengan perantara tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekuitas merek BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan dilaksanakan dengan perantara penguatan identitas lembaga, komunikasi publik berbasis nilai religius dan sosial, serta pemanfaatan media offline dan online (digital). Strategi tersebut berpartisipasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, membentuk asosiasi positif terhadap citra lembaga, dan memperkuat persepsi kualitas layanan. Peningkatan jumlah muzakki dan keterlibatan publik di media sosial menjadi indikasi meningkatnya penerimaan masyarakat. Namun demikian, masih ditemukan tantangan berupa keraguan sebagian masyarakat terhadap transparansi dan konsistensi komunikasi lembaga. Secara keseluruhan, ekuitas merek BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan berperan dalam menarik minat masyarakat untuk berzakat, meskipun memerlukan penguatan strategi agar dampaknya lebih optimal dan berkelanjuta

    Evaluasi Program Pembinaan Keluarga Mualaf Oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembinaan keagamaan dan keluarga bagi mualaf yang telah berumah tangga, mengingat mualaf merupakan kelompok yang masih memerlukan pendampingan dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Di Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan, Kantor Urusan Agama (KUA) telah melaksanakan Program Pembinaan Keluarga Mualaf sejak tahun 2017. Namun, pelaksanaan program tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui bentuk pelaksanaan serta manfaat dan dampaknya terhadap kehidupan keluarga mualaf. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bentuk bentuk program pembinaan keluarga mualaf oleh KUA Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan serta menganalisis manfaat dan dampaknya terhadap keharmonisan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologi hukum dan bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian berada di Kantor Urusan Agama dan Rumah Singgah Mualaf Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Balangan. Subjek penelitian meliputi pejabat Kantor Urusan Agama dan keluarga mualaf yang mengikuti program pembinaan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif kualitatif untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan program pembinaan keluarga mualaf Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan keluarga mualaf yang dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Tebing Tinggi meliputi pembinaan ibadah, pemahaman keagamaan, bimbingan keluarga, serta konsultasi keagamaan. Program ini memberikan manfaat berupa peningkatan pemahaman agama, ketenangan spiritual, serta pengetahuan mengenai kehidupan rumah tangga bagi keluarga mualaf. Namun, dampak program terhadap keharmonisan rumah tangga belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat keterbatasan sarana, metode, dan pendampingan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan evaluasi dan peningkatan kualitas pembinaan agar program dapat memberikan dampak yang lebih maksimal dan berkelanjutan

    Praktik Penundaan Pembagian Warisan Pada Masyarakat Banjar Perspektif Hukum Islam dan Sosiologis

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena penundaan pembagian warisan yang menjadi praktik umum dalam masyarakat Banjar, meskipun hukum Islam melalui sistem faraidh menganjurkan untuk penyegeraan pembagian harta waris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik penundaan tersebut, mengidentifikasi faktor-faktor sosial dan budaya yang memengaruhinya serta menelaahnya melalui perspektif hukum Islam dan sosiologis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris (socio-legal) dengan pendekatan sosiologi hukum. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan di tiga wilayah, yaitu Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, dan Kota Banjarbaru, yang kemudian dianalisis menjadi tiga kasus. Objek penelitian difokuskan pada perilaku hukum masyarakat terkait kepatuhan terhadap pelaksanaan hukum waris Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan pembagian warisan dalam masyarakat Banjar didorong oleh motivasi etika dan budaya, seperti rasa hormat kepada almarhum, upaya menjaga keharmonisan keluarga, dan nilai agar tidak terkesan tergesa-gesa mengurus harta. Adapun dalam perspektif hukum Islam, penundaan yang mengabaikan hak ahli waris atau menimbulkan kemudaratan seperti pada Kasus I tidak dapat dibenarkan dan harus segera diselesaikan guna menghindari sengketa waris bertingkat (munasakhat), seperti pada kasus III. Sebaliknya, penundaan yang didasarkan pada kesepakatan mufakat dan kerelaan ahli waris pada kasusu II diperbolehkan karena tetap menjaga maslahat keluarga. Secara sosiologis, praktik penundaan pembagian warisan mencerminkan pluralisme hukum yang di mana norma hukum Islam, adat istiadat dan nilai kesopanan berjalan secara berdampingan dalam pengambilan keputusan keluarga. Penelitian ini menegaskan bahwa penilaian terhadap penundaan pembagian warisan tidak semata-mata ditentukan oleh lamanya waktu melainkan oleh indikator kemaslahatan dan pencegahan mudarat. Oleh karena itu, pembagian warisan idealnya disegerakan apabila penundaan berpotensi menimbulkan konflik, ketidakpastian hukum atau kerugian bagi ahli wari

    Praktik Mangarun di Desa Bandar Karya Kecamatan Tabukan Kabupaten Barito Kuala

    No full text
    Mangarun merupakan istilah yang sering dipakai oleh masyarakat Banjar untuk mendefinisikan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh pihak kedua dalam menggarap tanah orang lain untuk dijadikan lahan pertanian atau perkebunan. Kegiatan mangarun di Desa Bandar Karya dilakukan atas kesepakatan kepercayaan melalui perjanjian lisan tanpa ada perjanjian tulisan. Dengan adanya perjanjian tidak tertulis yang terjadi antara tuan tanah dan pangarun maka akan terjadi ketidakjelasan terkait kapan perjanjian akan berakhir. Berdasarkan hal ini, penulis melakukan penelitian ini guna mencari tau persepsi tuan tanah dan petani di Desa Bandar Karya terkait pembagian hasil pertanian, serta faktor apa yang mempengaruhi keputusan hukum dalam menentukan bagi hasil di Desa Bandar Karya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris, berupa penelitian lapangan (field research) yakni dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, yakni data yang dikumpulkan secara alami dan menginterpretasikan fenomena yang terjadi dilapangan melalui lokasi serta subjek penelitian melalui wawancara dan dokumentasi terhadap informan yang di Desa Bandar Karya Kecamatan Tabukan, Kabupaten Barito Kuala. Kemudian, di analisis dengan 3 langkah yakni reduksi, display data dan penarikan simpulan. Hasilnya menunjukkan bahwa persepsi tuan tanah dan petani di Desa Bandar Karya dalam menentukan bagi hasil mangarun adalah didasarkan pada kesepakatan lisan dan musyawarah bersama berlandasarkan kepercayaan dan adat istiada lokal. Perjanjian tidak didasarkan pada hukum tertulis, melainkan dijalankan dengan prinsip saling tolong-menolong dan keadilan yang disepakati bersama. Sistem bagi hasil cenderung fleksibel dengan pola bagi rata atau 30:70 tergantung siapa yang menanggung modal. Faktor yang mempengaruhi keputusan hukum dalam bagi hasil adalah kontribusi modal dan waktu kerja masing-masing pihak. Terdapat juga faktor adat istiadat, rasa saling percaya dan kebiasaa

    Evaluasi Kebijakan Pengelola Kost Terhadap Jam Berkunjung Dan Batasan Tamu (Studi Di Empat Kost Kota Banjarmasin)

    No full text
    Rumah kost adalah rumah atau kamar yang disewakan dalam jangka waktu yang cukup lama untuk orang yang membutuhkannya, harga kost cukup ekonomis ketimbang di hotel atau di penginapan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis efektivitas kebijakan pembatasan tamu dan jam berkunjung di kos Banjarmasin, mengetahui penerapan kebijakan pembatasan tamu dan jam berkunjung dikos Banjarmasin. Hasil penelitian penerapan aturan pembatasan tamu dan jam berkunjung dikost sudah diterapkan oleh pengelola kost. Namun, terdapat penyimpangan terhadap aturan tersebut dari penghuninya yang menerima tamu lebih dari jam yang ditentukan, menerima tamu yang berlainan jenis masuk ke kost melampaui batas bertamu laki-laki, batas bertamu laki-laki itu sampai teras tidak boleh dibawa masuk kedalam kamar hal ini terjadi karena kurangnya sarana pengawasan terhadap penghuni kost. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dan bersifat kualitatif deskriptif

    The Instructional Design of Language Curriculum Development

    No full text

    Peran Dai dalam Pemberdayaan Masyarakat

    No full text

    Perlindungan Hak Perempuan dan Kedudukan Wali Mujbir (Perspektif Hak Asasi Manusia dan Hukum Islam)

    No full text
    Praktik wali mujbir dalam perkawinan Islam masih menjadi perdebatan karena berpotensi menimbulkan ketegangan antara ketentuan fikih klasik dan prinsip hak asasi manusia (HAM), khususnya terkait hak perempuan atas persetujuan bebas dalam perkawinan. Dalam perspektif HAM, sebagaimana diatur dalam Universal Declaration of Human Rights (UDHR) Pasal 16 dan Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), perkawinan harus dilangsungkan atas dasar kehendak bebas kedua calon mempelai. Namun, dalam konteks hukum Islam dan praktik di Indonesia, keberadaan wali mujbir masih diakui secara normatif melalui Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan kerap dipengaruhi budaya patriarki yang membatasi otonomi perempuan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan ketidakadilan gender serta kerentanan terhadap kekerasan dalam rumah tangga, sehingga penelitian ini penting untuk mengkaji kedudukan wali mujbir dalam perspektif HAM dan maqāṣid al-syarīah. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Bahan hukum primer meliputi instrumen HAM internasional seperti UDHR dan CEDAW serta literatur hukum Islam, antara lain Fiqh as-Sunnah dan al-Fiqh ‘alā al-Mażāhib al-Arba‘ah. Bahan hukum sekunder mencakup Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, sedangkan bahan hukum tersier berupa kamus hukum dan literatur pendukung lainnya. Analisis data dilakukan melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, serta pendekatan komparatif dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif HAM menolak konsep wali mujbir karena bertentangan dengan prinsip otonomi dan persetujuan bebas perempuan, sedangkan hukum Islam membatasinya secara ketat hanya pada ayah dan kakek dengan syarat tertentu, seperti terpenuhinya kafā’ah dan tidak adanya kemudaratan. Mazhab Hanafi menempatkan persetujuan perempuan baligh sebagai unsur utama dalam perkawinan. Meskipun terdapat perbedaan dalam kedudukan persetujuan dan peran wali, kedua perspektif memiliki tujuan yang sama, yaitu melindungi martabat dan kesejahteraan perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan reinterpretasi kontekstual terhadap wali mujbir agar selaras dengan nilai-nilai HAM dan keadilan substantif dalam perkawina

    Literasi Mahasiswa terhadap Urgensi Integrasi Ilmu di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

    No full text
    Integrasi ilmu merupakan paradigma utama dalam pengembangan pendidikan tinggi keislaman, termasuk di Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Keberhasilan integrasi ilmu tidak hanya ditentukan oleh konsep dan kebijakan institusional, melainkan juga oleh kesiapan literasi mahasiswa sebagai subjek pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literasi mahasiswa terhadap integrasi ilmu, implikasi literasi mahasiswa terhadap paradigma berpikir integratif, dan tantangan bagi mahasiswa dalam memahami literasi integrasi ilmu di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah Dosen Pengajar Mata Kuliah Pengantar Integrasi Ilmu dan Mahasiswa PAI Semester 2 Tahun Akademik 2025/20226. Analisis data ini dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi mahasiswa terhadap urgensi integrasi ilmu di Prodi PAI Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin meliputi literasi sains, literasi agama, literasi akademik, literasi digital dan literasi integratif. Mahasiswa mulai mengaitkan sains dengan nilai-nilai keislaman dengan kehidupan sehari-hari, serta memahami ajaran agama secara kontekstual dengan realitas sosial. Namun, pada aspek literasi akademik dan digital, mahasiswa masih cenderung bersifat konsumtif, bergantung pada sumber poprler dan AI tanpa proses verifikiasi kritis. Literasi tersebut berimplikasi pada berkembangnya pola pikir holistik, kritisi, dan reflektif yang tercermin dalam kebiasaan menghubungkan dalil keagamaan dengan bukti empiris, diskusi akademik, serta kemampuan menghasilkan karya tulis ilmiah bertema integrasi ilmu. Adapaun tantangan yang dihadapi mahasiswa meliputi keterbatasan pemahaman bahasa ilmiah dan asing, rendahnya minat baca terhadap literatur integratif berkualitas, sikap belajar pasif, ketergantungan pada AI, serta kesulitas mensisntesis perbedaan metodologi antara ilmu agama dan ilmu umum. Bagi peneliti selanjutnya berpeluang mengkaji pengembangan model pembelajaran integratif berbasis penguatan literasi akademik dan pengaruh literasi integratif terhadap capaian akademik mahasiswa

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇