Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Pengembangan Koleksi dan Hambatannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan Tengah
Penelitian ini membahas tentang Pengembangan Koleksi dan Hambatannya
di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan Provinsi Kalimantan
Tengah. Peneitian ini berangkat dari tuntutan perkembangan teknologi informasi
yang menuntut perpustakaan untuk beradaptasi agar dapat memenuhi kebutuhan
informasi pemustaka secara cepat, tepat dan releven. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pengembangan koleksi dan hambatannya serta upaya yang
dilakukan oleh perpustakaan dalam mengatasinya.
Penelitan ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif
deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pengembangan koleksi dan
hambatannya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Seruyan, informan
berjumlah tiga orang terdiri atas kepala bidang perpustakaan, pustakawan dan satu
staf pengelola pengembangan koleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melaluai reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan koleksi meliputi analisis
kebutuhan pemustaka, kebijakan pengembangan koleksi, seleksi, pengadaan,
penyiangan dan evaluasi koleksi. Analisis kebutuhan masih berfokus pada
pengguna yang datang langsung ke perpustakaan melalaui survai sederhana dan
kotak saran. Meskipun belum memiliki kebijakan tertulis pelaksanaan
pengembangan koleksi berpedemon pada standar operasional prosedur (SOP).
Kendala utama meliputi keterbatasan anggaran, tidak tersedianya toko buku di
wilayah Seruyan serta belum tersedianya koleksi bagi pemustaka berkebutuhan
khusus seperti buku braille dan audio. Untuk mengatasi hal tersebut perpustakaan
melakukan kerja sama dengan berbagai pihak seperti perpustakaan sekolah dan
desa, memanfaatkan hibah, donasi serta dana dari APBD. Selain itu, perpustakaan
juga berinovasi dengan menyediakan layanan digital melalui e-Perpus Seruyan
guna memperluas akses informasi bagi masyarakat
Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Kebersihan dalam Berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin
Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah-sekolah umum saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Hal ini disebabkan dengan banyaknya kendala yang terjadi di lapangan., maka diperlukan pedoman dan acuan untuk pegangan dalam melakukan pembinaan pendidikan agama Islam di sekolah. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan penanaman nilai-nilai kebersihan dalam berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat penanaman nilai-nilai kebersihan dalam berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin.
Subjek dalam penelitian ini terdiri dari kepala madrasah, guru PAI, serta siswa kelas III SDN Sawang. Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil dari penanaman nilai-nilai kebersihan dalam berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin yaitu guru PAI membuat modul ajar yang relevan, serta adanya kesiapan dari guru PAI dengan membuat inovasi untuk membangkitkan antusiasme dan minat siswa. Selain itu juga guru menggunakan strategi yang relevan, yang di dalamnya terdapat pembelajaran dasar keagamaan yang kontekstual, adaptasi materi dan metode, penggunaan refleksi materi, serta dan pendekatan individual. guru PAI memilih evaluasi berbasis pengamatan langsung, dan evaluasi personal yang dilakukan oleh guru PAI melalui tes lisan yang ditujukkan satu persatu terhadap siswa. Faktor pendukung dalam Penanaman Nilai-Nilai Kebersihan dalam Berwudhu pada SDN Sawang Kecamatan Tapin Selatan Kabupaten Tapin tersebut meliputi antusias siswa dan sarana prasarana yang memadai. Sedangkan faktor penghambat dalam hal ini yaitu keterbatasan waktu dalam pembelajaran
Speaking Proficiency Levels Of Mobile Legends Players In The English Education Department At UIN Antasari Banjarmasin
The purpose of this study is to measure the speaking proficiency level of English Education Department students who are active players of the mobile game Mobile Legends: Bang Bang. To achieve this, the study employs a descriptive quantitative approach to analyze the participants' oral performance. Data were collected from 28 participants through a comprehensive assessment consisting of multiple-choice items and oral performance tasks (Fluency and Pronunciation). Before the main analysis, the instrument was tested and proven highly valid with Corrected Item-Total Correlation values ranging from 0.476 to 0.970, exceeding the critical r-table value of 0.374. The instrument also demonstrated excellent reliability with a Cronbach’s Alpha of 0.930. The results of the descriptive analysis revealed that the students' proficiency scores ranged from 8 to 100, with an overall mean score of 73. Based on the cumulative score classification, this average indicates that the students' proficiency falls into the ‘Fair’ category. The study concludes that while gaming engagement provides English exposure, there is a significant diversity in speaking proficiency levels among learners, with individual scores distributed across all levels from ‘Very Poor’ to ‘Excellent’
Problematika Hierarki Ketetapan Majelis Permusyawarataan Rakyat Dalan Sistem Ketatanegaraan Indonesia
Penelitian ini membahas problematika hierarki Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Tap MPR RI) dalam sistem
ketatanegaraan Indonesia, khususnya setelah diberlakukannya Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.
Studi ini dilatarbelakangi oleh perubahan status MPR RI pasca amandemen UUD
1945, yang menyebabkan terjadinya pergeseran kedudukan Tap MPR dalam
hierarki norma hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan
hukum Tap MPR RI sebelum dan sesudah amandemen, serta mengkaji implikasi
masuknya Tap MPR RI ke dalam hierarki peraturan perundang-undangan terhadap
sistem ketatanegaraan Indonesia.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif
dengan pendekatan perundang-undangan dan teori hukum, khususnya teori hierarki
norma Hans Kelsen dan Hans Nawiasky. Data diperoleh melalui studi kepustakaan
dan dianalisis secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya Tap MPR RI ke dalam
hierarki peraturan perundang-undangan menimbulkan sejumlah permasalahan,
antara lain kekosongan hukum terkait mekanisme pengujian Tap MPR RI yang
berpotensi bertentangan dengan UUD 1945, serta pelanggaran terhadap prinsip
negara hukum dan potensi konflik norma dengan peraturan perundang-undangan
lainnya. Penelitian ini merekomendasikan perlunya konstruksi hukum yang
memungkinkan Mahkamah Konstitusi melakukan pengujian terhadap Tap MPR RI,
serta revisi terhadap Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 untuk memperjelas
kedudukan dan mekanisme pengujian Tap MPR RI dalam sistem hukum nasiona
Aspek Filosofis Tabarrukan dalam Tradisi Batapung Tawar di Desa Sungai Madang Kecamatan Sungai Tabuk
Masyarakat Indonesia memiliki keanekaragaman tradisi yang merupakan
warisan leluhur dan identitas budaya bangsa. Salah satu tradisi yang masih bertahan
adalah Batapung Tawar di Kalimantan Selatan. Awalnya, tradisi ini merupakan
warisan dari masa sebelum Islam, yakni berakar pada kepercayaan Hindu dan Kaha
ringan. Proses islamisasi yang terjadi tidak menghapus tradisi ini, melainkan
mengakulturasikannya dengan nilai-nilai Islam. Perubahan ini menggeser esensi
tradisi menjadi sebuah bentuk permohonan kepada Allah SWT, sehingga dapat
dikaji melalui lensa tasawuf. Konsep sentral dalam tasawuf yang relevan ada
lah tabarruk, yaitu praktik mencari berkah. Di Desa Sungai Madang, tradisi Bata
pung Tawar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Na
mun, implementasi nilai tasawuf, khususnya aspek filosofis Tabarrukan dalam
tradisi ini, belum banyak diteliti secara mendalam.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami tradisi Batapung Tawar di Desa
Sungai Madang, proses Tabarrukan di dalamnya, dan aspek filosofisnya. Secara
akademis, fokus utama penelitian adalah untuk menunjukkan fleksibilitas Sufisme
sebagai bentuk keragaman budaya dengan proses inkulturasi.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif lapangan melalui pendekatan
deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan fenomena secara menyeluruh.
Subjek kajian ini adalah para tokoh dan masyarakat desa Sungai Madang. Adapun
objek kajiannya adalah aspek filosofis Tabarrukan dalam Batapung Tawar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Batapung Tawar adalah
warisan budaya lokal yang telah mengalami transmisi budaya sejak zaman
Pangeran Antasari. Hal ini dilakukan dalam konteks tertentu seperti atur
dahar,
batasmiyah,
bulik
dari
rantauan,
dan mahanyari banih.
Konsep Tabarrukan dalam Batapung Tawar mewakili praktik spiritual untuk
mencari berkat (barakah) melalui media material dan verbal. Secara
filosofis, Batapung Tawar dipahami melalui dua dimensi, filsafat budaya dan
sufisme. Dari perspektif filsafat budaya (J.W.M. Bakker), ini adalah produk
inkulturasi yang sukses, Dari perspektif Sufisme, tabarruk dipahami
sebagai wasilah untuk mencapai kebaikan dan kedekatan dengan Alla
Nilai-Nilai Pendidikan Islam pada Seni Kebudayaan Madihin pada Masyarakat Banjar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beragam nilai pendidikan Islam
di dalam kesenian madihin yang meliputi nilai akidah, ibadah dan akhlak. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif deskriptif dengan
subjek penelitian "pemadihin" orang yang bermain madihin di lingkungan Handil
Babirik dan tokoh masyarakat setempat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang
terdapat pada kesenian madihin, dari nilai akidah, ibadah, serta akhlak. Penelitian
dengan metode analisis deskriftif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala
desa, tiga orang masyarakat dan satu orang pemain madihin di desa Handil Babirik.
Objek penelitian di Desa Handil Babirik, kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten
Tanah Laut yang melibatkan kegiatan pementasan madihin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pementasan seni madihin di
desa Handil Babirik terdapat nilai-nilai pendidikan Islam, hal ini terlihat dari materi
atau lirik syair yang disampaikan oleh "pemadihin" dengan menyisipkan nasihat
nasihat kehidupan dan ajakan untuk bertaqwa kepada Allah SWT. Adanya nilai
nilai pendidikan Islam dalam kesenian madihin juga terbukti berdasarkan hasil
wawancara bersama masyarakat setempat yang mendengar dan menonton langsung
pementasan tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa kesenian madihin bukanlah hiburan semata,
melainkan salah satu media dakwah yang memiliki keunikan tersendiri yang
menjunjung tinggi nilai budaya dengan lirik yang penuh makna serta terdapat nilai
nilai pendidikan Islam yang selalu disampaikan di setiap pementasannya
Tafsir Al-Qur’an Berbasis Artificial Intelligence: Analisis Kritis terhadap Chat-GPT dalam Menafsirkan Q.S. Al-Nisa [4] : 34
Penelitian ini mengkaji kemampuan Chat-GPT, sebuah model kecerdasan
buatan berbasis Natural Language Processing (NLP), dalam menafsirkan Al
Qur’an dengan fokus pada Q.S. Al-Nisa [4]:34 yang membahas isu gender.
Penelitian bertujuan untuk menganalisis akurasi makna dan validitas epistemologis
hasil tafsir Chat-GPT, serta membandingkannya dengan prinsip tafsir tradisional
Islam. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif evaluatif, data utama diperoleh dari
respons Chat-GPT 4o terhadap pertanyaan terkait tafsir ayat tersebut, sementara
data sekunder berasal dari literatur tafsir klasik dan kontemporer, seperti tafsir At
Thabari dan Al-Maraghi. Analisis dilakukan menggunakan teori akurasi makna
Fazlur Rahman (double movement) dan semantik Toshihiko Izutsu, serta validitas
tafsir menurut Al-Suyuti dalam Al-Itqân fî Ulûm Al-Qur’an.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Chat-GPT mampu memberikan
interpretasi yang relevan secara kebahasaan dan selalu menjawab pertanyaan yang
ditanyakan kepadanya, akan tetapi Chat-GPT memiliki keterbatasan dalam
memberikan sumber yang digunakan oleh Chat-GPT yang cenderung
menggunakan sumber sekuder daripada sumber primer. Chat-GPT juga bisa
melakukan manipulasi data untuk menyajikan jawaban tafsir, apa yang dikatakan
oleh Chat-GPT sangat berbeda dengan sumber tafsir yang diminta. Penilaian
akurasi makna menggunakan pada Chat-GPT dengan baik dilakukan menggunakan
(double movement) Fazlur Rahman dan semantik Toshihiko Izutsu, meskipun
secara tidak mendalam dalam menjelaskan makna
Mediasi dalam Sengketa Suami Istri di Masyarakat Adat Dayak Maanyan (Studi di Kecamatan Benua Lima Kabupaten Barito Timur)
Masyarakat yang bersengketa terkhusus suami istri yang menuju
perceraian pada umumnya akan melaksanakan perceraian di depan sidang
pengadilan dan akan menempuh mediasi. Namun pada masyarakat adat Dayak
Maanyan, mereka tidak langsung menempuh jalan perceraian di pengadilan, tapi
mereka harus melalui proses perceraian adat dan melalui proses mediasi atau yang
lebih dikenal dengan istilah Musyawarah Mufakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang persengketaan
yang menjadi sebab mediasi dilaksanakan, untuk mengetahui proses mediasi
dalam sengketa suami istri di masyarkat adat Dayak Maanyan, dan untuk
mengetahui dampak dari dilaksanakannya mediasi dalam sengketa suami istri di
masyarakat adat Dayak Maanyan tersebut.
Adapun penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris
(field research) dan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Teknik
pengolahan data dengan cara menyatukan data dan memilih data, kemudian
menyajikan data dengan cara medeskripsikan, setelah itu menganalisis data secara
deskriptif kualitatif.
Hasil temuan dan analisis penelitian ini adalah dapat diketahui bahwa latar
belakang penyebab umum terjadinya sengketa suami istri pada masyarakat adat
adat Dayak Maanyan, yaitu: ekonomi, KDRT, dan perselingkuhan. Proses yang
dilakukan mereka sejalan dengan kebiasaan penyelesaian sengketa yang telah
dilakukan sejak dulu. Dan dampak dari pelaksanaan mediasi tersebut, masyarakat
adat sangat terbantu untuk menyelesaikan sengketa. Mediasi tersebut ada yang
berdampak positif yaitu berhasil mendamaikan suami istri yang bersengketa dan
dapat mengelak perceraian, dan ada yang berdampak negatif yaitu para pihak
yang bersengketa tetap bercerai, perceraian tersebut dianggap sah menurut hukum
adat namun belum sah secara hukum negara atau belum masuk dalam catatan sipil
sehingga belum bisa memiliki akta cerai
Pengelolaan Pondok Pesantren Daarul Falah 2 Kecamatan Maliku Berbasis Gender
Konsep kesetaraan gender dalam kegiatannya umumnya menekankan
kesamaan hak tanpa adanya diskriminasi. Dalam sistem pembelajarannya sudah
cukup bagus karena pondok pesantren ini termasuk pondok pesantren modern,
aktif, dan unggul. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pondok
pesantren Daarul Falah 2 yang ada di Kecamatan Maliku dengan berbasis gender.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan
data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun analisis data yang
digunakan adalah analisis data kualitatif dengan melibatkan subjek penelitian yaitu
seluruh santri di pondok pesantren Daarul Falah 2.
Kajian yang didapat adalah sebagai berikut (1) sistem pengelolaan pondok
pesantren berbasis gender yang ada di pondok pesantren Daarul Falah 2 Kecamatan
Maliku menjunjung tinggi keadilan gender dalam kepemimpinan yang inklusif di
mana santri putri juga diberikan kontribusi dalam mengambil keputusan dan juga
menerapkan program-program pondok pesantren sebagaimana santri putra. (2)
Gambaran pengelolaan pondok pesantren Daarul Falah 2 Kecamatan Maliku dalam
kepemimpinan seorang laki-laki dan kepemimpinan perempuan memiliki
kesamaan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai agama. (3) ketidaksamaan
kepemimpinan yang diamati dalam mengelola pondok pesantren Daarul Falah 2
berdasarkan gender terletak pada caranya yang mana pada santri putri sedikit lebih
fleksibel dibanding santri putra
Peran Dai dalam Membimbing Keagamaan Jamaah Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala
Peran Dai dalam membimbing keagamaan jamaah sangatlah penting, terutama
dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan spiritual dan
pemahaman agama. Kehadiran jamaah yang konsisten dalam bimbingan
keagamaan tidak terlepas dari upaya dai dalam menyampaikan ajaran Islam dengan
cara yang menarik dan relavan. Dai berfungsi sebagai pengarah yang memberikan
bimbingan, pengetahuan, dan motivasi kepada jamaah, sehingga mereka merasa
terhubung dan termotivasi untuk hadir dalam setiap kegiatan keagamaan.
Dari latar belakang tersebut, dirumuskan bahwa permasalahan dalam penelitian ini
yaitu bagaimana bentuk-bentuk bimbingan keagamaan dan peran dai dalam
membimbing keagamaan jamaah Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam
Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Tujuan dari penelitian ini untuk
mengetahui peran dai dalam membimbing keagamaan jamaah. Adapun signifikansi
penelitian ini sebagai penambah khazanah keilmuan dan wawasan mengenai peran
dai dalam membimbing keagamaan jamaah, serta bahan referensi bagi pembaca
terhadap kajian mengenai peran seorang dai dalam membimbing keagamaan yang
mengandung nilai-nilai keagamaan Islam.
Jenis penelitian ini yaitu kualitatif, dengan subjek penelitian dua orang aparat desa
desa, tiga orang dai, satu orang pengurus masjid, dan satu orang jamaah masjid.
Objek dari penelitian ini adalah bentuk-bentuk bimbingan keagamaan dan peran
Dai sebagai pembimbing keagamaan di Masjid Al-Jihad Desa Semangat Dalam
Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya bentuk-bentuk bimbingan
keagamaan yang ada di Masjid Al-Jihad yang dikelompokkan sebagai berikut,
bimbingan langsung seperti pengajian kitab dan pembacaan dalail khoirot
sedangkan bimbingan tidak langsung seperti peringatan hari besar Islam. Sehingga
dengan adanya bimbingan tersebut terlihat peran dai sebagai pembimbing akidah,
penyampaian pesan dakwah, pembimbing akhlak dan sebagai teladan yang bai