Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Penerapan Metode Small Group Discussion Dan Penggunaan Media Pembelajaran Audio Visual Pada Mata Pelajaran PAI Di SMAN 3 Banjarbaru
Pendidikan Agama Islam (PAI) sering kali dianggap kurang menarik oleh
siswa karena dominasi metode ceramah yang bersifat satu arah dan monoton.
Kondisi ini mengakibatkan rendahnya partisipasi aktif siswa dalam proses
pembelajaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan metode
pembelajaran yang lebih interaktif dan media pendukung yang mampu menarik
perhatian siswa. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti penerapan metode
Small Group Discussion yang dikombinasikan dengan penggunaan media
pembelajaran audio visual dalam mata pelajaran PAI.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan metode
Small Group Discussion dan penggunaan media audio visual dalam proses
pembelajaran PAI di SMAN 3 Banjarbaru. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan
untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi oleh guru maupun siswa
selama proses penerapan metode dan media tersebut, serta upaya yang dilakukan
untuk mengatasi kendala tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik
pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek
penelitian adalah guru mata pelajaran PAI dan peserta didik kelas X di SMAN 3
Banjarbaru. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Small Group
Discussion mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Sementara itu, media audio visual terbukti mempermudah pemahaman konsep
konsep abstrak dalam PAI. Kombinasi keduanya menciptakan suasana belajar yang
lebih menyenangkan, interaktif, dan efektif dalam meningkatkan motivasi serta
hasil belajar sisw
Program Intervensi Gizi dan PHBS di PAUD IT Al-Ihsan Banjarmasin
Latar belakang Program intervensi gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS) di lingkungan pendidikan usia dini sangat penting dalam menciptakan
lingkungan belajar yang sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara
optimal. PAUD IT Al-Ihsan Banjarmasin merupakan salah satu lembaga
pendidikan yang berupaya membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Lingkungan yang mendukung serta keterlibatan semua pihak, termasuk guru,
tenaga kesehatan, dan orang tua, menjadi faktor penting dalam kesuksesan program
tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program
intervensi gizi dan PHBS di PAUD IT Al-Ihsan Banjarmasin, guna mengetahui
sejauh mana efektivitas program dalam membentuk kebiasaan hidup sehat pada
anak-anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif
dengan metode studi lapangan dengan subjek guru kepala sekolah dan 2 guru kelas
B. teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk
memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai pelaksanaan program. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Analisis data menggunakan model dari Miles dan Huberman yaitu pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi. Serta
keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, teknik dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD IT Al-Ihsan Banjarmasin telah
berhasil menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada anak-anak. Mereka terbiasa
mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, menjaga kebersihan diri, serta peduli
terhadap kebersihan lingkungan. Sekolah juga secara konsisten menyediakan menu
makanan bergizi dan seimbang setiap hari. Program ini berdampak positif terhadap
kesehatan serta meningkatkan semangat dan fokus belajar anak
Analisis Efektivitas Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Pembelajaran Fiqih di Kelas VIII MTsN 1 Banjar
Pendidikan memiliki peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter
dan moral anak untuk bangsa Indonesia, generasi yang akan menjadi pemimpin negara
yang akan datang, oleh sebab itu pendidikan harus menjadi komponen yang
diperhatikan. Pendidikan bisa dimulai sejak kecil yaitu dilingkungan rumah, lalu
memasuki pendidikan formal sampai perguruan tinggi.Salah satu yang disoroti dalam
pembentukan moral adalah pendidikan agama islam, dalam pendidikan agama islam
terdapat unsur-unsur yang dapat diteladani. Seperti sifat-sifat jujur, dapat dipercaya,
tenggang rasa, sopan santun dan nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan
sehari-hari, sehingga para peserta didik dapat memahami dan mengamalkannya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum
merdeka belajar dalam pembelajaran fiqih di kelas VIII MTsN 1 Banjar, efektivitas
penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran fiqih di kelas VIII MTsN 1
Banjar, dan analisis efektivitas penerapan kurikulum merdeka belajar dalam
pembelajaran fiqih di kelas VIII MTsN 1 Banjar.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan jenis
penelitian kualitatif. Pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Subjek penelitian ini adalah 30 siswa/i kelas VIII MTsN 1 Banjar, 1 orang guru fiqih
dan 1 orang wakamad kurikulum. Sedangkan objek penelitian ini adalah analisis
efektivitas penerapan kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran fiqih di kelas
VIII MTsN 1 Banjar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Implementasi Kurikulum
Merdeka dalam pembelajaran fiqih di kelas VIII MTsN 1 Banjar telah dilaksanakan
secara terstruktur melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang
berorientasi pada kebutuhan dan karakteristik siswa. kedua, Efektivitas penerapan
Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Fiqih di kelas VIII MTsN 1 Banjar
dipengaruhi oleh beberapa indikator utama, seperti keterlibatan aktif siswa,
penggunaan strategi pembelajaran yang variatif dan kontekstual, serta pemanfaatan
media dan teknologi yang mendukung gaya belajar beragam. Ketiga, Efektivitas
penerapan Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Fiqih di kelas VIII MTsN
1 Banjar terlihat dari pembelajaran yang mencakup interaksi sosial dan refleksi diri
membantu siswa memahami materi secara utuh dan mencapai KKTP
Upaya menjaga keharmonisan keluarga dalam pernikahan jarak jauh (studi kasus di kelurahan banua anyar kecataman banjarmasin timur)
Pernikahan merupakan ikatan sakral antara dua individu yang diharapkan
dapat membentuk keluarga yang harmonis. Namun, dinamika kehidupan modern
seringkali menuntut pasangan suami istri untuk tinggal terpisah karena alasan
pekerjaan, pendidikan, atau situasi lainnya, sehingga menciptakan kondisi
pernikahan jarak jauh (long distance marriage). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui gambaran hubungan pernikahan jarak jauh (long distance marriage)
serta upaya yang digunakan pasangan dalam menjaga keharmonisan dan
kestabilan keluarga.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan
kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Data diolah dengan
menyatukan data, kemudian memilah data dan terakhir menyimpulkan data. Data
dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pernikahan mereka rata-rata
diatas 5 tahun dan tercatat resmi di KUA (Kantor Urusan Agama) serta sudah
dikaruniai anak, mereka melakukan hubungan jarak jauh (long distance marriage)
dikarenakan faktor keluarga dan ekonomi, salah satu dari mereka pergi merantau
ke luar kabupaten atau bahkan pulau, karena keperluan hidup yang semakin
meningkat dan gajih serta pekerjaan yang ditawarkan dikampung halaman
menawarkan gajih yang cenderung kecil. mereka sudah melakukan hubungan
tersebut 7 s/d 10 tahun, untuk waktu pertemuan mereka biasanya 1 minggu s/d 1
bulan untuk intensitas pulang bertemu dengan istri dan anak di rumah, biasanya
waktu mereka berkumpul 1 s/d 6 bulan sekali kecuali pekerjaan sebagai tukang,
yang mana hanya pergi ketika ada panggilan kerja saja, akan tetapi kalau pergi
memerlukan waktu yang lumayan lama atau ampai proyek tersebut selesai.
Keadaan rumah tangga mereka bisa baik maupun sebaliknya tergantung
bagaimana upaya yang mereka lakukan demi menjaga keharmonisan keluarga
mereka misalnya komiten, kepercayaan, komunikasi, saling memahami dan
mendukung meskipun terpisah oleh jarak dan waktu. Upaya-upaya tersebut sesuai
dengan tujuan pernikahan yang dijelaskan dalam alquran dan undang-undang
pernikahan yang menginginkan keluarganya harmoni
Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional pada Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Penguatan Literasi Membaca Melalui Perpustakaan Anak di TK Negeri Idaman Banjarbaru
Penguatan literasi membaca pada anak usia dini menjadi salah satu aspek penting
dalam pendidikan di era modern. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan
mengenal huruf dan kata, tetapi juga mencakup pemahaman isi bacaan, berpikir kritis,
serta membentuk kebiasaan membaca sejak dini. Salah satu sarana yang efektif untuk
menumbuhkan budaya literasi pada anak adalah perpustakaan anak. Melalui
perpustakaan, anak-anak dapat mengenal berbagai jenis bacaan yang sesuai dengan usia
dan tahap perkembangan mereka, sehingga dapat menumbuhkan minat baca dan
memperkuat kemampuan literasi dasar.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan subjek anak-anak kelompok
A dan B, serta objek penelitian berupa aktivitas literasi membaca melalui perpustakaan
anak. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi
dokumentasi, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
verifikasi kesimpulan. Validitas data diuji dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Kegiatan dilakukan secara
terencana dan melibatkan kepala sekolah, guru, serta pustakawan. Program literasi
dilaksanakan dua kali seminggu untuk masing-masing kelas, dengan kegiatan yang
mencakup penyediaan buku sesuai usia anak. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui
kunjungan terjadwal ke perpustakaan, membaca buku secara mandiri atau bersama guru,
serta diskusi ringan terkait isi cerita. Evaluasi dilakukan secara berkala oleh guru dan
pustakawan untuk memantau ketercapaian tujuan, dengan mengamati antusiasme,
keterlibatan, dan perkembangan minat baca anak Temuan ini menunjukan bahwa
penguatan literasi melalui perpustakaan memberikan dampak positif terhadap minat baca
dan kemampuan literasi anak di TK Negeri Idaman Banjarbar
Analisis Kualifikasi Penilaian Kelayakan Nasabah pada Pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tanpa Agunan Terhadap Risiko Kerugian Bank (Studi pada Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Banjarmasin A. Yani)
Lembaga keuangan bank memegang peran yang sangat strategis dalam
menyediakan layanan keuangan, serta dalam menghimpun dan menyalurkan dana
secara langsung kepada masyarakat. Salah satu kontribusi penting bank terhadap
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional adalah melalui penyaluran
pembiayaan kepada pelaku usaha di berbagai sektor. Pembiayaan yang disalurkan
tanpa disertai dengan agunan memiliki risiko yang sangat tinggi, maka dengan itu
bank harus memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap kelayakan calon
nasabah.Tujuan pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosedur pembiayaan
KUR tanpa agunan dan juga untuk mengetahui analisis kelayakan nasabah yang
bisa memperoleh pembiayaan KUR tanpa agunan pada Bank Syariah Indonesia
(BSI) KCP Banjarmasin A. Yani agar bank terhindar dari risiko kerugian.
Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan melakukan wawancara dan juga
menggunakan studi dokumen, sedangkan teknik pengolahan data dengan tahapan
reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelayakan nasabah ditentukan melalui
analisis karakter, kapasitas usaha, kepemilikan aset tempat tinggal, serta riwayat
pembayaran kewajiban finansial seperti listrik dan air. prosedur pengajuan KUR
tanpa agunan dimulai dari permohonan calon nasabah, pengecekan data melalui
Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, survei lapangan ke lokasi usaha,
verifikasi dokumen, hingga tahap analisis dan akad pembiayaan
Dampak Kelelahan Kinerja Guru pada Aktivitas Pembelajaran di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak kelelahan kinerja
guru terhadap aktivitas pembelajaran di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin,
mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta menggambarkan strategi yang
digunakan guru dalam mengatasi kelelahan tersebut. Kelelahan kinerja guru yang
mencakup aspek fisik, mental, dan emosional terbukti memengaruhi fokus, emosi,
dan semangat dalam proses mengajar, yang pada akhirnya berdampak pada
efektivitas pembelajaran siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi.
Subjek penelitian terdiri dari 10 guru serta kepala sekolah dan tenaga kependidikan
sebagai informan pendukung.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelelahan guru menyebabkan
penurunan konsentrasi, kesalahan dalam penyampaian materi, emosi yang sulit
dikontrol, dan rendahnya motivasi mengajar. Faktor penyebab kelelahan berasal dari
beban kerja berlebih, tuntutan administratif, kurangnya waktu istirahat, dan
lingkungan kerja yang kurang mendukung. Dampak dari kelelahan ini dirasakan
langsung dalam bentuk pembelajaran yang tidak efektif, penurunan hasil belajar
siswa, serta terganggunya komunikasi guru dengan siswa dan rekan kerja.
Adapun strategi yang diterapkan untuk mengurangi kelelahan antara lain
manajemen waktu, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, serta
dukungan sistemik dari pihak sekolah dalam bentuk pembagian tugas yang
seimbang, ruang istirahat, layanan konseling, dan pelatihan pengelolaan stres.
Penelitian ini menyimpulkan pentingnya kolaborasi antara guru dan manajemen
sekolah untuk menjaga kesejahteraan guru demi meningkatkan mutu pendidikan
Penerapan Nilai-nilai Toleransi dalam Pembelajaran Akidah Akhlak Kelas VII di Madrasah Tsanawiyah Al Ikhwan Banjarmasin
Penelitian ini dilakukan karena pentingnya menanamkan dan penerapan
nilai-nilai toleransi pada peserta didik kelas VII MTs Al-Ikhwan Banjarmasin yang
sedang berada pada masa awal remaja. Pada tahap ini, karakter dan sikap toleran
mulai terbentuk, sehingga pembelajaran Akidah Akhlak menjadi sarana yang tepat
untuk menanamkan nilai tersebut. Di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya
di Indonesia, toleransi menjadi sikap yang perlu diajarkan sejak dini. Melalui
pembelajaran, peserta didik diajak untuk saling menghargai, menerima perbedaan,
dan hidup rukun di lingkungan kelas, sekolah, maupun masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan nilai-nilai
toleransi dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas VII di Madrasah Tsanawiyah
Al-Ikhwan Banjarmasin, serta mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat
dari penerapan nilai-nilai toleransi dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas VII di
Madrasah Tsanawiyah al-Ikhwan Banjarmasin.
Jenis penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field research),
dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data
meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru
Akidah Akhlak, kepala madrasah, dan 10 orang peserta didik kelas VII. Teknik
analisis data meliputi reduksi data, data display (penyajian data), verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai toleransi dalam
pembelajaran Akidah Akhlak kelas VII di MTs Al-Ikhwan Banjarmasin yaitu guru
melakukan penerapannya melalui metode keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan
cerita (transfer materi) dengan menyisipkan nilai-nilai toleransi dalam
pembelajaran walaupun tidak secara khusus terkait materi toleransi. Terlihat
sebagian besar peserta didik saling menghargai dan mengerti satu sama lain, saling
mengakui dan menerima atau menolak pendapat, dan bekerjasama dalam
keberagaman. Guru berperan penting dalam membentuk sikap toleransi peserta
didik melalui pembelajaran yang berorientasi pada karakter dan akhlak mulia.
Faktor pendukung penerapan nilai toleransi meliputi kompetensi dan keteladanan
guru, kurikulum dan materi ajar yang mendukung, lingkungan sekolah dan kelas
yang inklusif, serta keterlibatan orangtua. Adapun faktor penghambatnya adalah
perbedaan tingkat pemahaman peserta didik, alokasi waktu pembelajaran, dan
kematangan emosional peserta didik yang beragam
Pengaruh Model Contekstual Teaching Learning (CTL) Berbasis Etnomatematika Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV Materi Bangun Ruang di SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin
Dalam pembelajaran matematika, banyak siswa yang masih banyak
kesulitan dalam memecahkan soal matematika. Oleh karena itu, guru perlu
memahami lebih dalam kesulitan yang dialami peserta didik dalam proses
pemecahan soal selama pembelajaran disekolah. Untuk mengetahui kesulitan
tersebut guru dapat memberikan pertanyaan ataupun tes mengenai materi yang
sudah dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta
didik dengan menggunakan model Contekstual Teaching Learning (CTL) serta
pengaruh model Contextual Teaching Learning (CTL) berbasis etnomatematika
pada materi bangun ruang di SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah pre-eksperimen dengan pendeketan kuantitatif
menggunakan design one group pretest-posttest. Teknik sampling yang digunakan
adalah sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 26 peserta didik
kelas IV di SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu melalui dokumentasi dan test. Posttest dilaksanakan dengan \ud
menggunakan soal berbentuk pilihan ganda berjumlah 10 soal diambil dari
instrumen soal yang telah dilakukan uji ahli, uji validitas dan reliabilitas. Teknik
analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dan inferensial
melalui uji prasyarat analisis (Uji normalitas, uji homogenitas) dan uji hipotesis
menggunakan uji wilcoxon.
Hasil temuan menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada nilai Pretes kelas
IV diperoleh nilai rata-rata sebesar 41,54 (Kategori rendah). Sedangkan nilai
posttest kelas IV diperoleh nilai rata-rata sebesar 83,46 (Kategori sangat tinggi).
Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dalam penerapan
model Contextual Teaching Learning (CTL) terhadap hasil belajar siswa kelas IV
di SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin. Berdasarkan hasil hipotesis yang ditunjukan
melalui uji hipotesis yakni 0.000, dibuktikan bahwa nilai sig(2-tailed) yaitu 0,000
< 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa nilai sig. lebih rendah dari 0,05. Dengan
demikian, H0 di tolak dan Ha diterima