Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Problematika Wali Nikah di Kantor Urusan Agama Sungai Tabuk
Perkawinan dalam agama islam merupakan sebuah ikatan suci yang
menggambarkan cinta serta kasih sayang, dengan tujuan menciptakan hubungan
fisik dan emosional antara suami dan istri dalam sebuah keluarga yang sejahtera.
Salah satu unsur penting perkawinan adalah keberadaan wali nikah bagi mempelai
perempuan yang menjadi syarat sahnya perkawinan menurut hukum islam dan
perundang-undangan yang berlaku. Namun dalam praktinya, masih ditemukan
berbagai permasalahan terkait keberadaan dan keabsahan wali nikah. Salah satu
contohnya terjadi di Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Tabuk, dimana sering
timbul kendala wali dalam proses perkawinan, sehingga menghambat perkawinan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk problematika
wali nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Sungai Tabuk, menganalisis tindakan
(KUA) dalam menyelesaikan permasalahan wali nikah, serta menganalisis dampak
dari penyelesaian masalah wali nikah terhadap keberlangsungan perkawinan yang
sah secara hukum.
Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum empiris dengan metode
kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pihak terkait di
KUA Sungai Tabuk dan analisis deskriptif untuk mendapatkan gambaran
menyeluruh tentang problematika wali nikah di lapangan
Hasil temuan dan analisis penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat
berbagai permaslahan wali nikah, seperti wali yang mempunyai hambatan untuk
mewalikan karena konflik keluarga, wali yang sedang berada dalam tahanan, dan
wali yang belum cukup umur. KUA Sungai Tabuk melakukan berbagai langkah
dalam menyelesaikan permasalahan wali nikah, seperti mediasi, verifikasi
dokumen wali, dan penunjukan wali hakim sesuai hukum yang berlaku. Peran KUA
sangat kompleks dalam menyelesaikan konflik wali dan memastikan keabsahan
perkawinan. Penyelesaian yang tepat atas permasalahan wali nikah berkontribusi
besar terhadap tertibnya administrasi perkawinan dan perlidungan hukum bagi
pasangan suami istr
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Kegiatan Mengajar Guru di Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Kuala Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mendalam mengenai
implementasi kurikulum merdeka dalam kegiatan mengajar guru di SMA
Muhammadiyah Kuala Kapuas, serta mengidentifikasi berbagai tantangan yang
dihadapi selama proses pelaksanaannya. Kurikulum merdeka merupakan salah satu
kebijakan pendidikan nasional yang dirancang untuk memberi keleluasaan kepada guru
dalam menyusun pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik serta
konteks lokal sekolah.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan
metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah para guru yang terlibat
langsung dalam pelaksanaan kurikulum merdeka, sedangkan informan tambahan
mencakup kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan sejumlah siswa
sebagai penerima manfaat langsung dari pelaksanaan kurikulum ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kurikulum merdeka di SMA
Muhammadiyah Kuala Kapuas telah menunjukkan progres yang cukup positif. Guru
memperoleh kebebasan dalam memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang
dianggap sesuai, menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta mulai
mengintegrasikan model pembelajaran berbasis proyek dan nilai-nilai yang terdapat
dalam profil pelajar pancasila ke dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian,
dalam proses implementasinya, masih terdapat sejumlah hambatan yang dihadapi,
seperti masih kurangnya pemahaman dan penguasaan guru terhadap konsep-konsep
baru dalam kurikulum ini, ketidaksiapan siswa yang belum merata dalam mengikuti
pembelajaran yang lebih aktif dan mandiri, dan terbatasnya ketersediaan sarana dan
prasarana yang memadai.
Untuk mengatasi tantangan ini, pihak sekolah terus melakukan berbagai upaya,
seperti pendampingan intensif pada guru, penyelenggaraan pelatihan yang relevan,
serta peningkatan dan pengadaan fasilitas belajar mengajar guna mendukung
efektivitas implementasi kurikulum merdeka secara menyeluruh. Dengan demikian,
diharapkan penerapan kurikulum ini dapat berjalan secara optimal dan memberikan
dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah
Pemanfaatan Media Sosial YouTube Sebagai Sumber Belajar Akhlak oleh Pelajar SLTA di Desa Timbuk Buruk Rantau
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perkembangan teknologi
digital yang semakin pesat, di mana YouTube menjadi salah satu platform populer
yang menyediakan beragam konten edukatif, termasuk materi-materi seputar nilai
nilai akhlak dan keagamaan. Penelitian menunjukkan bahwa pelajar SLTA di Desa
Timbuk Buruk Rantau secara aktif menggunakan YouTube untuk mencari konten
yang berkaitan dengan pembelajaran akhlak, seperti ceramah keagamaan, kisah
teladan, dan video edukasi moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
bagaimana pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Desa Timbuk Buruk
Rantau memanfaatkan media sosial YouTube sebagai sumber belajar akhlak, serta
faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan
dalam penelitian ini terdiri dari pelajar SLTA yang aktif menggunakan YouTube,
dan orang tua siswa. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah bahwa YouTube dapat menjadi sumber belajar
akhlak yang efektif apabila digunakan secara bijak dan disertai dengan bimbingan
yang tepat. Penelitian ini merekomendasikan adanya peran aktif dari guru dan orang
tua dalam mengarahkan siswa untuk mengakses konten yang bermanfaat serta
mengembangkan literasi digital yang kritis
Pengaruh Kematangan Karier Terhadap Kesiapan Kerja Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam Angkatan 2021 UIN Antasari Banjarmasin
Kematangan karier merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan
kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Meskipun demikian ditemukan
mahasiswa tingkat akhir yang ragu dan belum memiliki kejelasan arah karier.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan karier dan kesiapan
kerja serta mengetahui pengaruh kematangan karier terhadap kesiapan kerja
mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) angkatan
2021 di UIN Antasari Banjarmasin.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
penelitian asosiatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa BKPI angkatan 2021 yang
berjumlah 36 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan skala
Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui program
SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83,33% mahasiswa berada pada
kategori “Matang” dan 16,67% pada kategori “Sangat Matang” dalam aspek
kematangan karier. Tidak ada mahasiswa yang berada pada kategori “Tidak
Matang” maupun “Sangat Tidak Matang”. Sementara itu, 58,33% mahasiswa
memiliki kesiapan kerja pada kategori “Sangat Siap” dan 41,67% berada pada
kategori “Siap”. Uji regresi menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,296 (< 0,05),
yang berarti tidak berpengaruh signifikan antara kematangan karier terhadap
kesiapan kerja. Semakin tinggi kematangan karier mahasiswa, semakin tinggi pula
kesiapan mereka dalam menghadapi dunia kerja sebagai tenaga profesional.
Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun mahasiswa memiliki
kematangan karier yang cukup baik, hal tersebut belum tentu diikuti oleh kesiapan
kerja yang tingg
Dampak Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa di Madrasah Ibtidayah Negeri 9 Banjar Kelas V dalam Mata Pelajaran Matematika
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata
pelajaran Matematika di kelas V MIN 9 Banjar. Berdasarkan wawancara dengan
wali kelas sekaligus guru matematika di kelas tersebut, diketahui bahwa sebagian
besar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hal ini
menunjukkan perlunya upaya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
memengaruhi pencapaian hasil belajar tersebut. Salah satu faktor yang diduga
adalah gaya belajar siswa, yaitu cara individu dalam menerima, mengolah, dan
mengingat informasi. Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda, seperti
visual, auditori, dan kinestetik, yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman dan
penguasaan materi, terutama dalam pelajaran yang menuntut kemampuan berpikir
logis dan abstrak seperti matematika.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi gaya belajar terhadap
hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Matematika di MIN 9 Banjar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif non-eksperimen
berdasarkan variabel yang diteliti, masalah yang dirumuskan, dan hipotesis yang
diajukan. Penelitian ini dilakukan dengan desain ex post facto. Tidak ada kontrol
langsung terhadap variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini, karena
peristiwa telah terjadi atau sudah terjadinya gaya belajar di kelas tersebut. Sampel
dalam penelitian ini yaitu kelas VA yang berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan
data melalui angket dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan
uji korelasi pearson.
Hasil penelitian menunjukan adanya korelasi gaya belajar terhadap hasil
belajar peserta didik di kelas VA pada mata pelajaran matematika di MIN 9 Banjar.
Hal ini ditunjukkan hasil koefisien korelasi sebesar 0,685 dan nilai sig 0,000 < 0,05,
artinya terdapat korelasi yang positif dan kuat antara variabel gaya belajar dan
variabel hasil belajar
Praktik Sewa-menyewa Lahan Pertanian di Desa Tinggiran Baru Kecamatan Mekarsari Kabupaten Barito Kuala dalam Perspektif Ekonomi Syariah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik sewa-menyewa lahan pertanian
di Desa Tinggiran Baru yang dilakukan secara lisan tanpa perjanjian tertulis,
sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan seperti ketidakjelasan akad dan
ketidaksesuaian dalam pembayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pelaksanaan sewa-menyewa lahan pertanian di Desa Tinggiran Baru Kecamatan
Mekarsari Kabupaten Barito Kuala serta meninjau kesesuaiannya dari perspektif
ekonomi Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan Studi
kasus. Data dikumpulkan berdasarkan hasil wawancara terhadap 7 informan yang
melakukan praktik sewa-menyewa lahan pertanian di desa Tinggiran Baru.
Kemudian, dianalisis dengan teknik analisis kualitatif deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sewa-menyewa lahan
pertanian di Desa Tinggiran Baru berlangsung secara turun-temurun dilakukan
secara lisan dan tidak ada perjanjian tertulis, serta pembayaran sewa-menyewa
berdasarkan proporsi pembagian hasil panen. Dari perspektif ekonomi syariah,
meskipun akad lisan dibolehkan, praktik ini mengandung unsur gharar karena tidak
adanya kejelasan terkait pembayaran dan ketergantungan pada hasil panen yang
bersifat tidak pasti. Ketiadaan perjanjian tertulis juga meningkatkan risiko kerugian
bagi salah satu piha
Analisis Strategi Pengelolaan Kebun Karet Tradisional dalam Meningkatkan Pendapatan Petani Karet (Studi Kasus Desa Banua Kepayang, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah)
Penelitian dilatarbelakangi petani yang menghadapi tantangan pengelolaan
kebun karet tradisional yang mempengaruhi produktivitas dan pendapatan mereka.
Bertujuan mengetahui strategi pengelolaan kebun karet tradisional yang
diterapkan petani karet Desa Banua Kepayang untuk meningkatkan pendapatan.
Merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif.
Informan dari petani kebun karet Desa Banua Kepayang. Menggunakan teknik
pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan analisis Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian strategi pengelolaan kebun karet tradisional dalam
meningkatkan pendapatan petani karet Desa Banua Kepayang dengan memilih
bibit tanaman karet kampung dengan karet unggul, pemupukan pohon karet,
mengendalikan hama dan penyakit, pembersihan kebun serta teknik penyadapan
agar produktif dan bertahan lama. Pendapatan petani setiap bulannya Rp.720.000
Rp.3.600.000, dengan luas kebun 5-20 borongan. Strategi meningkatkan
penjualan/produksi karet dengan menerapkan strategi yang terintegrasi faktor
faktor produksi tanah, modal, tenaga kerja dan luas lahan
Kajian Pemikiran Tokoh Tentang Produksi dalam Ekonomi Islam (Imam Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, M. Abdul Mannan)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan konsep
produksi dalam ekonomi Islam yang tidak hanya berfokus pada efisiensi dan
keuntungan semata, melainkan juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual, etika,
dan sosial sesuai syariat Islam. Di tengah arus globalisasi dan industrialisasi, umat
Islam dihadapkan pada tantangan menjaga nilai-nilai Islam dalam praktik produksi
modern. Oleh karena itu, pemikiran tokoh-tokoh Islam seperti Imam Al-Ghazali,
Ibnu Khaldun, dan M. Abdul Mannan menjadi penting untuk dikaji guna
membangun fondasi sistem produksi yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji konsep produksi ketiga tokoh
tersebut serta menganalisis relevansinya dalam konteks ekonomi Islam modern.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif interpretatif. Data primer diperoleh dari karya asli ketiga
tokoh yaitu Ihya Ulumuddin, Muqaddimah, dan Islamic Economics: Theory and
Practice, serta didukung oleh literatur sekunder dari buku dan jurnal ilmiah
lainnya. Analisis dilakukan secara deskriptif dan komparatif untuk menemukan
persamaan, perbedaan, serta relevansi pemikiran ketiganya dalam praktik produksi
modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang produksi
sebagai ibadah sosial demi kemaslahatan. Ibnu Khaldun menekankan pentingnya
kerja sama dan spesialisasi untuk efisiensi. M. Abdul Mannan menyoroti
keseimbangan antara efisiensi, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
Ketiganya sepakat bahwa nilai Islam harus menjadi dasar utama dalam sistem
produksi
Pengaruh Penggunaan Media Flashcard Terhadap Penguasaan Kosa Kata Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Kelas V MIN 9 Banjar
Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris ditemukan siswa mengalami
mengalami kesulitan dalam menguasai kosa kata dalam proses pembelajaran,
dikarenakan media pembelajaran belum dioptimalkan. Guru menyatakan masih
menggunakan metode konvensional berpusat pada guru dan mengartikan kata
Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia karena masih mainstream, sehingga
menjadikan kegiatan pembelajaran menjadi membosankan dan monoton yang dapat
berpengaruh terhadap penguasaan kosa kata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan kosa kata siswa
kelas V pada mata pelajaran Bahasa Inggris sebelum dan sesudah menggunakan
media flashcard. Serta mengetahui apakah terdapat pengaruh media flashcard
terhadap penguasaan kosa kata siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris kelas V
MIN 9 Banjar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
yang digunakan eksperimen yaitu Pre-Experiment Design dengan desain One-
Group Pretest-Posttest. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik non
probability sampling yaitu teknik sampling jenuh sehingga diperoleh 30 siswa kelas
V B. Data dikumpulkan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis menggunakan statistik deksritif dan inferensial. Pengujian hipotesis
menggunakan statistika parametrik, uji beda rata-rata dapat dilakukan dengan
menggunakan uji-t atau t-test yaitu Paired Sample T-Test.
Hasil penelitian menunjukkan sebelum penggunaan media flashcard
terhadap penguasaan kosa kata menunujukkan nilai rata-rata sebesar 66, sedangkan
penguasaan kosa kata sesudah penggunaan media flashcard mengalami
peningkatan rata-rata nilai 83. Selain itu terdapat pengaruh dari penggunaan media
flashcard terhadap penguasaan kosa kata siswa kelas V dalam Mata Pelajaran
Bahasa Inggris dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05, maka H0
ditolak dan Ha diterima sehingga terdapat pengaruh media flashcard terhadap
penguasaan kosa kata siswa kelas V dalam mata pelajaran Bahasa Inggris