Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Pembacaan Surah Al– ‘Ashr Sebelum Pulang Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Telaga Mas Kecamatan Danau Panggang (Studi Living Qur’an)
Waktu memiliki posisi penting dalam Islam, sebagaimana ditegaskan
dalam surah al-‘Ashr yang mengandung nilai pemanfaatan waktu, amal saleh,
dan kesabaran. Tradisi living Qur’an dalam pendidikan terwujud melalui
integrasi praktik al-Qur’an dalam kegiatan sekolah guna menanamkan nilai-nilai
Qur’ani sejak dini, salah satunya melalui tradisi pembacaan surah al-‘Ashr
sebelum pulang sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik
pembacaan surah al-‘Ashr di SDN Telaga Mas Kecamatan Danau Panggang,
serta memahami pemaknaan guru dan murid terhadap surah tersebut. Penelitian
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan.
Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi,
sedangkan analisis data menerapkan teori resepsi fungsional Ahmad Rafiq dalam
kerangka living Qur’an untuk mengkaji fungsi dan penerimaan surah al-‘Ashr
dalam kehidupan sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan surah al-‘Ashr
dilaksanakan secara rutin setiap hari menjelang kepulangan murid secara
bersama-sama, dipimpin oleh ketua kelas dan dibimbing oleh guru. Kegiatan ini
telah menjadi tradisi sekolah yang tertib dan terstruktur, yang menumbuhkan
kedisiplinan, pembiasaan religius, serta internalisasi nilai-nilai Qur’ani secara
kolektif. para guru memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang surah al
‘Ashr, mencakup pesan utama mengenai urgensi waktu, keimanan dan amal
saleh, serta anjuran untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.
Secara keseluruhan, praktik pembacaan surah al-‘Ashr di SDN Telaga Mas
membentuk budaya sekolah yang mencerminkan nilai-nilai Qur’ani dan
berkontribusi pada pembentukan karakter religius murid sejak usia dini. Adapun
Para murid memiliki pemahaman sederhana terhadap kandungan surah, misalnya
menyadari pentingnya memanfaatkan waktu dan melaksanakan salat, sesuai
dengan tingkat perkembangan mereka
Pengaruh Metode Guided Note Taking Terhadap Aktivitas Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas V Di Mi Siti Mariam Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang terjadi dalam
pembelajaran IPS, yaitu pembelajaran konvensional, khususnya metode ceramah
yang bersifat satu arah sehingga siswa kurang aktif, mudah bosan, dan kesulitan
memahami materi.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas belajar
sebelum,sesudah dan Pengaruh Metode Guided Note Taking Terhadap Aktivitas
Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPAS Kelas V Di MI Siti Mariam Banjarmasin
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu eksperimen,
menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan
yaitu quasi experimental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa. Teknik
sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan angket (Pretest dan Posttest), wawancara, dan dokumentasi.
Pengujian hipotesis menggunakan uji-t dengan bantuan SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa sebelum
menggunakan metode pembelajaran Guided Note Taking berada pada kategori
“Kurang Baik” dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 35,67. Aktivitas belajar
siswa sesudah menggunakan metode Pembelajaran Guided Note Taking yaitu
sebesar 67,53 dengan kategori “Sangat Baik” nilai tersebut menunjukkan
peningkatan. Hasil uji T memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 yang
artinya terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan
metode Guided Note Taking. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa
metode pembelajaran Guided Note Taking berpengaruh terhadap aktivitas belajar
siswa di kelas V di MI Siti Mariam Banjarmasi
قدرة الطلاب على مهارة القراءة للصف العاشر في المدرسة الثانوية الإسلامية بمعهد أم القرى في أمونتاي = Kemampuan Siswa Pada Keterampilan Membaca Kelas X di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ummul Qura di Amuntai
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa kelas X
dalam keterampilan membaca di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ummul
Qura Amuntai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif.
Subjek penelitian adalah siswa kelas X yang berjumlah 24 orang. Pengumpulan
data dilakukan melalui tes kemampuan membaca yang terdiri atas 20 butir soal.
Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan
menghitung nilai rata-rata, persentase ketuntasan belajar dan kategori
kemampuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca siswa berada
pada kategori sedang dengan nilai rata-rata sebesar 68,12. Persentase ketuntasan
belajar siswa mencapai 83,3%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar siswa
telah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 60.
Selain itu Kategori kemampuan siswa yang masuk kategori tinggi hanya sekitar 8,
3%, sedang 45,8%, rendah (tuntas) 29,1% dan rendah (gagal) 16,7%. Dengan
demikian, masih terdapat variasi kemampuan membaca antar siswa, sehingga
diperlukan upaya peningkatan pembelajaran membaca secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca siswa
kelas X di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Ummul Qura Amuntai tergolong
cukup baik, namun belum optima
Pembiasaan Shalat Dzuhur Berjamaah Menggunakan Attendance System pada Siswa SMP Negeri 7 Banjarmasin
Pentingnya pembiasaan ibadah sejak dini, khususnya shalat dzuhur
berjamaah, menjadi kunci dalam membentuk karakter religius siswa. Di tengah
perkembangan zaman dan tantangan dunia modern, tidak sedikit siswa yang lalai
dalam menjalankan kewajiban ibadah. Oleh karena itu, SMP Negeri 7 Banjarmasin
menerapkan program pembiasaan shalat dzuhur berjamaah yang dipantau melalui
attendance system guna menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab ibadah
sejak di bangku sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembiasaan shalat Dzuhur
berjamaah menggunakan attendance system serta faktor pendukung dan
penghambat dalam pelaksanaannya pada siswa di SMP Negeri 7 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan field
research. Penulis mengumpulkan data dengan cara melakukan wawancara,
observasi, dan dokumentasi terkait penelitian dengan subjek penelitian yaitu 2
orang guru Pendidikan Agama Islam dan 10 siswa kelas VIII.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dzuhur berjamaah
telah menjadi program rutin yang dilaksanakan secara terstruktur dengan sistem
absensi berupa kartu sebagai alat pemantau kehadiran siswa. Attendance system ini
membantu menumbuhkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kebiasaan positif
siswa dalam menjalankan ibadah tepat waktu. Faktor pendukung meliputi
dukungan penuh sekolah, penerapan attendance system yang terstruktur, peran
aktif guru dan wali kelas,serta ketersediaan fasilitas. Di sisi lain, kendala yang
dihadapi antara lain keterbatasan persediaan air wudhu saat kerusakan
ledeng,rendahnya kesadaran dari guru dan kesadaran siswa yang beragam, serta
gangguan cuaca seperti hujan lebat. Secara keseluruhan, meskipun terdapat
hambatan, program ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai religius dan
memberikan dampak positif bagi pembentukan karakter siswa
Pengaruh Tunjangan Profesi dan Iklim Kepercayaan Terhadap Inovasi Guru pada Madrasah Tsanawiyah Negeri Se-Kabupaten Pulang Pisau Provinsi Kalimantan Tengah
Pendidikan yang berkualitas sangat bergantung pada inovasi yang
diterapkan oleh para pendidik. Guru memiliki peran dalam meningkatkan kualitas
pendidikan, yang didukung oleh tunjangan profesi sebagai bentuk penghargaan atas
profesionalitas mereka. Selain itu, iklim kepercayaan di lingkungan pendidikan
menjadi pendukung guru dalam berinovasi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tunjangan profesi dan
iklim kepercayaan terhadap inovasi guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri se
Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Data dikumpulkan melalui kuesioner
yang disebarkan kepada 51 responden yang terdiri dari guru dan kepala madrasah.
Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier berganda dengan
bantuan aplikasi SmartPLS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kepercayaan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap inovasi guru, sementara gender juga berpengaruh
signifikan namun dengan arah negatif. Sebaliknya, tunjangan profesi tidak
berpengaruh signifikan terhadap inovasi guru. Temuan ini menegaskan pentingnya
membangun iklim kepercayaan di lingkungan madrasah untuk mendorong inovasi
guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebaliknya, tunjangan profesi
belum mampu mendorong inovasi secara signifikan, yang kemungkinan
disebabkan oleh pemanfaatan tunjangan yang lebih fokus pada pemenuhan
kebutuhan pribadi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi
pengelola pendidikan dalam merancang strategi peningkatan inovasi di lingkungan
madrasah serta perlunya peningkatan iklim kepercayaan di madrasah dan evaluasi
kebijakan tunjangan profesi untuk mendorong inovasi yang lebih efektif di
kalangan guru
Peran Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Kemajuan teknologi dan globalisasi menuntut lembaga pendidikan untuk
terus beradaptasi, sehingga peningkatan mutu pendidikan menjadi prioritas. Kepala
sekolah memiliki peran strategis dalam mengelola sekolah serta mendukung
pencapaian delapan standar nasional pendidikan. Salah satu faktor penentu mutu
pendidikan adalah kinerja guru, yang sangat dipengaruhi oleh peran kepala sekolah.
Kepala sekolah yang mampu membimbing dan memberdayakan guru menjadi kunci
dalam mewujudkan proses pembelajaran yang berkualitas.
Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab fokus penelitian mengenai peran
kepala sekolah, faktor pendukung dan faktor penghambat peran kepala sekolah dalam
meningkatkan kinerja guru di SMA Negeri 2 Kandangan. Penelitian ini
menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data
yang diperoleh dengan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan
menjadikan informan utama kepala sekolah dan guru serta informan tambahan seperti
pengawas, siswa, tenaga administrasi, komite sekolah dan orang tua/wali siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru secara keseluruhan
tergolong dengan baik, hal ini terbukti dari guru menyusun RPP, melaksanakan
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran dengan memberikan remedial kepada
siswa dan membimbing dan melatih siswa melalui pendekatan personal dan motivasi.
Kepala sekolah berhasil mengimplementasikan tujuh peran EMASLIM (Edukator,
Manajer, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator dan Motivator) secara optimal.
Sebagai edukator, kepala sekolah menyelenggarakan pelatihan dan evaluasi rutin,
sebagai manajer, mengembangkan kurikulum, mendorong inovasi, dan menjalin
kolaborasi eksternal, sebagai administrator, memastikan transparansi administrasi
dan digitalisasi, sebagai supervisor, melaksanakan supervisi akademik dan
pembinaan melalui komunitas belajar, sebagai leader, membangun budaya sekolah
yang kondusif dan inspiratif, sebagai inovator, menggagas pengembangan sarana dan
kompetensi guru, dan sebagai motivator, menciptakan lingkungan kerja yang
mendukung dan sistem reward and punishment berbasis kinerja. Faktor pendukung
keberhasilan meliputi kepribadian baik dan keteladanan kepala sekolah, pelatihan,
motivasi, sarana prasarana memadai, hubungan harmonis, serta dukungan eksternal.
Penelitian ini tidak menemukan hambatan signifikan, namun mencatat adanya
hambatan seperti ketidaksesuaian bidang ajar, keterbatasan penguasaan teknologi dan
kurangnya dukungan dari berbagai pihak. Temuan ini menegaskan pentingnya peran
kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru
Dakwah KH. Zaini Anwar LC di pondok pesantren Al-Marhamah Kabupaten Kotawaringin Timur
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dakwah yang dilakukan oleh KH. Zaini
Anwar LC dalam meningkatkan bentuk Dakwah keagamaan, dengan memberikan
pemahaman yang lebih dalam mengenai makna hidup, kesabaran dalam
menghadapi cobaan, serta pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah.
Penggunaan bahasa yang mudah dipahami, serta faktor yang mempengaruhi
dakwah. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pendekatan dakwah yang
lembut dan penuh kasih sayang sangat berpengaruh dalam meningkatkan motivasi
keagamaan dan memperdalam pemahaman Islam di kalangan jama'ah di pondok
pesantren Al-Marhamah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja bentuk dakwah KH.
Zaini Anwar LC di pondok pesantren Al-Marhamah Kabupaten Kotawaringin
Timur dan apa saja faktor penunjang keberhasilan dakwah KH. Zaini Anwar LC di
pondok pesantren Al-Marhamah Kabupaten Kotawaringin Timur. Jenis Penelitian
ini adalah penelitian lapangan (field research), dengan pendekatan kualitatif
deskriptif.
Peneliti melakukan wawancara kepada KH. Zaini Anwar LC, santri,
pengabdian dan jamaah di pondok pesantren Al-Marhamah Kabupaten
Kotawaringin Timur. Peneliti juga melakukan observasi dan dokumentasi untuk
menggali data yang terkait dengan analisis bentuk dakwah KH. Zaini Anwar LC
dalam memberikan dakwah dipondok pesantren Al-Marhamah Kabupaten
Kotawaringin Timur. Hasil penelitian ini yaitu bentuk dakwah KH. Zaini Anwar
LC dalam memberikan dakwah di pondok ini terdiri dari lima bentuk dakwah
utama. metode dakwah bil-hal (dakwah dengan perbuatan), dakwah bil qishah
(dakwah melalui cerita atau kisah), mau'izhah (nasehat yang disampaikan dengan
lemah lembut), media dan teknologi, dan amaliyah keagamaan. Jenis motivasi ada
lima yaitu kebutuhan fisikologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan dimiliki dan
cinta, kebutuhan harga diri dan kebutuhan aktualisasi diri. Adapun faktor-faktor
yang penunjang keberhasilan dakwah KH. Zaini Anwar LC dalam menyampaikan
dakwah keagamaan di pondok tersebut terbagi menjadi beberapa yaitu faktor
adanya dukungan ruang lingkup, tingginya partisipasi Jamaah maupun masyarakat,
sarana serta prasarana dakwah yang memadai, cara dakwah yang baik dan mudah
dipahami jamaah, keiklasan dalam melaksanakan dakwah, Ilmu yang mendalam
tentang pemahaman ajaran agam
Upacara Bamandi-Mandi Hamil Tujuh Bulan Keturunan Putri Junjung Buih di Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
Upacara bamandi -mandi hamil tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih
di Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan dilaksanakan pada kehamilan anak
yang terkena hitungan ganjil seperti anak pertama, ketiga, kelima, ketujuh, dan
seterusnya.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui lebih dalam mengenai
pelaksanaan, kepercayaan, motivasi, dan tujuan upacara bamandi-mandi hamil
tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih di Desa Banjarbaru Kecamatan Daha
Selatan.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
jenis penelitian
lapangan dan menggunakan pendekatan Antropologi dan
pendekatan Fenomenologi. Subjek penelitian ini dipilih menggunakan teknik
purposive sampling yaitu masyarakat Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
yang pernah dan masih melaksanakan upacara bamandi-mandi hamil keturunan
Putri Junjung Buih. Penelitian ini diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis interaktif
Miles dan Huberman yang meliputi koleksi data, reduksi data, display data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian adalah bahwa pelaksanaan bamandi-mandi hamil tujuh
bulan keturunan Putri Junjung Buih ini dilaksanakan pada minggu terakhir di
tujuh bulan usia kehamilan yaitu minggu ke 27- 28 dan waktu pelaksanaannya
pada setelah zuhur sampai malam yang biasanya mereka menyebutnya waktu
matahari turun atau luncur matahari sampai malam. Alat dan bahan yang
digunakan seperti menyiapkan 5 buah wadah, gayung, benang lawai, lilin,
gunting, cermin, tapih, kain putih, kain kuning, mayang, bunga mawar, melati,
kenanga, tumbuhan kambat, tumbuhan hanjuang, ranting pohon asam, 4 batang
manisan, kue cincin, cucur, lamang, roti manis, apam merah dan putih, wadai
parut hayam, cingkaruk, buah pisang mahuli, kopi pahit dan kopi manis, air
putih, piduduk, lakatan kuning, pisang mahuli dan telur ayam kampung, kangkung
dan kunyit, kapur sirih, tunas kelapa dan kelapa tua, pensil alis, bedak, celak mata,
minyak rambut dan lipstik, sisir, air sembahyang hajat, air yasin, air bunga, air
biasa, dan banyu di ulakan.
Kepercayaan masyarakat Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
terhadap bamandi-mandi hamil tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih ini
karena pelaksanaannya sudah turun-temurun dari nenek buyut (pedatuan) sampai
sekarang yang dipercayai sebagai bentuk pengharapan keselamatan untuk ibu hamil dan calon bayi agar terhindar dari gangguan gaib dan teguran dari leluhur
(pedatuan). Motivasi masyarakat Desa Banjarbaru Kecamatan Daha Selatan
terhadap upacara bamandi-mandi hamil tujuh bulan keturunan Putri Junjung Buih
ini karena memang sudah keturunannya lalu dilaksanakan sudah turun-temurun
dari nenek buyut (pedatuan) yang terdahulu sampai keturunan yang sekarang,
mereka percaya benda-benda, air-air, serta makanan yang digunakan memiliki
kekuatan magis dan adanya rasa takut dan khawatir akan terjadi hal yang tidak
mengenakkan jika tidak melaksanakannya. Tujuan bamandi-mandi hamil tujuh
bulan keturunan Putri Junjung Buih sebagai bentuk pengharapan keselamatan dan
terhindar dari marabahaya, gangguan gaib yang tidak diinginkan, dan teguran dari
leluhur (pedatuan)
Analisis Strategi Personal Selling dalam Meningkatkan Penjualan di PT. Rizki Mining Pratama Ditinjau dari Perspektif Etika Bisnis Islam
Industri batubara berperan penting dalam perekonomian Indonesia, sehingga
perusahaan perdagangan batubara perlu strategi pemasaran yang efektif. PT. Rizki
Mining Pratama mengandalkan personal selling sebagai strategi utama untuk
meningkatkan penjualan. Melalui interaksi langsung antara tenaga penjual dan
calon pembeli agar membangun kepercayaan dan mempengaruhi keputusan
pembelian.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan personal selling di
PT. Rizki Mining Pratama serta dampaknya terhadap kinerja penjualan. Dengan
pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara dan
observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan
tahapan personal selling, yaitu mencari dan menilai calon pelanggan (prospecting
and qualifying), pendekatan awal (pre- approach), presentasi dan demonstrasi
produk (presentation and demonstration), menangani keberatan pelanggan
(overcoming objections), menutup transaksi (closing), dan tindak lanjut layanan
(follow-up service).
Tahapan ini membantu perusahaan dalam membangun hubungan jangka
panjang dengan pelanggan dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa strategi personal selling berkontribusi positif terhadap
peningkatan penjualan dan sesuai dengan etika bisnis Islam, terutama dalam
membangun kepercayaan dan memahami kebutuhan pelanggan. Namun,
perusahaan menghadapi tantangan seperti persaingan pasar, fluktuasi harga
batubara, dan kendala logistik, yang mengharuskan adanya inovasi dalam strategi
pemasara
Pengalaman Menulis Ekspresif dalam Menurunkan Burnout pada Mahasiswa Jurusan Psikologi Islam Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Mahasiswa menghadapi berbagai tekanan dari aspek akademik, sosial, dan
psikologis, seperti tuntutan nilai tinggi, penyelesaian tugas, dan tanggung jawab
organisasi, yang berpotensi menimbulkan stres dan kelelahan mental atau burnout.
Fenomena burnout pada mahasiswa telah menjadi perhatian global dengan
prevalensi yang cukup signifikan, termasuk di Indonesia dan perguruan tinggi
Islam. Khususnya mahasiswa Psikologi Islam, selain beban akademik, juga
mengalami tekanan tambahan berupa internalisasi nilai-nilai keislaman dan
spiritualitas yang dapat memperbesar risiko burnout. Salah satu cara yang dapat
dilakukan mahasiswa untuk meredakan burnout adalah menulis ekspresif atau
kegiatan menulis bebas dan mendalam tentang pengalaman dan perasaan pribadi.
Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman menulis
ekspresif pada mahasiswa Psikologi Islam dalam menghadapi burnout dan apa saja
faktor yang mempengaruhi subjek memilih menulis ekspresif untuk menurunkan
tingkat burnout.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Dimana Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman
menulis ekspresif pada mahasiswa Psikologi Islam dalam menghadapi burnout
akademik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah, wawancara, dokumen
hasil tulisan subjek dan kuesioner kualitatif. Dalam penelitian ini penulis akan
berusaha mencermati pengalaman individual yang unik secara mendalam, dan hasil
dari penelitian ini nantinya akan disajikan dengan pendekatan analisis deskriptif
kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menulis ekspresif berperan signifikan
dalam mengurangi gejala burnout seperti kelelahan emosional, sinisme, dan
penurunan motivasi akademik. Partisipan melaporkan adanya peningkatan
kesejahteraan emosional dan pengelolaan gejala burnout setelah melakukan
aktivitas menulis ekspresif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menulis ekspresif
dapat menjadi salah satu metode dalam membantu mahasiswa mengatasi burnout,
menumbuhkan kesadaran diri, dan memperbaiki kesejahteraan psikologis mereka