Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Manajemen Pengurus Masjid Hasanuddin Madjedie Banjarmasin dalam Rangka Melayani Jemaah
Masjid Hasanuddin Madjedie Banjarmasin sebagai salah satu masjid yang aktif
dalam kegiatan keagamaan dan sosial memerlukan manajemen pengurus yang terarah
dalam melayani jemaah dan masyarakat sebagai objek dakwah. Oleh karena itu,
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji manajemen pengurus masjid dalam melayani
objek dakwah serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan fungsi-fungsi manajemen
pengurus Masjid Hasanuddin Madjedie dalam melayani objek dakwah serta
mengidentifikasi faktor penunjang dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian
ini menggunakan teori manajemen yang dikemukakan oleh George R. Terry yang
meliputi empat fungsi manajemen sebagai kerangka analisis dalam melihat praktik
manajemen pengurus masjid. Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian
lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa manajemen pengurus Masjid Hasanuddin
Madjedie telah menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara cukup baik dalam
melayani objek dakwah. Perencanaan kegiatan dakwah disusun secara terarah,
pengorganisasian dilakukan dengan pembagian tugas yang jelas, penggerakan berjalan
melalui kerja sama dan komunikasi antar pengurus, serta pengawasan dilakukan melalui
evaluasi internal. Faktor penunjang dalam pelaksanaan manajemen pengurus meliputi
sumber daya manusia yang aktif dan berdedikasi, fasilitas masjid yang memadai, serta
dukungan Jemaah. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain keterbatasan
sarana evaluasi formal dan beberapa kendala teknis pelayanan, namun tidak
menghambat secara signifikan pelaksanaan kegiatan dakwah di Masjid Hasanuddin
Madjedie. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah dengan
meningkatkan koordinasi antar pengurus, memperkuat komunikasi dengan Jemaah,
serta melakukan evaluasi dan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan sesuai dengan
fungsi manajemen yang diterapkan
Pelaksanaan Konseling Individual dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Broken Home di SMA Negeri 13 Banjarmasin
Kesulitan belajar adalah kondisi yang dialami oleh peserta didik dalam
menjalani proses belajar dimana peserta didik tidak dapat belajar sebagaimana
mestinya yang ditandai dengan adanya hambatan-hambatan dalam memperoleh hasil
belajar sehingga prestasi yang dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah
ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pelaksanaan
konseling individual dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Broken Home dan
mendeskripsikan faktor pendukung pelaksanaan konseling individual dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa Broken Home di SMA 13 Banjarmasin.
Jenis dan Pendekatan penelitian ini yaitu kualitatif dengan menggunakan
penelitian lapangan (field research) yang dilakukan dalam pengumpulan data langsung
ke lokasi penelitian. Responden dan informan terdiri, 1 orang guru bimbingan dan
konseling dan 3 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi,
dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling individual dengan teknik
analisis transaksional yang diberikan oleh guru Bimbingan dan Konseling dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa broken home. Faktor pendukung pelaksanaan
konseling ini adalah adanya kerja sama antara guru BK dengan guru kelas, guru mata
pelajaran, dan orang tua, serta terciptanya suasana profesional. Adapun faktor
penghambatnya adalah siswa broken home cenderung sulit membuka diri, sehingga
guru BK perlu melakukan pendekatan yang lebih mendalam agar siswa bersedia
bercerita dalam proses konseling individual
Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Khusus Pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategi dalam
meningkatkan kualitas layanan khusus pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin.
Fokus penelitian meliputi empat aspek utama, yaitu: (1) perencanaan strategi
layanan khusus pendidikan, (2) implementasi strategi peningkatan kualitas layann
khusus pendidikan, dan (3) monitoring serta evaluasi terhadap pelaksnaan layanan
khusus pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui
wawancara mendalam dengan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan tenaga
kependidikan, observasi langsung terhadap pelaksanaan layanan khusus
pendidikan, serta studi dokumentsi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan
model Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan strategi layanan khusus
pendidikan di SMAN 9 Banjarmasin dilakukan secara sistematis dan partisipatif
melalui rapat sekolah yang melibatkan unsur pimpinan dan pendidik.
Pengorganisasian layanan khusus pendidikan telah dilaksanakan dengan
pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas sesuai dengan struktur organisasi
sekolah. Pelaksanaan strategi peningkatan kualitas layanan khusus pendidikan
diwujudkan melalui berbagai program layanan, seperti bimbingan dan konseling,
layanan perpustakaan, layanan kesehatan sekolah, serta dukungan kegiatan
ekstrakurikuler yang menunjang kebutuhan peserta didik. Monitoring dan evaluasi
dilakukan secara berkala melalui supervisi, rapat evaluasi, serta peninjauan
program untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan layanan.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen
strategi dalam meningkatkan kualitas layanan khusus pendidikan di SMAN 9
Banjarmasin telah berjalan dengan cukup baik, terarah, dan berkelanjutan.
Penerapan manajemen strategi tersebut mampu meningkatkan kualitas layanan
khusus pendidikan yang berdampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan
peserta didik serta mendukung tercapainya tujuan pendidikan sekolah secara
optimal
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Menanamkan Nilai Anti Judi Online Pada Sisiwa SMAN 13 Banjarmasin
Judi telah menjadi masalah selama ribuan tahun peradaban manusia, namun
dalam era digital ini, ancamannya semakin mengkhawatirkan khususnya bagi
remaja dan pemuda. Perjudian juga selalu menjadi masalah di Indonesia. Mulai dari
toto gelap (togel) hingga kini marak judi online yang mudah diakses melalui
smartphone. Judi online merupakan tantangan baru yang berkembang seiring
dengan kemajuan teknologi digital. Bagi sebagian remaja dan pemuda, judi online
menjadi daya tarik karena kemudahan akses dan mimpi untuk mendapatkan uang
secara instan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan
agama Islam dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa SMAN 13
Banjarmasin. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana peran guru Pendidikan
agama Islam dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi guna mendeskripsikan situasi nyata di lapangan
secara rinci. Subjek penelitian terdiri dari guru Pendidikan agama Islam dan siswa
yang terlibat dalam kegiatan tersebut, sedangkan objek penelitian adalah peran guru
Pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan agama Islam
dalam menanamkan nilai anti judi online pada siswa, yaitu: 1) Peran sebagai
pengajar, guru memberikan pelajaran tentang pengertian judi online, factor dan
dampak buruk bermain judi online. 2) Peran sebagai model dan teladan, guru
menunjukkan prilaku yang baik sehingga siswa dapat mencontoh dalam kehidupan
sehari-hari. 3) Peran sebagai pembimbing, guru melakukan bimbingan dengan cara
bimbingan di luar sekolah, bimbingan di dalam sekolah dan kolaborasi orang tua
dan gur
Analisis Komparatif Penggunaan QRIS dan Kartu Debit Pada Transaksi Non Tunai Generasi Z di Kota Banjarmasin
Transformasi digital yang pesat telah mengubah perilaku konsumen,
khususnya melalui pergeseran metode pembayaran dari tunai ke non-tunai. Tren ini
terlihat dari meningkatnya penggunaan pembayaran elektronik, terutama QRIS dan
kartu debit. Generasi Z, sebagai kelompok yang tumbuh di era digital, menunjukkan
kecenderungan yang kuat dalam menggunakan transaksi non-tunai. Kota
Banjarmasin dipilih sebagai lokasi penelitian karena perannya sebagai salah satu
pusat ekonomi di Kalimantan Selatan, di mana berbagai sektor perdagangan telah
banyak mengadopsi sistem pembayaran non-tunai. Penelitian ini bertujuan untuk
mengkaji perbedaan penggunaan QRIS dan kartu debit di kalangan Generasi Z di
Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan
metode survei. Populasi penelitian berjumlah 168.380 individu Generasi Z, dengan
sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data
primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Mann
Whitney dengan bantuan SPSS 26.
Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan penggunaan
QRIS dan kartu debit pada transaksi non tunai Generasi Z di Kota Banjarmasin
dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, yang menandakan kedua instrumen tidak
digunakan secara seimbang. Hasil analaisis deskriptif memperlihatkan bahwa QRIS
lebih unggul dibandingkan kartu debit. Sementara itu, kartu debit tetap digunakan,
namun lebih terbatas pada kondisi tertentu sehingga preferensinya lebih rendah
dibandingkan QRI
Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Upah Minimum Provinsi Terhadap Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Berdasarkan Gender di Provinsi Kalimantan Selatan Periode 2015-2024
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja menjadi indikator penting keterlibatan
penduduk usia kerja dalam aktivitas ekonomi. Dinamika Tingkat Partisipasi
Angkatan Kerja menjadi isu strategis dalam pembangunan ekonomi, di Kalimantan
Selatan ketimpangan gender dalam pasar tenaga kerja masih terlihat dari perbedaan
tingkat pendidikan dan upah minimum provinsi antara laki-laki dan perempuan.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah tingkat
pendidikan dan upah minimum provinsi secara bersama-sama berpengaruh positif
dan signifikan terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Provinsi Kalimantan
Selatan periode 2015-2024.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber
data berasal dari data skunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui
teknik dokumentasi dengan mengambil data yang berasal dari website resmi Badan
Pusat Statistik dan dianalisis menggunakan Eviews 12.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dan upah
minimum provinsi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan
terhadap tingkat partisipasi angkatan kerja di Kalimantan Selatan periode 2015
2024. Selain itu, hasil variabel dummy menunjukkan adanya perbedaan tingkat
partisipasi angkatan kerja berdasarkan gender, di mana tingkat partisipasi angkatan
kerja laki-laki lebih tinggi dibandingkan perempuan
Gambaran Koping Religius pada Orang Tua yang Meliliki Anak ASD (Autism Spectrum Disorder) di PLDPI (Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi) Kalimantan Selatan
Memiliki anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) memberikan
tantangan besar serta beban psikologis dalam pengasuhan sehari-hari bagi orang
tua. Koping religius menjadi salah satu strategi penting bagi orang tua untuk
mengurangi tekanan dan stres tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
menggambarkan pengalaman koping religius pada orang tua yang memiliki anak
dengan riwayat ASD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek
penelitian terdiri dari dua pasang orang tua (ayah dan ibu) yang memenuhi kriteria:
beragama Islam dan melakukan terapi anak di Pusat Layanan Disabilitas dan
Pendidikan Inklusi (PLDPI) Kalimantan Selatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua menerapkan aspek koping
religius positif dan negatif. Aspek koping religius positif yang ditemukan meliputi
collaborative religious coping, seeking spiritual support, religious purification,
spiritual connection, seeking support from clergy or members, religious helping,
dan religious forgiving. Sementara itu, koping religius negatif yang muncul adalah
punishing God reappraisal dan demonic reappraisal. Adapun faktor-faktor yang
memengaruhi penggunaan koping religius tersebut adalah tingkat pendidikan,
pengalaman pribadi, dan faktor intelektual orang tua. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa meskipun terdapat dinamika koping negatif, aspek koping positif tetap
mendominasi dalam membantu orang tua mencapai resiliens
Hak Ex-Officio Hakim Dalam Menetapkan Nafkah Pada Perkara Cerai Talak Yang Diputus Verstek,
Perceraian karena cerai talak di Pengadilan Agama sering kali menimbulkan
persoalan terkait pemenuhan hak nafkah bagi istri pasca perceraian, terlebih apabila
perkara tersebut diputus secara verstek atau tanpa kehadiran istri. Dalam hukum
Islam dan peraturan perundang-undangan di Indonesia, istri yang terbukti
melakukan nusyuz pada dasarnya tidak berhak memperoleh nafkah iddah dan
mut’ah. Namun, dalam praktik peradilan ditemukan adanya putusan hakim yang
tetap menetapkan nafkah bagi istri melalui penggunaan hak ex-officio hakim,
meskipun istri dinilai nusyuz dan tidak mengajukan tuntutan nafkah. Kondisi ini
menimbulkan perbedaan antara ketentuan normatif dan penerapannya di
pengadilan, sehingga menarik untuk dikaji lebih lanjut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan hakim serta dasar hukum
yang digunakan dalam menetapkan nafkah pada perkara cerai talak yang diputus
secara verstek. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum
normatif dengan pendekatan studi kasus. Bahan hukum primer berupa dua putusan
Pengadilan Agama, yaitu Putusan Nomor 2096/Pdt.G/2022/PA.Jr dan Putusan
Nomor 166/Pdt.G/2024/PA.Brb. Bahan hukum sekunder diperoleh dari peraturan
perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, literatur fikih mazhab Syafi’i, serta
doktrin hukum yang relevan. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui
studi dokumen dan studi pustaka, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis.
Berdasarkan analisis penulis, hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim
dalam kedua putusan tersebut menggunakan hak ex-officio untuk menetapkan
nafkah iddah dan mut’ah dengan alasan bahwa suami dianggap mampu membayar
sejumlah uang. Dalam putusan nomor 2096/Pdt.G/2022/PA.Jr hakim menghukum
Pemohon untuk memberikan nafkah iddah Rp. 1.500.000,00 (satu juta lima ratus
ribu rupiah) dan dalam putusan nomor 166/Pdt.G/2024/PA.Brb. hakim menghukum
Pemohon untuk memberikan mut’ah Rp. 800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah).
Alasan hakim dalam menetapkan nafkah beserta nominalnya pada kedua putusan
tersebut yaitu berdasarkan kelayakan serta kepatutan guna melindungi hak-hak
perempuan pasca perceraian serta mewujudkan keadilan dan kemanfaatan hukum.
Dasar hukum yang digunakan hakim dalam menetapkan nafkah yaitu Pasal 41
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Pasal 149 dan Pasal
152 Kompilasi Hukum Islam serta al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 241. Meskipun
istri terindikasi berbuat nusyuz yang menyebabkan gugurnya hak nafkah istri,
namun hakim mengenyampingkan hal tersebut dan menilai bahwa penggunaan hak
ex-officio tetap dapat diterapkan demi menjaga rasa keadilan, terutama dalam
perkara cerai talak yang diputus secara verstek atau tanpa hadirnya Termohon istr
Problematika Kehidupan Rumah Tangga Pemain Judi (Studi Kasus di Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik perjudian yang
terjadi dalam lingkungan keluarga di Kecamatan Pelaihari. Perjudian merupakan
perbuatan yang secara tegas dilarang dalam Islam karena membawa banyak
mudarat, tidak hanya bagi pelakunya, tetapi juga bagi kehidupan rumah tangga.
Dalam kenyataannya, perjudian tidak hanya dilakukan oleh suami, tetapi juga
istri, bahkan dalam beberapa kasus berdampak hingga kepada anak. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang problematika yang
muncul dalam rumah tangga pemain judi serta dampaknya terhadap kehidupan
rumah tangganya.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang bertujuan untuk
menggambarkan latar belakang problematika kehidupan rumah tangga pemain
judi serta dampaknya terhadap rumah tangganya. Subjek penelitian berjumlah
lima rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
sebagai instrumen utama dan Observasi. Selanjutnya, data dianalisis secara
deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan secara
nyata, dengan mengaitkan temuan penelitian pada teori hukum keluarga Islam
serta ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang problematika
kehidupan rumah tangga pemain judi berkembang secara bertahap, diawali oleh
pengaruh lingkungan, tekanan ekonomi, dan pola pikir keliru yang memandang
perjudian sebagai jalan cepat memperoleh penghasilan, yang kemudian
berkembang menjadi penyimpangan peran dan tanggung jawab dalam keluarga,
seperti penyalahgunaan uang nafkah, penumpukan utang, penjualan barang
barang rumah tangga, hilangnya kejujuran, berkurangnya komunikasi, serta sering
terjadinya pertengkaran. Dalam beberapa kasus, problematika tersebut semakin
kompleks dengan munculnya kekerasan dalam rumah tangga, konsumsi minuman
keras serta kegagalan fungsi pengasuhan yang menyebabkan anak ikut terpapar
bahkan terlibat dalam praktik perjudian. Dampak dari problematika tersebut
terlihat pada rusaknya keharmonisan rumah tangga, memburuknya kondisi
ekonomi keluarga, tekanan psikologis yang dialami pasangan dan anak, hilangnya
rasa aman dalam rumah, renggangnya hubungan dengan lingkungan sekitar, serta
pada beberapa kasus berujung pada pisah tempat tinggal, sehingga tujuan
perkawinan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah
tidak tercapai
Sinergitas Satuan Polisi Pamong Praja dan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Barito Kuala dalam Penertiban Alat Peraga Kampanye pada Pemilihan Legislatif 2024
Penelitian ini menganalisis sinergitas antara Satuan Polisi Pamong
Praja dan Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Barito Kuala dalam menangani
permasalahan alat peraga kampanye yang tidak dibersihkan secara maksimal
setelah masa kampanye berakhir pada Pemilu Legislatif 2024. Fokus utama
penelitian ini bukan pada zona pemasangan, melainkan pada lemahnya kepatuhan
peserta pemilu dalam membongkar alat peraga kampanye secara mandiri, sehingga
menyisakan sampah visual yang mengganggu estetika dan ketertiban umum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergitas antara Satpol PP dan
Bawaslu Kabupaten Barito Kuala telah diwujudkan melalui koordinasi rutin,
pembentukan tim terpadu, dan pembagian tugas yang jelas, di mana Bawaslu
memberikan rekomendasi data pelanggaran dan Satpol PP melakukan eksekusi
penertiban. Kendala yang ditemukan meliputi luasnya wilayah geografis
Kabupaten Barito Kuala, keterbatasan armada transportasi untuk mengangkutalat
peraga kampanye yang ditertibkan, serta kurangnya kesadaran peserta pemilu
dalam mematuhi aturan lokasi pemasanga