Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Pengaruh Tekanan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada CV Wahana Konsultan Kotabaru

    No full text
    Tekanan pekerjaan merupakan suatu respon adatif pada situasi eksternal yang menghasilkan penyimpangan-penyimpangan fisik, psikologi dan perilaku bagi para partisipan organisasi. Tekanan kerja mempengaruhi terhadap kinerja karyawan pada karyawan CV Wahana Konsultan Kotabaru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan kerja terhadap kinerja karyawan pada CV Wahana Konsultan Kotabaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 30 orang responden dengan perhitungan jumlah karyawan pada CV Wahana Konsultan Kotabaru, Teknik pengumpulan data menggunakan penyebaran kuesioner atau angket kepada karyawan, Teknik analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier sederhana dan pengujian data menggunakan bantuan software IBM SPSS Statistic 25 for windows. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel tekanan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan berdasarkan hasil uji analisis regresi linier sederhana dan uji T dengan nilai probabilitas (sig.) 0.000<0.05, sedangkan pada uji koefisien determinasi (R2) menunjukan nilai koefisien determinasi (R.square) 0.412, untuk variabel menggambarkan bahwa ada pengaruh variabel tekanan kerja terhadap kinerja karyawan dengan kontribusi sebesar 41% sedangkan sisanya sebesar 59% dipengaruhi faktor-faktor lain atau variabel lain diluar penelitia

    Proses Resiliensi Melalui Pendidikan Agama Islam Pada Anak Di Panti Asuhan Sentosa Dan Panti Asuhan Al-Ikhlas Banjarmasin

    No full text
    Resiliensi merupakan kemampuan penting bagi anak-anak di panti asuhan yang menghadapi tantangan psikososial berat, seperti kehilangan keluarga dan tekanan hidup. Pendidikan agama Islam, dengan nilai-nilai seperti sabar, tawakal, dan syukur, menjadi salah satu pendekatan strategis untuk membangun daya tahan anak asuh. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji proses pengembangan resiliensi melalui pendidikan agama Islam pada anak-anak di Panti Asuhan Al-Ikhlas dan Sentosa di Banjarmasin, serta untuk mengevaluasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan angket berbasis Skala Likert. Subjek penelitian adalah anak-anak asuh usia baligh dari kedua panti tersebut. Analisis dilakukan berdasarkan tujuh indikator resiliensi, seperti regulasi emosi, optimisme, dan kemampuan mencari dukungan. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber, teori, dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi di Panti Asuhan Al-Ikhlas lebih tinggi, dengan 68,75% anak berada pada kategori resiliensi tinggi, dibandingkan dengan 37,5% di Panti Asuhan Sentosa. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pendekatan pendidikan agama yang lebih terstruktur, kualitas pengasuh, dan dukungan lingkungan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pendidikan agama Islam memiliki peran signifikan dalam meningkatkan resiliensi anak asuh, namun perlu adanya integrasi yang lebih baik dengan pendekatan psikososial untuk mengatasi hambatan seperti keterbatasan fasilitas dan adaptasi sosial. Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pendidikan agama Islam di panti asuhan, sekaligus memberikan panduan praktis untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis anak asu

    Gerakan Literasi Sekolah/Madrasah di Kalimantan Selatan

    No full text
    Tingkat kemampuan membaca dan minat literasi masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data UNESCO tahun 2012, indeks minat baca Indonesia hanya mencapai 0,001 persen. Sementara itu, hasil Survei PISA tahun 2015 menempatkan Indonesia pada peringkat ke-64 dari 72 negara. Secara khusus, Provinsi Kalimantan Selatan berada pada peringkat ke-16 dari 34 provinsi dalam kategori aktivitas literasi rendah menurut Indeks Alibaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di Kalimantan Selatan, mencakup aspek pelaksanaan, kinerja, tantangan, serta strategi transformasi GLS di sejumlah sekolah dan madrasah unggulan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah/madrasah, guru, siswa, dan pustakawan, sedangkan objek penelitian adalah pelaksanaan dan kinerja GLS di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi GLS di Kalimantan Selatan belum sepenuhnya optimal. Sebagian besar satuan pendidikan masih melaksanakan kegiatan literasi secara insidental dan belum mengintegrasikannya dalam sistem pembelajaran secara menyeluruh. Terdapat variasi yang mencolok dalam kinerja GLS: SMAN 1 Martapura dan SMAN 7 Banjarmasin telah mencapai tahap pengembangan, dengan program literasi yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan. SMAN 1 Banjarmasin dan MAN 2 Banjarmasin berada pada tahap pembiasaan, dengan fokus pada praktik literasi keagamaan dan kegiatan membaca rutin. Sementara itu, SMAN 1 Banjarbaru dan MAN 4 Banjar masih berada pada tahap pembiasaan yang belum optimal, ditandai dengan minimnya struktur kegiatan dan inovasi literasi. Penelitian ini mengidentifikasi dua strategi utama dalam mengatasi tantangan pelaksanaan GLS, yaitu: (1) Strategi Power Policy, berupa penguatan regulasi dan komitmen kebijakan dari pemerintah daerah serta pimpinan satuan pendidikan untuk mendukung pelaksanaan GLS secara sistematis; dan (2) Strategi Sinkol (Sinergi dan Kolaborasi), yaitu upaya membangun kemitraan lintas sektor antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan komunitas literasi dalam rangka menciptakan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kebijakan dan praktik literasi di Kalimantan Selatan, serta mendorong terbentuknya provinsi literat yang unggul dan kompetitif dalam pembangunan sumber daya manusi

    Pengaruh Empowering Leadership Terhadap Work Productivity Karyawan PT Panen Embun Kemakmuran Nusa Indah Bati-Bati Tanah Laut

    No full text
    Work Productivity (Produktivitas Kerja) mengacu pada rasio antara kualitas dan kuantitas output yang dihasilkan oleh seorang tenaga kerja dalam kurun waktu tertentu, dengan tujuan menghasilkan kinerja yang efektif dan efisien melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia. Jika output yang dihasilkan rendah, maka tingkat produktivitas pun menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Work Productivity (Produktivitas Kerja) dan Empowering Leadership (Kepemimpinan yang Memberdayakan) serta menganalisis apakah terdapat pengaruh antara empowering leadership terhadap work productivity karyawan di perusahaan tersebut. Penelitian ini adalah penelitian dengan jenis non-eksperimen, pendekatan kuantitatif serta teknik korelasional dengan tujuan untuk menguji pengaruh antara empowering leadership dan work productivity. Penelitian ini menggunakan dua skala yang memenuhi validitas dan reliabilitas dengan indeks reliabilitas pada empowering leadership sebesar 0,845 dan pada work productivity sebesar 0,874. Populasi berjumlah 150 orang dan sampel berjumlah 109 orang dengan menggunakan rumus slovin. Hasil penelitian menunjukkan Tingkat produktivitas kerja karyawan PT Panen Embun Kemakmuran Nusa Indah Bati-Bati Tanah Laut, paling banyak (68.8%), dalam kategori "Sedang", (18.3%) kategori "Tinggi” dan (12.8%) kategori "Rendah". Pada Tingkat empowering leadership karyawan PT Panen Embun Kemakmuran Nusa Indah Bati-Bati Tanah Laut, paling banyak (50,5%) berada dalam kategori "Sedang", (15,6%) kategori "Tinggi", dan (39,9%) kategori "Rendah". Uji regresi non-linear mengungkapkan bahwa nilai koefisien B sebesar 5.540, mengindikasikan arah pengaruh positif antara kedua variabel. Ini berarti peningkatan kepemimpinan memberdayakan berkorelasi dengan peningkatan Work Productivity, dan sebaliknya. Secara kuadratik, ditemukan bahwa meskipun terdapat potensi penurunan awal produktivitas kinerja sebagai dampak kepemimpinan memberdayakan, karyawan cenderung akan beradaptasi dan berinisiatif untuk meningkatkan produktivitas secara mandiri jika kondisi tersebut berlanjut. Faktor-faktor lain di luar lingkup penelitian ini juga berkontribusi terhadap produktivitas kerj

    Pengembangan Bahan Ajar Sejarah Kebudayaan Islam berbasis Aplikasi Canva

    No full text
    Penelitian ini didasarkan pada keterbatasan media pembelajaran dan kurangnya variasi sumber belajar yang digunakan oleh guru, yang selama ini masih didominasi oleh buku teks. Dengan memanfaatkan aplikasi Canva, pengembangan bahan ajar diharapkan mampu menghadirkan materi pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dari Thiagarajan. Metode ini sesuai dengan tujuan penelitian, yaitu untuk mengembangkan bahan ajar mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbasis aplikasi Canva pada kelas X Madrasah Aliyah. Instrumen penelitian meliputi observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, yang digunakan untuk mengumpulkan data kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan produk. Subjek penelitian melibatkan guru dan peserta didik kelas X di dua Madrasah Aliyah di Banjarbaru. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar Sejarah Kebudayaan Islam berbasis Canva yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Produk yang dihasilkan tidak hanya memperkaya media ajar, tetapi juga meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi secara visual dan menarik. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar berbasis Canva ini direkomendasikan sebagai salah satu solusi inovatif dalam peningkatan kualitas pembelajaran SKI

    Evaluasi Program Pembelajaran Tahfidz di Paud IT Nor Ahmadi kabupaten Banjar

    No full text
    Pendidikan Al-Qur’an pada anak usia dini menjadi kebutuhan yang semakin mendesak di tengah tantangan zaman modern. Orang tua dan masyarakat menginginkan lembaga pendidikan yang mampu menanamkan nilai-nilai Qur’ani sejak dini secara sistematis dan menyenangkan. PAUD IT Nor Ahmadi sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu merespons kebutuhan tersebut dengan menghadirkan program pembelajaran tahfidz Al-Qur’an yang terstruktur dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program tahfidz tersebut menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil evaluasi aspek konteks menunjukkan bahwa program ini lahir dari kebutuhan masyarakat yang religius dan harapan tinggi orang tua untuk membentuk anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki dasar spiritual dan akhlak yang kuat. Program tahfidz dijadikan sebagai inti pembelajaran harian dengan tujuan yang jelas dan metode menyenangkan yang relevan dengan dunia anak usia dini. Pada aspek input, lembaga memiliki kesiapan yang baik dalam hal sumber daya manusia, sarana prasarana, pengelolaan dana, serta kurikulum dan bahan ajar. Guru menunjukkan semangat dan progres positif, fasilitas pembelajaran cukup memadai, dan kurikulum dirancang adaptif serta terintegrasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan digitalisasi, ketimpangan insentif guru, dan belum adanya standar evaluasi nasional masih perlu dibenahi. Dari sisi proses, pelaksanaan program berlangsung secara sistematis dan partisipatif, dengan metode variatif seperti talaqqi, tikrar, permainan, dan media visual-audio. Keterlibatan orang tua menjadi kekuatan penting dalam menunjang hafalan anak. Proses evaluasi dilakukan secara menyeluruh, namun masih ada kendala seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan anak, dan pelaporan yang belum terdigitalisasi. Pada aspek hasil, program menunjukkan pencapaian signifikan dalam hafalan, tahsin, sikap religius anak, serta kepuasan orang tua. Anak-anak mengalami perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik yang baik. Meskipun belum semua anak mencapai target hafalan secara penuh, program ini telah memberikan dampak positif dalam membentuk karakter Qur’ani sejak usia dini

    Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Pada Tradisi Keagamaan Masyarakat di Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar

    No full text
    Indonesia saat ini berada dalam era Revolusi Industri 5.0, sebuah periode yang dicirikan oleh integrasi teknologi lintas ranah fisik, digital, dan biologis, yang berdampak pada segala aspek mulai dari ilmu pengetahuan hingga pemerintahan. Timbul keresahan masyarakat terhadap perilaku manusia Indonesia yang telah menyimpang dari nilai luhur bangsa baik nilai-nilai agama, nilai budaya, dan nilai falsafah negara. Oleh karena itu, harus ada upaya agar nilai-nilai yang dulu terpatri dalam diri bangsa ini tetap terjaga dan berimplikasi positif keberlangsungan hidup bangsa Indonesia. Salah satu cara yang bisa ditempuh ialah dengan memperbaiki model pendidikan nasional kita, yang lebih menitikberatkan pada pembangunan karakter. Karena itulah konsep pendidikan karakter sangat diperlukan. Dalam penerapannya, pendidikan karakter tidak boleh mengabaikan nilai-nilai kearifan lokal yang tertanam pada masyarakat Indonesia. Salah satu kearifan lokal yang dapat memberi kontribusi terhadap nilai pendidikan karakter ialah nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi keagamaan masyarakat Kecamatan Tatah Makmur Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah mengetahui bagaimana gambaran kegiatan keagamaan yang dilaksanakan, Apa saja nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi keagamaan dan bagaimana proses internalisasi nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam tradisi keagamaan tersebut. Data lapangan digali melalui teknik observasi, wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian menyimpulkan, warga masyarakat sebagian masih melaksanakan kegiatan keagamaan, baik yang merupakan warisan kepercayaan sebelum Islam maupun sesudah Islam. Nilai-nilai karakter yang terkandung dalam tradisi keagamaan meliputi nilai religius, nilai gotong royong, nilai toleransi, nilai tanggung jawab, nilai peduli sosial, nilai bersahabat/komunikatif, nilai disiplin, nilai gemar membaca, nilai cinta damai dan nilai cinta tanah air. Proses internalisasi nilai ke dalam diri masyarakat melalui tiga tahapan yakni: tahap transformasi nilai dilakukan melalui pengajian-pengajian yang di lakukan secara rutin seperti pengajian mingguan, bulanan dan sebagainya. Tahapan kedua adalah tahap transaksi nilai, didapatkan melalui kegiatan keagamaan langsung dimana ulama dan masyarakat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut secara bersamaan. Tahap yang ketiga adalah tahap transinternalisasi, didapat melalui kepribadian keseharian ulama yang berada di lingkungan masyaraka

    Fenomena Belanja Daring Dan Perilaku Konsumtif: Analisis Herbert Marcuse

    No full text
    Pada saat ini kehadiran teknologi yang semakin canggih telah mengubah pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat dikarenakan beberapa hal mempengaruhi, salah satunya adalah gaya hidup yang glammour. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena belanja daring dan perilaku konsumtif dengan menggunakan analisis dari tokoh filsuf Herbert Marcuse. Fokus kajiannya terletak pada fenomena yang terjadi di masyarakat yang bisa dilihat dan juga diamati menggunakan analisis dari Herbert Marcuse tersebut. Metode penelitian yang dilakukan kuesioner dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka menggunakan pendekatan reflektif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belanja daring dan perilaku konsumtif tentang masyarakat pengguna aplikasi belanja onlin

    Optimalisasi Pendaftaran Haji Melalui Aplikasi Haji Pintar di Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin (Studi Kasus Pendaftaran Haji Tahun 2025)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dari kondisi masih rendahnya penggunaan aplikasi haji pintar oleh calon jemaah haji di kota Banjarmasin. Padahal, aplikasi tersebut dibuat untuk mempermudah proses pendaftaran serta meningkatkan kualitas layanan haji agar lebih tepat, cepat, dan transparan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana aplikasi haji pintar mampu mengoptimalkan proses pendaftaran haji secara online melalui dua indikator utama, yaitu efektivitas dan efisiensi. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumenter.Teknis analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi yang meliputi triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data dari beberapa narasumber, seperti pegawai penyelenggara haji dan calon jemaah haji, sedangkan triangulasi waktu dilakukan dengan pengumpulan data pada waktu yang berbeda untuk memastikan konsistensi informasi. Hasil dari penelitian ini penggunaan aplikasi haji pintar di Kantor Kementerian Agama Kota Banjarmasin masih belum optimal. Hasil dari optimal ini dilihat dari segi efektivitas, aplikasi haji pintar dinilai sudah cukup baik dalam memberikan kemudahan bagi calon jemaah yang memahami teknologi. Aplikasi ini membantu mempercepat proses pendaftaran, meminimalkan kesalahan data, dan memberikan informasi yang lebih transparan. Namun, pemahaman masyarakat terhadap aplikasi ini masih terbatas, terutama bagi pengguna lanjut usia, sehingga sosialisasi dan pendampingan masih perlu ditingkatkan. Dari sisi efisiensi, aplikasi ini mampu mempercepat waktu respons, memberikan informasi yang akurat dan memudahkan akses layanan tanpa harus datang langsung ke kantor. Meski demikian, masih ditemukan kendala teknis seperti kesalahan input data dan keterbatasan fitur koreksi mandiri

    Pengaruh Kemampuan Berpikir Kreatif dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa pada Materi Persamaan Linier Satu Variabel Kelas VIII SMP Negeri 1 Tamban

    No full text
    Di era perkembangan teknologi yang pesat, keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika tidak hanya ditentukan oleh penguasaan konsep, tetapi juga oleh kemampuan berpikir kreatif dan kecerdasan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi PLSV ; (2) bagaimana kecerdasan emosional siswa pada pembelajaran matematika; (3) bagaimana kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi PLSV; (4) bagaimana pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi PLSV; (5) bagaimana pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi PLSV; dan (6) bagaimana pengaruh kemampuan berpikir kreatif dan kecerdasan emosional secara simultan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto serta teknik sampling jenuh, dimana seluruh populasi berjumlah 58 siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Tamban yang dijadikan sampel. Namun, pada saat pengumpulan data hanya 52 siswa yang hadir sehingga dianalisis sebagai responden. Penelitian ini menggunakan angket, tes, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis secara deskriptif dan uji asumsi klasik. Selanjutnya analisis regresi linier sederhana dan berganda menggunakan SPSS 25 dilakukan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir kreatif dan kecerdasan emosional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada materi persamaan linier satu variabel kelas VIII SMP Negeri 1 Tamban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi PLSV berada pada kategori sedang; (2) kecerdasan emosional siswa berada pada kategori sedang; (3) kemampuan pemecahan masalah matematiaka siswa pada materi PLSV berada pada kategori sedang; (4) kemampuan berpikir kreatif berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi 37,8%; (5) kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi 23,5% terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika; (6) kemampuan berpikir kreatif dan kecerdasan emosional secara simultan memberikan kontribusi 43,7% terhadap kemampuan pemecahan masalah, dengan pengaruh kemampuan berpikir kreatif lebih dominan

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇