Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Exploring Cinematic Language: “The King’s Speech” Movie in Improving Listening Skills

    No full text
    This research explores the use of cinematic language in the film The King’s Speech (2010) as a tool to enhance English listening skills. By analyzing the movie's auditory, visual, and contextual elements, the study investigates how films can serve as effective language-learning media. The research employs Integrated Qualitative Content Analysis (IQCA) to examine key scenes that highlight pronunciation, intonation, and rhythm, alongside visual storytelling and non-verbal cues. The study also explores cultural and historical contexts, such as British monarchy traditions and wartime communication, to understand how these elements enrich linguistic comprehension. Findings suggest that cinematic techniques, including dialogue clarity, tone and accent, sound design, non-verbal cues, visual elements (mise-en-scène), editing techniques, contextual clues, subtitles and captions, linguistic features, cultural context, and emotional resonance, significantly support listening comprehension. The character development of King George VI and his therapy sessions provide authentic examples of language challenges and progress, fostering engagement and empathy among learners. Although challenges such as unfamiliar accents and period-specific vocabulary exist, strategies like repeated viewings and guided discussions can mitigate these barriers. The study concludes that film-based learning not only improves listening skills but also enhances cultural awareness, emotional intelligence, and motivation in language acquisition. This research highlights the value of integrating films into English language curricula as immersive, dynamic, and context-rich learning resources

    Persepsi Guru Terhadap Pendidikan Seks Bagi Siswa di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin

    No full text
    Pada anak jenjang Madrasah Ibtidaiyah pendidikan seks masih sering dianggap tabu untuk dikenalkan, padahal pada masa ini anak mulai mengalami perubahan fisik dan emosional yang penting untuk dirinya pahami. Selain orangtua, guru juga memiliki peran penting dalam pengenalan pendidikan seks di sekolah. Disamping itu juga pendidikan seks yang dikenalkan sejak dini diharapkan dapat mengurangi tingkat pelecehan seksual pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi guru terhadap pendidikan seks bagi siswa di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran Fiqih, IPA dan Wali kelas dengan objek penelitian yaitu persepsi guru terhadap pendidikan seks bagi siswa di MIS Muhammadiyah 3 Al Furqan Banjarmasin. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif karena mencakup seluruh komponen sikap yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Strategi yang digunakan guru untuk mengenalkan pendidikan seks pada jenjang MI yaitu dengan cara memilih kata-kata yang santun, penyampaian sederhana untuk menghindari rasa penasaran siswa yang berlebihan dan mengaitkan pendidikan seks dengan materi pembelajaran dikelas seperti fiqih dan IPA. Tantangan yang dihadapi guru dalam menyampaikan pendidikan seks di sekolah adalah kesulitan dalam memilih kata dan penyampaian materi yang harus disesuaikan dengan tingkat pemahaman serta usia anak, kurangnya dukungan dari orang tua yang menganggap pendidikan seks pada jenjang MI adalah tabu, dan tantangan dalam mengaitkan materi pendidikan seks dengan pelajaran tanpa menghilangkan nilai moral dan agama. Dengan demikian, pendidikan seks dapat diberikan secara efektif sebagai bentuk perlindungan dan pembentukan karakter sisw

    Peran perpustakaan umum dalam melestarikan kebudayaan Banjar di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan

    No full text
    Perkembangan globalisasi yang pesat, ditandai dengan masuknya budaya asing melalui berbagai media, telah menyebabkan penurunan minat masyarakat terhadap budaya lokal. Fenomena ini, yang terlihat di banyak kota besar, menimbulkan kekhawatiran akan kemunduran budaya lokal jika tidak ada langkah pelestarian yang efektif dari pemerintah. Provinsi Kalimantan Selatan, dengan kekayaan budaya Banjar yang melimpah, menghadapi ancaman serupa. Dalam konteks ini, perpustakaan umum memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan Banjar, sejalan dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, yang menekankan integrasi unsur budaya lokal sebagai bentuk preservasi dan ekspresi kebudayaan. Penelitian ini berfokus pada peran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan dalam melestarikan kebudayaan Banjar. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan memahami secara mendalam peran strategis lembaga tersebut dalam upaya pelestarian budaya Banjar. Untuk mencapai tujuan ini, penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan eksplorasi mendalam terhadap fenomena sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi terstruktur dengan pustakawan, staf layanan, dan pemustaka aktif, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan memiliki peran aktif dalam melestarikan kebudayaan Banjar, sebagai tempat penghimpun khazanah kebudayaan Banjar melalui kegiatan hunting karya-karya lokal, pelestarian kebudayaan Banjar melalui digitalisasi koleksi, penerbitan buku-buku lokal serta penyelenggaraan lomba dan sosialisasi budaya, menampilkan dan penyebaran kebudayaan Banjar melalui pemutaran film dan video dokumenter bertema lokal dilayanan teater dan penyediaan informasi kebudayaan Banjar melalui pengembangan lokal konten dan koleksi deposi

    Konversi Agama di Kecamatan Kahayan Hilir (Studi Kasus pada Faktor-Faktor dan Proses Konversi Agama)

    No full text
    Konversi agama di Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dengan fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi dan proses terjadinya perubahan keyakinan tersebut. Latar belakang kajian ini didasarkan pada pentingnya agama sebagai bagian fundamental dalam kehidupan manusia dan dinamika sosial-keagamaan yang terus berkembang, khususnya dalam konteks masyarakat multikultural. Fenomena perpindahan agama, yang dalam konteks ini banyak terjadi menuju Islam, memunculkan pertanyaan mengenai motivasi dan mekanisme perubahan keyakinan yang dijalani oleh individu-individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang mendorong terjadinya konversi agama serta memahami tahapan-tahapan proses konversi yang dialami oleh masyarakat di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, terhadap lima informan yang telah mengalami konversi agama. Pendekatan psikologi agama digunakan untuk menelaah psikologis yang dialami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi pencarian spiritual, krisis identitas religius, serta pengalaman emosional yang mendalam. Sementara faktor eksternal meliputi pernikahan beda agama, tekanan atau dukungan keluarga, pengaruh lingkungan sosial, serta ketidaksesuaian ajaran agama lama dengan nilai-nilai personal. Proses konversi berlangsung melalui tahapan ketertarikan awal, eksplorasi ajaran baru, pembentukan keyakinan, dan penerimaan resmi terhadap agama baru. Proses ini dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara aspek psikologis, sosial, dan budaya, serta peran penting dari tokoh agama dan komunitas dalam memberikan bimbingan dan penerimaan. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu psikologi agama dan memperkuat upaya pembangunan toleransi antarumat beragama di masyarakat multikultural

    Upaya Guru Dalam Meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung pada siswa kelas 1 di MIN 7 TAPIN

    No full text
    Latar belakang masalah dalam penelitian ini hampir di hadapi oleh setiap sekolah\madrasah yang menerima siswa baru, siswa baru tersebut tidak berlatar belakang pendidikan TK\RA seperti di sekolahan di MIN 7 Tapin yang peneliti teliti. Di kelas 1 masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca,menulis dan berhitung ada Faktor dari anak-anak itu sendiri ada yang memiliki daya tangkap yang cepat dan ada daya tangkap yang lambat. Faktor lainnya adalah anak tidak ada les selain di sekolah atau tidak ada yang mengajari membaca menulis dan berhitung di rumah,hanya mengandalkan belajar di sekolah. Oleh karena itu, guru harus mulai dengan mengajarkan siswa dasar-dasar menulis, seperti cara memegang pensil dan menulis di buku catatan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan mengembangkan rencana pelajaran berdasarkan tujuan setiap mata pelajaran yang akan diajarkan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek peneliti ini adalah kepala sekolah, Guru kelas 1 dan peserta didik dan objek penelitiannya adalah MIN 7 Tapin. Teknik mengumpulkan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil temuan penelitian ini hilangkan akar penyebab masalahnya, berikan anak dorongan dan kesempatan untuk berusaha berperilaku lebih baik, ubah lingkungan sekitar untuk mendukung perkembangan jasmani dan rohani yang lebih baik, dan ajari mereka peraturan, disiplin, dan ketertiban mulai sekarang. mengumpulkan hasil pekerjaan atau tugas siswa, meninjau, dan mengevaluasi pekerjaan yang telah diselesaikan. Distribusi sumber daya dan alat: Jika bahan ajar dan alat perlu disebarluaskan, maka setiap siswa memiliki kesempatan yang sama dan adil untuk berlatih menggunakannya selama proses pembelajaran merek

    تطبيق تطبيقات كاهوت في تقييم اللغة العربية للصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية بسارويان كليمنتان الوسطى = Implementasi Aplikasi Kahoot Dalam Penliaian Bahasa Arab Kelas VIII di MTsN Seruyan Kalimantan Tengah

    No full text
    Media pembelajaran memiliki peran penting dalam kelancaran proses pembelajaran. Pembelajaran yang monoton cenderung membuat siswa cepat bosan dan kurang fokus. Media digital seperti Kahoot memudahkan guru dalam menyampaikan materi, tugas, dan evaluasi secara interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi aplikasi Kahoot dalam penilaian pembelajaran Bahasa Arab di kelas VIII MTsN Seruyan Kalimantan Tengah tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot menciptakan suasana kelas yang lebih menyenangkan, kompetitif, dan meningkatkan antusiasme siswa. Guru juga terbantu dalam menganalisis hasil belajar secara cepat dan akurat. Meskipun terdapat kendala teknis, fleksibilitas Kahoot tetap memungkinkan evaluasi berjalan optimal. Dengan demikian, Kahoot layak dijadikan media evaluasi alternatif yang relevan dan efektif di era digita

    Aktivitas Dakwah Majelis Taklim Ar-Raudhah di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu

    No full text
    Penelitian ini berdasarkan sebuah pemikiran bahwak Aktivitas Dakwah di Majelis Taklim Ar-Raudhah ini termasuk bentuk dakwah yang dapat membuat jamaahnya mendapatkan dampat positif dalam kehidupan mereka. Majelis Taklim Ar-Raudhah termasuk majelis yang beda di antara majelis-majelis yang berada di di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Tanah Bumbu, Karena di majelis ini kitab yang utama dibaca adalah dalail al-khairat, waktu majelis pelaksanaanya satu minggu sekali, dan jamaah yang berdatangan pun banyak hadir di majelis tersebut, dan juga majelis ini belum resmi terdaftar di Kementerian Agama. Tujuan peneliti ini untuk mengetahui bagaimana aktivitas dakwah yang di lakukan, dan apa saja faktor pendukung dan penghambat di Majelis Taklim Ar- Raudhah ini. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah apa saja aktivitas dakwah Majelis Taklim Ar-Raudhah dan faktor pendukung serta penghambat aktivitas dakwah Majelis Taklim Ar-Raudhah di Kecamatan Simpang Empat. Peneliti ini termasuk dalam penelitian lapangan(field research) dengan turun langsung ke lokasi yang ingin diteliti untuk memperoleh data yang diperlukan yang sesuai dengan permasalahan yang diteliti, teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya menganalisis dan pengecekan keabsahan data. Hasil penelitian ini terdapat jumlah aktivitas yang dilaksanakan di Majelis Taklim Ar-Raudhah ini, yakni pembacaan burdah, pengajian kitab Dalil Al- Khairat, yaitu mejelaskan tentang Fiqih dan Tauhid materi yang disampaikan mencakup ajaran Islam. Masyarakat menyambut positif dengan adanya pengajian di Majelis Taklim Ar-Raudhah ini semangat keberagamaan di lingkungan masyarakat maupun jamaah di Kecamatan Simpang Empat ini semakin meningka

    Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Bawang Fatimah di Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan

    No full text
    Usaha Kerupuk Bawang Fatimah merupakan usaha mikro rumah tangga yang telah beroperasi sejak tahun 2007 dan dikenal luas oleh masyarakat Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Usaha ini dikelola secara mandiri dengan proses produksi tradisional dan keterlibatan tenaga kerja lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usaha dan mengetahui analisis SWOT pada usaha Kerupuk Bawang Fatimah di Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif deskriftif. Informan terdiri atas 1 orang pemilik, 2 orang karyawan, 3 orang pelanggan. Menggunakan tektik pengumpulan data yaitu dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta di analisis dengan teknik analisis SWOT menggunakan data menurut Fredy Rangkuti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha masih berfokus pada lima aspek utama, yaitu: (1) inovasi produk yang mempertahankan cita rasa tradisional tanpa varian baru, (2) pemasaran yang masih bersifat konvensional dan mengandalkan sistem titip jual serta promosi dari mulut ke mulut, (3) manajemen keuangan yang belum terstruktur, dengan pencampuran antara keuangan pribadi dan usaha, (4) pengelolaan sumber daya manusia yang masih non-formal tanpa pelatihan keterampilan khusus, dan (5) teknologi produksi yang masih tradisional tanpa bantuan mesin modern. Berdasarkan analisis SWOT, kekuatan utama usaha terletak pada kualitas rasa dan loyalitas pelanggan, sementara kelemahan mencakup manajemen keuangan yang belum profesional dan keterbatasan teknologi. Peluang terbuka pada dukungan masyarakat dan potensi digitalisasi, sedangkan ancaman berasal dari kompetisi produk serupa dan keterbatasan promosi

    Potensi Pengembangan Usaha Mikro di Kawasan Wisata Religi Kubah Surgi Mufti Kota Banjarmasin

    No full text
    Objek wisata religi Kubah Surgi Mufti adalah salah satu objek wisata religi di banjarmasin yang seharusnya bisa meningkatkan usaha mikro di kawasan sekitar. Namun di banding wisata religi yang lain seperti kubah Guru Zuhdi, kubah Surgi Mufti tergolong sepi dari pedagang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terkini serta menganalisis potensi pengembangan usaha mikro di kawasan wisata religi Kubah Surgi Mufti Kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif. Menggunakan tektik pengumpulan data yaitu dengan wawancara dan observasi.dengan teknis analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Kondisi usaha mikro di kawasan tersebut didominasi oleh warung makan sederhana milik warga setempat, seperti Warung Bainah dan Warung Fahniah, yang menyajikan makanan khas dengan harga terjangkau. 2) Potensi pengembangan usaha mikro di wisata religi kubah Surgi Mufti menunjukkan perkembangan positif dengan keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam kegiatan ekonomi, seperti warung makan dan penjualan makanan ringan. Dukungan infrastruktur seperti masjid, lahan parkir, dan akses jalan turut mendorong pertumbuhan usaha mikr

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇