Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Usaha Petani Cabai dalam Meningkatkan Perekonomian dan Kesejahteraan di Desa Hulu Rasau Kecamatan Pandawan

    No full text
    Pertanian memegang peranan penting dalam menopang kehidupan masyarakat pedesaan, termasuk di Desa Hulu Rasau, Kecamatan Pandawan. Salah satu komoditas unggulan yang diandalkan oleh masyarakat setempat adalah cabai. Usaha tani cabai bukan hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga memainkan peran strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi usaha tani cabai terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Desa Hulu Rasau. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus penelitian diarahkan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan pandangan para petani cabai terhadap usaha pertanian yang mereka jalankan. Data dikumpulkan dari lima orang petani cabai sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap kegiatan pertanian dan kehidupan sosial ekonomi petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya cabai memberikan dampak positif terhadap kehidupan petani. Pendapatan yang diperoleh dari usaha tani cabai bersifat lebih stabil dan memungkinkan petani untuk memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak mereka, serta membuka peluang usaha tambahan. Selain itu, usaha ini juga mendorong peningkatan partisipasi sosial dan rasa percaya diri di kalangan petani. Secara keseluruhan, usaha tani cabai terbukti berkontribusi dalam memperkuat pembangunan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Hulu Rasa

    Penggunaan Media PowerPoint Interaktif untuk Meningkatkan Minat Belajar Bahasa Inggris Peserta Didik kelas 3 MI Kenanga

    No full text
    Dalam konteks pendidikan, penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memfasilitasi pemahaman konsep, serta mendorong minat belajar yang lebih tinggi. Pada perkembangan zaman yang menekankan teknologi saat ini, media PowerPoint interaktif menjadi pilihan yang menarik untuk digunakan dalam pembelajaran. Minat belajar siswa, terutama dalam mata pelajaran bahasa Inggris, sering kali menjadi tantangan bagi pendidik. Minat belajar yang rendah menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan media PowerPoint interaktif untuk meningkatkan minat belajar bahasa Inggris peserta didik kelas 3 di MI Kenanga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment pada 56 siswa yang terbagi dalam kelas eksperimen (3A) dan kontrol (3B) masing-masing 28 siswa. Hasil menunjukkan peningkatan minat belajar dari 43,61 menjadi 55,21 pada kelas eksperimen, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 44,07 menjadi 45,36. Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, membuktikan media PowerPoint interaktif dapat meningkatkan minat belajar bahasa Inggris. Penggunaan media PowerPoint interaktif terbukti dapat meningkatkan minat belajar bahasa Inggris pada siswa kelas 3 MI Kenanga. Penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata N-Gain skor 0,58 pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan media PowerPoint interaktif efektif meningkatkan minat belajar bahasa Inggris diterima. Berdasarkan hasil ini, media PowerPoint interaktif dinilai layak digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Inggris peserta didik

    Taharah Haid di Kalangan Siswi Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Kapuas (Studi Pembelajaran, Pemahaman dan Pengalaman)

    No full text
    Pemahaman dan pengamalan fikih haid merupakan aspek penting bagi setiap perempuan muslimah yang telah mencapai usia balig (mukallaf), karena berkaitan langsung dengan kewajiban ibadah seperti salat dan puasa. Salah satu syarat sahnya ibadah tersebut adalah suci dari hadas besar, termasuk haid. Meskipun materi taharah haid telah diajarkan di MTsN 1 Kapuas dan hasil evaluasi akademik menunjukkan nilai yang cukup tinggi, ditemukan kesenjangan antara penguasaan konsep teori dengan praktik taharah haid dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran, pemahaman, dan pengalaman taharah haid di kalangan siswi kelas VII MTsN 1 Kapuas; dan mendeskripsikan keterlibatan guru fikih dan orang tua dalam pembelajaran fikih. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yaitu siswi kelas VII, guru fikih, dan orang tua siswi kelas VII MTsN 1 Kapuas. Objek penelitian berfokus pada taharah haid dari aspek pembelajaran, pemahaman, dan pengalaman. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru fikih telah menerapkan metode pembelajaran modern sesuai Kurikulum Merdeka, seperti ceramah, drill, demonstrasi, dan tanya jawab yang dikombinasikan dengan pendekatan discovery learning. Namun, keterlibatan orang tua dalam pembelajaran taharah haid siswi bervariasi, yakni tiga dari lima orang tua siswi terlibat aktif dalam pendampingan, sementara dua lainnya kurang aktif. Kondisi ini berkaitan erat dengan variasi pemahaman dan pengalaman siswi dalam menjalankan praktik taharah haid. Selain itu, komunikasi antara guru dan orang tua dalam mendukung pembelajaran masih belum terjalin secara langsung, meskipun semua pihak mengakui pentingnya kolaborasi tersebut

    Analisis Modul Ajar Pembelajaran Qur’an Hadits pada Implementasi Kurikulum Merdeka di MAN 3 Batola

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan Al-Qur'an dan Hadits sebagai dasar pendidikan Islam, yang menjadi bagian integral dalam pengembangan karakter peserta didik di era Kurikulum Merdeka. Perubahan kurikulum menuntut adanya inovasi dalam perangkat ajar, salah satunya melalui penyusunan modul ajar yang sistematis dan relevan dengan perkembangan zaman. MAN 3 Batola sebagai salah satu madrasah yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka menjadi lokasi penelitian ini untuk melihat sejauh mana kesesuaian dan efektivitas modul ajar Qur'an Hadits yang digunakan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesesuaian modul ajar mata pelajaran Qur'an Hadits dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, serta menganalisis dampak positif dan negatif dari penerapannya di MAN 3 Batola. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana modul ajar dirancang dan diimplementasikan untuk mendukung capaian pembelajaran serta pembentukan profil Pelajar Pancasila. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan termasuk dalam kategori penelitian lapangan (Field Research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru Qur'an Hadits, kepala sekolah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, serta peserta didik kelas X di MAN 3 Batola. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar Qur'an Hadits di MAN 3 Batola umumnya telah sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka, seperti esensialitas, relevansi, dan pembelajaran berbasis proyek. Namun ada beberapa komponen modul ajar yang disusun guru Qur’an Hadits yang belum memenuhi standar pada setiap bagian komponen itu sendiri. Beberapa bagian komponen tersebut yaitu: kompetensi awal, sarana prasarana, tujuan pembelajaran, pemahaman bermakna, asesmen, dan pengayaan serta remedial. Implikasi yang ditemukan meliputi meningkatnya kreativitas guru dan kemandirian peserta didik. Namun, terdapat pula kendala yang dihadapi, seperti kendala adaptasi guru terhadap perubahan kurikulum, kebingungan peserta didik dalam menyesuaikan diri dengan sistem baru dan belum ada pelatihan terhadap guru dalam penyusunan modul ajar

    Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Pada Aspek Beriman, Bertakwa, Dan Berakhlak Mulia Di SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin

    No full text
    Di era pendidikan sekarang, Pancasila menjadi fokus utama dalam pendidikan, dibuktikan dengan adanya Profil Pelajar Pancasila. Dimensi profil beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak mulia mengamalkan nilai- nilai agama dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk penerapan pemahaman terhadap ajaran agamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila beriman, bertakwa dan berakhlak mulia serta mendeskripsikan faktor penghambat dan faktor pendukung implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila kelas 1 beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah wali kelas 1, guru bta, guru pai dan kepala sekolah SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin, yang berperan sebagai partisipan. Teknik keabsahan data yaitu menggunakan triangulasi dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Implementasi profil pelajar Pancasila kelas 1 dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di SDN Tanjung Pagar 4 Banjarmasin ini dimulai dari Perencanaan yang dilakukan diawali dengan menentukan tujuan pembelajaran, merancang indikator kemampuan, merancang modul pembelajaran, mengembangkan topik dan alur pembelajaran, dan mengolah hasil asesmen. menerapkan pembiasan berperilaku yang baik seperti mengucapkan salam, mengajaran hormat pada guru, diajarkan untuk jujur, sholat dzuhur berjamah dan pembelajaran tahfidz terdapat didalam profil pelajaran Pancasila yaitu beriman, bertakwa dan berakhlak mulia. Kami mengevaluasi anak-anak dengan bentuk kontrol memastikan anak-anak itu sudah berhasil memenuhi nilai. Faktor pendukungnya adalah sarana prasarana, selanjutnya pada saat jumat taqwa disediakan tikar, mic, soundsistem. Adapun faktor penghambatnya adalah waktu yang sangat singkat disekolah karena lebih banyak waktu saat dirumah dan lingkungan disekitar sekola

    Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Nasional tentang Syibhul Iddah Bagi Laki-Laki serta Relevansinya dengan Maslahat dan Keadilan Gender

    No full text
    Kajian literatur fikih klasik umumnya membahas masa iddah (masa tunggu) bagi pihak perempuan. Adapun dalam literatur fikih kontemporer yang merujuk pendapat Wahbah az-Zuhaily terdapat konsep syibhul iddah (menyerupai iddah) bagi laki-laki. Lalu, konsep syibhul iddah bagi laki-laki tersebut juga diakomodir hukum nasional di Indonesia. Maka, penting dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini: (1) Bagaimana ketentuan syibhul Iddah bagi laki-laki menurut hukum Islam dan hukum nasional di Indonesia; (2) Bagaimana titik taut persamaan dan perbedaan ketentuan syibhul iddah bagi vlaki-laki menurut hukum Islam dan hukum nasional di Indonesia; (3) Bagaimana relevansi ketentuan syibhul iddah bagi laki-laki terkait maslahat dan keadilan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab berbagai rumusan masalah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan tiga pendekatan penelitian, yaitu 1. Pendekatan Perbandingan (comparative approach); 2. Pendekatan Konseptual (conceptual approach); 3. Pendekatan Analitis (analytical approach). Penelitian diuraikan secara deskriptif dan dianalisis secara deduktif. Data yang diteliti berupa data sekunder terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teori hukum yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1. Grand Theory (teori makro) berupa teori negara hukum; 2. Middle Theory (teori meso) berupa teori sistem hukum; 3. Applied Theory (teori mikro), meliputi teori tujuan hukum, teori perlindungan hukum, teori maslahat dan teori keadilan gender. Hasil penelitian ini: (1) Syibhul iddah memiliki pengertian serupa dengan iddah yang berlaku bagi laki-laki disebabkan adanya mani syar’i dalam perkawinan. Dasar hukum syibhul iddah bagi laki-laki dalam hukum Islam merujuk pada pendapat Wahbah az-Zuhaili melalui pertimbangan mani syar’i dan sȧd żȧri‘ah. Adapun dasar hukum syibhul iddah bagi laki-laki dalam hukum nasional di Indonesia merujuk pada ketentuan Pasal 41 dan 42 Kompilasi Hukum Islam (KHI) serta Surat Edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI Nomor P-005/DJ.III/Hk.00.7/10/2021 tentang Pernikahan dalam Masa Iddah Istri; (2) Persamaan ketentuan syibhul iddah bagi laki-laki menurut hukum Islam dan hukum nasional di Indonesia meliputi 6 (enam) hal, sedangkan perbedaannya meliputi 4 (empat) hal; (3) Ketentuan syibhul iddah bagi laki-laki relevan dalam mewujudkan kemaslahatan terkait hifz an-nafs (perlindungan jiwa) dan hifz an-nasl (perlindungan keturunan) serta relevan dalam upaya mewujudkan keadilan gende

    Studi Intertekstual atas Novel di Waktu Duha Karya JaisiQ dengan Ayat-Ayat Al-Qur’an

    No full text
    Novel seringkali mengadaptasi ajaran Islam, salah satunya dari ayat-ayat al Qur’an, dalam membangun karakter, konflik, dan penyelesaian cerita. Salah satu novel yang memuat ajaran al-Qur’an adalah novel Di Waktu Duha karya JaisiQ. Pesan spiritual yang secara tersirat disampaikan dalam cerita dapat memotivasi para pembaca untuk mendekatkan diri kepada Allah serta menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga penting untuk memahami bagaimana teks sastra berinteraksi dengan al-Qur’an dalam membentuk makna dan pesan moral. Penelitian ini bertujuan untuk membahas ayat-ayat al-Qur’an apa saja yang diposisikan menjadi hipogram dari novel Di Waktu Duha karya JaisiQ dan bagaimana pola intertekstual yang berlangsung antara keduanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan studi literatur, yaitu dengan memilih, mengumpulkan dan menganalisis data dari novel Di Waktu Duha karya JaisiQ dan ayat-ayat al-Qur’an sebagai objek material, serta kitab-kitab tafsir. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat 18 ayat al-Qur’an yang menjadi hipogram. Dalam aspek tauhid: Q.S. Al-Syu‘arâ`/26: 78, Q.S. Al-Taubah/9: 104, Q.S. Yâsîn/36: 82, Q.S. Al-Ra‘d/13: 28, Q.S. Al-Nahl/16: 18, Q.S. Al-Baqarah/2: 29 dan Q.S. Ibrâhîm/14: 32. Dalam aspek hukum (ahkâm): Q.S. Al-Mâ`idah/5: 6, Q.S. Al-Baqarah/2: 238 dan Q.S. Al-Nûr/24: 30. Dalam aspek peringatan (tadzkîr): Q.S. Al-Nisâ`/4: 78, Q.S. Al-A’râf/7: 34, Q.S. Thâhâ/20: 124, Q.S. Al-Thalâq/65: 2, Q.S. Ghâfir/40: 39, Q.S. Al-Nûr/24: 26, Q.S. Al-Thalâq/65: 4, Q.S. Al Baqarah/2: 148. Adapun pengarang menggunakan tiga pola intertekstual untuk menerapkan hipogram dalam teks transformasinya, yaitu pola ekspansi, modifikasi, dan ekserp. Pola ekspansi digunakan oleh pengarang teks transformasi dengan merubah gramatikal, mengembangkan dan menambah suatu unsur dari hipogramnya. Adapun pola modifikasi digunakan pengarang dengan melakukan perubahan pada linguistiknya. Adapun pola ekserp digunakan pengarang dengan mengutip dan mengambil intisari dari hipogramnya. Terkadang juga ia menghilangkan sebagian unsur dari hipogramnya

    Dinamika Kemandirian Pada Anak Remaja di Panti Asuhan Al-Ikhlas Banjarmasin

    No full text
    Anak yang dimasukkan kedalam panti karena suatu alasan yang mengharuskan mereka untuk tinggal di panti asuhan seperti anak yatim, piatu, dan dhuafa. Anak-anak yang masuk dalam panti asuhan berkisar antara usia 10 sampai 20 tahun yang memasuki usia remaja. Usia remaja merupakan fase perkembangan dimana mereka mulai mencari jati diri mereka dan dimulainya perkembangan kemandirian yang mereka hadapi. Kemandirian merupakan suatu modal yang besar terhadap penentuan sikap dan pernbuatan dalam lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dinamika gambaran kemandirian serta faktor apa saja yang mempengaruhi kemandirian pada anak remaja di panti asuhan AL-Ikhlas Banjarmasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak asuh yang menginjak usia remaja di panti asuhan AL-Ikhlas Banjarmasin yang berjumlah tiga orang, yaitu subjek R, subjek MR, dan subjek B. pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan teknik semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Hasil penelitian didapatkan bahwa dalam gambaran bentuk-bentuk kemandirian pada anak remaja di panti asuhan Al-Ikhlas Banjarmasin adanya variasi dari setiap subjek penelitian dari kemandirian emosional, kemandirian tingkah laku, dan kemandirian nilai. Adapun juga adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian pada anak remaja di panti asuhan AL-Ikhlas Banjarmasin terbagi menjadi dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor internal yaitu faktor yang dari dalam berupa kecerdasan, jenis kelamin yang semuanya laki-laki, harga diri, usia, dan konsep diri. Dan faktor eksternal yaitu faktor dari luar berupa pola asuh orang tua, sistem pendidikan di panti, sistem kehidupan di masyarakat dan dukungan sosial

    Inovasi Guru dalam Penguatan Pendidikan Akhlak untuk Menghadapi Era Society 5.0 Peserta Didik di SMAN 5 Banjarmasin

    No full text
    Era society 5.0 ditandai dengan integrasi teknologi dengan kehidupan sosial. Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda dengan tidak hanya memiliki kemampuan kognitif, tetapi juga karakter yang kuat. Penelitian ini secara khusus menyoroti inovasi yang dilakukan oleh guru dalam memperkuat pendidikan akhlak peserta didik sebagai landasan penting dalam menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana inovasi guru dalam penguatan pendidikan akhlak untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin serta untuk mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat inovasi yang diterapkan guru dalam penguatan pendidikan akhlak untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik, sedangkan objeknya adalah inovasi guru dalam penguatan pendidikan akhlak untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi guru dalam penguatan pendidikan akhlak untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin dilakukan melalui pembelajaran PAI inovatif yang meliputi model pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah, dan Discovery Learning, serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, guru PAI juga menerapkan metode penguatan pendidikan akhlak melalui pembiasaan rutin, keteladanan, dan nasihat. Terdapat faktor yang mendukung dan menghambat dalam inovasi guru menguatkan pendidikan akhlak untuk menghadapi era society 5.0 peserta didik di SMAN 5 Banjarmasin. Faktor pendukung tersebut meliputi kompetensi guru, motivasi dan kesadaran guru kurikulum yang adaptif, fasilitas yang memadai, perkembangan teknologi, dan dukungan sekolah. Adapun faktor penghambat dalam meliputi, kondisi peserta didik dan keterbatasan wakt

    Analisis Pendapat Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i Tentang Jenis Hukuman Bagi Pelaku Liwath

    No full text
    Allah menciptakan segala sesuatu di dunia ini berpasang-pasangan, termasuk manusia yang diciptakan berpasangan antara pria dan wanita. Akan tetapi, banyak manusia yang menyimpang dari fitrahnya, salah satunya ialah penyelewengan dalam hubungan seksual yang dilakukan oleh sesama jenis atau biasa disebut dengan istilah liwâth. Dalam hukum Islam liwâth dikategorikan sebagai perbuatan keji yang dilarang. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai jenis hukuman yang diberikan kepada pelaku liwâth. Oleh karena itu, dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui bagaimana jenis hukuman bagi pelaku liwâth, khususnya dari perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif-komparatif. Sumber utama yang digunakan adalah kitab-kitab fiqih dari kedua mazhab, seperti Al-Umm karya Imam Syafi’I dan Fath al-Qadir karya Imam Kamal al-Din al-Syirasi al-Hanafi. Analisis dilakukan dengan membandingkan dalil, metode Istinbâṭ hukum, serta pertimbangan dalam penentuan hukuman oleh kedua mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi tidak mengkategorikan liwâth sebagai zina dan lebih cenderung menyerahkan hukuman kepada penguasa dengan sistem ta’zir. Sementara itu, Mazhab Syafi’I mengategorikan liwâth sebagai zina, sehingga hukumannya adalah rajam bagi yang sudah menikah (muhshan) dan cambuk 100 kali bagi yang belum menikah (ghairu muhshan). Perbedaan pandangan antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i didasarkan pada metode Istinbâṭ yang berbeda. Mazhab Hanafi menggunakan metode Istinbâṭ yang menekankan pada analisis lafadz nash dan perbedaan pendapat di antara sahabat. Sedangkan Mazhab Syafi’i lebih mengedepankan pendekatan tekstual berdasarkan hadis-hadis yang secara eksplisit menyebutkan hukuman bagi pelaku liwâth. Perbedaan pandangan dan pendekatan ini menunjukan keragaman pemikiran dalam menyelesaikan masalah terkait hukum Islam

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇