Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Students’ Experience of Using Scanning Technique for Journal Reading
Reading skills are essential for students, requiring appropriate and precise
techniques. Using scanning techniques can help students read journals more easily.
The research questions are: a) What are the benefits of using scanning techniques
for journal reading? b) What are the difficulties of using scanning techniques for
journal reading?. The researcher employed a qualitative method with a narrative
inquiry design. In-depth interviews were used as the data collection instrument. The
participants in this study were students of UIN Antasari. Based on the findings, the
researcher found that the experience of using scanning is an appropriate technique
for reading journals because it helps some students find certain information, follow
the reading flow, save time, motivate reading, improve skills and understanding,
and eliminate boredom, making it more interesting. On the other hand, some others
stated that they had difficulties in using scanning techniques to read journals, such
as lack of knowledge, lack of motivation, lack of concentration, length of text, and
failure to identify important information
Pengaruh Uang Panai Terhadap Keharmonisan Rumah Tangga (Studi Kasus di Kecamatan Kusan Hilir)
Penelitian ini berfokus pada pengaruh uang panai dalam tradisi
pernikahan masyarakat Bugis terhadap keharmonisan rumah tangga. Uang panai
adalah pemberian dari pihak pengantin pria kepada pihak pengantin wanita
sebagai simbol komitmen dan penghormatan. Berbeda dengan mahar, yang
merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengantin pria dan memiliki
status hukum yang wajib, uang panai dalam hukum Islam dianggap mubah.
Namun, uang panai musti ada dalam perkawinan adat Bugis. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana uang panai mempengaruhi
hubungan pasangan dan bagaimana komunikasi serta kesepakatan dapat
memitigasi dampak negatifnya.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan wawancara
mendalam terhadap lima pasangan suami-istri, yang dilakukan di Kecamatan
Kusan Hilir selama periode 16 Januari hingga 16 Februari. Responden terdiri dari
berbagai latar belakang, memberikan perspektif beragam mengenai pengalaman
mereka terkait uang panai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik
analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema dalam interaksi pasangan
mengenai uang panai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang melakukan diskusi
terbuka mengenai uang ‘panai’ sebelum menikah cenderung memiliki hubungan
yang lebih harmonis sesudah berumah tangga. Selain itu, penting bagi pasangan
dan keluarga pengantian perempuan untuk mempertimbangkan ajaran Islam
untuk tidak memberatkan calon laki-laki dalam menentukan jumlah uang ‘panai’.
Pada pasangan yang penentuan uang ‘panai’ nya berlangsung sepihak tanpa
musyawarah dengan calon pengantian laki-laki ada kecendrungan menghadapi
ketagangan dan konflik setelah memulai keluarga. Temuan ini menggarisbawahi
pentingnya komunikasi yang efektif dalam mengelola tradisi uang panai, serta
mencerminkan bagaimana prinsip-prinsip hukum dapat berkontribusi pada
keharmonisan rumah tangga
Penggunaan Manajemen Kelas dalam Pembelajaran PAI dan Penanaman Nilai Karakter di SMPN 1 Tambang Ulang Kabupaten Tanah Laut
Manajemen kelas yang belum sesuai terstruktur dan adanya latar belakang
yang berbeda menciptakan karakter yang berbeda-beda menjadi tantangan
tersendiri bagi sekolah untuk menyelaraskan tujuan sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen kelas pada
aspek fisik dan aspek siswa yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran PAI serta
untuk mendeskripsikan penanaman nilai karakter seperti religius, disiplin dan
tanggung jawab yang dilakukan oleh guru terhadap siswa di SMPN 1 Tambang
Ulang.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan menggunakan pendekatan jenis kualitatif. Subjek penelitian ini adalah Guru
Mata Pelajaran PAI kelas VIII dan Siswa kelas VIII A di SMPN 1 Tambang Ulang
Kabupaten Tanah Laut. Objek dalam penelitian ini adalah cara guru memanajemen
kelas dalam pembelajaran PAI di kelas VIII dan cara guru menanamkan nilai
karakter kepada siswa di kelas VIII di SMPN 1 Tambang Ulang Kabupaten Tanah
Laut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan
studi dokumenter.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengaturan tempat duduk di kelas VIII
A lebih sering menggunakan formasi lingkaran atau setengah lingkaran, khususnya
saat pembelajaran kelompok, sementara formasi berbaris ke belakang jarang
digunakan. Manajemen kelas dalam aspek siswa dilakukan melalui pengelompokan
yang bervariasi. Penanaman nilai karakter religius diterapkan melalui program
pembiasaan sholat dhuha dan zhuhur berjamaah, pembacaan Juz Amma/Yasin,
peringatan hari besar Islam, serta doa sebelum dan sesudah belajar. Nilai disiplin
ditanamkan melalui tata tertib sekolah yang harus ditaati. Sedangkan nilai tanggung
jawab dikembangkan melalui kegiatan seperti menyelesaikan tugas dengan standar
terbaik, berani mengakui kesalahan, dan menanggung risiko atas perbuatan sendir
Birr Al-Wâlidayn Para Nabi dalam Kisah-kisah Al-Qur’an (Studi Tafsir Tematik)
Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya nilai berbakti kepada orang
tua sebagai ajaran fundamental dalam Islam, yang tercermin dalam kisah para Nabi.
Birr Al-Wâlidayn merupakan salah satu akhlak utama yang disebutkan dalam Al
Qur’an dan sering dikaitkan dengan ketauhidan, sehingga memiliki kedudukan
yang tinggi dalam ajaran Islam. Namun, kajian yang secara khusus menganalisis
ayat-ayat Al-Qur’an serta bentuk-bentuk Birr Al-Wâlidayn dalam kisah para Nabi
masih terbatas. Maka peneliti akan menggali dan mengkaji lebih dalam aspek
tersebut melalui pendekatan tematik terhadap kisah-kisah para Nabi dalam Al
Qur’an.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang
membahas Birr Al-Wâlidayn dalam kisah para Nabi serta menganalisis bentuk
bentuk berbaktinya, sehingga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam
tentang konsep berbakti kepada orang tua dalam perspektif Al-Qur’an.
Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan
pendekatan deskriptif kualitatif dan tafsir tematik. Pendekatan ini digunakan untuk
mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Birr Al-Wâlidayn serta
menganalisis kisah-kisah para Nabi dalam Al-Qur’an untuk mengidentifikasi
bentuk-bentuk Birr Al-Wâlidayn.
Penelitian ini menemukan bahwa Birr Al-Wâlidayn para nabi dalam Al-Qur’an
dijelaskan melalui istilah seperti Ihsân, Karîma, Ma’ruf, Birr, dan Dzulli, dengan
fokus pada enam nabi: Nuh as, Ibrahim as, Ismail as, Yusuf as, Sulaiman as, Yahya
as, dan Isa as. Nilai tersebut tercermin dalam empat bentuk: Sikap, seperti
penghormatan kepada orang tua di tengah perbedaan (QS. Maryam [19]: 42-47),
ketaatan dalam ujian iman (QS. Ash-Shaffât [37]: 102), akhlak mulia tanpa
kesombongan (QS. Maryam [19]: 14), dan bakti kepada orang tua tunggal (QS.
Maryam [19]: 32); Kata, seperti penggunaan tutur kata lembut (QS. Maryam [19]:
45), ucapan tunduk kepada orang tua atas perintah Ilahi (QS. Ash-Shaffât [37]:
102), dan penghormatan meski dalam kedudukan tinggi (QS. Yûsuf [12]: 100);
Perbuatan, seperti membantu orang tua dalam tindakan nyata (QS. Al-Baqarah [2]:
127) dan memuliakan orang tua (QS. Yûsuf [12]: 99-100); serta Doa, berupa
permohonan ampunan untuk orang tua (QS. At-Taubah [9]: 114), doa untuk anak
yang menolak iman (QS. Hud [11]: 45-46), dan rasa syukur atas kehadiran orang
tua (QS. An-Naml [27]: 19
Implementasi Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah SMAN 1 Basarang Kabupaten Kapuas
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya moderasi beragama sebagai
fondasi terciptanya harmoni sosial di tengah masyarakat Indonesia yang
multikultural. Dalam konteks pendidikan, khususnya pada pembelajaran
Pendidikan Agama Islam (PAI), penerapan nilai-nilai moderasi beragama menjadi
sangat krusial untuk membentuk karakter siswa yang toleran, inklusif, dan mampu
menghargai perbedaan. Namun, implementasi moderasi beragama di sekolah masih
menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemahaman guru, resistensi
sebagian siswa, serta keterbatasan media pembelajaran yang relevan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana implementasi
moderasi beragama dalam pembelajaran PAI di SMAN 1 Basarang, strategi yang
digunakan guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai moderasi, serta hambatan yang
dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama di
SMAN 1 Basarang dilakukan melalui pengembangan kurikulum yang
mengintegrasikan nilai-nilai toleransi, dialog, dan anti-kekerasan, serta penggunaan
metode pembelajaran partisipatif. Guru PAI juga berperan sebagai teladan dalam
menerapkan sikap moderat di lingkungan sekolah. Dampaknya, siswa
menunjukkan peningkatan sikap saling menghargai dan mampu berinteraksi secara
harmonis dengan teman yang berbeda latar belakang agama dan budaya. Namun,
ditemukan beberapa hambatan seperti masih adanya pandangan eksklusif di
kalangan siswa dan keterbatasan sumber belajar yang kontekstual.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi moderasi
beragama dalam pembelajaran PAI di SMAN 1 Basarang telah berjalan cukup
efektif, meskipun masih terdapat tantangan yang perlu diatasi. Penelitian ini
merekomendasikan perlunya pelatihan bagi guru tentang moderasi beragama,
pengembangan media pembelajaran yang relevan, serta kolaborasi dengan berbagai
pihak untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif
Upaya Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Kelas 5 MIN 2 Banjarmasin
Literasi merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting
dalam pendidikan, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam
memahami dan mengaplikasikan berbagai bentuk teks, baik itu bacaan naratif
maupun deskriptif. Oleh karena itu, upaya guru sangat krusial dalam menciptakan
metode pembelajaran yang efektif, menarik, dan mampu merangsang minat serta
kemampuan literasi siswa. Tantangan yang dihadapi oleh guru di MIN 2
Banjarmasin meliputi keterbatasan sumber daya, pendekatan pengajaran yang
kurang variatif, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar dalam
mengembangkan kebiasaan membaca di luar kelas. Semua hal ini berpotensi
memengaruhi hasil literasi siswa yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui upaya dan hambatan guru dalam meningkatkan kemampuan literasi
siswa kelas 5 MIN 2 Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian atau orang
yang menjadi narasumber dalam penelitian ini adalah wali kelas 5A dan 5B,
sedangkan objek penelitian yang dikaji yaitu upaya guru dalam meningkatkan
kemampuan literasi siswa kelas 5 MIN 2 Banjarmasin., Pengumpulan data
dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis
data dilakukan dengan tahap pemilihan data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian yang didapat pada upaya guru dalam meningkatkan
kemampuan literasi siswa di kelas 5 MIN 2 Banjarmasin, terkait dengan motivasi
dan keteladanan guru terhadap siswa dengan cara melaksanakan program membaca
15 menit setiap pagi, mengidentifikasi kebutuhan literasi siswa metode yang
digunakan antara lain membaca bersama, mengintegrasikan literasi dalam berbagai
mata pelajaran, kolaborasi antara guru, dan kepala sekolah, serta melibatkan orang
tua untuk memperkuat pengembangan literasi melalui integrasi literasi dalam
berbagai mata pelajaran dan kegiatan membaca bersama di rumah. Secara
keseluruhan, pendekatan ini memberikan dampak positif signifikan terhadap
keterampilan literasi siswa.
Faktor penghambat guru dalam meningkatkan
kemampuan literasi siswa kelas 5 MIN 2 Banjarmasin adalah meliputi keterbatasan
waktu, rendahnya minat baca, dan kebiasaan membaca mandiri yang kurang.
Fasilitas dan bahan bacaan yang terbatas juga memperburuk kondisi ini, ditambah
dengan dukungan orang tua yang terbatas dan koordinasi antar guru yang kurang
optimal
Minat Anak Desa Riam Adungan Kecamatan Kintap Bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan Kecamatan Kintap Kabupaten Tanah Laut
Minat anak untuk bersekolah merupakan faktor penting yang
mempengaruhi proses Pendidikan. Namun dalam kenyataannya di Desa Riam
Adungan Kecamatan Kintap ditemukan bahwa masih terdapat anak-anak usia
sekolah dasar yang tidak bersekolah secara rutin, bahkan ada yang putus sekolah.
Selain itu, sebagian anak terlihat kurang berminat untuk bersekolah, terutama
karena harus membantu orang tua bekerja atau karena akses menuju sekolah cukup
sulit.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat anak-anak Desa Riam
Adungan Kecamatan Kintap untuk bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan dan
mendeskripsikan faktor internal dan eksternal minat anak-anak Desa Riam
Adungan Kecamatan Kintap untuk bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Field Reserch)
dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 orang
guru dan 12 orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara
dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan
data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat anak-anak Desa Riam Adungan
untuk bersekolah di UPTD SDN 2 Riam Adungan tercermin melalui berbagai
indikator, seperti perasaan senang, keterlibatan aktif, ketertarikan, dan perhatian
terhadap proses pembelajaran. Minat tersebut dipengaruhi oleh faktor internal,
yakni kondisi kesehatan fisik yang mendukung kehadiran dan fokus belajar, serta
aspek psikologis seperti motivasi, rasa percaya diri, dan rasa nyaman dalam
lingkungan sekolah. Selain itu, faktor eksternal yang memengaruhi terdiri dari tiga
aspek utama, yaitu keluarga, sekolah, dan lingkungan masyaraka
Pengaruh Literasi Halal dan Nilai Religiusitas Terhadap Konsumsi Produk Kosmetik Halal pada Masyarakat Kecamatan Bati-Bati
Konsumsi produk halal, termasuk kosmetik, mengalami peningkatan
signifikan seiring dengan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya produk yang
sesuai syariat Islam. Namun, observasi awal di Kecamatan Bati-Bati menunjukkan
bahwa label halal dan nilai religiusitas belum menjadi pertimbangan utama dalam
pembelian kosmetik. Banyak masyarakat lebih mengutamakan harga dan tren
dibanding kehalalan produk. Fenomena ini mencerminkan adanya kesenjangan antara
potensi industri halal dan kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi produk halal.
Literasi halal berperan dalam membantu konsumen memahami kandungan produk
secara syar’i, sementara religiusitas mencerminkan sejauh mana keyakinan
memengaruhi perilaku konsumsi. Tujuan atas penelitian ini yakni menguji pengaruh
literasi halal dan religiusitas terhadap konsumsi kosmetik halal di wilayah kecamatan
Bati-Bati. Penelitian ini mempergunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan
metode regresi berganda. Data diperoleh melalui penelitian kuesioner dan dianalisis
mempergunakan perangkat lunak SPSS versi 22. Temuan penelitian memperlihatkan
bahwasanya nilai religiusitas dan literasi halal memengaruhi signifikan tingkat
konsumsi kosmetik halal di wilayah tersebut
Upaya Guru Kelas dalam Menangani Perilaku Perundungan Peserta Didik Kelas V SDN Gambut 10
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa sekolah, sebagai
lembaga pendidikan, sering kali menjadi tempat terjadinya tindakan kekerasan
seperti perundungan yang dianggap wajar oleh sebagian pihak. Kondisi ini
mendorong peneliti untuk mengkaji upaya guru dalam menangani perilaku
perundungan yang terjadi pada siswa kelas V di SDN Gambut 10.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan
oleh guru kelas dalam menangani perilaku tersebut, serta untuk mengetahui bentuk
dan dampak perilaku perundingan yang terjadi pada peserta didik kelas V SDN
Gambut 10.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode
observasi, wawancara, dan dokumentasi. observasi digunakan untuk pengambilan
data dengan menggunakan mata tanpa menggunakan pertolongan alat standar lain
untuk keperluan. Sedangkan wawancara dan dokumentasi digunakan untuk
menggali informasi dan data tentang seseorang, objek, saran, prasarana pendidikan
dan dokumentasi sekolah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif dengan melakukan
pembinaan kepada pelaku, memberikan dukungan emosional kepada korban,
melibatkan orang tua, serta bekerja sama dengan pihak sekolah dan komunitas
TPPK serta. perundungan terjadi dalam berbagai bentuk, seperti verbal (ejekan fisik
dan latar belakang ekonomi), fisik (kekerasan ringan hingga sedang), dan sosial
(pengucilan dan penyebaran gosip), yang umumnya terjadi di luar pengawasan
guru. Perilaku ini berdampak serius pada korban, baik secara psikologis (stres,
kecemasan, rendah diri), akademik (penurunan motivasi belajar dan prestasi),
maupun sosial (kesulitan berinteraksi dan merasa terisolasi)..
Berdasarkan kesimpulannya, guru berperan aktif dalam menangani kasus
melalui bimbingan, pemberian sanksi edukatif, serta kerja sama dengan orang tua
dan pihak sekolah. Perundungan di kelas V SDN Gambut 10 terjadi dalam bentuk
verbal, fisik, dan sosial, yang berdampak negatif pada kondisi psikologis,
akademik, dan sosial sisw
Novel The Forty Rules of Love Karya Elif Shafak Perspektif Rabi’ah al-Adawiyah: Studi Keabadian Cinta
Penelitian ini membahas konsep keabadian cinta dalam novel The Forty
Rules of Love karya Elif Shafak, dengan pendekatan pemikiran Rabi‟ah al
Adawiyah tentang mahabbah (cinta Ilahi). Dalam novel ini, cinta tidak hanya
digambarkan sebagai relasi antar manusia, tetapi juga sebagai jalan menuju cinta
hakiki kepada Tuhan. Keabadian cinta dalam novel ini tampak dalam perjalanan
spiritual para tokohnya, yang menunjukkan bahwa cinta sejati tidak berakhir
dengan kematian atau perpisahan, melainkan terus hidup dalam kesadaran dan
transformasi jiwa. Konsep ini memiliki keterkaitan erat dengan ajaran mahabbah
Rabi‟ah al-Adawiyah, yang menekankan bahwa cinta yang abadi adalah cinta
yang membawa seseorang semakin dekat kepada Tuhan, bukan sekadar
keterikatan kepada makhluk.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research). Sumber data primer dalam penelitian ini adalah
novel The Forty Rules of Love, sedangkan sumber sekunder meliputi berbagai
literatur yang berkaitan dengan tasawuf, khususnya pemikiran Rabi‟ah al
Adawiyah tentang mahabbah. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi
(content analysis) dengan pendekatan eksplanatif, yang bertujuan untuk menggali
makna dan relevansi ajaran mahabbah terhadap perjalanan cinta dan spiritual
tokoh-tokoh dalam novel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perjalanan cinta dalam novel ini
merefleksikan prinsip-prinsip mahabbah yang diajarkan oleh Rabi‟ah al
Adawiyah. Ella Rubinstein yang awalnya terjebak dalam kehidupan yang
monoton, mengalami transformasi setelah bertemu dengan Aziz Z. Zahara. Aziz
mengajarkan bahwa cinta sejati tidak hanya terbatas pada hubungan duniawi,
tetapi merupakan jalan menuju Tuhan. Kematian Aziz tidak mengakhiri
perjalanan spiritual Ella, melainkan menjadi awal pemahaman yang lebih
mendalam tentang hakikat cinta yang abadi. Demikian pula, hubungan antara
Jalaluddin Rumi dan Shams Tabrizi, menggambarkan bagaimana cinta sejati
membawa seseorang menuju kesadaran ketuhanan. Kehilangan Shams justru
menjadi titik balik bagi Rumi, untuk menemukan cinta yang lebih tinggi, yang
kemudian ia tuangkan dalam syair-syair sufinya. Novel The Forty Rules of Love
tidak hanya mengisahkan perjalanan cinta biasa, tetapi juga merepresentasikan
konsep keabadian cinta yang sesuai dengan perspektif mahabbah Rabi‟ah al
Adawiyah. Cinta yang benar-benar abadi bukanlah yang bergantung pada kehadiran fisik seseorang, tetapi yang terus hidup dalam spiritualitas dan
membawa seseorang semakin dekat kepada Tuhan