Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Kepemimpinan Spritual K.H.Ahmad Anshari (Studi Kasus Pada Pondok Pesantren Qur’an Al Anshari Banjarmasin)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran pemimpin spiritual menjadi sangat
penting dalam Islam. Mereka seringkali memiliki otoritas dan pengaruh yang kuat
dalam komunitas Islam. Kepemimpinan spiritual dapat menciptakan ikatan
emosional yang kuat antara pemimpin dan santri.
Kepemimpinan Spiritual adalah suatu bentuk kepemimpinan yang
mengintegrasikan dimensi keduniawian (secular) dengan dimensi spiritual atau
keilahian (sacred). Tujuan dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi,
menganalisis, dan mengevaluasi model kepemimpinan spiritual yang diterapkan
oleh KH Ahmad Ansari dan dampaknya terhadap kualitas pendidikan Islam di
Banjarmasin.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan
menggunakan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dimulai dari orientasi dan
interview, eksplorasi dan observasi, diakhiri dengan mengumpulkan data.
Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Model kepemimpinan
spiritual KH. Ahmad Anshari merujuk kepada pola kepemimpinan yang diterapkan
oleh Nabi Muhammad SAW yang mampu mengembangkan kepemimpinan yang
paling ideal dan sukses dengan sifat-sifatnya yang utama, yaitu siddiq, amanah,
tabligh, dan fathanah. Kepemimpinan seorang ketua disebuah organisasi sangat
memepngaruhi organisasi yang dipimpinnya. Perkembangan manajemen
Pendidikan di Indonesia saat ini jika menggunakan model kepemimpinan spiritual
KH. Ahmad Ansari tentu akan sangat baik, hal ini didasari bahwa asal dari
manajemen kepemimpinan KH. Ahmad Anshari ini beliau contoh dari Rasulullah
SAW. Kita sebagai umat Islam berkeyakinan bahwa sebaik-baik model dalam hal
apapun adalah dari Rasulullah SA
استخدام طريقة الحفظ في تعليم المفردات لطلبة مدرسة الإخوان المتوسطة الاسلامية بنجرماسين = Penggunaan Metode Menghafal Dalam Pembelajaran Mufradat Untuk Siswa Kelas Sembilan di MTs Al-ikhwan Banjarmasin
Penelitian ini menjelaskan tentang penggunaan Metode menghafal dalam
pembelajaran bahasa Arab untuk siswa kelas 9 MTs Al-Ikhwan Banjarmasin.
Adanya pembelajaran mufradat yang khusus ini selain dengan tujuan memperlancar
percakapan siswa juga sebagai perantara untuk mempermudah para siswa dalam
mempelajari bahasa Arab khususnya membaca teks berbahasa Arab.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dan
jenisnya penelitian bersifat kualitatif. Dan mendapatkan data dalam penelitian,
Peneliti menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian ini adalah guru menggunakan metode hafalan dalam
mengajarkan kosakata dan ada beberapa proses diantaranya: guru dan siswa
membaca mufradat bersama-sama, guru menanyakan arti dari mufradat tersebut,
siswa menulis ulang mufradat yang telah diajarkan oleh guru, guru akan menyuruh
membuat satu kalimat dari mufradat yang telah diajarkan, dan menghafalkan
mufradat yang telah dipelajari.
Menggunakan metode menghafal dalam evaluasi pembelajaran mufradat
dengan tujuan agar memudahkan mereka melakukan percakapan dengan bahasa
Arab selain itu memudahkan murid dalam membaca beberapa teks bahasa arab
yang ada didalam buku khususnya bagian hiwar dengan qiraah dan hukumannya
adalah berdiri didepan kelas jika tidak menghafal mufradat.
Disisi lain ada faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penggunaan
metode menghafal dalam pembelajaran mufradat yaitu dari faktor pendukung
adalah banyaknya minat terhadap mata pelajaran bahasa arab dan bisa membantu
dalam melakukan percakapan (hiwar) teks bahasa Arab dalam buku. Sedangkan
faktor penghambat adalah ada beberapa siswa yang tidak lancar berbahasa Arab
dikarenakan kurang lancarnya membaca Al-Quran bahkan sampai ada yang tidak
bisa baca sama sekali, selain itu ada murid yang kurang minat dan tidak serius
belajar bahasa Arab.
Dalam penelitian tersebut menjelaskan bagaimana proses pembelajaran
mufradat dengan menggunakan metode menghafal yang dimana menemtepatkan
metode manghafal kedalam evaluasi mereka beserta dengan faktor pendukung dan
faktor penghambat dalam menggunakan metode tersebut dalam pembelajaran
mufrada
Pengembangan Buku Saku Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Terhadap Hama Walang Sangit pada Tanaman Padi
Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari bahan alami, salah
satunya ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) yang digunakan untuk
mengendalikan hama walang sangit pada tanaman padi. Daun sirsak mengandung
senyawa metabolit sekunder seperti acetogenins, flavonoid, saponin, tanin, dan
alkaloid yang mampu mengganggu sistem metabolisme, pencernaan, serta
pernapasan serangga sehingga menyebabkan kematian hama tersebut. Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh pestisida nabati ekstrak daun sirsak
terhadap hama walang sangit dan mendeskripsikan validitas buku saku berjudul
“Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Terhadap Hama Walang Sangit pada
Tanaman Padi”.
Jenis penelitian ini adalah Educational Design Research yang terdiri dari
tiga tahapan, yaitu tahap pendahuluan (Preliminary Research), tahap
pengembangan atau pembuatan prototipe (Development or Prototying Phase),
tahap evaluasi atau penilaian (Assesment Phase) namun, dibatasi hanya pada
pengembangan atau pembuatan prototipe (Development or Prototying Phase).
Penelitian ini menghasilkan produk berupa buku saku yang dikembangkan
berdasarkan hasil eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)
dengan 6 perlakuan, konsentrasi yang digunakan yaitu K, P1: 2%, P2: 5,6%, P3:
10%, P4: 20%, P5: 40%. Buku saku kemudian di evaluasi dengan menggunakan
desain evaluasi formatif tessmer yang dibatasi pada tahap uji pakar. Data
dianalisis secara kuantitafif dengan menggunakan uji probit LC50 untuk menguji
keefektifan pestisida nabati ekstrak daun sirsak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun sirsak efektif
meningkatkan mortalitas hama walang sangit, dengan konsentrasi 40% sebagai
konsentrasi terbaik dalam memberikan pengaruh terhadap kematian hama.
Senyawa acetogenins, flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid dalam ekstrak daun
sirsak bekerja secara sinergis dalam mengganggu fisiologi, metabolisme, dan
pencernaan serangga. Hasil uji validitas buku saku yang dikembangkan pada
aspek bahasa diperoleh persentase 84%, aspek materi diperoleh persentase 84%,
aspek media diperoleh persentase 84% dengan persentase rata-rata sebesar 84%
dengan kategori cukup valid artinya buku saku dapat digunakan namun perlu
revisi kecil
Komunikasi Transendental Dalam Proses Ruqyah Syar’iyyah (Studi Pada Rumah Ruqyah Nursyifallah Kota Banjarmasin)
Ruqyah Syar’iyyah adalah metode pengobatan yang
berlandaskan pada Al-Qur’an dan hadis, di mana praktik ini tidak
hanya melibatkan interaksi fisik tetapi juga aspek spiritual antara
peruqyah, pasien, dan Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis proses komunikasi transendental yang terjadi dalam
ruqyah Syar’iyyah di Rumah Ruqyah Nursyifallah Kota Banjarmasin.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus,
penelitian ini berfokus pada dinamika komunikasi antara peruqyah dan
pasien, serta pemahaman mereka terhadap dimensi spiritual yang
terlibat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi
transendental dalam ruqyah Syar’iyyah di Rumah Ruqyah Nursyifallah
terwujud melalui tiga bentuk utama: (1) komunikasi verbal berupa doa
dan ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan oleh peruqyah; (2)
komunikasi nonverbal melalui sentuhan dan isyarat tangan yang
dimaksudkan untuk memberikan sugesti positif ; dan (3) komunikasi
intrapersonal berupa keyakinan dan kepasrahan pasien kepada Allah
SWT. Komunikasi ini membangun interaksi spiritual yang bertujuan
menyembuhkan pasien dari gangguan fisik maupun nonfisik.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi dalam ruqyah
Syar’iyyah merupakan sebuah proses komunikasi transendental yang
holistik, di mana keyakinan pasien dan peruqyah kepada Allah SWT
menjadi fondasi utamany
Kolaborasi Guru PAI dan Guru Kelas dalam Implementasi Deep Learning di SDN Simpang Empat 2
Kurikulum Deep Learning yang menekankan pada prinsip Mindful,
Meaningful, dan Joyful Learning menuntut adanya transformasi pembelajaran yang
terintegrasi dan mendalam. SDN Simpang Empat 2 sebagai satuan pendidikan dasar
berupaya menerapkan konsep ini, di mana keberhasilannya sangat bergantung pada
sinergi antara Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Guru Kelas dalam
menanamkan nilai spiritual serta kemampuan berpikir kritis secara utuh kepada
peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kolaborasi
antara Guru PAI dan Guru Kelas, menganalisis peran serta kontribusi masing
masing guru, dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam implementasi
Deep Learning di SDN Simpang Empat 2.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan dewan guru, serta dokumentasi.
Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk kolaborasi instruksional
yang terencana (perencanaan, pelaksanaan, evaluasi) belum berjalan di SDN
Simpang Empat 2; guru cenderung menyusun perangkat ajar dan mengajar secara
individual. Satu-satunya bentuk interaksi yang terbentuk adalah kolaborasi reaktif
(insidental) yang bersifat informal untuk menangani permasalahan perilaku siswa.
(2) Peran dan kontribusi guru dalam Deep Learning dijalankan melalui inisiatif
individual yang terpisah; Guru PAI berkontribusi pada Mindful dan Meaningful
Learning melalui internalisasi nilai spiritual, sedangkan Guru Kelas berkontribusi
pada Meaningful dan Joyful Learning melalui pendekatan rasionalitas dan
penciptaan suasana kelas yang menyenangkan. (3) Tantangan utama dalam
kolaborasi meliputi pemahaman konsep Deep Learning yang masih dangkal,
ketiadaan model rujukan (role model) praktis, desain pelatihan yang terpisah antar
mata pelajaran, serta keterbatasan waktu akibat beban administrasi yang pada
تأثير العوامل غير اللغوية على إتقان اللغة العربية لطالبات الصف الإعدادي في معهد دار الهجرة للبنات مارتابورا = Pengaruh Faktor Non-Linguistik Terhadap Penguasaan Bahasa Arab Santriwati Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri Martapura
Kurangnya optimalisasi hasil belajar bahasa Arab di pesantren tidak hanya berasal dari faktor linguistik tetapi juga dipengaruhi faktor psikologis dan lingkungan belajar. Penelitian ini menganalisis pengaruh tujuh faktor non-linguistik motivasi dan minat, sarana belajar, kompetensi guru, metode pembelajaran, waktu belajar, lingkungan belajar, serta kepercayaan diri terhadap penguasaan bahasa Arab santriwati kelas intensif Pondok Pesantren Darul Hijrah Putri.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional melalui total sampling. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert sebanyak 41 butir dan tes objektif 20 soal. Berdasarkan uji korelasi Pearson, seluruh variabel memiliki nilai signifikansi > 0,05, sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara ketujuh faktor non-linguistik dengan penguasaan bahasa Arab. Seluruh faktor menunjukkan adanya hubungan positif dengan penguasaan bahasa Arab. Tingkat korelasinya berkisar dari kategori sedang hingga sangat lemah. Dengan demikian, hipotesis penelitian yang menyatakan adanya pengaruh signifikan faktor non-linguistik terhadap penguasaan bahasa Arab ditolak, karena hubungan yang ditemukan tidak signifikan secara statisti
The Practice of Daily Vocabulary Repetition In English Speaking Skills at an Islamic Boarding School = Praktek Pengulangan Kosakata Harian dalam Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris di Pondok Pesantren
This study investigates the practice of daily vocabulary repetition and its
influence on the speaking skills of eighth-grade students from classes 8A and 8B at
Darul Hijrah Islamic Boarding School for Female. The research employed a
qualitative case study design to gain an in-depth understanding of the phenomenon
within its real-life context. The participants consisted of nine female students from
Grade 8 (three students from class 8A and six students from class 8B) and one
English teacher. Data were collected through observations, interviews, and
documentation. The findings reveal that daily vocabulary repetition is implemented
systematically through morning and evening sessions led by the OSDA Language
Section. During these sessions, students repeat newly introduced vocabulary,
practice using the words in sentences, and apply them in daily communication. The
results indicate that daily vocabulary repetition contributes positively to students’
speaking development, particularly in terms of fluency, pronunciation, and
confidence. Students are able to recall vocabulary more quickly, construct
sentences more accurately, and speak more naturally in both formal and informal
settings. In addition, the routine enhances students’ motivation and discipline in
learning English. Overall, the findings demonstrate that daily vocabulary repetition
is an effective and sustainable strategy for improving students’ speaking
proficiency while creating a supportive English learning environment
Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis VAK Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Fluida
Hasil belajar fisika pada materi fluida statis di SMA Darul Hijrah Putri
masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh metode pembelajaran yang
belum sepenuhnya mengakomodasi perbedaan gaya belajar peserta didik. Setiap
siswa memiliki kecenderungan belajar yang berbeda, seperti visual, auditori, dan
kinestetik, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang adaptif dan berpusat
pada peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi berbasis model VAK menjadi
salah satu alternatif yang dapat menjawab kebutuhan tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi berbasis
VAK pada materi fluida, mengetahui perbedaan hasil belajar berdasarkan gaya
belajar, dan menganalisis efektivitas pembelajaran berdiferensiasi berbasis VAK
terhadap hasil belajar fisika peserta didik.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group
pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 20 peserta didik kelas XI D yang
ditentukan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket
identifikasi gaya belajar, tes hasil belajar (pretest–posttest), serta lembar observasi
keterlaksanaan pembelajaran. Analisis data dilakukan melalui uji Kruskal-Wallis,
uji Paired Sample T-test dan Wilcoxon, dan perhitungan N-gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran
berdiferensiasi berbasis VAK mencapai 98% dengan kategori sangat baik. Tidak
terdapat perbedaan signifikan hasil belajar berdasarkan gaya belajar. Namun,
terdapat peningkatan signifikan antara nilai pretest dan posttest pada sebagian besar
siswa, dengan nilai rata-rata N-gain sebesar 0,75 yang termasuk kriteria tinggi dan
efektivitas sebesar 63,6% yang termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian,
pembelajaran berdiferensiasi berbasis VAK terbukti efektif dalam meningkatkan
hasil belajar fisika pada materi fluida statis
Exploring English Language Engagement through Experiential Learning: A Case Study of Students in Desa Lonthoir, Banda Neira.
This study explored how experiential learning promoted students’
engagement specifically behavioural, emotional, and cognitive engagement and the
challenges they faced in learning English in a remote school setting at SMPN 94
Maluku Tengah. Data were gathered through online semi-structured interviews with
five students from mixed-grade classes and classroom observations using a
qualitative descriptive approach with a case study design. Singing, role-playing, and
the "Dream Tree" project were among the experiential learning tasks used to
explore how students engaged with English in relevant, contextualized settings.
These findings showed that students' levels of engagement varied, with seventh and
eighth graders showing higher enthusiasm, confidence, and willingness to
contribute than ninth graders, who tended to be hesitant and self-conscious.
Activities such as singing "Que Sera Sera" encouraged students to improve their
pronunciation in a joyful and emotionally supportive vibe, while role-playing and
Dream Tree creation motivated them to use fresh phrases with creativity and
reflection. However, students also faced a number of challenges, such as lack of
vocabulary, learning anxiety, difficulties interpreting English instructions, and
limited access to relevant learning materials. Although these challenges, the
experiential approach improved students' motivation, confidence, and language
application by allowing them to relate what they learned in the classroom to real-
world situations. Overall, the study finds that by encouraging meaningful language
use and active involvement, experiential learning provides a flexible and successful
method for improving English training in remote areas. The findings provide
insights for teachers, volunteers, and educational stakeholders seeking to improve
English learning experiences in under-resourced setting