Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Penerapan Fungsi Manajemen dalam Mengelola Kegiatan Keagamaan Masjid Jami Hidayatullah Tabalong
Di Masjid Jami Hidayatullah Tabalong menerapkan fungsi manajemen di
kegiatan keagamaannya seperti selalu melakukan musyawarah bersama pengurus
masjid untuk membuat perencanaan, menyusun jadwal kegiatan. Pengorganisasian
Masjid Jami Hidayatullah Tabalong sudah melakukan pembagian tugas.Letak
masjidnya sangat strategis, Masjid Jami Hidayatullah Tabalong selain melakukan
kegiatan PHBI (peringatan hari besar islam) juga melakukan Kegiatan keagamaan
seperti pengajian rutin, maulid habsyi, pembacaan burdah yang sudah terlaksana
rutin setiap minggunya.Rumusan masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana
penerapan fungsi manajemen kegiatan keagamaan di Masjid Jami Hidayatullah
Tabalong serta Faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi penerapan
fungsi manajemen kegiatan keagamaan Masjid Jami Hidayatullah Tabalong.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan
dengan pendekatan kualitatif, dimana sebanyak 4 orang yang telah diwawancarai
yaitu pengurus dan juga jamaah Masjid Jami Hidayatullah Tabalong sebagai objek
penelitian. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni teknik
observasi, dokumen, dan wawancara yang terstruktur.
Hasil penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa perencanaan pengurus
masjid Jami Hidayatullah Tabalong selalu melakukan musyawarah bersama.
Pengorganisasian Masjid Jami Hidayatullah Tabalong sudah melakukan pembagian
tugas kesetiap pengurus. Dalam pelaksanaan kegiatan di Masjid Jami Hidayatullah
Tabalong dilakukan oleh semua pihak tidak terpaku pada pengurus masjid saja.
Pengawasan di Masjid Jami Hidayatullah Tabalong seperti ketentuan-ketentuan
yang direncanakan dapat sesuai pada pelaksanaannya. Faktor pendukung Masjid
Jami Hidayatullah Tabalong seperti: pendanaan yang memadai, jumlah jamaah
yang lumayan banyak, dan adanya pelaksanaan haul guru sekumpul. Faktor
penghambat Masjid Jami Hidayatullah Tabalong seperti: terbatasnya para pemuda
yang dengan sukarela melakukan kegiatan-kegiatan yang ada di Masjid atau
kurangnya kader muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan Islam di Masjid
dan jadwal pengajian subuh yang tidak teratur
Pendampingan Peningkatan Literasi Keuangan pada Sekolah Menengah Atas 1 di Desa Paramasan Bawah Kabupaten Banjar
Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang untuk memahami
dan menggunakan informasi keuangan untuk membuat keputusan finansial yang
efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman literasi keuangan
siswa SMA 1 Desa Paramasan Bawah tentang menabung, pengelolaan uang saku,
dan lembaga keuangan dan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang
memengaruhi tingkat literasi keuangan siswa SMA 1 Desa Paramasan Bawah.
Penelitian ini menggunakan metode PAR (Participatory Action
Research), jenis penelitian dalam bentuk pengabdian berupa kegiatan riset yang
diimplementasikan dalam sebuah aksi secara partisipatif oleh peneliti bersama
masyarakat dalam lingkup sosial untuk mencapai suatu perubahan kondisi sosial
ke arah yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan intrumen PreTest dan
PosTest untuk mengukur tingkat literasi keuangan siswa dan juga menggunakan
metode diskusi terarah atau biasa disebut dengan Forum Group Discussion
(FGD).
Berdasarkan dari hasil perhitungan tingkat literasi keuangan siswa
Sekolah Menengah Atas 1 di Desa Paramasan Bawah mendapatkan hasil
perbedaan yang sangat jauh antara sebelum diberikan pendampingan dan setelah
diberikan pendampingan. Pada saat pretest, hasil persentase rata-rata siswa
terbilang begitu rendah yaitu 42,7 % dan saat postest meningkat pesat setelah
diberikan pendampingan yaitu 81,8 %, dari hasil tersebut tingkat pemahaman
literasi keuangan siswa Sekolah Menengah Atas 1 di Desa Paramasan Bawah
mengalami peningkatan
Strategi Guru dalam Menstimulasi Perkembangan Sosial Anak Hiperaktif di Paud RA Ulumul Qur’an Al-Madani dan Pelita Insani Banjarbaru
PAUD Pelita Insani Banjarbaru dan PAUD RA Ulum Al-Madani
Banjarbaru yang memiliki anak hiperaktif, setiap guru di PAUD tersebut memiliki
strategi berbeda dalam menangani anak hiperaktif. Strategi pembelajaran yang
digunakan oleh guru dalam mengajar anak-anak hiperaktif / ADHD (Attention
Deficit Hyperactivity Disorder) memerlukan pendekatan yang khusus dan adaptif
untuk memenuhi kebutuhan unik mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah
mengetahui strategi guru dalam stimulasi perkembangan sosial di PAUD Pelita
Insani Banjarbaru dan PAUD RA Ulum Al-Madani Banjarbaru.
Metode Penelitian ini didasarkan pada metode Kualitatif dengan
pendekatan naratif. Dengen metode ini peneliti melakukan penelitian pada satu atau
lebih individu untuk mengumpulkan data tentang perbandingan kejadian. Subjek
dalam penelitian ini pengajar di PAUD Terpadu Pelita Insani Banjarbaru dan RA
Ulumul Qur’an Al-Madani Banjarbaru yang berjumlah 3 orang guru dan 3 orang
siswa dengan ADHD. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi.Teknik analisis data dalam penelitian ini
menggunakan teknik pengumpulan data, reduksi data dan verifikasi data.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam stimulasi
perkembangan sosial di PAUD Pelita Insani Banjarbaru adalah strategi lingkungan
belajar yang terstruktur dan konsisten serta pendekatan pengajaran berbasis
aktivitas fisik dan interaktif. Sedangkan strategi dan stimulasi kegiatan belajar di
RA Ulumul Qur’an Al-Madani, pendekatan bertahap dengan memberikan
kebebasan kepada anak-anak untuk melakukan aktivitas yang mereka sukai diikuti
dengan pengenalan bertahap pada interaksi sosial. Faktor penghambat dalam
pelaksanaan kegiatan belajar yaitu kurangnya pemahaman dan pengetahuan tentang
ADHD di kalangan guru dan orang tua dapat mengakibatkan pendekatan yang
kurang tepat atau bahkan negatif terhadap anak-anak hiperaktif
Retorika Dakwah dalam Channel YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus
Suatu upaya penyelamatan moral bagi generasi muda Indonesia agar menghasilkan suatu kondisi yang dinamis sesuai dengan pedoman hidup dari Allah SWT adalah melalui dakwah. Ilmu retorika dakwah menjadi disiplin ilmu yang mendukung para pendakwah dalam seni berbicara ketika menyampaikan syariat Islam. Salah satu dai populer yang terkenal pandai menggunakan retorika di dalam dakwah adalah Ustadzah Halimah Alaydrus, terlihat dari jumlah subscriber channel YouTube resmi yang dimiliki mencapai ratusan ribu dengan puluhan juta kali penayangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retorika dakwah dalam channel YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus.
Konten dakwah yang disajikan dalam channel YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus sangat relevan dengan penggunaan retorika dakwah dalam penyampaian syariat Islam hingga dengan sekarang. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari konten YouTube Ustadzah Halimah Alaydrus Channel yang berjudul “Syafaat Nabi Muhammad saat di Dunia”, “Syafaat Nabi Muhammad saat di Mahsyar”, “Syafaat Nabi Muhammad saat di Barzakh” dan “Syafaat Nabi Muhammad saat di Akhirat”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis melalui reduksi data, sajian data kemudian penarikan kesimpulan. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa retorika dakwah yang digunakan Ustadzah Halimah Alaydrus menonjol pada gaya bahasa resmi, gaya bahasa mulia atau bertenaga dan gaya bahasa paralelisme, sedangkan gaya suara menggunakan gaya suara pitch yang bervariasi
Kepercayaan Warga Lembung Gunung Kokop Bangkalan Madura Terhadap Praktik Perdukunan Dalam Perspektif Alfred Schutz
Warga Lembung Gunung mayoritasnya beragama Islam, tetapi masih ada
yang percaya terhadap praktik perdukunan, mereka percaya bahwa dukun
memiliki kemampuan dalam perkara gaib dan mengetahui apa yang akan terjadi
dimasa yang akan datang. Timbulnya kepercayaan warga terhadap dukun itu
disebabkan keinginan terhadap sesuatu, seperti jimat untuk pelaris dagangan, dan
dalam pemilihan kepala desa, untuk mencari jodoh, dan sembuh dari penyakit.
Meski demikian, motivasi utama dan faktor pendorong warga tertarik terhadap
praktik perdukunan masih belum diketahui. Oleh karena itu, fenomena praktik
perdukunan di Desa Lembung Gunung perlu dikaji mendalam dari perspektif
Alfred Schutz.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan
metode penelitian lapangan (field research), dan pendekatan deskriptif guna
menggambarkan suatu fenomena secara detail. Proses pengumpulan data
dalampenelitian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan
studipustaka. Data-data penelitian yang terkumpul selanjutnya dianalisis
menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz.
Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, Ditemukan warga
Desa Lembung Gunung Kokop Bangkalan melakukan praktik perdukunan di luar
wilayah desa, seperti wilayah Banyuwangi, Banjarmasin, dan Banten. Kedua,
bentuk-bentuk kepercayaan warga kepercayaan kepada orang sakti (dukun),
kepercayaan kepada arwah nenek moyang (leluhurnya adalah kuyang),
kepercayaan kepada kekuatan gaib (pagar gaib), dan kepercayaan kepada benda
benda keramat (botol berisi minyak). Ketiga, Analisis fenomenologi Alfred
Schutz terhadap kepercayaan warga terkait praktik perdukunan di desa Lembung
Gunung berdasarkan 3 indikator, yaitu 1) because motive adalah bangkit dari
usaha yang bangkrut, ingin sembuh dari penyakit yang sulit disembuhkan, dan
beralasan praktik perdukunan lebih cepat daripada pengobatan modern, 2) In
Order To Motive adalah ingin usaha maju dan dapat mengikuti pencalonan kepala
desa, dan 3) support motive faktor pendorong adalah orang terdekat, yaitu teman
baik, teman suami, dan anak buah dalam pekerjaan yang memberikan saran untuk
datang ke dukun
Korelasi Kepemimpinan Akademik Kepala Sekolah dengan Budaya Mutu Pendidikan di MAN Insan Cendekia Paser Kalimantan Timur
Saat ini, pendidikan di Indonesia sedang mengalami pasang surut, dengan
berbagai permasalahan yang menjadi tantangan terbesar dalam mewujudkan
pendidikan berkualitas. Sebagai lembaga pendidikan, sekolah memiliki tanggung
jawab besar dalam memberikan pendidikan yang berkualitas. Salah satu faktor
yang mempengaruhi kualitas pendidikan adalah kepemimpinan akademik kepala
sekolah dan budaya mutu pendidikan di sekolah tersebut.
Karakteristik kepemimpinan akademik kepala sekolah menjadi bagian
penting dalam menciptakan budaya mutu yang berkualitas sehingga bisa
menghasilkan kualitas pendidikan yang tinggi. Karakteristik kepemimpinan
akademik kepala sekolah dari Marmmar Mukhopadhyay yaitu, vision Creator,
enthusiastic, empathy, intellectual stimulation, growth mindset, taking people
along, demonstrate genuinesess, dan inspire.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
pengumpulan data melalui angket yang disebarkan kepada peserta didik aktif dan
tenaga pendidik dan kependiidkan MAN Insan Cendekia Paser. Responden dipilih
menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan SEM-PLS
pada aplikasi SmartPLS 3.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan akademik kepala
sekolah berhubungan positif signifikan dengan budaya mutu pendidikan. Oleh
karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai pendidikan
berkualitas, diperlukan kepemimpinan yang efektif dan komitmen semua elemen
di lingkungan pendidikan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah
di Indonesia
Dampak Wisata Religi Makam KH Ahmad Zuhdianoor Dalam Meningkatkan Pendapatan Pedagang Masyarakat Sekitar Makam Di Kelurahan Antasan Kecil Timur Kecamatan Banjarmasin Utar
Salah satu objek Wisata religi Makam KH Ahmad Zuhdianoor adalah ulama
besar yang berpengaruh dan kharismatik yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan.
Makam Guru Zuhdi setiap harinya di datangi oleh para peziarah yang berasal dari
masyarakat lokal maupun luar daerah. Makam Guru Zuhdi setiap hari nya ramai
dikunjungi oleh peziarah yang berpotensi memberikan dampak kepada masyarakat
sekitar sehingga menciptakan peluang usaha dalam melakukan aktivitas menjadi
pedagang. Pedagang yang berjualan di sekitar Makam Guru Zuhdi mendapatkan
pendapatan dari para peziarah. Rumusan masalah dalam penelitian ini ada yaitu
Bagaimana Perekonomian masyarakat sekitar dengan adanya Makam KH Ahmad
Zuhdianoor
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang
menghasilkan data berupa kata-kata atau tindakan baik secara lisan maupun tulisan.
Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Sedangkan jenis
pengumpulan data yang digunakan melalui metode observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek dalam penelitian penulis adalah pedagang yang berjualan
sebelum adanya Makam sebanyak lima orang pedagang yang berjualan disekitar
makam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dampak makam KH Ahmad
Zuhdianoor dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, bagi pedagang yang
berdagang sebelum adanya makam pendapatan mereka maupun sesudah adanya
makam pendapatan mereka mengalami peningkatan karena banyaknya para
pengunjung untuk berziarah ke maka
Optimalisasi Litersi Digital Dalam Pembelajaran Fiqih pada Peserta Didik di Kelas XI MAN 2 Kota Banjarmasin
Perkembangan teknologi digital tentu merubah paradigma pendidikan. Jika
dahulu kegiatan belajar dan mengajar terbatas hanya di dalam kelas dan buku teks.
kini, tersedianya internet disertai perangkat digital, maka menemukan informasi
pembelajaran tentu tidak sulit. Melalui pemanafaatan literasi digital secara
maksimal dalam pembelajaran tentu membuat kegiatan proses belajar menjadi
sesuai dengan perkembangannya, relavan, efektif dan menarik.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan optimalisasi literasi
digital dalam pelaksanaan pembelajaran fiqih dan optimalisasi literasi digital
dalam evaluasi pembelajaran fiqih.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) memakai
metode analisis deskriptif kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini yaitu
guru fiqih dan peserta didik kelas XI di MAN 2 Kota Banjarmasin, sedangkan
objek dari penelitian ini yaitu literasi digital dalam pembelajaran. Selain itu,
terdapat pula teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data seperti
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan,
yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi.
Hasil yang didapatkan dalam penelitian optimalisasi literasi digital dalam
pembelajaran fiqih pada peserta didik di kelas XI MAN 2 Kota Banjarmasin yaitu
bahwasanya belum maksimal karena hanya dilakukan oleh satu guru, namun
pengunaan literasi digital dalam evaluasi pembelajaran menunjukan peningkatan
pemahaman konsep dan hasil belajar peserta didik, serta berdampak positif pada
motivasi belajar mereka
Analysis of Speech Act in a TED Talk Video; Robert Waldinger: What Makes a Good Life? Lessons From The Longest Study on Happiness
This research paper analyzes the function of speech acts and their inherent
moral values in Robert Waldinger’s TED Talk, “What Makes a Good Life?”
Lessons from the Most Prolonged Research on Happiness. This research uses
qualitative content analysis to examine the speech acts employed by the speaker
and investigate the moral values encapsulated within them. The findings indicate
three illocutionary acts: representational, directive, and expressive, with
representatives being the most predominant since they communicate factual
information and insights derived from a 75-year Harvard study on happiness. The
research delineates many moral values, classified according to Linda and Eyre’s
paradigm of “Value of Being” and “Value of Giving.” These encompass the virtues
of capability, bravery, fidelity, reliability, love, compassion, benevolence, and
amicability. The analysis implies that cultivating meaningful relationships
markedly improves well-being and life happiness. This research emphasizes the
convergence of pragmatics, public discourse, and ethical implications, providing
insights into the influence of rhetoric on behavioral transformation and the
impartation of significant life lessons. The results enhance the comprehension of
how successful communication impacts personal development, social engagement,
and mental well-being, providing a valuable resource for linguistics, psychology,
and communication studies scholars
Hukum Penggabungan Mandi Janabah Dengan Mandi Jum’at (Studi Komparatif Menurut Imam Ibn Hazm Dan Imam an-Nawawi)
Penelitian ini mengkaji perbedaan pandangan hukum antara Imam Ibn Hazm
dan Imam an-Nawawi mengenai penggabungan mandi Janabah dengan mandi Jum’at.
Mandi Janabah merupakan kewajiban bagi Muslim dalam keadaan junub, sementara
mandi Jum’at adalah sunnah yang sangat dianjurkan sebelum shalat Jum’at. Fokus
penelitian ini adalah menjelaskan pandangan kedua ulama serta alasan di balik
perbedaan pendapat mereka.
Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan
library research. Sumber utama meliputi kitab Al-Muhalla fi Syarh Al-Mujalla karya
Ibn Hazm dan al-Majmû’ Syarah Muhadzdzab karya an-Nawawi. Teknik analisis data
mencakup identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi bahan hukum untuk mengungkap
hubungan antar sumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Imam Ibn Hazm tidak membolehkan
penggabungan kedua mandi dengan alasan dalil yang menekankan keikhlasan niat,
kedudukan niat setap ibadah yang membutuhkan niat berbeda-beda, dan tidak adanya
contoh dari Nabi saw atau sahabat. Sebaliknya, Imam an-Nawawi membolehkan
penggabungan tersebut, mengikuti mazhab Syafi’i yang membolehkan niat mandi
Janabah mencakup mandi Jum’at. Penelitian ini memberikan wawasan tentang
perbedaan interpretasi hukum Islam dan penerapannya sesuai dengan mazhab yang
diikut