Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Pembinaan Mental Agama pada Anak Taman Pendidikan Al-Qur’an Raudhatul Jannah di Kecamatan Labuan Amas Selatan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan mental agama
sejak dini sebagai upaya membentuk mental keagamaan anak sesuai ajaran
Islam. TPA Raudhatul Jannah sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki
peran dalam menanamkan nilai keagamaan melalui pengalaman belajar,
pembiasaan baik, praktik ibadah, hingga keteladanan dari lingkungan sekitarnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembinaan mental agama pada
anak di TPA Raudhatul Jannah Kecamatan Labuan Amas Selatan serta
mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya.
Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana proses pembinaan
mental agama pada anak di TPA Raudhatul Jannah dan apa saja tantangan yang
dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini termasuk dalam penelitian field
research (penelitian lapangan), dengan terjun langsung ke lapangan untuk
melakukan observasi dalam pencarian data yang diperlukan sesuai dengan
rumusan masalah yang akan diteliti penulis. Penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Subjek penelitian terdiri dari kepala TPA serta ustaz/ustazah yang terlibat dalam
pembinaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan mental agama di TPA
Raudhatul Jannah telah berjalan cukup baik melalui kegiatan terstruktur seperti
pembiasaan doa sebelum belajar, kegiatan klasikal, pembelajaran mengaji, serta
praktik ibadah. Pembiasaan akhlak dan keterlibatan anak dalam kegiatan
keagamaan turut mendukung penguatan mental keberagamaan anak. Adapun
tantangan pembinaan meliputi perilaku anak yang beragam, ketidakstabilan
kehadiran, pergaulan yang kurang kondusif, serta kurangnya dukungan optimal
dari sebagian orang tua. Untuk mengatasi hal tersebut, ustaz/ustazah menerapkan
pendekatan individual, mediasi, dan pembiasaan akhlak agar tujuan pembinaan
tetap tercapai serta komunikasi rutin dan koordinasi dengan orang tua agar
proses pembinaan dapat lakukan dengan lebih sejalan
Kewenangan Peradilan Agama Terhadap Kewarisan Hak Cipta
Kewarisan merupakan akibat hukum dari kematian seseorang yang
mengalihkan harta peninggalan kepada ahli warisnya. Dalam konteks hukum
modern, warisan tidak hanya mencakup harta berwujud, tetapi juga harta tidak
berwujud seperti hak cipta yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diwariskan.
Meskipun Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta mengatur
bahwa hak cipta dapat dialihkan melalui pewarisan, undang-undang tersebut tidak
mengatur mekanisme penyelesaiannya di pengadilan. Di sisi lain, dalam praktik
peradilan masih sering terjadi kekeliruan dalam pengajuan perkara waris, di mana
pihak beragama Islam mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri, padahal secara
absolut seharusnya menjadi kewenangan Pengadilan Agama. Fenomena ini
menunjukkan adanya titik singgung kewenangan antara Peradilan Umum dan
Peradilan Agama yang penting dikaji, khususnya dalam konteks kewarisan hak
cipta.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual
(conceptual approach). Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang
Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama, Undang-Undang Nomor 28 Tahun
2014 tentang Hak Cipta, serta literatur hukum positif dan hukum Islam yang
relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peradilan Agama berwenang
memeriksa dan memutus perkara kewarisan hak cipta apabila pewaris beragama
Islam, sebagaimana ditegaskan dalam Buku II Mahkamah Agung dan SEMA
Nomor 4 Tahun 2012 yang menyatakan bahwa kewenangan peradilan ditentukan
berdasarkan agama pewaris, bukan agama ahli waris. Berdasarkan Undang-Undang
Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun
1989 tentang Peradilan Agama, hukum yang digunakan dalam kewarisan di
Peradilan Agama adalah hukum Islam. Hak cipta dipandang sebagai harta kekayaan
tidak berwujud yang dapat diwariskan, sehingga penyelesaiannya di Peradilan
Agama ditempuh melalui permohonan penetapan ahli waris (voluntair) atau
gugatan waris (contentiosa). Dalam praktiknya, proses pembuktian bisa terkendala
apabila ciptaan belum terdaftar karena pendaftaran ciptaan bersifat deklaratif.
Apabila muncul sengketa mengenai hak milik atas ciptaan, kewenangan beralih
kepada Pengadilan Niaga di bawah lingkungan Peradilan Umum. Dengan
demikian, kewenangan Peradilan Agama dalam kewarisan hak cipta terbatas pada
penetapan dan pembagian warisan bagi pewaris Muslim, sedangkan sengketa
kepemilikan ciptaan menjadi kewenangan Pengadilan Niag
Strategi Guru Pai Dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Islam Untuk Mengatasi Efek Negatif Media Sosial Di Kalangan Peserta Didik Sman Sendawar Kabupaten Kutai Barat
Perkembangan media sosial yang pesat di era digital membawa implikasi
serius terhadap perilaku dan karakter peserta didik, khususnya di tingkat sekolah
menengah atas. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berpotensi
menimbulkan berbagai efek negatif, seperti menurunnya disiplin belajar, lemahnya
kontrol diri, penggunaan bahasa yang tidak santun, serta paparan konten yang tidak
sejalan dengan nilai-nilai Islam. Kondisi tersebut menuntut peran strategis guru
Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membimbing peserta didik agar mampu
menyikapi media sosial secara bijak melalui penguatan nilai-nilai keislaman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam
mengintegrasikan nilai-nilai Islam guna mengatasi efek negatif media sosial di
kalangan peserta didik pada tiga Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di
Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, serta mengidentifikasi bentuk-bentuk efek
negatif media sosial yang dialami peserta didik. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian meliputi
guru PAI, peserta didik, dan pihak sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan,
sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan tiga strategi
utama, yaitu strategi preventif, represif, dan kuratif. Strategi preventif dilakukan
melalui penanaman nilai aqidah, ibadah, dan akhlak dalam proses pembelajaran
serta pembiasaan sikap religius di lingkungan sekolah. Strategi represif diterapkan
melalui pembinaan dan penegakan disiplin yang bersifat edukatif terhadap perilaku
peserta didik yang menyimpang akibat penggunaan media sosial. Sementara itu,
strategi kuratif dilakukan melalui pendampingan spiritual dan pembinaan
keagamaan secara berkelanjutan bagi peserta didik yang telah terdampak secara
signifikan. Secara keseluruhan, integrasi nilai-nilai Islam yang dilakukan oleh guru
PAI terbukti berperan penting dalam membentuk kesadaran religius peserta didik
dan meminimalkan efek negatif media sosial dalam kehidupan sehari-har
Pengaruh Pembelajaran Praktikum pada Laboratorium Bank terhadap Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Transaksi Syariah
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran praktikum
laboratorium terhadap peningkatan pemahaman transaksi syariah mahasiswa
Perbankan Syariah UIN Antasari Banjarmasin. Latar belakangnya adalah urgensi
pengalaman praktik langsung dalam membangun kompetensi mahasiswa, di mana
laboratorium berfungsi sebagai sarana simulasi operasional perbankan syariah.
Studi difokuskan pada pemahaman prinsip, prosedur, dan implementasi transaksi
syariah yang belum banyak dikaji spesifik dalam penelitian sebelumnya.
Metode yang digunakan adalah field research kuantitatif. Data dikumpulkan
melalui kuesioner dengan sampel 50 mahasiswa dari populasi 100
(teknik purposive sampling dan rumus Slovin). Analisis data menggunakan uji
regresi linear sederhana dan uji hipotesis (uji t).
Hasil penelitian membuktikan pengaruh signifikan pembelajaran praktikum
terhadap pemahaman transaksi syariah. Nilai t-hitung (3,576) > t-tabel (2,011)
dengan signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien regresi 0,288 menunjukkan bahwa
setiap peningkatan kualitas praktikum sebesar 1 satuan, pemahaman mahasiswa
meningkat 28,8%. Temuan ini menegaskan efektivitas laboratorium sebagai sarana
pendukung pembelajaran teoritis dalam konteks perbankan syaria
Kebahagiaan dalam Pemikiran John Stuart Mill dan al-Ghazali: Analisis Perbandingan
Kebahagiaan merupakan tujuan akhir yang secara universal dicita-citakan
oleh setiap manusia. Namun, pemaknaan beragam terhadap kebahagiaan telah
menjadi topik yang terus diperbincangkan dari berbagai perspektif, baik dari filsafat
Barat maupun filsafat Islam. Salah satu problem utama yang muncul adalah
bagaimana menilai kebahagiaan. John Stuart Mill dan al-Ghazali adalah dua tokoh
dari latar belakang yang berbeda (Barat modern dan Islam klasik) yang sama-sama
menekankan pentingnya kebahagiaan, tetapi dengan pendekatan moral yang khas.
Mill memahami kebahagiaan sebagai kenikmatan yang memiliki nilai kualitatif,
dengan penekanan pada akal, moralitas, dan kemanusiaan. Sementara itu, al
Ghazali memandang kebahagiaan sebagai kesempurnaan jiwa yang dicapai melalui
penyucian batin dan kedekatan dengan Tuhan.
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan terhadap
pemikiran John Stuart Mill dan al-Ghazali mengenai konsep kebahagiaan yang
khususnya berkaitan dengan aspek moralitas, guna menggali perbedaan dan
persamaan mendasar antara keduanya dalam memaknai kebahagiaan sebagai tujuan
hidup manusia yang bermoral.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif
dengan pendekatan studi pustaka (library research), yang dilakukan melalui telaah
deskriptif-komparatif terhadap karya-karya utama maupun sekunder dari kedua
pemikir tersebut, untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan sistematis
mengenai konstruksi pemikiran mereka tentang hubungan antara kebahagiaan dan
moralitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa John Stuart Mill, melalui prinsip
utilitarianisme, menekankan kebahagiaan sebagai kesenangan yang berkualitas
tinggi dan berbasis pada kesejahteraan banyak orang. Sebaliknya, al-Ghazali
memandang kebahagiaan sebagai kedekatan spiritual dengan Tuhan yang dicapai
melalui penyucian jiwa dan ketaatan kepada syariat. Persamaan keduanya terletak
pada penekanan terhadap kualitas kebahagiaan dan pentingnya nilai moral dalam
mencapainya. Namun, perbedaan mendasar terdapat pada orientasi akhir: Mill
berorientasi pada dunia dan masyarakat, sedangkan al-Ghazali
berorientasi pada
akhirat dan hubungan dengan Tuhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
perpaduan antara pendekatan rasionalistik dan spiritual dapat memperkaya
pemahaman moral dan kebahagiaan secara lebih utuh
Strategi Yayasan Sangka Baik dalam Pelaksanaan Program Charger Iman di Kota Banjarbaru
Program Charger Iman adalah salah satu kegiatan dakwah yang
dilaksanakan oleh Yayasan Sangka Baik di Kota Banjarbaru. Latar belakang dari
lahirnya program ini muncul karena keresahan para pendiri yayasan yang merasa
butuh tempat belajar agama yang lebih terbuka, santai, dan mudah diterima oleh
anak muda. Banyak anak muda yang merasa tidak cocok dengan majelis ilmu
tradisional yang dianggap kaku, berat, dan membosankan. Oleh karena itu,
program Charger Iman hadir sebagai bentuk dakwah yang lebih sesuai dengan
kebutuhan dan karakter generasi muda saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi Yayasan
Sangka Baik dalam formulasi, mengimplementasikan, dan mengevaluasi program
Charger Iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus dan
jamaah, serta dokumentasi kegiatan. Teknik analisis data dilakukan melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta triangulasi
untuk menjaga keabsahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Yayasan Sangka Baik dalam
program Charger Iman tidak dibuat secara formal, tetapi berdasarkan niat bersama
untuk berdakwah dengan cara yang ringan dan menarik. Strategi disusun dengan
mempertimbangkan kebutuhan anak muda, menggunakan media sosial untuk
promosi, serta pemilihan tema dan narasumber yang relevan. Pelaksanaan
kegiatan dilakukan setiap malam Jumat di lokasi tetap dengan suasana
kekeluargaan dan santai. Kegiatan diawali dengan salat berjamaah, dilanjutkan
dengan ceramah agama dan sesi tanya jawab. Program ini banyak melibatkan
volunteer atau relawan yang membantu dalam teknis acara, dokumentasi, dan
pengelolaan media. Evaluasi dilakukan secara rutin meskipun tidak formal,
dengan melihat respon jamaah dan masukan yang masuk. Program ini terbukti
memberikan dampak positif, seperti peningkatan pemahaman keagamaan,
semangat ibadah, serta perubahan sikap jamaah dan relawan ke arah yang lebih
baik. Program Charger Iman berhasil menjadi media dakwah yang menarik,
menyentuh, dan sesuai dengan zaman.
vii
Pengembangan Video Animasi Materi Aritmatika Sosial di Kelas VII MTsN 10 Hulu Sungai Selatan Tahun Ajaran 2024/2025
Inovasi bahan ajar dapat menunjang terciptanya pembelajaran yang mandiri
dan kreatif untuk materi aritmatika sosial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
namun membingungkan dan kurangnya media pembelajaran yang mampu
menyajikan materi secara visual dan kontekstual adalah salah satu penyebab
penelitian ini dilakukan. Media yang dikembangkan berupa video animasi yang
menggambarkan kehidupan sehari-hari dengan audio penjelasan.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media video animasi pada
materi aritmatika sosial dengan menilai kevalidan, kepraktisan dan keefektifan.
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development)
yang menggunakan model ADDIE. Jenis data yang diperoleh yaitu data kualitatif
dan kuantitatif. Data kualitatif berupa wawancara, kritik dan saran terhadap produk
pengembangan, sedangkan data kuantitatif berupa skor yang diperoleh dari lembar
validasi yang diisi validator dan responden serta nilai pretest dan posttest peserta
didik.
Hasil penelitian dan pengembangan menghasilkan media video animasi
pada materi Aritmetika Sosial untuk kelas VII MTsN 10 Hulu Sungai Selatan
terbukti valid, praktis, dan efektif. Kualitas produk telah divalidasi oleh ahli materi
dan ahli media dengan kriteria “valid”. Kepraktisan dinilai guru dan peserta didik
pada uji coba kelompok kecil dan besar dengan kriteria “sangat praktis”. Media ini
juga efektif berdasarkan analisis hipotesis yang menunjukkan perbedaan signifikan
hasil belajar (nilai posttest). Sampel penelitian adalah kelas VII F dan VII G
Pengaruh Lingkungan Kelas terhadap Kinerja Akademik Siswa di MAN sekota Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya lingkungan kelas
sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi kinerja akademik siswa.
Lingkungan kelas yang tidak kondusif, seperti pencahayaan yang buruk,
ventilasi yang kurang, serta ruang yang sempit, dapat berdampak negatif
terhadap kenyamanan belajar dan hasil akademik siswa. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap lingkungan kelas,
kinerja akademik mereka, serta untuk menganalisis pengaruh lingkungan
kelas terhadap kinerja akademik siswa di MAN se-Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis
penelitian lapangan dan desain causal predictive modelling. Teknik
pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan secara daring
kepada siswa MAN 1, MAN 2, dan MAN 3 Banjarmasin. Sampel berjumlah
354 siswa yang ditentukan melalui convenience sampling. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan metode Partial Least Square-Structural
Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0.9.9. Uji
validitas dan reliabilitas dilakukan untuk memastikan kualitas Instrument,
serta pengujian hipotesis dilakukan melalui path analysis dengan
bootstrapping.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap
lingkungan kelas berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 1,94, dan
kinerja akademik siswa juga berada pada kategori sangat rendah dengan nilai
rata-rata 1,66. Namun demikian, terdapat pengaruh yang positif dan
signifikan antara lingkungan kelas terhadap kinerja akademik siswa dengan
nilai koefisien jalur sebesar 0.522 dan p-value 0.000. Nilai R-square sebesar
0.272 menunjukkan bahwa 27,2% variasi dalam kinerja akademik siswa
dipengaruhi oleh lingkungan kelas
Gambaran Resiliensi Narapidana dengan Vonis 20 Tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin
Narapidana dengan vonis jangka panjang harus melewati setengah hidupnya
di dalam penjara dan tentu saja hal ini mengakibatkan narapidana mengalami
tekanan psikologis yang berat akibat isolasi sosial dan stigma sosial yang
menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan.
Oleh karena itu, resiliensi sangat penting dimiliki karena dapat membantu
narapidana dalam mengatasi kesulitan yang sedang di alami dan memperbaiki
kesejahteraan psikologis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran
resiliensi narapidana dengan vonis 20 tahun di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Banjarmasin dan faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi tersebut.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis
fenomenologi. Penelitian dilakukan pada 3 orang narapidana dengan vonis 20 tahun
di
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Banjarmasin. Pengumpulan data
menggunakan wawancara mendalam dan alat tes psikologi 16PF. Adapun teknik
analisis data berupa pengambilan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi
atau penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ketiga subjek memiliki
resiliensi yang baik berdasarkan hasil alat tes psikologi 16 PF dan mampu bertahan
serta melewati kondisi sulit selama berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA
Banjarmasin dengan baik melalui berbagai strategi, seperti sikap tenang
menghadapi masalah, mengikuti kegiatan keagamaan, kegiatan positif seperti
berolahraga, tidur teratur dan dukungan sosial dari keluarga. Tujuan hidup yang
ingin dicapai selama berada di Lembaga Pemasyarakatan antara lain menjadi
pribadi yang lebih baik, membahagiakan keluarga dan membangun masa depan.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi meliputi dukungan dari
keluarga, program keagamaan yang membuat narapidana merasa lebih tegar, tabah
dan nyaman. Komunikasi antar narapidana yang baik, saling membantu satu sama
lain, bermain, cerita dan saling menasihati serta memberikan solusi
Implementasi pembelajaran IPS Kelas V Berbasis Budaya lokal di Madratsah Ibtidaiyah Swasta Darul Huda
Pembelajaran IPS merupakan pembelajaran yang sangat penting
dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan keluarga, sekolah dan
masyarakat agar menjadikan generasi yang berkualitas, membentuk
kepribadian yang berkarakter, pembelajaran IPS bukan hanya tentang
interaksi manusia tetapi juga mengenai budaya agar bisa mengetahui apa saja
budaya yang melekat sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan implementasi pembelajaran IPS Kelas V berbasis budaya
lokal di lingkungan sekolah dan mendeskripsikan faktor pendukung dan
penghambat dalam implementasi pembelajaran IPS Kelas V berbasis budaya
lokal di lingkungan sekolah MIS Darul Huda Barito Kuala.
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif
kualitatif. Lokasi dari penelitian ini ialah MIS Darul Huda Barito Kuala.
Penelitian ini menggunakan sumber yang didapatkan dari informan yaitu guru
kelas dari kelas V. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan melalui reduksi data, penyajian, penyimpulan,
pengolahan, dan analisis data.
Hasil temuan penelitin ini bahwa implementasi pembelajaran IPS
berbasis budaya lokal kelas V di MIS Darul Huda Barito Kuala sudah cukup
baik, terlihat dengan adanya RPP yang dimodifikasi kemudian dikaitkan
langsung dengan budaya lokal Kalimantan Selatan. Selanjutnya dalam
pelaksanaan pembelajaran, siswa mengikuti pembelajaran dengan
bersemangat sebab adanya interaksi guru dan siswa dengan akrab. Selain itu,
guru menyuguhkan contoh gambar kebudayaan Kalimantan Selatan.
Sedangkan evaluasi pembelajaran, guru memberikan tugas sebagai bentuk
posttest dan tugas. Faktor pendukung dalam implementasi pembelajaran
adalah minat peserta didik untuk meningkatkan kreativitas yang dikaitkan
langsung dengan lingkungan sekitar. Metode dan strategi yang termuat di
dalam RPP sesuai dengan materi yang disampaikan, ditambah lagi dengan
penyediaan media ajar berupa gambar kebudayaan lokal. Faktor penghambat
adalah terdapat siswa yang tidak masuk kelas dan tidak memperhatikan saat
penyampaian pembelajaran dikelas