Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Peran Kepolisian Daerah Kalimatan Selatan dalam Perlindungan Hukum Kasus Catfishing Menurut Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022

    No full text
    Penelitian ini berfokus pada peran lembaga kepolisian, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan, dalam memberikan perlindungan hukum kepada korban penipuan identitas diri (catfishing) yang semakin marak terjadi di era digital. Fenomena catfishing melibatkan penggunaan identitas palsu oleh pelaku untuk menipu korban demi keuntungan pribadi, baik dalam bentuk finansial maupun emosional.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam menangani kasus catfishing di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan aparat kepolisian dan korban catfishing, sementara data sekunder berasal dari kajian literatur dan peraturan perundang undangan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Ditreskrimsus Polda Kalsel mencakup upaya preventif, seperti edukasi publik dan pengawasan, serta tindakan represif dalam bentuk penyelidikan dan penegakan hukum terhadap pelaku. Namun, tantangan yang dihadapi mencakup kurangnya literasi digital masyarakat, keterbatasan sumber daya teknis, serta perlunya penguatan koordinasi antar lembaga.Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi di kepolisian, serta perluasan kampanye kesadaran publik mengenai risiko penipuan identitas online. Dengan demikian, studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan yang lebih efektif untuk melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber yang berkembang pesat

    Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Keterlibatan Orang Tua Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

    No full text
    Pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul secara akademik dan berkarakter, sehingga mahasiswa dituntut tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan emosional dan dukungan lingkungan yang kuat. Kecerdasan emosi membantu mahasiswa dalam mengelola tekanan akademik dan membentuk sikap positif, sementara keterlibatan orang tua berperan sebagai dukungan eksternal yang memengaruhi motivasi dan pencapaian belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kecerdasan emosi dan keterlibatan orang tua terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan secara langsung dari mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasi. Proses pengumpulan data dilaksanakan secara online melalui kuesioner yang disebar menggunakan bantuan aplikasi Google Form. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik convenience dan snowball sampling. Jumlah responden yang terkumpul sebanyak 408 mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan Microsoft Excell 2021 dan SmartPLS versi 4.0.9.9 Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kecerdasan emosi berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik dengan koefisien jalur β = 0,355, t-statistik = 4,468, dan p-value = 0,000; (2) keterlibatan orang tua juga berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik dengan koefisien jalur β = 0,513, t-statistik = 6,973, dan p-value = 0,000. Nilai R² sebesar 0,688 menunjukkan bahwa kecerdasan emosi dan keterlibatan orang tua secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 68,8% terhadap prestasi akademik mahasiswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosi dan keterlibatan orang tua memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin

    التحليل التعليمي لبرنامج المتون فى معهد الفلاح للبنات ببنجربارو = Analisis Pengajaran Program Mutun di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru

    No full text
    Program mutun merupakan salah satu tradisi pendidikan khas pesantren yang menekankan pada hafalan matan-matan kitab klasik berbahasa Arab sebagai dasar dalam pembentukan keilmuan santri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian metode pembelajaran tradisional di tengah arus modernisasi pendidikan, khususnya di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru yang secara konsisten menjalankan program ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan program mutun di Pondok Pesantren Al-Falah Puteri Banjarbaru serta jenis kegiatan pendidikan yang terdapat di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu mudir, ustadzah dan santriwati, objek penelitian yaitu Program Mutun di Pondok Pesantrean Al-Falah Puteri Banjarbaru, Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengasuh, ustadzah, dan santriwati, serta dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan yaitu koleksi data, editing, dan interpretasi data, sedangkan analisis data mengggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mutun dilaksanakan secara rutin melalui metode talaqqi, hafalan, dan muraja’ah. Matan-matan yang dihafalkan meliputi kitab Jurumiyah dan matan dasar lainnya. Program ini terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan dasar bahasa Arab dan memperkuat penguasaan ilmu-ilmu keislaman. Dari sisi sistem pendidikan, program mutun tergolong sebagai pendidikan nonformal (kokurikuler) yang memiliki kontribusi signifikan dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, serta keterampilan santri dalam memahami teks Arab klasik secara aplikatif

    Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Game Tournament (TGT) dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika pada Siswa Kelas IV di MIN 8 Tabalong

    No full text
    Berdasarkan observasi awal yang dilakukan pada tanggal 25 Mei 2024 di MIN 8 Tabalong, ditemukan bahwa pada pembelajaran matematika, masih banyak siswa yang memiliki minat yang rendah terhadap mata pelajaran tersebut. Kondisi tersebut terjadi karena guru hanya menggunakan model pembelajaran konvensional saja dan proses pembelajaran kurang variatif. Siswa juga jarang dilibatkan dalam proses pembelajaran, mereka hanya menjadi pendengar dan mengerjakan soal yang diberikan guru, sehinggan mereka merasa bosan di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif model pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament dalam meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi-eksperiment dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah, dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV B yang berjumlah 24 siswa dan kelas IV C yang berjumlah 25 siswa yang diberikan perlakuan yang berbeda. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis pra syarat, dan analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan minat belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT), dengan skor rata-rata pretest sebesar 94,43 dan posttest meningkat menjadi 121,05. Berdasarkan analisis regresi, model TGT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa, ditunjukkan oleh nilai r-hitung sebesar 3,125 yang lebih besar dari r-tabel 1,729, serta nilai signifikansi sebesar 0,006 < 0,05, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,339. Uji efektivitas juga menunjukkan bahwa model TGT efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa, yang dibuktikan dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05

    Kepercayaan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banjarmasin terhadap Transparansi dan Akuntabilitas BAZNAS sebagai Lembaga Filantropi Islam

    No full text
    BAZNAS merupakan lembaga filantropi Islam yang memiliki mandat dari pemerintah dalam pengelolaan zakat secara nasional. Kepercayaan publik terhadap BAZNAS, termasuk dari kalangan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Banjarmasin, menjadi indikator penting dalam efektivitas pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran BAZNAS sebagai lembaga filantropi Islam yang ditunjuk negara dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Kepercayaan publik, khususnya dari kalangan pengusaha muda seperti anggota HIPMI Banjarmasin, sangat dipengaruhi oleh keterbukaan, akuntabilitas, dan tingkat sosialisasi lembaga terhadap masyarakatPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan tingkat kepercayaan anggota HIPMI Banjarmasin terhadap transparansi dan akuntabilitas BAZNAS dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga filantropi Islam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Pengambilan informan dilakukan menggunakan teknik snowball sampling, dengan jumlah partisipan antara 2 hingga 12 orang. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung, dokumentasi, dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan anggota HIPMI Banjarmasin terhadap BAZNAS masih rendah. Rendahnya kepercayaan tersebut bukan disebabkan oleh ketidaktransparanan atau rendahnya akuntabilitas BAZNAS, melainkan lebih kepada minimnya sosialisasi dari pihak BAZNAS kepada komunitas HIPMI. Kurangnya komunikasi, informasi, serta jangkauan interaksi langsung membuat banyak anggota HIPMI belum memahami peran dan kinerja BAZNAS secara menyeluru

    Pengaruh Metode RRB (Round Robin Brainnstroming) Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Berbasis Kearifan Lokal Pada Siswa Kelas V Di Mi Tpi Keramat Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang terjadi dalam pembe;ajaran Sejarah Kebudayaan Islam, yaitu hasil belajar siswa rendah, siswa kesulitan memahami materi, metode pembelajaran yang konvensional, dan keterbatasan sumber belajar seringkali membuat siswa merasa bosan dan kurang termotivasi dalam belajar Sejarah Kebudayaan Islam. Maka dari itu, perlu adanya metode RRB (Round Robin Brainstorming) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode RRB (Round Robin Brainstorming) dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berbasis kearifan lokal terhadap pemahaman siswa kelas V di MI TPI Keramat Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi experiment). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan posttest), wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI TPI Keramat yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan eksperimen. Instrumen pengumpulan data berupa tes pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sebelum menggunakan metode RRB (Round Robin Brainstorming) berada pada kategori “Kurang” dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 54,70. Hasil belajar siswa sesudah menggunakan metode RRB (Round Robin Brainstorming) yaitu sebesar 84,35 dengan kategori “Amat Baik” nilai tersebut menunjukkan peningkatan. Hasil uji T memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan metode RRB. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode RRB (Round Robin Brainstorming) berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di MI TPI Keramat Banjarmasi

    Analisis Financing to Value (FTV) pada Pembiayaan Pemilikan Rumah (Studi Kasus di PT. Bank Tabungan Negara Syariah Cabang Banjarmasin)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran rasio Financing to Value (FTV) dalam mengelola risiko pada produk pembiayaan pemilikan rumah (PPR) di PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Cabang Banjarmasin. Latar belakang penelitian ini adalah kebutuhan akan pengendalian risiko pembiayaan akibat pertumbuhan permintaan rumah yang tinggi, serta kebijakan pembatasan FTV oleh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan pejabat terkait di BTN Syariah Banjarmasin, serta dokumentasi berupa brosur dan laporan keuangan. Analisis dilakukan menggunakan teknik pengkodean (coding). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan FTV efektif dalam menekan risiko pembiayaan. Ketentuan FTV mendorong nasabah menyediakan uang muka lebih besar, dan FTV semakin diperketat untuk pembiayaan rumah kedua dan seterusnya. Hal ini berdampak pada meningkatnya kehati-hatian dalam proses penyaluran pembiayaan dan menurunkan risiko gagal bayar. Dengan demikian, FTV tidak hanya berfungsi sebagai instrumen teknis pengendali risiko, tetapi juga mencerminkan komitmen sistem keuangan syariah dalam mewujudkan kemaslahatan sosial melalui prinsip keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab

    Ketaatan Pemilik Rumah Lanting Dalam Pengelolaan Sampah di Kota Muara Teweh

    No full text
    Pengelolaan sampah di Rumah Lanting (rumah apung) Muara Teweh rendah. Secara tradisional, sampah dibuang ke Sungai Barito karena kurangnya fasilitas dan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) yang jauh/sulit diakses saat air surut, bertentangan dengan Perbup No. 27 Tahun 2018. Ini menyebabkan pencemaran. Penelitian bertujuan menganalisis ketaatan dan merumuskan solusi. Penelitian Hukum Empiris (kualitatif, studi kasus) di Rumah Lanting, Sungai Barito, Muara Teweh. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi (Data Primer), dan kepustakaan (Data Sekunder). Ketaatan perilaku rendah, meskipun kesadaran dan pengetahuan masyarakat tinggi. Rendahnya ketaatan disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur (TPS jauh/tidak memadai). Upaya peningkatan meliputi: 1) Penyediaan fasilitas sampah spesifik dan mudah diakses (mengambang); 2) Penguatan penegakan hukum dan kebijakan operasional khusus lingkungan terapung; dan 3) Sosialisasi peraturan yang lebih detail dan berkelanjutan

    Qana’ah dalam Menghadapi Fenomena Fear Of Missing Out (FOMO): Kajian Tafsir Tematik Ayat-Ayat Al-Qur’an

    No full text
    Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) merupakan salah satu dampak psikologis yang muncul seiring meningkatnya penggunaan media sosial di era digital. FOMO ditandai oleh rasa cemas dan takut tertinggal dari pengalaman atau informasi yang dinikmati orang lain, sehingga memengaruhi ketenangan batin, kepuasan hidup, dan perilaku sosial individu. Kondisi ini bertentangan dengan nilai qana’ah yang diajarkan dalam Al-Qur’an, yaitu sikap menerima, merasa cukup, dan tidak berlebihan dalam mengejar kenikmatan duniawi. Penelitian ini mengkaji bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan qana’ah dapat memberikan panduan dan solusi terhadap fenomena FOMO pada masyarakat modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i). Data primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan dengan nilai qana’ah, yaitu QS. Ibrahim: 43, QS. An-Nahl: 97, dan QS. Al-Hajj: 36. Ayat-ayat tersebut dianalisis melalui penafsiran mufasir klasik dan kontemporer, seperti al-Ṭabari, Wahbah al-Zuhaili, dan M. Quraish Shihab, serta dikaitkan dengan literatur sekunder mengenai fenomena FOMO dan dinamika sosial media. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan menekankan relevansi nilai qana’ah terhadap gejala psikologis dan sosial yang ditimbulkan oleh FOMO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat qana’ah memberikan penegasan bahwa ketenangan hidup tidak ditentukan oleh banyaknya kepemilikan atau keterlibatan dalam pengalaman sosial, tetapi oleh rasa cukup, syukur, dan ridha terhadap ketentuan Allah. Sikap qana’ah yang ditegaskan dalam ayat-ayat tersebut menjadi solusi spiritual sekaligus etis dalam mengatasi kecemasan, ketidakpuasan, dan perilaku konsumtif yang dipicu oleh FOMO. Qana’ah mendorong individu untuk membangun keseimbangan dalam memanfaatkan media sosial, menjaga kesehatan mental, dan memperkuat kualitas hidup berdasarkan nilai-nilai keislaman. Dengan demikian, ajaran qana’ah dalam Al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat sebagai pedoman menghadapi fenomena psikologis dan sosial yang berkembang pada era digital

    Pendapat Hakim Pengadilan Agama Amuntai Terhadap Permohonan Isbat Nikah yang Tidak Memiliki Anak

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pendapat hakim Pengadilan Agama Amuntai dalam menangani permohonan isbat nikah bagi pasangan yang tidak memiliki anak, sebagaimana tergambar dalam hasil wawancara yang menunjukkan adanya hakim yang menolak dan ada yang menerima permohonan tersebut. Sebagian hakim menilai bahwa permohonan tanpa adanya anak tidak memiliki urgensi hukum yang mendesak, terutama karena tidak muncul persoalan administrasi seperti akta kelahiran, waris, atau perlindungan anak. Sementara itu, sebagian hakim lainnya berpendapat bahwa isbat nikah tetap dapat dikabulkan selama rukun dan syarat nikah terpenuhi, tidak bertentangan dengan Undang-Undang Perkawinan, serta terdapat kebutuhan untuk memberikan kepastian status hukum bagi pasangan yang menikah siri. Penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris dan pendekatan konseptual. Data dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan para hakim Pengadilan Agama Amuntai. Seluruh data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan menekankan pada interpretasi hukum, pandangan yuridis, dan pertimbangan sosiologis para hakim dalam mengambil keputusan. Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara menyeluruh dinamika berpikir hakim dalam menafsirkan hukum dan menerapkannya pada kasus isbat nikah tanpa anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan hakim dipengaruhi oleh penilaian terhadap urgensi hukum, penerapan Undang-Undang Perkawinan, Kompilasi Hukum Islam, dan prinsip kehati-hatian. Hakim yang menolak menilai tidak ada alasan hukum konkret, sedangkan hakim yang mengabulkan menekankan pentingnya kepastian hukum bagi pasangan yang menikah siri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pandangan, seluruh hakim sepakat bahwa isbat nikah bertujuan memberikan kepastian dan perlindungan hukum. Penelitian ini menegaskan perlunya konsistensi pertimbangan hukum agar putusan isbat nikah lebih seragam dan memberikan keadilan bagi masyarakat

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇