Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Kemampuan Mengembangkan Bahan Ajar Guru Rumpun PAI yang Bersertifikasi dan Non Bersertifikasi di MTsN dan MAN Kapuas
Berdasarkan fakta sebelumnya yang mengungkapkan bahwa guru
bersertifikasi dituntut berbagai macam hal, maka dari itu untuk mencapai sertifikasi
guru tidaklah mudah karena harus melalui banyak proses, berbeda dengan guru
yang belum sertifikasi. Dengan demikian maka diharapkan bahwa kemampuan
guru yang bersertifikasi dalam mengembangkan bahan ajar justru lebih baik dari
guru yang belum sertifikasi. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui
bagaimana kemampuan Guru PAI yang bersertifikasi dan non bersertifikasi dalam
mengembangkan bahan ajar di MTsN 1, MTsN 2 dan MAN Kapuas agar sekolah
tersebut dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas sekolahnya bahkan bisa
menjadikan sekolah sebagai rujukan bagi sekolah-sekolah lain untuk belajar.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan. Pendekatan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini
meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan dua belas orang guru rumpun
PAI yang terdiri dari enam guru bersertifikasi dan enam guru non bersertifikasi dari
MTsN 1, MTsN 2 dan MAN Kapuas. Objek penelitian ini adalah kemampuan guru
yang bersertifikasi dan non bersertifikasi dalam mengembangkan bahan ajar serta
perbedaannya. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan
dokumentasi. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah koleksi data,
editing, pengklasifikasian data, dan interpretasi data. Sedangkan analisis data
menggunakan Model Miles dan Huberman yang memiliki tiga langkah yaitu
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kemampuan
mengembangkan bahan ajar guru rumpun PAI yang bersertifikasi di MTsN 1,
MTsN 2 dan MAN Kapuas berdasarkan 10 tahapan indikator yang telah dipaparkan
sudah sesuai. Sedangkan kemampuan mengembangkan bahan ajar guru rumpun
PAI non bersertifikasi di MTsN 1, MTsN 2 dan MAN Kapuas berdasarkan 10
indikator juga mampu bersaing karena mempunyai kemauan untuk belajar dalam
mengembangkan bahan ajar, meskipun ada yang belum sesuai standar. Adapun
perbedaan kemampuan mengembangkan bahan ajar guru rumpun PAI MTsN 1,
MTsN 2 dan MAN Kapuas yaitu menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang
berararti antara guru bersertifikasi dan non bersertifikasi dalam mengembangkan
bahan ajar. Karena, guru yang non sertifikasi juga mampu melakukan hal yang
sama dengan guru bersertifikasi. Meskipun ada diantara guru yang memang perlu
lagi mengembangkan kemampuan mereka dalam pembuatan bahan ajar ini, baik
guru yang sudah berserifikasi maupun belum bersertifikasi
ممارسة الكلام من خلال برنامج المحاضرة في معهد النجاح للبنات في شينداي ألوس بمرتابورا = Latihan Berbicara Melalui Program Muhadarah di Pondok Modern Annajah Cindai Alus Putri Martapura
Penelitian ini membahas tentang pelaksanaan latihan keterampilan berbicara
mahārah al-kalām melalui program muḥāḍarah di Ma’had Annajah Putri, Cindai
Alus, Martapura. Fokos utama penelitian ini tertuju pada latihan berbicara melalui
Program Muhadarah sebagai objek penelitian. Program muḥāḍarah merupakan
salah satu strategi pembelajaran yang difokuskan untuk meningkatkan kemampuan
santriwati dalam berbicara bahasa Arab secara aktif, terstruktur, dan percaya diri.
Subjek dari penelitn ini adalah para santriwati dari Pondok Pesantren Modern
Annajah Cindai Alus Putri Martapura yang mengikuti program secara rutin. Latar
belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya penguasaan keterampilan
berbicara dalam pembelajaran bahasa Arab, serta perlunya metode pelatihan yang
efektif dalam membangun keberanian dan kefasihan santriwati berbicara di depan
umum. Selain itu, rendahnya kepercayaan diri sebagian santriwati dalam berbicara
menunjukkan perlunya pembinaan melalui kegiatan nyata seperti muḥāḍarah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode
pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Fokus
penelitian ini adalah pada proses perencanaan dan pelaksanaan program muḥāḍarah
yang dilakukan oleh bagian ta’līm serta keterlibatan santriwati dalam berbagai
jenjang pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini dilaksanakan
secara rutin: tiga kali seminggu untuk santriwati MA dan MTs, dan satu kali
seminggu untuk santriwati SMP dan SMK. Pelaksanaannya dimulai dari penentuan
tema oleh kelas enam, penulisan naskah selama tiga hari, kemudian dilanjutkan
dengan proses hafalan selama dua hari. Dalam satu malam, tiga kelompok tampil
dengan durasi 10–15 menit persantriwati. Program ini terbukti memberikan dampak
positif terhadap peningkatan mahārah al-kalām, terutama dalam aspek kelancaran
berbicara, penguasaan kosakata, ketepatan tata bahasa, dan peningkatan rasa
percaya diri santriwati. Dengan demikian, program muḥāḍarah menjadi salah satu
metode latihan yang relevan dan efektif dalam konteks pembelajaran bahasa Arab
di lingkungan pondok pesantren
Praktik Mengarun Lahan Pertanian di Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kerja sama pertanian tradisional
yang dikenal dengan istilah “mengarun” di Desa Gudang Hirang, Kecamatan
Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Sistem ini telah berlangsung secara turun
temurun sebagai bentuk adaptasi masyarakat petani yang tidak memiliki lahan
dengan memanfaatkan lahan milik orang lain melalui perjanjian kerja sama yang
bersifat lisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik
mengarun tersebut dijalankan dan bagaimana tinjauan hukum Islam, khususnya
dalam perspektif hukum ekonomi syariah, terhadap praktik tersebut yang berkaitan
akad muzaara’ah dan mukhabarah.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan
pendekatan hukum empiris. Data diperoleh melalui observasi langsung dan
wawancara dengan para pelaku praktik mengarun, baik pemilik lahan maupun
penggarap. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif, dengan mengkaji fakta
fakta lapangan yang kemudian ditinjau berdasarkan teori-teori dalam hukum
ekonomi syariah, khususnya prinsip bagi hasil, akad muzaara’ah, dan mukhabarah,
serta memperhatikan unsur keadilan dan kesepakatan dalam transaksi muamalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik mengarun di Desa Gudang
Hirang terdiri dari dua bentuk, yaitu pembagian hasil tetap berupa satu karung
beras, dan pembagian hasil berdasarkan persentase. Bentuk pertama tidak
sepenuhnya sesuai dengan prinsip keadilan dalam hukum Islam karena penggarap
tetap berkewajiban memberikan hasil meskipun mengalami gagal panen, yang
berpotensi merugikan salah satu pihak. Sedangkan bentuk kedua lebih
mencerminkan prinsip keadilan dan kesesuaian dengan akad muzaara’ah dan
mukhabarah karena adanya pembagian risiko dan keuntungan berdasarkan
kesepakatan. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaaran masyarakat untuk
menerapkan sistem yang lebih adil dan sesuai syariah, termasuk
mempertimbangkan pembuatan perjanjian tertulis agar hak dan kewajiban masing
masing pihak lebih terjamin
Pengaruh Metode Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V MIN 5 Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatar belakangi karena permasalahan yang terjadi dalam
pembelajaran IPAS, yaitu hasil belajar siswa rendah, siswa kesulitan memahami
materi. Metode pembelajaran yang konvensional, kurangnya variasi metode
pembelajaran, dan keterbatasan sumber belajar seringkali membuat siswa merasa
bosan dan kurang termotivasi dalam belajar IPAS. Maka dari itu, perlu adanya
Metode Think Pair Share yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar sebelum,sesudah dan
pengaruh metode think pair share terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V min 5
kota banjarmasin.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yaitu eksperimen,
menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun desain penelitian yang digunakan
yaitu quasi experimental. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 34 siswa. Teknik
sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data
menggunakan tes (Pretest dan Posttest), wawancara, dan dokumentasi. Pengujian
hipotesis menggunakan uji-t (Independent sample t-test )dengan bantuan SPSS
versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sebelum
menggunakan metode pembelajaran Think Pair Share berada pada kategori
“Kurang” dengan perolehan nilai rata-rata sebesar 42,33. Hasil belajar siswa
sesudah menggunakan metode Pembelajaran Think Pair Share yaitu sebesar 87,67
dengan kategori “Amat Baik” nilai tersebut menunjukkan peningkatan. Hasil uji T
memperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 yang artinya terdapat perbedaan
signifikan antara menggunakan metode Think Pair Share dan metode make a
match. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran
Think Pair Share berpengaruh terhadap hasil belajar siswa di kelas V di MIN 5
Kota Banjarmasin
Kesadaran Hukum Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap Hak Moral Pencipta dalam Hak Cipta pada Karya Tulis Ilmiah
Hak moral merupakan bagian dari hak cipta yang melekat pada pencipta
sebagai pengakuan atas hasil karyanya. Dalam konteks pendidikan tinggi,
pelanggaran terhadap hak moral seperti plagiarisme dan tidak mencantumkan
sumber masih kerap ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
kesadaran hukum mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap hak moral
pencipta dalam hak cipta pada karya tulis ilmiah, serta mengidentifikasi faktor
faktor yang memengaruhinya. Permasalahan ini penting untuk dikaji karena
mahasiswa sebagai insan akademik dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran dan
integritas ilmiah, namun kenyataannya masih terdapat praktik pelanggaran hak
cipta yang mengindikasikan rendahnya kesadaran hukum.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan
deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 60
mahasiswa dari lima fakultas, dipilih secara purposive sampling. Instrumen
penelitian mengacu pada empat indikator kesadaran hukum menurut Soerjono
Soekanto: pengetahuan, pemahaman, sikap, dan perilaku. Analisis dilakukan
melalui perhitungan rata-rata dan frekuensi, dengan dukungan studi pustaka sebagai
landasan teoritis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Hasil analisis menunjukkan bahwa
kesadaran hukum mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin terhadap hak moral
pencipta dalam hak cipta pada karya tulis ilmiah berada dalam kategori tinggi. Hal
ini diukur berdasarkan empat indikator kesadaran hukum yang dikemukakan oleh
Soerjono Soekanto, yaitu: pengetahuan hukum, pemahaman hukum, sikap hukum,
dan perilaku hukum. Skor keseluruhan mahasiswa dari lima fakultas menunjukkan
hasil sebagai berikut: pengetahuan hukum (3,83), pemahaman hukum (4,17), sikap
hukum (4,11), dan perilaku hukum (4,08), yang seluruhnya berada dalam kategori
tinggi. 2) Kesadaran hukum mahasiswa dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.
Pada indikator pengetahuan hukum, faktor yang paling dominan adalah sumber
informasi seperti buku, media, internet, dan seminar, dengan persentase sebesar
73,3%. Pada indikator pemahaman hukum, faktor dominan yang memengaruhi juga
berasal dari sumber informasi yang sama, dengan persentase sebesar 78,3%.
Sementara itu, pada indikator sikap hukum, faktor yang paling berpengaruh adalah
pemahaman terhadap hukum itu sendiri, dengan persentase sebesar 66,7%.
Terakhir, pada indikator perilaku hukum, faktor dominan yang memengaruhi
adalah lingkungan akademik dan regulasi terkait, dengan persentase sebesar 61,7%
The Utilization of Non-Educational Digital Games in EFL Lessons
Digital games have become an integral part of young people's lives. However,
only a few integrate educational elements while remaining entertaining. Meanwhile,
many engaging non-educational digital games remain underutilized in educational
settings. This study explores the use of non-educational digital games as media in
English as a Foreign Language (EFL) classrooms, their effects on students, and the
challenges to implementing them in Indonesia. Using content analysis within a
qualitative descriptive approach, ten studies about the utilization of non-educational
digital games that have been published since 2020 were examined. The findings
reveal that despite varying implementations, most studies follow three instructional
phases: pre-teaching, on-teaching, and post-teaching. All reported positive impacts
on students, particularly in motivation, engagement, and vocabulary learning.
However, challenges persist in broader application in Indonesia, including limited
teacher competence, inadequate learning environments, and resistance to technology.
This study concludes that while non-educational digital games are effective learning
media, wider implementation in Indonesia requires thorough preparation
Peran Remaja Masjid dalam Memakmurkan Masjid Al-Faizun Kelurahan Pemurus Dalam Kecamatan Banjarmasin Selatan
Remaja masjid merupakan generasi muda yang memiliki peran strategis
dalam mengembangkan dan memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan
masjid dan sekitarnya. Keberhasilan mereka dalam aktivitas ibadah, keagamaan,
dan sosial sangat bergantung pada peran mereka dalam memakmurkan masjid,
seperti yang terlihat pada remaja Masjid Al-Faizun Kelurahan Pemurus Dalam
Kecamatan Banjarmasin Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas berbagai aktivitas dakwah yang
berlangsung di masjid, menganalisis peran yang mereka jalankan, serta mengkaji
faktor yang mendukung dan menghambat keterlibatan mereka. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian
fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan
pengurus, remaja masjid, jemaah serta dokumentasi dari berbagai sumber relevan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja Masjid Al-Faizun memiliki
kontribusi yang cukup baik dalam menghidupkan aktivitas ibadah, keagamaan dan
sosial di lingkungan masjid, meskipun tingkat partisipasi mereka masih terbatas.
Peran utama mereka meliputi menginisiasi, menggerakkan kegiatan keagamaan,
meningkatkan partisipasi remaja masjid, serta membantu penyelenggaraan berbagai
aktivitas ibadah, keagamaan dan sosial di lingkungan masjid. Faktor-faktor yang
mendukung keterlibatan remaja masjid dalam kegiatan ibadah, keagamaan dan
sosial di lingkungan masjid antara lain dukungan dari pengurus masjid, jemaah dan
masyarakat sekitar itu sendiri, ketersediaan sarana dan prasarana masjid yang
memadai, serta kesadaran remaja masjid dalam berkegiatan di lingkungan masjid.
Penelitian ini menegaskan bahwa peran remaja masjid sangat penting dalam
menjaga keberlangsungan aktivitas ibadah, keagamaan, sosial, dan keberdayaan
masjid sebagai pusat pembinaan spiritual di masyaraka
Dampak Pernikahan Usia Dini Terhadap Kelangsungan Hidup Rumah Tangga di Desa Rampa Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka pernikahan usia dini di
Desa Rampa, Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Pernikahan
pada usia belum matang secara emosional, fisik, dan sosial sering menimbulkan
berbagai persoalan dalam rumah tangga, seperti konflik, ketidakharmonian hingga
perceraian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan
pelaku pernikahan dini dan dokumentasi dari berbagai sumber relevan untuk
mengidentifikasi faktor penyebab serta dampak pernikahan usia dini terhadap
kehidupan rumah tangga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama pernikahan usia dini
meliputi kondisi ekonomi, rendahnya pendidikan, pengaruh budaya dan adat, serta
pergaulan bebas. Dampaknya antara lain terhambatnya pendidikan, ketidaksiapan
menjalani peran rumah tangga, risiko kesehatan ibu dan anak, serta meningkatnya
konflik. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya edukasi dan intervensi
kebijakan dari pemerintah untuk menekan angka pernikahan dini dan
meningkatkan kualitas rumah tangga di pedesaa
Pemahaman Para Imam Masjid Desa Pegatan Kalimantan Tengah Terhadap Tanda Waqaf dalam Surah Al-Fatihah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman para imam masjid
Desa Pegatan terhadap tanda waqaf dan konsistensi penerapannya pada bacaan
surah Al-Fatihah ketika memimpin salat fardhu berjamaah. Kajian ini
dilatarbelakangi oleh pentingnya tanda waqaf dalam menjaga kesempurnaan makna
ayat-ayat al-Qur’an, khususnya saat dibaca dalam salat berjamaah. Penelitian ini
merupakan penelitian lapangan (field research), yang bersifat deskriptif dengan
pendekatan kualitatif. Sampel yang diteliti terdiri dari enam imam masjid di Desa
Pegatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman para imam terhadap tanda
waqaf dalam surah Al-Fatihah bervariasi. Dari enam imam yang diteliti, satu imam
memiliki pemahaman yang sangat baik, empat imam memiliki pemahaman yang
baik, dan satu imam memiliki pemahaman yang cukup baik. Konsistensi penerapan
tanda waqaf dalam bacaan surah Al-Fatihah juga menunjukkan perbedaan, dengan
dua imam yang menerapkan tanda waqaf secara konsisten, sementara empat imam
lainnya tidak konsisten dalam penerapannya.
Temuan ini mengindikasikan adanya perbedaan antara pemahaman imam
terhadap tanda waqaf dan konsistensi penerapannya. Memiliki pemahaman yang
baik tidak cukup jika tidak diiringi dengan penerapan yang konsisten. Penelitian ini
menyarankan perlunya pelatihan rutin dan evaluasi berkala bagi para imam untuk
meningkatkan pemahaman dan konsistensi dalam penerapan tanda waqaf, serta
perlunya penelitian lebih lanjut dengan sampel yang lebih luas dan metodologi yang
lebih beragam
Analisis Teori Keadilan Terhadap Putusan Pengadilan Agama dalam Perkara Cerai Akibat Istri Nusyuz
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Putusan Pengadilan Agama Pelaihari
dalam perkara cerai akibat istri nusyuz, yang menimbulkan pertanyaan mengenai
penerapan teori keadilan dalam putusan tersebut. Dalam hukum Islam, nusyuz
memiliki konsekuensi hukum tertentu, termasuk hak-hak finansial bagi istri dan
suami pasca perceraian. Oleh karena itu, diperlukan analisis sejauh mana putusan
tersebut mencerminkan prinsip keadilan bagi kedua belah pihak serta
kesesuaiannya dengan asas keadilan dalam hukum Islam dan hukum positif di
Indonesia.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan konseptual (conceptual approach) perundang-undangan (statute
approach) dan pendekatan kasus (case approach). Sumber hukum utama yang
digunakan adalah putusan Pengadilan Agama Pelaihari yang dikaji dengan teori
keadilan dalam hukum Islam dan teori keadilan menurut filsafat hukum. Analisis
dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif guna memahami pertimbangan
hukum hakim serta implikasinya terhadap hak-hak para pihak dalam perkara cerai
akibat istri nusyuz.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim menggunakan dasar hukum
yang kuat, merujuk pada Pasal 83 ayat (1) dan Pasal 84 ayat (1) Kompilasi
Hukum Islam (KHI), sehingga mengedepankan aspek kepastian hukum dengan
menegaskan bahwa istri yang nusyuz kehilangan hak atas nafkah iddah. Namun
demikian, dalam proses pengambilan keputusan, hakim tidak semata-mata
berpijak pada aturan normatif, melainkan juga memperhatikan dinamika rumah
tangga yang melatarbelakangi konflik, yang memungkinkan pengkategorian
tindakan nusyuz secara kontekstual. Dari perspektif keadilan, putusan ini
mencerminkan pendekatan keadilan distributif, di mana pemberian mut’ah kepada
istri yang nusyuz menunjukkan adanya pertimbangan atas kerentanan ekonomi
pihak perempuan pascaperceraian. Meski demikian hakim dalam perkara Nomor
592/Pdt.G/2022/PA.Plh tidak memberikan mut’ah yang menunjukkan adanya
inkonsistensi dalam hal pertimbangan hukum