Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Hukum Menggangkat Imam yang Masbuk Pada Salat Berjama’ah Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i

    No full text
    Di dalam pelaksanaan shalat berjamaah sering kali terjadi makmum tertinggal rukun bersama imam (masbuk). dan seorang makmum masbuk bisa muncul kembali di posisi jamaah, tetapi di posisi yang berbeda. Dengan bertindak sebagai imam. atau, tetap menjadi makmum, hanya imamnya saja yang berubah karena imam yang lama sudah ke tahap penyelesaian. Dalam hal ini terdapat perbedaan di kalangan ulama. Namun pada permasalahan makmum masbuk sebagai imam pengganti kedua kalangan tersebut memiliki persamaan pendapat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan kedua mazhab terhadap pengangkatan makmum masbuk sebagai imam serta metode istinbath hukum yang digunakan. Jenis Penelitian ini menggunakan studi hukum normatif dengan pendekatan kualitatif dan komparatif terhadap bahan-bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Sumber primer dalam penelitian ini meliputi kitab-kitab fikih Mazhab Hanafi seperti Al-Mabsuth karya Al- Sarakhsi, al-Bahrua ar-Raiq karya Ibnu Nujaym serta kitab-kitab Mazhab Syafi’i seperti Tuhfatul Muhtaj bi Syarh Minhaj karya Ibnu Hajar al-Haitami dan Al-Majmu’ Syarah Muhadzab. Sumber sekunder terdiri dari literatur pendukung seperti Fiqh Islam wa Adillatuhu karya Syeikh Wahbah Az-Zuhaili, Fikih Empat Mazhab sementara sumber tersier berupa kamus istilah hukum Islam. Analisis data dilakukan melalui metode content analysis untuk memahami serta membandingkan pandangan kedua mazhab terhadap hukum Mengangkat Imam yang masbuk pada Shalat Berjama'ah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i sependapat pada permasalahan masbuk sebagai imam pengganti dengan menghukumi shalatnya sah dan di perbolehkan. Sedangkan perbedaan terjadi ketika makmum masbuk menjadi imam pada shalat berjamaah. Mazhab Hanafi tidak membolehkan karena, hal itu dapat menjadikan sang imam yang masbuk masih dinilai mempunyai hutang pada shalatnya sehingga tidak layak di jadikan sebagai imam pada shalat berjama’ah. Adapun Mazhab Syafi’i membolehkan dengan mengqiyaskan istihklaf pada riwayat hadits Aisyah r.

    Analisis atas Alasan-Alasan Tidak Memiliki Anak dalam Perkawinan Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena pasangan yang menikah memilih untuk tidak memiliki anak yang sekarang ini mulai muncul di Indonesia dan memicu berbagai tanggapan di masyarakat. Fenomena ini masih dianggap tidak biasa oleh masyarakat dan sempat menjadi topik pembicaraan hangat. Pilihan hidup untuk tidak memiliki anak dalam perkawinan terkadang sering mendapat stigma negatif dari masyarakat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia ini. Pandangan tersebut dipengaruhi oleh kuatnya norma sosial dan ajaran agama yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat Indonesia memandang pernikahan sebagai sarana utama untuk melanjutkan garis keturunan. Oleh karena itu konsep menikah tanpa keinginan memiliki keturunan dianggap agak menyimpang dari norma sosial yang berlaku pada umumnya di negara ini. Oleh sebab itu penulis ingin meneliti lebih lanjut mengenai alasan alasan tidak memiliki anak dalam perkawinan ditinjau dari Perspektif Hukum Islam. Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Jenis penelitian yang digunakan untuk menulis skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Maka dari itu sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari bahan-bahan tertulis yang mempunyai relevansi dengan permasalahan penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan untuk tidak memiliki anak dalam perkawinan dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, antara lain alasan ekonomi, lingkungan, pertimbangan pribadi, dan faktor medis. Dalam perspektif hukum Islam, alasan-alasan tersebut dinilai berdasarkan prinsip maqaṣid al syariah, khususnya pada aspek ḥifẓ al-nasl (menjaga keturunan) yang termasuk dalam kategori kebutuhan primer (dharuriyyat). Keputusan untuk tidak memiliki anak hanya dapat dibenarkan secara syar‘i apabila didasarkan pada alasan darurat yang sah, seperti risiko kesehatan atau kondisi tertentu yang membahayakan keselamatan jiwa. Sebaliknya, apabila keputusan tersebut dilandasi oleh alasan yang tidak bersifat mendesak, seperti kekhawatiran ekonomi atau gaya hidup pribadi, maka bertentangan dengan tujuan utama pernikahan dalam Islam, yakni melanjutkan keturunan dan menjaga keberlangsungan umat manusia

    Strategi Komunikasi Baznas Kota Banjarbaru dalam Meningkatkan Literasi Zakat di Kalangan Masyarakat Milenial Melalui Media Sosial

    No full text
    Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional dan bertanggung jawab. BAZNAS Kota Banjarbaru memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi zakat di kalangan masyarakat milenial melalui media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan BAZNAS Kota Banjarbaru dalam meningkatkan literasi zakat, serta kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan beberapa pegawai BAZNAS Kota Banjarbaru, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Banjarbaru menerapkan strategi komunikasi berbasis media sosial melalui Instagram, Facebook, dan website untuk menyebarluaskan informasi seputar zakat, serta menyajikan konten edukatif dan informatif yang sesuai dengan karakteristik milenial. Selain itu, lembaga ini juga melakukan pendekatan secara langsung melalui kunjungan ke instansi, sekolah, dan forum masyarakat. Kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pemahaman zakat di kalangan milenial, keterbatasan sumber daya, persaingan dengan konten hiburan di media sosial, hingga adanya skeptisisme terhadap lembaga zakat. Meskipun demikian, BAZNAS Kota Banjarbaru terus melakukan inovasi dan pengembangan program untuk meningkatkan partisipasi masyarakat milenial dalam berzakat

    Pengembangan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Kebakaran pada Anak Usia Dini di RA Samudera Raya Banjarmasin

    No full text
    Pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak usia dini penting untuk ditanamkan guna membentuk kesiapsiagaan anak terhadap situasi darurat, khususnya bencana kebakaran. Kota Banjarmasin merupakan salah satu wilayah yang memiliki frekuensi kebakaran tinggi, namun belum banyak lembaga PAUD yang menerapkan kurikulum mitigasi bencana secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa buku cerita bergambar yang dapat meningkatkan pemahaman anak usia dini tentang mitigasi bencana kebakaran di RA Samudera Raya Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian adalah anak-anak usia 5–6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta validasi ahli materi dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita bergambar yang dikembangkan dinyatakan “sangat layak” oleh para validator, baik dari segi isi, bahasa, ilustrasi, maupun pendekatan pembelajaran. Dari hasil uji normalitas menggunakan spss 16 hasil akhir menunjukkan bahwa buku cerita bergambar pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap pemahaman belajar anak B2, dengan nilai Asmp. Sig (2-tailed) 0,001 atau dapat juga disebut 0,001 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dapat dinyatakan efektif sebagai bahan ajar terhadap pemahaman anak di RA Samudera Raya Banjarmasin dalam pendidikan mitigasi bencana kebakara

    Pengembangan silabus untuk pembelajaran keterampilan berbicara di pondok pesantren Ahsanul Ilmi,Tabunganen Barito Kuala = تطوير الخطة الدراسية الفصلية لمهارة الكلام في معهد أحسن العلم، تابونجانين، بارتو كوالا

    No full text
    Pengembangan kurikulum merupakan sebuah istilah yang bersifat umum, yang terdiri dari perencanaan, implementasi dan evaluasi salah satu perencanaan yang perlu dilakukan sebelum pembelajaran diberikan adalah silabus. Berdasarkan asumsi tersebut dan hasil observasi awal, peneliti menyimpulkan perlunya pengembangan bahan ajar, yaitu silabus persemester untuk keterampilan berbicara. Tujuan: 1. Mengetahui bagaimana pengembangan silabus untuk keterampilan berbicara berdasarkan teori Jean Piaget di pondok Ahsanul ilmi, Tabunganin Barito Kuala. 2. Mengetahui kelayakannya. 3. Mengetahui keefektivitasnya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian dan pengembangan dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (MANTAP) yang terdiri dari lima tahap, yaitu: (1) Tahap penelitian awal. Dari hasil yang didapatkan, pembelajara ini memerlukan dibuatnya silabus. (2) Tahap pengembangan model. Secara garis besar produk yang di kembangkan secara rinci sebagai berikut: 1. Identitas instansi, 2. Penetapan waktu, 3. Standar kompetensi, 4. Kompetensi dasar, 5. Proses pembelajaran, 6. Indikator, 7. Sumber belajar. (3) Tahap validasi model. Yang dilakukan oleh 3 validator yaitu validator Bahasa, Validator Desain dan Tata letak dan Validator Isi. (4) Tahap uji efektivitas. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah produk ini efektif atau tidak sehingga menjadi dasar untuk kelayakan produk. (5) Tahap diseminasi. Sampel penelitian meliputi siswa kelas X, XI dan XII tahun ajaran 2024-2025. Hasil penelitian ini adalah: (1) silabus untuk keterampilan berbicara yang dikembangkan berdasarkan teori Jean Piaget dengan cara menganalisis kebutuhan siswa, kemudian mengembangkan produk dan mengajukan persetujuan kepada para ahli serta melakukan validasi, kemudian mengimplementasikan produk dan melakukan uji coba kepada siswa, kemudian mengevaluasi data yang diperoleh dari perangkat penelitian. (2) Para ahli berpendapat bahwa Produk layak digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara berdasarkan silabus yang dibuat untuk sekolah tersebut, karena rata-rata hasil angket para ahli mencapai 90% yaitu berada pada taraf sangat layak. (3) Produk efektif, berdasarkan teori hasil statistik menggunakan program SPSS untuk seluruh data yang diperoleh dari uji coba, menunjukkan hasil Sig (2) tailed sebesar 0,007 yang berarti lebih kecil dari 0,05 sehingga pembelajaran keterampilan berbicara menggunakan silabus tersebut dikatakan efekti

    Kesadaran Hukum Mahasiswa UIN Antasari dalam Melakukan Praktik Jual Beli Akun Netflix

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai praktik jual beli akun Netflix yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Antasari. Banyak mahasiswa yang tertarik membeli akun dengan harga yang lebih murah dibandingkan membeli langsung dari aplikasi Netflix. Akun yang semestinya digunakan secara pribadi dalam satu rumah tangga, dijual kembali oleh pihak ketiga secara bebas dengan harga yang lebih murah melalui media sosial dan marketplace.. Padahal, praktik raktik ini bertentangan dengan Term of Use Netflix dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Netflix secara tegas menyatakan bahwa akun hanya diperuntukkan untuk penggunaan pribadi dan non-komersial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kesadaran hukum mahasiswa UIN Antasari dalam melakukan praktik jual beli akun Netflix dan apa saja faktor-faktor yang mendorong mereka melakukan aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris melalui wawancara langsung kepada mahasiswa. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kesadaranhusadaran hukumenammahasiswadalampraktikjum enam mahasiswa dalam praktik jual beliakuli akun Netflixmasihtetflix masih tergolong rendahdanduamahasiswatergolongsedang.EnaminformanmenyatakanmerekatidakmengetahuidasarhukumyangmelarangpraktikjualbeliakunNetflixsecaratidakresmidanadaduainformanyangmengetahui.Darisegipemahamanhukum,sebagianinformanmemahamibahwapenggunaanakuntidakresmiadalahtindakanyangtidaksahnamunpemahamanteresebutbelumdisertaikesadaranpenuhterhadapakibathukumnya.SikaphukummahasiswaterhadappraktikjualbeliakunNetflixsecaratidakresmiinimasihbervariasi.Terdapatduainformanyangmenunjukkansikappositifterhadaphukumdenganmemilihberhentimenggunakanakuntidakresmikarenamengetahuidasarhukumnyadanterdapatrisikoapabilamembelisecaratidakresmi,namunenaminformanlainnyamemilihtetapmenggunakanakuntersebut.Polaperilakuhukum,hanyaduadaridelapaninformanyangmemilihberhentimenggunakanakuntidakresmidanberalihkelayananresmi.Mayoritaslainnyamasihtetapmenggunakanlayanandaripihakketiga,dendah dan dua mahasiswa tergolong sedang. Enam informan menyatakan mereka tidak mengetahui dasar hukum yang melarang praktik jual beli akun Netflix secara tidak resmi dan ada dua informan yang mengetahui. Dari segi pemahaman hukum, sebagian informan memahami bahwa penggunaan akun tidak resmi adalah tindakan yang tidak sah namun pemahaman teresebut belum disertai kesadaran penuh terhadap akibat hukumnya. Sikap hukum mahasiswa terhadap praktik jual beli akun Netflix secara tidak resmi ini masih bervariasi. Terdapat dua informan yang menunjukkan sikap positif terhadap hukum dengan memilih berhenti menggunakan akun tidak resmi karena mengetahui dasar hukumnya dan terdapat risiko apabila membeli secara tidak resmi, namun enam informan lainnya memilih tetap menggunakan akun tersebut. Pola perilaku hukum, hanya dua dari delapan informan yang memilih berhenti menggunakan akun tidak resmi dan beralih ke layanan resmi. Mayoritas lainnya masih tetap menggunakan layanan dari pihak ketiga, dengan alasan efisiefisiensi biaya dan kemumudahan akse$s. Adapun faktor yang mendorong mereka melakukan praktik ini adalah harga yang lebih murah, kemudahan akses pembelian, mengikuti tren atau kebiasaan yang sudah meluas tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan legalitas maupun implikasi hukumny

    تطبيق تعليم القواعد بطريقة المفتاح في معهد الشّهدآء الإسلاميّ فليهاري = Implementasi Pembelajaran Qawaid dengan Metode Al-Miftah di Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari

    No full text
    Ilmu tata bahasa atau ilmu gramatikal bertujan untuk mencegah kesalahan lisan dan tulisan dalam pengucapan kata-kata bahasa Arab, serta sebagai sarana untuk memahami Hadits dan AlQur'an maupun ilmu keislaman lainnya. Dalam hal pengajaran qawaid dengan metode Al-Miftah Lil-Ulum dapat membantu santri untuk mudah dan cepat membaca kitab kuning. Tujuan penelitian ini adalah 1. untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran qawāʿid menggunakan metode Al-Miftāḥ di Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari pada tingkat ula dan wustho. 2. Untuk mengetahui hasil kemampuan pemahaman santri dalam pembelajaran qawaid dengan metode al-miftah di tingkat ula dan wustho pondok pesantren asy-syuhada pelaihari. 3. Untuk mengetahui tantangan-tantangan dalam pembelajaran qawaid dengan metode al-miftah di tingkat ula dan wustho pondok pesantren asy-syuhada pelaihari. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi,dan kemudian dianalisis dengan pendekatan Millies dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Al-Miftāḥ diterapkan melalui beberapa tahapan: persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan penutup. Adapun tingkat pemahaman santri di tingkat ula dan wustho tergolong baik. namun tingkat pemahaman santri di tingkat wustho belum menunjukkan keberagaman kemampuan secara lengkap (tidak mencakup santri berkategori tinggi maupun rendah). Tantangan dalam pembelajaran pembelajaran qawaid dengan metode al-miftah Di tingkat Ula berasal dari faktor internal santri. Sementara itu, di tingkat Wustho, tantangan utama berasal dari faktor internal dan eksternal

    Peran Pengasuh dalam Memotivasi Beribadah pada Lansia di Panti Lansia Yayasan Uma Kandung Banjarmasin

    No full text
    Lansia merupakan fase perkembangan terakhir manusia. dengan berbagai penurunan dari segi fisik, mental, serta kehilangan motivasi membuat lansia memerlukan semua bantuan yang bisa didapatkan. Panti lansia menjadi salah satu bantuan yang diberikan kepada lansia, salah satunya yaitu panti lansia Yayasan Uma Kandung Banjarmasin. Dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh lansia, pengasuh memberikan motivasi beribadah kepada lansia untuk meningkatkan kesejahteraan hidup lansia. Melalui pemberian motivasi beribadah tersebut, lansia diharapkan memiliki peningkatan dalam kualitas beribadah. Dengan demikian peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai peran pengasuh dalam memberikan motivasi beribadah kepada lansia di panti lansia Yayasan Uma Kandung Banjarmasin. Untuk mendapatkan jawaban tersebut peneliti melakukan field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif. Melalui pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengasuh serta lansia sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh memiliki peran signifikan dalam memberikan dorongan spiritual, emosional, serta bimbingan praktek ibadah seperti shalat dan mengaji. Pengasuh menggunakan pendekatan persuasif dan pendekatan personal dalam membangun hubungan yang hangat dengan lansia. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah mendapatkan motivasi dari pengasuh, lansia mengalami peningkatan kesadaran dan konsistensi dalam menjalankan ibada

    فعالية استخدام طريقة الاستجابة الجسدية الكاملة لتعليم مهارة الاستماع لدى طلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية هداية السلام نهضة الوطن بساتوي كاليمنتان الجنوبية = Efektivitas Metode Total Physical Respons dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak pada Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan di Satui Kalimantan Selatan

    No full text
    Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan menyimak siswa yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan terhadap bunyi dan struktur bahasa Arab, serta metode pengajaran yang monoton dan kurang menarik. Metode Total Physical Respons dipilih karena diyakini mampu menciptakan pembelajaran yang aktif dan menyenangkan melalui keterlibatan fisik siswa dalam merespons instruksi verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode Total Physical Response (TPR) dalam meningkatkan keterampilan menyimak pada siswa kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan di Satui, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelompok eksperimen yang diajar menggunakan metode Total Physical Respons, dan kelompok kontrol yang diajar tanpa metode tersebut. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan menyimak yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes kedua kelompok, di mana kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan aplikasi SPSS 25, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 76,43 lebih tinggi dari nilai rata rata kelas kontrol yaitu 58,81. Kemudian hasil uji-t menunjukkan nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima. Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Total Physical Response (TPR) dalam pembelajaran keterampilan menyimak pada siswa kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan efekti

    Kontribusi Kebersyukuran terhadap Penerimaan Diri pada Penyandang Disabilitas Daksa di Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin

    No full text
    Disabilitas daksa ialah individu yang mengalami kesulitan dalam mengoptimalkan fungsi anggota tubuhnya karena kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot sehingga mengalami penurunan kemampuan melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu. Keberadaan mereka belum sepenuhnya diterima di masyarakat. Sehingga tidak jarang dari mereka akan mendapat ejekan dan gunjingan karena dipandang sebagai sosok yang tidak berdaya dan tidak dapat melakukan sesuatu yang berarti. Hal tersebut dapat menyebabkan mereka menjadi tidak percaya diri dan membuat mereka juga merasa sulit menerima keadaan dirinya. Adapun salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan penerimaan diri ialah kebersyukuran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kontribusi kebersyukuran terhadap penerimaan diri pada penyandang disabilitas daksa di PPDI Kota Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis model regresi linier sederhana. Responden dalam penelitian ini ialah penyandang disabilitas daksa yang ada di PPDI Kota Banjarmasin dengan jumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah probability sampling atau simple random sampling dengan analisis data menggunaan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu (1) Tingkat kebersyukuran disabilitas daksa di PPDI terbagi menjadi dua, yaitu level sedang sebanyak 3 orang dengan persentase sebesar 10%. Kedua, level tinggi sebanyak 27 orang dengan persentase sebesar 90%; (2) Tingkat penerimaan diri disabilitas daksa di PPDI terbagi menjadi dua, yaitu level sedang sebanyak 9 orang dengan persentase 30%. Kedua, disabilitas daksa yang berada pada level tinggi yaitu sebanyak 21 orang dengan persentasi 70%; (3) Terdapat kontribusi kebersyukuran terhadap penerimaan diri pada penyandang disabilitas daksa di PPDI Kota Banjarmasin dengan nilai signifikansi sebesar 0,001; (4) Memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,737, sehingga setiap peningkatan 1% kebersyukuran akan menyebabkan peningkatan pula pada penerimaan diri sebesar 0,737; (5) Memiliki nilai R Squer sebesar 0,334 yang menandakan bahwa kontrinbusi kebersyukuran terhadap penerimaan diri adalah sebesar 33,4%

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇