Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Hukum Menggangkat Imam yang Masbuk Pada Salat Berjama’ah Perspektif Mazhab Hanafi dan Mazhab Syafi’i
Di dalam pelaksanaan shalat berjamaah sering kali terjadi makmum
tertinggal rukun bersama imam (masbuk). dan seorang makmum masbuk bisa
muncul kembali di posisi jamaah, tetapi di posisi yang berbeda. Dengan bertindak
sebagai imam. atau, tetap menjadi makmum, hanya imamnya saja yang berubah
karena imam yang lama sudah ke tahap penyelesaian. Dalam hal ini terdapat
perbedaan di kalangan ulama. Namun pada permasalahan makmum masbuk
sebagai imam pengganti kedua kalangan tersebut memiliki persamaan pendapat.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan kedua mazhab
terhadap pengangkatan makmum masbuk sebagai imam serta metode istinbath
hukum yang digunakan.
Jenis Penelitian ini menggunakan studi hukum normatif dengan pendekatan
kualitatif dan komparatif terhadap bahan-bahan hukum primer, sekunder, dan
tersier. Sumber primer dalam penelitian ini meliputi kitab-kitab fikih Mazhab
Hanafi seperti Al-Mabsuth karya Al- Sarakhsi, al-Bahrua ar-Raiq karya Ibnu
Nujaym serta kitab-kitab Mazhab Syafi’i seperti Tuhfatul Muhtaj bi Syarh Minhaj
karya Ibnu Hajar al-Haitami dan Al-Majmu’ Syarah Muhadzab. Sumber sekunder
terdiri dari literatur pendukung seperti Fiqh Islam wa Adillatuhu karya Syeikh
Wahbah Az-Zuhaili, Fikih Empat Mazhab sementara sumber tersier berupa kamus
istilah hukum Islam. Analisis data dilakukan melalui metode content analysis untuk
memahami serta membandingkan pandangan kedua mazhab terhadap hukum
Mengangkat Imam yang masbuk pada Shalat Berjama'ah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mazhab Hanafi dan Mazhab
Syafi’i sependapat pada permasalahan masbuk sebagai imam pengganti dengan
menghukumi shalatnya sah dan di perbolehkan. Sedangkan perbedaan terjadi ketika
makmum masbuk menjadi imam pada shalat berjamaah. Mazhab Hanafi tidak
membolehkan karena, hal itu dapat menjadikan sang imam yang masbuk masih
dinilai mempunyai hutang pada shalatnya sehingga tidak layak di jadikan sebagai
imam pada shalat berjama’ah. Adapun Mazhab Syafi’i membolehkan dengan
mengqiyaskan istihklaf pada riwayat hadits Aisyah r.
Analisis atas Alasan-Alasan Tidak Memiliki Anak dalam Perkawinan Ditinjau dari Perspektif Hukum Islam
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena pasangan yang menikah
memilih untuk tidak memiliki anak yang sekarang ini mulai muncul di Indonesia
dan memicu berbagai tanggapan di masyarakat. Fenomena ini masih dianggap
tidak biasa oleh masyarakat dan sempat menjadi topik pembicaraan hangat. Pilihan
hidup untuk tidak memiliki anak dalam perkawinan terkadang sering mendapat
stigma negatif dari masyarakat, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia
ini. Pandangan tersebut dipengaruhi oleh kuatnya norma sosial dan ajaran agama
yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat. Sebagian besar masyarakat
Indonesia memandang pernikahan sebagai sarana utama untuk melanjutkan garis
keturunan. Oleh karena itu konsep menikah tanpa keinginan memiliki keturunan
dianggap agak menyimpang dari norma sosial yang berlaku pada umumnya di
negara ini. Oleh sebab itu penulis ingin meneliti lebih lanjut mengenai alasan
alasan tidak memiliki anak dalam perkawinan ditinjau dari Perspektif Hukum
Islam.
Penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Jenis penelitian yang
digunakan untuk menulis skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library
research). Maka dari itu sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal
dari bahan-bahan tertulis yang mempunyai relevansi dengan permasalahan
penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
konseptual.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keputusan untuk tidak memiliki
anak dalam perkawinan dilatarbelakangi oleh beberapa alasan, antara lain alasan
ekonomi, lingkungan, pertimbangan pribadi, dan faktor medis. Dalam perspektif
hukum Islam, alasan-alasan tersebut dinilai berdasarkan prinsip maqaṣid al
syariah, khususnya pada aspek ḥifẓ al-nasl (menjaga keturunan) yang termasuk
dalam kategori kebutuhan primer (dharuriyyat). Keputusan untuk tidak memiliki
anak hanya dapat dibenarkan secara syar‘i apabila didasarkan pada alasan darurat
yang sah, seperti risiko kesehatan atau kondisi tertentu yang membahayakan
keselamatan jiwa. Sebaliknya, apabila keputusan tersebut dilandasi oleh alasan
yang tidak bersifat mendesak, seperti kekhawatiran ekonomi atau gaya hidup
pribadi, maka bertentangan dengan tujuan utama pernikahan dalam Islam, yakni
melanjutkan keturunan dan menjaga keberlangsungan umat manusia
Strategi Komunikasi Baznas Kota Banjarbaru dalam Meningkatkan Literasi Zakat di Kalangan Masyarakat Milenial Melalui Media Sosial
Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah
sekaligus sosial, sehingga pengelolaannya perlu dilakukan secara profesional dan
bertanggung jawab. BAZNAS Kota Banjarbaru memiliki peran penting dalam
meningkatkan literasi zakat di kalangan masyarakat milenial melalui media sosial.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang diterapkan
BAZNAS Kota Banjarbaru dalam meningkatkan literasi zakat, serta kendala yang
dihadapi dalam proses tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan beberapa
pegawai BAZNAS Kota Banjarbaru, observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kota Banjarbaru menerapkan
strategi komunikasi berbasis media sosial melalui Instagram, Facebook, dan
website untuk menyebarluaskan informasi seputar zakat, serta menyajikan konten
edukatif dan informatif yang sesuai dengan karakteristik milenial. Selain itu,
lembaga ini juga melakukan pendekatan secara langsung melalui kunjungan ke
instansi, sekolah, dan forum masyarakat. Kendala yang dihadapi antara lain
kurangnya pemahaman zakat di kalangan milenial, keterbatasan sumber daya,
persaingan dengan konten hiburan di media sosial, hingga adanya skeptisisme
terhadap lembaga zakat. Meskipun demikian, BAZNAS Kota Banjarbaru terus
melakukan inovasi dan pengembangan program untuk meningkatkan partisipasi
masyarakat milenial dalam berzakat
Pengembangan Bahan Ajar untuk Meningkatkan Pembelajaran Mitigasi Bencana Kebakaran pada Anak Usia Dini di RA Samudera Raya Banjarmasin
Pengetahuan tentang mitigasi bencana sejak usia dini penting untuk
ditanamkan guna membentuk kesiapsiagaan anak terhadap situasi darurat,
khususnya bencana kebakaran. Kota Banjarmasin merupakan salah satu wilayah
yang memiliki frekuensi kebakaran tinggi, namun belum banyak lembaga PAUD
yang menerapkan kurikulum mitigasi bencana secara terstruktur. Penelitian ini
bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa buku cerita bergambar yang
dapat meningkatkan pemahaman anak usia dini tentang mitigasi bencana
kebakaran di RA Samudera Raya Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D)
dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation,
Evaluation). Subjek penelitian adalah anak-anak usia 5–6 tahun. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta
validasi ahli materi dan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita
bergambar yang dikembangkan dinyatakan “sangat layak” oleh para validator,
baik dari segi isi, bahasa, ilustrasi, maupun pendekatan pembelajaran.
Dari hasil uji normalitas menggunakan spss 16 hasil akhir menunjukkan
bahwa buku cerita bergambar pendidikan berpengaruh secara signifikan terhadap
pemahaman belajar anak B2, dengan nilai Asmp. Sig (2-tailed) 0,001 atau dapat
juga disebut 0,001 < 0,05. Ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dapat
dinyatakan efektif sebagai bahan ajar terhadap pemahaman anak di RA Samudera
Raya Banjarmasin dalam pendidikan mitigasi bencana kebakara
Pengembangan silabus untuk pembelajaran keterampilan berbicara di pondok pesantren Ahsanul Ilmi,Tabunganen Barito Kuala = تطوير الخطة الدراسية الفصلية لمهارة الكلام في معهد أحسن العلم، تابونجانين، بارتو كوالا
Pengembangan kurikulum merupakan sebuah istilah yang bersifat umum, yang terdiri
dari perencanaan, implementasi dan evaluasi salah satu perencanaan yang perlu
dilakukan sebelum pembelajaran diberikan adalah silabus. Berdasarkan asumsi
tersebut dan hasil observasi awal, peneliti menyimpulkan perlunya pengembangan
bahan ajar, yaitu silabus persemester untuk keterampilan berbicara. Tujuan: 1.
Mengetahui bagaimana pengembangan silabus untuk keterampilan berbicara
berdasarkan teori Jean Piaget di pondok Ahsanul ilmi, Tabunganin Barito Kuala. 2.
Mengetahui kelayakannya. 3. Mengetahui keefektivitasnya. Metodologi yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metodologi penelitian dan pengembangan
dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (MANTAP) yang terdiri dari lima
tahap, yaitu: (1) Tahap penelitian awal. Dari hasil yang didapatkan, pembelajara ini
memerlukan dibuatnya silabus. (2) Tahap pengembangan model. Secara garis besar
produk yang di kembangkan secara rinci sebagai berikut: 1. Identitas instansi, 2.
Penetapan waktu, 3. Standar kompetensi, 4. Kompetensi dasar, 5. Proses
pembelajaran, 6. Indikator, 7. Sumber belajar. (3) Tahap validasi model. Yang
dilakukan oleh 3 validator yaitu validator Bahasa, Validator Desain dan Tata letak
dan Validator Isi. (4) Tahap uji efektivitas. Uji ini dilakukan untuk mengetahui
apakah produk ini efektif atau tidak sehingga menjadi dasar untuk kelayakan produk.
(5) Tahap diseminasi. Sampel penelitian meliputi siswa kelas X, XI dan XII tahun
ajaran 2024-2025. Hasil penelitian ini adalah: (1) silabus untuk keterampilan
berbicara yang dikembangkan berdasarkan teori Jean Piaget dengan cara
menganalisis kebutuhan siswa, kemudian mengembangkan produk dan mengajukan
persetujuan
kepada
para
ahli
serta
melakukan
validasi,
kemudian
mengimplementasikan produk dan melakukan uji coba kepada siswa, kemudian
mengevaluasi data yang diperoleh dari perangkat penelitian. (2) Para ahli berpendapat
bahwa Produk layak digunakan untuk pembelajaran keterampilan berbicara
berdasarkan silabus yang dibuat untuk sekolah tersebut, karena rata-rata hasil angket
para ahli mencapai 90% yaitu berada pada taraf sangat layak. (3) Produk efektif,
berdasarkan teori hasil statistik menggunakan program SPSS untuk seluruh data yang
diperoleh dari uji coba, menunjukkan hasil Sig (2) tailed sebesar 0,007 yang berarti
lebih kecil dari 0,05 sehingga pembelajaran keterampilan berbicara menggunakan
silabus tersebut dikatakan efekti
Kesadaran Hukum Mahasiswa UIN Antasari dalam Melakukan Praktik Jual Beli Akun Netflix
Penelitian ini membahas mengenai praktik jual beli akun Netflix yang dilakukan oleh mahasiswa UIN Antasari. Banyak mahasiswa yang tertarik membeli akun dengan harga yang lebih murah dibandingkan membeli langsung dari aplikasi Netflix. Akun yang semestinya digunakan secara pribadi dalam satu rumah tangga, dijual kembali oleh pihak ketiga secara bebas dengan harga yang lebih murah melalui media sosial dan marketplace.. Padahal, praktik raktik ini bertentangan dengan Term of Use Netflix dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Netflix secara tegas menyatakan bahwa akun hanya diperuntukkan untuk penggunaan pribadi dan non-komersial.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kesadaran hukum mahasiswa UIN Antasari dalam melakukan praktik jual beli akun Netflix dan apa saja faktor-faktor yang mendorong mereka melakukan aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris melalui wawancara langsung kepada mahasiswa.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat kekual ben Nergolong rengan alasan ensi biaya dan kedahan akse$s. Adapun faktor yang mendorong mereka melakukan praktik ini adalah harga yang lebih murah, kemudahan akses pembelian, mengikuti tren atau kebiasaan yang sudah meluas tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan legalitas maupun implikasi hukumny
تطبيق تعليم القواعد بطريقة المفتاح في معهد الشّهدآء الإسلاميّ فليهاري = Implementasi Pembelajaran Qawaid dengan Metode Al-Miftah di Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari
Ilmu tata bahasa atau ilmu gramatikal bertujan untuk mencegah kesalahan
lisan dan tulisan dalam pengucapan kata-kata bahasa Arab, serta sebagai sarana
untuk memahami Hadits dan AlQur'an maupun ilmu keislaman lainnya. Dalam hal
pengajaran qawaid dengan metode Al-Miftah Lil-Ulum dapat membantu santri
untuk mudah dan cepat membaca kitab kuning. Tujuan penelitian ini adalah 1.
untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran qawāʿid menggunakan
metode Al-Miftāḥ di Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari pada tingkat ula dan
wustho. 2. Untuk mengetahui hasil kemampuan pemahaman santri dalam
pembelajaran qawaid dengan metode al-miftah di tingkat ula dan wustho pondok
pesantren asy-syuhada pelaihari. 3. Untuk mengetahui tantangan-tantangan dalam
pembelajaran qawaid dengan metode al-miftah di tingkat ula dan wustho pondok
pesantren asy-syuhada pelaihari. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan
(field reseach) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun pengumpulan data
melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi,dan kemudian dianalisis dengan
pendekatan Millies dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Al-Miftāḥ
diterapkan melalui beberapa tahapan: persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan
penutup. Adapun tingkat pemahaman santri di tingkat ula dan wustho tergolong
baik. namun tingkat pemahaman santri di tingkat wustho belum menunjukkan
keberagaman kemampuan secara lengkap (tidak mencakup santri berkategori tinggi
maupun rendah). Tantangan dalam pembelajaran pembelajaran qawaid dengan
metode al-miftah Di tingkat Ula berasal dari faktor internal santri. Sementara itu, di
tingkat Wustho, tantangan utama berasal dari faktor internal dan eksternal
Peran Pengasuh dalam Memotivasi Beribadah pada Lansia di Panti Lansia Yayasan Uma Kandung Banjarmasin
Lansia merupakan fase perkembangan terakhir manusia. dengan berbagai
penurunan dari segi fisik, mental, serta kehilangan motivasi membuat lansia
memerlukan semua bantuan yang bisa didapatkan. Panti lansia menjadi salah satu
bantuan yang diberikan kepada lansia, salah satunya yaitu panti lansia Yayasan
Uma Kandung Banjarmasin. Dengan berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh
lansia,
pengasuh memberikan motivasi beribadah kepada lansia untuk
meningkatkan kesejahteraan hidup lansia. Melalui pemberian motivasi beribadah
tersebut, lansia diharapkan memiliki peningkatan dalam kualitas beribadah. Dengan
demikian peneliti tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai peran pengasuh
dalam memberikan motivasi beribadah kepada lansia di panti lansia Yayasan Uma
Kandung Banjarmasin. Untuk mendapatkan jawaban tersebut peneliti melakukan
field research (penelitian lapangan) dengan metode deskriptif kualitatif. Melalui
pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengasuh
serta lansia sebagai informan utama.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengasuh memiliki peran signifikan
dalam memberikan dorongan spiritual, emosional, serta bimbingan praktek ibadah
seperti shalat dan mengaji. Pengasuh menggunakan pendekatan persuasif dan
pendekatan personal dalam membangun hubungan yang hangat dengan lansia.
Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa setelah mendapatkan motivasi
dari pengasuh, lansia mengalami peningkatan kesadaran dan konsistensi dalam
menjalankan ibada
فعالية استخدام طريقة الاستجابة الجسدية الكاملة لتعليم مهارة الاستماع لدى طلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية هداية السلام نهضة الوطن بساتوي كاليمنتان الجنوبية = Efektivitas Metode Total Physical Respons dalam Pembelajaran Keterampilan Menyimak pada Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan di Satui Kalimantan Selatan
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan menyimak
siswa yang disebabkan oleh kurangnya penguasaan terhadap bunyi dan struktur
bahasa Arab, serta metode pengajaran yang monoton dan kurang menarik. Metode
Total Physical Respons dipilih karena diyakini mampu menciptakan pembelajaran
yang aktif dan menyenangkan melalui keterlibatan fisik siswa dalam merespons
instruksi verbal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode Total
Physical Response (TPR) dalam meningkatkan keterampilan menyimak pada siswa
kelas VIII di Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan di Satui,
Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode eksperimen. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok: kelompok
eksperimen yang diajar menggunakan metode Total Physical Respons, dan
kelompok kontrol yang diajar tanpa metode tersebut. Instrumen penelitian berupa
tes keterampilan menyimak yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara
hasil tes kedua kelompok, di mana kelompok eksperimen menunjukkan
peningkatan yang lebih tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan dengan aplikasi SPSS
25, nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yaitu 76,43 lebih tinggi dari nilai rata
rata kelas kontrol yaitu 58,81. Kemudian hasil uji-t menunjukkan nilai Sig. (2
tailed) sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05. Maka Ho ditolak dan Ha diterima.
Maka, dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode Total Physical Response (TPR) dalam pembelajaran keterampilan menyimak pada siswa kelas VIII
Madrasah Tsanawiyah Hidayatussalam Nahdatul Wathan efekti
Kontribusi Kebersyukuran terhadap Penerimaan Diri pada Penyandang Disabilitas Daksa di Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Banjarmasin
Disabilitas daksa ialah individu yang mengalami kesulitan dalam mengoptimalkan
fungsi anggota tubuhnya karena kerusakan atau gangguan pada tulang dan otot sehingga
mengalami penurunan kemampuan melakukan gerakan-gerakan tubuh tertentu. Keberadaan
mereka belum sepenuhnya diterima di masyarakat. Sehingga tidak jarang dari mereka akan
mendapat ejekan dan gunjingan karena dipandang sebagai sosok yang tidak berdaya dan
tidak dapat melakukan sesuatu yang berarti. Hal tersebut dapat menyebabkan mereka
menjadi tidak percaya diri dan membuat mereka juga merasa sulit menerima keadaan
dirinya. Adapun salah satu faktor yang memiliki hubungan dengan penerimaan diri ialah
kebersyukuran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kontribusi kebersyukuran
terhadap penerimaan diri pada penyandang disabilitas daksa di PPDI Kota Banjarmasin.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan analisis model regresi linier
sederhana. Responden dalam penelitian ini ialah penyandang disabilitas daksa yang ada di
PPDI Kota Banjarmasin dengan jumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang
digunakan ialah probability sampling atau simple random sampling dengan analisis data
menggunaan IBM SPSS Statistics versi 25.
Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu (1) Tingkat kebersyukuran disabilitas daksa di
PPDI terbagi menjadi dua, yaitu level sedang sebanyak 3 orang dengan persentase sebesar
10%. Kedua, level tinggi sebanyak 27 orang dengan persentase sebesar 90%; (2) Tingkat
penerimaan diri disabilitas daksa di PPDI terbagi menjadi dua, yaitu level sedang sebanyak 9
orang dengan persentase 30%. Kedua, disabilitas daksa yang berada pada level tinggi yaitu
sebanyak 21 orang dengan persentasi 70%; (3) Terdapat kontribusi kebersyukuran terhadap
penerimaan diri pada penyandang disabilitas daksa di PPDI Kota Banjarmasin dengan nilai
signifikansi sebesar 0,001; (4) Memiliki nilai koefisien regresi sebesar 0,737, sehingga
setiap peningkatan 1% kebersyukuran akan menyebabkan peningkatan pula pada
penerimaan diri sebesar 0,737; (5) Memiliki nilai R Squer sebesar 0,334 yang menandakan
bahwa kontrinbusi kebersyukuran terhadap penerimaan diri adalah sebesar 33,4%