Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Bimbingan Keagamaan di Rumah Tahfidz Al-Qur’an Shiratul Huda Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Banjarmasin Timur

    No full text
    Bimbingan keagamaan merupakan proses pendampingan yang bertujuan membantu individu dalam memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Rumah Tahfidz Al-Qur’an sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal tidak hanya berperan dalam pembinaan hafalan Al Qur’an, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pelaksanaan bimbingan keagamaan bagi santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk bimbingan keagamaan serta pelaksanaan bimbingan keagamaan di Rumah Tahfidz Al-Qur’an Shiratul Huda Kelurahan Kebun Bunga Kecamatan Banjarmasin Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek penelitian meliputi pengelola, ustadz/ustadzah, dan santri Rumah Tahfidz Al-Qur’an Shiratul Huda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bimbingan keagamaan di Rumah Tahfidz Al-Qur’an Shiratul Huda mencakup pembinaan aqidah, syariah, dan akhlak santri. Pembinaan aqidah dilakukan melalui hafalan doa-doa harian, hadis pendek, serta pengenalan rukun iman dan rukun Islam. Pembinaan syariah diwujudkan melalui pembiasaan ibadah seperti shalat, membaca, menghafal, dan muroja’ah Al-Qur’an. Adapun pembinaan akhlak dilakukan melalui penanaman kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, serta keteladanan dari para pembimbing. Pelaksanaan bimbingan keagamaan dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan melalui kegiatan rutin santri dengan menerapkan metode teladan, pembiasaan, nasihat, motivasi, dan hukuman yang bersifat mendidik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa Rumah Tahfidz Al-Qur’an Shiratul Huda tidak hanya berfungsi sebagai tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi juga sebagai lembaga bimbingan keagamaan yang berperan dalam membentuk santri yang beriman, beribadah dengan baik, dan berakhlak Islam

    Analisis Implementasi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 Tentang Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman Dalam Penataan Kawasan Kumuh Di Kelurahan Kelayan Barat Kota Banjarmasin

    No full text
    Kota Banjarmasin menghadapi permasalahan kawasan permukiman kumuh akibat urbanisasi dan kepadatan penduduk, khususnya di Kelurahan Kelayan Barat, yang ditandai dengan keterbatasan infrastruktur, rendahnya kualitas sanitasi, dan tingginya risiko bencana. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin menetapkan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perumahan dan Kawasan Permukiman. Namun, efektivitas implementasi peraturan daerah tersebut di tingkat kelurahan masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi serta mengidentifikasi tantangan dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 1 Tahun 2023 di Kelurahan Kelayan Barat. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan sosiologi hukum dan bersifat deskriptif analitis. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan wawancara dengan aparat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Banjarmasin serta masyarakat Kelurahan Kelayan Barat, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan daerah tersebut secara umum telah berjalan cukup baik melalui berbagai program penataan kawasan kumuh, seperti perbaikan rumah tidak layak huni, peningkatan infrastruktur lingkungan, dan penyediaan ruang terbuka publik. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber daya, kurang optimalnya komunikasi kebijakan, serta rendahnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan sosialisasi kebijakan, dan pemberdayaan masyarakat guna mendukung penataan kawasan kumuh yang berkelanjuta

    Dakwah Berbasis Bimbingan Membaca Al Quran Pada Remaja Di Rumah Tahfizh Ziyadatul Abrar Kabupaten Tanah Bumbu

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan melihat kondisi remaja didesa Karang Intan dimana mayoritasnya menempuh Pendidikan sekolah umum, yang mana beberapa dari remaja yang ada masih mempunyai minat dalam memperdalam ilmu agama. Maka dari itu dibentuklah suatu kegiatan dengan memberikan bimbingan membaca Al-Quran pada remaja sebagai media dakwah. Rumah Tahfizh Ziyadatul Abrar berperan sebagai wadah agar tercapai dan terlaksananya proses pemberian materi dakwah pada remaja. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif . Subjek penelitian ini adalah Pembimbiing dan remaja yang menjadi santri di Rumah Tahfizh. Objeknya adalah apa saja materi dakwah yang diberikan serta Bagaimana pelaksanaan dakwah berbasis bimbingan membaca Al-Quran. Teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interakif dari Milles dan Hubermen. Hasil penelitian diperoleh menunjukkan bahwa Rumah Tahfizh Ziyadatul Abrar berperan penting dalam membentuk budaya membaca Al-Qur’an di kalangan remaja. Kegiatan Dakwah berbasis Bimbingan Membaca Al-Qur’an dirumah Tahfizh Ziyadatul Abrar ini menghasilkan beberapa simpulan mengenai materi yang diberikan yakni Tajwid, Tahsin, da Makhraj Huruf sebagai bagian dari aktivitas dakwah, yang disampaikan secara sistematis kepada para santri. Kemudian kegiatan ini dilaksanakan secara langsung (face to face) dimulai dengan niat yang Ikhlas karna Allah SWT. Kemudian membaca Ta’awuz dan Basmallah sebagai pembuka secara bersama lalu diberikan waktu untuk menghapal ayat Al-Quran secara individu lalu menyetorkan hafalan yang didapat kepada pembimbing secara satu per satu. Setelah itu dilanjut dengan pembelajaran berupa penyampaian materi materi dakwah dan disambung dengan sesi tanya jawab sebelum kegiatan berakhir, dan ditutup dengan Bersama-sama membaca doa penutu

    Importance Performance Analysis Terhadap Peningkatan Pelayanan dan Pengembangan Fasilitas pada Food Court Antasari Banjarmasin 2025

    No full text
    Food Court Antasari Banjarmasin sebagai pusat kuliner yang mewadahi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara harapan pengunjung dan kinerja aktual pelayanan serta fasilitas yang berpotensi menurunkan tingkat kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesenjangan antara kepentingan (importance) dan kinerja (performance) pengunjung terhadap pelayanan dan fasilitas Food Court Antasari Banjarmasin serta menentukan prioritas perbaikan menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 100 responden pengunjung menggunakan skala Likert. Analisis dilakukan dengan pemetaan atribut ke dalam diagram kartesius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar atribut pelayanan dan fasilitas berada pada kuadran kinerja tinggi dan perlu dipertahankan. Namun demikian, terdapat kesenjangan signifikan pada tiga atribut yang memiliki tingkat kepentingan tinggi tetapi kinerja masih rendah, yaitu atribut nomor 7, 11, dan 23, yang masuk dalam kuadran prioritas utama perbaikan. Oleh karena itu, solusi yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas layanan pada atribut terkait, perbaikan fasilitas pendukung, serta penguatan standar operasional pelayanan. Implementasi perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pengunjung dan mendukung keberlanjutan UMKM di Food Court Antasari Banjarmasin

    Pendapat Pejabat-Pejabat Pengadilan Agama Marabahan Terhadap Fenomena Perkawinan Siri Yang Permohona Dispensasinya Telah Ditolak Oleh Pengadilan Agama Marabahan

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya perkawinan siri di kabupaten barito kuala,khususnya di kalangan pasangan yang permohonan dispensasinya telah ditolak oleh Pengadilan Agama Marabahan. Penolakan dispensasi seringkali mendorong, terutama yang berusia dibawah batas minimal perkawinan, untuk tetap melangsungkan Pernikahan secara siri demi memenuhi tuntutan sosial dan budaya. Fenomena ini menimbulkan berbagai persoalan hukum dan sosial. Kondisi tersebut membuat pentingnya mengkaji bagaimana Pendapat Pejabat-Pejabat Pengadilan Agama Marabahan, khususnya hakim dan panitera, dalam menyikapi situasi tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologis hukum. Subjek penelitian ini terdiri atas pejabat Pengadilan Agama Marabahan, yaitu tiga orang hakim dan dua orang panitera, sedangkan objek penelitiannya adalah pendapat mereka mengenai fenomena perkawinan siri setelah penolakan dispensasi kawin, data diperoleh melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi, kemudian di analisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Lokasi penelitian bertempat di Pengadilan Agama Marabahan kelas II-B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pejabat Pengadilan Agama Marabahan pada prinsipnya menilai bahwa perkawinan siri pasca penolakan dispensasi kawin merupakan tindakan yang tidak sejalan dengan ketentuan hukum negara, meskipun secara agama pernikahan tersebut dianggap sah. Para pejabat menegaskan bahwa penolakan dispensasi diberikan melalui pertimbangan mendalam demi melindungi kepentingan terbaik anak, terutama dari aspek psikologis, kesehatan, pendidikan, dan potensi kerentanan terhadap potensi kekerasan. Mereka menilai bahwa tetap melakukan perkawinan siri setelah permohonan ditolak hanya akan menimbulkan kerugian hukum bagi perempuan dan anak seperti tidak adanya akta nikah dan hak nafka

    Strategi Pemasaran Usaha Peternak telur Itik di Desa Masiraan

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan oleh peternak telur itik di Desa Masiraan serta mengkaji penerapan etika bisnis Islam dalam aktivitas pemasaran tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa usaha peternakan itik di desa tersebut memiliki peran penting dalam menunjang ekonomi keluarga, namun praktik pemasaran masih bersifat tradisional dan bergantung pada pengepul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi terhadap peternak telur itik di Desa Masiraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran peternak dapat dianalisis melalui pendekatan Customer Relationship Management (CRM), bauran pemasaran 4P, serta STP, meskipun penerapannya masih sederhana dan belum terstruktur. CRM dilakukan melalui upaya menjaga hubungan baik, komunikasi informal, dan pemenuhan kebutuhan pengepul. Pada aspek 4P, produk yang ditawarkan berfokus pada kualitas telur tanpa diferensiasi, harga mengikuti pasar dengan proses tawar-menawar tradisional, distribusi (place) bergantung pada pengepul yang datang langsung, dan promosi dilakukan secara alami melalui jaringan sosial tanpa strategi promosi formal. Penerapan STP juga tampak dalam segmentasi sederhana terhadap pengepul, pedagang kecil, dan pembeli lokal, dengan targeting utama kepada pengepul dan positioning yang belum terbangun secara jelas. Dalam perspektif etika bisnis Islam, peternak telah menerapkan prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab meskipun belum dikemas sebagai strategi syariah. Kejujuran tampak pada keterbukaan informasi mengenai kualitas telur, keadilan terlihat pada penetapan harga yang tidak merugikan kedua pihak, dan prinsip tanggung jawab diwujudkan melalui pemeliharaan kebersihan, pengelolaan limbah sederhana, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Penelitian ini juga menemukan fenomena ekonomi seperti tingginya biaya pakan, ketergantungan pada pengepul, peran mitra penampung telur, serta harapan peternak untuk memperluas pasar. Secara praktis, penelitian ini mengimplikasikan perlunya pelatihan efisiensi pakan, pembentukan kelompok peternak, penguatan akses pasar, serta peningkatan keterampilan pemasaran berbasis digital. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian pemasaran agribisnis, pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas, dan ekonomi rumah tangga petani, khususnya dalam konteks penerapan nilai ekonomi Islam dalam usaha peternakan rakyat

    Analisis Hukum Islam dan Hukum Positif Terhadap Perlindungan Konsumen Yang Gagal Bayar Akibat Force Majeur Pada Aplikasi Shopee Paylater

    No full text
    Perkembangan ekonomi digital telah mendorong maraknya layanan Buy Now, Pay Later (BNPL) seperti Shopee Paylater, yang memungkinkan konsumen berbelanja secara kredit tanpa kartu kredit. Namun, di balik kemudahannya, layanan ini menerapkan denda keterlambatan hingga 5% per bulan tanpa mempertimbangkan kondisi di luar kendali konsumen seperti pemutusan hubungan kerja, sakit berat, atau bencana yang dalam hukum dikenal sebagai force majeure. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan sifat deskriptif- analitis normatif yaitu penelitian hukum yang menggunakan sumber data atau bahan yang diperoleh melalui bahan-bahan kepustakaan menggunakan pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Berdasarkan metode yang digunakan hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk perlindungan terhadap konsumen yang gagal bayar akibat force majeure pada Shopee Paylater masih sangat terbatas dan tidak efektif. Dari perspektif hukum islam, praktik ini bertentangan dengan prinsip Syariah yang menekankan keadilan (‘adl), kemudahan dalam kesulitan (taysîr), serta larangan denda ribawi dalam akad pinjaman (qardh). dan fatwa DSN-MUI secara tegas mewajibkan pemberi utang untuk memberikan keringanan atau penghapusan utang bagi debitur dalam kesulitan suatu kewajiban moral dan syariah yang belum diwujudkan oleh Shopee Paylater dalam arsitektur layananny

    Efektivitas Perda Kabupaten Banjar Nomor 13 Tahun 2001 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Kertak Hanyar

    No full text
    Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar telah lama menjadi fenomena sosial ekonomi yang penting bagi masyarakat, karena mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan. Namun demikian, aktivitas PKL yang memanfaatkan trotoar, bahu jalan, dan fasilitas umum sering menimbulkan permasalahan seperti kemacetan, gangguan terhadap fungsi ruang publik, penurunan estetika lingkungan, serta ketidaktertiban. Pemerintah Kabupaten Banjar sebenarnya telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima sebagai dasar hukum penataan dan pengawasan PKL. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Perda tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat keberhasilannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan DPRD Kabupaten Banjar, Satuan Polisi Pamong Praja, pedagang kaki lima, dan pembeli, serta melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 13 Tahun 2001 tidak efektif dalam mengatur dan membina PKL di Kecamatan Kertak Hanyar. Hal ini tampak dari masih banyaknya PKL yang berjualan di area terlarang, rendahnya kepatuhan pedagang terhadap ketentuan yang berlaku, serta lemahnya pengawasan dan konsistensi penindakan oleh pemerintah daerah. Selain itu, ditemukan sejumlah faktor penghambat seperti kurangnya sosialisasi peraturan, keterbatasan sarana dan lokasi relokasi yang layak, pertimbangan ekonomi pedagang, serta keberadaan pungutan liar yang memengaruhi pola aktivitas PKL. Dengan demikian, diperlukan evaluasi dan pembaruan terhadap Perda serta peningkatan koordinasi antarinstansi, pembinaan berkelanjutan, dan penyediaan fasilitas usaha yang representatif agar penataan PKL dapat berjalan lebih efektif

    Pelayanan Penentuan Kategori Istitha’ah Pada Bidang Kesehatan Calon Jemaah Haji Di Upt Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 2025

    No full text
    Kesehatan fisik dan mental merupakan syarat mutlak (Istitha'ah) dalam pelaksanaan ibadah haji, mengingat tingginya risiko kesehatan pada jemaah lanjut usia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelayanan penentuan kategori Istitha'ah kesehatan calon jemaah haji serta mengidentifikasi hambatan pelayanan di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan petugas kesehatan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penentuan status kesehatan dilaksanakan sesuai standar Permenkes No. 15 Tahun 2016, meliputi tahapan registrasi, anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga penetapan status laik terbang. Data lapangan mengungkapkan bahwa mayoritas jemaah (84,7%) masuk dalam kategori Risiko Tinggi (Risti), dengan dominasi kasus penyakit tidak menular seperti Hipertensi dan Diabetes Melitus. Dari perspektif kualitas pelayanan (SERVQUAL), dimensi empati dan jaminan telah diterapkan dengan baik melalui pendekatan humanis dan pendampingan khusus bagi lansia. Pelayanan tindak lanjut bagi jemaah dengan status "Tunda" dilakukan melalui rujukan medis dan evaluasi berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penentuan istitha’ah kesehatan di UPT Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin telah dilaksanakan sesuai prosedur dan regulasi yang berlaku, namun menghadapi hambatan berupa dominasi jemaah berisiko tinggi, keterbatasan fasilitas, serta kendala komunikasi dengan jemaah lansia. Kualitas pelayanan dalam proses tersebut dipengaruhi oleh aspek keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan ketersediaan sarana pendukung, sehingga diperlukan penguatan pelayanan kesehatan yang lebih adaptif dan berorientasi pada kebutuhan jemaa

    Efektivitas Dakwah Ustadz Ilham Humaidi Melalui Media Penyiaran Syima Sabilal Muhtadin Banjarmasin

    No full text
    Perkembangan media penyiaran dan teknologi digital memberikan peluang besar bagi aktivitas dakwah untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dakwah Ustadz Ilham Humaidi melalui media penyiaran Syima Sabilal Muhtadin Banjarmasin serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Ustadz Ilham Humaidi melalui media penyiaran Syima Sabilal Muhtadin dapat dikategorikan efektif. Hal tersebut ditunjukkan oleh tanggapan positif audiens, relevansi materi dakwah dengan kondisi sosial masyarakat, serta gaya penyampaian yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami. Efektivitas dakwah juga terlihat dari adanya perubahan pada aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku keagamaan audiens, seperti meningkatnya kesadaran beribadah dan perbaikan akhlak. Adapun faktor pendukung meliputi kredibilitas dai, dukungan teknis media penyiaran, dan partisipasi jamaah, sedangkan faktor penghambat meliputi kendala teknis siaran serta keterbatasan interaksi antara dai dan audiens

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇