Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Bimbingan Keagamaan pada Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Bimbingan Keagamaan pada Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam berada di desa
Atu-atu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, TKA/TPA ini mengajarkan
nilai-nilai keagamaan berupa bimbingan membaca dan menulis Al-Qur’an,
tajwid, hafalan surah pendek, mengajarkan bacaan dan gerakan dalam salat, dan
adab dalam berperilaku sehari-hari Bimbingan keagamaan pada anak-anak in
akan menjadi pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya, dan jika
hal itu telah tertanam serta terpatri dengan baik dalam setiap anak sejak dini, hal
tersebut merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani
pendidikan selanjutnya.
Waktu belajar Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam dilaksanakan sore hari
setelah shalat Ashar sampai menjelang waktu Maghrib. TKA/TPA ini
diperuntukkan bagi anak-anak yang pagi harinya sekolah di TK umum, lalu sore
harinya sekolah di TK Al-Quran. Sedangkan TPA diperuntukkan bagi anak-anak
yang pagi harinya sekolah di SD, lalu sore harinya belajar di TPA.
Bimbingan keagamaaan pada anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam ada tiga yaitu,
pertama bimbingan baca tulis al-qur’an, adapun metode bimbingan membaca al�qur‟an menggunakan metode iqro dan waktu pelaksanaan Senin sampai Kamis
jam 16.00-18.00 WITA. Kedua bimbingan salat, materi praktik salat diajarkan
terkhusus pada hari Jumat. Ketiga bimbingan akhlak, pembimbing memberikan
contoh teladan dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam serta para
sahabat dan pendukung beliau
Adapun faktor pendukung masih berjalannya bimbingan keagamaaan pada anak�anak di TK/TPA Arkanul Islam yaitu karena adanya motivasi dari orang tua anak,
motivasi dari anaknya sendiri yang ingin belajar dan dukungan dari lingkungan
masyarakat setempat. Sedangkan faktor penghambat antara lain kondisi sarana
dan prasarana, layanan bimbingan, dan tidak adanya dukungan dari pihak lai
Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Mata Pelajaran Fikih Siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur
Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan yang sangat diperlukan
dalam mata pelajaran fikih karena dengan kemampuan berpikir kritis dapat
membantu siswa untuk tidak mudah mengikuti informasi-informasi yang
didapatkanya yang mungkin tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist. Penelitian
ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Kemampuan berpikir kritis dalam Mata
Pelajaran Fikih Siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur serta untuk
Mendeskripsikan Faktor Pendukung dan Penghambat Kemampuan berpikir kritis
dalam Mata Pelajaran Fikih Siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan
Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research)
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 28 peserta
didik kelas XI F, guru mata pelajaran fikih serta petugas tata usaha di MAN Paser.
Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dalam mata pelajaran fikih
siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data
yang digunakan adalah tes, wawancara, observasi dan studi dokumenter. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis siswa Madrasah
Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur pada mata pelajaran fikih secara
keseluruhan adalah 68,30%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa Madrasah Aliyah
Negeri Paser Kalimantan Timur memiliki kemampuan berpikir kritis dalam mata
pelajaran fikih. Hal ini dilihat dari beberapa indikator yaitu, kemampuan siswa
mengenal secara rinci bagian-bagian dari keseluruhan dalam sebuah narasi pada
mata pelajaran fikih, kemampuan siswa mendeteksi inti permasalahan dalam
sebuah narasi pada mata pelajaran fikih, kemampuan siswa membedakan gagasan
yang relevan dengan gagasan yang tidak relevan dalam sebuah narasi serta
kemampuan siswa membedakan fakta dan pendapat dalam sebuah narasi pada mata
pelajaran fikih. Faktor pendukung kemampuan berpikir kritis siswa yaitu, metode
pengajaran guru dan motivasi siswa. Adapun faktor penghambat kemampuan
berpikir kritis siswa yaitu, kondisi fisik dan emosional siswa serta kesulitan
memahami konsep dan istilah seperti istilah-istilah fikih yang sulit dipahami dan
kesulitan memahami suatu dalil karena tidak bisa berbahasa arab
Analisis Hukum, Sosial Budaya, Dan Keagamaan Terhadap Fenomena Stunting Di Kalimantan Selatan
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat
kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi
badannya dibawah standar, WHO (2015). Latar belakang penelitian adalah Analisis
hukum Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023, Pergub Nomor 03 Tahun 2022,
Perpres Nomor 72 Tahun 2022, Tentang Pencegahan Stunting adalah keterlibatan
semua pihak namun implemantasinya tidak terlaksana dengan baik. Secara Budaya
munculnya kencenderungan masyarakat terhadap mitos BEAPA IBU ITU ( tidak boleh
makan ikan Bepatil, Amis, Papuyu, Isap Buyu dan Isap Tulang). Dari keagamaan
secara normatif al-qur’an sudah mengatur untuk menyusui anak sebaiknya selama 2
tahun (Qs.2:233), serta anjuran untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah
(Qs.4:9), dan menyapih nya dalam usia 2 tahun (Qs. 31:14). Akan tetapi masih ada ibu
yang memberikan makan tambahan sebelum masa tersebut serta kurangnya peran
tokoh-tokoh agama untuk mengsosialisasikan
Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis fenomena Stunting dan analisis
penurunan Stunting di Kalimantan Selatan, ditinjau dari hukum sosial budaya dan
keagamaan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian Analisis Deskriptif dan
data berupa angka statistik.
Subjek dalam penelitian ini berjumlah 154 orang dari 6 puskesmas di daerah yang
terdiri dari puskesmas Anjir Muara, Sungai lulut, Sungai Andai, Sungai Besar
Banjarbaru, Tapin Utara, dan Muara Uyah Hasil penelitian menunjukkan bahwa
ditemukan 31 anak yang mengalami stunting dan 2 anak di antaranya disebabkan oleh
faktor genetik.
Berdasarkan dari hasil penelitian ditemukan, Bahwa fenomena Stunting tidak
hanya terbatas pada kekurangan gizi akan tetapi menyangkut keyakinan mistis bahwa
ada pengaruh makhluk gaib. Dari segi hukum perlu adanya implementasi yang
komprihensip kepada masyarakat agar tidak terjadi pengabaian hak-hak anak, dari segi
agama mengajak para ustadz dan ustadzah dalam menyampaikan ceramahnya kepada
masyarakat dengan tema Gizi dan Stuntin
Konsep Kewarisan Istimewa Gharâwain dalam Perspektif Maqâshid al-Syarî'ah
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan gharâwain
yang menjadi perdebatan diantara para ulama dari awal munculnya permasalahan
tersebut. Dalam permasalahan tersebut hanya terjadi pada dua struktur ahli waris
saja, yakni suami, ibu dan ayah atau istri, ibu dan ayah. Umar bin Khathab sebagai
orang yang menyelesaikan masalah tersebut memberikan 1/3 dari sisa harta
kepada ibu. Ibnu Abbas berpendapat lain, yakni dengan memberikan 1/3 dari
seluruh harta kepada ibu. Ibnu Sirin dan Abu Tsaur memberikan kepada ibu 1/3
dari sisa pada struktur ahli waris suami, ibu dan ayah, tetapi memberikan kepada
ibu 1/3 dari seluruh harta pada struktur ahli waris istri, ibu dan ayah. Maka dari itu
penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perspektif maqâshid al-syarî'ah
terutama pada tingkatannya terkait permasalaha gharâwain dalam kewarisan
Islam.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan
pendekatan filosofis. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan dalam
penelitian ini adalah studi dokumen atau pustaka.. Dalam penelitian ini penulis
menggunakan teknik analisis yang bersifat deskriptif kualitatif. Maksud dari
metode ini adalah untuk menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber
sesuai dengan metode pengumpulan dokumentasi atau pustaka yang berkaitan
dengan apa yang penulis kaji.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi gharâwain jika dianggap
sebagai alternatif penyelesaian dalam masalah gharâwain hanya akan berada pada
tingkatan al-ẖâjiyyah saja. Sedangkan konsep gharâwain jika dianggap sebagai
penyelesaian yang paling tepat dan shaẖih (benar) dalam masalah gharâwain
dengan diketahui ‘illahnya, maka konsep gharâwain ini akan berada pada
tingkatan al-dharûriyyah. Akan tetapi jika ‘illah tidak terpenuhi, asas
proposional/keadilan berimbang dilanggar dan tidak terdapat maslahat
didalamnya akan tetapi malah menimbulkan mudharat, maka konsep gharâwain
(tsuluts al-bâqî) bisa saja turun dari tingkatan al-dharûriyyah menuju ke al
ẖâjiyyah saja sebagai pelengkap dalam perhitungan dalam kewarisan Isla
Implementasi Supervisi Akademik Pengawas Mandrasah Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Kabupaten Tanah Laut
Rendahnya kinerja dan profesionalisme guru di Madrasah Aliyah Tanah
Laut menjadi permasalahan yang berdampak pada mutu pendidikan. Guru memiliki
peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan, namun masih ditemukan
keterbatasan dalam penguasaan metode mengajar, teknologi, dan penilaian. Supervisi
akademik oleh pengawas madrasah diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru dan
memperbaiki kualitas pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi
akademik oleh pengawas madrasah, mengeksplorasi model supervisi yang
diterapkan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kinerja guru. Penelitian
menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan manajerial. Data
dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di beberapa Madrasah
Aliyah di Kabupaten Tanah Laut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilaksanakan
secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Model
supervisi yang digunakan meliputi supervisi konvensional, klinis, dan kolaboratif.
Supervisi klinis terbukti efektif dalam membantu guru meningkatkan keterampilan
mengajar melalui observasi langsung dan umpan balik konstruktif. Selain itu,
pendekatan kolaboratif yang melibatkan diskusi dan refleksi bersama berkontribusi
dalam membangun hubungan positif antara pengawas dan guru
Pola Asuh Orang Tua yang Sibuk Bekerja Terhadap Kebiasaan Anak Usia Dini Menggunakan Gawai Pribadi (Studi Kasus Terhadap Keluarga di Kelurahan Kelayan Dalam Banjarmasin Selatan)
Penggunaan gawai pada anak usia dini telah menjadi fenomena yang
semakin umum di zaman sekarang. Gawai, tablet, dan perangkat digital lainnya
sering digunakan oleh orang tua sebagai alat bantu hiburan, pendidikan, maupun
pengalih perhatian bagi anak. Maka penting bagi orang tua untuk memahami cara
menggunakan gawai dengan bijak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua yang sibuk
bekerja terhadap kebiasaan anak usia dini menggunakan gawai pribadi, serta
mengetahui dampak yang dihadapi orang tua yang sibuk bekerja terhadap anak usia
dini menggunakan gawai pribadi. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang
keduanya bekerja dan mempunyai anak yang memiliki gawai pribadi, serta anak
tersebut dititipkan oleh orang tuanya pada neneknya.
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini kualitatif dan jenis
penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian orang tua dan nenek. Teknik
analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang
diterapkan oleh orang tua yang sibuk bekerja dengan anak yang menggunakan
gawai pribadi, yakni pola asuh permisif. Pola asuh ini ditandai dengan rendahnya
pengawasan dan kurangnya aturan yang tegas terkait penggunaan gawai. Orang tua
cenderung memberikan kebebasan kepada anak dalam menggunakan gawai tanpa
batasan yang ketat, akibatnya anak-anak terbiasa menggunakan gawai dalam waktu
yang lama hingga kecanduan aplikasi dan konten yang diakses anak tanpa adanya
kontrol yang jelas dari orang tua. Hal ini berdampak pada pola interaksi sosial anak,
perkembangan kognitif anak, serta perkembangan sosial emosional anak. Orang tua
seharusnya menerapkan pengasuhan yang lebih seimbang, seperti menetapkan
aturan yang jelas mengenai penggunaan gawai, meningkatkan kualitas interaksi
bersama antara orang tua dan anak bagaimana membagi waktu saat bekerja dan
keluarga
Sikap Memaafkan Terhadap Sesama Manusia dalam Al-Qur’an (Analisis Relasi dan Fungsi)
Dalam hubungan antar sesama manusia, tidak lepas dari suatu konflik
ataupun peristiwa yang terjadi bahkan peristiwa tersebut memberikan luka batin
yang mendalam dan menjadi bagian dari sejarah kehidupan seseorang. Luka batin
semacam ini sering kali terasa menyakitkan jika diingat kembali. Namun, Al
Qur’an menjelaskan bahwa kemampuan untuk memaafkan peristiwa tersebut
dapat menjadi kunci untuk mencapai ketentraman batin dan kebahagiaan.
Memaafkan merupakan proses penting dalam psikologi, terutama dalam
memperbaiki hubungan interpersonal.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis
ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tentang sikap memaafkan memaafkan
terhadap sesama manusia serta untuk mengetahui relasi dan fungsi memaafkan
dalam membangun harmoni sosial. Penelitian ini akan membahas konsep
memaafkan terhadap sesama manusia dalam perspektif Al-Qur'an dengan analisis
mendalam mengenai relasi dan fungsi nilai memaafkan dalam kehidupan sosial.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research)
dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Berfokus pada penafsiran
ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan sikap memaafkan terhadap sesama
manusia, serta mengkaji pendapat para ulama tafsir dan literatur Islam klasik
maupun kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap memaafkan menurut
pandangan al-Qur’an merupakan sikap yang terpuji dan termasuk salah satu ajaran
moral yang ditekankan dalam Islam; diperintahkah oleh Allah swt. dan
dicontohkan oleh Rasulullah saw. pelakunya dijanjikan mendapat ganjaran pahala
yang besar di akhirat nanti. Allah menganjurkan umat-Nya untuk bersikap pemaaf
guna mencapai ketenangan jiwa, menghindari dendam, serta membangun
hubungan sosial yang lebih baik. Memaafkan menjadi bentuk ibadah yang bernilai
tinggi, karena mendekatkan manusia kepada Allah serta menciptakan kedamaian
dalam kehidupan.
Konteks atau relasi ayat-ayat tentang memaafkan dalam Al-Qur’an
meliputi: Pertama, relasi dalam konteks keluarga; dalam hubungan antara orang
tua dan anak, dan sebaliknya, suami dan istri, dan hubungan sesama saudara.
Kedua, relasi dalam konteks sosial; dalam hubungan kerabat, hubungan
bertetangga, dan hubungan antar sesama manusia, baik seagama maupun dengan
non muslim.
Adapun Fungsi memaafkan bagi diri sendiri secara mental: dapat
menghilangkan dendam, merasa tenang, mengurangi beban mental, secara
spiritual, dapat pahala di akhirat. Bagi orang yang dimaafkan terhapus dari dosa
dosanya, mengurangi bahkan menghapuskan hukuman/sanksi. Bagi masyarakat sikap memaafkan dapat menghindari dari konflik akibat dendam korban terhadap
pelaku.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa konsep memaafkan dalam Al
Qur'an memiliki dimensi transendental yang menghubungkan manusia dengan
Tuhan, sehingga memaafkan menjadi salah satu bentuk ibadah yang bernilai
spiritual tinggi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam
memahami nilai universal ajaran Islam yang relevan dengan tantangan kehidupan
modern
Implementasi Program Maghrib Mengaji di Masyarakat Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala
Penelitian
ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis
Implementasi Program Maghrib Mengaji di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang
Kabupaten Barito Kuala, dengan fokus pada pelaksanaan dan program serta kendala
yang dihadapi. Program Maghrib Mengaji adalah tradisi keagamaan yang telah
berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu sarana pembelajaran
membaca Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan
lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Maghrib Mengaji
di Desa Karang Buah melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya orang tua
dan guru mengaji, serta memanfaatkan waktu setelah shalat Maghrib sebagai momen
efektif untuk belajar membaca Al-Qur’an. Program ini memiliki tahapan pelaksanaan
yang terstruktur, mulai dari pengajaran metode Iqro untuk pemula hingga
pembelajaran tajwid bagi peserta yang lebih mahir. Selain itu, tradisi ini juga
memadukan nilai-nilai budaya lokal, seperti sungkeman sebelum mengaji dan
kenduren pada momen tertentu.
Program ini memiliki manfaat di masyarakat, seperti mempererat hubungan
silaturahim, menanamkan nilai-nilai religius, dan membentuk karakter Islami pada
generasi muda. Namun, keterbatasan fasilitas seperti Mushaf yang bergantian dan alat
bantu menjadi tantangan dalam pelaksanaan program. Sebagai solusi, masyarakat
bersama pemerintah desa diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap
keberlanjutan program ini.
Dengan demikian, Program Maghrib Mengaji di Desa Karang Buah tidak
hanya menjadi sarana pendidikan agama, tetapi juga upaya pelestarian budaya lokal
yang memperkuat identitas keislaman masyarakat di Desa Karang Buah Kecamatan
Belawang Kabupaten Barito Kual
Minat Peserta didik Wanita Terhadap Pembelajaran Fikih Pada Materi Haid Dan Istihadhah Di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin
Minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih, khususnya dalam
materi haid dan istihadhah, berpengaruh besar terhadap pemahaman mereka dalam
menjalankan ibadah dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
tingkat minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih pada materi haid
dan istihadhah di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin, serta
mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pondok ini dipilih karena
memiliki sistem pembelajaran fikih yang terstruktur.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat peserta didik wanita
terhadap pembelajaran fikih pada materi haid dan istihadhah di Pondok Pesantren
Insan Madani Banjarmasin dengan menggunakan indikator-indikator yang sudah
ditetapkan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi minat peserta didik wanita
terhadap pembelajaran fikih pada materi haid dan istihadhah di Pondok Pesantren
Insan Madani Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan
penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri tiga puluh (30) peserta didik
wanita. 10 peserta didik wanita kelas VII MTs, 10 Peserta didik wanita kelas VIII
MTs dan 10 peserta didik wanita kelas IX di Pondok Pesantren Insan Madani
Banjarmasin serta guru fikih di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik wanita di Pondok
Pesantren Insan Madani Banjarmasin memiliki minat yang tinggi terhadap
pembelajaran fikih, khususnya pada materi haid dan istihadhah. Melalui hasil
wawancara, observasi serta hasil dari indikator yang telah ditetapkan terhadap
minat peserta didik wanita kelas VII, VIII, dan IX MTs. Faktor-faktor yang
mempengaruhi minat mereka juga memiliki perubahan minat. Adapun faktor ini
meliputi faktor internal, seperti rasa penasaran, motivasi, dan kepercayaan diri,
serta faktor eksternal, seperti dukungan keluarga, peran guru, kebijakan pesantren
serta lingkungan pesantren yang kondusi
Nilai-Nilai Sufistik dalam Buku “Soto Sufi dari Madura” Karya D. Zawawi Imron
Tasawuf dan sastra Indonesia adalah dua bidang yang saling berhubungan.
Tasawuf, sebagai bagian dari tradisi Islam, telah mempengaruhi banyak aspek
kehidupan di Indonesia, termasuk sastra. Dalam karya sastra Indonesia, pengaruh
tasawuf dapat dilihat dalam bentuk tema, gaya, dan bahasa. Ungkapan dalam dunia
karya sastra, termasuk puisi, cerpen, novel, dan drama, terlihat jelas bahwa karya
karya tersebut tidak berdiri sendiri. Penelitian ini menunjukkan bahwa sastra
sufistik tidak hanya sebagai media penyampaian ajaran spiritual, tetapi juga
memiliki dimensi sosial dan kritik terhadap realitas kehidupan modern.
Menganalisis nilai-nilai sufistik yang terdapat dalam buku “Soto Sufi dari Madura”
Karya D. Zawawi Imron serta relevansinya di era modern. Sastra sufistik
merupakan salah satu bentuk ekspresi spiritual yang menyampaikan ajaran tasawuf
melalui simbol, metafora, dan pengalaman ruhani. Studi ini mengidentifikasi
konsep maqāmāt (tingkatan spiritual) dan aḥwāl (keadaan spiritual) yang tercermin
dalam cerpen-cerpen dalam buku tersebut, seperti nilai taubat, zuhud, sabar,
syukur, shiddīq, dan mahabbah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
pustaka (library research). Data primer diambil dari Buku “Soto Sufi Dari Madura”
Karya D. Zawawi Imron data sekunder berasal dari kitab Risalah Qusyairiyah yang
ditulis oleh Abd Al-Karîm Al-Qusyayri, jurnal, artikel, dan literatur lain yang
relevan.
Hasil Penelitian ini menemukan bahwa terdapat nilai-nilai sufitik dalam
buku “Soto Sufi dari Madura” Karya D. Zawawi Imron seperti, nilai taubat, zuhud,
sabar, syukur, shiddīq, dan mahabbah. Buku “Soto Sufi dari Madura” Karya D.
Zawawi Imron juga memiliki relevansi nilai-nilai sufistik yang relevan dengan
kehidupan modern. Buku ini merupakan, sebuah karya sastra bernuansa sufistik
tidak hanya sebagai media penyampaian ajaran spiritual, tetapi juga memiliki
dimensi sosial dan kritik terhadap realitas kehidupan modern