Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Bimbingan Keagamaan pada Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut

    No full text
    Bimbingan Keagamaan pada Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam berada di desa Atu-atu Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, TKA/TPA ini mengajarkan nilai-nilai keagamaan berupa bimbingan membaca dan menulis Al-Qur’an, tajwid, hafalan surah pendek, mengajarkan bacaan dan gerakan dalam salat, dan adab dalam berperilaku sehari-hari Bimbingan keagamaan pada anak-anak in akan menjadi pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya, dan jika hal itu telah tertanam serta terpatri dengan baik dalam setiap anak sejak dini, hal tersebut merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani pendidikan selanjutnya. Waktu belajar Anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam dilaksanakan sore hari setelah shalat Ashar sampai menjelang waktu Maghrib. TKA/TPA ini diperuntukkan bagi anak-anak yang pagi harinya sekolah di TK umum, lalu sore harinya sekolah di TK Al-Quran. Sedangkan TPA diperuntukkan bagi anak-anak yang pagi harinya sekolah di SD, lalu sore harinya belajar di TPA. Bimbingan keagamaaan pada anak-anak di TK/TPA Arkanul Islam ada tiga yaitu, pertama bimbingan baca tulis al-qur’an, adapun metode bimbingan membaca al�qur‟an menggunakan metode iqro dan waktu pelaksanaan Senin sampai Kamis jam 16.00-18.00 WITA. Kedua bimbingan salat, materi praktik salat diajarkan terkhusus pada hari Jumat. Ketiga bimbingan akhlak, pembimbing memberikan contoh teladan dari Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam serta para sahabat dan pendukung beliau Adapun faktor pendukung masih berjalannya bimbingan keagamaaan pada anak�anak di TK/TPA Arkanul Islam yaitu karena adanya motivasi dari orang tua anak, motivasi dari anaknya sendiri yang ingin belajar dan dukungan dari lingkungan masyarakat setempat. Sedangkan faktor penghambat antara lain kondisi sarana dan prasarana, layanan bimbingan, dan tidak adanya dukungan dari pihak lai

    Kemampuan Berpikir Kritis Dalam Mata Pelajaran Fikih Siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan yang sangat diperlukan dalam mata pelajaran fikih karena dengan kemampuan berpikir kritis dapat membantu siswa untuk tidak mudah mengikuti informasi-informasi yang didapatkanya yang mungkin tidak sesuai dengan Al Qur’an dan Hadist. Penelitian ini bertujuan untuk Mendeskripsikan Kemampuan berpikir kritis dalam Mata Pelajaran Fikih Siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur serta untuk Mendeskripsikan Faktor Pendukung dan Penghambat Kemampuan berpikir kritis dalam Mata Pelajaran Fikih Siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 28 peserta didik kelas XI F, guru mata pelajaran fikih serta petugas tata usaha di MAN Paser. Objek penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis dalam mata pelajaran fikih siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, observasi dan studi dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kemampuan berpikir kritis siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur pada mata pelajaran fikih secara keseluruhan adalah 68,30%. Hal ini menunjukkan bahwa siswa Madrasah Aliyah Negeri Paser Kalimantan Timur memiliki kemampuan berpikir kritis dalam mata pelajaran fikih. Hal ini dilihat dari beberapa indikator yaitu, kemampuan siswa mengenal secara rinci bagian-bagian dari keseluruhan dalam sebuah narasi pada mata pelajaran fikih, kemampuan siswa mendeteksi inti permasalahan dalam sebuah narasi pada mata pelajaran fikih, kemampuan siswa membedakan gagasan yang relevan dengan gagasan yang tidak relevan dalam sebuah narasi serta kemampuan siswa membedakan fakta dan pendapat dalam sebuah narasi pada mata pelajaran fikih. Faktor pendukung kemampuan berpikir kritis siswa yaitu, metode pengajaran guru dan motivasi siswa. Adapun faktor penghambat kemampuan berpikir kritis siswa yaitu, kondisi fisik dan emosional siswa serta kesulitan memahami konsep dan istilah seperti istilah-istilah fikih yang sulit dipahami dan kesulitan memahami suatu dalil karena tidak bisa berbahasa arab

    Analisis Hukum, Sosial Budaya, Dan Keagamaan Terhadap Fenomena Stunting Di Kalimantan Selatan

    No full text
    Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya dibawah standar, WHO (2015). Latar belakang penelitian adalah Analisis hukum Undang Undang Nomor 17 Tahun 2023, Pergub Nomor 03 Tahun 2022, Perpres Nomor 72 Tahun 2022, Tentang Pencegahan Stunting adalah keterlibatan semua pihak namun implemantasinya tidak terlaksana dengan baik. Secara Budaya munculnya kencenderungan masyarakat terhadap mitos BEAPA IBU ITU ( tidak boleh makan ikan Bepatil, Amis, Papuyu, Isap Buyu dan Isap Tulang). Dari keagamaan secara normatif al-qur’an sudah mengatur untuk menyusui anak sebaiknya selama 2 tahun (Qs.2:233), serta anjuran untuk tidak meninggalkan generasi yang lemah (Qs.4:9), dan menyapih nya dalam usia 2 tahun (Qs. 31:14). Akan tetapi masih ada ibu yang memberikan makan tambahan sebelum masa tersebut serta kurangnya peran tokoh-tokoh agama untuk mengsosialisasikan Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis fenomena Stunting dan analisis penurunan Stunting di Kalimantan Selatan, ditinjau dari hukum sosial budaya dan keagamaan. Metode penelitian ini menggunakan penelitian Analisis Deskriptif dan data berupa angka statistik. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 154 orang dari 6 puskesmas di daerah yang terdiri dari puskesmas Anjir Muara, Sungai lulut, Sungai Andai, Sungai Besar Banjarbaru, Tapin Utara, dan Muara Uyah Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 31 anak yang mengalami stunting dan 2 anak di antaranya disebabkan oleh faktor genetik. Berdasarkan dari hasil penelitian ditemukan, Bahwa fenomena Stunting tidak hanya terbatas pada kekurangan gizi akan tetapi menyangkut keyakinan mistis bahwa ada pengaruh makhluk gaib. Dari segi hukum perlu adanya implementasi yang komprihensip kepada masyarakat agar tidak terjadi pengabaian hak-hak anak, dari segi agama mengajak para ustadz dan ustadzah dalam menyampaikan ceramahnya kepada masyarakat dengan tema Gizi dan Stuntin

    Konsep Kewarisan Istimewa Gharâwain dalam Perspektif Maqâshid al-Syarî'ah

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan gharâwain yang menjadi perdebatan diantara para ulama dari awal munculnya permasalahan tersebut. Dalam permasalahan tersebut hanya terjadi pada dua struktur ahli waris saja, yakni suami, ibu dan ayah atau istri, ibu dan ayah. Umar bin Khathab sebagai orang yang menyelesaikan masalah tersebut memberikan 1/3 dari sisa harta kepada ibu. Ibnu Abbas berpendapat lain, yakni dengan memberikan 1/3 dari seluruh harta kepada ibu. Ibnu Sirin dan Abu Tsaur memberikan kepada ibu 1/3 dari sisa pada struktur ahli waris suami, ibu dan ayah, tetapi memberikan kepada ibu 1/3 dari seluruh harta pada struktur ahli waris istri, ibu dan ayah. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana perspektif maqâshid al-syarî'ah terutama pada tingkatannya terkait permasalaha gharâwain dalam kewarisan Islam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan filosofis. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi dokumen atau pustaka.. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik analisis yang bersifat deskriptif kualitatif. Maksud dari metode ini adalah untuk menganalisis data yang diperoleh dari berbagai sumber sesuai dengan metode pengumpulan dokumentasi atau pustaka yang berkaitan dengan apa yang penulis kaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi gharâwain jika dianggap sebagai alternatif penyelesaian dalam masalah gharâwain hanya akan berada pada tingkatan al-ẖâjiyyah saja. Sedangkan konsep gharâwain jika dianggap sebagai penyelesaian yang paling tepat dan shaẖih (benar) dalam masalah gharâwain dengan diketahui ‘illahnya, maka konsep gharâwain ini akan berada pada tingkatan al-dharûriyyah. Akan tetapi jika ‘illah tidak terpenuhi, asas proposional/keadilan berimbang dilanggar dan tidak terdapat maslahat didalamnya akan tetapi malah menimbulkan mudharat, maka konsep gharâwain (tsuluts al-bâqî) bisa saja turun dari tingkatan al-dharûriyyah menuju ke al ẖâjiyyah saja sebagai pelengkap dalam perhitungan dalam kewarisan Isla

    Implementasi Supervisi Akademik Pengawas Mandrasah Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Guru di Madrasah Aliyah Kabupaten Tanah Laut

    No full text
    Rendahnya kinerja dan profesionalisme guru di Madrasah Aliyah Tanah Laut menjadi permasalahan yang berdampak pada mutu pendidikan. Guru memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan, namun masih ditemukan keterbatasan dalam penguasaan metode mengajar, teknologi, dan penilaian. Supervisi akademik oleh pengawas madrasah diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru dan memperbaiki kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan supervisi akademik oleh pengawas madrasah, mengeksplorasi model supervisi yang diterapkan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap kinerja guru. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan manajerial. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di beberapa Madrasah Aliyah di Kabupaten Tanah Laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Model supervisi yang digunakan meliputi supervisi konvensional, klinis, dan kolaboratif. Supervisi klinis terbukti efektif dalam membantu guru meningkatkan keterampilan mengajar melalui observasi langsung dan umpan balik konstruktif. Selain itu, pendekatan kolaboratif yang melibatkan diskusi dan refleksi bersama berkontribusi dalam membangun hubungan positif antara pengawas dan guru

    Pola Asuh Orang Tua yang Sibuk Bekerja Terhadap Kebiasaan Anak Usia Dini Menggunakan Gawai Pribadi (Studi Kasus Terhadap Keluarga di Kelurahan Kelayan Dalam Banjarmasin Selatan)

    No full text
    Penggunaan gawai pada anak usia dini telah menjadi fenomena yang semakin umum di zaman sekarang. Gawai, tablet, dan perangkat digital lainnya sering digunakan oleh orang tua sebagai alat bantu hiburan, pendidikan, maupun pengalih perhatian bagi anak. Maka penting bagi orang tua untuk memahami cara menggunakan gawai dengan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh orang tua yang sibuk bekerja terhadap kebiasaan anak usia dini menggunakan gawai pribadi, serta mengetahui dampak yang dihadapi orang tua yang sibuk bekerja terhadap anak usia dini menggunakan gawai pribadi. Subjek penelitian ini adalah orang tua yang keduanya bekerja dan mempunyai anak yang memiliki gawai pribadi, serta anak tersebut dititipkan oleh orang tuanya pada neneknya. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian orang tua dan nenek. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua yang sibuk bekerja dengan anak yang menggunakan gawai pribadi, yakni pola asuh permisif. Pola asuh ini ditandai dengan rendahnya pengawasan dan kurangnya aturan yang tegas terkait penggunaan gawai. Orang tua cenderung memberikan kebebasan kepada anak dalam menggunakan gawai tanpa batasan yang ketat, akibatnya anak-anak terbiasa menggunakan gawai dalam waktu yang lama hingga kecanduan aplikasi dan konten yang diakses anak tanpa adanya kontrol yang jelas dari orang tua. Hal ini berdampak pada pola interaksi sosial anak, perkembangan kognitif anak, serta perkembangan sosial emosional anak. Orang tua seharusnya menerapkan pengasuhan yang lebih seimbang, seperti menetapkan aturan yang jelas mengenai penggunaan gawai, meningkatkan kualitas interaksi bersama antara orang tua dan anak bagaimana membagi waktu saat bekerja dan keluarga

    Sikap Memaafkan Terhadap Sesama Manusia dalam Al-Qur’an (Analisis Relasi dan Fungsi)

    No full text
    Dalam hubungan antar sesama manusia, tidak lepas dari suatu konflik ataupun peristiwa yang terjadi bahkan peristiwa tersebut memberikan luka batin yang mendalam dan menjadi bagian dari sejarah kehidupan seseorang. Luka batin semacam ini sering kali terasa menyakitkan jika diingat kembali. Namun, Al Qur’an menjelaskan bahwa kemampuan untuk memaafkan peristiwa tersebut dapat menjadi kunci untuk mencapai ketentraman batin dan kebahagiaan. Memaafkan merupakan proses penting dalam psikologi, terutama dalam memperbaiki hubungan interpersonal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an yang membahas tentang sikap memaafkan memaafkan terhadap sesama manusia serta untuk mengetahui relasi dan fungsi memaafkan dalam membangun harmoni sosial. Penelitian ini akan membahas konsep memaafkan terhadap sesama manusia dalam perspektif Al-Qur'an dengan analisis mendalam mengenai relasi dan fungsi nilai memaafkan dalam kehidupan sosial. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Berfokus pada penafsiran ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan sikap memaafkan terhadap sesama manusia, serta mengkaji pendapat para ulama tafsir dan literatur Islam klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap memaafkan menurut pandangan al-Qur’an merupakan sikap yang terpuji dan termasuk salah satu ajaran moral yang ditekankan dalam Islam; diperintahkah oleh Allah swt. dan dicontohkan oleh Rasulullah saw. pelakunya dijanjikan mendapat ganjaran pahala yang besar di akhirat nanti. Allah menganjurkan umat-Nya untuk bersikap pemaaf guna mencapai ketenangan jiwa, menghindari dendam, serta membangun hubungan sosial yang lebih baik. Memaafkan menjadi bentuk ibadah yang bernilai tinggi, karena mendekatkan manusia kepada Allah serta menciptakan kedamaian dalam kehidupan. Konteks atau relasi ayat-ayat tentang memaafkan dalam Al-Qur’an meliputi: Pertama, relasi dalam konteks keluarga; dalam hubungan antara orang tua dan anak, dan sebaliknya, suami dan istri, dan hubungan sesama saudara. Kedua, relasi dalam konteks sosial; dalam hubungan kerabat, hubungan bertetangga, dan hubungan antar sesama manusia, baik seagama maupun dengan non muslim. Adapun Fungsi memaafkan bagi diri sendiri secara mental: dapat menghilangkan dendam, merasa tenang, mengurangi beban mental, secara spiritual, dapat pahala di akhirat. Bagi orang yang dimaafkan terhapus dari dosa dosanya, mengurangi bahkan menghapuskan hukuman/sanksi. Bagi masyarakat sikap memaafkan dapat menghindari dari konflik akibat dendam korban terhadap pelaku. Penelitian ini juga menegaskan bahwa konsep memaafkan dalam Al Qur'an memiliki dimensi transendental yang menghubungkan manusia dengan Tuhan, sehingga memaafkan menjadi salah satu bentuk ibadah yang bernilai spiritual tinggi. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami nilai universal ajaran Islam yang relevan dengan tantangan kehidupan modern

    Implementasi Program Maghrib Mengaji di Masyarakat Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Implementasi Program Maghrib Mengaji di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kuala, dengan fokus pada pelaksanaan dan program serta kendala yang dihadapi. Program Maghrib Mengaji adalah tradisi keagamaan yang telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi salah satu sarana pembelajaran membaca Al-Qur’an, khususnya bagi generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Program Maghrib Mengaji di Desa Karang Buah melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya orang tua dan guru mengaji, serta memanfaatkan waktu setelah shalat Maghrib sebagai momen efektif untuk belajar membaca Al-Qur’an. Program ini memiliki tahapan pelaksanaan yang terstruktur, mulai dari pengajaran metode Iqro untuk pemula hingga pembelajaran tajwid bagi peserta yang lebih mahir. Selain itu, tradisi ini juga memadukan nilai-nilai budaya lokal, seperti sungkeman sebelum mengaji dan kenduren pada momen tertentu. Program ini memiliki manfaat di masyarakat, seperti mempererat hubungan silaturahim, menanamkan nilai-nilai religius, dan membentuk karakter Islami pada generasi muda. Namun, keterbatasan fasilitas seperti Mushaf yang bergantian dan alat bantu menjadi tantangan dalam pelaksanaan program. Sebagai solusi, masyarakat bersama pemerintah desa diharapkan dapat meningkatkan dukungan terhadap keberlanjutan program ini. Dengan demikian, Program Maghrib Mengaji di Desa Karang Buah tidak hanya menjadi sarana pendidikan agama, tetapi juga upaya pelestarian budaya lokal yang memperkuat identitas keislaman masyarakat di Desa Karang Buah Kecamatan Belawang Kabupaten Barito Kual

    Minat Peserta didik Wanita Terhadap Pembelajaran Fikih Pada Materi Haid Dan Istihadhah Di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin

    No full text
    Minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih, khususnya dalam materi haid dan istihadhah, berpengaruh besar terhadap pemahaman mereka dalam menjalankan ibadah dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih pada materi haid dan istihadhah di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pondok ini dipilih karena memiliki sistem pembelajaran fikih yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih pada materi haid dan istihadhah di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin dengan menggunakan indikator-indikator yang sudah ditetapkan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi minat peserta didik wanita terhadap pembelajaran fikih pada materi haid dan istihadhah di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri tiga puluh (30) peserta didik wanita. 10 peserta didik wanita kelas VII MTs, 10 Peserta didik wanita kelas VIII MTs dan 10 peserta didik wanita kelas IX di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin serta guru fikih di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peserta didik wanita di Pondok Pesantren Insan Madani Banjarmasin memiliki minat yang tinggi terhadap pembelajaran fikih, khususnya pada materi haid dan istihadhah. Melalui hasil wawancara, observasi serta hasil dari indikator yang telah ditetapkan terhadap minat peserta didik wanita kelas VII, VIII, dan IX MTs. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat mereka juga memiliki perubahan minat. Adapun faktor ini meliputi faktor internal, seperti rasa penasaran, motivasi, dan kepercayaan diri, serta faktor eksternal, seperti dukungan keluarga, peran guru, kebijakan pesantren serta lingkungan pesantren yang kondusi

    Nilai-Nilai Sufistik dalam Buku “Soto Sufi dari Madura” Karya D. Zawawi Imron

    No full text
    Tasawuf dan sastra Indonesia adalah dua bidang yang saling berhubungan. Tasawuf, sebagai bagian dari tradisi Islam, telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan di Indonesia, termasuk sastra. Dalam karya sastra Indonesia, pengaruh tasawuf dapat dilihat dalam bentuk tema, gaya, dan bahasa. Ungkapan dalam dunia karya sastra, termasuk puisi, cerpen, novel, dan drama, terlihat jelas bahwa karya karya tersebut tidak berdiri sendiri. Penelitian ini menunjukkan bahwa sastra sufistik tidak hanya sebagai media penyampaian ajaran spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kritik terhadap realitas kehidupan modern. Menganalisis nilai-nilai sufistik yang terdapat dalam buku “Soto Sufi dari Madura” Karya D. Zawawi Imron serta relevansinya di era modern. Sastra sufistik merupakan salah satu bentuk ekspresi spiritual yang menyampaikan ajaran tasawuf melalui simbol, metafora, dan pengalaman ruhani. Studi ini mengidentifikasi konsep maqāmāt (tingkatan spiritual) dan aḥwāl (keadaan spiritual) yang tercermin dalam cerpen-cerpen dalam buku tersebut, seperti nilai taubat, zuhud, sabar, syukur, shiddīq, dan mahabbah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data primer diambil dari Buku “Soto Sufi Dari Madura” Karya D. Zawawi Imron data sekunder berasal dari kitab Risalah Qusyairiyah yang ditulis oleh Abd Al-Karîm Al-Qusyayri, jurnal, artikel, dan literatur lain yang relevan. Hasil Penelitian ini menemukan bahwa terdapat nilai-nilai sufitik dalam buku “Soto Sufi dari Madura” Karya D. Zawawi Imron seperti, nilai taubat, zuhud, sabar, syukur, shiddīq, dan mahabbah. Buku “Soto Sufi dari Madura” Karya D. Zawawi Imron juga memiliki relevansi nilai-nilai sufistik yang relevan dengan kehidupan modern. Buku ini merupakan, sebuah karya sastra bernuansa sufistik tidak hanya sebagai media penyampaian ajaran spiritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kritik terhadap realitas kehidupan modern

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇