Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Membina Kesadaran Beragama pada Warga Binaan di Rutan Kelas II B Barabai
Masih banyak masyarakat awam menganggap Rutan hanya sebagai tempat
hukuman bagi pelaku kejahatan yang hanya ditahan dan dikurung dalam jeruji besi,
Namun, sebenarnya Rutan juga menyediakan pembinaan agama bagi narapidana.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi tahapan
dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan Agama Islam yang dilakukan pada warga
binaan di Rutan Kelas II B Barabai. Internalitas nilai-nilai pendidikan Agama Islam
mencakup bagaimana akhlak dan ibadah berupa shalat, puasa dan membaca alQur’an ditanamkan, dipahami, dan diterima oleh warga bianaan dalam upaya
membina kesadaran beragama.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari petugas Rutan, ustadz, dan
warga binaan Rutan Kelas IIB Barabai. Selain berperan sebagai pemberi informasi,
mereka juga aktif dalam internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam untuk
meningkatkan kesadaran beragama para warga binaan. Adapun objek penelitian
adalah tahapan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam membina
kesadaran beragama di Rutan Kelas II B Barabai.
Hasil penelitian menunjukkan internalisasi nilai-nilai pendidikan agama
Islam di Rutan Kelas IIB Barabai dilakukan melalui tiga tahapan transformasi,
transaksi, dan transinternalisasi. Pada tahap transformasi, warga binaan diberikan
pengetahuan tentang akhlak mulia dan ibadah seperti shalat, puasa, dan membaca
Al-Qur'an melalui ceramah agama. Tahap transaksi melibatkan interaksi aktif di
mana pembimbing menjadi teladan dan memfasilitasi kegiatan pembinaan agar
warga binaan dapat membiasakan diri dalam menerapkan akhlak mulia dan ibadah.
Tahap transinternalisasi merupakan tahap di mana nilai-nilai tersebut dihayati dan
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua proses tersebut membina kesadaran
beragama, mengembangkan akhlak yang lebih baik, serta membantu warga binaan
mengendalikan diri dan menjaga harmoni sosial, sehingga mempersiapkan mereka
untuk Kembali ke masyarakat dengan pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya
Evektifitas penggunaan Media Wordwall terhadap minat belajar siswa peda mata Pelajaran IPAS kelas V di MI Siti Mariam Banjarmasin
Minat Belajar adalah kecenderungan siswa untuk memperhatikan dan
mengingat kegiatan tertentu atau rasa suka dan keterikatan terhadap proses
pembelajaran tanpa adanya paksaan. Dalam pelaksanaan pembelajaran tidak selalu
berhasil, terkadang terdapat faktor yang membuat minat belajar siswa rendah.
Dengan demikian, guru dapat menggunakan media pembelajaran untuk membantu
dan memaksimalkan kegiatan pembelajaran. Salah satu media pembelajaran yang
dapat digunakan adalah media pembelajaran Wordwall Pada Pembelajaran IPAS.
Wordwall ini adalah website online yang bersifat edukatif yang dapat dijadikan
sebagai media pembelajaran dengan konsep belajar sambil bermain, maka dari itu
peneliti ingin mengetahui minat belajar siswa menggunakan Media Wordwall di
kelas V MI Siti Mariam Banjarmasin pada mata pelajaran IPAS. Selanjutnya,
peneliti ingin mengetahui perbedaan dari kelas eksperimen yang menggunakan
media pembelajaran Wordwall dan kelas kontrol yang menggunakan Media
pembelajaran Educaplay melalui pretest dan posttest.
Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan metode kuantitatif dengan
pretest-posttest control group desain. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30
siswa. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan
data menggunakan angket/kuesioner, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis
data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif. Pengujian hipotesis
menggunakan analisis komparatif dengan rumus paired sample T Test dengan
bantuan SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukan bahwa minat belajar IPAS siswa kelas V MI
Siti Mariam menggunakan media Wordwall berada pada kategori “Sangat Tinggi”
dengan rata-rata 53,36. Sedangkan, minat belajar IPAS siswa menggunakan media
Educaplay berkategori “Cukup” dengan rata-rata 41,00. Berdasarkan hasil uji-T
pada minat belajar siawa posttest didapat nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka Ha diterima
dan Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media
Wordwall efektif dalam meningkatkan minat belajar mata pelajaran IPAS siswa
kelas V di MI Siti Mariam Banjarmasi
“Pengulangan Nikah” pada Praktik Nikah Siri (Studi Kasus di Desa Tawia Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan)
Pengulangan nikah pada praktik nikah siri merupakan fenomena yang sering
terjadi di masyarakat Indonesia terutama di daerah pedesaan khususnya di Desa
Tawia Kecamatan Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pengulangan nikah
dalam konteks ini merujuk pada proses pencatatan pernikahan yang dilakukan oleh
pasangan nikah siri dengan status belum pernah menikah. Nikah siri masih menjadi
praktik umum di kalangan masyarakat Desa Tawia. Fenomena ini menimbulkan
berbagai persoalan salah satunya adalah pengulangan nikah. Kemudian penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis alasan yang melatarbelakangi pelaksanaan
pengulangan nikah pada praktik nikah siri di Desa Tawia.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan
menggunakan pendekatan yuridis sosiologis. Sifat penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif, dengan lokasi penelitian yang bertempat di Desa Tawia Kecamatan
Angkinang Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian
ini berasal dari wawancara dengan beberapa informan yaitu masyarakat Tawia.
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian ini adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian diolah melalui
proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya
dianalisis menggunakan analisis kualitatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa alasan
utama yang mendasari pelaksanaan pengulangan nikah yaitu, kesadaran para
informan terhadap pentingnya legalitas pernikahan, untuk memperoleh kekuatan
hukum, untuk menghindari dispensasi nikah dan dorongan orang tua. Selain itu
adanya pemakluman budaya terhadap nikah siri turut memperkuat keberlanjutan
praktik pengulangan nikah. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai
alasan dalam mengambil keputusan untuk melakukan pengulangan nikah.
Harapannya penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan edukasi untuk
memberikan pemahan yang lebih lagi terkait dampak pernikahan siri dan
pentingnya peran pemerintah dan tokoh agama untuk memberikan pemahaman
kepada masyarakat terkait pentingnya pencatatan pernikahan
Pengaruh Persepsi Kemudahan Brand Image dan Fitur Layanan terhadap Keputusan Mahasiswa/i UIN Antasasi Banjarmasin Bertransaksi Menggunakan Aplikasi DANA
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era modern yang
dipadukan dengan perkembangan ekonomi khususnya di bidang finansial dan yang
akan memberikan kemudahan pada aspek layanan keuangan berbabasis digital.
Salah satu aplikasi dari fintech ini adalah DANA. Mahasiswa yang merupakan
mereka yang mengerti serta mengikuti perkembangan teknologi di era modern yang
salah satunya yaitu melakukan transaksi menggunakan aplikasi pembayaran digital.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh persepsi
kemudahan, brand image dan fitur layanan terhadap keputusan mahasiswa UIN
Antasari bertransaksi menggunakan aplikasi DANA.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitafif, dengan berfokus pada
pengaruh secara simultan (F) dan parsial (T). Data dianalisi dengan uji instrument,
uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda uji hipotesis dan uji koefisien
determinasi (R2). Survei dilakukan dengan menggunakan kuesiener sebagai metode
riset melalui kuesiener dengan menyebarkan google form kepada 100 mahasiswa/i
UIN Antasari yang bertransaksi menggunakan aplikasi DANA. Sampel diambil
dengan menggunakan teknik non-propability sampling dengan teknik accidental
sampling. Kemudian dilakukan pengujian dengan menggunakan program SPSS
versi 25.
Variabel persepsi kemudahan, brand image dan fitur layanan secara
simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan bertransaksi
menggunakan aplikasi. Secara parsial, hanya variabel brand image dan fitur
layanan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel keputusan
bertransaksi menggunakan aplikasi DANA. Sedangkan variabel persepsi
kemudahan hanya berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap keputusan
mahasiswa/i berransaksi menggunakan aplikasi DANA
Akad Wakalah bil Ujrah Dalam Praktik Jasa Titip (Studi Kasus Akun Instagram @clotheshoppe_id)
Skripsi yang berjudul Akad Wakalah bil Ujrah Dalam Praktik Jasa Titip
(Studi Kasus Akun Instagram @clotheshoppe_id). membahas tentang praktik titip
jual yang menggunakan jasa pihak ketiga sebagai perantara. Penelitian ini
membahas dengan fokus utama. Praktik jasa titip jual online di akun Instagram
@clotheshoppe_id dan akad wakalah bil ujrah terhadap praktik jasa titip jual
online di akun Instagram @clotheshoppe_id.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana praktik jasa titip dalam jual
beli online melalui akun instagram @clotheshoppe_id. Mengetahui akad wakalah
bil ujrah dalam praktik jasa titip di akun instagram @clotheshoppe_id.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris. Penulis
menggunakan pendekatan studi kasus dimana penulis berusaha melakukan
penelitian yang mendalam tentang individu dalam waktu tertentu dengan tujuan
untuk memperoleh deskripsi yang utuh dan mendalam dari sebuah entitas dengan
menghasilkan data yang selanjutnya dianalisis untuk menghasilkan teori.
Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara secara
langsung dengan pemilik akun instagram @Clotheshopee_id dan pembeli beserta
dokumentasi dari akun tersebut.
Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa praktik jasa titip menggunakan
skema akad wakalah bil ujrah di mana skema pendelegasian dengan upah
diberikan kepada pemilik akun @Clotheshopee_id. Dari kelima pembeli telah
sepakat dengan perjanjian pembelian yang dilakukan penyedia layanan jasa titip
@Clotheshopee_id secara tertulis melalui whatsapp.
Jasa titip @Clotheshopee_id ditinjau menurut perspektif akad wakalah bil ujrah,
maka akad yang dilakukan adalah sah dengan akad yang telah ditetapkan pada
wakalah bil ujra
Penerapan Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Pemakaman (Dampak dan Implementasi)
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya pemakaman yang tidak
teratur dan tidak memenuhi standar kesehatan menjadi permasalahan yang harus
segera diatasi. Peraturan Daerah Kota Banjarmasin Nomor 7 Tahun 2014 tentang
Pemakaman di Kota Banjarmasin merupakan upaya untuk mengatasi permasalahan
tersebut, tetapi belum diketahui sejauh mana dampak dan implementasi dari
peraturan tersebut.
Metode penelitian ini adalah penelitian hukum empiris (field research) yang
menggunakan pendekatan sosiologi hukum dan menghasilkan data deskriptif serta
berlokasi di Kota Banjarmasin. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan
dokumentasi. Hasil penelitian diolah dengan teknik editing, klasifikasi, deskripsi,
matrikasi. Selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengacu pada
landasan teori.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis memaparkan temuan yang
sudah dianalisis, Penerapan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang
pemakaman menunjukkan bahwa upaya pemerintah Kota Banjarmasin dalam
mengatur dan mengelola pemakaman telah berjalan dengan baik. Beberapa aspek�aspek penting dari peraturan ini, seperti pengaturan kebijakan pemakaman,
pengelolaan lahan pemakaman, dan penegakan norma etika pemakaman sudah
mulai diterapkan. Hal ini membantu menciptakan proses pemakaman yang lebih
teratur dan sesuai dengan aturan norma yang berlaku. Akan tetapi, masih ada
tantangan yang dihadapi dalam penerapan peraturan ini. Salah satu kendala
utamanya adalah belum adanya izin untuk pembangunan Tempat Pemakaman
Umum (TPU) maupun Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU). Keterbatasan
lahan untuk pemakaman menjadi masalah yang signifikan, mengingat pertumbuhan
populasi yang terus meningkat di Banjarmasin. Tanpa adanya tambahan lahan
pemakaman yang resmi, upaya pemerintah untuk mengimplementasikan peraturan
ini secara menyeluruh akan terhambat.
Mengenai dampak Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2014 tentang
pemakaman di Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa regulasi ini memiliki
pengaruh positif yang signifikan. Dampak dan Implementasi Peraturan Daerah No.
7 Tahun 2014 tentang pemakaman telah membawa dampak dan implementasi
positif yang nyata bagi masyarakat Kota Banjarmasin. Dengan meningkatnya
kesadaran, keteraturan dalam pemakaman, dan keberlanjutan lahan pemakaman,
diharapkan pengelolaan pemakaman dapat terus ditingkatkan. Melalui sosialisasi
yang baik, penetapan lokasi yang tepat, dan pemeliharaan yang teratur, peraturan
ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkunga
Pendapat Hakim Pengadilan Agama Palangkaraya tentang Batasan Hak Ex Officio Hakim dalam Perkara Cerai Talak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pendapat hakim tentang batasan
hak ex offficio hakim dalam memutus suatu perkara terutama perkara cerai talak.
Dalam perkara cerai talak suami memiliki kewajiban untuk membayar nafkah
iddah dan mut’ah kepada istrinya. di dalam pasal 178 Ayat (3) HIR dan 189 ayat
(3) RBg telah mengatur bahwa seorang hakim tidak boleh menjatuhkan putusan
atas hal-hal yang tidak diminta atau mengabulkan lebih daripada apa yang
dituntut(asas ultra petitum partium). Hakim yang mengabulkan melebihi posita
maupun petitum gugatan, dianggap telah melampaui batas wewenang (ultra vires)
yaitu bertindak melampaui kewenangannya. Namun dalam praktiknya hakim
memungkinkan untuk melakukan penyimpangan terhadap asas ultra petitum
partium dengan catatan hal tersebut dilakukan berdasarkan keadilan material yang
apabila dalam petitum terdapat ex aequo et bono (Putusan yang seadil-adilnya).
Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris
dengan pendekatan sosiologis hukum. Teknik pengumpulan data dilakukan
dengan wawancara. Data yang digali mengenai bagaimana pendapat hakim
pengadilan agama Palangkaraya tentang batasan hak ex officio hakim dalam
perkara cerai talak. Sumber data yaitu informan dengan 4 orang Hakim
Pengadilan Agama Palangkaraya. Teknik pengumpulan data melalui editing dan
deskripsi. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif.
Pendapat hakim Pengadilan Agama Palangkaraya tentang batasan hak ex
officio 2 hakim berpendapat dalam hal penentuan nafkah bagi istri hakim setuju
tidak selalu menerapkan hak ex officio nya, apabila ada kesepakatan bersama
dalam mediasi, dan juga karena dalam Undang-Undang pasal 41 c Undang
Undang Nomor 1 Tahun 1974 menyatakan “pengadilan dapat mewajibkan kepada
bekas suami untuk memberi biaya penghidupan dan atau menentukan suatu
kewajiban bagi bekas istrinya.” Yaitu berupa nafkah iddah dan nafkah mut’ah.
Alasannya agar tidak melanggar pasal 178 HIR Ayat (3) HIR dan 189 ayat (3)
RBg atau melanggar ultra petita dan agar tidak ada pihak yang keberatan dengan
apa yang di putus oleh hakim. Selain itu 2 Hakim lainnya berpendapat sesuai
SEMA No. 3 tahun 2018 mengenai batasan pada jumlah besarnya nominal nafkah
yang tidak ada kesepakatan dan perintah majelis hakim kepada Pemohon agar
pembayaran atau pemenuhan hak istri terkait nafkah iddah, mut’ah, nafkah
madhiyah serta nafkah anak di mana harus dibayarkan oleh suami secara tunai
seketika pada saat Pemohon mengucapkan ikrar talak di depan sidang pengadilan
agama Palangkaraya. Alasannya agar terlindungi hak-hak istri dan anak pasca
perceraian
Metode Penanaman Nilai-Nilai Religius pada Keluarga Trasnmigran di Kabupaten Tanah Laut
Metode penanaman nilai-nilai religius yang ada pada keluarga sangatlah
penting dalam rangka mendidik anak. Orangtua memiliki peran yang sangat penting
dalam menanamkan dan mengajarkan anak mengenai nilai-nilai religius yang mana
harus dimiliki oleh anak. Keluarga transmigran adalah salah satu jenis keluarga
yang memiliki berbagai karakteristik khas di daerah yang menjadi tujuan migrasi
mereka, yang mencakup budaya, kebiasaan, dan kondisi sosial-ekonomi yang
berbeda dibandingkan dengan masyarakat setempat.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk nilai-nilai religius yang
diterapkan dalam keluarga transmigran di Kabupaten Tanah Laut dan metode yang
digunakan dalam proses penanaman nilai-nilai religius di Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis
studi kasus. Lokasi penelitian ini berada di Kabupaten Tanah Laut di tiga desa dari
kecamatan yang berbeda. Desa-desa tersebut adalah (1) Desa Bumi Jaya,
Kecamatan Pelaihari, (2) Desa Tirta Jaya, Kecamatan Bajuin, (3) Desa Gunung
Melati, Kecamatan Batu Ampar. Subjek penelitian ini adalah tiga Keluarga
Transmigran dari masing-masing Desa. Objek penelitian ini adalah Bentuk dan
Metode penanaman nilai-nilai religius dalam keluarga transmigran di Kabupaten
Tanah Laut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,
observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Bentuk nilai-nilai religius dalam
keluarga transmigran di Tanah Laut terdiri dari tiga aspek utama: Aqidah, Ibadah,
dan Akhlak. Aqidah berfokus pada pentingnya menyembah Allah SWT, Malaikat,
Nabi, Rasul, Qada’, dan Qadar. Ibadah melibatkan ritual harian, sementara akhlak
melibatkan hari suci, rumah yang baik, dan penghormatan terhadap lingkungan. (2)
Metode yang digunakan dalam penanaman nilai-nilai religius dalam keluarga
transmigran dibagi menjadi dua, yaitu Metode Penanaman Nilai-Nilai Agama
dalam Keluarga Transmigran, dan Dukungan serta Hambatan dalam pelaksanaan
metode penanaman nilai. Metode penanaman nilai-nilai agama dalam keluarga
transmigran yang ditemukan adalah bahwa keluarga transmigran dalam
menanamkan nilai-nilai agama menggunakan metode nasihat, metode cerita atau
narasi, metode teladan, dan metode pembiasaan. Sementara itu, dukungan dan
hambatan dalam penerapan nilai-nilai agama memiliki aspek dukungan dan
hambatan yang berbeda di setiap keluarga. Dukungan untuk pelaksanaan metode
ini mencakup kerja sama orang tua dan lingkungan. Di sisi lain, hambatan
hambatannya meliputi lingkungan, faktor ekonomi, pendidikan orang tua, dan
kesibukan orang tua
Pengaruh Prophetic Leadership terhadap Motivasi Kerja Pegawai Kantor Urusan Agama di Kabupaten Kapuas
Kepemimpinan yang baik dapat memberikan dampak positif bagi
bawahannya. Pentingnya peran motivasi kerja dalam mencapai produktivitas yang
tinggi dalam suatu organisasi telah menjadi fokus perhatian manajemen dalam
penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prophetic
leadership terhadap motivasi kerja pegawai kantor urusan agama di Kabupaten
Kapuas, khususnya di dua kantor urusan agama yaitu kantor urusan agama
Kecamatan Bataguh dan kantor urusan agama Kecamatan Kapuas Timur.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pendekatan
korelasional. Instrument dalam penelitian ini menggunakan skala prophetic
leadership dan skala motivasi kerja. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian
ini menggunakan teknik sampling jenuh, dimana semua populasi dalam penelitian
ini dijadikan sampel. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik
analisis data yang dilakukan menggunakan SPSS 26 for windows dengan metode
analisis statistic regresi linear sederhana dan analisis statistic deskriptif.
Hasil penelitian ini adalah 1) Tingkat prophetic leadership pegawai kantor
urusan agama di Kabupaten Kapuas yaitu 56,7% (17) subjek masuk dalam kategori
tinggi, adapun sisanya 43,3% (13) subjek masuk dalam kategori sedang. 2) Tingkat
motivasi kerja pegawai kantor urusan agama di Kabupaten Kapuas yaitu 30% (9)
subjek masuk dalam kategori tinggi, adapun sisanya 70% (21) subjek masuk dalam
kategori sedang. 3) Prophetic leadership memberikan pengaruh positif dan
signifikan terhadap motivasi kerja pegawai kantor urusan agama di Kabupaten
Kapuas dengan nilai 0,0001<0,05 yang berarti Ha diterima dan Ho ditolak. Adapun
besaran pengaruh prophetic leadership terhadap motivasi kerja sebesar 32,4%.
Sedangkan sisanya sebesar 67,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
dalam penelitian ini
Program Pembinaan Keagamaan di SMP Tahfidz Plus Istana Al-Qur’an dan SMPTQ Taman Cinta Al-Qur’an Barito Kuala
Penelitian ini membahas program pembinaan keagamaan di SMP Tahfidz
Plus Istana Al-Qur'an dan SMPTQ Taman Cinta Al-Qur’an Barito Kuala yang
berperan dalam pembentukan karakter Islami, penguatan literasi keagamaan, dan
penguatan praktik keagamaan siswa. Program ini dirancang untuk membentuk
generasi Qur’ani yang berakhlak mulia melalui berbagai kegiatan berbasis nilai
Islam, seperti tahfidz Al-Qur’an, pelatihan imam, dan kegiatan-kegiatan keagamaan
lainnya. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengelolaan yang baik,
dukungan fasilitas yang memadai, serta pendekatan yang adaptif dalam
membimbing siswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang
diperoleh dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan atau verifikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mendapatkan
pemahaman yang mendalam tentang implementasi program pembinaan
keagamaan, faktor-faktor pendukung dan penghambat, serta dampaknya terhadap
perkembangan karakter Islami siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembinaan keagamaan
memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan literasi keagamaan siswa
melalui pembelajaran tahfidz, bahasa Arab, dan Qur’an Presentation. Selain itu,
praktik keagamaan diperkuat melalui salat berjamaah, pelatihan imam dan muazin,
serta kegiatan berbasis nilai-nilai Islam seperti outbound Islami. Dengan strategi
yang tepat dan dukungan yang optimal, program pembinaan keagamaan ini
berperan penting dalam membentuk karakter Islami siswa, memperkuat literasi
keagamaan, serta meningkatkan kualitas praktik keagamaan mereka dalam
kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya, program pembinaan keagamaan di sekolah
ini terbukti efektif dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,
namun keberlanjutannya sangat bergantung pada kualitas pengelolaan, sarana
prasarana yang memadai, serta pendampingan yang konsisten dari tenaga pendidi