Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Dampak Disorganisasi Orang Tua Terhadap Pandangan Anak Dalam Pernikahan (Studi Kasus Di Kota Banjarmasin)
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidak terorganisirnya suatu keluarga
yang mengacu pada keadaan dimana struktur, fungsi, dan dinamika keluarga tidak
berjalan sesuai dengan norma atau harapan pada sebuah pernikahan, sehingga
terjadilah disorganisasi pada keluarga seperti perceraian, ketidak stabilan
emosional serta finansial dan ketidak hadiran salah satu orang tua, yang
menimbulkan dampak terhadap pandangan anak dalam pernikahan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang terjadinya
disorganisasi orang tua dan dampak serta pandangan anak dalam pernikahan akibat
terjadinya disorganisasi pada orang tuanya.
Jenis penelitian ini adalah hukum empiris dan menggunakan pendekatan
sosiologis. Subjek pada penelitian ini adalah lima orang anak dan orang tua. Objek
penelitian ini adalah gambaran disorganisasi orang tua serta pandangan anak dalam
pernikahan. sumber data yang digunakan adalah sumber data primer yang
didapatkan dari hasil wawancara dan data sekunder yang berasal dari buku, jurnal,
artikel dan sumber data lainnya.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa disorganisasi orang tua dapat
menimbulkan dampak kepada anak dan menyebabkan anak memiliki pandangan
yang berbeda terhadap pernikahan. Dampak yang terjadi adalah anak memiliki
beban yang berlebih, tidak dapat melanjutkan pendidikannya, tidak mendapatkan
kasih sayang yang layak dari orang tuanya. Sedangkan pandangan anak terhadap
pernikahan memiliki pandangan yang berbeda, seperti timbulnya rasa takut untuk
menikah, selectif dalam memilih pasangan, menunda pernikahan karena ingin
menstabilkan kondisi disorganisasi orang tuany
Pengenalan Bahasa Inggris Melalui Kosakata Sederhana di PAUD IT Salsabila Banjabaru
Bahasa Inggris adalah salah satu bahasa asing yang menjadi bahasa
internasional dan digunakan sebagai alat komunikasi dalam berbagai bidang
seperti teknologi dan ilmu pengetahuan. Maka dari itu sangat penting
mengenalkan bahasa Inggris sejak dini di era globalisasi ini. Tujuan penelitian
ini adalah 1) untuk menganalisis perencanaan pengenalan bahasa dengan
kosakata sederhana bagi anak usia dini di PAUD IT Salsabila Banjarbaru, 2)
untuk menganalisis proses pengenalan bahasa dengan kosakata sederhana bagi
anak usia dini di PAUD IT Salsabila Banjarbaru, 3) untuk menganalisis
evaluasi pengenalan bahasa dengan kosakata sederhana bagi anak usia dini di
PAUD IT Salsabila Banjarbaru.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan
pendekatan kualitiatif. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu
1 guru dan 13 anak didik di kelas TK A dan objek penelitian ini adalah
pengenalan bahasa Inggris melalui kosakata sederhana di PAUD IT Salsabila.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengenalan bahasa
Inggris dilakukan dengan mengaitkan kosakata bahasa Inggris pada tema
mingguan. Kegiatan pengenalan ini masih belum memiliki perencanaan formal
dalam RPPH. Pelaksanaan kegiatan pengenalan bahasa Inggris di kelas
memanfaatkan berbagai metode yang sesuai dengan karakteristik belajar anak,
seperti menyanyi, listen and repeat, pertanyaan, dan TPR. Aktivitas ini tidak
hanya memperkaya kosakata bahasa Inggris anak, tetapi juga mendukung
pengembangan keterampilan berpikir dan berkomunikasi. Pengenalan ini
hanya di lakukan di dalam kelas. Adapun evaluasi dilakukan melalui
pengamatan langsung untuk mengukur perkembangan bahasa Inggris anak
Islamic EFL Teacher’s Practices in Independent Curriculum Implementation: A Case Study at Pondok Pesantren Darussalim
The independent curriculum is an education policy that aims to give schools and teachers the freedom to
develop a curriculum that suits the needs of students and the local context. However, its current
implementation presents several probelamatics for teachers and learners. Therefore, this study aims to
find out how the implementation of the independent curriculum is practiced by EFL teachers at
Darussalim Islamic Boarding School and what challenges they face. Using a case study research design.
This research was conducted at Darussalim Islamic Boarding School. The researcher observed classroom
learning activities and interviewed 3 EFL teachers with 3 different levels. Observations and interviews
provided data on how the implementation of the independent curriculum is practiced by EFL teachers at
the Islamic boarding school, while the results of the interviews provided data related to the challenges
that EFL teachers face. The results showed that in the planning stage, the EFL teachers had good initial
readiness, this could be seen from their efforts in attending the in-house training (IHT). At the
implementation stage, teachers succeeded in creating a religious, contextual, and collaborative
atmosphere. While at the evaluation stage, the level of teacher readiness varies based on their
understanding and training experience. The challenges faced are quite significant, namely: limited
teacher understanding, limited training, lack of technology facilities, lack of technology utilization, and
policies that limit the use of technology by students in the learning process
Gambaran Culture Shock Mahasiswa Perantau Asal Suku Mandar Di Komunitas Mahasiswa Mandar (KOMANJAR) Banjarmasin
Orang-orang dengan latar belakang budaya yang berbeda memiliki peluang
untuk mengalami culture shock budaya. Selama enam bulan hingga satu tahun,
pendatang baru, seperti mahasiswa perantau, akan mengalami culture shock selama
kedatangan mereka di tempat baru. Seperti halnya pada mahasiswa yang tergabung
dalam komunitas mahasiswa mandar atau yang dikenal dengan KOMANJAR.
Komunitas ini merupakan komunitas yang merangkul mahasiswa bersuku mandar
khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan perguruan tinggi dikota
Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana gambaran
culture shock mahasiswa perantau asal Suku Mandar di Komunitas Mahasiswa
Mandar (KOMANJAR) Banjarmasin, 2) Apa saja faktor-faktor yang
mempengaruhi culture shock pada mahasiswa perantau asal Suku Mandar di
Komunitas Mahasiswa Mandar (KOMANJAR) Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan teknik
pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan observasi. Penelitian ini
menggunakan metode purposive sampling sebagai teknik dalam menentukan
subjek dan informan penelitian. Subjek berjumlah enam orang dengan karakteristik
utama yang sudah ditentukan peneliti.
Hasil penelitian ini diperoleh yakni: 1) Mahasiswa perantau asal Suku
Mandar yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Mandar (KOMANJAR)
ketika pertama kali merantau ke Kota Banjarmasin menghadapi perbedaan budaya
yang signifikan sehingga memicu terjadinya culture shock. Diantaranya subjek
mengalami Ketegangan dan Perasaan Cemas, Perasaan Kehilangan Peran
Keluarga, Teman, dan Status Sosial, Kecemasan dan frustasi dalam beradaptasi
dengan budaya baru dan Perasaan tidak berdaya. 2) Faktor yang dapat
mempengaruhi tingkat keparahan culture shock yang dialami subjek dalam
penelitian ini yakni perbedaan budaya, Lama tinggal di lingkungan dengan budaya
baru, karakteristik individu. Namun dalam penelitian ini dapat dilihat dari keenam
subjek secara keseluruhan merasa kesulitan beradaptasi dan komunikasi akibat
perbedaan bahasa antara bahasa Mandar dengan bahasa Banjar
Exploring Students’ Experiences with Digital Technology Project-Based Language Learning in Improving English Speaking
Digital technology has become an integral part of modern
education, offering new opportunities to improve teaching and learning
processes. In language education, particularly in speaking skills, the use
of digital tools provides innovative ways for students to practice,
collaborate, and express themselves creatively.This study aims to
explore students' experiences using digital technology in project-based
language learning to improve their English speaking skills. Employing
a qualitative approach with a narrative method, the data were gathered
through in-depth interviews with three people from the eleventh grade
of MA Al Furqon Banjarmasin with varied abilities (high, medium, and
low).The findings reveal that project-based learning supported by digital
technology, such as social media and video editing tools, significantly
improves students' confidence, pronunciation, and fluency in speaking.
However, challenges such as limited internet access, time constraints,
and a lack of supportive social environments were also identified.
Digital technology provides significant advantages, including learning
flexibility, remote collaboration, and the development of students'
critical thinking skills. This study concludes that project- based learning
with digital technology is an effective method to improve students'
English speaking skills, though it requires adequate environmental and
infrastructural support
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan Selatan pada Materi Program Linear di Kelas XI MA Al-Hidayah
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) adalah perangkat pembelajaran yang
dirancang untuk membantu peserta didik memahami materi secara terarah melalui
aktivitas yang terstruktur. Pengembangan LKPD Berbasis Kearifan Lokal
Kalimantan Selatan menjadi inovasi penting untuk mengintegrasikan nilai budaya
dan potensi lokal dalam pembelajaran, sehingga materi menjadi lebih relevan dan
kontekstual.
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik
(LKPD) Berbasis Kearifan Lokal pada materi program linear untuk kelas XI di MA
Al-Hidayah. Metode yang digunakan Research and Development (R&D) dengan
pendekatan kuantitatif untuk mengembangkan dan menguji efektivitas LKPD
Berbasis Kearifan Lokal. Desain penelitian menggunakan model ADDIE (Analysis,
Design, Development, Implementation, Evaluation) yang diterapkan secara
sistematis untuk menghasilkan produk pembelajaran yang layak dan relevan.
Berdasarkan hasil penelitiam dari validasi oleh dua validator, LKPD
Berbasis Kearifan Lokal dinyatakan valid dengan skor rata-rata 3,12 dan persentase
kelayakan 78%. Respon peserta didik dan guru masing-masing menunjukkan skor
rata-rata 3,27 dan 3,43, menandakan kualitas LKPD sangat praktis. Uji hipotesis
juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan nilai
sig (0,000) < 0,05, sehingga LKPD Berbasis Kearifan Lokal terbukti efektif.
Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa LKPD Berbasis Kearifan
Lokal yang dikembangkan memiliki tingkat validitas yang tinggi, sangat praktis
untuk digunakan, dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada
materi program linear. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam
pengembangan media pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk mendukung
proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna
تطبيق استراتيجية التعلم التفاعلي بطريقة المحادثة في تعليم اللغة العربية لترقية مهارة الكلام في الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية "القلم" بنجرماسين = Penerapan Strategi Belajar Interaktif dengan Metode Muhadtsah dalam Pembelajaran Bahasa Arab untuk Meningkatkan Keterampian Bicara Bahasa Arab Kelas Tujuh Madrasah Tsanawiyah Al-Qalam Banjarmasin
نفذ هذا البحث بهدف حل المشكلات في تعلم الكلام في الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية القلم بنجرماسين باستخدام استراتيجية التعلم التفاعلي على أسلوب المحادثة.
هذا البحث هو بحث عملي في الفصل الدراسي (classroom action research) تم تنفيذها بمدرسة القلم بنجرماسين بدورتين بحثيتين، كل دورة مكونة من لقاء واحد والمخصص الزمني لكل لقاء 120 دقيقة.
كان موضوع البحث جميع طلاب الصف السابع بالمدرسة المتوسطة الإسلامية القلم بنجرماسين باستخدام أساليب جمع البيانات بالاختبار القبلي والإختبار البعدي وبالإضافة إلى الملاحظة والمقابلة.
تثبت نتائج البحث أن استراتيجية التعلم التفاعلي يمكن أن تزيد من الكفاءة في مهارة الكلام، ويمكن ملاحظة ذلك من بيانات نتائج الاختبار القبلي والبعدي.
في نتائج الاختبار القبلي، كان معدل درجة الطلبة 31/100، ثم في الدورة الأولى ارتفع معدل درجة الطلبة إلى 54/100، ثم في الدورة الثانية/ الاختبار البعدي ارتفع و أصبح معدل درجة الطلبة إلى 69/100
Upaya Penyelesaian Sengketa Jual Beli Tanah Waris Tanpa Persetujuan Ahli Waris Lainnya (Studi Kasus di Kota Banjarbaru)
Jual beli merupakan perikatan dengan akad persetujuan atau perjanjian antara
dua belah pihak atau lebih untuk menukarkan harta bendanya secara suka sama
suka dan dibenarkan dalam hukum. Namun, tidak demikian yang terjadi pada kasus
di Kota Banjarbaru, di mana jual beli harta waris berupa hak atas tanah dilakukan
tanpa persetujuan seluruh ahli waris, padahal hak atas tanah tersebut merupakan
hak dari seluruh ahli waris atas peninggalan harta waris. Berdasarkan latar
belakang tersebut penulis mengangkat permasalahan dalam bentuk skripsi dengan
tujuan menjawab rumusan masalah yaitu deskripsi sengketa dan upaya
penyelesaian sengketa jual beli tanah waris tanpa persetujuan ahli waris lainnya
(studi kasus di Kota Banjarbaru).
Penelitian dilakukan dengan metode penelitian hukum empiris dengan
pendekatan sosiologi hukum. Penelitian dilakukan di Pengadilan Negeri
Banjarbaru yang merupakan tempat penyelesaian sengketa secara litigasi dan di
LBH Peduli Hukum dan Keadilan berperan dalam pendampingan penyelesain
sengketa. Data terbagi menjadi data primer dan data sekunder, yang mana data
didapat melalui wawancara dan studi dokumen dan kemudian dilakukan analisis
secara sistematis dengan teknik deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kasus yang terjadi di Kota
Banjarbaru, sengketa terjadi dikarenakan pada saat pembeli ingin melakukan
proses balik nama sertifikat, tidak mendapatkan tanda tangan sebagai bentuk
persetujuan peralihan hak atas tanah oleh ahli waris lainnya yang tidak dilibatkan,
karena jual beli dilakukan sejak awal secara bawah tangan (tanpa akta otentik yang
memiliki kekuatan pembuktian) atas jual beli atau utang piutang. Upaya
penyelesaian sengketa yang dilakukan dalam menyelesaikan sengketa pada kasus
ini yaitu, penyelesaian sengketa non-litigasi yang berupa negosiasi antar pihak
yang bersengketa, akan tetapi karena tidak tercapainya kesepakatan dalam
negosiasi, sehingga dilanjutkan ke ranah litigasi (pengadilan), pada Pengadilan
Negeri Banjarbaru, di mana tahapan dilakukan sesuai dengan ketentuan tahapan
persidangan. Selanjutnya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Peduli Hukum dan
Keadilan berperan dalam mendampingi pihak bersengketa sesuai dengan peraturan
peundang-undangan terkait
Pendampingan Penyusunan Standar Operasional Prosedur pada Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat di 3 Murung B Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
SDN 3 Murung B tidak memiliki SOP manajemen humas karena tidak
adanya contoh atau panduan yang jelas dalam penyusunan SOP yang baik, kurang
pengetahuan tentang pentingnya SOP di sekolah padahal dengan adanya SOP dapat
efesiensi dan efektivitas operasional sekolah, sumber daya yang terbatas karena
dalam penyusunan SOP memerlukan tenaga, waktu dan keterbatasan sumber daya,
sekolah tidak dapat menyusun SOP karena ada prioritas lain yang lebih penting
sehingga penyusunan SOP terhambat, tidak adanya kebijakan atau dukungan dalam
penyusunan SOP di sekolah.
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pendampingan dalam
penyusunan SOP manajemen humas di SDN 3 Murung B. Pendekatan yang
digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan
partisipasi aktif pihak sekolah dalam setiap tahap penyusunan SOP manajemen
humas untuk memastikan SOP yang dihasilkan relevan dan sesuai dengan kondisi
nyata di lapangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara pendamping dan
pihak sekolah sangat penting untuk mencapai hasil yang efektif. Pendamping
berperan sebagai fasilitator yang mendukung dan membimbing proses penyusunan,
sehingga pihak sekolah dapat berkontribusi secara maksimal. Dengan adanya SOP
manajemen humas yang jelas dan terstruktur, SDN 3 Murung B dapat
meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan memperkuat hubungan
antara sekolah dengan masyarakat.
Dengan adanya SOP manajemen humas yang jelas dan terstruktur, SDN 3
Murung B dapat meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dan
memperkuat hubungan antara sekolah dengan orang tua siswa. Keberhasilan ini
menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam penyusunan SOP untuk
meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik di lingkungan pendidikan
Strategi Pengelolaan Tahsin Quran pada Santri di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilandasi bahwa dalam suatu pengelolaan tahsin harus adanya
strategi serta metode yang baik yang mana strategi serta metode tersebut untuk
memudahkan sebuah perencanaan terlaksana agar tercapainya tujuan dari lembaga
tersebut. Didalam strategi yang baik mengidentifikasi faktor pendukung serta
penghambat sesuai dengan prinsip prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional. Dan
didalam metode yang baik dan terstuktur memudahkan para ustadz/ustadzah dalam
pengelolaan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi
pengelolaan tahsin Quran yang diterapkan di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin dan
faktor pendukung serta penghambat dari strategi pengelolaan tahsin tersebut.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian lapangan (field
research) atau penelitian kualitatif, yang mengumpulkan data dengan langsung terjun
kelapangan untuk melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi. Lokasi
penelitian ini di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin, dengan subjek penelitian pengurus
serta pengajar yang ada di lembaga tersebut.
Hasil penelitian ini yaitu bahwa strategi pengelolaan tahsin Quran pada santri
di TPQ Al Ikhlas Kota Banjarmasin sudah sangat baik yang mana penelitian ini
menggunakan tahapan strategi dengan tahapan pertama yaitu perumusan strategi,
tahapan kedua implementasi strategi dengan strategi pembelajaran metode tilawati
sebagai acuan untuk proses pembelajaran pada santri dalam membca Al-Qur‘an, dan
tahapan terakhir evaluasi strategi yaitu dengan munaqsyah akhir sebagai evaluasi bagi
para santri