Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Manajemen Dewan Masjid Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Dalam Dakwah Islam
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam manajemen Dewan
Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalimantan Selatan dalam melaksanakan Dakwah Islam
serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini didasarkan pada
tuntutan adaptasi dakwah di era modern yang menuntut implementasi nyata dalam
menjawab persoalan sosial umat. DMI Kalsel telah menginisiasi berbagai program Dakwah
Islam,seperti
pengembangan ekonomi syariah berbasis masjid, pelayanan
kesehatan/pengurangan risiko bencana, dan bakti sosial sunatan massal.
Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan fokus analisis pada fungsi
manajemen (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa manajemen DMI Kalsel diwujudkan melalui perencanaan strategis
yang adaptif (berdasarkan ketersediaan dana dan analisis berkelanjutan) , pengorganisasian
yang terperinci melalui sembilan departemen yang menjalankan 11 program utama dan
penggerakan yang menekankan kolaborasi intensif dengan pemerintah daerah dan jaringan
masjid lokal.
Faktor pendukung utama mencakup dukungan sejarah dan jaringan kelembagaan
yang kuat, kolaborasi strategis yang efektif, serta motivasi keagamaan yang mendalam dari
relawan. Sementara itu, faktor penghambat yang dominan adalah keterbatasan pendanaan,
karena mengandalkan hibah yang bersifat dua tahunan, serta kapasitas sumber daya
manusia (SDM) relawan yang terbatas. Penelitian ini merekomendasikan penguatan basis
pendanaan melalui pendirian Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAS) lokal serta
peningkatan keterlibatan relawan untuk mencapai efektivitas program yang optimal dan
berkelanjuta
Retorika Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar Tentang Moderasi Beragama di YouTube
Penelitian ini mengkaji retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar dalam
menyampaikan pesan moderasi beragama melalui platform YouTube. Latar belakang
penelitian ini berangkat dari meningkatnya fenomena intoleransi dan ekstremisme
keagamaan di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural. Kondisi tersebut
menuntut adanya pendekatan dakwah yang moderat, komunikatif, dan relevan dengan
perkembangan media digital. Habib Husein Ja’far Al-Hadar merupakan salah satu
pendakwah yang secara konsisten memanfaatkan media YouTube untuk menyampaikan
pesan keislaman yang inklusif dan toleran.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk retorika dakwah yang digunakan
Habib Husein Ja’far Al-Hadar serta mengidentifikasi penerapan unsur ethos, pathos, dan
logos dalam menyampaikan pesan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Objek penelitian berupa lima
video dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar yang diunggah di platform YouTube.
Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teori retorika Aristoteles yang
meliputi ethos, pathos, dan logos.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar
memadukan unsur ethos, pathos, dan logos secara seimbang. Unsur ethos tercermin dari
kredibilitas, integritas, serta citra pendakwah yang rendah hati dan berwawasan luas.
Unsur pathos tampak melalui penggunaan bahasa yang santai, humoris, dan empatik
sehingga mampu menjalin kedekatan emosional dengan audiens. Sementara itu, unsur
logos diwujudkan melalui argumentasi rasional yang didasarkan pada dalil keagamaan
serta realitas sosial masyarakat. Retorika dakwah tersebut terbukti efektif dalam
menyampaikan pesan moderasi beragama dan menjangkau audiens, khususnya generasi
muda.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa retorika dakwah Habib Husein Ja’far Al
Hadar merupakan model dakwah yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi
beragama di era digital. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi
akademik dalam kajian komunikasi dakwah serta menjadi referensi bagi pendakwah
dalam mengembangkan strategi dakwah yang moderat dan inklusif
Praktik Pengembalian Jujuran Setelah Perceraian (Studi Kasus Kecamatan Martapura Kota)
Pernikahan terkadang tidak selamanya bisa berjalan lancar, ada kalanya
pernikahan tersebut tidak berhasil dan diakhiri dengan perceraian. Menariknya,
pada masyarakat Banjar, jika terjadi perceraian, pihak laki-laki dapat meminta
kembali jujuran yang telah diserahkannya pada awal pernikahan dengan
sepenuhnya atau separuhnya kepada pihak perempuan. Sedangkan, mahar tidak
dimintanya kembali. Sehingga terjadi perbedaan dalam memahami mahar dan
jujuran. Bagi yang memahami makna mahar dan jujuran adalah sama, maka harus
dikembalikan separuhnya. Sedangkan yang memahami jujuran hanyalah
pemberian semata, maka tidak dikembalikan jika terjadi perceraian qabla dukhūl.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan penelitian secara Sosiologis Huku yang berlokasi di di
Kecamatan Martapura Kota, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.
Data primer penelitian ini yaitu dengan metode pengumpulan data secara
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik Analisis penelitian ini secara
deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi
munculnya tuntutan pengembalian jujuran pasca perceraian. Tuntutan ini tidak
serta merta dilakukan oleh setiap pihak yang bercerai, melainkan muncul karena
adanya dorongan emosional, sosial, ekonomi serta pemahaman terhadap adat yang
berkembang ditengah masyarakat. Praktik pengembalian jujuran setelah
perceraian di Kecamatan Martapura Kota menunjukkan bahwa jujuran tidak selalu
dikembalikan kepada pihak suami. Praktik tersebut sangat bergantung pada sebab
perceraian, nilai jujuran, dan kesepakatan antara keluarga kedua belah pihak.
Proses penyelesaian umumnya dilakukan secara kekeluargaan atau melalui tokoh
agama, tanpa melibatkan lembaga hukum formal. Kecuali dalam kondisi yang
tidak menemui titik temu. Faktor-faktor yang mempengaruhi adanya tututan
pengembalian jujuran yaitu alasan perceraian khususnya jika disebabkan oleh
istr
Hukum ‘Iddah Seorang Istri Dalam Keadaan Qabla Dukhūl Perspektif Mazhab Hanafi Dan Mazhab Syafii
Stigma Masyarakat Banjar Terhadap Pasangan Childfree dalam Perspektif Hukum Keluarga
Fenomena pasangan yang memilih untuk menunda atau menjalani
kehidupan childfree semakin terlihat di masyarakat modern, termasuk di Kota
Banjarmasin. Namun, dalam masyarakat Banjar yang menjunjung tinggi nilai
keluarga dan keberlanjutan garis keturunan, keberadaan anak masih dipandang
sebagai indikator utama keberhasilan dan kelengkapan sebuah perkawinan.
Akibatnya, pasangan yang menunda memiliki anak seringkali menghadapi stigma
sosial berupa pertanyaan, nasihat, sindiran, dan penilaian moral yang dapat
memengaruhi kehidupan psikologis dan relasi sosial mereka. Fenomena ini
menunjukkan adanya ketegangan antara pilihan hidup individu dengan norma
sosial dan nilai keagamaan yang hidup dalam masyarakat. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stigma masyarakat terhadap pasangan
childfree, pengaruh stigma tersebut terhadap kondisi psikologis pasangan, serta
faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pasangan untuk menunda memiliki
anak ditinjau dari perspektif Hukum Keluarga Islam.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan
pendekatan kualitatif dan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam terhadap pasangan childfree dan masyarakat di Kota Banjarmasin.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma masyarakat Banjar terhadap
pasangan yang menunda memiliki anak berakar pada norma sosial dan budaya
yang memaknai anak sebagai simbol keberhasilan dan keberkahan perkawinan.
Norma ini kemudian menjadi living law. Stigma tersebut berdampak pada kondisi
psikologis pasangan childfree, seperti munculnya rasa tidak nyaman, kecemasan,
tekanan batin, dan ketakutan akan penilaian negatif. Meskipun demikian,
pasangan tidak bersikap pasif terhadap stigma, melainkan menunjukkan bentuk
resistensi melalui strategi perlawanan simbolik, yaitu tetap menjaga keharmonisan
sosial di ruang publik sambil mempertahankan keputusan mereka dalam ruang
privat. Penelitian ini juga menemukan bahwa keputusan menunda kehamilan
dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kesiapan mental dan emosional, kondisi
ekonomi, pendidikan dan karier, pengalaman masa lalu, serta kesepakatan antara
suami dan istri. Dalam perspektif Hukum Keluarga Islam, penundaan kehamilan
dapat dibenarkan selama didasarkan pada pertimbangan maslahat, dilakukan
melalui musyawarah, dan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat.
Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma terhadap pasangan
childfree di masyarakat Banjar tidak dapat dibenarkan secara hukum Islam, karena
bertentangan dengan prinsip menjaga kehormatan, larangan berprasangka buruk,
dan keadilan sosial.
vi
Strategi Dakwah Terhadap Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Al-Ikhlas Kota Banjarmasin
LKSA Al-Ikhlas Kota Banjarmasin didirikan sebagai upaya untuk
meningkatkan kesejahteraan anak yatim piatu melalui kegiatan pendidikan,
pembinaan, pengarahan, serta pemberian perhatian dan kasih sayang kepada
mereka. Dalam proses pengajaran, pembinaan, dan penyampaian dakwah,
dibutuhkan strategi dakwah agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan
efektif. Strategi dakwah tersebut dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan ibadah,
seperti shalat, puasa, dan membaca Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi dakwah terhadap anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak
(LKSA) Al-Ikhlas Kota Banjarmasin dalam upaya pembinaan keagamaan dan
pembentukan karakter anak asuh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif-kualitatif
dengan jenis penelitian lapangan. Teknik yang digunakan dalam mengumpulan data
yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara teknik analisisnya,
penulis menggunakan teknik yang uraikan oleh Miles dan Huberman yaitu, Reduksi
data, Display Data dan Penarikan Kesimpulan. Subjek penelitian meliputi pengasuh
dan anak-anak LKSA Al-Ikhlas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang diterapkan
mengacu pada konsep Al-Bayanuni yang meliputi pendekatan sentimental (athify)
melalui keteladanan dan kasih sayang, rasional (‘aqly) melalui penjelasan dan
diskusi sederhana, serta indrawi (hissiy) melalui praktik langsung ibadah dan
penggunaan media pembelajaran. Strategi tersebut berdampak pada peningkatan
kedisiplinan ibadah, perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, serta
meningkatnya pemahaman keagamaan anak. Namun, pelaksanaan dakwah masih
menghadapi beberapa kendala seperti perbedaan latar belakang anak, keterbatasan
fasilitas, fluktuasi motivasi belajar, dan pengaruh lingkungan luar. Oleh karena itu,
diperlukan perencanaan dan evaluasi dakwah yang lebih terstruktur agar pembinaan
keagamaan anak di LKSA dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjuta
Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022 Berdasarkan Perspektif Maqashid al-Syari’ah: Upaya Mewujudkan Kesejahteraan dan Keadilan dalam Rumah Tangga
Penelitian ini membahas ketentuan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA)
Nomor 1 Tahun 2022 yang mensyaratkan batas waktu dua belas bulan tidak
melaksanakan kewajiban sebagai alasan perceraian. Ketentuan ini menimbulkan
persoalan hukum karena berpotensi menunda perlindungan terhadap istri dan anak
pada masa tunggu pengajuan perceraian. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis ketentuan SEMA tersebut ditinjau dari perspektif maqâshid al-syarî’ah,
serta merumuskan waktu yang lebih ideal terkait batas waktu masa tunggu pengajuan
cerai karena tidak melaksanakan kewajiban agar lebih adil dan menyejahterakan
keluarga.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan
pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Sumber bahan hukum
terdiri dari bahan hukum primer berupa SEMA No 1 Tahun 2022, bahan hukum
sekunder berupa buku, skripsi, tesis, dan jurnal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan Surat Edaran Mahkamah
Agung Nomor 1 Tahun 2022 yang mensyaratkan tidak melaksanakan kewajiban
selama dua belas bulan sebagai alasan perceraian belum sepenuhnya sejalan dengan
tujuan maqâshid al-syarî’ah, karena berpotensi mengabaikan penjagaan terhadap jiwa
(hifzh al-nafs), akal (hifzh al-‘aql), keturunan (hifzh al-nasl), harta (hifzh al-mal), serta
prinsip keadilan (al-‘adl) akibat tertundanya pemenuhan hak istri dan anak. Oleh
karena itu, batas waktu ideal dalam perkara perceraian karena tidak melaksanakan
kewajiban adalah tiga bulan, karena secara yuridis jangka waktu ini sesuai dengan
konsep taklik talak dan masa iddah, secara sosiologis cukup untuk menilai kelalaian
tanpa memperpanjang penderitaan istri dan anak, dan secara filosofis mencerminkan
keadilan, kemaslahatan, serta penghilangan mudarat sesuai tujuan maqâshid al
syarî’ah, tanpa menghilangkan asas mempersukar perceraian
Pengaruh Body Image Terhadap Kepercayaan Diri Mahasiswa dengan Riwayat Acne Vulgaris di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin
Kata Kunci: Body image; Kepercayaan Diri; Mahasiswa
Body image memiliki peran cukup penting dalam membentuk kepercayaan diri individu, terutama pada mahasiswa yang rentan mengalami tekanan sosial dan akademik di usia muda. Acne vulgaris, sebagai masalah kulit umum yang dapat memengaruhi banyak remaja termasuk mahasiswa dengan rentang usia 18-22 tahun yang masih memasuki kategori remaja akhir, situasi ini seringkali memperburuk persepsi diri negatif melalui stigma estetika. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi tingkat body image dan kepercayaan diri, serta untuk menganalisis pengaruh body image terhadap kepercayaan diri pengaruh body image terhadap kepercayaan diri mahasiswa dengan riwayat acne vulgaris di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional kausal,
dengan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari Banjarmasin yang berjumlah 1.182 mahasiswa dan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 184 responden yang memiliki riwayat acne vulgaris. Instrumen penelitian menggunakan skala body image dan skala kepercayaan diri, untuk mengetahui pengaruh dari variabel body image terhadap kepercayaan diri menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat body image mahasiswa
berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 75% dan tingkat kepercayaan diri berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 99,5%. Hasil uji korelasi Regresi Linier Sederhana menunjukkan adanya pengaruh signifikan body image terhadap kepercayaan diri dengan nilai Koefisien Determinasi (R Square) sebesar 0,528 hal ini mengindikasikan bahwa body image berkontribusi sebesar 52,8% terhadap kepercayaan diri, sedangkan 47,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif antara body image terhadap kepercayaan diri pada mahasiswa dengan riwayat acne vulgaris di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora
Transmisi Sanad dan Otoritas Qirâ’ah warsy di Tanah Banjar: Telaah Atas Kitab Fatḥ Al-Ghabsy Ta‘Līq Naẓm Riwayah Warsh Karya KH. Nasrun Thohir
Tradisi Qirâ’ah warsy merupakan salah satu kekayaan bacaan al-Qur’an
yang jarang dikenal luas di Indonesia. Di Tanah Banjar, transmisi bacaan ini tetap
hidup berkat peran sentral KH. Nasrun Thahir, seorang ulama karismatik yang
mewarisi dan mengajarkan bacaan tersebut secara konsisten di lingkungan
pesantren. Keberadaan Sanad yang bersambung hingga Imam Warsy menjadi
fondasi penting dalam menjaga autentisitas bacaan ini. Hal ini menunjukkan
bahwa Qirâ’ah warsy bukan hanya praktik keagamaan, tetapi juga warisan
keilmuan yang patut dilestarikan.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana proses transmisi
Sanad Qirâ’ah warsy berlangsung di Tanah Banjar, serta bagaimana Otoritas
keilmuan KH. Nasrun Thahir dibangun dan diakui dalam konteks tersebut.
Penelitian ini ingin menjawab bagaimana metode pengajaran Qirâ’ah warsy
dijalankan dan apa makna Sanad dalam mempertahankan kemurnian bacaan al
Qur’an.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik
observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Ditemukan bahwa
proses transmisi dilakukan melalui metode talaqqi dan musyāfahah, dengan
seleksi ketat terhadap murid yang berhak menerima Sanad. KH. Nasrun Thahir
tidak hanya dikenal melalui jalur keilmuannya, tetapi juga melalui karyanya, Fath
al-Ghabsy, yang memperkuat posisi keilmuannya dalam Qirâ’ah.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sanad bukan sekadar jalur
transmisi ilmu, tetapi juga simbol otoritas spiritual dan sosial. KH. Nasrun Thohir
berhasil mentransmisikan ilmu Qirâ’ah Warsy secara berkesinambungan melalui
pesantren. Hingga kini, sanad beliau masih diteruskan oleh para muridnya,
menunjukkan keberlangsungan tradisi ini. Studi ini juga menegaskan pentingnya
dokumentasi tradisi lokal sebagai bagian dari khazanah Islam Nusantara serta
membuka ruang kajian Qirâ’ah di luar riwayat Hafsh yang dominan