Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Implementasi Permendag No. 31 Tahun 2023 Pada Social Commerce Instagram (Studi Kasus @nunastorebjm)
Perkembangan dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE)
telah melahirkan social commerce sebagai model perdagangan baru berbasis media
sosial, salah satunya Instagram sebagai platform yang banyak digunakan untuk
pemasaran dan transaksi. Untuk memberikan kepastian hukum serta perlindungan
bagi pelaku usaha dan konsumen, pemerintah telah mengeluarkan Permendag No.
31 Tahun 2023 yang melarang social commerce untuk memfasilitasi transaksi
pembayaran langsung sebagaimana diatur dalam Pasal 21 ayat (3). Berdasarkan
Permendag tersebut, peran social sommerce hanya terbatas sebagai media promosi,
sementara transaksi harus dialihkan ke e-commerce. Penelitian ini berlandaskan
pada praktik bisnis di akun Instagram @nunastorebjm yang masih melakukan
transaksi langsung melalui pesan pribadi atau transfer bank, sehingga belum
sepenuhnya mematuhi ketentuan Permendag tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode hukum empiris dengan pendekatan
yuridis sosiologis. Sumber data yang digunakan berasal dari data primer yang
diperoleh langsung dari informan, dan data sekunder yang diperoleh dari analisis
dari berbagai sumber tertulis. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan
pemilik usaha, pengamatan pada akun @nunastorebjm, serta studi pustaka dengan
menganalisis dokumen seperti Permendag No. 31 Tahun 2023, Kompilasi Hukum
Ekonomi Syariah (KHES), Fatwa DSN-MUI mengenai akad jual beli salam.
Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan langkah deskripsi, kategorisasi, dan
interpretasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Permendag No. 31 Tahun
2023 dalam akun @nunastorebjm belum optimal. Dalam praktiknya, pelaku usaha
@nunastorebjm telah berusaha menerapkan ketentuan tersebut memindahkan
sebagian dari transaksi ke platform yang lebih resmi yaitu e-commerce seperti
Shopee. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya dikarenakan terdapat berbagai
faktor yang mempengaruhi implementasinya. Faktor-faktor tersebut terdiri dari
enam faktor yaitu 1) tujuan dan standar kebijakan belum jelas; 2) keterbatasan
sumber daya; 3) kualitas interaksi antar organisasi; 4) karakteristik pelaksanaan; 5)
kondisi lingkungan sosial, ekonomi, dan politik; dan 6) sikap pelaksana. Selain itu,
hasil penelitian juga menunjukkan bahwa transaksi jual beli online yang dilakukan
oleh akun Instagram @nunastorebjm termasuk dalam akad bai’ as-salam. Praktik
jual beli yang dilakukan @nunastorebjm diperbolehkan menurut hukum Islam
karena dalam praktiknya sudah sejalan dengan prinsip muamalah, seperti kejujuran
dan keterbukaan, serta tidak mengandung unsur ghara
Manajemen Strategi dalam Kualitas Pelayanan Ibadah Haji dan Umrah di PT Pancar Ni’mah Martapura
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen strategi dalam
kualitas pelayanan ibadah haji dan umrah di PT. Pancar Ni’mah Martapura serta
mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Latar
belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya kualitas pelayanan dalam
penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, yang menuntut biro perjalanan memiliki
pengelolaan strategi yang terarah, profesional, dan berkelanjutan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pimpinan perusahaan, staf,
serta jemaah haji dan umrah PT. Pancar Ni’mah Martapura. Data dianalisis melalui
tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi dalam kualitas
pelayanan ibadah haji dan umrah di PT. Pancar Ni’mah Martapura dilaksanakan
melalui tiga tahapan utama, yaitu perumusan strategi, implementasi strategi, dan
evaluasi strategi. Perumusan strategi dilakukan melalui perencanaan pelayanan
yang berorientasi pada kebutuhan jemaah dan berlandaskan visi dan misi
perusahaan. Implementasi strategi diwujudkan melalui penerapan standar
operasional prosedur (SOP), pelayanan staf yang ramah dan responsif, penyediaan
fasilitas pendaftaran dan akomodasi, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam
mendukung pelayanan. Evaluasi strategi dilakukan melalui monitoring pelayanan,
penerimaan umpan balik jemaah, dan tindak lanjut evaluasi secara berkala.
Faktor pendukung pelaksanaan manajemen strategi meliputi pengalaman
perusahaan, kompetensi sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang
memadai, serta pendekatan kekeluargaan kepada jemaah. Adapun faktor
penghambat yang ditemukan antara lain perbedaan karakter jemaah, kendala
koordinasi dengan mitra layanan, serta perubahan regulasi penyelenggaraan haji
dan umrah. Secara keseluruhan, manajemen strategi di PT. Pancar Ni’mah
Martapura telah diterapkan secara sistematis dalam menjaga kualitas pelayanan
ibadah haji dan umrah
Pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Rasio (DER) Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Sektor Manufaktur yang Terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2022–2024
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Current Ratio (CR) dan Debt
to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar
di Jakarta Islamic Index (JII) untuk periode 2022-2024. Masalah utama yang
diangkat adalah untuk menentukan apakah terdapat pengaruh individu dan simultan
dari Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham di
sektor dan periode tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan adalah teknik asosiatif dengan pendekatan
deskriptif kuantitatif, di mana data sekunder diperoleh dari laporan keuangan
triwulan pada perusahaan manufaktur yang berjumlah 4 yang dipilih menggunakan
teknik purposif sampling dari 17 populasi pada perusahaan manufaktur di JII, dan
dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan SPSS Statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsiaL Current Ratio (CR)
berpengaruh signifikan terhadap harga saham, demikian pula Debt to Equity Ratio
(DER) terbukti berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Secara simultan,
Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap harga saham perusahaan manufaktur yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index (JII) pada periode penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa
kondisi Current Ratio (CR) dan Debt to Equity Ratio (DER) merupakan faktor
penting yang dipertimbangkan investor dalam menilai harga saham
Implementasi Pembelajaran Kontekstual pada Mata Pelajaran Fikih di Pondok Pesantren Modern Al-Furqan dan Insan Madani Banjarmasin
Fenomena perkembangan pendidikan Islam modern di Banjarmasin menunjukkan
perlunya adaptasi metode pengajaran fikih agar tidak hanya berorientasi pada aspek
teoretis, tetapi juga mampu membentuk karakter santri yang aplikatif dan relevan dengan
realitas kehidupan sehari-hari. Kondisi ini melatarbelakangi fokus penelitian pada
implementasi pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam pembelajaran
fikih di Pondok Pesantren Modern Al-Furqan dan Pondok Pesantren Insan Madani
Banjarmasin. Kedua pesantren ini berupaya keras menjembatani hukum syariat dengan
konteks sosial dan pengalaman pribadi santri, dengan tujuan utama meningkatkan
pemahaman bermakna dan internalisasi nilai-nilai keislaman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan
pembelajaran kontekstual pada mata pelajaran fikih, termasuk strategi, faktor pendukung,
serta berbagai hambatan yang dihadapi di kedua lokasi. Penelitian ini menggunakan jenis
penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik
triangulasi data (observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi).
Subjek penelitian meliputi ustadz/ustadzah pengampu fikih, pimpinan pesantren, dan
santri tingkat menengah. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman, mencakup reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CTL berjalan efektif dengan
kebutuhan pembelajaran santri. Guru secara kreatif mengaitkan materi fikih (seperti
thaharah dan muamalah) dengan pengalaman aktual santri melalui simulasi, praktik
langsung di masjid/pondok, dan penggunaan media modern (PowerPoint, video).
Pembelajaran ini didukung oleh faktor pendukung krusial: (1) Lingkungan pesantren
yang kondusif, berfungsi sebagai laboratorium praktik ibadah. (2) Dukungan kurikulum
dan sistem supervisi kelembagaan (khususnya di Insan Madani) yang menjadikan
kontekstualisasi sebagai standar penilaian guru. (3) Kreativitas dan kedekatan guru
generasi muda dengan santri. Namun demikian, pelaksanaan CTL masih menghadapi
faktor penghambat utama, yaitu: (1) Keterbatasan waktu pembelajaran dan beban kerja
guru yang padat. (2) Perbedaan kemampuan akademik santri yang beragam. (3)
Kurangnya pelatihan pedagogik khusus CTL dari lembaga. Meskipun menghadapi
kendala tersebut, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan pemahaman, keaktifan,
dan motivasi belajar santri, menjadikan fikih sebagai pedoman hidup yang aplikatif dan
membentuk karakter religius yang kua
Pola Bimbingan Keagamaan Ust. Abuya Ahmad Saefullah di Mushola Raudhatul Aman Alalak Tengah
Penelitian ini berdasarkan pemikiran bahwa agama adalah landasan bagi
kehidupan sekaligus pengarahan bagi setiap penganutnya. agama diibaratkan
sebagai fondasi sebuah bangunan rumah, yang membuat kokoh dari rumah
tersebut bertumpu pada fondasinya. jika landasan pemahaman agamanya kuat
maka iman terhadap agamanya juga kuat. namun sebaliknya jika landasan
pemahaman agamanya lemah, maka keimanan agama juga lemah. karena agama
menjadi pedoman bagi semua penganutnya untuk menentukan tujuan dan arah
hidupnya ketika di dunia.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah berfokus pada masalah pola
bimbingan keagamaan Ustaz Abuya Ahmad Saefullah di Mushola Raudhatul
Aman Alalak Tengah. jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field
research), di mana data diperoleh melalui pengamatan langsung di lokasi sesuai
dengan fokus masalah yang telah ditentukan bagaimana pola bimbingan
keagamaan yang ada pada masyarakat Alalak Tengah. selain itu juga, penulis
melakukan wawancara langsung kepada pengurus mushola, tetuha masyarakat,
dan para jamaah Mushola Raudhatul Aman Alalak Tengah.
Hasil penelitian ini diketahui bahwa pola bimbingan keagamaan yang ada
pada masyarakat desa alalak tengah yaitu ada pola bimbingan keagamaan bersifat
generalis, pola bimbingan spesialis, pola bimbingan kurikuler serta beberapa
bimbingan kegamaan, diantaranya: bimbingan secara pribadi, bimbingan secara
kelompok, kedua bimbingan ini saling melengkapi dan dijalankan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan jamaah di lapangan. adapun bimbingan agama yang
diterapkan oleh beliau berupa ceramah agama, pengajian kitab tauhid, fiqih, dan
tasawuf, dan majelis sholawat ibu-ibu. jalannya kegiatan kegiatan keagamaan
disesuaikan dengan kondisi dan situasi masyarakat Alalak Tengah yang telah
disepakati bersama dan tersusun secara teratur, supaya memudahkan masyarakat
mengikuti bimbingan keagamaan tersebut
Representasi Konflik Budaya dalam Komunikasi Keluarga Batak Pada Fim “Ngeri-Ngeri Sedap
Film “Ngeri-ngeri Sedap” karya Bene Dion Rajagukguk ini sudah banyak
diteliti di kalangan para akademisi. Selain menggambarkan kehidupan budaya
Batak dan bagaimana keluarga tersebut berinteraksi satu sama lain, film ini juga
menggambarkan konflik budaya yang terjadi dalam komunikasi keluarga Batak
tersebut. Hal ini yang melatar belakangi penulis melakukan penelitian dengan
judul “Representasi Konflik Budaya dalam Komunikasi Keluarga Batak pada
Film Ngeri-ngeri Sedap”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana
konflik budaya dipresentasikan dalam komunikasi keluarga Batak pada film
“Ngeri-Ngeri Sedap”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode analisis semiotika John Fiske untuk mengkaji bagaimana konflik budaya
direpresentasikan dalam komunikasi keluarga Batak pada film “Ngeri-Ngeri
Sedap”. Analisis dilakukan pada level realitas, representasi, dan ideologi untuk
mengungkap simbol-simbol konflik budaya dalam komunikasi keluarga Batak,
serta nilai-nilai yang dibangun melalui teks film. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa film “Ngeri-ngeri Sedap” merepresentasikan bentuk-bentuk konflik
budaya dalam komunikasi keluarga Batak sebagai benturan nilai antara budaya
tradisional dan nilai modern. Seluruh konflik tersebut direpresentasikan melalui
komunikasi verbal dan nonverbal yang sarat dengan makna buday
Studi Komparatif Hukum Suami Menjimak Istrinya yang Belum Mandi Janabah Pasca Haid Perspektif Mazhab Hanafi dan Hanbali
Jima antara suami istri merupakan aspek yang sangat penting dan
fundamental dalam kehidupan rumah tangga, dan dalam konteks Islam, jima’ diatur
oleh hukum syariat yang sangat ketat dan teliti. Salah satu pertanyaan yang sering
muncul dan menjadi perdebatan di kalangan ulama dan masyarakat adalah apakah
suami diperbolehkan untuk menjimak istrinya yang belum mandi janabah pasca
haid, yaitu setelah masa haid selesai tetapi belum melakukan mandi wajib untuk
membersihkan diri dari najis haid.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana hukum Islam dapat
diinterpretasikan dan diaplikasikan dalam konteks yang berbeda-beda, dan
bagaimana perbedaan pendapat antara mazhab-mazhab dapat menjadi sumber
kekayaan dan keberagaman dalam Islam.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif yang
bersifat deskriptif, dengan pendekatan komparatif yang berfokus pada kajian
keislaman dan perbandingan antara mazhab-mazhab Islam. Penelitian ini menelaah
buku-buku hukum Islam dan kitab-kitab fiqih mazhab sebagai bahan analisis untuk
memahami perbedaan pendapat antara Mazhab Hanafi dan Mazhab Hanbali.
Menurut Mazhab Hanafi, suami diperbolehkan untuk menjimak istrinya yang
belum mandi janabah pasca haid, asalkan istri telah selesai haid dan telah melewati
batas masa lama haid, yaitu 10 hari, sehingga dianggap telah bersih dari najis haid.
Sementara itu, Mazhab Hanbali memiliki pendapat yang berbeda, yaitu suami tidak
diperbolehkan untuk menjimak istrinya yang belum mandi janabah pasca haid,
kecuali jika istri telah melakukan tayammum atau mandi wajib untuk
membersihkan diri dari najis haid.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pendapat antara Mazhab
Hanafi dan Mazhab Hanbali disebabkan oleh perbedaan dalam memaknai haid dan
kewajiban mandi janabah, sehingga mempengaruhi hukum jimak antara suami istri
yang belum mandi janabah pasca haid
Dakwah Islam Budaya Lokal Melalui Syair Madihin Banjar Oleh Grup John Tralala
Perkembangan dakwah Islam di era modern menghadapi tantangan dalam menjangkau
masyarakat yang beragam latar belakang sosial dan budaya, sehingga pendekatan dakwah
konvensional dinilai kurang efektif, khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu,
dakwah berbasis budaya lokal menjadi strategi yang relevan, salah satunya melalui
kesenian madihin Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan dakwah
Islam berbasis budaya lokal melalui syair madihin yang dibawakan oleh Grup John Tralala,
menganalisis strategi dakwah yang diterapkan, serta mengidentifikasi nilai-nilai Islam yang
terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan
teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Grup John Tralala menerapkan strategi dakwah persuasif melalui
pengemasan syair madihin yang komunikatif, humoris, dan menggunakan bahasa Banjar
sebagai identitas budaya lokal, dengan nilai-nilai Islam meliputi aspek akidah, syariah, dan
akhlak yang disampaikan secara kontekstual. Pendekatan dakwah melalui madihin terbukti
efektif dalam menarik perhatian masyarakat, mempermudah penerimaan pesan keislaman,
serta berkontribusi pada pelestarian budaya Banjar di tengah perkembangan zama
Manajemen Pendistribusian Zakat, Infaq, Dan Sedekah Pada Program Ramadan Di Baznas Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2024
Pendistribusian dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada bulan Ramadan
mengalami peningkatan yang signifikan sehingga memerlukan manajemen yang
baik agar penyaluran dana dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. BAZNAS
Provinsi Kalimantan Selatan sebagai lembaga resmi pengelola ZIS menghadapi
tantangan berupa tingginya intensitas pendistribusian dan keterbatasan sumber
daya manusia selama program Ramadan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui manajemen pendistribusian dana ZIS pada program Ramadan di
BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan serta mengidentifikasi faktor pendukung
dan penghambatnya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi
dengan informan Ketua Panitia Ramadan, Sekretaris Panitia Ramadan, Kepala
Bidang Pendistribusian, serta mustahik penerima manfaat. Analisis data dilakukan
melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendistribusian dana ZIS
pada program Ramadan di BAZNAS Provinsi Kalimantan Selatan telah
dilaksanakan secara terstruktur melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan pengawasan. Perencanaan dilakukan melalui penyusunan
program dan pemetaan sasaran mustahik, pengorganisasian melalui pembentukan
kepanitiaan dan pembagian tugas, pelaksanaan melalui penyaluran langsung dan
kerja sama dengan mitra, serta pengawasan melalui monitoring dan evaluasi.
Faktor pendukung pendistribusian meliputi kerja sama mitra, SOP yang jelas, dan
koordinasi internal, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber
daya manusia dan tingginya intensitas kegiatan selama bulan Ramada
Narasi Pengalaman Jemaah Haji Lansia Terhadap Pelayanan Petugas Haji di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin Tahun 2025
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengalaman jemaah haji lansia dalam
menerima pelayanan kesehatan, konsumsi, dan administrasi di Asrama Haji Embarkasi
Banjarmasin, serta menganalisis bagaimana dimensi responsiveness dan empathy
dipersepsikan dan dialami oleh jemaah haji lansia. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tujuh (7) jemaah haji
lansia yang dipilih secara purposive dan dianalisis secara tematik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pelayanan jemaah haji lansia
tidak hanya bersifat prosedural, tetapi berorientasi pada rasa aman, kemudahan akses, dan
interaksi personal yang empatik. Pada pelayanan kesehatan, jemaah merasakan keamanan
melalui pemeriksaan yang teliti dan penjelasan yang jelas. Pada pelayanan konsumsi,
pengantaran makanan ke kamar menciptakan kenyamanan fisik dan suasana sosial yang
hangat. Pada pelayanan administrasi, prosedur yang tertib dan pengantaran dokumen ke
kamar mengurangi kebingungan dan kecemasan.
Dimensi responsiveness dan empathy dipersepsikan sebagai satu kesatuan
pelayanan yang manusiawi. Responsiveness dimaknai sebagai pelayanan proaktif yang
meringankan beban melalui inisiatif petugas dan desain layanan yang adaptif, sedangkan
empathy dimaknai sebagai penghargaan terhadap martabat jemaah melalui komunikasi
yang sabar dan personal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara
responsiveness dan empathy menjadi kunci keberhasilan pelayanan ramah lansia di Asrama
Haji Embarkasi Banjarmasin