Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    تعليم اللغة العربية المتمايز بمنهج المرديكا في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة بنجر ماسين = Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada Mata Pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin

    No full text
    Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi utama yang ditawarkan kurikulum merdeka, strategi pembelajaran yang menyesuaikan dengan kebutuhan, minat, dan profil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan, problematika, serta upaya guru dalam mengatasi problematika pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Bahasa Arab di MAN 3 Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Bahasa Arab telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi pada aspek konten, proses, dan produk dengan mempertimbangkan kompetensi awal siswa. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara fleksibel melalui variasi metode, media, dan bentuk penugasan. Namun, dalam penerapannya masih terdapat beberapa problematika, seperti penyesuaian materi pada kemampuan dan minat siswa, waktu yg terbatas, dan penggunaan digital tidak sepenuhnya mampu meningkatkan kompetensi siswa. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan berbagai upaya, antara lain memperkaya sumber belajar, menerapkan kontrak belajar, serta memberikan motivasi dan arahan kepada siswa untuk belajar secara mandiri. Dengan demikian, pembelajaran berdiferensiasi di MAN 3 Kota Banjarmasin telah diterapkan, meskipun masih memerlukan penguatan agar pelaksanaannya lebih optimal

    Pengaruh Keterikatan Emosional Merek Terhadap Word Of Mouth Mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

    No full text
    Persaingan di pendidikan tinggi menuntut perguruan tinggi membangun citra dan kepercayaan melalui strategi pemasaran yang efektif. Word of mouth menjadi strategi yang dapat dipercaya karena bersumber dari pengalaman nyata dan disampaikan secara sukarela. Salah satu pendorong utama word of mouth adalah keterikatan emosional merek yang didasari oleh afeksi, koneksi, dan passion mahasiswa terhadap universitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat keterikatan emosional merek serta tingkat word of mouth mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh afeksi, koneksi, dan passion terhadap word of mouth mahasiswa Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin guna memahami peran keterikatan emosional mahasiswa dalam mendorong penyampaian pengalaman positif mengenai universitas. Penelitian ini adalah penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan disebarkan kepada sampel yang berjumlah 415 Mahasiswa aktif UIN Antasari Banjarmasin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square dengan bantuan isoftware SmartPLS. 4.1.1.6 Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterikatan emosional merek dan WOM berada pada kategori tinggi, dengan nilai rata-rata brand afeksi sebesar 3,33, brand koneksi sebesar 3,35, dan brand passion sebesar 3,37, serta word of mouth mahasiswa sebesar 3,40. Pengujian hipotesis membuktikan bahwa brand afeksi (t = 4,245; p = 0,000), brand koneksi (t = 7,608; p = 0,000), dan brand passion (t = 5,793; p = 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap word of mouth, dengan kemampuan penjelasan sebesar 70,6%. Temuan ini menegaskan bahwa keterikatan emosional merek berperan penting dan berpengaruh signifikan dalam mendorong word of mouth mahasiswa dan menjadi strategi efektif dalam membangun citra serta reputasi Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin yang akan menarik minat calon mahasiswa secara berkelanjutan

    Pembiasaan Keagamaan Melalui Program Shalat Berjamaah Untuk Membangun Karakter Peserta Didik di Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 3 Banjarmasin

    No full text
    Pembiasaan salat berjamaah merupakan salah satu strategi penting dalam pendidikan karakter, terutama untuk membentuk peserta didik yang bertanggung jawab dan jujur. Di SMK Muhammadiyah 3 Banjarmasin, pelaksanaan salat berjamaah menjadi program yang diharapkan mampu menanggapi berbagai permasalahan karakter siswa seperti minimnya kesadaran beribadah serta pengaruh lingkungan yang kurang mendukung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembiasaan keagamaan melalui program salat berjamaah dalam membangun karakter peserta didik serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat dan solusi yang ditempuh dalam pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembiasaan salat berjamaah terlaksana melalui tahap persiapan guru, pengorganisasian pelaksanaan ibadah, pemanfaatan waktu serta peran teladan guru sebagai motivator utama. Program ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter yang menumbuhkan tanggung jawab melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ibadah serta menanamkan kejujuran dalam sikap dan tindakan. Faktor pendukung meliputi sarana prasarana yang memadai, kerja sama guru, tambahan waktu istirahat dan motivasi. Adapun faktor penghambat berasal dari rendahnya kesadaran siswa, lingkungan keluarga, fasilitas wudhu terbatas serta pengaruh teman sebay

    Pengaruh Ketakwaan Tehadap Kesehatan Mental Mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

    No full text
    Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam proses tumbuh kembang manusia, khususnya bagi mahasiswa yang sedang di masa transisi remaja ke dewasa awal. Data WHO dan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan tingginya prevalensi gangguan mental pada kelompok usia tersebut, sehingga isu kesehatan mental semakin relevan untuk dikaji. Dalam perspektif Islam kesehatan mental erat kaitannya dengan kesehatan rohani yang dipengaruhi oleh ketakwaan, yang tercermin dalam keyakinan, praktik ibadah, pengalaman spiritual dan perilaku sehari-hari. Ketakwaan diyakini mampu membantu individu menghadapi tekanan hidup. Namun, kajian empiris mengenai pengaruh ketakwaan terhadap kesehatan mental mahasiswa masih terbatas, sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh tersebut pada mahasiswa Bimbingan dan Penyuluhan Islam UIN Antasari Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas dan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakwaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental mahasiswa. Berdasarkan uji regresi linier sederhana, diperoleh persamaan regresi Y = 9,604 + 0,677X yang artinya semakin tinggi ketakwaan mahasiswa, semakin baik kesehatan mentalnya. Selain itu, nilai R square sebesar 0,458 mengindikasikan bahwa ketakwaan mempengaruhi kesehatan mental sebesar 45,8%, sedangkan 54,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini

    Program Kewirausahaan Outing Class di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3

    No full text
    Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter dan keterampilan dasar anak. Pada masa perkembangannya, anak membutuhkan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, salah satunya melalui program kewirausahaan dengan kegiatan outing class. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan program kewirausahaan outing class serta faktor pendukung dan penghambat program tersebut di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3. kualitatif. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan jenis penelitian Pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan pendidik yang meliputi guru KB, Guru TK A, dan Guru TK B di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3. Sedangkan objek penelitian ini adalah pelaksanaan program kewirausahaan outing class serta faktor pendukung dan penghambat program tersebut. Hasil penelitian menunjukkan yaitu pelaksanaan program kewirausahaan outing class di PAUD Terpadu Khalifah Banjarmasin 3 terbagi menjadi tiga program yaitu market day, cooking class, dan kunjungan usaha. Faktor pendukung dukungan sekolah, orang tua, dan antusias anak didik. Faktor pengambat katerbatasan waktu pelaksanaan, keterlibatan anak didik yang kurang maksimal, dan kendala koordinasi pengawasan

    Upaya Guru Bimbingan dan Konseling dalam Menanamkan Visi Berakhlak di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Khair Barabai

    No full text
    Pendidikan karakter dalam perspektif Islam menempatkan akhlak sebagai inti proses pendidikan yang diinternalisasi melalui pembiasaan dan keteladanan. Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran strategis sebagai figur teladan untuk merepresentasikan nilai moral dalam perilaku nyata di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya Guru BK dalam menanamkan Visi Berakhlak kepada murid di SMPIT Al-Khair Barabai melalui layanan bimbingan, konseling, keteladanan, dan pembiasaan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi mendalam dengan Guru BK dan murid, serta dokumentasi terhadap fasilitas dan program sekolah. Analisis data dilakukan dengan menyinergikan temuan lapangan dengan teori keteladanan Al-Ghazali (Al Qudwah Al-Hasanah), teori modeling Albert Bandura, dan prinsip operant conditioning B.F. Skinner. Upaya Guru BK dalam menanamkan Visi Berakhlak dilakukan melalui integrasi strategi yang mencakup: 1) Keteladanan (Al-Qudwah Al-Hasanah) sebagai model percontohan perilaku islami; 2) Pembiasaan perilaku secara berulang dan teratur, seperti budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun); 3) Penerapan sistem hukuman dan hadiah (reward and punishment) yang bersifat edukatif ; serta 4) Pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, klasikal, dan mediasi untuk membangun efikasi diri murid. Faktor pendukung utama meliputi nilai visi sekolah yang kuat, kultur islami yang konsisten, serta dukungan penuh dari kepala sekolah, guru, dan orang tua. Guru BK di SMPIT Al-Khair Barabai berperan strategis sebagai figur moral dan koordinator dalam menginternalisasikan nilai-nilai akhlak melalui pendekatan yang bergerak dari stimulus eksternal (modeling dan penguatan) menuju kemandirian internal (efikasi diri) muri

    Optimizing The Implementation of English Language Curriculum for Young Leaners in SDN Kuripan 2

    No full text
    This research focuses on optimizing the implementation of the English language curriculum for young learners in SDN Kuripan 2 Banjarmasin. English instruction at the elementary level plays an important role in developing students’early language skills and positive attitudes toward learning English. However, the implementation of the curriculum has not yet been fully optimal due to limitationsin teaching strategies, learning materials, and classroom conditions. Therefore, thisstudy aims to examine the implementation of the English curriculum, identify the learning materials used, and analyze teaching techniques and methods that can beoptimized to improve the effectiveness of English teaching for young learners. Thisstudy employed a qualitative descriptive research design. The participants consistedof one English teacher and a small group of young learners at SDN Kuripan 2. Datawere collected through classroom observation, interviews, and documentation. Thefindings indicate that the curriculum was implemented through structured yet flexible learning activities, supported by interactive teaching techniques such assongs, repetition, Total Physical Response (TPR), and games. The learningmaterials used were generally appropriate for young learners, although limitedinstructional time, classroom management challenges, and restricted learningresources affected optimal implementation. The study concludes that optimizing the implementation of the English curriculum requires strengthening interactiveteaching techniques, improving learning materials, and enhancing institutionalsupport to better meet the needs of young learners

    Pengembangan Buku Ilmiah Populer Morfologi Dan Anatomi Sirih Sebagai Sumber Belajar

    No full text
    Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang berbentuk merambat dan bersandar di batang pohon lainnya. Sirih biasanya di Indonesia memiliki kegunaan secara budaya yaitu pada bagian daun dan buahnya biasa dikunyah dengan gambir, pinang, tembakau, dan jeruk nipis, sehingga peneliti menjadikan sirih sebagai objek penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan (1) karakteristik Morfologi tumbuhan Family Piperaceae pada tumbuhan sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper ornatum), dan sirih cina (Peperomia pellucida), (2) karakteristik Anatomi tumbuhan Family Piperaceae pada tumbuhan sirih hijau (Piper betle), sirih merah (Piper ornatum), dan sirih cina (Peperomia pellucida), (3) validitas Buku Ilmiah Populer Sebagai Sumber Belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Educational Design Research (EDR). Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi observasi, dokumentasi, dan angket. Tahap evaluasi dalam penelitian ini mengacu pada evaluasi formatif Tessmer yang dibatasi hingga tahap expert review. Data yang terkumpul selanjutnya dijelaskan dan dianalisis, kemudian dirancang menjadi sebuah BIP. Hasil menunjukkan bahwa sirih hijau, sirih merah, dan sirih cina memiliki perbedaan pada akar, batang, daun, dan bunga . Secara anatomi terdapat perbedaan pada struktur jaringan epidermis, jaringan pembuluh, dan empulur. Buku yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sebesar 85,11% dan tergolong sangat valid yang artinya dapat digunakan tanpa revisi

    Pemahaman dan Praktik Qur’anic Healing Ustadz Faisal Rachman serta Efeknya bagi Pasien di Tenggarong Kutai Kartanegara

    No full text
    Pengobatan menggunakan Al-Qur’an mempunyai banyak manfaat selain pengobatan, yaitu sebagai motivasi kepada masyarakat Islam pada khususnya untuk menyadari sebenar-benarnya bahwa kebaikan yang Allah berikan lewat petunjuknya, yaitu Al-Qur’an merupakan karunia yang selayaknya dipelajari dan dipahami oleh kalangan beriman agar benar-benar memiliki fungsi bukan hanya sebagai bahan bacaan belaka, melainkan memberi manfaat sesuai dengan kebutuhan sesuai tantangan zaman, hingga suatu saat setiap orang mampu memaksimalkan penggunaan Al-Qur’an berdampingan dengan berbagai bidang kehidupan masyarakat Berdasarkan latar belakang tersebut, maka fokus penelitian adalah 1. Bagaimana pemahaman Ustadz Faisal Rachman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang dijadikan dasar dalam praktik Qur’anic Healing? 2. Bagaimana bentuk praktik pengobatan Qur’anic Healing yang dilakukan oleh Ustadz Faisal Rachman di Tenggarong? 3. Apa saja manfaat atau efek Qur’anic Healing yang dirasakan oleh pasien setelah mengikuti terapi Ustadz Faisal Rachman? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data diantaranya adalah interview, observasi dan dokumentasi. Kemudian analisis data dilakukan setelah mendapatkan sekian data dari lapangan dan langsung ditarik kesimpulan. Subjek penelitian adalah warga dan tokoh-tokoh agama setempat sebagai sumber informan. Hasil penelitian ini adalah pengobatan alternatif dengan menggunakan media pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an oleh Ustadz Faisal Rachman yang dipelajari dari Organisasi Jam’iyyah Ruqyah Aswaja yang telah memberikan dampak positif kepada masyarakat Kukar yang memiliki penyakit baik medis maupun non medis. Pengobatan dilakukan dengan cara menyebutkan ayat-ayat yang memiliki khasiat keutamaan menyembuhkan penyakit, baik didapatkan dengan melihat kandungan ayat maupun dari konteks sejarah penggunaannya dimasa nabi hingga para guru di Kukar dalam menolong orang sakit. Proses pengobatan berfokus menggunakan tenaga yang mengalir di tangan praktisi untuk di transfer ke tubuh pasien dengan berbagai persiapan antara lain membaca istighfar, bertaubat, menyerahkan segala urusan kepada Allah dan menggunakan obat-obat alami sebagai pembantu pengobatan. Lama waktu dan panjang pendeknya ayat menyesuaikan dengan sakit yang dialami pasien, karena penyakit yang diderita merupakan penyakit yang asal usulnya bukan hanya disebabkan serangan zat perusak tubuh, namun juga adanya sihir atau benda ghaib lainny

    The Interpretation of Tafsir Teachers in Banjarbaru City on Qur'anic Verses About Descent: A Case Study of The Childfree Phenomenon

    No full text
    Childfree refers to the lifestyle choice of individuals or couples who consciously and permanently decide not to have children. This decision is typically based on various personal considerations, such as lifestyle preferences, career, financial freedom, and environmental impact. Unlike couples who are childless due to biological reasons or specific circumstances, being childfree is an active and proactive decision. The type of this research is field research with qualitative methods. Data is obtained using observation, interview, and documentation techniques. The subjects of this research are Seven tafsir teachers from six Islamic boarding schools in Banjarbaru City. Data were analyzed using the descriptive analysis method. This research shows that all Tafsir Teachers view having offspring as a strong encouragement in Islamic teachings, supported by verses such as QS. An-Nahl:72 and QS. An-Nisa:1, which emphasizes the importance of generational continuity as part of the natural disposition and divine law of marriage. The Tafsir Teachers interviewed tend to interpret verses Al-Kahfi:46 and At-Taghabun:15 not as legitimizing childfree living, but rather as a warning that children are a trust and a worldly test that requires parental readiness and responsibility. They emphasized that the decision to be childfree should not be based on selfish reasons but rather on prudence for the common good, while still upholding the Maqashid Syari’ah, which prioritizes the protection of offspring within the family's welfare

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇