Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Pendapat Asatidz Pesantren Darussalam Terhadap Ihdad Wanita Yang Berkarir Sebagai Beauty Model
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya peran
perempuan dalam dunia kerja, termasuk sebagai beauty model, yang pada
praktiknya sering bersinggungan dengan ketentuan hukum Islam mengenai idah
dan ihdad. Kondisi ini menimbulkan perdebatan pemahaman terkait kebolehan
wanita yang sedang menjalani masa ihdad untuk tetap bekerja, khususnya pada
profesi yang menuntut aktivitas berhias dan tampil di ruang publik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pendapat asatidz Pondok Pesantren Darussalam
terhadap ihdad wanita yang berkarier sebagai beauty model serta mengkaji
alasan dan dasar hukum yang digunakan dalam menetapkan pendapat tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum emphiris yang menggunakan
pendekatan hukum. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat
orang asatidz Pondok Pesantren Darussalam yang memiliki latar belakang
keilmuan fikih Mazhab Syafi'i, serta didukung oleh studi kepustakaan terhadap
Al-Qur'an, hadis, dan kitab-kitab fikih yang relevan. Data yang terkumpul
dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan adanya dissenting opinion atau perbedaan
pendapat di antara para informan terkait tingkat kemutlakan pelaksanaan ihdad.
Meskipun seluruh informan sepakat bahwa ihdad merupakan kewajiban syariat
yang bersumber dari Q.S al-Baqarah ayat 234, hadis Nabi Muhammad saw., dan
ijma’ ulama, mereka berbeda pandangan dalam derajat penerapannya bagi
beauty model. Sebagian informan memandang aturan ihdad bersifat mutlak dan
kaku sehingga profesi tersebut harus ditinggalkan sepenuhnya. Namun, sebagian
informan lainnya memiliki pandangan yang lebih fleksibel dengan memberikan
kelonggaran dalam kondisi darurat yang nyata. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa perbedaan tingkat kemutlakan tersebut dipengaruhi oleh cara informan
dalam memadukan antara kewajiban normatif dan kemaslahatan praktis bagi
wanita pekerj
Hukum Pembangunan Kijing Kuburan Perspektif Ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan Ulama Muhammadiyah
Penelitian ini dilatar belakangi pembangunan kijing kuburan merupakan
praktik yang lazim dijumpai dalam masyarakat Muslim, termasuk di Kota
Banjarmasin, yang dipengaruhi oleh faktor keagamaan, sosial, dan budaya. Namun,
praktik ini menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan ulama, khususnya
antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, akibat perbedaan metode
hukum yang digunakan. Perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan di
masyarakat terkait praktik pemakaman yang sesuai dengan syariat Islam, terlebih
di tengah keterbatasan lahan pemakaman dan kondisi geografis Banjarmasin yang
didominasi oleh lahan rawa.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan ulama Nahdlatul
Ulama dan Muhammadiyah di Kota Banjarmasin mengenai hukum pembangunan
kijing kuburan, menganalisis perbandingan penetapan hukum antara kedua ormas
tersebut, serta mengkaji implikasi pembangunan kijing terhadap praktik
pemakaman yang berlangsung di Kota Banjarmasin.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan
pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelitian lapangan (field
research) dengan teknik wawancara langsung terhadap enam orang ulama, yang
terdiri dari tiga ulama Nahdlatul Ulama dan tiga ulama Muhammadiyah di Kota
Banjarmasin. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh studi kepustakaan
terhadap Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, serta peraturan perundang-undangan yang
relevan. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama memandang hukum
pembangunan kijing kuburan pada dasarnya makruh, namun dapat menjadi mubah
apabila terdapat maslahat tertentu, dan menjadi haram apabila dilakukan di atas
tanah wakaf atau pemakaman umum. Sementara itu, Muhammadiyah cenderung
menetapkan hukum haram terhadap pembangunan kijing kuburan, baik di tanah
pribadi maupun tanah wakaf, dengan pertimbangan pemurnian ajaran, pencegahan
pemborosan harta, dan penutupan potensi penyimpangan akidah. Perbedaan
pandangan ini berdampak pada praktik pemakaman di Kota Banjarmasin dan
menuntut adanya keselarasan antara pandangan keagamaan dan regulasi
pemerintah daerah
Dialektika Menuntut Ilmu Agama pada Masyarakat Desa Baampah dengan Media Youtube Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah
Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi geografis Desa Baampah
yang terpencil, dengan akses transportasi yang terbatas sehingga masyarakat
kesulitan mengikuti kegiatan keagamaan di luar desa. Keterbatasan tenaga
pendakwah yang mampu memberikan pembinaan agama secara rutin juga
menyebabkan kegiatan pengajian dan majelis taklim tidak berlangsung secara
optimal. Situasi tersebut membuat masyarakat membutuhkan alternatif media
pembelajaran agama yang lebih mudah dijangkau tanpa bergantung pada kehadiran
ustadz secara langsung. Untuk memahami fenomena ini secara mendalam, penelitian
dilakukan dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube menjadi solusi yang efektif
bagi masyarakat Desa Baampah dalam mendapatkan pengetahuan agama karena
fleksibel, mudah diakses, dan hemat biaya. Sebagian menerima informasi secara
langsung tanpa verifikasi, sebagian lainnya selektif dan kritis dalam menyaring
konten, dan sebagian menonton hanya sebagai hiburan. Penggunaan YouTube
memberikan dampak positif berupa meningkatnya wawasan keagamaan, akses
belajar yang luas, serta membantu masyarakat mengenal berbagai ulama nasional. Akan tetapi, terdapat pula dampak negatif seperti potensi salah pemahaman, risiko
penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta kurangnya
interaksi pendampingan guru secara langsung.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa YouTube cukup efisien
menjadi media pembelajaran agama bagi masyarakat Desa Baampah, namun
keberhasilan penggunaannya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat
melakukan proses dialektika dalam menyaring dan memverifikasi informasi
keagamaan. Oleh karena itu, literasi digital serta pembinaan keagamaan yang
berkelanjutan sangat diperlukan untuk meminimalisir kesalahpahaman dalam
memahami konten dakwah online
Pendapat Ulama NU dan Muhammadiyah di Kota Banjarmasin Terhadap ASI yang Dibubukan
Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat
gizi yang lengkap serta berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Seiring
dengan perkembangan teknologi, muncul fenomena baru berupa ASI yang
dibubukkan melalui proses tertentu, seperti freeze drying, yang bertujuan untuk
memperpanjang masa simpan dan memudahkan distribusi ASI. ASI juga
memegang posisi penting dalam Islam, tidak hanya sebagai sumber nutrisi utama
bagi bayi, tetapi juga sebagai dasar penentuan konsekuensi hukum tertentu,
khususnya dalam hukum pemberian ASI (radā‘ah). Permasalahan muncul ketika
ASI yang dapat dialih bentukan menjadi bentuk bubuk sehingga menimbulkan
persoalan hukum mengenai keabsahan pemberian ASI dan dampaknya terhadap
hubungan mahram. Praktik ini menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan
ulama NU dan ulama Muhammadiyah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat ulama NU dan
Muhammadiyah di Kota Banjarmasin terkait keabsahan ASI yang dibubukkan
tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, dan
berdekatan deskriptif-analilis. Data diperoleh dari wawancara langsung dengan
enam informan yang terdiri tiga ulama NU dan tiga ulama Muhammadiyah di Kota
Banjarmasin
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ulama NU membolehkan ASI yang
dibubukkan selama tidak mengubah substansinya dan tetap mendapatkan nutrisi
pada anaknya, dan menekankan bahwa ASI tetap berpengaruh terhadap hukum
persususan selama zat ASI masih ada dan masuk ke dalam perut bayi , meskipun
tercampur dengan bahan lain. Sebaliknya ulama Muhammadiyah tidak
membolehkan ASI yang dibubukkan karena mengkhawatirkan nasab dan
kemahrama
Strategi Program Umrah Gratis dalam Meningkatkan Jumlah Jamaah di Majelis Taklim Miftahul Musthofa Kota Banjarmasin
Majelis taklim merupakan tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran
tentang ajaran Islam yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sebagai
lembaga pendidikan keagamaan nonformal, majelis taklim memiliki peran yang sangat
penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Manfaat dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi program umrah gratis dalam
meningkatkan jumlah jamaah pada Majelis Taklim Miftahul Musthofa Kota
Banjarmasin
Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian
lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengurus dan
jamaah. analisis kondisi jamaah, identifikasi kebutuhan
masyarakat, serta
perencanaan yang disusun dengan musyawarah bersama para pengurus dan tokoh
masyarakat. Strategi ini kemudian diterjemahkan ke dalam program umrah gratis
dengan sistem seleksi yang jelas, yaitu melalui absensi kehadiran penguasaan bacaan
ibadah seperti sholat, wudhu, dan mandi wajib, serta evaluasi kesiapan mental jamaah
dan setiap jamaah yang rutin hadir selama 100 hari mengikuti kegiatan pengajian
Hasil Penelitian bahwa strategi program umrah gratis yang diterapkan oleh
Majelis Taklim Miftahul Musthofa merupakan langkah nyata dalam menjawab
tantangan dakwah masa kini. Program ini bukan hanya menjadi daya tarik bagi
masyarakat untuk bergabung dalam majelis, tetapi juga menjadi alat pembinaan
yang mampu meningkatkan keaktifan, kedisiplinan, dan pemahaman keagamaan
jamaah secara menyeluruh.
Penelitian ini menyimpulkan Strategi Majelis Taklim Miftahul Musthofa
dalam meningkatkan jumlah jamaah dilakukan melalui dakwah bil-hal dengan
program umrah gratis yang diselenggarakan 1 tahun sekali. Strategi ini bertujuan
memotivasi jamaah agar lebih rajin mengikuti pengajian dengan sistem absensi 100
hari hadir rutin mengikuti kegiatan majelis taklim, tes bacaan ibadah, serta seleksi
yang transparan. Program ini sepenuhnya dibiayai secara mandiri dari usaha majelis
tanpa bantuan donatur maupun infaq jamaa
Akulturasi Nilai-Nilai Islam dan Budaya dalam Pendidikan Islam Masyarakat Adat Kajang di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan
Penelitian ini mengkaji akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Berbasis sistem nilai Pasang ri Kajang, nilai-nilai adat seperti tallasa’ kamase-masea (kesederhanaan), kejujuran, kepatuhan sosial, dan harmoni ekologis terintegrasi dengan ajaran Islam melalui proses dialogis dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk 1).Menganalisis proses akulturasi nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan dan 2).Menganalisis integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis artefak, dengan informan Ammatoa, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, tokoh masyarakat, orang tua, serta generasi muda masyarakat adat Kajang. Analisis data dilakukan dengan tahapan Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung melalui strategi integrasi kultural yang dialogis, sistematis, dan berkelanjutan, bukan secara insidental. Proses tersebut terjadi melalui tahapan pedagogis berupa penyesuaian teologis dan moral, internalisasi nilai melalui pembiasaan sosial dan ritual adat, serta pelembagaan nilai dalam struktur adat dan hukum sosial, sehingga pendidikan Islam berkembang sebagai pendidikan kultural yang hidup. Integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung dengan menjadikan adat sebagai media utama internalisasi nilai-nilai Islam. Nilai-nilai Pasang ri Kajang berfungsi sebagai cultural tools yang dimediasi oleh tokoh adat, tokoh agama, guru, dan orang tua dalam menyelaraskan adat dengan ajaran Islam. Melalui pembiasaan dan keteladanan sosial, nilai Islam dihidupi sebagai norma kolektif dan diinternalisasi secara bertahap hingga menjadi kesadaran religius personal, sehingga pendidikan Islam bersifat kontekstual, dialogis, dan transformatif tanpa menegasikan adat
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan di SMA Negeri 7 Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Manajemen Mutu
Terpadu (MMT) dalam meningkatkan kualitas layanan dan proses pembelajaran
secara berkelanjutan di lembaga pendidikan. Pendekatan MMT menekankan
prinsip perbaikan terus-menerus melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA).
SMA Negeri 7 Banjarmasin merupakan salah satu sekolah yang telah
mengimplementasikan berbagai program peningkatan mutu, sehingga menarik
untuk dikaji secara komprehensif berdasarkan tahapan perencanaan, pelaksanaan,
evaluasi, dan tindak lanjut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perencanaan
Implementasi Manajemen Mutu Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin,
menjelaskan pelaksanaan Manajemen Mutu Terpadu, menguraikan pelaksanaan
evaluasi dalam implementasi Manajemen Mutu Terpadu, serta mendeskripsikan
tindak lanjut hasil evaluasi dalam peningkatan mutu pendidikan.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus.
Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga
kependidikan, siswa, dan orang tua dengan total 10 informan. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data
dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan
konfirmabilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Manajemen Mutu
Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin telah berjalan secara sistematis melalui
penerapan siklus PDCA. Pada tahap Plan, sekolah melakukan perencanaan program
melalui evaluasi dan refleksi kegiatan tahun sebelumnya serta penyusunan rencana
kerja dan anggaran sekolah. Pada tahap Do, pelaksanaan mutu diwujudkan melalui
penguatan program kurikulum, kegiatan kesiswaan, pengembangan sarana
prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik. Pada tahap Check, sekolah
melaksanakan evaluasi secara berkala melalui supervisi akademik, rapat evaluasi,
dan penilaian kinerja. Selanjutnya pada tahap Act, sekolah melakukan tindak lanjut
berupa perbaikan dan penyempurnaan program berdasarkan hasil evaluasi sebagai
bentuk penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan
kontribusi dalam memperkaya kajian implementasi Manajemen Mutu Terpadu
berbasis siklus PDCA pada jenjang SMA, khususnya di Kalimantan Selatan
Pesan Dakwah pada Channel Podcast The Sungkars (Analisis Isi pada 3 Episode)
Perkembangan media digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola
penyampaian dakwah Islam, khususnya melalui platform media sosial seperti YouTube
dan podcast. Podcast sebagai media audio-visual memiliki karakter komunikasi yang
dialogis, naratif, dan personal, sehingga berpotensi menjadi media dakwah yang efektif
dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan relevan bagi
masyarakat modern. Melalui format percakapan yang santai dan reflektif, podcast
memungkinkan penyampaian pesan dakwah dilakukan secara lebih dekat dengan
pengalaman kehidupan sehari-hari audiens.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pesan-pesan
dakwah yang terkandung dalam podcast The Sungkars, khususnya pada episode
“Keajaiban Doa yang Oki Setiana Dewi Rasakan”, “Dari Tidak Percaya Allah Sampai
Ditunjukkan Langsung Kebesaran Allah di Depan Matanya”, serta “Sempat Berkecil
Hati, Rizky Billar Curhatin Semua ke Allah”.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi
(content analysis). Kerangka teoritis yang digunakan meliputi teori pesan dakwah yang
mencakup aspek akidah, syariah, dan akhlak, serta teori analisis isi menurut Eriyanto.
Sumber data diperoleh dari tayangan podcast pada kanal YouTube The Sungkars,
dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan dan dokumentasi.
Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan kategorisasi pesan
dakwah berdasarkan nilai-nilai Islam yang muncul dalam narasi dan dialog para
narasumber.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast The Sungkars memuat pesan
dakwah yang dominan bersifat naratif dan reflektif, yang disampaikan melalui
pengalaman spiritual para narasumber. Pesan akidah tercermin dalam penguatan
keimanan, keyakinan terhadap kekuasaan Allah, serta proses hidayah. Pesan syariah
tampak dalam praktik ibadah seperti doa, tawakal, dan upaya mendekatkan diri kepada
Allah, sedangkan pesan akhlak terlihat dalam nilai kesabaran, keikhlasan, introspeksi
diri, serta perubahan sikap hidup dalam menghadapi ujian. Temuan ini menunjukkan
bahwa podcast The Sungkars dapat berfungsi sebagai media dakwah digital yang
mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara naratif, reflektif, dan kontekstual,
sehingga lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens di era media digital
Gaya Kepemimpinan Pada Pondok Tahfidz Al-Qur'an Darul Hijrah 3 Cindai Alus Martapura Dalam Mengembangkan Pondok Pesantren
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepemimpinan
seorang Kyai dalam mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan Islam,
khususnya pondok pesantren tahfidz yang memiliki karakteristik khusus dalam
sistem pendidikannya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya
kepemimpinan yang diterapkan di Pondok Tahfidz Al-Qur'an Darul Hijrah 3
Cindai Alus Martapura serta bagaimana gaya tersebut berperan dalam upaya
pengembangan pondok pesantren tersebut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Subjek utama dalam penelitian ini adalah Kyai Basuki
Rahman selaku pimpinan pondok, serta ustadz, ustadzah, dan santri sebagai
subjek pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif
untuk menggambarkan fenomena kepemimpinan di lokasi penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan
oleh Kyai Basuki Rahman di Pondok Tahfidz Al-Qur'an Darul Hijrah 3 adalah
gaya kepemimpinan demokratis yang berakar pada kharismatik. Hal ini tercermin
dari beberapa indikator: 1) Pengambilan keputusan dilakukan melalui forum
musyawarah rutin yang melibatkan para ustadz untuk mengevaluasi program dan
mencari solusi atas permasalahan yang ada; 2) Penerapan fungsi pendelegasian
wewenang yang memberikan kepercayaan kepada pengurus dan santri senior
(khidmah) dalam mengawasi kegiatan harian; 3) Adanya komunikasi dua arah
yang terbuka antara pimpinan dan bawahan.
Dalam konteks pengembangan pondok, gaya kepemimpinan ini telah
berhasil meningkatkan jumlah santri secara signifikan sejak berdiri tahun 2019
(dari 15 orang menjadi 128 orang pada tahun 2025) serta pengembangan sarana
prasarana fisik yang semakin lengkap. Selain itu, kepemimpinan yang partisipatif
ini mampu mendorong peningkatan kualitas hafalan santri dengan target khatam
30 juz dalam waktu 6 tahun melalui metode muroja’ah dan taqrir
تعليم اللغة العربية في معهد منبع العلوم الإسلامي للبنات منطقة بنجر = Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Puteri Kabupaten Banjar
Pembelajaran Bahasa Arab merupakan salah satu unsur penting dalam
pendidikan pesantren, karena berfungsi sebagai sarana untuk memahami sumber
sumber ajaran Islam serta sebagai alat komunikasi akademik dan keseharian
santriwati. Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri
Kabupaten Banjar merupakan lembaga pendidikan Islam yang menjadikan Bahasa
Arab sebagai bagian penting dalam sistem pendidikannya, baik melalui
pembelajaran di dalam kelas maupun melalui program pendukung berupa
lingkungan berbahasa.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Arab
di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri Kabupaten Banjar,
yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta
menjelaskan peran program bahasa sebagai faktor pendukung keberhasilan
pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi dengan sumber data berupa ustadzah pengajar Bahasa Arab, pengurus
bagian bahasa, serta sejumlah santriwati Madrasah Aliyah. Analisis data dilakukan
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan
teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan dan keakuratan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab di
Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri telah dilaksanakan
secara terstruktur sesuai dengan kebijakan dan kurikulum yang berlaku.
Perencanaan pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum Merdeka dan KTSP,
pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi dan kontekstual,
serta evaluasi dilakukan secara berkelanjutan. Program bahasa berperan sebagai
pendukung dalam membiasakan santriwati menggunakan Bahasa Arab dalam
kehidupan sehari-har