Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Pendapat Asatidz Pesantren Darussalam Terhadap Ihdad Wanita Yang Berkarir Sebagai Beauty Model

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena meningkatnya peran perempuan dalam dunia kerja, termasuk sebagai beauty model, yang pada praktiknya sering bersinggungan dengan ketentuan hukum Islam mengenai idah dan ihdad. Kondisi ini menimbulkan perdebatan pemahaman terkait kebolehan wanita yang sedang menjalani masa ihdad untuk tetap bekerja, khususnya pada profesi yang menuntut aktivitas berhias dan tampil di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat asatidz Pondok Pesantren Darussalam terhadap ihdad wanita yang berkarier sebagai beauty model serta mengkaji alasan dan dasar hukum yang digunakan dalam menetapkan pendapat tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum emphiris yang menggunakan pendekatan hukum. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat orang asatidz Pondok Pesantren Darussalam yang memiliki latar belakang keilmuan fikih Mazhab Syafi'i, serta didukung oleh studi kepustakaan terhadap Al-Qur'an, hadis, dan kitab-kitab fikih yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan adanya dissenting opinion atau perbedaan pendapat di antara para informan terkait tingkat kemutlakan pelaksanaan ihdad. Meskipun seluruh informan sepakat bahwa ihdad merupakan kewajiban syariat yang bersumber dari Q.S al-Baqarah ayat 234, hadis Nabi Muhammad saw., dan ijma’ ulama, mereka berbeda pandangan dalam derajat penerapannya bagi beauty model. Sebagian informan memandang aturan ihdad bersifat mutlak dan kaku sehingga profesi tersebut harus ditinggalkan sepenuhnya. Namun, sebagian informan lainnya memiliki pandangan yang lebih fleksibel dengan memberikan kelonggaran dalam kondisi darurat yang nyata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan tingkat kemutlakan tersebut dipengaruhi oleh cara informan dalam memadukan antara kewajiban normatif dan kemaslahatan praktis bagi wanita pekerj

    Hukum Pembangunan Kijing Kuburan Perspektif Ulama Nahdlatul Ulama (NU) dan Ulama Muhammadiyah

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi pembangunan kijing kuburan merupakan praktik yang lazim dijumpai dalam masyarakat Muslim, termasuk di Kota Banjarmasin, yang dipengaruhi oleh faktor keagamaan, sosial, dan budaya. Namun, praktik ini menimbulkan perbedaan pandangan di kalangan ulama, khususnya antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, akibat perbedaan metode hukum yang digunakan. Perbedaan tersebut sering menimbulkan kebingungan di masyarakat terkait praktik pemakaman yang sesuai dengan syariat Islam, terlebih di tengah keterbatasan lahan pemakaman dan kondisi geografis Banjarmasin yang didominasi oleh lahan rawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan ulama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah di Kota Banjarmasin mengenai hukum pembangunan kijing kuburan, menganalisis perbandingan penetapan hukum antara kedua ormas tersebut, serta mengkaji implikasi pembangunan kijing terhadap praktik pemakaman yang berlangsung di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui penelitian lapangan (field research) dengan teknik wawancara langsung terhadap enam orang ulama, yang terdiri dari tiga ulama Nahdlatul Ulama dan tiga ulama Muhammadiyah di Kota Banjarmasin. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh studi kepustakaan terhadap Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nahdlatul Ulama memandang hukum pembangunan kijing kuburan pada dasarnya makruh, namun dapat menjadi mubah apabila terdapat maslahat tertentu, dan menjadi haram apabila dilakukan di atas tanah wakaf atau pemakaman umum. Sementara itu, Muhammadiyah cenderung menetapkan hukum haram terhadap pembangunan kijing kuburan, baik di tanah pribadi maupun tanah wakaf, dengan pertimbangan pemurnian ajaran, pencegahan pemborosan harta, dan penutupan potensi penyimpangan akidah. Perbedaan pandangan ini berdampak pada praktik pemakaman di Kota Banjarmasin dan menuntut adanya keselarasan antara pandangan keagamaan dan regulasi pemerintah daerah

    Dialektika Menuntut Ilmu Agama pada Masyarakat Desa Baampah dengan Media Youtube Kabupaten Kotawaringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah

    No full text
    Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi geografis Desa Baampah yang terpencil, dengan akses transportasi yang terbatas sehingga masyarakat kesulitan mengikuti kegiatan keagamaan di luar desa. Keterbatasan tenaga pendakwah yang mampu memberikan pembinaan agama secara rutin juga menyebabkan kegiatan pengajian dan majelis taklim tidak berlangsung secara optimal. Situasi tersebut membuat masyarakat membutuhkan alternatif media pembelajaran agama yang lebih mudah dijangkau tanpa bergantung pada kehadiran ustadz secara langsung. Untuk memahami fenomena ini secara mendalam, penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube menjadi solusi yang efektif bagi masyarakat Desa Baampah dalam mendapatkan pengetahuan agama karena fleksibel, mudah diakses, dan hemat biaya. Sebagian menerima informasi secara langsung tanpa verifikasi, sebagian lainnya selektif dan kritis dalam menyaring konten, dan sebagian menonton hanya sebagai hiburan. Penggunaan YouTube memberikan dampak positif berupa meningkatnya wawasan keagamaan, akses belajar yang luas, serta membantu masyarakat mengenal berbagai ulama nasional. Akan tetapi, terdapat pula dampak negatif seperti potensi salah pemahaman, risiko penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta kurangnya interaksi pendampingan guru secara langsung. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa YouTube cukup efisien menjadi media pembelajaran agama bagi masyarakat Desa Baampah, namun keberhasilan penggunaannya sangat bergantung pada kemampuan masyarakat melakukan proses dialektika dalam menyaring dan memverifikasi informasi keagamaan. Oleh karena itu, literasi digital serta pembinaan keagamaan yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meminimalisir kesalahpahaman dalam memahami konten dakwah online

    Pendapat Ulama NU dan Muhammadiyah di Kota Banjarmasin Terhadap ASI yang Dibubukan

    No full text
    Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi karena mengandung zat gizi yang lengkap serta berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Seiring dengan perkembangan teknologi, muncul fenomena baru berupa ASI yang dibubukkan melalui proses tertentu, seperti freeze drying, yang bertujuan untuk memperpanjang masa simpan dan memudahkan distribusi ASI. ASI juga memegang posisi penting dalam Islam, tidak hanya sebagai sumber nutrisi utama bagi bayi, tetapi juga sebagai dasar penentuan konsekuensi hukum tertentu, khususnya dalam hukum pemberian ASI (radā‘ah). Permasalahan muncul ketika ASI yang dapat dialih bentukan menjadi bentuk bubuk sehingga menimbulkan persoalan hukum mengenai keabsahan pemberian ASI dan dampaknya terhadap hubungan mahram. Praktik ini menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama NU dan ulama Muhammadiyah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapat ulama NU dan Muhammadiyah di Kota Banjarmasin terkait keabsahan ASI yang dibubukkan tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, dan berdekatan deskriptif-analilis. Data diperoleh dari wawancara langsung dengan enam informan yang terdiri tiga ulama NU dan tiga ulama Muhammadiyah di Kota Banjarmasin Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ulama NU membolehkan ASI yang dibubukkan selama tidak mengubah substansinya dan tetap mendapatkan nutrisi pada anaknya, dan menekankan bahwa ASI tetap berpengaruh terhadap hukum persususan selama zat ASI masih ada dan masuk ke dalam perut bayi , meskipun tercampur dengan bahan lain. Sebaliknya ulama Muhammadiyah tidak membolehkan ASI yang dibubukkan karena mengkhawatirkan nasab dan kemahrama

    Strategi Program Umrah Gratis dalam Meningkatkan Jumlah Jamaah di Majelis Taklim Miftahul Musthofa Kota Banjarmasin

    No full text
    Majelis taklim merupakan tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran tentang ajaran Islam yang bertujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan nonformal, majelis taklim memiliki peran yang sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi program umrah gratis dalam meningkatkan jumlah jamaah pada Majelis Taklim Miftahul Musthofa Kota Banjarmasin Pendekatan Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan pengurus dan jamaah. analisis kondisi jamaah, identifikasi kebutuhan masyarakat, serta perencanaan yang disusun dengan musyawarah bersama para pengurus dan tokoh masyarakat. Strategi ini kemudian diterjemahkan ke dalam program umrah gratis dengan sistem seleksi yang jelas, yaitu melalui absensi kehadiran penguasaan bacaan ibadah seperti sholat, wudhu, dan mandi wajib, serta evaluasi kesiapan mental jamaah dan setiap jamaah yang rutin hadir selama 100 hari mengikuti kegiatan pengajian Hasil Penelitian bahwa strategi program umrah gratis yang diterapkan oleh Majelis Taklim Miftahul Musthofa merupakan langkah nyata dalam menjawab tantangan dakwah masa kini. Program ini bukan hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk bergabung dalam majelis, tetapi juga menjadi alat pembinaan yang mampu meningkatkan keaktifan, kedisiplinan, dan pemahaman keagamaan jamaah secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan Strategi Majelis Taklim Miftahul Musthofa dalam meningkatkan jumlah jamaah dilakukan melalui dakwah bil-hal dengan program umrah gratis yang diselenggarakan 1 tahun sekali. Strategi ini bertujuan memotivasi jamaah agar lebih rajin mengikuti pengajian dengan sistem absensi 100 hari hadir rutin mengikuti kegiatan majelis taklim, tes bacaan ibadah, serta seleksi yang transparan. Program ini sepenuhnya dibiayai secara mandiri dari usaha majelis tanpa bantuan donatur maupun infaq jamaa

    Akulturasi Nilai-Nilai Islam dan Budaya dalam Pendidikan Islam Masyarakat Adat Kajang di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan

    No full text
    Penelitian ini mengkaji akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Berbasis sistem nilai Pasang ri Kajang, nilai-nilai adat seperti tallasa’ kamase-masea (kesederhanaan), kejujuran, kepatuhan sosial, dan harmoni ekologis terintegrasi dengan ajaran Islam melalui proses dialogis dan kultural. Penelitian ini bertujuan untuk 1).Menganalisis proses akulturasi nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan dan 2).Menganalisis integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan analisis artefak, dengan informan Ammatoa, tokoh adat, tokoh agama, pendidik, tokoh masyarakat, orang tua, serta generasi muda masyarakat adat Kajang. Analisis data dilakukan dengan tahapan Spradley yang meliputi analisis domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akulturasi nilai-nilai Islam dan budaya dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung melalui strategi integrasi kultural yang dialogis, sistematis, dan berkelanjutan, bukan secara insidental. Proses tersebut terjadi melalui tahapan pedagogis berupa penyesuaian teologis dan moral, internalisasi nilai melalui pembiasaan sosial dan ritual adat, serta pelembagaan nilai dalam struktur adat dan hukum sosial, sehingga pendidikan Islam berkembang sebagai pendidikan kultural yang hidup. Integrasi nilai adat dalam pendidikan Islam masyarakat adat Kajang berlangsung dengan menjadikan adat sebagai media utama internalisasi nilai-nilai Islam. Nilai-nilai Pasang ri Kajang berfungsi sebagai cultural tools yang dimediasi oleh tokoh adat, tokoh agama, guru, dan orang tua dalam menyelaraskan adat dengan ajaran Islam. Melalui pembiasaan dan keteladanan sosial, nilai Islam dihidupi sebagai norma kolektif dan diinternalisasi secara bertahap hingga menjadi kesadaran religius personal, sehingga pendidikan Islam bersifat kontekstual, dialogis, dan transformatif tanpa menegasikan adat

    Implementasi Manajemen Mutu Terpadu dalam Pendidikan di SMA Negeri 7 Banjarmasin

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Manajemen Mutu Terpadu (MMT) dalam meningkatkan kualitas layanan dan proses pembelajaran secara berkelanjutan di lembaga pendidikan. Pendekatan MMT menekankan prinsip perbaikan terus-menerus melalui siklus Plan–Do–Check–Act (PDCA). SMA Negeri 7 Banjarmasin merupakan salah satu sekolah yang telah mengimplementasikan berbagai program peningkatan mutu, sehingga menarik untuk dikaji secara komprehensif berdasarkan tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan perencanaan Implementasi Manajemen Mutu Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin, menjelaskan pelaksanaan Manajemen Mutu Terpadu, menguraikan pelaksanaan evaluasi dalam implementasi Manajemen Mutu Terpadu, serta mendeskripsikan tindak lanjut hasil evaluasi dalam peningkatan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, siswa, dan orang tua dengan total 10 informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Manajemen Mutu Terpadu di SMA Negeri 7 Banjarmasin telah berjalan secara sistematis melalui penerapan siklus PDCA. Pada tahap Plan, sekolah melakukan perencanaan program melalui evaluasi dan refleksi kegiatan tahun sebelumnya serta penyusunan rencana kerja dan anggaran sekolah. Pada tahap Do, pelaksanaan mutu diwujudkan melalui penguatan program kurikulum, kegiatan kesiswaan, pengembangan sarana prasarana, serta pembinaan karakter peserta didik. Pada tahap Check, sekolah melaksanakan evaluasi secara berkala melalui supervisi akademik, rapat evaluasi, dan penilaian kinerja. Selanjutnya pada tahap Act, sekolah melakukan tindak lanjut berupa perbaikan dan penyempurnaan program berdasarkan hasil evaluasi sebagai bentuk penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian implementasi Manajemen Mutu Terpadu berbasis siklus PDCA pada jenjang SMA, khususnya di Kalimantan Selatan

    Pesan Dakwah pada Channel Podcast The Sungkars (Analisis Isi pada 3 Episode)

    No full text
    Perkembangan media digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola penyampaian dakwah Islam, khususnya melalui platform media sosial seperti YouTube dan podcast. Podcast sebagai media audio-visual memiliki karakter komunikasi yang dialogis, naratif, dan personal, sehingga berpotensi menjadi media dakwah yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan relevan bagi masyarakat modern. Melalui format percakapan yang santai dan reflektif, podcast memungkinkan penyampaian pesan dakwah dilakukan secara lebih dekat dengan pengalaman kehidupan sehari-hari audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam podcast The Sungkars, khususnya pada episode “Keajaiban Doa yang Oki Setiana Dewi Rasakan”, “Dari Tidak Percaya Allah Sampai Ditunjukkan Langsung Kebesaran Allah di Depan Matanya”, serta “Sempat Berkecil Hati, Rizky Billar Curhatin Semua ke Allah”. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Kerangka teoritis yang digunakan meliputi teori pesan dakwah yang mencakup aspek akidah, syariah, dan akhlak, serta teori analisis isi menurut Eriyanto. Sumber data diperoleh dari tayangan podcast pada kanal YouTube The Sungkars, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan kategorisasi pesan dakwah berdasarkan nilai-nilai Islam yang muncul dalam narasi dan dialog para narasumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa podcast The Sungkars memuat pesan dakwah yang dominan bersifat naratif dan reflektif, yang disampaikan melalui pengalaman spiritual para narasumber. Pesan akidah tercermin dalam penguatan keimanan, keyakinan terhadap kekuasaan Allah, serta proses hidayah. Pesan syariah tampak dalam praktik ibadah seperti doa, tawakal, dan upaya mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan pesan akhlak terlihat dalam nilai kesabaran, keikhlasan, introspeksi diri, serta perubahan sikap hidup dalam menghadapi ujian. Temuan ini menunjukkan bahwa podcast The Sungkars dapat berfungsi sebagai media dakwah digital yang mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara naratif, reflektif, dan kontekstual, sehingga lebih mudah dipahami dan diterima oleh audiens di era media digital

    Gaya Kepemimpinan Pada Pondok Tahfidz Al-Qur'an Darul Hijrah 3 Cindai Alus Martapura Dalam Mengembangkan Pondok Pesantren

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kepemimpinan seorang Kyai dalam mengelola dan mengembangkan lembaga pendidikan Islam, khususnya pondok pesantren tahfidz yang memiliki karakteristik khusus dalam sistem pendidikannya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya kepemimpinan yang diterapkan di Pondok Tahfidz Al-Qur'an Darul Hijrah 3 Cindai Alus Martapura serta bagaimana gaya tersebut berperan dalam upaya pengembangan pondok pesantren tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Subjek utama dalam penelitian ini adalah Kyai Basuki Rahman selaku pimpinan pondok, serta ustadz, ustadzah, dan santri sebagai subjek pendukung. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan fenomena kepemimpinan di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Kyai Basuki Rahman di Pondok Tahfidz Al-Qur'an Darul Hijrah 3 adalah gaya kepemimpinan demokratis yang berakar pada kharismatik. Hal ini tercermin dari beberapa indikator: 1) Pengambilan keputusan dilakukan melalui forum musyawarah rutin yang melibatkan para ustadz untuk mengevaluasi program dan mencari solusi atas permasalahan yang ada; 2) Penerapan fungsi pendelegasian wewenang yang memberikan kepercayaan kepada pengurus dan santri senior (khidmah) dalam mengawasi kegiatan harian; 3) Adanya komunikasi dua arah yang terbuka antara pimpinan dan bawahan. Dalam konteks pengembangan pondok, gaya kepemimpinan ini telah berhasil meningkatkan jumlah santri secara signifikan sejak berdiri tahun 2019 (dari 15 orang menjadi 128 orang pada tahun 2025) serta pengembangan sarana prasarana fisik yang semakin lengkap. Selain itu, kepemimpinan yang partisipatif ini mampu mendorong peningkatan kualitas hafalan santri dengan target khatam 30 juz dalam waktu 6 tahun melalui metode muroja’ah dan taqrir

    تعليم اللغة العربية في معهد منبع العلوم الإسلامي للبنات منطقة بنجر = Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Puteri Kabupaten Banjar

    No full text
    Pembelajaran Bahasa Arab merupakan salah satu unsur penting dalam pendidikan pesantren, karena berfungsi sebagai sarana untuk memahami sumber sumber ajaran Islam serta sebagai alat komunikasi akademik dan keseharian santriwati. Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri Kabupaten Banjar merupakan lembaga pendidikan Islam yang menjadikan Bahasa Arab sebagai bagian penting dalam sistem pendidikannya, baik melalui pembelajaran di dalam kelas maupun melalui program pendukung berupa lingkungan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri Kabupaten Banjar, yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta menjelaskan peran program bahasa sebagai faktor pendukung keberhasilan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan sumber data berupa ustadzah pengajar Bahasa Arab, pengurus bagian bahasa, serta sejumlah santriwati Madrasah Aliyah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan dan keakuratan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Puteri telah dilaksanakan secara terstruktur sesuai dengan kebijakan dan kurikulum yang berlaku. Perencanaan pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum Merdeka dan KTSP, pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang bervariasi dan kontekstual, serta evaluasi dilakukan secara berkelanjutan. Program bahasa berperan sebagai pendukung dalam membiasakan santriwati menggunakan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-har

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇