Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Kandungan Lirik Lagu “Pambatangan” Karya Fadly Zour Dalam Perspektif Al-Qur’an
Kajian terhadap lirik lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour dilakukan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Latar belakang kajian ini didasarkan pada fenomena seni budaya Banjar, khususnya lagu daerah, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai media ekspresi nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Lagu “Pambatangan” dipilih karena secara spesifik memotret realitas sosiologis masyarakat Banjar yang berprofesi sebagai pekerja kayu di sungai Barito, yang sarat dengan pesan ketangguhan, kerja keras, tawakal, serta relasi manusia dengan alam. Dalam kerangka kajian budaya Islam, lagu daerah semacam ini dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi Islam periferal, yaitu produk budaya masyarakat Muslim yang tidak secara eksplisit bersifat religius, tetapi tetap merefleksikan nilai-nilai Islam yang bersumber dari ajaran sentral Al-Qur’an. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut serta menganalisis keterkaitannya dengan nilai-nilai universal Al-Qur’an.
Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks lirik lagu “Pambatangan” serta literatur yang relevan dengan tema kajian, seperti karya tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan tema-tema Al-Qur’an dan budaya Banjar. Wawancara digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat pemahaman terhadap konteks makna lirik dan praktik sosial yang melatarbelakanginya, sehingga berfungsi sebagai bentuk triangulasi data. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan memanfaatkan kerangka pemetaan tema-tema besar Al-Qur’an menurut Fazlur Rahman.
Hasil penelitian memperlihatkan bahwa lirik lagu “Pambatangan” merepresentasikan lima dimensi utama yang selaras dengan tema pokok Al-Qur’an perspektif Fazlur Rahman, yaitu: (1) Tuhan (God), yang tercermin dalam keyakinan mutlak terhadap takdir Allah dan sikap tawakal setelah berikhtiar; (2) Manusia sebagai Individu (Man as Individual), yang termanifestasi dalam etos kerja keras (mujâhadah) mencari rezeki halal serta ketangguhan mental menghadapi rintangan alam; (3) Manusia dalam Masyarakat (Man in Society), yang menggambarkan kuatnya
solidaritas sosial (ta’âwun) dan persaudaraan antar pekerja rakit; (4) Alam Semesta (Nature), yang memosisikan sungai sebagai amanah yang harus dikelola secara adaptif tanpa eksploitasi merusak; dan (5) Eskatologi (Eschatology), di mana frasa "sampai ka tujuan" dimaknai sebagai kesadaran akan pertanggungjawaban amal dan tujuan akhir hidup manusia di hadapan Sang Pencipta.
Simpulan kajian ini menegaskan bahwa lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour tidak sekadar merepresentasikan aktivitas ekonomi masyarakat sungai, melainkan juga menjadi media kultural yang merefleksikan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani dapat teraktualisasi dalam ekspresi seni budaya lokal sebagai bagian dari dinamika hubungan antara Islam dan budaya dalam masyarakat Musli
Pemahaman Makna Syifâ’ dalam Al-Qur’an pada Praktik Pengobatan K.H. Elwansyah Elham: Studi Living Qur’an
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman makna syifâ’ dalam Al
Qur’an pada praktik pengobatan yang dilakukan oleh K.H. Elwansyah Elham
sebagaimana tertuang dalam buku Selamatkan Diri Anda dan Keluarga dari
Penyakit J’ANSS (Jin, ‘Ain, Nafsu, Sihir dan Setan) sebagai media penyembuhan
penyakit. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya praktik
penyembuhan berbasis ayat-ayat Al-Qur’an di tengah masyarakat, yang memandang
Al-Qur’an tidak hanya sebagai kitab petunjuk spiritual tetapi juga sebagai sarana
penyembuhan bagi penyakit jasmani dan rohani. Dalam konteks tersebut,
pemahaman terhadap ayat-ayat syifâ menjadi penting untuk melihat bagaimana teks
Al-Qur’an dipahami, ditafsirkan, dan diimplementasikan dalam praktik kehidupan
umat Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian
lapangan (field research) yang dipadukan dengan data lapangan melalui observasi,
wawancara dan dokumentasi terhadap praktik terapi yang dilakukan oleh K.H.
Elwansyah Elham. Data yang diperoleh dianalisis melalui kajian Living Qur’an
dengan pendekatan keilmuan antropologi Islam Ronald A. Lukens Bull terhadap
ayat-ayat Al-Qur’an sebagai tradisi keagamaan yang sering digunakan dalam praktik
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut K.H. Elwansyah Elham ayat
ayat Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara tekstual sebagai penjelasan tentang
kesembuhan, tetapi juga dimaknai secara aplikatif sebagai media terapi spiritual.
Dalam praktiknya, ayat-ayat tersebut dipadukan dengan dzikir, doa, tazkiyatu al-nafs,
serta prosedur terapi tertentu yang disusun dalam bentuk SOP penyembuhan.
Implementasi ayat-ayat syifâ’ dalam metode penyembuhan tersebut bertujuan untuk
menangani berbagai gangguan, baik yang berkaitan dengan kondisi psikologis,
spiritual, maupun gangguan metafisik seperti jin, ‘ain, dan sihir.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman makna syifâ’ menurut K.H.
Elwansyah Elham memiliki karakteristik tekstual-spiritual-aplikatif, yaitu
memadukan pemahaman terhadap teks Al-Qur’an dan pengalaman spiritual serta
praktik penyembuhan yang bersifat praktis. Dengan demikian, ayat-ayat Al-Qur’an
tersebut tidak hanya dipahami sebagai konsep teologis dalam kajian Al-Qur’an saja,
tetapi juga sebagai bagian dari praktik Living Qur’an yang hidup dan berkembang
dalam kehidupan masyarakat Muslim
Strategi Personal Branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
Personal branding telah menjadi faktor penting dalam membangun citra diri seseorang di era
digital. Dalam konteks dakwah, seorang dai tidak hanya perlu memiliki pemahaman agama yang
kuat, tetapi juga kemampuan untuk mengelola citra dan pesan yang disampaikan kepada publik.
Ustadz Ilham Humaidi, seorang dai muda asal Kalimantan Selatan, memanfaatkan media sosial,
khususnya Instagram, untuk membangun personal branding yang kuat sebagai tokoh agama yang
relevan dengan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi personal
branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram berperan dalam memperluas jangkauan dakwah dan
membentuk citra positif sebagai pendakwah yang santun, profesional, dan komunikatif. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi personal branding yang
diterapkan oleh Ustadz Ilham Humaidi melalui Instagram dalam konteks dakwah digital. Penelitian
ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana strategi tersebut membentuk citra publik yang relevan
dengan kebutuhan dan karakter audiens masa kini, khususnya generasi muda. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Ustadz Ilham Humaidi, tim media yang
mengelola akun Instagram beliau, serta beberapa pengikut akun Instagram @khodimukumhumaed.
Observasi dilakukan terhadap konten yang diposting di akun tersebut dan interaksi yang terjadi di
media sosial. Data sekunder juga dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis dan digital yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram
meliputi beberapa elemen utama. Pertama, beliau dan tim media mengelola citra visual yang
konsisten, menggunakan warna-warna lembut dan gambar yang mencerminkan kesederhanaan dan
kedalaman ilmu. Kedua, pesan dakwah yang disampaikan di Instagram relevan dengan kebutuhan
audiens, terutama generasi muda, dan disampaikan dengan cara yang santun, bijaksana, namun tetap
kuat dalam prinsip. Ketiga, interaksi langsung dengan audiens melalui komentar dan pesan pribadi
memperkuat kedekatan emosional dengan pengikutnya. Melalui pendekatan ini, Ustadz Ilham
berhasil membangun citra sebagai dai muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mudah
diterima oleh masyarakat, khususnya kalangan muda yang aktif di media sosial. Keberhasilan ini
menandakan bahwa personal branding yang dibangun secara sadar dan terencana melalui media
sosial dapat memberikan dampak positif dalam penyampaian pesan dakwah yang efektif dan relevan
Tinjauan Hukum Positif dan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Perjokian Tugas di Perguruan Tinggi
Praktik perjokian tugas di perguruan tinggi menjadi fenomena yang
semakin memprihatinkan karena bertentangan dengan tujuan pendidikan, prinsip
kejujuran akademik, dan etika intelektual. Perjokian tidak hanya merusak
integritas akademik, tetapi juga menghambat pembentukan karakter mahasiswa
sebagai insan ilmiah yang mandiri dan bertanggung jawab. Dalam konteks
hukum, praktik ini menimbulkan persoalan baik dari perspektif hukum positif
yang menilai legalitas dan keabsahan perjanjian, maupun dari perspektif hukum
ekonomi syariah yang menilai akad berdasarkan prinsip kejujuran, amanah, dan
kemaslahatan. Oleh karena itu, kajian terhadap praktik perjokian diperlukan untuk
memahami kedudukannya menurut kedua sistem hukum tersebut secara
komprehensif.
Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perjokian tugas berdasarkan
hukum positif dan hukum ekonomi syariah, guna memberikan gambaran
mengenai keabsahan perjanjian dan implikasi hukumnya. Penelitian menggunakan
metode hukum normatif dengan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-
undangan, buku, jurnal, serta literatur relevan lainnya. Bahan hukum yang dikaji
meliputi KUHPerdata, UU Pendidikan Nasional, UU Hak Cipta, serta prinsip-
prinsip syariah seperti larangan tadlis dan ketentuan akad ijarah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perjokian tugas melanggar
prinsip kejujuran akademik dan tujuan pendidikan sebagaimana diatur dalam UU
No. 20 Tahun 2003 serta berpotensi bertentangan dengan UU No. 28 Tahun 2014
tentang Hak Cipta. Dalam hukum positif, hubungan antara mahasiswa dan penjoki
merupakan perjanjian yang tidak sah karena tidak memenuhi syarat ―sebab yang
halal‖ dalam Pasal 1320 KUHPerdata, bahkan bertentangan dengan ketertiban
umum dan kesusilaan sebagaimana Pasal 1337, sehingga perjanjian tersebut batal
menurut Pasal 1335 KUHPerdata. Sementara itu, dalam perspektif hukum
ekonomi syariah, praktik ini menyerupai akad ijarah tetapi tidak memenuhi syarat
sahnya, karena kewajiban akademik bersifat personal, mengandung unsur
kecurangan (ghisy dan tadlis), serta melanggar prinsip ta‘awun. Penggunaan jasa
pihak lain hanya dibolehkan sebatas bantuan teknis seperti jasa ketik dalam
kondisi uzur yang dibenarkan dan tidak menghilangkan substansi intelektual
mahasiswa. Secara keseluruhan, kedua sistem hukum sepakat bahwa perjokian
tugas tidak dapat dibenarkan; perbedaannya terletak pada fokus penilaian, di mana
hukum positif bertumpu pada legalitas formal, sedangkan hukum ekonomi syariah
bertumpu pada nilai etis dan kemaslahatan
Sistem Pengupahan Buruh Tani (Studi Kasus di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung)
Islam adalah sebuah keyakinan yang mana mempunyai berbagai aturan
aturan dalam melaksanakan kegiatannya salah kegiatan yang sering dilakukan
dalam aspek muamalah, Bentuk muamalah yang umum terlihat dalam kehidupan
masyarakat adalah akad, yaitu perjanjian pemindahan manfaat dari jasa atau tenaga
kerja dalam jangka waktu tertentu dengan berupa upah. Dalam sistem pengupahan
buruh tani di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung, yang dilakukan
berdasakan kesepakatan lisan dan tradisi setempat tanpa adanya kontrak tertulis.
Situasi ini menibulkan berbagai masalah terkait ini menimbulkan dengan
sebagaimana sistem pengupahan dan apa saja yang mempengaruhi sistem
pengupahan yang dilaksanakan dan agar mengetahui kepastian hubungan kerja
antara pemilik dan buruh tani. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk
memahami sistem pengupahan buruh tani yang ada di Desa Handil Kadao,
Kecamatan Kapuas serta mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi
penerapan sistem pengupahan tersebut.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
hukum empiris. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis hukum yang
diterapkan di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung. dengan pendekatan
sosilogis hukum, melalui penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data
melalui wawancara kepada pemilik persawahan dan buruh tani.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembayaran untuk
pekerja tani di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung dilakukan melalui
kesepakatan yaitu dengan kebiasaan adat secara lisan dan mengucap berelaan tanpa
adanya perjanjian secara tertulis. Dan dalam sistem pengupahan yang diterapkan
ada dua sistem, yaitu sistem borongan dan sistem setengah hari. Maka dari sudut
pandang hukum positif, mekanisme pengupahan di Handil Kadao, Kecamatan
Kapuas Murung belum sepenuhnya memenuhi prinsip kepastian hukum dan
perlindungan. dilihat dari hukum Islam (ijarah), metode pembayaran pekerja tani
di desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung sebenarnya telah akan rukun
termasuk pada syarat akad ijarah, terutama ijarah al’amal meskipun masyarakat
belum sepenuhnya memahami konsep ini secara mendalam. Karna sistem
pengupahan yang masih berlandaskan pada tradisi lokal yang termasuk dalam
kategori ‘urf khusus yang diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip
prinsip syariat
Pengaruh Self Awareness Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Instansi Pemerintahan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan
Disiplin kerja merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap
efektivitas dan kualitas kinerja pegawai. Namun, dalam kondisi terkini masih
ditemukan permasalahan berupa ketidakpatuhan terhadap aturan, waktu, serta
pelaksanaan tugas yang belum sepenuhnya mengikuti prosedur. Kondisi ini
berdampak pada efektivitas kerja dan pencapaian tujuan organisasi. Salah satu
faktor yang berkaitan dengan tingkat disiplin kerja adalah self awareness, yaitu
kemampuan individu memahami pikiran, perasaan, dan tindakannya dalam konteks
pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disiplin kerja dan self
awareness pegawai di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah
(BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif non
eksperimen dengan metode regresi linear sederhana. Penelitian ini menggunakan
dua skala yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, dengan indeks
reliabilitas pada self awareness sebesar 0,867 dan pada disiplin kerja sebesar 0,872.
Populasi penelitian berjumlah 137 orang pegawai, seluruhnya dijadikan sampel
penelitian melalui teknik total sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat disiplin kerja pegawai
BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan berada pada kategori tinggi sebesar
(29,2%), sedang sebesar (54,7%), dan rendah sebesar (16,1%). Sementara itu,
tingkat self awareness pegawai paling banyak berada pada kategori tinggi sebesar
(28,5%), sedang sebesar (56,9%) dan rendah sebesar (14,6%). Berdasarkan hasil uji
regresi linear sederhana menggunakan SPSS 27, diperoleh nilai (β = 0,69; t(135) =
11,09; p < 0,05) dengan kontribusi pengaruh sebesar 47,7%. Hal ini menunjukkan
bahwa semakin tinggi tingkat self awareness, maka semakin tinggi pula tingkat
disiplin kerja pegawai. Namun demikian, hasil penelitian juga mengindikasikan
bahwa masih terdapat faktor-faktor lain di luar self awareness yang turut
memengaruhi kedisiplinan kerja, seperti lingkungan kerja, budaya organisasi,
motivasi kerja, sistem pengawasan, dan gaya kepemimpinan. Dalam kondisi
tertentu, kedisiplinan kerja dapat menurun apabila nilai-nilai disiplin tidak
didukung oleh lingkungan dan sistem organisasi yang konsiste
Pengaruh Thariqah Mubasyarah dengan Berbantuan Media Gurita Kata Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Kelas IV MIN 4 Banjar
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya hasil belajar peserta
didik pada pelajaran bahasa Arab di kelas IV MIN 4 Banjar, terutama pada materi
kosakata. Salah satu langkah yang bisa dilakukan dengan mengunakan pendekatan
pembelajaran yang lebih aktif lagi, serta didukung dengan media yang menarik.
Maka dari itu, tujuan peneliti untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum
dan sesudah menggunakan Thariqah Mubasyarah dengan berbantuan media gurita
kata, dan untuk mengetahui pengaruh metode tersebut terhadap hasil belajar Bahasa
Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada
mata pelajaran Bahasa Arab sebelum dan sesudah menggunakan Thariqah
Mubasyarah dengan berbantuan media gurita kata.
Penelitian ini mengunakan jenis penelitian lapangan, dalam penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode eksperimen.
Adapun desain penelitian menggunakan quasi experimental. Populasi yang
digunakan pada penilitian ini sebanyak 110 peserta didik, dan sampel yang
digunakan yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas IV A 28 dan IV 28 orang.
Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretes-postes), observasi dan
dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan 2, yaitu analisis statistik
deskriptif dan analisis statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji
Homogenitas dan uji Independent sample T-Test.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Thariqah
mubasyarah dengan berbantuan media gurita kata berpengaruh signifikan terhadap
hasil belajar, hal ini ditunjukan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil dari
pretest ke postest serta presentase ketuntasan KKM 60. Bedasarkan hasil uji
Independent sample t-test diperoleh nilai signifikan 0,037 < 0,05 yang menunjukan
adanya pengaruh signifikan dari metode pembelajaran Thariqah Mubasyarah
dengan berbantuan media gurita kata terhadap hasil belajar peserta didi
Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Bandar Arisan yang Tidak Menyetor Dana
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik bandar arisan,
praktik arisan pada dasarnya merupakan bentuk muamalah yang bertujuan
untuk saling tolong menolong (ta’awun) antaranggota namun, dalam
praktiknya bandar arisan yang tidak menyetor dana sebagaimana kewajiban
peserta lainnya namun, bandar arisan tetap memperoleh hak yang sama
dengan peserta arisan lainnya. Hal tersebut dapat menimbulkan persoalan
hukum khususnya ditinjau dari perspektif hukum islam. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa kesepakatan kontrak (akad)
antara bandar arisan dan peserta serta bagaimana tinjauan hukum islam
terhadap praktik bandar arisan yang tidak menyetor dana.
Jenis Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan
pendekatan konseptual (conceptual appriach). Bahan hukum dikumpulkan
melalui studi pustaka yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan
tersier, seperti literatur hukum Islam, buku, jurnal, dan dokumen terkait.
Analisis ditelaah secara kualitatif dengan jenis penelitian normatif dan
pendekatan konseptual untuk menguji kesesuaian praktik bandar arisan
yang tidak menyetor iuran namun memperoleh bagian sama dengan kaidah
hukum Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bandar arisan yang
tidak menyetor dana, namun tetap memperoleh bagian yang sama dengan
peserta, secara formal memenuhi unsur akad seperti adanya ijab kabul dan
kerelaan para pihak. Namun, secara substantif praktik tersebut tidak sesuai
dengan prinsip hukum Islam karena mengandung ketidakseimbangan antara
hak dan kewajiban, sehingga melanggar prinsip keadilan (al-‘adl), kejujuran
(ṣiddq), dan kesetaraan (al-musāwah). Selain itu, praktik ini berpotensi
mengandung unsur gharar akibat ketidakjelasan kontribusi dana serta
mendekati unsur riba karena adanya keuntungan sepihak tanpa kontribusi
yang sepadan. Oleh karena itu, akad dalam sistem tersebut dinilai tidak sah
atau fasid. Meskipun demikian, praktik ini masih dapat dibenarkan apabila
sejak awal terdapat kesepakatan yang jelas bahwa bandar bertindak sebagai
pengelola dan memperoleh imbalan (ujrah) melalui akad ijarah, sehingga
tercipta transparansi dan keadilan bagi seluruh pihak
فعالية استخدام طريقة الغناء بوسيلة الصور لإتقان المفردات في تعليم مهارة القراءة لطلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 1 بنجر = Efektivitas Penggunaan Metode Bernyanyi dan Media Gambar untuk Meningkatkan Mufradat dalam Pembelajaran Maharah Qiraah Pada Siswa Kelas VIII MTsN 1 Banjar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media
gambar dan metode bernyanyi dalam meningkatkan penguasaan mufradat pada
pembelajaran qirā’ah siswa kelas VIII MTsN 1 Banjar. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design)
tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 32 siswa
kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes
pilihan ganda pada pretest dan posttest. Hasil analisis deskriptif menunjukkan
adanya peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen dari 60,94 menjadi 83,13
setelah diberi perlakuan menggunakan media gambar dan bernyanyi. Sementara itu,
kelas kontrol meningkat dari 68,75 menjadi 76,56. Hasil uji Mann–Whitney
menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,176 (> 0,05), sehingga tidak terdapat
perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelas eksperimen dan kontrol.
Namun demikian, peningkatan rata-rata yang lebih tinggi pada kelas eksperimen
menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dan metode bernyanyi lebih efektif
secara praktis dalam membantu siswa menguasai mufradat. Dengan demikian,
dapat disimpulkan bahwa media gambar dan metode bernyanyi memiliki kontribusi
positif dalam meningkatkan kemampuan mufradat siswa, meskipun pengaruhnya
belum signifikan secara statisti
تطوير وسيلة التقويم في إتقان تركيب اللغة العربية باستخدام بلوكيت لدى طلبة الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة ببنجرماسين = Pengembangan Media Evaluasi untuk Meningkatkan Tarkib Bahasa Arab dengan Menggunakan Blooket Untuk Siswa Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin
تهدف هذه الدراسة إلى تطوير وسيلة التقويم في تعليم تركيب اللغة العربية استنادًا إلى تطبيق بلوكيت لتحسين إتقان قواعد اللغة لدى طلاب الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة بنجرماسين . تتمثل خلفية هذه الدراسة في محدودية التقويم التقليدي، الذي يتسم بالرتابة وقلة التفاعل ويستغرق وقتًا طويلاً للتصحيح، مما يؤثر على تحفيز الطلاب ومشاركتهم في تعليم التركيب، لا سيما فيما يتعلق بعدد الجملة الفعلية والجملة الاسمية. تستخدم هذه الدراسة البحث والتطوير (R&D) مع نموذج ADDIE، الذي يتضمن مراحل التحليل والتصميم والتطوير والتنفيذ والتقييم. المنتج المطور هو وسيلة تقييم قائمة على الألعاب مع أربعة أوضاع لعب، وهي Classic وCafé وFactory وRacing، والتي تم تصميمها خصيصًا لتناسب خصائص مادة التركيب واحتياجات الطلاب. تظهر نتائج التحقق أن الوسيلة المطورة تندرج في فئة ”ممكنة للغاية، حيث حصلت على نسبة تقييم من خبراء المادة الدراسية بلغت 85.45٪، وخبراء الوسائل 96٪، والممارسين (المعلمين) 100٪، ومجموعة صغيرة من الطلاب 86.67٪، بمتوسط إجمالي بلغ 85.17٪. أظهر تطبيق الوسائل زيادة في مشاركة الطلاب وتحفيزهم وفهمهم للمواد. وبالتالي، تم إعلان أن وسائل التقويم القائمة على بلوكيت صالحة وعملية وفعالة كبديل مبتكر في تقويم تعليم اللغة العربية التفاعلي والهادف