Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Kandungan Lirik Lagu “Pambatangan” Karya Fadly Zour Dalam Perspektif Al-Qur’an

    No full text
    Kajian terhadap lirik lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour dilakukan dalam perspektif Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Latar belakang kajian ini didasarkan pada fenomena seni budaya Banjar, khususnya lagu daerah, yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai media ekspresi nilai-nilai kehidupan masyarakat yang dipengaruhi oleh ajaran Islam. Lagu “Pambatangan” dipilih karena secara spesifik memotret realitas sosiologis masyarakat Banjar yang berprofesi sebagai pekerja kayu di sungai Barito, yang sarat dengan pesan ketangguhan, kerja keras, tawakal, serta relasi manusia dengan alam. Dalam kerangka kajian budaya Islam, lagu daerah semacam ini dapat dipahami sebagai bentuk ekspresi Islam periferal, yaitu produk budaya masyarakat Muslim yang tidak secara eksplisit bersifat religius, tetapi tetap merefleksikan nilai-nilai Islam yang bersumber dari ajaran sentral Al-Qur’an. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan makna dan pesan yang terkandung dalam lirik lagu tersebut serta menganalisis keterkaitannya dengan nilai-nilai universal Al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks lirik lagu “Pambatangan” serta literatur yang relevan dengan tema kajian, seperti karya tafsir, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan tema-tema Al-Qur’an dan budaya Banjar. Wawancara digunakan sebagai data pendukung untuk memperkuat pemahaman terhadap konteks makna lirik dan praktik sosial yang melatarbelakanginya, sehingga berfungsi sebagai bentuk triangulasi data. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis dengan memanfaatkan kerangka pemetaan tema-tema besar Al-Qur’an menurut Fazlur Rahman. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa lirik lagu “Pambatangan” merepresentasikan lima dimensi utama yang selaras dengan tema pokok Al-Qur’an perspektif Fazlur Rahman, yaitu: (1) Tuhan (God), yang tercermin dalam keyakinan mutlak terhadap takdir Allah dan sikap tawakal setelah berikhtiar; (2) Manusia sebagai Individu (Man as Individual), yang termanifestasi dalam etos kerja keras (mujâhadah) mencari rezeki halal serta ketangguhan mental menghadapi rintangan alam; (3) Manusia dalam Masyarakat (Man in Society), yang menggambarkan kuatnya solidaritas sosial (ta’âwun) dan persaudaraan antar pekerja rakit; (4) Alam Semesta (Nature), yang memosisikan sungai sebagai amanah yang harus dikelola secara adaptif tanpa eksploitasi merusak; dan (5) Eskatologi (Eschatology), di mana frasa "sampai ka tujuan" dimaknai sebagai kesadaran akan pertanggungjawaban amal dan tujuan akhir hidup manusia di hadapan Sang Pencipta. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa lagu “Pambatangan” karya Fadly Zour tidak sekadar merepresentasikan aktivitas ekonomi masyarakat sungai, melainkan juga menjadi media kultural yang merefleksikan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat Banjar. Hal ini menunjukkan bahwa nilai-nilai Qur’ani dapat teraktualisasi dalam ekspresi seni budaya lokal sebagai bagian dari dinamika hubungan antara Islam dan budaya dalam masyarakat Musli

    Pemahaman Makna Syifâ’ dalam Al-Qur’an pada Praktik Pengobatan K.H. Elwansyah Elham: Studi Living Qur’an

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemahaman makna syifâ’ dalam Al Qur’an pada praktik pengobatan yang dilakukan oleh K.H. Elwansyah Elham sebagaimana tertuang dalam buku Selamatkan Diri Anda dan Keluarga dari Penyakit J’ANSS (Jin, ‘Ain, Nafsu, Sihir dan Setan) sebagai media penyembuhan penyakit. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena berkembangnya praktik penyembuhan berbasis ayat-ayat Al-Qur’an di tengah masyarakat, yang memandang Al-Qur’an tidak hanya sebagai kitab petunjuk spiritual tetapi juga sebagai sarana penyembuhan bagi penyakit jasmani dan rohani. Dalam konteks tersebut, pemahaman terhadap ayat-ayat syifâ menjadi penting untuk melihat bagaimana teks Al-Qur’an dipahami, ditafsirkan, dan diimplementasikan dalam praktik kehidupan umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan (field research) yang dipadukan dengan data lapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap praktik terapi yang dilakukan oleh K.H. Elwansyah Elham. Data yang diperoleh dianalisis melalui kajian Living Qur’an dengan pendekatan keilmuan antropologi Islam Ronald A. Lukens Bull terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sebagai tradisi keagamaan yang sering digunakan dalam praktik Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut K.H. Elwansyah Elham ayat ayat Al-Qur’an tidak hanya dipahami secara tekstual sebagai penjelasan tentang kesembuhan, tetapi juga dimaknai secara aplikatif sebagai media terapi spiritual. Dalam praktiknya, ayat-ayat tersebut dipadukan dengan dzikir, doa, tazkiyatu al-nafs, serta prosedur terapi tertentu yang disusun dalam bentuk SOP penyembuhan. Implementasi ayat-ayat syifâ’ dalam metode penyembuhan tersebut bertujuan untuk menangani berbagai gangguan, baik yang berkaitan dengan kondisi psikologis, spiritual, maupun gangguan metafisik seperti jin, ‘ain, dan sihir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemahaman makna syifâ’ menurut K.H. Elwansyah Elham memiliki karakteristik tekstual-spiritual-aplikatif, yaitu memadukan pemahaman terhadap teks Al-Qur’an dan pengalaman spiritual serta praktik penyembuhan yang bersifat praktis. Dengan demikian, ayat-ayat Al-Qur’an tersebut tidak hanya dipahami sebagai konsep teologis dalam kajian Al-Qur’an saja, tetapi juga sebagai bagian dari praktik Living Qur’an yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Muslim

    Strategi Personal Branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram

    No full text
    Personal branding telah menjadi faktor penting dalam membangun citra diri seseorang di era digital. Dalam konteks dakwah, seorang dai tidak hanya perlu memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga kemampuan untuk mengelola citra dan pesan yang disampaikan kepada publik. Ustadz Ilham Humaidi, seorang dai muda asal Kalimantan Selatan, memanfaatkan media sosial, khususnya Instagram, untuk membangun personal branding yang kuat sebagai tokoh agama yang relevan dengan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana strategi personal branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram berperan dalam memperluas jangkauan dakwah dan membentuk citra positif sebagai pendakwah yang santun, profesional, dan komunikatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi personal branding yang diterapkan oleh Ustadz Ilham Humaidi melalui Instagram dalam konteks dakwah digital. Penelitian ini juga bertujuan untuk memahami bagaimana strategi tersebut membentuk citra publik yang relevan dengan kebutuhan dan karakter audiens masa kini, khususnya generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan Ustadz Ilham Humaidi, tim media yang mengelola akun Instagram beliau, serta beberapa pengikut akun Instagram @khodimukumhumaed. Observasi dilakukan terhadap konten yang diposting di akun tersebut dan interaksi yang terjadi di media sosial. Data sekunder juga dikumpulkan dari berbagai sumber tertulis dan digital yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi personal branding Ustadz Ilham Humaidi di Instagram meliputi beberapa elemen utama. Pertama, beliau dan tim media mengelola citra visual yang konsisten, menggunakan warna-warna lembut dan gambar yang mencerminkan kesederhanaan dan kedalaman ilmu. Kedua, pesan dakwah yang disampaikan di Instagram relevan dengan kebutuhan audiens, terutama generasi muda, dan disampaikan dengan cara yang santun, bijaksana, namun tetap kuat dalam prinsip. Ketiga, interaksi langsung dengan audiens melalui komentar dan pesan pribadi memperkuat kedekatan emosional dengan pengikutnya. Melalui pendekatan ini, Ustadz Ilham berhasil membangun citra sebagai dai muda yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga mudah diterima oleh masyarakat, khususnya kalangan muda yang aktif di media sosial. Keberhasilan ini menandakan bahwa personal branding yang dibangun secara sadar dan terencana melalui media sosial dapat memberikan dampak positif dalam penyampaian pesan dakwah yang efektif dan relevan

    Tinjauan Hukum Positif dan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Perjokian Tugas di Perguruan Tinggi

    No full text
    Praktik perjokian tugas di perguruan tinggi menjadi fenomena yang semakin memprihatinkan karena bertentangan dengan tujuan pendidikan, prinsip kejujuran akademik, dan etika intelektual. Perjokian tidak hanya merusak integritas akademik, tetapi juga menghambat pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan ilmiah yang mandiri dan bertanggung jawab. Dalam konteks hukum, praktik ini menimbulkan persoalan baik dari perspektif hukum positif yang menilai legalitas dan keabsahan perjanjian, maupun dari perspektif hukum ekonomi syariah yang menilai akad berdasarkan prinsip kejujuran, amanah, dan kemaslahatan. Oleh karena itu, kajian terhadap praktik perjokian diperlukan untuk memahami kedudukannya menurut kedua sistem hukum tersebut secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perjokian tugas berdasarkan hukum positif dan hukum ekonomi syariah, guna memberikan gambaran mengenai keabsahan perjanjian dan implikasi hukumnya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan studi kepustakaan terhadap peraturan perundang- undangan, buku, jurnal, serta literatur relevan lainnya. Bahan hukum yang dikaji meliputi KUHPerdata, UU Pendidikan Nasional, UU Hak Cipta, serta prinsip- prinsip syariah seperti larangan tadlis dan ketentuan akad ijarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik perjokian tugas melanggar prinsip kejujuran akademik dan tujuan pendidikan sebagaimana diatur dalam UU No. 20 Tahun 2003 serta berpotensi bertentangan dengan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dalam hukum positif, hubungan antara mahasiswa dan penjoki merupakan perjanjian yang tidak sah karena tidak memenuhi syarat ―sebab yang halal‖ dalam Pasal 1320 KUHPerdata, bahkan bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan sebagaimana Pasal 1337, sehingga perjanjian tersebut batal menurut Pasal 1335 KUHPerdata. Sementara itu, dalam perspektif hukum ekonomi syariah, praktik ini menyerupai akad ijarah tetapi tidak memenuhi syarat sahnya, karena kewajiban akademik bersifat personal, mengandung unsur kecurangan (ghisy dan tadlis), serta melanggar prinsip ta‘awun. Penggunaan jasa pihak lain hanya dibolehkan sebatas bantuan teknis seperti jasa ketik dalam kondisi uzur yang dibenarkan dan tidak menghilangkan substansi intelektual mahasiswa. Secara keseluruhan, kedua sistem hukum sepakat bahwa perjokian tugas tidak dapat dibenarkan; perbedaannya terletak pada fokus penilaian, di mana hukum positif bertumpu pada legalitas formal, sedangkan hukum ekonomi syariah bertumpu pada nilai etis dan kemaslahatan

    Sistem Pengupahan Buruh Tani (Studi Kasus di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung)

    No full text
    Islam adalah sebuah keyakinan yang mana mempunyai berbagai aturan aturan dalam melaksanakan kegiatannya salah kegiatan yang sering dilakukan dalam aspek muamalah, Bentuk muamalah yang umum terlihat dalam kehidupan masyarakat adalah akad, yaitu perjanjian pemindahan manfaat dari jasa atau tenaga kerja dalam jangka waktu tertentu dengan berupa upah. Dalam sistem pengupahan buruh tani di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung, yang dilakukan berdasakan kesepakatan lisan dan tradisi setempat tanpa adanya kontrak tertulis. Situasi ini menibulkan berbagai masalah terkait ini menimbulkan dengan sebagaimana sistem pengupahan dan apa saja yang mempengaruhi sistem pengupahan yang dilaksanakan dan agar mengetahui kepastian hubungan kerja antara pemilik dan buruh tani. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk memahami sistem pengupahan buruh tani yang ada di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas serta mengindentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan sistem pengupahan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisis hukum yang diterapkan di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung. dengan pendekatan sosilogis hukum, melalui penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada pemilik persawahan dan buruh tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembayaran untuk pekerja tani di Desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung dilakukan melalui kesepakatan yaitu dengan kebiasaan adat secara lisan dan mengucap berelaan tanpa adanya perjanjian secara tertulis. Dan dalam sistem pengupahan yang diterapkan ada dua sistem, yaitu sistem borongan dan sistem setengah hari. Maka dari sudut pandang hukum positif, mekanisme pengupahan di Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung belum sepenuhnya memenuhi prinsip kepastian hukum dan perlindungan. dilihat dari hukum Islam (ijarah), metode pembayaran pekerja tani di desa Handil Kadao, Kecamatan Kapuas Murung sebenarnya telah akan rukun termasuk pada syarat akad ijarah, terutama ijarah al’amal meskipun masyarakat belum sepenuhnya memahami konsep ini secara mendalam. Karna sistem pengupahan yang masih berlandaskan pada tradisi lokal yang termasuk dalam kategori ‘urf khusus yang diperbolehkan selama tidak bertentangan dengan prinsip prinsip syariat

    Pengaruh Self Awareness Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Instansi Pemerintahan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan

    No full text
    Disiplin kerja merupakan aspek penting yang berpengaruh terhadap efektivitas dan kualitas kinerja pegawai. Namun, dalam kondisi terkini masih ditemukan permasalahan berupa ketidakpatuhan terhadap aturan, waktu, serta pelaksanaan tugas yang belum sepenuhnya mengikuti prosedur. Kondisi ini berdampak pada efektivitas kerja dan pencapaian tujuan organisasi. Salah satu faktor yang berkaitan dengan tingkat disiplin kerja adalah self awareness, yaitu kemampuan individu memahami pikiran, perasaan, dan tindakannya dalam konteks pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat disiplin kerja dan self awareness pegawai di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif non eksperimen dengan metode regresi linear sederhana. Penelitian ini menggunakan dua skala yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, dengan indeks reliabilitas pada self awareness sebesar 0,867 dan pada disiplin kerja sebesar 0,872. Populasi penelitian berjumlah 137 orang pegawai, seluruhnya dijadikan sampel penelitian melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat disiplin kerja pegawai BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan berada pada kategori tinggi sebesar (29,2%), sedang sebesar (54,7%), dan rendah sebesar (16,1%). Sementara itu, tingkat self awareness pegawai paling banyak berada pada kategori tinggi sebesar (28,5%), sedang sebesar (56,9%) dan rendah sebesar (14,6%). Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS 27, diperoleh nilai (β = 0,69; t(135) = 11,09; p < 0,05) dengan kontribusi pengaruh sebesar 47,7%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat self awareness, maka semakin tinggi pula tingkat disiplin kerja pegawai. Namun demikian, hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa masih terdapat faktor-faktor lain di luar self awareness yang turut memengaruhi kedisiplinan kerja, seperti lingkungan kerja, budaya organisasi, motivasi kerja, sistem pengawasan, dan gaya kepemimpinan. Dalam kondisi tertentu, kedisiplinan kerja dapat menurun apabila nilai-nilai disiplin tidak didukung oleh lingkungan dan sistem organisasi yang konsiste

    Pengaruh Thariqah Mubasyarah dengan Berbantuan Media Gurita Kata Terhadap Hasil Belajar Bahasa Arab Kelas IV MIN 4 Banjar

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi dengan rendahnya hasil belajar peserta didik pada pelajaran bahasa Arab di kelas IV MIN 4 Banjar, terutama pada materi kosakata. Salah satu langkah yang bisa dilakukan dengan mengunakan pendekatan pembelajaran yang lebih aktif lagi, serta didukung dengan media yang menarik. Maka dari itu, tujuan peneliti untuk mengetahui hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan Thariqah Mubasyarah dengan berbantuan media gurita kata, dan untuk mengetahui pengaruh metode tersebut terhadap hasil belajar Bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Bahasa Arab sebelum dan sesudah menggunakan Thariqah Mubasyarah dengan berbantuan media gurita kata. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian lapangan, dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode eksperimen. Adapun desain penelitian menggunakan quasi experimental. Populasi yang digunakan pada penilitian ini sebanyak 110 peserta didik, dan sampel yang digunakan yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas IV A 28 dan IV 28 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes (pretes-postes), observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan 2, yaitu analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial yang meliputi uji normalitas, uji Homogenitas dan uji Independent sample T-Test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan Thariqah mubasyarah dengan berbantuan media gurita kata berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar, hal ini ditunjukan dengan meningkatnya nilai rata-rata hasil dari pretest ke postest serta presentase ketuntasan KKM 60. Bedasarkan hasil uji Independent sample t-test diperoleh nilai signifikan 0,037 < 0,05 yang menunjukan adanya pengaruh signifikan dari metode pembelajaran Thariqah Mubasyarah dengan berbantuan media gurita kata terhadap hasil belajar peserta didi

    Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Bandar Arisan yang Tidak Menyetor Dana

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik bandar arisan, praktik arisan pada dasarnya merupakan bentuk muamalah yang bertujuan untuk saling tolong menolong (ta’awun) antaranggota namun, dalam praktiknya bandar arisan yang tidak menyetor dana sebagaimana kewajiban peserta lainnya namun, bandar arisan tetap memperoleh hak yang sama dengan peserta arisan lainnya. Hal tersebut dapat menimbulkan persoalan hukum khususnya ditinjau dari perspektif hukum islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisa kesepakatan kontrak (akad) antara bandar arisan dan peserta serta bagaimana tinjauan hukum islam terhadap praktik bandar arisan yang tidak menyetor dana. Jenis Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan konseptual (conceptual appriach). Bahan hukum dikumpulkan melalui studi pustaka yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier, seperti literatur hukum Islam, buku, jurnal, dan dokumen terkait. Analisis ditelaah secara kualitatif dengan jenis penelitian normatif dan pendekatan konseptual untuk menguji kesesuaian praktik bandar arisan yang tidak menyetor iuran namun memperoleh bagian sama dengan kaidah hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik bandar arisan yang tidak menyetor dana, namun tetap memperoleh bagian yang sama dengan peserta, secara formal memenuhi unsur akad seperti adanya ijab kabul dan kerelaan para pihak. Namun, secara substantif praktik tersebut tidak sesuai dengan prinsip hukum Islam karena mengandung ketidakseimbangan antara hak dan kewajiban, sehingga melanggar prinsip keadilan (al-‘adl), kejujuran (ṣiddq), dan kesetaraan (al-musāwah). Selain itu, praktik ini berpotensi mengandung unsur gharar akibat ketidakjelasan kontribusi dana serta mendekati unsur riba karena adanya keuntungan sepihak tanpa kontribusi yang sepadan. Oleh karena itu, akad dalam sistem tersebut dinilai tidak sah atau fasid. Meskipun demikian, praktik ini masih dapat dibenarkan apabila sejak awal terdapat kesepakatan yang jelas bahwa bandar bertindak sebagai pengelola dan memperoleh imbalan (ujrah) melalui akad ijarah, sehingga tercipta transparansi dan keadilan bagi seluruh pihak

    فعالية استخدام طريقة الغناء بوسيلة الصور لإتقان المفردات في تعليم مهارة القراءة لطلبة الصف الثامن في المدرسة المتوسطة الإسلامية الحكومية 1 بنجر = Efektivitas Penggunaan Metode Bernyanyi dan Media Gambar untuk Meningkatkan Mufradat dalam Pembelajaran Maharah Qiraah Pada Siswa Kelas VIII MTsN 1 Banjar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media gambar dan metode bernyanyi dalam meningkatkan penguasaan mufradat pada pembelajaran qirā’ah siswa kelas VIII MTsN 1 Banjar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental design) tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari 32 siswa kelas eksperimen dan 32 siswa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda pada pretest dan posttest. Hasil analisis deskriptif menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen dari 60,94 menjadi 83,13 setelah diberi perlakuan menggunakan media gambar dan bernyanyi. Sementara itu, kelas kontrol meningkat dari 68,75 menjadi 76,56. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,176 (> 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kelas eksperimen dan kontrol. Namun demikian, peningkatan rata-rata yang lebih tinggi pada kelas eksperimen menunjukkan bahwa penggunaan media gambar dan metode bernyanyi lebih efektif secara praktis dalam membantu siswa menguasai mufradat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media gambar dan metode bernyanyi memiliki kontribusi positif dalam meningkatkan kemampuan mufradat siswa, meskipun pengaruhnya belum signifikan secara statisti

    تطوير وسيلة التقويم في إتقان تركيب اللغة العربية باستخدام بلوكيت لدى طلبة الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة ببنجرماسين = Pengembangan Media Evaluasi untuk Meningkatkan Tarkib Bahasa Arab dengan Menggunakan Blooket Untuk Siswa Kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri 3 Banjarmasin

    No full text
    تهدف هذه الدراسة إلى تطوير وسيلة التقويم في تعليم تركيب اللغة العربية استنادًا إلى تطبيق بلوكيت لتحسين إتقان قواعد اللغة لدى طلاب الصف الحادي عشر في المدرسة الثانوية الإسلامية الحكومية الثالثة بنجرماسين . تتمثل خلفية هذه الدراسة في محدودية التقويم التقليدي، الذي يتسم بالرتابة وقلة التفاعل ويستغرق وقتًا طويلاً للتصحيح، مما يؤثر على تحفيز الطلاب ومشاركتهم في تعليم التركيب، لا سيما فيما يتعلق بعدد الجملة الفعلية والجملة الاسمية. تستخدم هذه الدراسة البحث والتطوير (R&D) مع نموذج ADDIE، الذي يتضمن مراحل التحليل والتصميم والتطوير والتنفيذ والتقييم. المنتج المطور هو وسيلة تقييم قائمة على الألعاب مع أربعة أوضاع لعب، وهي Classic وCafé وFactory وRacing، والتي تم تصميمها خصيصًا لتناسب خصائص مادة التركيب واحتياجات الطلاب. تظهر نتائج التحقق أن الوسيلة المطورة تندرج في فئة ”ممكنة للغاية، حيث حصلت على نسبة تقييم من خبراء المادة الدراسية بلغت 85.45٪، وخبراء الوسائل 96٪، والممارسين (المعلمين) 100٪، ومجموعة صغيرة من الطلاب 86.67٪، بمتوسط إجمالي بلغ 85.17٪. أظهر تطبيق الوسائل زيادة في مشاركة الطلاب وتحفيزهم وفهمهم للمواد. وبالتالي، تم إعلان أن وسائل التقويم القائمة على بلوكيت صالحة وعملية وفعالة كبديل مبتكر في تقويم تعليم اللغة العربية التفاعلي والهادف

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇