Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University

Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
Not a member yet
    2694 research outputs found

    Aktivitas Dakwah Ustadz Muhammad Ilyas Terhadap ibu-ibu arisan Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk

    No full text
    Penelitian ini di landasi pandangan bahwa Aktivitas Dakwah Ustadz Muhammad Ilyas adalah bentuk aktivitas dakwah yang menarik sebab di sampaikan oleh pendakwah kharismatik dikalangan masyarakat desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk dan dilaksanakan terhadap ibu-ibu sebagai mad’u nya serta didukung dengan adanya sistem arisan dari ibu-ibu jamaah. Aktivitas dakwah ini menjadi lebih menarik sebab tidak semua kegiatan arisan ibu-ibu disandingkan dengan aktivitas dakwah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja Aktivitas Dakwah Ustadz Muhammad Ilyas terhadap ibu-ibu arisan Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk dan apa saja faktor pendukung dan penghambat Aktivitas Dakwah Ustadz Muhammad Ilyas terhadap ibu-ibu arisan Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Tabuk. Penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan penelitian lapangan terhadap Ustadz Muhammad Ilyas dan ibu-ibu arisan di Desa Sungai Bangkal Kecamatan Sungai Bangkal. Dalam hal pengumpulan data, penelitian dilakukan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil dari penelitian ini terdapat beberapa aktivitas dakwah yang terlaksana yaitu ceramah agama, ijazah dan tuntunan amaliyah, ziarah makam para wali, dan peringatan hari besar Islam. Adapun faktor pendukungnya ialah Sosok Ustadz yang kharismatik, Cara penyampaian yang disukai Jamaah, Media yang digunakan Ustadz Muhammad Ilyas, Sistem arisan ibu-ibu Desa Sungai Bangkal. Sedangkan faktor penghambatnya yakni Jadwal yang padat, Adanya kegiatan perayaan hari besar islam, Kesibukan masyarakat saat musim pane

    Strategi Dakwah Literasi Digital Program Forum Pena Pesantren (FPP) Dalam Menangkal Berita Hoaks Di Pondok Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru

    No full text
    Perkembangan media digital membawa dampak signifikan terhadap penyebaran informasi, termasuk maraknya berita hoaks yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan sikap santri di lingkungan pesantren. Forum Pena Pesantren (FPP) Pondok Pesantren Al-Falah Putera Banjarbaru hadir sebagai wadah dakwah yang berfokus pada literasi digital guna menangkal penyebaran berita hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah literasi digital yang diterapkan oleh FPP dalam menangkal berita hoaks serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah literasi digital FPP dilakukan melalui edukasi literasi media, penguatan nilai tabayyun, pelatihan menulis dan berpikir kritis, serta pemanfaatan media digital secara bijak. Faktor pendukung meliputi dukungan pengelola pesantren, partisipasi aktif santri, dan budaya literasi yang kuat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan fasilitas digital dan perbedaan tingkat pemahaman santri terhadap media digital. Strategi dakwah literasi digital yang diterapkan FPP terbukti berperan dalam meningkatkan kesadaran santri terhadap bahaya berita hoaks

    Nikah Diraih Urang dalam Masyarakat Banjar (Studi Kasus di Kandangan dan Banjarmasin)

    No full text
    Penelitian ini membahas mengenai fenomena nikah diraih urang dalam masyarakat Banjar, yaitu praktik ketika pihak perempuan mengajukan permintaan menikah kepada laki-laki. Fenomena ini dianggap tidak lazim di beberapa wilayah dalam budaya Banjar yang memiliki sistem kekerabatan patrilineal atau bilateral, serta dipengaruhi oleh dominasi norma gender dan nilai keagamaan, sehingga dinilai tabu oleh sebagian masyarakat. Adapun alasan pemilihan dua titik lokasi (Kandangan dan Banjarmasin) dalam penelitian ini ialah praktik adat dan budaya yang masih hidup, perbedaan pengaruh dalam pemeliharaan budaya antara daerah hulu dan perkotaan serta pembanding dalam penelitian. Penelitian ini bertujuan mengetahui praktik nikah diraih urang dan menganalisisnya dari perspektif sosiologis, termasuk keterkaitannya dengan adat dan agama. Penelitian ini merupakan penelitian empiris (field research) dengan pendekatan sosiologis dan antropologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik nikah diraih urang bukan merupakan praktik yang umum dalam masyarakat Banjar. Kasus-kasus yang ditemukan bervariasi dalam faktor penyebabnya, antara lain kualitas laki-laki yang diraih, kondisi ekonomi dan desakan usia perempuan. Secara sosiologis, tindakan perempuan melamar laki-laki dipandang melanggar norma kesopanan dan berpotensi menurunkan kehormatan keluarga dalam struktur sosial tertentu. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya ketegangan antara ajaran agama yang membolehkan praktik tersebut dengan norma sosial budaya yang memandangnya sebagai hal yang tidak lazim dan menciderai nilai-nilai kesopanan di masyarakat

    Analisis Strategi Komunikasi Dakwah Komunitas XKWavers dalam Menyikapi Isu Kontroversial Melalui Media Sosial: Studi Kasus Sub-Unit X-Traordinary NCTzen

    No full text
    Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi oleh komunitas XKWavers, khususnya sub-unit X-Traordinary NCTzen, dalam menyikapi isu kontroversial kolaborasi NCT dan Starbucks Korea melalui media sosial. Isu tersebut memicu berbagai respons dan seruan boikot di kalangan komunitas Muslim dan penggemar K-Pop secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi dakwah yang digunakan oleh sub-unit X-Traordinary NCTzen dalam menyikapi isu kolaborasi NCT dan Starbucks Korea melalui media sosial, serta mengidentifikasi bentuk pesan dakwah dan peran media sosial dalam aktivitas dakwah komunitas tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi dakwah yang digunakan bersifat persuasif dan edukatif dengan menyesuaikan karakteristik penggemar fandom. Pesan dakwah dikemas secara naratif dan visual dengan bahasa yang komunikatif tetapi tetap berlandaskan nilai keislaman. Instagram berperan sebagai media utama penyampaian pesan dakwah sekaligus ruang interaksi antara komunitas dengan audiens. Dengan demikian, strategi komunikasi dakwah yang adaptif mampu menjaga substansi dakwah dalam menyikapi isu kontroversial secara bijaksan

    Persepsi Masyarakat terhadap Maulid habsyi di Desa Tanjung Lalak Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru

    No full text
    Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat terhadap Maulid habsyi di Desa Tanjung Lalak Utara Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Kabupaten Kotabaru”. Tradisi Maulid habsyi merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya keagamaan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya dalam konteks peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga mengandung nilai sosial, budaya, dan spiritual yang kuat dalam membentuk identitas keislaman masyarakat lokal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana masyarakat memaknai dan menanggapi keberadaan serta pelaksanaan Maulid habsyi di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih secara purposif, meliputi tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pelaksana Maulid habsyi, dan warga sekitar yang secara aktif mengikuti kegiatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap Maulid habsyi. Mereka memandangnya sebagai wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW, sarana dakwah dan pembelajaran agama, serta media mempererat tali silaturahmi antarwarga. Tradisi ini juga dianggap dapat memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan. Meskipun demikian, sebagian kecil masyarakat menilai bahwa beberapa unsur dalam pelaksanaannya perlu disesuaikan agar tetap sesuai dengan ajaran Islam yang murni dan tidak mengandung unsur yang bersifat bid’ah. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa persepsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, pemahaman keagamaan, dan pengaruh lingkungan sekitar. Maulid habsyi tetap menjadi tradisi yang hidup dan diterima sebagai bagian penting dari praktik keagamaan loka

    Hibah Sebagai Pengganti Pembagian Harta Warisan pada Masyarakat Madura Perantauan di Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut

    No full text
    Penelitian ini membahas praktik hibah sebagai pengganti pembagian harta warisan pada masyarakat Madura perantauan di Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena masyarakat Madura memiliki tradisi dan nilai-nilai budaya yang kuat dalam mengatur pewarisan dan kepemilikan harta keluarga. Dalam praktiknya, pemberian hibah sering dijadikan alternatif untuk menghindari konflik keluarga yang mungkin timbul dalam proses pembagian warisan setelah pewaris meninggal dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan-alasan masyarakat Madura perantauan memilih hibah sebagai pengganti pembagian warisan, serta menganalisis kesesuaian praktik tersebut dengan ketentuan hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan pola dan pertimbangan sosial, hukum, dan budaya yang melatarbelakangi praktik hibah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hibah sebelum pewaris meninggal dunia dianggap sebagai bentuk upaya menjaga keharmonisan keluarga dan keadilan sosial, sekaligus menghindari sengketa warisan. Dari perspektif hukum Islam, praktik hibah ini sah selama memenuhi syarat-syarat hibah dan tidak dimaksudkan untuk merugikan ahli waris yang sah. Namun, dari sisi hukum positif, praktik ini perlu memperhatikan ketentuan peralihan hak atas harta benda agar memiliki kekuatan hukum yang pasti. Penelitian ini menyimpulkan bahwa hibah sebagai pengganti warisan di masyarakat Madura perantauan memiliki fungsi sosial dan hukum yang signifikan, yaitu sebagai mekanisme lokal untuk mempertahankan kerukunan dan mengakomodasi nilai-nilai kekeluargaan dalam sistem pewarisa

    Disparitas Penetapan Nasab Oleh Hakim Tunggal Dalam Perkara Permohonan Asal-Usul Anak (Studi Penetapan Nomor 68/Pdt.P/2024/Pa.Brb Dan 312/Pdt.P/2024/Pa.Brb)

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya dua penetapan asal-usul anak pada Pengadilan Agama Barabai dengan duduk perkara yang identik, yakni anak yang lahir kurang dari enam bulan sejak perkawinan siri, namun diputus secara berbeda oleh hakim tunggal yang sama. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui disparitas yang terjadi dan faktor penyebabnya serta menganalisis implikasi disparitas pada Penetapan Nomor 68/Pdt.P/2024/PA.Brb dan Nomor 312/Pdt.P/2024/PA.Brb. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif dengan menggunakan pendekatan kasus (case approach). Sumber bahan hukum yang digunakan penulis terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Adapun teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen, studi pustaka, dan studi literatur. Bahan hukum yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara kualitatif dengan matriks sebagai media bantunya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hakim tunggal pada Penetapan Nomor 68/Pdt.P/2024/PA.Brb tidak mengabulkan apa yang menjadi petitum pemohon dengan pertimbangan bahwa Pemohon II sudah hamil 6 bulan ketika perkawinan sirri berlangsung dengan merujuk pada Pasal 42 Undang-Undang Perkawinan yang kemudian dilakukan interpretasi dengan kutipan dari kitab fatawa al-hindiyah dengan pembatasan minimal masa kehamilan sejak perkawinan yaitu 6 bulan. Meskipun tidak mengabulkan petitum, hakim tunggal mempertimbangkan kemudharatan yang mungkin terjadi jika permohonan ini ditolak. Sehingga hakim tunggal tatap mengabulkan namun berbeda dari yang menjadi petitum pemohon. Sedangkan pada Penetapan Nomor 312/Pdt.P/2024/PA.Brb, hakim tunggal mengabulkan apa yang menjadi petitum pemohon dengan mendasarkan pada kutipan yang sama dengan Penetapan Nomor 68/Pdt.P/2024/PA.Brb yakni dari kitab fatawa al-hindiyah, namun tidak merujuk secara eksplisit Pasal 42 Undang Undang Perkawinan. Meskipun penerapan dalil yang digunakan hakim pada Penetapan Nomor 312/Pdt.P/2024/PA.Brb tergolong sebagai malpractice, hakim memiliki hak imunitas yang total yang membuatnya tidak dapat dituntut atau dipersalahkan atas putusan yang dibuatnya, serta putusan hakim tetap berlaku karena memiliki kekuatan yang mengikat. Di samping faktor yuridis, ada faktor non yuridis yaitu faktor psikologis dan beban kerja yang tinggi yang membuat kedua putusan ini terjadi disparitas. Disparitas pada kedua penetapan ini memengaruhi rasa keadilan, kepastian, serta kemanfaatan dari penegakan hukum. Selain itu juga membuat berkurangnya kepercayaan terhadap pengadilan itu sendiri, terlebih lagi jika disparitas diakibatkan karena malpractice yang terjad

    Studi Komparatif Nikah Misyar dalam Hukum Islam dan Hukum Positif (Analisis Terhadap Pemenuhan Rukun dan Syarat Nikah)

    No full text
    Nikah misyar merupakan bentuk perkawinan yang secara praktik berbeda dari konsep perkawinan pada umumnya, karena adanya kesepakatan antara suami dan istri untuk melepaskan sebagian hak, khususnya terkait nafkah dan tempat tinggal. Perbedaan konstruksi hukum antara hukum Islam dan hukum positif menimbulkan perbedaan penilaian terhadap keabsahan nikah misyar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan komparatif, yakni mengkaji bahan hukum primer dan sekunder melalui studi kepustakaan untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai pengaturan hukum positif. Pendekatan ini bertujuan untuk membandingkan, sehingga dapat ditemukan persamaan, perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikah misyar dalam hukum Islam dapat dinilai sah apabila rukun dan syarat perkawinan terpenuhi, meskipun dipersoalkan dari sisi tujuan dan kemaslahatan perkawinan. Sebaliknya dalam hukum Positif Indonesia, nikah misyar tidak diakui karena tidak memenuhi prinsip ikatan lahir batin serta pemenuhan hak dan kewajiban suami istri secara utuh. Perbedaan ini menunjukkan adanya perbedaan paradigma antara hukum Islam dan hukum positif dalam memaknai perkawinan

    Etika Komunikasi Dakwah dalam Serial Omar & Hana di Kanal YouTube Omar & Hana Indonesia

    No full text
    Serial animasi Omar & Hana yang ditayangkan melalui kanal YouTube Omar & Hana Indonesia merupakan salah satu media dakwah anak yang menyampaikan nilai-nilai Islam melalui cerita keseharian dengan pendekatan edukatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini. Dalam konteks komunikasi dakwah, penting untuk memastikan bahwa pesan keislaman disampaikan dengan memperhatikan prinsip-prinsip etika agar pesan dapat diterima secara efektif dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi audiens. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan etika komunikasi dakwah dalam serial animasi Omar & Hana yang ditayangkan melalui kanal YouTube Omar & Hana Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis isi. Kerangka teori yang digunakan merujuk pada prinsip etika komunikasi dakwah menurut Jalaluddin Rakhmat, yang meliputi qaulan sadidan, qaulan baligha, qaulan layyina, qaulan maysura, qaulan karima, dan qaulan ma’rufan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap lima season serial Omar & Hana yang memiliki unsur cerita, serta dokumentasi terhadap dialog, adegan visual, dan narasi yang relevan dengan rumusan masalah. Data dianalisis melalui tahap pengumpulan, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serial Omar & Hana secara konsisten menerapkan enam prinsip etika komunikasi dakwah. Prinsip qaulan layyina dan qaulan ma’rufan tampak dominan melalui penggunaan bahasa yang lembut, santun, dan mudah dipahami oleh anak-anak. Prinsip qaulan sadidan tercermin dalam penyampaian pesan yang jujur dan sesuai dengan ajaran Islam, sementara qaulan baligha terlihat dari efektivitas pesan yang disampaikan melalui cerita sederhana dan kontekstual. Adapun qaulan maysura dan qaulan karima diwujudkan melalui penyampaian pesan yang tidak memberatkan serta penuh penghormatan kepada lawan bicara. Temuan ini menunjukkan bahwa serial Omar & Hana berfungsi sebagai media dakwah yang efektif dan etis, khususnya dalam membentuk karakter dan pemahaman keislaman anak di era digital

    Pengaruh Bimbingan Orang Tua terhadap Ketaatan Beribadah Anak di Desa Binderang Kecamatan Lokpaikat

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak agar tetap taat beribadah di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Islam menekankan orang tua dalam membimbing keluarga. Pada Desa Binderang, Kecamatan Lokpaikat, masih ditemukan perbedaan tingkat ketaatan beribadah anak yang diduga dipengaruhi oleh variasi bimbingan yang diberikan oleh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk pelaksanaan bimbingan orang tua serta menganalisis pengaruhnya terhadap ketaatan beribadah anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian lapangan atau field research adalah penelitian yang berusaha memahami fenomena apa yang dialami oleh subjek Penelitian dengan suatu konteks khusus yang alamiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket (kuesioner) sebagai teknik utama, didukung dengan observasi dan dokumentasi. Langkah-langkah pengumpulan data meliputi penyusunan instrumen penelitian, uji validitas dan reliabilitas angket, penyebaran angket kepada responden, pengumpulan kembali angket, serta pengolahan dan analisis data menggunakan teknik statistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan populasi 140 orang tua dan sampel 35 responden yang dipilih 25% dari populasi. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan orang tua berada pada kategori rendah dan kurang berpengaruh serta signifikan terhadap ketaatan beribadah anak, dengan kontribusi pengaruh sebesar 30,7%, sedangkan 69,3% dipengaruhi faktor lain. Dengan demikian, bimbingan orang tua terbukti berperan penting dalam meningkatkan ketaatan beribadah ana

    0

    full texts

    2,694

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.Hnatiuk
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇