Ternopil Volodymyr Hnatiuk National Pedagogical University
Institutional Repository of Ternopil National Pedagogical University V.HnatiukNot a member yet
2694 research outputs found
Sort by
Makna Hidup dalam Buku The Subtle Art of Not Giving A Fuck Perspektif Pendidikan Agama Islam
Kehidupan modern menunjukkan meningkatnya kebingungan individu dalam memaknai hidup yang berdampak pada ketahanan psikologis dan orientasi nilai. Pendidikan Agama Islam dalam praktiknya belum sepenuhnya menyentuh dimensi pemaknaan hidup secara kontekstual. Di sisi lain, karya populer seperti The Subtle Art of Not Giving A Fuck karya Mark Manson banyak memengaruhi cara pandang generasi muda terhadap makna hidup. Kondisi ini mendorong perlunya kajian yang menganalisis konsep makna hidup dalam karya tersebut dari perspektif Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep makna hidup dalam buku The Subtle Art of Not Giving A Fuck karya Mark Manson serta relevansinya dalam perspektif Pendidikan Agama Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama berupa buku karya Mark Manson, sedangkan sumber data sekunder berasal dari literatur psikologi dan Pendidikan Agama Islam yang relevan. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan pendekatan normatif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep makna hidup menurut Mark Manson menekankan tiga aspek utama, yaitu pemilihan penderitaan yang tepat, penerimaan diri dan realitas kehidupan, serta penentuan prioritas nilai. Secara psikologis, konsep tersebut sejalan dengan psikologi eksistensial, psikologi humanistik, dan teori makna hidup Michael F. Steger. Dalam perspektif Pendidikan
Agama Islam, makna hidup tidak dipahami semata sebagai konstruksi subjektif individu, tetapi sebagai bagian dari tujuan penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Mark Manson dapat dimanfaatkan sebagai bahan refleksi kontekstual dalam Pendidikan Agama Islam selama ditempatkan dalam kerangka normatif Islam dan diarahkan pada tujuan hidup yang bersifat transenden
Pengembangan Buku Saku Etnobotani Pisang Talas Endemik Kalimantan Selatan sebagai Sumber Belajar Biologi
Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia
dengan alam sekitarnya, khususnya mengenai pemanfaatan tumbuhan oleh suatu
etnis di daerah tertentu. Penelitian ini difokuskan pada kajian etnobotani pisang
talas yang terdapat di Desa Tabunganen Kecil, Barito Kuala, Kalimantan Selatan.
Lokasi tersebut dipilih karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai
petani dan banyak dijumpai pohon pisang talas di daerah tersebut. Tujuan penelitian
adalah untuk mendeskripsikan kajian etnobotani pisang talas endemik Kalimantan
Selatan sebagai sumber belajar biologi serta mendeskripsikan validitas
pengembangan buku saku etnobotani pisang talas endemik Kalimantan Selatan
sebagai sumber belajar biologi.
Jenis penelitian merupakan EDR yang mencakup tiga tahapan, yaitu
pendahuluan, pengembangan prototipe, dan penilaian. Penelitian dibatasi hanya
sampai tahap pengembangan karena menyesuaikan tujuan penelitian serta
keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Pendekatan yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive
sampling serta snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi,
wawancara, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif
kualitatif dan kuantitatif untuk menghasilkan Buku Saku yang divalidasi
menggunakan evaluasi formatif Tessmer (1993) terbatas pada uji expert review.
Hasil kajian etnobotani menunjukkan bahwa pisang talas memiliki
karakteristik morfologi khas serta dimanfaatkan sebagai obat tradisional dan bahan
pangan khas Banjar yang bernilai ekonomi. Validitas buku saku berdasarkan
penilaian tiga validator memperoleh rata-rata sebesar 84,71% (valid) dengan
kriteria valid. Dengan demikian, buku saku etnobotani pisang talas dinyatakan valid
dan layak digunakan sebagai sumber belajar biologi dengan revisi keci
Penerapan Shelving di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin
Shelving merupakan kegiatan penting dalam pengelolaan perpustakaan yang
bertujuan menyusun kembali bahan pustaka agar tertata rapi sesuai klasifikasi.
Kegiatan ini mendukung kemudahan akses informasi dan mencerminkan nilai
keteraturan dalam layanan perpustakaan. Regulasi seperti Undang-Undang Nomor
43 Tahun 2007 dan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional RI Nomor 11 Tahun
2015 mengatur pentingnya penataan koleksi sesuai standar nasional. Namun,
observasi awal di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin menunjukkan masih
adanya buku yang tidak tersusun sesuai klasifikasinya, sehingga menimbulkan
hambatan dalam layanan informasi. Kondisi ini menjadi dasar dilakukannya
penelitian mengenai penerapan shelving dan kendala dalam pelaksanaannya.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif yang dilakukan di Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin.
Subjek penelitian terdiri dari kepala perpustakaan, dua pustakawan, dan satu
pemustaka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan
dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan
praktik shelving serta kendala yang dihadapi dalam pengelolaan koleksi bahan
pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan shelving di Perpustakaan
SMA Negeri 7 Banjarmasin telah berjalan cukup baik dan menunjukkan sistem
pengelolaan yang terstruktur. Pustakawan menerapkan sistem klasifikasi DDC serta
menyusun koleksi berdasarkan nomor panggil agar mudah diakses oleh pemustaka.
Kegiatan shelving dilakukan secara rutin tiga kali seminggu oleh empat pustakawan
dengan pembagian tugas dan pedoman kerja yang jelas. Kerapian dan keteraturan
rak dijaga untuk memastikan koleksi berada di tempatnya, sehingga mendukung
efektivitas pencarian informasi dan kegiatan belajar mengajar. Namun, pelaksanaan
shelving masih menghadapi kendala seperti belum adanya pelatihan formal,
keterbatasan dana, rendahnya kedisiplinan pemustaka, serta kurangnya SDM yang
berlatar belakang kepustakawanan. Diperlukan peningkatan kompetensi
pustakawan dan dukungan berkelanjutan dari pihak sekolah agar layanan shelving
dapat berjalan lebih optimal
Pengalaman Muslimah dalam Mengikuti Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah Perempuan di Desa Hinas Kanan Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah
Penyelenggaraan jenazah merupakan kewajiban fardu kifayah yang harus
dilaksanakan oleh umat Islam, termasuk dalam pengurusan jenazah perempuan
yang secara ideal dilakukan oleh sesama perempuan. Namun, pada kenyataannya,
tidak semua muslimah memiliki pengetahuan, pengalaman, dan kesiapan untuk
terlibat langsung dalam pengurusan jenazah. Kondisi ini juga ditemukan di Desa
Hinas Kanan, Kecamatan Hantakan, sehingga diperlukan upaya peningkatan
pemahaman dan keterampilan melalui pelatihan penyelenggaraan jenazah
perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengalaman keagamaan
muslimah selama mengikuti pelatihan penyelenggaraan jenazah perempuan, dan
kesiapan muslimah setelah mengikuti pelatihan, khususnya terkait penyelenggaraan
jenazah perempuan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri atas
muslimah peserta pelatihan serta tokoh agama setempat. Analisis data dilakukan
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman keagamaan muslimah
selama mengikuti pelatihan mencakup pengalaman emosional, pengalaman belajar
keagamaan, pengalaman praktik, serta perubahan sikap dan cara pandang terhadap
penyelenggaraan jenazah perempuan. Pelatihan ini menumbuhkan kesadaran
bahwa pengurusan jenazah bukan sekadar tradisi sosial, melainkan bagian dari
ibadah dan tanggung jawab keagamaan. Adapun kesiapan muslimah setelah
mengikuti pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan motivasi
untuk terlibat, meskipun secara umum kesiapan praktik masih memerlukan
penguatan, terutama dalam aspek mental, keberanian, dan pembiasaan. Dengan
demikian, pelatihan penyelenggaraan jenazah perempuan berperan penting dalam
membentuk pengalaman keagamaan dan kesiapan muslimah, serta perlu
dilaksanakan secara berkelanjutan guna memperkuat pelaksanaan fardu kifayah di
masyaraka
Pengaruh Gaya Hidup, Sikap Keuangan, Religiusitas, Dan Kemudahan Menggunakan Mobile Banking Terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota Banjarmasin
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena Generasi Z sebagai generasi
yang akrab dengan teknologi dan gaya hidup digital, yang mana hal ini memicu
peningkatan perilaku konsumtif. Perilaku tersebut didukung oleh kemudahan
bertransaksi non-tunai, seperti penggunaan Mobile Banking.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Gaya Hidup, Sikap
Keuangan, Religiusitas, Dan Kemudahan Menggunakan Mobile Banking terhadap
Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota Banjarmasin. Jenis penelitian yang
dilakukan oleh peneliti adalah penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kuantitatif dengan bantuan statistik. Populasi pada penelitian ini yaitu
Generasi Z Di Kota Banjarmasin dengan sampel 96 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gaya Hidup dan Religiusitas secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota
Banjarmasin, Sedangkan Sikap Keuangan, Dan Kemudahan Menggunakan Mobile
Banking secara parsial tidak berpengaruh terhadap Perilaku Konsumtif Generasi Z
Di Kota Banjarmasin. Secara simultan Gaya Hidup, Sikap Keuangan, Religiusitas,
Dan Kemudahan Menggunakan Mobile Banking berpengaruh signifikan terhadap
Perilaku Konsumtif Generasi Z Di Kota Banjarmasi
Analisis Metode Dakwah dalam Novel “Janji” Karya Tere Liye
Dakwah kini banyak disampaikan melalui isi cerita pada karya tulis berupa
novel. Novel “Janji” menjadi salah satu novel yang telah diteliti mengandung
dakwah berupa unsur-unsur dakwah seperti dai, mad’u, dan pesan atau materi
dakwah di dalam ceritanya. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang
menjelaskan metode dakwah yang terkandung pada isi cerita dalam novel “Janji”.
Tentunya jika ada pesan dakwah yang tersampaikan dalam isi cerita, pasti ada pula
metode dakwah yang digunakan sesuai isi cerita dalam novel.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan metode dakwah yang terkandung
dalam isi cerita pada Novel “Janji” karya Tere Liye. Diharapkan, penelitian ini
dapat memberikan gambaran terkait metode dakwah yang dapat digunakan dan
diterapkan secara efektif untuk menyampaikan dakwah.
Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian literatur atau kepustakaan
dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data
didapatkan dengan menerapkan prosedur pada tahapan analisis isi yaitu dengan
membaca isi keseluruhan novel “Janji”, dilanjutkan dengan mengklasifikasikan
data yang diperoleh, kemudian menarik kesimpulan dari data yang telah disajikan.
Hasil penelitian yang diperoleh, ditemukan bahwa metode dakwah bil hal
diterapkan dengan perbuatan berupa; menolong orang yang lemah dan teraniaya,
bersikap baik terhadap tetangga, berperilaku jujur setiap membuka usaha, tidak
mencuri barang yang bukan haknya, selalu bersedekah kepada fakir miskin dan
anak yatim, membangun majelis ilmu, mengadakan kursus atau pelatihan bagi
generasi muda yang tidak bekerja, dan menginisiasi pengembangan potensi pada
masyarakat dengan mengusulkan serta memulai gerakan peduli terhadap
lingkungan. Sedangkan metode dakwah bil lisan digambarkan dengan teknik
berdialog, berdebat, larangan berupa perintah, pemberian nasehat dengan kalimat
persuasif, dan seruan dengan kalimat ajakan.
Simpulan dari penelitian dan analisis yang dilakukan, ditemukan bahwa
metode dakwah yang terkandung di dalam isi cerita pada Novel “Janji” hanya
terdapat dua buah metode dakwah, yaitu metode dakwah bil hal, dan metode
dakwah bil lisan. Sedangkan metode dakwah bil kitabah tidak ditemukan
Judul Skripsi Bimbingan Rohani Islam oleh KH. Abdurrahman Husein di Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari Kabupaten Tanah Laut
Bimbingan rohani Islam merupakan proses pembinaan yang bertujuan
untuk menguatkan spiritualitas, akhlak, dan kedisiplinan ibadah seseorang melalui
pemberian nasihat, pengajaran, dan pengawasan yang berkesinambungan.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran KH. Abdurrahman Husein
sebagai pengasuh Pondok Pesantren Sirajul Huda Pelaihari dalam membimbing
santri melalui serangkaian kegiatan pengajian rutin yang menjadi sarana pembinaan
akhlak dan spiritual di lingkungan pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pelaksanaan bimbingan rohani Islam dan metode yang digunakan oleh
KH. Abdurrahman Husein dalam serangkaian kegiatan pengajian rutin di Pondok
Pesantren Sirajul Huda Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan (field research). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Pelaksanaan pengajian rutin
dilakukan secara gabungan antara santri putra dan santri putri sesuai dengan sistem
pembinaan yang berlaku di pondok pesantren. Namun, dalam penelitian ini untuk
penyajian data difokuskan pada santri putri karena proses observasi, wawancara,
dan dokumentasi kegiatan lebih banyak diperoleh dari bagian putri, sehingga
memungkinkan peneliti menggali informasi secara lebih mendalam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan rohani Islam
melalui pengajian rutin gabungan santri putra dan santri putri berlangsung setiap
minggu dengan rangkaian kegiatan yang terstruktur mulai dari salat magrib
berjamaah, wirid, salat hajat, salawat, pembacaan kitab Al-Ajwibah Al-Gholiyah,
hingga salat isya berjamaah. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah,
keteladanan, tanya jawab, pembiasaan ibadah, zikir dan doa, serta muhasabah.
Penerapan metode tersebut memberikan dampak positif terhadap pembentukan
akhlak, kedisiplinan, serta peningkatan spiritualitas santri. Maka dengan demikian,
bimbingan rohani Islam yang dilakukan oleh KH. Abdurrahman Husein dinilai
efektif dalam membentuk pribadi santri yang berakhlak mulia dan memiliki
kedekatan spiritual dengan Allah Swt. sehingga layak untuk terus dikembangkan
ke depannya
Analisis Pemahaman Mahasiswa PKU Terhadap Kausalitas Dalam QS. Al-Isra>`/17 :7
Kausalitas merupakan prinsip penting dalam ajaran Islam yang menjelaskan
hubungan sebab dan akibat dari setiap perbuatan manusia. Prinsip ini ditegaskan
dalam QS. Al-Isra>` ayat 7 yang menyatakan bahwa kebaikan maupun keburukan
akan kembali kepada pelakunya sendiri. Pemahaman QS. Al-Isra’ ayat 7 penting
karena ayat ini menegaskan tanggung jawab manusia atas setiap perbuatannya serta
konsekuensi yang menyertainya. Bagi mahasiswa Program Khusus Ulama (PKU),
pemahaman ini menjadi dasar pembentukan sikap moral dan kesadaran etis,
sehingga nilai kausalitas tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman mahasiswa Program
Khusus Ulama (PKU) UIN Antasari Banjarmasin terhadap kausalitas dalam QS.
Al-Isra>` ayat 7 serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
lapangan. Data diperoleh melalui wawancara kepada mahasiswa PKU yang dipilih
secara purposive dan didukung dengan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara
deskriptif dengan menggunakan perspektif teori konstruktivisme.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PKU pada umumnya
memahami kausalitas dalam QS. Al-Isra>` ayat 7 sebagai hubungan sebab akibat dari
perbuatan manusia. Faktor yang memengaruhi pemahaman tersebut antara lain latar
belakang pendidikan, pengalaman belajar, dan juga lingkungan keluarga. Penelitian
ini menyimpulkan bahwa pemahaman mahasiswa PKU terhadap kausalitas
terbentuk melalui pengalaman dan proses belajar, sehingga pemahaman ayat tidak
hanya bersifat teoritis, tetapi juga berkaitan dengan sikap dan tanggung jawab
moral
Evaluasi Sistem Pemungutan Pajak dalam Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Kelurahan Landasan Ulin Tengah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kepatuhan wajib pajak
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta fluktuasi penerimaan pajak yang belum
mampu mencapai target di Kelurahan Landasan Ulin Tengah. Kondisi tersebut
menunjukkan bahwa sistem pemungutan PBB belum berjalan secara optimal dan
perlu dilakukan evaluasi. Penelitian ini berfokus pada bagaimana sistem
pemungutan PBB, faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan wajib pajak, serta
efisiensi sistem pemungutan PBB.
Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dengan langsung melakukan
penelitian ke lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 28
wajib pajak dan 2 petugas pajak, serta didukung oleh data sekunder dari instansi
terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mengaitkan temuan
lapangan pada teori kepatuhan, administrasi perpajakan, dan evaluasi kebijakan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemungutan PBB di Kelurahan
sudah dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang ada. Kepatuhan wajib pajak
cenderung bersifat terpaksa dan dipengaruhi oleh rendahnya kepercayaan kepada
pemerintah, minimnya transparansi, serta keterbatasan pelayanan dan sosialisasi.
Sedangkan sistem yang digunakan belum efisien karena hasil yang diinginkan
belum tercapai. Dalam perspektif Islam, pemungutan pajak dibolehkan selama
dilaksanakan secara adil, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan, namun
nilai-nilai tersebut belum sepenuhnya terwujud dalam praktik di lapanga